Mengapa Film Menghina Nabi Itu Dibuat?

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Anda masih ingat dengan film “The Innocence” kemarin, yang memicu amarah kaum Muslimin di seluruh dunia itu? Kita pasti masih ingat, karena kasus ini masih baru, masih “hangat-hangatnya”.

Kehidupan manusia modern banyak dikendalikan oleh media; ketika suatu isu sedang “digoreng” oleh media, kita cenderung mengerumuninya; kalau sudah dilupakan, kita juga akan meninggalkannya. Entahlah… dulu media hanyalah kebutuhan tambahan, kini jadi kebutuhan utama melebihi makan-minum.

Inilah Target Utama Film “The Innocence”

Kembali ke film hasil karya Nakoula B. Nakoula (Sam Bacile) –semoga Allah melaknatinya dan orang-orang yang mendukung sikap kurang ajarnya-. Jujur saja, ketika beredar isu seputar film ini, saya tidak ada kemauan sedikit pun untuk menonton film itu; sekalipun hanya cuplikan. Begitu juga kala dulu beredar isu kartun/karikatur yang melecehkan Nabi Saw, saya juga tak mau mencari gambar-gambar itu. Bagi saya, kalau sudah jelas disana ada propaganda penghinaan kepada imam kehidupan kita, Sayyidul Mursalin Rasulullah Saw…ya sudah tidak perlu dilihat atau didengar. Maka alhamdulillah, akhirnya MUI mengharamkan film tersebut. Alhamdulillah wa Alhamdulillah.

Seorang kawan sempat mengirim SMS yang isinya amat sangat keras. Dia marah-marah dan melaknati Amerika, Yahudi, dan Nashrani setelah melihat film itu. Katanya, ustadz-ustadznya sampai menangis berlinang air mata karena melihat film itu. Padahal film yang dilihat hanya cuplikan saja, sekitar 15 menit. Ya…mereka harus menunjukkan amarahnya seperti itu, sebab kalau tidak nanti mereka tidak ada alasan di sisi Allah ketika ditanya soal film itu. (Kalau saya kan tidak sampai melihat, hanya mendengar dan membaca beritanya saja; jadi tidak sampai seemosi mereka. Rasanya tidak tega melihat Sayyidul Mursalin dihinakan martabatnya. Lebih baik berkelahi saja deh, daripada melihat tontonan penodaan seperti itu). Kata kawan yang lain, film itu sebenarnya film porno; singkat kata, Nabi Saw hendak dinodai dengan adegan-adegan mesum –masya Allah laa haula wa laa quwwata illa billah-.

Tetapi Allah Ta’ala sudah menetapkan hak kemuliaan atas Nabi Saw. Allah berfirman dalam Kitab-Nya: “Innaka la ‘ala khuluqin ‘azhim” (engkau itu –Muhammad Saw- berada di atas akhlak yang agung). Begitu juga dalam firman-Nya: “Laqad kaana lakum fi Rasulillahi uswatun hasanah” (sungguh bagi kalian dalam diri Rasulullah Saw itu terdapat teladan yang mulia). Bahkan juga firman Allah: “Wa maa arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamiin” (tidaklah Kami mengutusmu –Muhammad Saw- melainkan agar menjadi rahmat bagi seluruh alam). Ayat-ayat ini dan yang semisalnya, adalah JAMINAN KEMULIAAN bagi Nabi Saw dari Allah Ta’ala.

Maka kini Anda lihat, ketika Nabi Saw dihujat oleh orang kafir tertentu dengan penghinaan yang amat sangat; maka bangkitlah manusia, termasuk pemimpin-pemimpin kafir yang notabene bukan seorang Muslim, mereka bangkit ikut membela kehormatan Nabi Saw. Tidak kurang Sekjen PBB ikut mengecam film murahan itu. Bahkan para pemain dalam film itu sendiri memprotes produsernya (Sam Bacile) karena dianggap telah memanipulasi film yang telah dibuat.

Jadi, pribadi Nabi, kehormatan beliau, serta kemuliaan martabatnya, sudah mendapat GARANSI dari langit. Siapa saja yang hendak menghina, pasti dia yang akan terhina. Lihatlah Salman Rushdie –laknatullah ‘alaihi wa man ansharahu-! Sejak menulis novel yang menghujat Al Qur`an, dia kehilangan kehidupannya, sampai saat ini. Bahkan pasukan keamanan yang selalu menjaganya sampai puluhan tahun merasa hampir frustasi, akibat kebodohan penulis “kunyuk” asal India itu.

Nah, kini kita bicara tentang,  ada apa di balik film “The Innocence” itu? Mengapa dibuat film tersebut? Apa target strategis dari pembuatan film cabul itu?

Tentu banyak analisa dan dugaan-dugaan disini. Kita bisa mengatakan ini dan itu. Namun menurut saya, film tersebut tidak lepas dari background si pembuatnya yang memiliki tiga ciri utama: Beragama Yahudi, berasal dari Mesir, kini tinggal di Amerika. Background inilah yang memicu munculnya ide membuat film cabul yang menghebohkan itu.

Ketiga ciri itu akan memiliki makna sangat kuat, jika dikaitkan dengan wajah kepemimpinan baru di Mesir. Kini Mesir dipimpin oleh Presiden Dr. Muhammad Mursi –semoga Allah selalu membimbing dan menolongnya untuk membawa bangsa Mesir menetapi kehidupan Islami-.

Orang Yahudi tidak senang dengan naiknya Mursi sebagai Presiden Mesir, pasca Husni Mubarak. Banyak orang kafir di Mesir atau Israel, sangat khawatir dengan munculnya sosok Mursi ini. Ketika ada Yahudi asal Mesir tinggal di Amerika, malah punya kewarganegaraan Amerika, hal itu memberinya pintu-pintu kebebasan, tidak seperti di negeri asalnya (Mesir).

Sejatinya, menurut analisa saya, film “The Innocence” itu dibuat sebagai “kado serangan” terhadap Presiden Muhammad Mursi di Mesir. Si pembuatnya ingin agar warga Muslim di Mesir marah besar, lalu melakukan anarkhisme, lalu kepemimpinan Presiden Mursi bisa dirontokkan karena amarah warga Mesir setelah diprovokasi film itu. Ternyata hasilnya, warga Muslim Mesir secara umum masih bisa mengendalikan diri, tetapi warga Muslim Libya tanpa pernah diduga berhasil mengirimkan “satu bingkisan” berupa “paket RPG” untuk Dutabesar Amerika di Libya dan stafnya.

Presiden Mursi tetap memimpin sampai kini, dan semoga tetap lestari dalam taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta dalam rangka menyelamatkan manusia dari perbudakan Kapitalisme-Zionis. Amin Allahumma amin. Tentu film “The Innocence” ini bukan satu-satunya serangan untuk Presiden Mursi, masih ada paketan-paketan lain.

Sebaik-baik nasehat ialah: “Ishbiruu wa shabiruu wa rabithuu wattaqullaha la’allakum tuflihuun” (bersabarlah selalu, tetaplah bersabar, dan terus berjaga-jaga, serta bertakwalah kepada Allah, agar kalian mendapat kemenangan).

Akhirul kalam, walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abah Syakir).

Iklan

4 Responses to Mengapa Film Menghina Nabi Itu Dibuat?

  1. mbah berkata:

    tapi menurut analisa saya, film “The
    Innocence” itu dibuat sebagai “kado atas tragedi wtc 11 september yg mana sebelumnya juga ada kado dari pendeta gila yg hendak membakar Alqur’an.

  2. Emprit Gepeng berkata:

    Afwan..Tadz…kita ini sudah sangat bersabar….dan fitnah mereka kaum kuffar selalu menista Rasulallah SAW…dan itu selalu terjadi hampir disetiap tahun dan kita disuruh bersabar….dan banyak saudara kita yang setiap pekan membaca kitab Barzanji tapi tidak ada reaksi sama sekali…….apa buktinya kalau mereka cinta pada Rasulallah SAW…buktikan..dong..

  3. abisyakir berkata:

    @ Emprit…

    Ya terus mau bagaimana Pak? Mau menindak secara hukum, pelaku tidak ada dalam yuridiksi kita. Mau menyerang negaranya, ya tahu sendiri gimana Indonesia sendiri. Ya selagi belum ada sosok Sultan Islami yang memimpin ummat, kita belum bisa berbuat banyak. Jazakumullah atas komentarnya.

    Admin.

  4. Fulan-p berkata:

    isalam adalah agama ku aku pun tidak tau ap yang terjadi di pilem itu tetapi saya merasah terhina karena sudah menghina agama islam

    sungguh penghinaan yang kejam demi allah apa bila ada orang seperti itu meng hina agama islam saya akan turun tangan walau pun saya rakyat biasa tapi saya merasah terhina saya relah mati demi agama islam

    inya allas sya tidak pernah lupa kepada agama saya sendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: