Dahlan Iskan Sebagai Dagelan, Monster, atau Panutan?

(Revised Edition).

Belum lama lalu, saya menerima sebuah SMS yang isinya cukup membuat dahi berkerut. SMS saya terima tengah malam, sekitar jam 01.15 malam, pada 1 November 2012. Bunyi SMS itu adalah sebagai berikut (setelah diedit dan disesuaikan dengan media blog):

“Uang rakyat 37 triliun dibuat main-main sama Dahlan Iskan. Budi Rahman Hakim menghilang. Kantornya di Gandaria City lantai 16 sudah bersih! Dengan mudah juga Dahlan mengalihkan substansi masalah yang dihadapinya (KKN 37 triliun di PLN) menjadi isu pemerasan DPR. Jadi skenario kasus “KPK Vs Polri” diulang lagi. Dia kaya karena Jawa Pos, sementara karyawan tetap sengsara. Dia (mau) jadi presiden, bangsa ini akan diprivatisasi! Anteknya Dahlan: Budi Rahman Hakim, Direktur Jawa Pos Grup, mengatur pergantian direksi BUMN. Bagi orang yang tak ngerti konstitusi seperti dia (Dahlan), jalan satu-satunya ya mainkan media, dan anteknya ialah: Detik.com, Jawa Pos, dan Tempo, untuk menggambarkan dia sebagai DIZHALIMI oleh DPR!”

Ketika Negara di Bawah Kekuasaan Para Badut (Pemuja Syahwat).

Setelah dimuat SMS ini, saya sampaikan ke narasumber, bahwa SMS-nya sudah dimuat di blog. Ternyata, dia mengirim tambahan-tambahan SMS baru. Lebih panjang lagi. Setelah saya baca, disana ada data-data yang terkait dengan SMS pertama. Setelah dipotong disana-sini, memenuhi masukan pembaca, isi SMS itu sebagai berikut:

Di audit BPK terlihat Dahlan Iskan memang menerima gaji dan semua fasilitas PLN. Jadi tidak benar bila dia tidak mengambil gaji atau fasilitas PLN. Total kerugian negara 37,6 triliun. Ini adalah akumulasi dan kombinasi kesalahan manajemen, leadership, fungsi, dan strategi Dirut PLN (waktu itu Dahlan Iskan). Mekanisme kontrol di PLN berada pada titik terendah dan nyaris tidak ada, saat Dahlan Iskan jadi Dirut PLN. Internal audit dan Serikat Pekerja lumpuh. BPK juga menemukan inefisiensi dalam pemberian gaji dan renumerasi karyawan PLN yang berlebihan dan tidak sesuai dengan keuangan PLN. Di awal kepemimpinan Dahlan Iskan banyak masukan dari staf dan bawahan Dahlan Iskan mengenai kerugian PLN/negara ini, tapi selalu diabaikan.” (Selesai).

Isi SMS demikian sebenarnya tidak terlalu heboh, sebab kita sudah biasa membaca analisa demikian di media, tulisan-tulisan, atau forum-forum diskusi. Lagi pula, saya hanya sebatas menyalin dan memperbaiki sedikit redaksi SMS di atas. Kalau misal ada menteri/pejabat negara tidak mau mendapat analisa demikian, ya sebaiknya jangan jadi pejabat negara.

Tapi yang jelas, in general meaning, kita sangat membenci elit-elit nasional yang bermental bangsat. Mereka itu bobrok moral, khianat, hedonis sejati, memuja syahwat dan kekuasaan. Orang seperti itu kalau berkuasa sering dipuja-puja sebagai: pemimpin masa depan, harapan bangsa, sosok pendobrak, bapak kemajuan, pemimpin dengan visi ke depan, pahlawan pembangunan, manajer handal, dan seterusnya. Kasihan amat rakyat negeri ini. Tak henti-hentinya mereka diperdaya oleh dagelan, badut-badut kekuasan, serta monster-monster perusak kehidupan. Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum fid dini wad dunya wal akhirah.

Menghadapi elit-elit sekuler, maniak hedonis, jangan ada rasa belas kasihan. No mercy for life destroyers! Manusia-manusia seperti itu menjadi sumber kehancuran kehidupan masyarakat, bangsa, agama, dan kehidupan.

Mine. 

Iklan

122 Responses to Dahlan Iskan Sebagai Dagelan, Monster, atau Panutan?

  1. Frozen Condor berkata:

    Anda percaya mana? Kalau Anda percaya sms itu, berarti Anda bisa terjebak bahkan turut menyebarkan fitnah. Kalau Anda ingin membuktikan sms itu, tanya saja ke karyawan Jawa Pos, adakah mereka tidak sejahtera? Jangankan karyawan, loper saja diperhatikan Pak Dahlan sejak dulu kala. Atau Anda tanya petugas kebersihan stasiun kereta api yang pernah dikunjungi Pak Dahlan diam2, bagaimana kesannya terhadap kepedulian beliau terhadap hal-hal kecil? Jawa Pos sudah lama tidak terlalu memberitakan Dahlan untuk menghindari kesan pencitraan, bahkan tulisan berseri Dahlan juga sempat tidak dimuat kalau tidak diminta pembacanya.

    Selain tanya langsung, Anda juga bisa telusuri google untuk mengcrosscheck berita itu. Temuan BPK itu adalah potensi inefisiensi, bukan korupsi. Itupun, BPK memahami penyebabnya. Anggota DPR-lah yang memlintir kata itu hingga menjadi isu politik. Motifnya bisa diduga dengan jelas, yaitu balas dendam akibat tidak bisa kongkalikong dengan BUMN. Di samping itu, Dahlan Iskan saat menjabat dirut PLN langsung melibatkan KPK dalam pengawasan keuangan, jadi KPK pastilah langsung turun tangan kalau mengendus ada korupsi saat itu.

    Kebohongan lainnya, Budi Rahman Hakim bukanlah Direktur Jawa Pos Group. Dia wartawan senior Rakyat Merdeka yang ditugasi menjadi asisten Dahlan untuk memberitakan setiap upaya suap yang ingin dilakukan ke Pak Dahlan. Pergantian direktur BUMN diatur melalui mekanisme yang melibatkan menteri lain dan Presiden. Jadi tidak ada wewenang Budi untuk terlibat di situ. Bukti kebohongan paling nyata, istri Dahlan banyak orang China? Semoga Tuhan melaknat Anda dan yang lain atas partisipasinya menyebarkan fitnah ini. Tentu kalaupun istri orang China juga tidak masalah, tapi yang disebar tidak sesuai dengan fakta. Semoga Anda bisa memperbaiki diri dengan mengklarifikasi sms itu dan menyebar ulang ke semua teman yang pernah Anda kirim maupun orang yang mengirimkan sms itu ke Anda. Banyak-banyaklah membaca dan mengingat, agar Anda bisa membedakan yang baik dan yang buruk.

  2. Djoko Sawolo berkata:

    Saya tidak percaya dengan tulisan Dahlan Iskan sebagai Dagelan. Titik

  3. Salahudin Damar jaya berkata:

    Ngakunya muslim, blognya banyak memuat berita dunia islam, tapi hanya karena dapat SMS propaganda, lalu percaya dan menyebarkan lagi berita yang tidak diketahui kebenaran tsb. Heran bin ajaib saja melihat kelakuan pemilik blog ini.

  4. iman sandi berkata:

    Politik pencitraan yang dilakukan oleh DI memang luar biasa masif termasuk dalam menutup isu inefisiensi PLN (penggunaan term “inefisiensi’ karena audit BPK tesebut merupakan audit kinerja, meski banyak terdapat indikasi tindak pidana korupsi. Bila dilakukan audit investigasi maka kesimpulannya akan berbeda) dan mem-blow up isu anggota DPR yang memeras BUMN…..Tindakan menolak panggilan guna klarifikasi dgn fakta dan data yang valid berbagai temuan dlm audit tsb dan justru lebih memilih membentuk opini di media. Dari aspek psikologis sangat mudah dipahami ini adalah perilaku seseorang dalam kondisi psikologis BERSALAH..

  5. abisyakir berkata:

    @ Frozen Condor…

    Frozen: “Semoga Tuhan melaknat Anda dan yang lain atas partisipasinya menyebarkan fitnah ini.”

    Respon: Saya sengaja menampilkan SMS itu karena memang PENTING, yaitu untuk memberi perimbangan opini. Kita jangan melulu mendengar/membaca dari media-media yang selalu memuja, mengelu-elukan, serta mengangkat pamor Dahlan Iskan tinggi-tinggi. Orang sekuler macam dia telah membela tokoh PKI Madiun, Soemarsono; memberi ruang luas bagi pemikir-pemikir Liberal untuk menyebarkan hujatan2 kepada Islam; serta telah merusak akal religius masyarakat Jawa Timur dan sekitarnya, melalui pola jurnalisme sekuler yang dikembangkan Jawa Pos. Soal kebenaran isi SMS tersebut, ia bisa dilacak atau ditelusuri, sehingga nanti akan ketahuan apakah yang disampaikan di atas benar atau tidak.

    Adapun soal doa laknat dari Anda, ya silakan saja Anda mau berdoa semacam itu, itu terserah Anda. Tetapi niat kami baik; kami ingin menghindarkan masyarakat dari risiko dipimpin manusia-manusia MONSTER yang dicitrakan hebat, padahal rusak moral dan error politik. Ya asumsi kami Dahlan Iskan itu cuma badut-badut politik saja. Kami mewanti-wanti masyarakat agar menolak orang ini menjadi pemimpin, apalagi jika sampai jadi presiden. Adapun soal SMS itu, kebetulan saja beriringan dengan pendirian kami selama ini.

    Admin.

  6. Frozen Condor berkata:

    Terimakasih Anda sudah berjasa menginformasikan adanya upaya-upaya menjatuhkan Dahlan. Bagi saya sms itu justru memperlihatkan pihak yang membenci Dahlan menggunakan segala macam cara untuk menjatuhkan dia. Semoga Anda mau mencari tahu sendiri kebenarannya dan mengklarifikasi. Saya kasih sejumlah fakta yang membuktikan kebohongan sms di atas, tapi itu tidak akan mengubah sikap Anda. Apakah Anda orang baik atau tidak akan terlihat dari kemauan Anda untuk proaktif sendiri mencari fakta terkait sisa sms lainnya. Kalau tidak berarti Anda sengaja membiarkan fitnah terus berkembang.

    Sebagai contoh tambahan kebohongan lainnya:
    1. Mekanisme kontrol keuangan PLN di titik terendah? Di era Dahlan KPK DIGANDENG MASUK PLN untuk mengawasi transaksi keuangannya. Kemudian sebuah LSM anti korupsi juga diajak masuk.
    2. Serikat pekerja lumpuh? Serikat pekerja sudah lumpuh dan mengalami pergantian ketua sebelum Dahlan masuk PLN. Sebagai pendatang Dahlan mengakui dan mendukung program kerja ketua yang baru, termasuk menyegel kantor serikat pekerja yang diboikot ketua lama. Ketua lama yang harusnya sudah pensiun itu tidak mau turun dari jabatan ketua serikat pekerja, bahkan merecoki rekan-rekannya.
    3. Istri Dahlan cuma satu: ibu rumah tangga yang tidak neko-neko yang bahkan enggan dijadikan ketua perkumpulan ibu-ibu BUMN. Tambah satu lagi dosa Anda menuding orang biasa secara keji.

    Terkait sekularitas jurnalisme Dahlan Iskan, silakan Anda buat tulisan tersendiri supaya bisa ditanggapi. Kalau aliran Anda tidak seperti JIL yang bisa masuk ke Jawa Pos ya jangan salahkan Jawa Pos dan Dahlan. Introspeksilah kenapa aliran Anda tidak bisa membuat komunikasi yang lebih “membumi” yang mudah dipahami dan diterapkan masyarakat. Saya sudah membaca beberapa tulisan Anda di sini dan melihat betapa “melangitnya” tulisan Anda.

    Anda tidak perlu khawatir terhadap doa dan laknat saya karena saya cuma pembaca biasa yang bergelimang keburukan. Tapi Anda perlu khawatir bahwa tulisan Anda yang tanpa klarifikasi ini bisa mendzalimi banyak orang secara keliru. Anda juga menganiaya orang yang banyak menolong kaum jelata lewat listriknya yang menerangi penjuru-penjuru negeri. Doa kaum lemah itulah yang membuat Dahlan seperti ini, bukan pencitraannya. Dan doa itu pula yang akan melindunginya sekaligus menjatuhkan lawan-lawan Dahlan secara hina. Semoga Yang Maha Keras siksan-Nya memperkenankan.

  7. Ihsan berkata:

    Yang penting adalah:1.Kita tidak boleh terlalu berlebihan untuk me nyanjung seseorang sepert Dahlan Iskan itu sepertinya dia org yg luar biasa baik dan bersih. 2.Tolong dibuktikan temuan BPK ada pemborosan/Ineffisiensi sebesar 37 TRILIUN itu bukan kesalahan atau Mismanajemen oleh seorang Dahlan Iskan.

  8. Frozen Condor berkata:

    @iman sandi dan @ihsan:

    Terkait masalah ini, Pak Dahlan telah menerangkan bahwa inefisiensi di PLN lebih dari 37 triliun, bahkan bisa mencapai 100 triliun karena beberapa pembangkit di luar Jawa dan Sumatra belum dimasukkan ke BPK. Berkat Dahlan, transparansi di PLN semakin berkembang. Tidak hanya DPR, kita semua sekarang bisa mengakses laporan keuangan PLN di website mereka.

    Yang paling penting adalah ini: penyebab inefisiensi adalah kebijakan pasokan gas yang memprioritaskan untuk industri ketimbang PLN. Kebijakan itu dibuat di jaman Megawati yang bahkan menjual gas dengan harga amat murah ke China, padahal dalam negeri lebih membutuhkan. Dan lebih penting lagi, dulu sekali tahun 2010 Dahlan pernah membahas hal ini bahkan sampai RAPAT 10 JAM DENGAN DPR untuk mengemis gas, minimal agar DPR membahas kebijakan terkait prioritas gas. Jelas sudah bahwa DPR SUDAH MENGETAHUI MASALAH INEFISIENSI SEJAK DULU TAPI TIDAK BERTINDAK APA-APA.

    Aneh kalau DPR mengungkit hal itu kembali seolah-olah terkejut baru tahu hal ini sekarang. Kebobrokan DPR ini semakin diperlihatkan ketika mengundang menteri BUMN tapi menolak rapat ketika yang datang adalah deputi BUMN. Padahal secara peraturan hal itu DIBOLEHKAN, yaitu menteri bisa diwakilkan ketika berhalangan hadir.

    PADAHAL LAGI, DPR SALAH MENGIRIMKAN UNDANGAN 2 KALI DAN ITU DIAKUI MEREKA. Salah yang 1: Undangan harus melalui komisi bidang BUMN. Salah ke-2: Dalam kasus inefisiensi di PLN, undangan ke dirut PLN sudah cukup. Salah yang ke-3: Kalau ingin mengundang Dahlan, kapasitasnya adalah sebagai mantan dirut PLN (ini baru dilakukan pada undangan ke-3). Salah yang ke-4: Kalaupun ingin mengundang Menteri BUMN, yang diundang seharusnya menteri BUMN sebelumnya ketika Dahlan menjabat sebagai dirut PLN.

    Dan begitulah, sesungguhnya Tuhan adalah sebaik-baik pembalas tipu daya.

  9. ahmad berkata:

    hedeww sante aja kali, dahlan iskan bukan malaikat bro , tapi kebanyakan pamer n riya , gak terima gaji aja gembor gembor , ke kantor gak sempet pakai sepatu lebayyyy amat ..pakai sepatu cuma butuh waktu 15 detik alay amat ..kalau dahlan iskan istrinya empat juga kenapa ? malah bagus toh bisa buat contoh anggota dpr dan bangsa ini

  10. Mohammad Fauzhan berkata:

    Dahlan iskan Bangsat sih gak berlebihan, dia mau kangkangi BUMN dibawah antek anteknya,kasian DPR di teror kayak gitu,logika sederhana kasus palak memalak DPR itu ditiupkan Dahlan bangsat setelah dia mangkir 2 kali panggilan DPR kalo dibantah lebay aja loe..sekarang kasus 37 T. dikemanain gak ada pertanggung jawaban.benar ato salah audit BPK sangat valid..betul betul pengecut sekali nih. orang.

  11. Mohammad Fauzhan berkata:

    Dahlan mengaku bhw dirinya dan klrganya tidak ada terlibat KKN di PLN dan pembengkakan subsidi PLN akibat force majore.Subsidi negara pada PLN membengkak hampir 100 triliun dan 37,6 triliun adalah akibat inefisiensi di PLN semasa dahlan jd dirut PLN.Persoalan muncul karena setiap sen uang negara yg masuk pos subsidi harus persetujuan DPR, termasuk subsidi listrik.Tambahan penggunaan uang negara akibat Membengkaknya subsidi listrik / PLN semasa dahlan iskan, sama sekali tanpa persetujuan DPR.Tindakan dahlan tersebut, terlepas ada unsur korupsi atau tidak nantinya, merupakan pelanggaran thdp konstitusi

  12. Mohammad Fauzhan berkata:

    SBY sdh minta dahlan iskan menyiapkan jawaban atas permintaan penjelasan yg diajukan DPR. Tapi dahlan mbalelo.Dahlan iskan bukannya menyiapkan jawaban atas permintaan DPR, malah sibuk pengalihan isu dgn menunggangi SE seskab ttg pengawalan APBN/D.Dahlan mengalihkan isu dgn menyebutkan bhw banyak aggta DPR yg melakukan pemerasan. Dahlan disinyalir memang KKN di PLN sehingga mati2an mengalihkan isu KKN nya.Apalagi belakangan diketahui, anak dan istri kedua dahlan iskan banyak mendapatkan proyek di PLN tanpa ikuti proses tender.Dahlan iskan mangkir bukan hanya sekali terkait undangan DPR. Tapi sdh 2 kali. Dia mencoba buying time alias ulur2 waktu.Sementara itu dahlan iskan terus menerus ngomong ke media massa menyangkut isu agtta DPR pemeras BUMN. Publik terkecoh dahlan isk.Tim khusus dahlan iskan pun yg dikomandoi Budi Rahman Hakim, abdul azis dan Ismet hasan putro sibuk menggalang dukungan pers

  13. Mohammad Fauzhan berkata:

    Kelihatan sekali dahlan iskan ini panik karena dia hampir dipastikan bersalah dalam inefisiensi 37.6 triliun di PLN tsb. Ada sedikitnya 3 kesalahan utama dahlan iskan : 1. Inefisiensi 2. Penggnaa dana subsidi tambahan tanpa persetujuan DPR 3. KKN di PLN. Karena kerugian negara 37.6 triliun itu adalah temuan BPK (auditor negara), posisi dahlan iskan menjadi sangat terjepit. Dia terancam.Secara hukum dan administrasi, dahlan sdh pasti bersalah dlm inefisiensi. Secara hukum dan politik, dahlan bersalah krn tak ada izin DPR.Secara hukum pidana, besar kemungkinan dahlan iskan terseret praktek korupsi : setidak2nya merugikan megara dan memperkaya orang lain. Kesalahan2 fatal dahlan iskan inilah yg mau dia tutup2i dgn pencitraan & pengalihan isu besar2an di media2 massa.Opini yg dibentuk memang berhasil menipu sebagian rakyat oleh Dahlan yg sebenernya seorang penipu dan pernah terlibat pidana

  14. Mohammad Fauzhan berkata:

    Kementrian BUMN, bangsa, rakyat dan negara sesungguhnya tidak memperoleh manfaat dari kehadiran seorang dahlan iskan.Malah sebaliknya, Dahlan Iskan mengeksploitasi kementerian BUMN dan BUMN2 sebesar2nya utk kepentingan politik dan bisnisnya.Staf di kementerian BUMN dan direksi2 BUMN yg bukan konco2nya dahlan iskan, akan menilai dahlan iskan ini tdk membawa kebaikan apa pun.Janji2 manis yg mudah diumbar dahlan iskan, semuanya omong kosong belaka. Dia habiskan waktunya hny utk aktivitas2 konsumsi media

  15. Mohammad Fauzhan berkata:

    Pencitraan pribadi dahlan iskan sangat luar biasa di media2. Jika SBY pecat dahlan iskan, DIS bisa rekayasa seolah2 dia dizalimi SBY.Jika opini “penzaliman SBY” terhadap dahlan iskan terbentuk maka popularitas dahlan meroket. Publik lupa dosa2 DIS yg sesungguhnya. SBY juga takut jaringan media milik dahlan iskan yg 186 koran dan 54 TV lokal ini akan total menghancurkan citra SBY dimata rakyat.

  16. Mohammad Fauzhan berkata:

    Berdasarkan temuan audit BPK, jelas dahlan iskan merugikan negara 37 triliun dan ada indikasi pelanggaran peraturan/UU dan pidana

  17. Mohammad Fauzhan berkata:

    Dahlan juga gemar keliling kemana2 urus masalah remeh temeh yg tak terkait dgn urusan BUMN. Pdhl 140 BUMN & ratusan anak BUMN terlantar..Mengurus 1 BUMN saja sebenarnya sdh sulit dan butuh konsentrasi & waktu yg banyak. Dahlan tak bisa biarkan BUMN seperti kehilangan Induk.semua janji dahlan iskan itu tidak ada yg terealisir. Publik hanya diberi janji dan harapan kosong demi pencitraan semu..dahlan semakin cuek & jarang berada di kantor utk tangani maasalah2 strategis BUMN. Dia maju terus dgn agenda pribadi

  18. Mohammad Fauzhan berkata:

    SBY menerima keluhan dari MenESDM Jero Watjik ttg kelancangan @iskan_dahlan yg angkat direksi Pertamina tnp konsultasi.Bahkan pengangkatan direksi Pertamina oleh @iskan_dahlan dan juga direksi2 BUMN strategis lainnya juga telah langgar inpres No. 9/2005..Selain Pertamina, seblumnya @iskan_dahlan juga angkat direksi BUMN2 strategis lainnya seperti PTPN III (rencana holding BUMN Perkebunan).Juga pengangkatan Dirut PT. RNI yg juga langgar inpres No. 9/2005. Inpres ini mengharuskan direksi BUMN2 strategis hrs lolos TPA dulu.Juga pengangkatan Dirut PT. RNI yg juga langgar inpres No. 9/2005. Inpres ini mengharuskan direksi BUMN2 strategis hrs lolos TPA dulu.TPA ini diketuai oleh Presiden, wakil ketua Wapres, sekretaris mensesneg dgn anggota2 menteri terkait dan Ka BIN.

  19. Mohammad Fauzhan berkata:

    Skrg ada lagi kebijakan @iskan_dahlan yg cukup menghebohkan. Dia tunjuk orang India utk jadi penasihat keuangan dan investasi di BUMN2..Penunjukan itu melanggar aturan dan dimulai diketahui bhw penasihat keuangan BUMN asal india itu bermaksud “jualan” produk investasi..Banyak pihak yg khawatir, pengangkatan orang india itu bertujuan keruk uang investasu BUMN2 kita yg jumlahnya ratusan triliun

  20. Mohammad Fauzhan berkata:

    Skrg @iskan_dahlan tidak mau terlalu cawe2 urus BUMN dan tunjuk direksi BUMN. Dia utamakan sisi publikasi dan pencitraan diri saja..Akibatnya, wamen BUMN M. Yasin yg banyak berperan dlm penunjukan direksi BUMN, loby2 dan terima setoran2 suap dari para kandidat..Sementara pejabat2 dan staf2 KemBUMN lainnya ambil posisi netral dan wait n see melihat kondisi kemenBUMN yg semakin ga menentu itu..Semua pejabat2/staf kemenBUMN sdh memprediksi bhw pergantian @iskan_dahlan sbg menteriBUMN hny tunggu waktu saja. Pasti terjadi..DIS sendiri sdh paham sekali kemungkinan itu dan membuatnya semakin nekad bermanuver utk naikan citra dan popularitasnya di mata publik..Publik yg awam dan tdk tahu kondisi sebenarnya, agenda tersebunyi @iskan_dahlan dan permainan politik menuju 2014, mudah terperdaya

  21. Mohammad Fauzhan berkata:

    Selama 7 bulan menjabat menBUMN, sdh ratusan berita ttg dirinya & puluhan kali tampil di TV. Sayangnya 90% pemberitaan tdk terkait BUMN..Pemberitaan luas dan penampilan Dahlan di media massa termasuk TV 90% terkait dgn ekploitasi sosok pribadinya yg dikesankan positif..Sedangkan 10% sisanya adalah pemberitaan atau liputan mengenai “rencana, ide, gagasan, janji dsj” seputar BUMN2 yg dia tangani..Sayangnya dari 10% publikasi gencar terkait “rencana, ide, gagasan, janji” tsb hampir semuanya blm ada yg teralisir. Bgmn dgn kebijakan?Kebijakan2 yg dibuat @iskan_dahlan selama jd MenBUMN banyak yg kontraproduktif bahkan ada yg langgar hukum/aturan..Contoh : kebijakan Dahlan iskan yg delegasikan kewenangannya kpd Dirut BUMN utk pengangkatan direksi BUMN itu langgar hukum. Dahlan iskan tidak tahu bhw sebagian besar kewenangan yg dimiliki MenBUMN itu bukanlah kewenangan mutlak yg bisa didelegasikan

  22. Mohammad Fauzhan berkata:

    Terakhir dahlan iskan show off tentang sepatu dan peluncuran bukunya. Hampir semua terkait pencitraan diri. Dia manfaatkan jabatannya.Sbgn Masyrkt yg kritis sdh muncul kesimpulan bhw Dahlan iskan manfaatkan jabatan dan fasiltas menterinya utk kepentingan pribadi

  23. Frozen Condor berkata:

    @ M. Fauzhan:
    Well skak mat, Keluar juga akhirnya orang yang bikin sms itu. Gaya komentar orang yang membuat akun facebook buatan bernama Mohammad Fauzhan di atas sama dengan penulis isi sms menyesatkan yang dikutip pemilik blog ini..

    Motivasinya jelas dari pernyataannya sendiri “Kementrian BUMN, bangsa, rakyat dan negara sesungguhnya tidak memperoleh manfaat dari kehadiran seorang dahlan iskan”.

    Dan ini dengan mudah dipatahkan berdasarkan cerita karyawan kementerian BUMN maupun perusahaan BUMN. Contohnya kalau Anda datang ke resepsionis di Kementerian BUMN, staf di situ akan cerita betapa disiplin dan paginya Pak Dahlan masuk kantor, Rapat dengan para dirut BUMN saja jam 7 pagi beliau sudah hadir jam 6.30, bayangkan! Contoh lainnya perusahaan perkapalan di Makasar yang hampir bangkrut sekarang bisa bernafas bahkan bisa merayakan ulang tahun setelah hampir 10 tahun tidak mampu merayakannya. Karyawan di sana sangat gembira setelah hampir setahun gajinya tersendat-sendat. Hal itu dikarenakan Dahlan mendatangi langsung secara diam-diam perusahaan itu kemudian menunjuk orang yang tepat mengurus hal itu. Dalam hal ini Dahlan menggunakan orang yang dikenalnya di PLN maupun di BUMN lain untuk menolong BUMN yang tengah sekarat. Apa di situ juga mau dipermasalahkan? Saya sudah kasih satu bahan bakar untukmu.

    Setidaknya ada 2 kontradiksi pernyataan M. Fauzhan ini. Yang lain saya malas menuliskannya karena sudah terbukti omong kosong belaka. Yang bersangkutan masih harus bekerja keras menemukan omong kosong baru untuk menambah fitnah di atas.
    1. Disebutkan Dahlan membuat karyawan Jawa Pos sengsara, tapi di sms yang lain dia menyalahkan Dahlan karena menaikkan gaji karyawan PLN. Jadi kesimpulannya Dahlan baik atau buruk terhadap karyawannya?
    2. Kata M. Fauzhan: “Persoalan muncul karena setiap sen uang negara yg masuk pos subsidi harus persetujuan DPR, termasuk subsidi listrik.Tambahan penggunaan uang negara akibat membengkaknya subsidi listrik / PLN semasa dahlan iskan sama sekali tanpa persetujuan DPR”
    Tanggapan: Omong kosong apa ini, SANGAT KONTRADIKTIF. Dahlan bisa menggunakan uang subsidi itu justru karena persetujuan DPR berdasar rapat konsultasi dengannya. Pintar sekali Anda memutar balik fakta. Saya angkat tangan untuk setiap upaya Anda memperdaya publik. Itu sebabnya di awal komentar, saya menasehati pemilik blok ini agar banyak membaca, mendengar dan mengingat sehingga tidak termakan propaganda busuk Anda.

  24. Mohammad Fauzhan berkata:

    Telanjangi dahlan iskan gak usah bawa bawa doa laknat segala,semua nya bisa dinilai..lebay banget loe pade

  25. Frozen Condor berkata:

    loe yang lebay.. kenapa takut doa laknat, merasa salah ya? atau loe ga kenal dengan yang namanya doa? memang kelihatan dari karakter loe!

  26. Mohammad Fauzhan berkata:

    Siapakah Ismet Hasan Putro yg bela habis dahlan iskan utk alihkan isu penyimpangan 37 Triliun di PLN ?Ismet Hasan Putro adalah mantan wartawan Jawa Pos Grup. Dulu pengasuh rubrik /Kolom Korupsi di Indopos.Setelah Dahlan Iskan jadi menteri BUMN, Ismet Hasan Putro tanpa dasar dan kriteria yg layak lalu diangkat Dahlan jadi komisaris BUMN RNI.Beberapa bulan kemudian, dahlan iskan tunjuk Ismet Hasan Putro yg tak punya pengalaman manajemen korporasi ditunjuk sbg Dirut RNI..Sesuai dengan aturan (Inpres), penunjukan BUMN strategis dgn nilai asset di atas 5 Triliun harus melalui TPA yg diketuai Wakil Presiden..Namun, karena nafsu utk menguasai BUMN2 besar, dahlan iskan langgar aturan ini. TPA, presiden, menko dan menteri teknis dilangkahi DIS

    Ini jelas kan Siapakah Ismet Hasan Putro..bantah dah daripada doa doa gak jelas.

  27. Rakaie Pikatan berkata:

    Saya justru kasihan sama Abi Syakir.

    Kebodohannya membuatnya tidak mampu untuk kritis saat menerima SMS sampah seperti itu. Dalih bahwa ia memuat SMS itu untuk perimbangan opini membuat ia tampak semakin menyedihkan.

    Apakah jika ia terima SMS yang menyatakan bahwa dunia ini kotak ia juga akan menampikannya begitu saja tanpa mengkritisi, dengan dalih untuk mengimbangi pendapat mayoritas yang menyatakan bumi bulat ?

    Tentang inefisiensi 37 Trilyun itu Frozen telah menerangkannya dengan baik. Kesalahannya hanya satu : Anda menerangkan sesuatu kepada anak SD memakai bahasa skripsi anak sarjana. Gak nyampe otak mereka Om ?

    Untuk Fauzhan dan Abi Syakir mestinya diterangkan dengan analogi sederhana begini :

    Joko Waskito harus pulang ke Malang. Rencana ia naik kereta dengan harga tiket Rp. 600 ribu. Tiba-tiba pada hari keberangkatan jalur darat utara dan selatan ditutup karena longsor. Satu-satunya pilihan agar tetep dapat pulang adalah naik pesawat. Joko Waskito memilih opsi ini dengan konsekwensi ongkos membengkak jadi Rp. 1.2 juta.

    Dari cerita di atas dapat disimpulkan ada inefisiensi Rp. 600 juta, alias harusnya dengan 600 ribu sdh sampai Malang, tetapi malah keluar ongkos 1.2 juta. Hanya orang tolol yang menyalahkan Joko Waskito atas inefisiensi ini. Ngerti ora Son ?

    Saya setuju dengan nasehat Frozen kepada Abi Syakir yang berulang-ulang : banyak-banyaklah membaca, mendengar dan mengingat.

    Untuk Fauzhan dan Abi Syakir gak ada salahnya khan Anda menengok tulisan Dahlan Iskan di sini. Jika Anda sudah pernah membacanya maafkan saya.

  28. Frozen Condor berkata:

    ok, cukup sampai di situ,, loe dah menampakkan belang busuk loe… terlihat sekali loe orang profesional bayaran yang khusus mengumpulkan dan memanipulasi data untuk menjatuhkan dahlan iskan… sampai-sampai data orang-orang di sekitar dahlan saja loe kumpulin.. seorang maniak dahlan sekalipun tidak punya data seperti itu.

    pemilik blok ini adalah orang yang baik hingga dia khawatir dengan doa dan laknat akibat menganiaya orang lain..tapi loe justru menantang di doain dan dilaknatin. jadi dengan sendirinya sang pemilik blok sudah melihat siapa yang baik dan busuk di sini.

  29. Rakaie Pikatan berkata:

    Pepatah lama mengatakan ‘Kata-kata adalah duta dari pengucapnya’.

    Wahai Abi Syakir lihat dan perhatikan kata-kata Fauzhan ‘taik kambing, begundal, otak kambing loe, loe dibayar berapa, bangsat’. Anda tahu orang macam apa yang dari mulutnya dengan ringan keluar kata-kata seperti itu.

    Bukankah jika anak Anda yang mengucapkan kata-kata seperti itu Anda akan menegurnya ?

    Semoga Anda tidak salah untuk menilai orang macam apa Mohammad Fauzan itu.

  30. Frozen Condor berkata:

    Tuan Guru Rakai Pikatan terimakasih telah menerangkan dengan bahasa yang gamblang. Meskipun tidak saling kenal, saya kagum dan hormat dengan analogi Anda terkait bumi bulat dan sms kotak.

    Salam sukses selalu

  31. Rakaie Pikatan berkata:

    @Mohammad Fauzan. Tentu saja BPK bukan anak SMA. BPK berisi auditor-auditor terbaik negeri ini. Belasan teman saya ada di sana.

    DPR boleh dan sudah mempertanyakannya. Dan DI siap menjelaskannya. Bahkan DI berkata mestinya inefisiensinya sampai 100 Trilyun, bukan cuma 37 Trilyun. Anda sudah membaca link yang saya berikan di atas ?

  32. Rakaie Pikatan berkata:

    @ Tuan Guru Frozen Condor .

    Perjalanan panjang menuju bangsa beradab masih panjang membentang di depan mata. Bahkan sekadar mengajarkan untuk berdiskusi dengan cerdas, logis dan santun saja, susahnya bukan kepalang.

    Tapi tidak boleh menyerah.

    Salam kenal dan sukses selalu.

  33. Gue Ganteng Broo.. Faham.!! berkata:

    Giiilleee… sejak kapan loe-loe pade pake bahasa Gaul Gile…
    Mau Nandingin Gue ape loe-loe pade… Mimpi kaleee coy..

    loe lagi Broo Frozen,.. kalo loe punya otak, mstinya loe g prlu minta supaya Allah M’laknat si’orang yg nyebarin… mstinya loe minta supaya Allah ngasih Hidayah Dan Taufik’Nya k’si’org yg nyebarin.. Faham gak Loe.. gmn sii..

    loe M.Fauzhan.. niat ame tujuan loe ng’beberin kasus si’dahlan iskan, ape.?? jawab jujur ente!! ati2 loe coy.. mana bahasanya pake bahasa Gaul Gile lagi.. bikin gue keringatan aja ente..

  34. Djoko Sawolo berkata:

    yang jelas saya adalah pendukung Abah Dahlan. Saya mengagumi beliau sejak SMA, sejak beliau menjabat direktur jawa pos, 1982.
    Saya mengagumi gaya kepemimpinan, kesederhanaan yang mirip cerita khalifah Umar bin Khatab.
    Jadi apa pun tulisan negatif terhadap Abah. Selama tidak ada bukti akurat (tidak ada foto, gambar tentang keburukan Abah) dan hanya sebatas oponi/pandangan negatif orang. Maka Abah tetap saya idolakan sebagai orang Indonesia yang memiliki keteladanan. Tentu saja idola utama tetap Nabi Muhammad dan khulafaur rosyidin.

  35. kerjakerjakerja berkata:

    Untuk Mohammad Fauzhan:

    Saya kerja di Jawa Pos, meski bukan wartawan. Setahu saya di jawa pos tidak pernah ada wartawan Jawa Pos yang bernama ISMET HASAN PUTRO. Anda tinggal sebutkan tahun berapa ia pernah menjadi wartawan jawa pos, nanti anda bisa cek sendiri di susunan redaksi pada tahun tersebut. Anda tinggal sebut tahun berapa, dokumentasi korannya masih lengkap di Jawa pos Surabaya. Kalau tidak puas juga, bisa cek di bagian personalia, apa pernah ada wartawan jawa pos bernama Ismet Hasan Putro.

    Yang betul adalah kontributor artikel untuk Halaman Opini di jawa pos, semua orang paham kontributor itu bukan wartawan. Kontributor itu sama sekali tidak terikat secara administratif dengan jawa pos, artikelnya (bukan beritanya) bisa dimuat atau tidak, dan tidak ada kewajiban untuk memuatnya.

    Sekali lagi tidak ada catatan secuil pun bahwa Ismet Hasan Putro itu pernah menjadi wartawan Jawa Pos. Anda perlu belajar kritis terhadap informasi yang masuk, jangan ditelan begitu saja, ntar bisa mabuk sendiri.

  36. abisyakir berkata:

    @ Frozen Condor…

    Terkait sekularitas jurnalisme Dahlan Iskan, silakan Anda buat tulisan tersendiri supaya bisa ditanggapi. Kalau aliran Anda tidak seperti JIL yang bisa masuk ke Jawa Pos ya jangan salahkan Jawa Pos dan Dahlan. Introspeksilah kenapa aliran Anda tidak bisa membuat komunikasi yang lebih “membumi” yang mudah dipahami dan diterapkan masyarakat. Saya sudah membaca beberapa tulisan Anda di sini dan melihat betapa “melangitnya” tulisan Anda.

    Anda tidak perlu khawatir terhadap doa dan laknat saya karena saya cuma pembaca biasa yang bergelimang keburukan. Tapi Anda perlu khawatir bahwa tulisan Anda yang tanpa klarifikasi ini bisa mendzalimi banyak orang secara keliru. Anda juga menganiaya orang yang banyak menolong kaum jelata lewat listriknya yang menerangi penjuru-penjuru negeri. Doa kaum lemah itulah yang membuat Dahlan seperti ini, bukan pencitraannya. Dan doa itu pula yang akan melindunginya sekaligus menjatuhkan lawan-lawan Dahlan secara hina. Semoga Yang Maha Keras siksan-Nya memperkenankan.

    Respon:

    Dalam jurnalisme media di Indonesia -bahkan di dunia- selalu tidak ada perimbangan opini. Media2 sekuler dan anti Islam, tidak akan pernah memberi tempat yang layak dan adil bagi opini2 Islami; hal itu termasuk di Jawa Pos. Negeri ini negeri Muslim, tapi banyak medianya anti Islam. Jangan terlalu teoritik dengan mengatakan, bahwa penulis2 Muslim tidak bisa masuk ke media-media itu. Bisa, dan bisa masuk kesana; tetapi selalu tidak diberi tempat. Sementara “sampah-sampah JIL” diberi porsi sangat banyak, sekali pun omongan mereka seperti orang gila.

    Tulisan di atas kan hanya mengutip SMS orang, saya perbaiki tulisan itu, dan saya menyedikitkan opini tentangnya. Silakan pembaca sendiri menyimpulkan, benar atau salah apa yang disampaikan. Bukankah media-media juga sering seperti itu? Apakah setiap berita yang keluar dari Jawa Pos dan sejenisnya, otomatis sudah klarifikasi secara valid? Kemarin Tempo membuat laporan khusus tentang “Kisah Algojo 1965”. Ternyata tulisan ini banyak mengundang protes dari masyarakat NU Jawa Timur. Apa seperti itu yang disebut klarifikasi?

    Anda juga menganiaya orang yang banyak menolong kaum jelata lewat listriknya yang menerangi penjuru-penjuru negeri. Doa kaum lemah itulah yang membuat Dahlan seperti ini, bukan pencitraannya.

    Anda ini terlalu lebay… ya semua Dirut PLN jelas berjasa “menerangi negeri dengan listrik”…bukan hanya Dahlan, tetapi sejak Dirut PLN dari zaman dulu. Posisi Dirut itu kan seperti ketua panitia saja. Kalau tidak ada Dahlan, ya ada yang lain. Tanpa seorang Dahlan pun, negeri ini sudah diterangi dengan listrik. Malah jasa Alva Edison -kalau dia Muslim- lebih besar dari jasa Dahlan Iskan. Nih orang katanya “membumi”, tetapi sok lebay…

    Admin.

  37. abisyakir berkata:

    @ Rakaie Pikatan…

    DPR boleh dan sudah mempertanyakannya. Dan DI siap menjelaskannya. Bahkan DI berkata mestinya inefisiensinya sampai 100 Trilyun, bukan cuma 37 Trilyun. Anda sudah membaca link yang saya berikan di atas?

    Respon: Maafkan saya karena tidak selalu “stay on” di blog ini, sembari mengerjakan tugas-tugas kerumah-tanggaan. Jadi tidak tahu kalau diskusi sudah cukup panjang. Beberapa kata “makian” yang Anda sebutkan sudah saya masukkan “tong sampah”. Tapi saya belum menemukan kata-kata lainnya. Secara umum, mayoritas komentar Muhammad Fauzan masih berupa data-data, bukan makian.

    Tentang komentar Anda ini, saya sangat tidak setuju. Masak ada inefisiensi BUMN sampai 37 triliun? Ini BUMN punya pemimpin atau pemimpin-nya tidak waras, kok efisiensi sampai sebegitu besar? Apalagi sampai potensi inefisiensi sampai 100 triliun. Waduh, parah parah parah dong inefisiensi sebesar itu. Untuk Bank Century saja, angka 6,7 triliun sudah membuat heboh luar biasa. Padahal secara riil uang 6,7 triliun itu kan tidak hilang. Ia dimasukkan ke Bank Mutiara untuk menyelamatkan “Bank Century” biar tidak dilikuidasi.

    Oh ya, selamat ya banyak punya teman auditor BPK. Boleh dong dikenalin salah satunya… He he he…

    Admin.

  38. abisyakir berkata:

    @ Rakaie Pikatan…

    Rakaie Pikatan 1: “Perjalanan panjang menuju bangsa beradab masih panjang membentang di depan mata. Bahkan sekadar mengajarkan untuk berdiskusi dengan cerdas, logis dan santun saja, susahnya bukan kepalang. Tapi tidak boleh menyerah.

    Rakaie Pikatan 2: “Saya justru kasihan sama Abi Syakir. Kebodohannya membuatnya tidak mampu untuk kritis saat menerima SMS sampah seperti itu. Dalih bahwa ia memuat SMS itu untuk perimbangan opini membuat ia tampak semakin menyedihkan.

    Respon: Aneh, katanya mau membangun bangsa beradab, tapi gaya diskusinya sendiri kayak begitu… Apalagi @ Rakaie, Anda ini kan bukan orang baru di blog ini. Masak tidak paham sih karakter blog ini? Ya inilah tipe manusia “paling beradab di Nusantara“. Selamat ya…

    Admin.

  39. abisyakir berkata:

    @ Frozen Condor…

    Untuk laknat-melaknat itu ada aturannya, tidak asal marah atau kesal ke seseorang, langsung keluar kartu laknat. Tidak begitu. Sebab ucapan laknat yang keliru, bisa mengarah ke diri si pelaknat sendiri.

    Kalau saya pribadi, memang anti Dahlan Iskan. Mengapa? Dia sekuler, pebisnis media sekuler, berperan besar dalam mensekulerkan masyarakat Jawa Timur melalui koran Jawa Pos dan jaringannya; pembela tokoh PKI Madiun Soemarsono; pemberi tempat dan wahana yang nyaman bagi orang-orang Liberal; dan termasuk tokoh “gila pencitraan” seperti boss-nya (SBY). Orang-orang macam begini, dalam konteks Siyasah Islamiyyah, harus dijauhkan dari panggung kepemimpinan, karena lebih banyak madharatnya daripada maslahatnya. Meskipun jujur diakui, orang sejenis dia banyak di negeri ini.

    Admin.

  40. Frozen Condor berkata:

    Tuan Abisyakir,

    Saya pikir Anda mau memperbaiki diri, ternyata tidak. Saya sudah mengingatkan Anda untuk melakukan cross check, ternyata hingga komentar terakhir Anda di atas sama sekali tidak terlihat upaya cross check itu. Kebencian Anda pada karakter Dahlan menghalangi akal sehat Anda. Bahkan prinsip jurnalitas berkeadilan sama sekali tidak Anda usung – jauh sekali dari prinsip-prinsip keadilan Islam yang Anda banggakan di profil Anda. Saya mulai tidak respek terhadap Anda.

    Lebih parah, Anda menganggap semua yang memojokkan Dahlan sebagai teman dan mengutip mentah-mentah tulisannya sekalipun banyak dari pembaca di sini memberikan fakta bantahannya. Saya telah melakukan crosscheck terhadap pemberi komentar yang anti Dahlan, apa Anda sudah melakukannya? Anda akan lebih menyesal kalau mengetahui musuh dari Dahlan ternyata musuh Anda juga, bahkan cara pandangnya lebih parah dari sekedar liberal. Tapi kalau memang itu yang Anda harapkan berarti Anda tidak sebaik yang saya kira. Dan barangkali juga, Anda sebenarnya adalah teman penulis sms itu sehingga melindunginya.

    Yang paling parah, Anda menimbang manfaat mudharat secara subyektif, dan menggunakannya sebagai justifikasi menilai orang. Banyak orang di luar sana yang menilai positif Dahlan Iskan, dan itu bukan karena pencitraan di media massa. Dahlan benar-benar terjun ke masyarakat, dari ujung pulau ke ujung pulau terpencil. Pernyataan Anda yang menyatakan semua dirut PLN sama saja menunjukkan jelas kebutaan dan keengganan Anda mendalami informasi. Karena Anda sudah membutakan diri, maka diskusi apapun saya rasa tidak akan ada manfaatnya.

  41. Fulan berkata:

    Sebelumnya saya berharap pada sosok Pak Dahlan bisa memberikan perubahan di Indonesia, tetapi setelah tahu bahwa pak Dahlan aktif di LIONS CLUB saya kehilangan harapan itu

  42. abisyakir berkata:

    @ Frozen Condor…

    Saya pikir Anda mau memperbaiki diri, ternyata tidak. Saya sudah mengingatkan Anda untuk melakukan cross check, ternyata hingga komentar terakhir Anda di atas sama sekali tidak terlihat upaya cross check itu. Kebencian Anda pada karakter Dahlan menghalangi akal sehat Anda. Bahkan prinsip jurnalitas berkeadilan sama sekali tidak Anda usung – jauh sekali dari prinsip-prinsip keadilan Islam yang Anda banggakan di profil Anda. Saya mulai tidak respek terhadap Anda.

    Respon: Lho, kan di tulisan itu sudah dijelaskan, saya hanya menyalin saja, silakan dinilai sendiri oleh pembaca. Nah, Anda sebagai pembaca silakan koreksi kalau data-data itu salah. Tapi Anda sebutkan juga argumentasinya bahwa data itu salah. Kalau salah, maka komentar Anda dianggap sebagai ralat atau koreksi. Nanti pembaca yang lain bisa mengambil manfaat informasi yang Anda sampaikan.

    Niat asli saya mengangkat SMS itu karena tidak suka dengan model “gerakan pencitraan” seperti yang ditempuh Dahlan Iskan, atau SBY (dulu), Aburizal Bakrie, Surya Paloh, Rizal Malarangeng (dulu), Jokowi, dll. Saya tidak suka model citraan seperti “Sepatu Dahlan” itu, karena yang begituan banyak menipu. Kita biasa-biasa sajalah, tidak usah terlalu memakai “manajemen gincu”.

    Lho, saya berikan tempat yang lapang buat Anda untuk komentar, memberi respon, mengkritik dan seterusnya; masak yang begini bukan jurnalisme yang adil? Apa bisa Anda mendapatkan wahana seperti ini kalau berhubungan dengan Jawa Pos, Kompas, Media Indonesia, TVOne, MetroTV, dan lain-lain. Bahkan dalam acara “Suara Anda” MetroTV yang setiap malam sekitar jam 7 malam itu, para komentatornya sudah ditandai, mana-mana yang sesuai dengan opini yang dibangun oleh MetroTV.

    Lebih parah, Anda menganggap semua yang memojokkan Dahlan sebagai teman dan mengutip mentah-mentah tulisannya sekalipun banyak dari pembaca di sini memberikan fakta bantahannya. Saya telah melakukan crosscheck terhadap pemberi komentar yang anti Dahlan, apa Anda sudah melakukannya? Anda akan lebih menyesal kalau mengetahui musuh dari Dahlan ternyata musuh Anda juga, bahkan cara pandangnya lebih parah dari sekedar liberal. Tapi kalau memang itu yang Anda harapkan berarti Anda tidak sebaik yang saya kira. Dan barangkali juga, Anda sebenarnya adalah teman penulis sms itu sehingga melindunginya.

    Respon: Tidak, tidak demikian. Koreksi Anda saya terima, ketika Anda sebut istri Dahlan cuma satu. Maka itu dalam SMS tersebut saya hapus bagian itu. Padahal -jujur- Anda belum menyebutkan data-data valid yang menunjukkan bahwa istri dia hanya satu. Tapi karena itu urusan pribadi, ya sebaiknya tidak saya muat. Intinya, orang seperti saya (kami) tidak suka pemimpin-pemimpin oportunis, apalagi kalau kebanyakan gaya dan pencitraan. Untuk yang oportunis murni saja tidak suka, apalagi banyak gaya. Kelihatan kok pemimpin yang sejati dengan yang imitasi…meskipun di Indonesia ya memang sulit mencari pemimpin sejati.

    Yang paling parah, Anda menimbang manfaat mudharat secara subyektif, dan menggunakannya sebagai justifikasi menilai orang. Banyak orang di luar sana yang menilai positif Dahlan Iskan, dan itu bukan karena pencitraan di media massa. Dahlan benar-benar terjun ke masyarakat, dari ujung pulau ke ujung pulau terpencil. Pernyataan Anda yang menyatakan semua dirut PLN sama saja menunjukkan jelas kebutaan dan keengganan Anda mendalami informasi. Karena Anda sudah membutakan diri, maka diskusi apapun saya rasa tidak akan ada manfaatnya.

    Respon: Saya bukan menyebut semua Dirut PLN sama saja, tidak demikian. Tapi saya katakan, Dirut Dahlan Iskan sangat amat parah, karena menurut BPK telah terjadi inefisiensi hingga 37,6 triliun rupiah. Kalau seorang Dirut Jawa Pos melakukan inefisiensi senilai 10 miliar rupiah saja, dia bisa dipecat. Apalagi ini sampai merugikan negara 37,6 triliun.

    Maksud perkataan disana, semua Dirut PLN pasti ngurusi soal listrik, soal penerangan, menerangi rumah rakyat jelata. Itu pasti, karena tugas dia memang begitu. Kalau Anda jadi Dirut PLN, pasti Anda akan berjasa menerangi rumah-rumah rakyat jelata. Begitu Mas…

    Admin.

  43. lelaki tanpa nama berkata:

    Asumsi dahlan iskan amat sangat parah karena merugikan negara 37,6 trilyun, padahal kerugian PLN dari tahun 2002 – 2008 sudah mengalami kerugian sebanyak 22,561 trilyun rupiah pertahun

    http://regional.kompas.com/read/2009/12/03/1524238/Wuih.Inefisiensi.PLN.Capai.Rp.158.557.Triliun

    Mungkin pak admin blog ini belum mengetahui yang dimaksud kerugian listrik zaman dahlan iskan itu adalah laporan BPK kinerja PLN pada tahun 2009 dan 2010, sementara dahlan iskan baru diangkat menjadi dirut PLN pada tanggal 23 desember 2009, artinya sebenarnya tidak tepat mengatakan jumlah 37 trilyun itu menjadi tanggungjawab dahlan sepenuhnya

    http://www.investor.co.id/home/potensi-inefisiensi-pln-terjadi-sebelum-dahlan/47771

    Kalau lah mau dihitung rata2 kerugian PLN ditahun tersebut adalah 18.8 Trilyun, ini masih dibawah rata2 22.561 Trilyun pertahun kerugian PLN, jadi pendapat anda yang mengatakan dahlan lebih buruk tidak mendasar, darinya cuma satu dahlan itu JIL, jadi harus lebih buruk dari yang lain 😛

    =====================================

    Masalah inifiensi PLN sudah ada sejak dahulu kala, kalau digoogling banyak itu data2nya, termasuk BPK juga sudah menyatakan faktor kekurangan infrastruktur gas menjadi penyebab inifisiensi PLN, sayangnya admin blog ini entah mengapa lebih suka menyalahkan JIL dari pada melakukan research kecil-kecilan sebelum mengambil kesimpulan

  44. abisyakir berkata:

    @ lelaki tanpa nama…

    1. Kami sudah baca sebagian data-data itu, baik hasil audit BPK, pembelaan Dahlan Iskan di blog-nya (seperti yang disarankan @ Rakhaie), dan lainnya; meskipun tentu saja, penelusuran data kami sangat terbatas dibandingkan kehebatan Anda dan kecanggihan data research Anda.

    2. Rujukan data Anda di atas adalah ICW. Semua orang tahu, ICW berbeda dengan BPK. BPK memiliki sekian banyak piranti, posisi, fungsi, legalitas, dan kredibilitas lebih dari ICW. Contoh, untuk kasus Bank Century, lembaga parlemen merujuk data BPK, bukan ICW.

    3. Ya di zaman beginian, sering terjadi lembaga-lembaga LSM merupakan bagian dari “kampanye politik” suatu tokoh tertentu. Contoh, ya macam laporan2 LSI yang dirilis sesuai pesanan sponsor.

    4. Inefisiensi itu bagaimanapun juga adalah kerugian negara, sebab dalam audit BPK itu, inefisiensi dimaknai sebagai: uang negara yang hilang karena PLN tak mampu lebih berhemat. Itu terjadi dalam kurun 2009-2010, selama 2 tahun. Berbeda dengan analogi yang disebut @ Rakhaie seputar ongkos tiket kereta ke Malang. Analogi itu kan sifatnya temporer, suatu kejadian saja. Tetapi ini kerugian massif selama 2 tahunan.

    5. Kalau benar alasan Dahlan Iskan dan kaum “Dahlanis” bahwa kerugian inefisiensi ini karena soal infrastruktur, soal pasokan gas, dan seterusnya…ya mestinya: a. Hal itu sudah bisa diketahui sejak awal, sebelum Dahlan memimpin; b. Ibaratnya begini, kalau perusahaan sudah berpotensi merugi terus, ya jangan nekad ditangani, serahkan saja kepada orang lain; c. Mungkin Dahlanis akan berkata, “Tapi kan Pak Dahlan ingin memperbaiki PLN, apapun resikonya?” Kalau begitu, maka Dahlan mestinya sudah bisa menilai hasil eksperimen dia selama 1 tahun pertama. Jangan sampai melar 2 tahun, apalagi mau terus memimpin, kalau tidak “diselamatkan” dengan cara diangkat jadi Meneg BUMN. Ngurus PLN saja merugi, kok malah disuruh mimpin semua BUMN? Aneh. d. Minimal, Dahlan sudah mesti koar-koar soal potensi kerugian PLN ini dan itu, sebelum BPK melaporkan hasil auditnya. Dengan logika begini, kan skak mat buat Dahlan…

    6. Ya, sejujurnya kami ini hanya pengamat data dan berita saja. Kami tidak pernah terlibat dalam mekanisme audit birokrasi, atau BUMN. Andaikan kami terlibat disana, mungkin sudah diaduk-aduk perut orang itu. Beda lho standar “clean management” orang seperti kami dengan standar “manusia pemakan gaji negara”. Beda. Kami tidak punya tendensi untuk berbuat macam-macam, insya Allah.

    Terimakasih.

    Admin.

  45. Frozen Condor berkata:

    begini deh mas Abisyakir. Anda selesaikan dulu baca catatan Dahlan yang ada di link yang diberikan di atas. Blog di atas isinya lengkap catatan rutin Dahlan semenjak di Jawa Pos, PLN hingga BUMN, Khusus untuk seri catatan beliau di PLN, Anda tinggal search “CEO Notes”, kalau di BUMN namanya “manufacturing hope”. Catatan ini dulu juga dipublikasikan di website PLN sebagai bentuk keterbukaan terhadap publik. Hingga kini, tradisi menulis itu diteruskan para dirut dan manager teknis di PLN

    Dahlan diangkat jadi Dirut PLN dulu misinya cuma satu: menanggulangi seringnya pemadaman listrik di Jakarta dan sekitarnya yang keluhannya sering masuk ke SBY, termasuk masuk lewat istri SBY. Dan di awal=awal kepemimpinnya, Dahlan telah menuliskan masalah inefisiensi gas ini beserta sejumlah langkah mengatasinya. Salah satu ciri tulisan Dahlan adalah menyebutkan nama orang yang berprestasi, sehingga kalaupun Anda tidak percaya bisa kontak narasumbernya.

    Di blog itu beberapa orang bahkan mengadukan keluhannya atau memberikan ide terkait BUMN maupun PLN. Sekalipun Dahlan tidak sempat membacanya, beberapa pembaca lain meneruskan pesan itu ke Dahlan. Kalaupun ingin mengadukan langsung juga gampang: pagi-pagi buta tinggal nongkrong di monas (saat Dahlan senam pagi) atau di resepsionis BUMN.

    Kemudian kalau Anda sempat, silakan baca buku tulisan Dahlan (bukan buku kesan tentang Dahlan yang ditulis orang lain).Dari buku dan blog tersbut Anda juga bisa menilai sendiri apa Dahlan orang yang liberal atau tidak.

  46. Rakaie Pikatan berkata:

    Minimal, Dahlan sudah mesti koar-koar soal potensi kerugian PLN ini dan itu, sebelum BPK melaporkan hasil auditnya. Dengan logika begini, kan skak mat buat Dahlan

    Lagi-lagi Anda ketinggalan berita. Heran, Anda semangat nulis macam-macam tetapi sangat malas mencari referensi berita. Banyak-banyak membaca Pak. Agar tidak terlihat menyedihkan.

    Begini.

    Begitu masuk di PLN, problem besar yang dilihat oleh DI adalah inefisiensi. Maka saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI tgl. 18 Mei 2010 Dahlan Iskan mendorong agar BPK diundang untuk melakukan audit investigatif. Hasilnya ditemukan inefisiensi 37 T. Dahlan kaget karena seharusnya paling tidak 100 T.

    Anda bilang Dahlan belum koar-koar tentang inefisiensi PLN ini ? Faktanya sudah ! Bahkan jauh-jauh hari sebelum audit dilaksanakan. Bahkan audit itu sendiri Dahlan yang meminta.

    Dengan logika begini skak mat buat Abi Syakir

    Sekarang gini saja.

    Jika Anda Dirut PLN keputusan apa yang Anda ambil menghadapi situasi ini :

    Pemerintah memutuskan gas jatah PLN dialihkan untuk industri. Jatah gas PLN dikurangi. PLN dalam dilema. Pakai BBM atau matikan saja listrik Jakarta.

    Pembangkit listrik untuk Jakarta (Muara Karang dan Muara Tawar) memang hanya bisa dengan gas atau BBM. Tidak dengan yang lain.

    Apa pilihan Anda sebagi direktur :

    1. Padamkan saja listrik Jakarta berbulan-bulan. Dengan resiko Jakarta lumpuh.

    2. Pertahankan agar listrik Jakarta menyala tapi konsekwensinya pakai BBM yg harganya lebih mahal dari gas dus terjadi inefisiensi aka opportunity cost.

    Silahkan saya tunggu apakah Anda mengambil opsi sama dengan Dahlan atau berbeda

    Tapi jangan ambil opsi tinggal glanggang colong playu seperti saran Anda…. kalau perusahaan sudah berpotensi merugi terus, ya jangan nekad ditangani, serahkan saja kepada orang lain …. Ha…ha…ha…hanya mau menangani yg potensi untung dan tidak mau yang potensi rugi itu kelakuan pecundang. Gimana Indonesia maju kalau isinya pengecut begini. Apakah ini menggambarkan keseharian diri Anda yang kurang berani menghadapi masalah ?

    Indonesia butuh orang2 berani seperti ini. Siap menangani perusahaan yang tidak hanya berpotensi rugi. Bahkan sudah rugi puluhan tahun dan ia datang untuk melakukan perbaikan : http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/09/03/tidak-bayi-tergencet-akuarium-pun-jadi/

  47. Pingoes berkata:

    Menanggapi tulisan saudara admin yang ini…..”Masak ada inefisiensi BUMN sampai 37 triliun? Ini BUMN punya pemimpin atau pemimpin-nya tidak waras, kok efisiensi sampai sebegitu besar? Apalagi sampai potensi inefisiensi sampai 100 triliun. Waduh, parah parah parah dong inefisiensi sebesar itu. Untuk Bank Century saja, angka 6,7 triliun sudah membuat heboh luar biasa. Padahal secara riil uang 6,7 triliun itu kan tidak hilang. Ia dimasukkan ke Bank Mutiara untuk menyelamatkan “Bank Century” biar tidak dilikuidasi”.

    Sudara Abisyakir saya rasa pembelaan dahlan musti anda baca habis …….Proyek di PLTG (tenaga GAS) di 80 Mw di Senipah Kaltim nyatanya skrng sdh menghemat trilyunan….krn selama ini listrik kaltim pake BBM yg notabene trilyunan lebih mahal terbakar, proyek CNG jambi utk pembangkit listrik tenaga GAS yg selama ini pake minyak juga sdh menghemat trilyunan…pembangunan trnamisi di palu via poso untuk menghindari pembangkit yang membakar pake BBM ,yg nyatanya skrng menghemat trilyunan….artinya inefisiensi atau pemborosan yg dulunya terjadi juga terlewatkan oleh BPK…..bahkan 37 trilyun yg dilansir BPK itu makanya dianggap sebagai angka yg terlalu sedikit…..

    Andai anda tidak seperti katak dalam tempurung…meluaskan ilmu…apalagi skrng dunia informasi dan tekhnologi dan alahkah sayangnya anda pemilik blog yg seharusnya banyak pengalaman di internet tidak gampang termakan SPAM, HOAX…..saran saya ..ketika anda memberanikan diri berkomentar persoalan yg banyak intrik politiknya seperti ini …mustinya harus bijaksana melihat semakin mendalam secara obyektif….bukan subyektifitas krn anda sdh terkungkung pada rasa benci terhadap figur tertentu….

    pada akhirnya krn nyatanya selama ini ada potensi lebih dari 100 trilyun yg bisa di efisiensikan dan skrng sdh menjadi kenyataan…..Saudara admin mungkin tdk faham dengan harga yg harus di tanggung negara dengan membakar BBM untuk pembangkit listrik…..Keputusan seorang Dahlan membakar BBM 37 Trilyun di JKT ada pilihan pahit….jika dia tdk melakukan akan ada ribuan perusahaan tutup operasi krn gagal tenaga GAS….dan multiplier effecnya bisa dilihat….jika dia tdk membakar BBM juga akan ada jutaan warga jakarta yg tiap hari mengalami pemadaman bergilir selama 1 tahun…anda bayangkan kerugian dan Chaos seperti apa yg akan terjadi?

  48. Pingoes berkata:

    Dan satu lagi saya bukan pemuja apalagi fanatik dengan dahlan iskan….saya hanya menghargai orang karena hasil kinerjanya ….anda lihat dari keuntungan2 dan profit2 Ratusan BUMN stetelah di pegang pak Dahlan ..kita bicara Fakta….klik web yg melansir profit BUMN saya kira anda akan mudah menemukan ….

    yg terentaskan dari lembah kerugian mulai untung ….bahkan Pabrik2 Gula dan pabrik galangan kapal yg hampir sekarat sdh mulai untung ……

    Saya tidak butuh busa dan buih banyak janji dan omong dan teori tapi hasil riilnya tidak bisa dilihat….makin kembung perut makin keras buang anginnya…….

    perkara anda menilai dia adalah tokoh yg terlalu plurar terlalu liberal perlu dilihat lebih banyak mudorotnya atau tidak….fakta bahwa kejadian sumpah ulumbu NTT itu bermanfaat buat umat non muslim toh Nabi Besar Muhammad SAW juga diriwayatkan menghormati yg bukan satu keyakinan…..bahkan terhadap pamannyapun……

    Tunjukkandan tulis disini kemaksiatan atau kekejian atau kemudorotan yg sudah dilakukan oleh seorang dahlan iskan saya ingin sekali membacanya…..(Kalau ada sertakan fakta2nya)

    Dengan senang hati saya akan melucuti respek saya terhadap seorang dahlan iskan itupun jika anda bisa xmenuliskan disini….

  49. dnz berkata:

    Well,
    Setelah saya baca isi dan berbagai tanggapan yang dilontarkan oleh pemilik blog terhadap komentar-komentar yang diberikan oleh pembacanya. Maka dengan ini saya nyatakan pemilik/penulis blog ini JAAHIL MURAQQAB!!

  50. kerjakerjakerja berkata:

    Abisyakir, loe Islam tapi berprasangka buruk mulu. Loe musti sadar Rosululloh mengajarkan pada orang yang pernah berbuat buruk pun sekalipun pada kita, kita harus berlaku adil padanya. Kalau kayak gini, agak sudah loe masuk surga, masuk surga mesti tertahan dulu sebelum pak dahlan memaafkan loe, karena loe sudah memfitnah pak dahlan sana-sini tapa tabayyun lebih dulu.

  51. abisyakir berkata:

    @ Frozen Condor dan kawan-kawan…

    Sudah, sudah, saya sudah baca itu, dan baca yang lain juga. Saya tidak punya waktu banyak untuk cepat merespon pembelaan Dahlan Iskan itu di blog-nya. Tapi insya Allah dalam waktu dekat saya akan tulis tanggapan saya. Sifatnya tanggapan “with no emotion” insya Allah. Contoh, Dahlan berdalil dengan “demi menyelamatkan pasokan listrik Jakarta”. Ini jawaban yang lebay dan terkesan curhat. Jangan begitu Pak (Dahlan). Sebelum Anda memimpin pun, semua direktur PLN pasti komitmen menjaga suplai pasokan listrik untuk Jakarta, sebab ia ibukota negara, pusat bisnis, pusat pemerintahan, bahkan magnitude dinamika politik dan media. Itu sudah komitmen semua Dirut PLN untuk memprioritaskan suplai listrik untuk Jakarta.

    Admin.

  52. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Ya gini lah…Anda menilai Dahlan Iskan dengan sekian parameter positif, lalu Anda pro dengan dirinya. Maka orang lain pasti boleh dong menilai dia dengan parameter yang dia yakini, lalu menyatakan tidak pro dirinya? Boleh kan. Ibarat dunia politik…apa mesti cuma ada satu partai, satu suara, dan satu opini saja? Cobalah Anda-anda ini bersikap lebih realistik. Masak semua manusia ingin digiring agar menyukai “Sepatu Dahlan” semua… Itu tidak bagus.

    Dalam beberapa artikel di Vivanews.com (bagian bisnis) seputar hasil audit BPK terhadap PLN tahun 2009-2010; di situ ada pernyataan menarik dari Dahlan Iskan. Coba Anda cari di internet, itu banyak. Kata dia, “Inefisiensi itu sudah terjadi dari zaman Majapahit.”

    Anda bisa memahami kalimat tersebut?

    Maknanya kurang lebih:

    = Inefisiensi di PLN sudah terjadi sejak lama.
    = Sepertinya Pak Dahlan sedang emosi, sehingga keluar jawaban seperti itu.
    = Tidak mungkin lah kita bicara soal pasokan listrik di zaman Majapahit, wong di masa itu belum ditemukan listrik. Jadi ada nada “humor” di balik kata-kata itu.

    Tapi intinya, seorang manajer yang baik dan bertanggung-jawab, tidak boleh memakai kata-kata seperti itu. Ibarat seorang jendral yang kalah perang, dia tak boleh banyak berkelit di media, tapi harus secara gentle menjawab sebab-sebab kekalahannya secara operasional (bukan opini).

    Admin.

  53. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Dahlan itu pernah memuat secara berseri di Jawa Pos artikel berjudul (kurang lebih): “Soemarsono tokoh penting di balik perang 10 november”. Seketika artikel itu membuat dia diprotes oleh MUI Jawa Timur dan ormas-ormas Islam disana. Karena Soemarsono itu mantan gubernur militer PKI di era pemberontakan PKI Madiun. Seorang guru besar dan sejarawan dari Universitas Negeri Surabaya membantah tulisan Dahlan itu dan menunjukkan betapa kejinya PKI di masa itu.

    Saya sendiri selama remaja (SMP-SMA) banyak mengikuti berita-berita Jawa Pos, sewaktu masih di Malang. Jelas-jelas itu koran sekuler, western oriented, dan sering memojokkan kepentingan perjuangan Ummat. Para penulis liberal diberi tempat leluasa di Jawa Pos, seperti Nurcholis Madjid dan Abdurrahman Wahid. Waktu masih di Malang, sering saya baca tulisan-tulisan kolom Gus Dur disitu.

    Apa menurut Anda, sekularisme dan Liberalisme itu sesuatu yang halal, baik, dan bermanfaat? Kalau begitu, mengapa MUI memfatwakan haramnya Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme (SEPILIS)? Siapa yang mesti dirujuk, MUI atau Anda?

    Admin.

  54. abisyakir berkata:

    @ Dnz…

    Anda tuduh saya Jahil Murakkab…tapi Anda tidak sebutkan alasan-alasan Anda. Omongan Anda itu fitnah, cacian, dan stigma. Kalau sebut orang begini dan begitu…sebutkan dong alasan-alasannya. Masak cuma “asal bunyi” saja…

    Admin.

  55. abisyakir berkata:

    @ Kerjakerjakerja…

    Nih manusia kalau otaknya sudah kebalik-balik ya kayak gini… Masak kita mengkritisi inefisiensi 37,6 triliun dianggap prasangka buruk. Parah nih orang… Memang uang segitu besar milik moyangmu apa? Itu kan uang negara, uang PLN, uang BUMN, yang notabene uang amanah rakyat juga. Anda pernah marah tidak ketika melihat kasus Mega Skandal Bank Century? Di situ kerugian negara mencapai 6,7 triliun. Untuk yang 1/5 angka inefisiensi di PLN ini, hingga DPR membuat sidang paripurna yang dibiayai negara juga. Padahal uang 6,7 itu tidak hilang, tetapi ditaruh di Bank Mutiara (gantinya Bank Century). Sementara dalam kasus inefisiensi PLN, uang BUMN itu benar-benar hilang karena dipakai beli BBM yang lebih mahal selama 2009-2010.

    Orang macam demikian ini korban opini media. Pokoknya media bilang apa, dia setuju saja. Media bilang Bank Century penjahat, dia akan setuju. Orang bilang, Dahlan Iskan pahlawan, dia setuju. Padahal kasus Bank Century itu lebih kecil daripada “Mega Skandal Listrik Dahlan Iskan“.

    Admin.

  56. Frozen Condor berkata:

    Maafkan kalau ada beberapa komentar pendukung Dahlan yang buruk di sini. Saya tidak mengharapkan Anda berubah menjadi pendukung Dahlan, karena Dahlan sendiri senang terhadap bawahan yang kritis dan logis dalam bertindak. Tujuan saya sebenarnya cuma menjernihkan sms kotor yang berkat Anda bisa diketahui.

    Sebenarnya lagi, banyak pertanyaan Anda yang bisa terjawab dengan membaca tulisan-tulisannya di buku maupun di media massa (blog). Misalnya saja, soal aliran. Dahlan itu pengikut tarekat. Dalam hal “keliaran” berpikir mungkin mirip dengan liberal, tapi masih lebih memuliakan ibadah ketimbang liberal yang menyepelekannya (kalau saya salah mohon dikoreksi),

    Adapun tentang PKI, saya baru baca di bukunya Dahlan terkait “Ganti Hati” versi terbaru (setelah jadi menteri) bahwa salah seorang pembacanya mengajak Dahlan mengembalikan kejayaan pesantren yang didukung keluarga Dahlan (Sabilil Muttaqin) sebelum era PKI. Ternyata jaman itu PKI Madiun pernah menangkapi dan membunuh ulama dari Sabilil Muttaqin. Jadi secara historis Dahlan bermusuhan dengan PKI, walau bukan berarti anti terhadap orang-orang yang sudah bertobat dari PKI. Hal yang sama ditunjukkan Dahlan ketika koran Jawa Pos mensosialisasikan istilah etnis “Tionghoa” ketimbang “China” yang salah satunya dimaksudkan untuk mengembalikan makna (jaman itu kata etnis china sempat mengalami konotasi yang buruk).

    Demikian semoga diskusi ini bisa bermanfaat bagi semuanya. Selebihnya kalau ada komentar jngawur dan jelek yang menyerang Anda maka saya akan berdiri mendukung Anda.

  57. abisyakir berkata:

    @ Rakaie Pikatan…

    Saya baru tahu, alhamdulillah, ternyata @ Rajasaudagar itu @ Rakaie juga ya… Skak mat…he he he. Becanda, becanda… Anda tidak saya anggap siapa-siapa, Anda adalah teman diskusi diskusi disini. Saya lihat dua nama berbeda dengan komen sama di box spam. Tidak semua yang di box spam diseret masuk ke komen biasa. Dicari yang baik-baik dan relevan dengan dengan diskusi (meski isinya bertentangan dengan pandangan admin).

    Balik ke diskusi…

    Lagi-lagi Anda ketinggalan berita. Heran, Anda semangat nulis macam-macam tetapi sangat malas mencari referensi berita. Banyak-banyak membaca Pak. Agar tidak terlihat menyedihkan. Begini. Begitu masuk di PLN, problem besar yang dilihat oleh DI adalah inefisiensi. Maka saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI tgl. 18 Mei 2010 Dahlan Iskan mendorong agar BPK diundang untuk melakukan audit investigatif. Hasilnya ditemukan inefisiensi 37 T. Dahlan kaget karena seharusnya paling tidak 100 T. Anda bilang Dahlan belum koar-koar tentang inefisiensi PLN ini ? Faktanya sudah ! Bahkan jauh-jauh hari sebelum audit dilaksanakan. Bahkan audit itu sendiri Dahlan yang meminta. Dengan logika begini skak mat buat Abi Syakir.

    Respon: Mohon maafkan, untuk membalas komen memang sering saya langsung to the point ke substansi komen yang ada, dengan mengandalkan general information yang telah diketahui. Kalau untuk tulisan-tulisan yang di-posting berbeda; ia terlebih dulu dilakukan kajian, persiapan, maka kadang mesti ada revisi-revisi. Mohon maafkan bila tak sempurna… Ya alhamdulillah, dengan segala keterbatasan, kita masih bisa diskusi dan berbagi wawasan. Alhamdulillah.

    Ya oke, saya keliru dalam soal “siapa yang meminta audit BPK ke PLN”. Ternyata, Pak Dahlan sendiri. Lalu coba baca data yang disebutkan di sebuah media Islam ini, saya cuplik sedikit: “Hal tersebut mengakibatkan PLN kehilangan kesempatan melakukan penghematan biaya bahan bakar sebesar Rp. 17.900.681,34 juta pada 2009 dan Rp. 19.698.224,77 juta pada 2010.”

    Anda cermati, inefisiensi dalam tahun 2009 sekitar 18 triliun rupiah, dalam tahun 2010 inefisiensi sekitar 19,5 triliun rupiah. Sementara Dahlan masuk PLN pada tahun 2009, lalu meminta audit BPK pada Oktober 2010. Logikanya, kok inefisiensi ini tambah besar dari tahun 2009 ke 2010? Nilai kenaikannya sekitar 1,5 triliun. Lalu peranan Dahlan untuk memperbaiki manajemen dimana? Kok inefisiensi tetap besar, bahkan tambah naik? Kenaikan inefisiensi 1,5 triliun itu kan sekitar 1/5 nilai skandal Bank Century… Kalau manajemen dan kepemimpinan bagus, mestinya inefisiensi semakin kecil, atau menjadi sangat kecil. Begitu kan…bagi yang sering bicara manajemen dalam tataran sains modern. Coba tanya Pak Rhenald Kasali soal inefisiensi ini…

    Angka inefisiensi 100 triliun yang dikatakan oleh Dahlan dalam pembelaannya di blog… Itu kan inefisiensi dalam asumsi, atau dalam “gambaran khayal”. Sedangkan BPK menghitung angka-angka riil (seperti terlihat dalam tabel hasil audit BPK itu). BPK membawa ke ranah perhitungan kalkulatif (kalau dalam ranah pengadilan kerap kita temukan istilah “bukti materiil”); sedangkan Dahlan membawa ke ranah “inefisiensi khayali” yang tidak jelas hitung-hitungannya. Coba soal pembangkit listrik di Senipah, Jambi, Tentena, dan lainnya itu oleh Dahlan dihitung, sebelah mana inefisiensi yang merugikan keuangan negara? Lalu hasil hitungan dia beberkan ke masyarakat. Itu lebih clear…daripada menyebut “telah menyelamatkan ribuan triliun”. Masak manajemen modern, di zaman kini, beretorika dengan angka-angka “khayali” begitu…

    Sekarang gini saja. Jika Anda Dirut PLN keputusan apa yang Anda ambil menghadapi situasi ini: Pemerintah memutuskan gas jatah PLN dialihkan untuk industri. Jatah gas PLN dikurangi. PLN dalam dilema. Pakai BBM atau matikan saja listrik Jakarta. Pembangkit listrik untuk Jakarta (Muara Karang dan Muara Tawar) memang hanya bisa dengan gas atau BBM. Tidak dengan yang lain. Apa pilihan Anda sebagi direktur: 1. Padamkan saja listrik Jakarta berbulan-bulan. Dengan resiko Jakarta lumpuh. 2. Pertahankan agar listrik Jakarta menyala tapi konsekwensinya pakai BBM yg harganya lebih mahal dari gas dus terjadi inefisiensi aka opportunity cost. Silahkan saya tunggu apakah Anda mengambil opsi sama dengan Dahlan atau berbeda.

    Respon: Kalau saya di posisi Dahlan, terkait dengan pasokan listrik untuk Jakarta, saya akan bersikap demikian (meskipun hal ini sebatas teori ya): Pertama, saya akan tetap selamatkan pasokan listrik untuk Jakarta, sebab tidak ada pilihan lain; Kedua, saya akan bicara sejak dini hari dengan DPR, Menteri BUMN, Presiden, Gubernur DKI, DPRD DKI, dan media tentang potensi kerugian PLN dan posisinya yang terjepit terkait kewajiban suplai listrik ke Jakarta. Intinya, menyelamatkan listrik Jakarta mesti ditanggung bersama, bukan melulu tanggung-jawab PLN; Ketiga, saya akan konsentrasi penuh untuk menyediakan pasokan gas yang lebih murah, konsentrasi penuh. Jika tidak berhasil mendapat konsesi baru dari kontrak dengan Pertamina, saya akan ingatkan potensi kerugian PLN sejak jauh-jauh hari sehingga semua pihak tahu dan mengerti; Keempat, saya tidak akan meninggalkan PLN, sebelum masalah suplai energi dan inefisiensi ini terselesaikan, meskipun saya ditawari menjadi Presiden Indonesia. Asumsinya, ngurusi PLN saja belum kelar, sudah nafsu mau memimpin Indonesia lewat citraan “Sepatu Dahlan”. Nggak lah yauw… Pastilah, pastilah, dalam semua kesulitan itu, kalau manusia ulet, terus ikhtiar, membangun komunikasi yang baik, dan berdoa kepada Allah, akan selalu ada jalan keluar; Kelima, kalau akhirnya benar-benar tidak ada lagi jalan keluar, sementara kerugian PLN terus berlanjut dalam angka triliunan, untuk memenuhi kewajibannya “menerangi Indonesia dan dunia”…ya saya akan mundur dan mempertanggung-jawabkan semua hasil kepemimpinan, termasuk soal inefisiensi itu; Keenam, kalau dalam kondisi demikian, saya tetap disalahkan dan harus masuk penjara, ya diterima saja. Dengan asumsi, semua Dirut PLN pada dasarnya adalah: calon NAPI (selama kebijakan pasokan energi untuk PLN tidak berubah).

    Dan faktanya, Dahlan cenderung show of force dan membangun citraan pribadi. Ini tidak bagus. Masalah besar di depan mata masih melok-melok, kok banyak menabur “gincu-gincu media”. Mestinya kemana-mana, orang itu kusut, bukan senyam senyum gak jelas…

    Tapi jangan ambil opsi tinggal glanggang colong playu seperti saran Anda…. kalau perusahaan sudah berpotensi merugi terus, ya jangan nekad ditangani, serahkan saja kepada orang lain …. Ha…ha…ha…hanya mau menangani yg potensi untung dan tidak mau yang potensi rugi itu kelakuan pecundang. Gimana Indonesia maju kalau isinya pengecut begini. Apakah ini menggambarkan keseharian diri Anda yang kurang berani menghadapi masalah ? Indonesia butuh orang2 berani seperti ini. Siap menangani perusahaan yang tidak hanya berpotensi rugi. Bahkan sudah rugi puluhan tahun dan ia datang untuk melakukan perbaikan : http://dahlaniskan.wordpress.com/2012/09/03/tidak-bayi-tergencet-akuarium-pun-jadi/

    Respon: Secara manajemen, itu rasional lho. Kalau memang sulit, dan tidak ada tanda-tanda solusi, ya kita tinggalkan. Anda pun kalau dapat tender proyek yang musykil Anda kerjakan; Anda akan angkat tangan. Secara profesionalitas, sikap begitu dihargai Mbak.

    Lalu yang “colong playu” itu siapa coba? Dua tahun memimpin PLN, Dahlan berhenti di tengah jalan, karena ditarik oleh SBY untuk mengisi pos Meneg BUMN. Kalau masalah di PLN (satu BUMN) masih belum kelar, mengapa milih ngurusi ratusan BUMN? Coba dimana tuh logika sehatnya…

    Admin.

  58. Gue Ganteng Broo.. Faham.!! berkata:

    Alhamdulillah.. abysyakir & prozen condor kelihatannya sudah mulai agak sdikit baikan.. slamat yaa buat kalian…

    loph you my brother..

  59. Pingoes berkata:

    Sudahlah…dari segala macam pandangan anda abisyakir atau mungkin lebih tepat kalau ku panggil abu muhammad waskito atau nama samaran siapa ajalah tentang dahlan terserah…wong sudat pandang nya saaja suda beda memang bisa apa saja…..yg jelas saya bukan pemuja dahlan atau segala macamnya……

    saya hanya melihat dari hasil…..saya juga bukan penghamba pencitraan dan retorika politik lainnya….yang jelas tuduhan anda ttg dia si dahlan itu hanya sebatas praduga….anda saya lihat terlalu kuatir dengan dugaan-dugaan……

    tentang tulisan Dahlan masalah soemarsono yg tokoh PKI tapi ada andil dalam peristiwa 10 November kenapa harus alergi faktanya memang begitu…….krn peristiwa 1945 sendiri soemarsono belum menjadi gembong PKI….apakah anda tidak tau bahwa ..Samaoen …Muso…Tan malaka…dan Sukarmadji Maridjan Kartosoewirwo gembong2 PKI dan pencetus PKI serta tokoh DITII itu dulunya anak Murid Haji Oemar Said Tjokroamintoto …dan mereka teman satu kasur dan satu bantal dengan Soekarno sang plokramator di Daerah Peneleh Surabaya…..?

    Come on …mereka para pendiri cikal bakal RI walau pahit dan getir harus kita akui…..indonesia dirancang orang orang2 dari rumah peneleh ini yg nota bene tokoh2 garis keras…baik itu sosialis ataupun pengagas negara islam seperti kartosoewiryo….walaupun pada akhirnya beliau2 ini mati dibawah kepemimpinan Sokarno krn memberontak…

    Saya tergelitik membaca blog anda ini dan akhirnya tdk begitu kaget…..banyak sekali kebencian, praduga2, dogmatis dan takliq terhadap praduga tanpa fakta.

    atau memang sdh terbentuk mengakar tunggang di hati anda terbiasa memvonis orang dg praduga atau mengkafirkan orang lain…….sebenernya saya tdk mau berkembang ke hal lain tapi kepalang tanggung…..banyak dari wacana anda menebarkan kebencian terhadap golongan lain…aku sebut misal pembenci nurcholis majid…pembenci gus dur krn berita HOAX dia pendukung ZIONIS meski andapun tdk punya fakta dan padahal anda dilahirkan dilingkunan NU…atau jangan2 anda ikut2tan percaya kalau Ahmad Dhani Pentholan Grup Band DEWA itu seoarang pemuja YAHUDI?..pembenci Yusuf Qardawi krn tokoh ini nyeleneh dan dianggap menyeleweng…pembenci Syiah krn cintanya mereka pada Ali …pembenci pemerintah SBY krn anda duga teroris itu peliharaan pemerintah..walaupun faktanya semua pelakunya jebolan ngruki sukoharjo….dan sebagainya……dan jika mengaku seorang pengikut Salafus shalih sejati aku rasa tdk demikian ini

    Yang tidak habis pikir banyak di blog ini ayat-ayat suci al-quran yg seharusnya sangat agung …dan sangat suci sebagai wahyu Allah SWT….bertebaran dan seharusnya menyadarkannya…..ingat

    1. Janganlah mengolok-olok suatu kaum yang lain……….
    2. maka disebabkan rahmat dari allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka…..
    3. Serukanlah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik….

    dan masih banyak saya kira anda juga sangat mengetahuinya….

    Atau jangan2 anda memilih jalur Prof. Cipta Lesmana yg dengan gigihnya dan gegap gempita mengkritisi pemerintah….dan PSSI tapi setelah ditunjuk untuk membenahi PSSI malah ngga becus malah cengengesan.. Cengar-cengir saja…..nah saya suka FAKTA bukan menduga perbuatan FAKTANYA Prof Cipta GAGAL…..

    Sudah banyak pengamat, penduga, tukang prediksi seperti LSI dan lain2 kelewat banyak…..itu syah2 saja krn mereka cari penghasilan…atau motivator macem mario teguh, Andrie Wongso …sampai2 di Bak belakang Truck sekarang ikut nongol tulisan kasar “Hidup ini tak semudah cocotnya Mario Teguh”……atau komentator Bola di TV kita yg kelihatannya lebih hebat kalau berkomentar ketimbang Sir Alex Ferguson ttg teknik bermain bola..tapi ketika jadi Coach di satu klub langsung terdegradasi?……

    Atau anda percaya dengan isu Flu Burung (Avian Influenza) yg katanya membunuh orang di indonesia walau FAKTANYA tdk ada satupun dokter berani mediagnosis Mati krn FLU burung tapi pake Embel2 SUSPECT (diduga) lagi2 kata itu…..kalau benar flu burung sdh mewabah itu peternak2 ayam sdh meninggal dualuan ratusan atau bahkan ribuan……

    Kemarin saya sedih ketika ada seorang Muslim dengan penampilan meyakinkan seorang mukmin Berjenggot dll di Youtube Upload Video Praktekin Jahatnya Coca cola….pake uji coba Permen mentos yg tiba2 meledak….apakah anda akan ikut2 percaya? walau FAKTANYA andai kita menelan mentos sama coca cola pun perut kita tdk akan meledak ….dan FAKTANYA itu Reaksi Soda biasa krn bersentuhan dengan Glugosa berpori bisa meletup dan bisa dijelaskan amat ilmiah……….hanya krn ingin membrainwash umat bahwa lu mesti benci coca cola krn itu icon USA……

    USA, ZIONIS dll….saya sendiri tdk suka ….muak dan sebagainya tapi bukan dengan cara konyol begitu yg mudah ditertawakan…..kalau tdk mau minum cola sebaiknya tidak main Facebook jijik..seharusnya krn Marck Zuckeberg pendiri FB adalah Yahudi sejati…atau jangan pake Google….atau bahkan jangan ake WordPress donk kan Matt Mulenweg si empunya juga KAFIR SEJATI….COME ON……

    Sedih bangsa ini mayoritas muslim tapi prilakunya kalah dengan Singapura, jepang, dll….mereka kafir tapi lebih beradap…meludah ditempat umum tdk dilakukan…membuang sampah pada tempatnya…menghargai privasi orang lain…di bangkok kalau ada ibu2 tua atau biksu orang berebutan memberikan tempat duduk di BUS umum…..PADAHAL MEREKA KITA LABEL KAFIR!!! tapi perilakunya malah mendekati ajaran islam.

    Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan kaum kita spt apa perbuatannya….membunuh…memperkosa…menyembelih..membakar…gebukin umat yg tdk sepaham sampe mati….lebih barbar ketimbang suku barbar..dah Mirisnya semuanya sama-sama teriak Allahu Akbar..sambil saling bantai saling merasa benar………peng Upload Video mesum terbanyak tiap mau cari file di 4shared.com malah muncul file mesum dg bendera indonesia….dijabarkan sampai subuh tdk akan kelar.

    Itu yg musti dibenahi……bukan mengolok2 orang yg dg fakta membangun negeri……Praduga dahlan mau jadi president…pesananan USA….pesanan NEOLIB…..baca biografi si dahlan….penilaian saya dia salah satu orang yg tdk punya lagi kepentingan Politik berlebihan macem Surya PAlloh dan Aburizal Bakrie…..Dahlan sdh kaya krn kerja keras…sdh punya rumah mobil mewah…..helikopter ….nyawa sudah sisa …sehabis operasi hati…dia mempunyai cita2 mengabdikan kepada masyarakat.

    KITA LIHAT SAJA FAKTANYA SEPERTI APA SEJARAH AKAN MENCATAT……

  60. Pingoes berkata:

    “Ya gini lah…Anda menilai Dahlan Iskan dengan sekian parameter positif, lalu Anda pro dengan dirinya. Maka orang lain pasti boleh dong menilai dia dengan parameter yang dia yakini, lalu menyatakan tidak pro dirinya? Boleh kan. Ibarat dunia politik…apa mesti cuma ada satu partai, satu suara, dan satu opini saja? Cobalah Anda-anda ini bersikap lebih realistik. Masak semua manusia ingin digiring agar menyukai “Sepatu Dahlan” semua… Itu tidak bagus”

    Tanggapan : diatas saya sdh memberikan Opsi apa FAKTA dia berbuat Jahat dan Mudorot?. dan dengan jelas saya sdh katakan bisa mengambil sikap jika terbukti….jadi jelas saya membuka kesempatan saudara mengungkap dari sisi lain bukan yg baik2 saja…..tapi toh anda cuma bisa menuduh si dahlan dengan korannya pesanan barat…oh Come on apa untungnya buat si dahlan???? dan peristiwa tentang Soemarsono?……..aduh jangan2 anda itu juga percaya sama film janur kuning dan G30 S PKI yg menjadian sajian wajib ketika kita Sekolah dulu…atau pelajaran PSPB yg memang FAKTANYA dibuat oleh Orba dengan kepentingan politis.

    Atau jangan2 anda percaya bahwa lagu genjer2 itu lagu ciptaan BTI dan gerwani waktu nyiksa jendral2 sehingga harus dilarang lagu itu…pdhl lagu itu cuma di selewengkan WOW…lagu genjer2 itu lagu POP Daerah jauh sebelum meletupnya G30S… FAKTA…..Browsing di Youtube …si artis Bing Slamet dan titiek puspa sdh nyanyiin lagu itu dan terkenal jauh sebelum peristiwa PKI dan Liirik Sayairnya pun ttg penderitaan Warga Banyuwangi wkt jaman Jepang krn makan Sayur genjer doank.

    Saya makin gerah dengan Banyaknya berita HOAX artikel2 di internet yg dogmatis dan tdk jelas asalnya …..lantas orang2 yg gugup terhadap informasi meyakini dan dengan gegabah menjadikannya sebuah pembenaran….(dan juga dengan SMS tentunya)

  61. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Yo wis aku tanggapi secara pelan, dingin, dan lunak ya…

    Sudahlah…dari segala macam pandangan anda abisyakir atau mungkin lebih tepat kalau ku panggil abu muhammad waskito atau nama samaran siapa ajalah tentang dahlan terserah…wong sudat pandang nya saaja suda beda memang bisa apa saja…..yg jelas saya bukan pemuja dahlan atau segala macamnya……

    Respon: Abi Syakir itu, karena anakku yang kecil, laki-laki namanya Syakir. Aku ini ayah dia, jadi boleh memakai nama Abu Syakir. Abu Muhammad Waskito juga bukan nama samaran. Namaku sendiri, pemberian ayah-ibu, JOKO WASKITO. Di sekolah sering dipanggil Joko, di kampung dipanggil Waskito. Abu Muhammad juga kunyah (nama yang disandarkan kepada anak). Jadi itu bukan nama samaran.

    saya hanya melihat dari hasil…..saya juga bukan penghamba pencitraan dan retorika politik lainnya….yang jelas tuduhan anda ttg dia si dahlan itu hanya sebatas praduga….anda saya lihat terlalu kuatir dengan dugaan-dugaan……

    Respon: Untuk data-data SMS seputar tangan kanan Dahlan dan sejenis itu; ia dari seorang kawan; aku tidak tahu kebenarannya. Maka itu pembaca boleh menerima, boleh menolak. Tapi untuk soal INEFISIENSI 37,6 triliun, soal pengalihan isu ke “pemerasan BUMN oleh DPR”, itu sudah jadi berita umum, dibahas dimana-mana. Terakhir, Marzuki Ali bersiap-siap mengadukan Dahlan Iskan, kalau omongan dia tidak terbukti, hanya sekedar opini saja. (Baca Republika hari ini, 8 Nov 2012).

    Tentang tulisan Dahlan masalah soemarsono yg tokoh PKI tapi ada andil dalam peristiwa 10 November kenapa harus alergi faktanya memang begitu…….krn peristiwa 1945 sendiri soemarsono belum menjadi gembong PKI….apakah anda tidak tau bahwa ..Samaoen …Muso…Tan malaka…dan Sukarmadji Maridjan Kartosoewirwo gembong2 PKI dan pencetus PKI serta tokoh DITII itu dulunya anak Murid Haji Oemar Said Tjokroamintoto …dan mereka teman satu kasur dan satu bantal dengan Soekarno sang plokramator di Daerah Peneleh Surabaya…..?

    Respon: Tapi dalam tulisan Dahlan itu dia ingin mengangkat citra Soemarsono di era modern, jauh-jauh hari setelah pemberontakan Madiun. Itu artinya, dia ingin memuji Soemarsono dalam perang 10 November (jika memang demikian); tetapi mengabaikan pemberontakan Madiun yang banyak menyebabkan korban dari para santri, orang masjid, dan kyai. Itu sampai ada kuburan khusus bagi para korban PKI Madiun.

    Lho soal muridnya HOS Cokroaminoto akan jadi ini dan itu, setelah mereka dewasa; itu kan bukan tanggung-jawab beliau lagi. Beliau kan tidak mengikat murid-muridnya agar menjadi ini dan itu. Ya sama, kalau koruptor lulusan UI, ITB, dan UGM, kan kita tak bisa menyalahkan almamaternya sebagai produsen koruptor. Iya gak sih…

    Tapi yang jelas, murid setia HOS Cokro yang konsisten memperjuangkan cita-cita beliau adalah Allahuyarham SM. Kartosoewirjo. Itu diakui oleh sejarawan Muslim dan tokoh-tokoh Islam.

    Come on …mereka para pendiri cikal bakal RI walau pahit dan getir harus kita akui…..indonesia dirancang orang orang2 dari rumah peneleh ini yg nota bene tokoh2 garis keras…baik itu sosialis ataupun pengagas negara islam seperti kartosoewiryo….walaupun pada akhirnya beliau2 ini mati dibawah kepemimpinan Sokarno krn memberontak…

    Respon: Ya itu asumsi dan analisis Anda. Silakan berpendapat, selagi UU Kamnas belum ditetapkan… Nas’alullah al ‘afiyah.

    Saya tergelitik membaca blog anda ini dan akhirnya tdk begitu kaget…..banyak sekali kebencian, praduga2, dogmatis dan takliq terhadap praduga tanpa fakta. atau memang sdh terbentuk mengakar tunggang di hati anda terbiasa memvonis orang dg praduga atau mengkafirkan orang lain…….sebenernya saya tdk mau berkembang ke hal lain tapi kepalang tanggung…..

    Respon: Lho, Anda sendiri bagaimana? Apakah Anda bersih dari hal-hal yang Anda tuduhkan kepada saya itu? Apakah Anda boleh bebas begini dan begitu; sementara saya tidak boleh memilih pendapat yang saya yakini benar? Kok begitu sih… Anda ingin mengkritik orang lain, tapi pada saat yang sama, Anda juga memiliki apa-apa yang Anda kritikkan.

    Banyak dari wacana anda menebarkan kebencian terhadap golongan lain…aku sebut misal pembenci nurcholis majid…pembenci gus dur krn berita HOAX dia pendukung ZIONIS meski andapun tdk punya fakta dan padahal anda dilahirkan dilingkunan NU…atau jangan2 anda ikut2tan percaya kalau Ahmad Dhani Pentholan Grup Band DEWA itu seoarang pemuja YAHUDI?..pembenci Yusuf Qardawi krn tokoh ini nyeleneh dan dianggap menyeleweng…pembenci Syiah krn cintanya mereka pada Ali …pembenci pemerintah SBY krn anda duga teroris itu peliharaan pemerintah..walaupun faktanya semua pelakunya jebolan ngruki sukoharjo….dan sebagainya……dan jika mengaku seorang pengikut Salafus shalih sejati aku rasa tdk demikian ini

    Respon: Contoh, yang menebar kebencian, mungkin seputar “humor penjual domba”, “gambar lucu tentang gila gadget”, tentang gambar hewan-hewan (di cuci mata sini), tentang kiat bisnis (bisnis muslim), tentang sepak-bola, tentang gaya hidup, dan seterusnya.

    Tentang Gusdur atau Nurcholis, Anda sebut kami tidak punya data. Ha ha ha…saya punya lho gambar/foto saat Gusdur menerima “Medal of Valor” dari sebuah lembaga Zionis di Amerika. Itu ada fotonya. Bisa kok dicari di internet saat Gusdur lagi mencium medali itu. Soal Al Qaradhawi, dalam buku-buku tertentu, saya merujuk pendapat beliau. Meskipun tidak semua merujuk ke beliau. Soal Syiah…ya Anda baca saja deh Fatwa MUI Jawa Timur soal Syiah; saya merujuk kesitu. Soal Ahmad Dhani, saya kurang punya data soal dia. Bang Rizki Ridyasmara lebih tahu soal dia.

    Soal terorisme…mantan Ketua Bakin, Dr. AC Manullang itu lho bicara kalau terorisme itu sengaja dipelihara oleh aparat. Saya punya buku yang membahas masalah itu. Jadi ada sumber pembandingnya…tidak sesimple yang Anda katakan.

    Soal pengikut Salafus Shalih sejati…menurut Anda kayak gimana mestinya? Kayak Anda yang mengaku “sudah kepalang basah” itu… Baru diskusi segini saja sudah tidak terkontrol, apalagi diskusi yang lebih rumit…

    Yang tidak habis pikir banyak di blog ini ayat-ayat suci al-quran yg seharusnya sangat agung …dan sangat suci sebagai wahyu Allah SWT….bertebaran dan seharusnya menyadarkannya…..ingat

    1. Janganlah mengolok-olok suatu kaum yang lain……….
    2. maka disebabkan rahmat dari allah lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka…..
    3. Serukanlah manusia kepada jalan tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik….

    dan masih banyak saya kira anda juga sangat mengetahuinya….

    Respon: Kata pepatah Arab, “Kullu maqalin maqamun, wa kullu maqamin maqalun” (setiap perkataan itu ada tempatnya, setiap tempat ada perkataan yang tepat padanya). Anda jangan gebyah uyah dalam memahami Kitabullah dan Sunnah; kalau memang belum mengerti, ya harus legowo, belajar dulu; jangan mentang-mentang membuat penilaian tentang agama dengan asumsi sendiri.

    Ada kalanya kita lemah-lembut, ada kalanya harus menjelaskan, ada kalanya harus tegas dan keras, ada kalanya harus sabar, ada kalanya harus rujuk dengan pendapat orang lain, dan sebagainya… Jangan lembut terus, sebagaimana juga jangan keras terus. Kalau lembut terus, akhirnya negaranya dipreteli oleh orang-orang kufar; kalau keras terus, nanti umat manusia jadi putus asa. Tempatkan segala sesuatu sesuai proporsinya.

    Atau jangan2 anda memilih jalur Prof. Cipta Lesmana yg dengan gigihnya dan gegap gempita mengkritisi pemerintah….dan PSSI tapi setelah ditunjuk untuk membenahi PSSI malah ngga becus malah cengengesan.. Cengar-cengir saja…..nah saya suka FAKTA bukan menduga perbuatan FAKTANYA Prof Cipta GAGAL…..

    Respon: Saya sering dengar pendapat beliau, pendapat Efendi Ghazali, pendapat Sujiwo Tejo, pendapat Bambang Soesatyo, Maruar Sirait, dan sebagainya. Tapi saya tidak menempuh jalan mereka. Politik Islami ya Siayasah Islamiyah, politik yang didedikasikan untuk membangun maslahat kehidupan kaum Muslimin. Ya politik semacam itu yang kami rujuk, bukan model para politisi/pengamat/akademisi umum.

    Sudah banyak pengamat, penduga, tukang prediksi seperti LSI dan lain2 kelewat banyak…..itu syah2 saja krn mereka cari penghasilan…atau motivator macem mario teguh, Andrie Wongso …sampai2 di Bak belakang Truck sekarang ikut nongol tulisan kasar “Hidup ini tak semudah cocotnya Mario Teguh”……atau komentator Bola di TV kita yg kelihatannya lebih hebat kalau berkomentar ketimbang Sir Alex Ferguson ttg teknik bermain bola..tapi ketika jadi Coach di satu klub langsung terdegradasi?……

    Respon: Anda ini kenapa sih… Anda kaget banget ya melihat isi tulisan-tulisan di blog ini? Kalau begitu ya mohon maafkan saya… Mungkin sebaiknya Anda jangan berlama-lama disini, nanti tampah gak karuan.

    Sekarang begini saja…Anda mengkritik saya karena “banyak komentar ini itu”…iya kan. Kalau Anda kesatria, tolong Anda robohkan jejering sosial FB, Twitter, Anda robohkan semua forum-forum diskusi di internet (kaskus dsb), Anda robohkan semua itu. Sebab, disana lebih bejibun lagi pendapat, komentar, pandangan, dll. Tolong kalau Anda sudah berhasil merobohkan FB sehingga tak ada orang yang diskusi disana, beritahu saya. Anda akan saya pasang foto Anda besar-besar di blog ini sebagai penghargaan karena Anda telah menumbangan pusat diskusi manusia… Aku tunggu kabarnya ya.

    Atau anda percaya dengan isu Flu Burung (Avian Influenza) yg katanya membunuh orang di indonesia walau FAKTANYA tdk ada satupun dokter berani mediagnosis Mati krn FLU burung tapi pake Embel2 SUSPECT (diduga) lagi2 kata itu…..kalau benar flu burung sdh mewabah itu peternak2 ayam sdh meninggal dualuan ratusan atau bahkan ribuan……

    Respon: Yo wis sak karepmu…mau bilang flu burung, flu katak, flu cicak, flu kecoa, flu laron, silakan…silakan…aku dengerin saja…

    Kemarin saya sedih ketika ada seorang Muslim dengan penampilan meyakinkan seorang mukmin Berjenggot dll di Youtube Upload Video Praktekin Jahatnya Coca cola….pake uji coba Permen mentos yg tiba2 meledak….apakah anda akan ikut2 percaya? walau FAKTANYA andai kita menelan mentos sama coca cola pun perut kita tdk akan meledak ….dan FAKTANYA itu Reaksi Soda biasa krn bersentuhan dengan Glugosa berpori bisa meletup dan bisa dijelaskan amat ilmiah……….hanya krn ingin membrainwash umat bahwa lu mesti benci coca cola krn itu icon USA……

    Respon: Lha terus, apa disini aku berusaha menampilkan percobaan baso campur oli top one, campur nasi uduk, campur deterjen, pewangi molto…lalu dioplos menjadi “miras setengah hukuman mati”… apa aku melakukan yang begituan? Nah, kenapa kok curhatnya justru kesini?

    USA, ZIONIS dll….saya sendiri tdk suka ….muak dan sebagainya tapi bukan dengan cara konyol begitu yg mudah ditertawakan…..kalau tdk mau minum cola sebaiknya tidak main Facebook jijik..seharusnya krn Marck Zuckeberg pendiri FB adalah Yahudi sejati…atau jangan pake Google….atau bahkan jangan ake WordPress donk kan Matt Mulenweg si empunya juga KAFIR SEJATI….COME ON……

    Respon: Ya kalo gitu logikanya, ya orang kafir jangan bisnis sama kita dong. Amrik jangan beli minyak dari Saudi, biar ekonominya ajur-mumur. Liga Primer jangan jual siaran ke Indonesia, biar ditonton orang Inggris sendiri. Ya, dalam muamalah kan boleh saling kerjasama, selagi sama-sama adil, sama-sama bersikap sportif. Muamalah itu mirip olah-raga…boleh dilakukan lintas ideologi, selagi masing-masing menghormati posisi partner muamalahnya.

    Sedih bangsa ini mayoritas muslim tapi prilakunya kalah dengan Singapura, jepang, dll….mereka kafir tapi lebih beradap…meludah ditempat umum tdk dilakukan…membuang sampah pada tempatnya…menghargai privasi orang lain…di bangkok kalau ada ibu2 tua atau biksu orang berebutan memberikan tempat duduk di BUS umum…..PADAHAL MEREKA KITA LABEL KAFIR!!! tapi perilakunya malah mendekati ajaran islam.

    Respon: Setuju, setuju, setuju…sudah semestinya akhlak yang mulia dilakukan oleh setiap Muslim. Ajaran Islam gak kurang-kurang menjelaskan masalah itu. Hanya saja, karena di negara ini Islam menghadapi orang-orang seperti Anda (di level birokrasi, akademik, bisnis, politik) maka bangsa Indonesia sangat sulit dididik menjadi Islami perilakunya. Mestinya hal itu jangan salahkan orang Muslimnya, tapi negaranya juga. Di Malaysia yang Muslim disana tingkat disiplin orangnya juga tinggi.

    Saya rasa saya tidak perlu menjelaskan kaum kita spt apa perbuatannya….membunuh…memperkosa…menyembelih..membakar…gebukin umat yg tdk sepaham sampe mati….lebih barbar ketimbang suku barbar..dah Mirisnya semuanya sama-sama teriak Allahu Akbar..sambil saling bantai saling merasa benar………peng Upload Video mesum terbanyak tiap mau cari file di 4shared.com malah muncul file mesum dg bendera indonesia….dijabarkan sampai subuh tdk akan kelar.

    Respon: Ya, jangan berbuat sadistis begitu. Nabi Saw saja melarang membunuh hewan dengan api, sekalipun itu serangga.

    Itu yg musti dibenahi……bukan mengolok2 orang yg dg fakta membangun negeri……Praduga dahlan mau jadi president…pesananan USA….pesanan NEOLIB…..baca biografi si dahlan….penilaian saya dia salah satu orang yg tdk punya lagi kepentingan Politik berlebihan macem Surya PAlloh dan Aburizal Bakrie…..Dahlan sdh kaya krn kerja keras…sdh punya rumah mobil mewah…..helikopter ….nyawa sudah sisa …sehabis operasi hati…dia mempunyai cita2 mengabdikan kepada masyarakat. KITA LIHAT SAJA FAKTANYA SEPERTI APA SEJARAH AKAN MENCATAT……

    Respon: Ya, ya… Jadi intinya dana 37,6 triliun itu bukan dana main-main. Itu dana masyarakat, dana BUMN, dana bangsa Indonesia. Kalau untuk Mega Skandal Century yang ada penyelewengan dana 6,7 triliun kita sudah koar-koar, masak untuk “Super Mega Skandal Listrik Dahlan” yang melenyapkan dana negara 37,6 triliun kita diamkan saja? Ya tidak adil dong… Demi rasa cinta kita kepada masyarakat Indonesia, uang 37,6 triliun itu harus dituntut kepada Dahlan Iskan. Apapun alasannya, dia harus bertanggung-jawab. “Kalau perlu, digantung di Monas, sebelum Anas digantung… He he he…”

    Demi cinta kita kepada rakyat dan bangsa Indonesia, mari kita minta Dahlan bertanggung-jawab atas mega dana inefisiensi di PLN itu. Soal mau jadi presiden dan seterusnya…sudahlah lupakan dulu. Kita concern di menyuntut nasib dana negara ini. Terimakasih.

    Admin.

  62. pingoes berkata:

    kupikir respon anda akan mengungkapkan fakta…huuuuu mengecewakan cuma katanya toh….kata eks bakin…kata teman…kata google images…kata MUI JATIM….nanti kalau fatwa MUI nasional lain atau provinsi lain beda keputusan makin repot….nanti mirip nazaruddin katanya katanya…

    Soal syiah jatim kejadian sampang tajul muluk….itu dibunuhin gimana menurut anda? Nih pernyataaan polda jatim…….silahkan search kalau mungkin masih ada..kesan yg ada pertempuran syiah vs sunni….kronologis kejadiannya sdh lama dan akar masalahnya sangat2 memalukan sebenarnya….sodaranya tajul marah gara2 santri yg masih abg yg sdh di incarnya…oleh tajul dinikahkan dg orang lain..maka dia hengkang dari pesantren itu dan balik ke nu dan menggalang massa dg isu agama….ttg fatwa majelis yg anda sebut silahkan anda yakini sendiri. …subyektif atau tdk ya terserah

    Lucunya kementrian agama juga membantah mati2an bhw syiah itu sesat……yg benar mana?

    Tentang pki madiun lah anda kelewat baca apa? Nenek moyang dahlan justru yg dibantai pki madiun…..mustinya dahlan ini yg sakit hati…koq yg repot orang lain?…ngapain dahlan mau bermotivasi tonjolkan tokoh pki itu…..ini malah bukti bhw dia cukup obyektif yg memang dulu berjasa ya harus diakui..wong FAKTA sejarah terbaru dia berperan lebih pd 10 november..apa gara2 belakangan dia memberontak lantas hilang….yahhh model trik orba koq masih di pake….buang itu film si temon serangan fajar sama g30s biar ngak terpatri sama orba

    Balik lagi ke 37,6 trilyun….lenyap? Ngarang sekali jelas2 dibelikan bbm buat dibakar….walau itu boros….toh pembangkit listrik lain selain yg di jkt juga masih ada yg pake gas jelas boros makanya sama dahlan diganti ke gas…toh FAKTANYA PLN skrng untung tdk buntung terus seperti 5 tahun lalu.

  63. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    kupikir respon anda akan mengungkapkan fakta…huuuuu mengecewakan cuma katanya toh….kata eks bakin…kata teman…kata google images…kata MUI JATIM….nanti kalau fatwa MUI nasional lain atau provinsi lain beda keputusan makin repot….nanti mirip nazaruddin katanya katanya…

    Respon: Lha waktu saya sebutkan fakta, bahwa jurnalisitik Jawa Pos sekuler, karena saya baca koran itu selama SMP-SMA di Malang; Anda tidak sudi membahas masalah ini. Waktu saya sebut fakta, Dahlan membela tokoh eks PKI Madiun, yang kasus itu sendiri diprotes MUI Jatim, ormas-ormas Islam Jatim, dan seorang guru besar sejarah di Univ Negeri Surabaya; ini juga Anda tepiskan dengan segala macam opini.

    Waktu Anda bilang tulisan di blog ini isinya kebencian, praduga, taklid…lalu saya ambilkan contoh pandangan AC Manullang soal terorisme…mendadak Anda berkelit lagi, menuduh saya tidak memakai fakta-fakta. Padahal pandangan tokoh-tokoh itu, termasuk MUI Jatim soal Syiah, ia jelas-jelas berangkat dari fakta dan kasus-kasus. Masak sih mantan Ketua Bakin ngomong “asal bunyi”? Dia itu doktor lho.

    Soal syiah jatim kejadian sampang tajul muluk….itu dibunuhin gimana menurut anda? Nih pernyataaan polda jatim…….silahkan search kalau mungkin masih ada..kesan yg ada pertempuran syiah vs sunni….kronologis kejadiannya sdh lama dan akar masalahnya sangat2 memalukan sebenarnya….sodaranya tajul marah gara2 santri yg masih abg yg sdh di incarnya…oleh tajul dinikahkan dg orang lain..maka dia hengkang dari pesantren itu dan balik ke nu dan menggalang massa dg isu agama….ttg fatwa majelis yg anda sebut silahkan anda yakini sendiri. …subyektif atau tdk ya terserah.

    Respon: Menurut ulama-ulama NU Madura, dalam wadah BASSRA, kasus itu sudah terjadi sejak 2003, sejak Tajul Muluk pulang dari Timur Tengah. Masalah intinya ialah dakwah Tajul Muluk dan kawan-kawan yang sering mencaci-maki para Sahabat Nabi Saw. Ustadz Fahmi Salim, MA (ustadz asal Madura) berargumen: “Kalau Anda mendengar orangtua Anda dicaci-maki orang lain, apa reaksi Anda? Lalu bagaimana kalau yang dicaci-maki adalah Sahabat-sahabat Nabi yang kita muliakan melebihi orangtua?” Ini masalah utamanya. Adapun omongan soal “rebutan cinta”…itu hanya analisis orang-orang geblek yang coba menutupi masalah sebenarnya. Pelecehan simbol-simbol Islam dialihkan ke “cinta segitiga” (atau cinta “kotak-kotak”, “loncong”, dan seterusnya). Omongan Anda dalam hal ini mirip sekali dengan opini-opini yang disebarkan kaum Syiah Rafidhah yang telah difatwakan sesat dan menyesatkan itu.

    Lucunya kementrian agama juga membantah mati2an bhw syiah itu sesat……yg benar mana?

    Respon: Ya ulama-ulama sedunia, sejak zaman Imam Syafi’i sampai hari ini, telah menetapkan sesatnya Syiah Rafidhah. Dalam fatwa MUI Jatim itu rinci disebutkan bukti-bukti dan fakta pemahaman Syiah Rafidhah. Lalu menteri tertentu (Srydm Al) mengklaim Syiah tidak apa-apa, sambil tidak ada sandaran yang dijadikan pegangan. Omongan seperti itu kan politis saja…

    Tentang pki madiun lah anda kelewat baca apa? Nenek moyang dahlan justru yg dibantai pki madiun…..mustinya dahlan ini yg sakit hati…koq yg repot orang lain?…ngapain dahlan mau bermotivasi tonjolkan tokoh pki itu…..ini malah bukti bhw dia cukup obyektif yg memang dulu berjasa ya harus diakui..wong FAKTA sejarah terbaru dia berperan lebih pd 10 november..apa gara2 belakangan dia memberontak lantas hilang….yahhh model trik orba koq masih di pake….buang itu film si temon serangan fajar sama g30s biar ngak terpatri sama orba

    Respon: Anda ini bodoh ya… Ingat saudara, bukan hanya Orba yang menjadi musuh PKI. Gerakan-gerakan dakwah Islam di Nusantara, adalah musuh lain PKI yang tidak pernah Anda hitung. PKI telah menyusup ke gerakan DI/TII di Jawa Barat lalu membuat keonaran-keonaran, sehingga di kemudian hari DI/TII mendapatkan stigma negatif. PKI telah membunuhi santri, orang masjid, kyai di Madiun, Magetan, termasuk pesantren Takran. PKI telah menyerang kaum Muslimin di Bandar Betsi, Kanigoro Kediri, Indramayu. PKI telah menghasut Soekarno agar membubarkan Masyumi dan menjebloskan para pemimpinnya ke penjara. PKI telah memfitnah Buya Hamka, sehingga akhirnya beliau juga dijebloskan ke penjara. PKI telah memposisikan Buya Muhammad Natsir dan Bapak Syafruddin Prawiranegara, sebagai pemberontak PRII/Permesta, padahal motif utama mereka adalah mengkritisi sikap otoriter Soekarno, bukan memberontak. Dan lain-lain kenyataan.

    Anda ini anak kecil yang harus sering-sering mengademkan hati…tulis komen yang baik…jangan asal bunyi…

    Balik lagi ke 37,6 trilyun….lenyap? Ngarang sekali jelas2 dibelikan bbm buat dibakar….walau itu boros….toh pembangkit listrik lain selain yg di jkt juga masih ada yg pake gas jelas boros makanya sama dahlan diganti ke gas…toh FAKTANYA PLN skrng untung tdk buntung terus seperti 5 tahun lalu.

    Respon: Anda tahu, mengapa ada omongan soal INEFISIENSI? Ya karena PLN bisa menghemat anggaran, kalau dia menjalankan generator dengan bahan bakar lain. Jadi ada pembandingnya. Kalau generator itu hanya dijalankan oleh satu jenis BBM, maka tidak ada istilah inefisiensi. Artinya, PLN bisa berhemat jika memakai ini dan itu, dan akan boros kalau memakai yang lain. Uang itu jelas-jelas hilang, karena BOROS, seperti kata Anda. Boros selama Dahlan memimpin 2009-2010. Boros kalau sekali dua kali masih mending. Lha ini boros terus-menerus. Ya PLN untung karena bukan ditangani oleh Dahlan lagi…maybe.

    Admin.

  64. Frozen Condor berkata:

    Mas Abisyakir,

    Semua langkah mas Abi sebutkan seandainya menjadi dirut PLN sudah dilakukan Dahlan, bahkan lebih dari itu. Saya jadi ingin tertawa membacanya. Kalau ada pembaca lain yang sempat menjelaskan tolong jelaskan beserta linknya. Syukur-syukur mas Abi menemukan sendiri tulisan Pak Dahlan terkait langkah langkah manajerial versi mas Abi. Sudah deh mas, jangan merasa pintar sendiri dan menggurui.

    Saya cuma mau komen ini saja: masak untuk “Super Mega Skandal Listrik Dahlan” yang MELENYAPKAN dana negara 37,6 triliun kita diamkan saja?

    Mana sumber Anda yang mengatakan dana negara itu LENYAP???
    Laporan BPK kah? Silakan cermati lagi deh.. dana itu BUKAN LENYAP, tapi DIPAKAI UNTUK BELI BBM. Sudah tolong masalahnya dipersempit itu dulu, tak usah melebar kemana-mana. Dan seharusnya sudah clear jawabannya.

  65. Rakaie Pikatan berkata:

    @AbiSyakir :

    He..he….semangat mengkritik Dahlan ternyata Abis Syakir memilih opsi yg sama dengan Dahlan : memilih membakar BBM untuk menjaga Jakarta ‘bangun’.

    Trus apa bedanya ? Memangnya kalau yg memilih opsi bakar BBM itu Abi Syakir inefisiensi 37 T tidak terjadi. Terjadi juga khan ?

    Trus logikanya gimana, Anda mengkritik habis2an kebijakan yang jika Anda berada di posisi yang sama Anda juga akan melakukannya. Aneh.

    Betul sekali. Dua nama itu punya saya. Walapun nama saya belum sebanyak nama alias Anda, yang paling tidak ada 15 :

    1. Aa Qowiy
    2. Abdurrahman Nusantari
    3. Abu Abdirrahman Al Jawiy
    4. Abu Abdirrahman Al Thalibi
    5. Abu Abdurrahman
    6. Abu Abdurrahman (Min Thulabil Ilmi)
    7. Abu Abdurrahman An Nusantari
    8. Abu Abdurrahman At Thalibi
    9. Abu Abdurrahman Nusantari
    10. Abu Abdurrahman Qowiy
    11. Abu Abdurrahman Al Qowiy
    12. Abu Muhammad Waskito
    13. AM Waskito
    14. Anwar Shiddiq
    15. Joko Waskito

  66. abisyakir berkata:

    @ Rakaie…

    Memilih opsi BBM…maaf maksudnya BBG (Bahan Bakar Gas). Ya kalau ada yang ngirit ya pilihlah itu, bukan milih yang mahal. Maaf, maaf, maksud saya memilih yang lebih efisien (murah). Saya tadinya menyangka, bahan bakar gas sama juga termasuk “fosil oil”, ternyata berbeda sumbernya. Bis-bis busway di Jakarta bisa kok memakai BBG (bahan bakar gas). Maaf aku keliru menulis jawaban…

    1. Aa Qowiy
    2. Abdurrahman Nusantari
    3. Abu Abdirrahman Al Jawiy
    4. Abu Abdirrahman Al Thalibi
    5. Abu Abdurrahman
    6. Abu Abdurrahman (Min Thulabil Ilmi)
    7. Abu Abdurrahman An Nusantari
    8. Abu Abdurrahman At Thalibi
    9. Abu Abdurrahman Nusantari
    10. Abu Abdurrahman Qowiy
    11. Abu Abdurrahman Al Qowiy
    12. Abu Muhammad Waskito
    13. AM Waskito
    14. Anwar Shiddiq
    15. Joko Waskito.

    Komentar 1: Yang mula-mula menyebar nama-nama ini adalah KAUM AHLI FITNAH dari kalangan Salafi-salafi ekstrem. Mereka sebar di internet, lalu kalau orang ingin tahu, tinggal Google search, lalu terlihat fitnah-fitnah itu. Saya sebenarnya sudah membantah omongan fitnah orang2 itu lewat buku, tapi tampaknya ia tak mampu menahan merebaknya fitnah2 via internet. Sisi baiknya, semoga beredarnya fitnah2 itu mengurangi beban-beban dosa saya di sisi Allah Ar Rahiim. Saya sarankan kepada Anda (@Rakaie)…selagi hidup Anda belum ternoda dan terfitnah, berhentilah dari ikut-ikutan menyebarkan fitnah kaum ahli fitnah itu.

    Komentar 2: Kata Anda kita kan mesti mengembangkan diskusi yang beradab. Mengapa jadi personal attacking begini ya? Apa yang demikian ini termasuk beradab? Dalam banyak diskusi Anda sering emosional ketika menyerang; tapi setelah dijawab Anda “tiba-tiba lari begitu saja”. Ya berhati-hatilah, sayangi hidupmu, hidup keluargamu, dan hidup ummat ini.

    Komentar 3: Sebenarnya, nama-nama itu bukan 15 seperti yang Anda bayangkan. Nama itu hanya sedikit, yaitu: Abu Abdurrahman. Adapun Al Jawiy karena saya memang orang Jawa; Al Nusantari karena kita dari Nusantara; At Thalibi karena kita ini penuntut ilmu; Qowiy karena memang nama anak saya “Muhammad Abdurrahman Qowiy”. Jadi Abu Abdurrahman Qowiy, Abu Abdurrahman Al Qowiy, atau disingkat AA. Qowiy; ini adalah nama-nama yang sama. Mengapa hal itu harus dihitung tiga?

    Adapun Abu Muhammad Waskito atau AM. Waskito, atau Joko Waskito, ini masih seputaran nama asli; hanya pada Joko-nya diganti kunyah (nama yang disandarkan kepada anak) Abu Muhammad. Tadi masih ingat, nama anak saya: Muhammad Abdurrahman Qowiy? Nah, kata “Muhammad” diambilkan dari saya.

    Disini ada segala kejujuran, sikap terbuka, dan apa adanya… Lalu mengapa sikap demikian dihadapi dengan “personal attacking”? Kami berusaha melayani dan membantu ummat ini, sekuat kesanggupan kami. Tapi ya beginilah yang mesti dihadapi dari manusia-manusia “pemakan fitnah”. Sejauh ini saya tidak tahu @ Rakaie Pikatan itu siapa? Apa ini nama asli atau bukan? Apa aktivitasnya? Bagaimana interaksinya dengan Islam?

    Intinya Saudara, berhati-hatilah, berhati-hatilah…ada pihak-pihak lain yang senantiasa mencacat dan mengawasi gerak-gerikmu… Sykuri setiap yang nikmat yang kamu terima, jangan gunakan hal itu untuk menyebar fitnah dan mafsadah.

    Admin.

  67. abisyakir berkata:

    @ Frozen Condor…

    Lha duit itu diboros-boroskan, dibuang-buang untuk membeli BBM yang lebih mahal, padahal ada alternatif lain yang bisa dipakai. Apa pemborosan itu bukan buang-buang duit sehingga duit BUMN lenyap?

    Kalau ada tiket nonton bola di GBK harga standar 50 ribu; lalu Anda tidak dapat tiket itu, tetapi mesti beli di calo seharga 150 ribu; kira-kira duit Anda yang 100 ribu lenyap tidak?

    Admin.

  68. Frozen Condor berkata:

    Lha dari definisi saja sudah keliru.. yang disebut lenyap itu tidak jelas dan tidak terlacak peruntukannya. Lha ini jelas untuk beli tiket yang lebih mahal.. Bukan lenyap namanya ..Paling Anda akan dibilang tidak bisa berhemat, tapi tidak akan disebut menghilangkan uang kan?

    contoh tiket Anda itu bagus. sekarang tiket untuk beli gas habis, yang ada tiket bbm. Anda diharuskan masuk ke stadion itu.. dan uang juga tersedia, apa Anda tetap tidak beli tiket itu? Dahlan itu, prioritasnya yang pertama adalah menjamin ketersediaan pasokan listrik rakyat, baru prioritas efisiensi di PLN.

    dalam kasus kurangnya tiket murah itu, yang lebih pantas dipermasalahkan Anda atau penyedia tiketnya?

  69. Mohammad Fauzhan berkata:

    Janji2 manis yg mudah diumbar dahlan iskan, semuanya omong kosong belaka. Dia habiskan waktunya hny utk aktivitas2 konsumsi media. Tidak ada keputusan strategis yg benar2 telah diambil oleh dahlan iskan. Semuanya masih wacana. BUMN2 rusak pun blm ada yg diperbaiki. Jika dibandingkan dgn menBUMN yg lama mustafa abubakar, kinerja dahlan iskan ini jauh dibawah Mustafa Abubakar. Apalagi sofyan djalil. Kinerja dahlan di PLN yg hambur2kan uang negara dalam setiap solusi masalah dianggap sbg kelemahan utama dahlan yg memang tdk mengerti. Dahlan iskan hanya jago di media. Buat isu, bentuk opini, pencitraan, kelola koran dst. Tapi dia lemah dlm manajemen korpofasi BUMN. Hal ini disebabkan karena dahlan iskan hny alumni IAIN, beberapa orang malah bilang dahlan hanya tamat SMA. Dia tdk mengerti manajemen. Ketidakmengertian dahlan iskan terhadap manajemen BUMN, birokrasi pemerintahan dan politik menyebabkan dia tabrak sana sini. Kacau. Namun semua kelemahan ini dia tutupi dengan penguasaan dia thdp opini dan berita di jaringan media miliknya dan media2 bayarannya

  70. Mohammad Fauzhan berkata:

    Rp. 37 Triliun kerugian negara di PLN akibat negligence (kelalaian), gross negligence ( kecerobohan), korupsi (crime) Dahlan Iskan al : Kebijakan yg merusak PLN : Sewa diesel yg setiap 100 MW merugikan negara 2 T/thn atau US$ 200 Juta = membangun 2 unit PLTU 200 MW. Dengan sewa diesel tsb maka diesel milik PLN jadi tdk dirawat/diperbaiki krn sistem sewa membuat karyawan santai & kurang peduli. Sistem sewa yg tdk dikendalikan dan jor2an semasa Dirut Dahlan Iskan juga mengakibatkan Pembangkit2 yg rusak tidak segera diperbaiki

    PLTU Embalut di Kaltim yg tdk masuk kategori mine mouth tetapi dgn langgar prosedur menjadi masuk kategori tsb shgg dpt ditunjuk langsung. PLTU Embalut itu adalah bekas milik Dahlan Iskan yg saat itu menjabat Dirut PLN. Patut diduga ada kolusi Dahlan & pembeli PLTU Embalut. PLTU Embalut milik Dahlan iskan itu juga diperbesar kapasitasnya tanpa memenuhi prasyarat2 yang berlaku di PLN

    Keharusan menyambung semua calon pelanggan untk pencitraanya mengakibatkan banyak peralatan meledak krn overload yg merugikan PLN, Kerugian PLN /Negara ini tidak tidak pernah menjadi fokus dan concern manajemen & internal PLN karena gaya leadership Dirut DIS

  71. Mohammad Fauzhan berkata:

    Penurunan laba pd tahun 2009 dan 2010 serta kelebihan penggunaan anggaram subsidi dan cadangan energy TIDAK MENJADI prioritas direksi. Kerugian2 PLN tersebut tertutupi oleh pencitraan luar biasa dari dirut PLN dan kompensasi melebihi normal yang diberi kpd karyawan PLN. Program2 bombamtis dan spektakuler dari dirut PLN seperti memasang sambungan 1 juta pelanggan, membangun PLTS di daerah2 terpencil program penerangan 1000 pulau dll, lebih merupakan program pribadi dirut PLN yang membebani keuangan PLN dan negara,. Beban negara akan membengkak dlm 5 thn kedepan karena life time yg pendek, didominasi produk cina,investment cost dan maintenance operation cost mahal dll, tidak hny dikelola oleh PLN tetapi dikelola oleh Kementerian terkait seperti KemenESDM, Koperasi, PDT dst

    Inefisiensi yang terjadi semasa Direktur Utama PLN 2009 – 2011 menimbulkan kerugian negara 37.6 Triliun dan akan semakin membesar jika Jika tidak dilakukan tindakan koreksi atas kebijakan dan strategi mantan dirut Dahlan iskan yang sanga keliru dan bebani PLN/negara

    Total kerugian negara 37.6 Triliun ini adalah akumulasi dan kombinasi kesalahan manajemen, leadership, fungsi & strategi Dirut PLN. Kesalahan yang bersifat kelalaian dapat segera dikoreksi secepatnya dan sebagian telah dijalankan oleh direksi PLN yang baru. Namun, kecerobohan, kesalahan fatal dan kebijakan yang mengandung unsur pidana harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yg berlaku

    Itulah sebagian kesimpulan audit BPK terhadap inefisiensi di PLN yg rugikan negara 37.6 Triliun semasa dahlan iskan jadi dirut PLN. Perincian disektor2 mana saja terjadi pemborosan, KKN dan kerugian negara dapat dilihat pada RDP Dahlan Iskan dan DPR. Sayangnya RDP tersebut belum terlaksana karena dahlan iskan selalu mangkir dipanggil DPR dengan 1001 alasan. Dahlan Iskan menyadari konskewensi dari kesalahan fatal dan KKN yg dia lakukan di PLN yang telah merugikan PLN, rakyat dan negara

  72. Mohammad Fauzhan berkata:

    Sebaiknya BPK lakukan audit investigasi soal pemborosan PLN th 2009-2011 yg akibatkan subsidi bbm naik sekitar 49T. Kenaikan subsidi yg bgt besar menyebabkan Pemerintah mau naikkan harga BBM dlm pembahasan APBNP yg menghebohkan dulu itu.

    Kebijakan Dirut PLN waktu itu yg gunakan powerplan diesel bekas dari china tlh rugikan uang negara bgt besar. sy sdh ungkap masalah pemborosan PLN tsb ketika saya tantang rencana kenaikan harga BBM awal th ini dan kami daftar gugatan ke MK

    Sekarang pemborosan yg naikkan subsidi yg baru diaudit BPK baru sekitar 38T saja sdh menghebohkan. Belum semua diaudit. Hrs diaudit lbh jauh pemakaian mesin bekas dari china yg boros itu, utk ungkap kemungkinan ada pihak yg cari untung utk kepentingan sendiri. Coba BPK audit lbh jauh pemborosan tsb biar jelas duduk soalnya. Dengan audit kinerja terhadap PLN, BPK tdk rekomendasikan pengusutan lbh lanjut atas pemborosan PLN, yg bawa akibat kenaikan subsidi BBM tsb

    Setelah baca laporan BPK, DPR dapat minta BPK lakukan audit investigasi atas pemborosan PLN. Hslnya dpt direkom ke KPK/Kjgung utk tdlanjut..

    Fakta dan data jangan dibalas dengan wacana,omong kosong,pencitraan..Rakyat sudah melek.

  73. Mohammad Fauzhan berkata:

    Janji DIS yg pertama adalah mengenai tekadnya menjadikan Pertamina sbg BUMN yg maju dan mampu kalahkan Petronas dlm 2 thn ke depan.Padahal kita semua tahu janji dahlan itu adalah mustahil alias angin surga karena asset dan omset Petronas hmpir 2 kali lipat Pertamina.Itu artinyan, janji yg diucapkan dahlan iskan itu hanya utk “menyenangkan publik” indonesia yg memang pelupa dan mudah percaya.
    Janji dahlan iskan lainnya adalah menyelesaikan kemacetan parah dan antrian panjang di Pelabuhan Merak. Dia janji akan benahi PT ASDP.Bahkan Dahlan sesumbar akan selesaikan antrian panjang di Merak tersebut hny dalam waktu satu bulan saja. sampai saat ini gak ada hasil tuh.Skrg Dahlan berkilah bhw sumber masalah antrian panjang tsb bukanlah ASDP tp otoritas pelabuhan. Faktanya, ASDP gagal sediakan kapal.
    DIS tipu publik dgn tawarkan tol gratis jk ada antrian tol lebih dari 5 mobil. Faktanya, sampai detik ini antrian panjang & tetap bayar.
    Terpenting Dahlan Iskan janji akan bubarkan Petral sarang korupsi terbesar, nyatanya dia gagal total& takluk pd mafia Minyak.
    Dahlan Iskan umbar janji sediakan 100.000 ha lahan sawah baru utk dukung ketahanan pangan. Faktanya sampai hari ini baru 3.000 ha.
    Janji Dahlan bereskan masalah PT. Merpati jg tak jelas. Sudah pakai sayembara2 berhadiah avanza pun, hasilnya NOL. Merpati makin hancur.
    Dahlan Iskan janji angkat profesional2 muda sbg direksi BUMN. Faktanya, direksi2 tua, korup dan tak becus tetap dipertahankan.
    Diluar janji2 dahlan yg berjibun terkait BUMN yg sampai sekarang tak terpenuhi, ada janji lain yg tak masuk akal dan hany utk pencitraan.
    Dahlan Iskan “gemar umbar janji”. Tujuannya agar publik senang dan citranya bagus. Ga peduli apakah janji itu dipenuhi atau tidak

  74. Mohammad Fauzhan berkata:

    Dahlan juga gemar keliling kemana2 urus masalah remeh temeh yg tak terkait dgn urusan BUMN. Padahal 140 BUMN & ratusan anak BUMN terlantar.
    Semua janji dahlan iskan itu tidak ada yg terealisir. Publik hanya diberi janji dan harapan kosong demi pencitraan semu..

  75. Mohammad Fauzhan berkata:

    Dahlan semakin cuek & jarang berada di kantor utk tangani maasalah2 strategis BUMN. Dia maju terus dgn agenda pribadi..Mana Rencana Strategis BUMN dari DIS??

  76. Rakaie Pikatan berkata:

    @Abi Syakir :
    Anda menampilkan nama2 saya dan sayapun menampilkan nama2 Anda. Ada yang salah ?

    Saya menerima nama2 itu (yang Anda bilang ada unsur fitnahnya) dan menampilkannya di sini seperti Anda menerima SMS tentang Dahlan itu (yang juga ada unsur fitnahnya) dan menampilkannya di sini. Tidak berbeda khan ?

    Oh … Anda keliru lagi tho ? Kalau begitu gimana jelasnya ? Apakah maksudnya Anda memilih pakai gas, berbeda dengan Dahlan yang TERPAKSA memilih pakai BBM ? Begitu ? Trus dapet gasnya dari mana Pak. Khan sudah berkali-kali dibilang gasnya gak ada karena Kementerian ESDM memilih memprioritaskan gas untuk sektor industri.

    Katakan kepada sidang pembaca Anda memilih pakai gas dapat gasnya dari mana ?

    (Diskusi sudah sejauh ini dan Anda, ternyata, bahkan, salah membedakan antara BBM dan BBG).

    Saya tidak tiap hari mantengin blog Anda. Sekali-kali saja. Kalau karena itu Anda bilang saya ‘tiba-tiba lari begitu saja’, ya gak apa-apa. Silahkan.

    …. jangan gunakan hal itu untuk menyebar fitnah dan mafsadah.
    Terima kasih nasehatnya ….. ini juga berlaku untuk Anda saat Anda menampilkan SMS itu.

    …ada pihak-pihak lain yang senantiasa mencacat dan mengawasi gerak-gerikmu…
    Alhamdulillah saya tahu. Allah SWT yang senantiasa mengawasiku. Malaikat Rakib dan Atit yang senantiasa mencatat amal-amalku.

  77. Pingoes berkata:

    Respon: Anda ini bodoh ya… Ingat saudara, bukan hanya Orba yang menjadi musuh PKI. Gerakan-gerakan dakwah Islam di Nusantara, adalah musuh lain PKI yang tidak pernah Anda hitung. PKI telah menyusup ke gerakan DI/TII di Jawa Barat lalu membuat keonaran-keonaran, sehingga di kemudian hari DI/TII mendapatkan stigma negatif. PKI telah membunuhi santri, orang masjid, kyai di Madiun, Magetan, termasuk pesantren Takran. PKI telah menyerang kaum Muslimin di Bandar Betsi, Kanigoro Kediri, Indramayu. PKI telah menghasut Soekarno agar membubarkan Masyumi dan menjebloskan para pemimpinnya ke penjara. PKI telah memfitnah Buya Hamka, sehingga akhirnya beliau juga dijebloskan ke penjara. PKI telah memposisikan Buya Muhammad Natsir dan Bapak Syafruddin Prawiranegara, sebagai pemberontak PRII/Permesta, padahal motif utama mereka adalah mengkritisi sikap otoriter Soekarno, bukan memberontak. Dan lain-lain kenyataan.

    Anda ini anak kecil yang harus sering-sering mengademkan hati…tulis komen yang baik…jangan asal bunyi…

    Respon: Nah ini dia korban propaganda politik orba via film2 …..adalah PKI memberontak itu sebuah kebenaran…..adalah PKI propaganda disana-sini di era awal2 kemerdekaan sampai peristiwa 1965 adalah kebenaran pula….karena apapun itu namanya politik baik jaman dulu jaman sekarang ya tetap politik…dari jaman sebelum masehi perang Kaisar Chin dg Tsun Su nya sampai era SBY pun sama trik dan intrik…..politik.

    Tapi saya cukup kaget anda yg dengan bangganya sdh mengikuti dan membaca dari dulu tdk melihat bahwa semua sejarah ttg lubang buaya, kanigoro,..bandar betsi bahkan terakhir soal eksekusi karto soewiryo yg fotonya di ungkap oleh fadli zon akhir ini2 adalah sejarah yg harus direvisi…..

    Banyak sekali fakta sejarah saat ini yg dikaji ulang dengan era keterbukaan informasi dan teknologi yg semakin nyata mengungkap kebohongan peristiwa lampau dengan bumbu2 nya….ttg peristiwa2 yg terjadi dan yg anda sebut memang ada dan benar tapi bahwa ketika itu peran otoriter dan militer dalam membrainwash umat di level bawah memang sangat luar bisa…..

    fakta yg unik ketika terjadi genosida terhadap anak dan sanak saudara tokoh politik era 65-70-an yg cukup mengerikan itu di jawa barat justru tdk terjadi secara massive……..krn pimpinan militernya tdk tunduk terhadap order pusat…dan di jateng, jatim bali terjadi pembantaian yg mengerikan culik tangkap tembak ..tanpa peradilan….

    Pengakuan USA lewat pembukaan dokumennya setelah puluhan tahun sungguh mengejutkan …memang di era 65 terjadi operasi CIA dan USA mengakuinya krn pengarus Soviet dan RRC wkt itu sedemikian hebat…ini persoalan politik….PKI itu bukan paham alairan tanpa tuhan …dia faham sosialis yg semata2 faham ideologi Baca : Karl Marx tidak ada teori ttg yg mengajarkan tdk percaya agama…..tapi apapun itu memang PKI di indonesia bersalah dan harus di bubarkan……..

    Balik ke masalah Soemarsono yg menjadi akibat dari topik ini muncul….mengungkapkan fakta bahwa dia berperan dalam 10 november tdk masalah …itu sekedar fakta…..mau dia dibelakang menjadi PKI itu bukan urusan dan menghilangkan fakta bahwa dia dulunya punya peran dalam pertempuran 10 november….media memang seharusnya tdk subyektif ….Paham!!!!???

  78. Pingoes berkata:

    Sudara Rakaie pikatan …..Trus menurut anda siapa yg cocok jadi mentri BUMN atau jadi pimpinan nasional?……apakah Rhoma Irama yg hari ini keukeh mencalonkan diri Jadi President …yg katanya di dukung ulama2 se Endonesia dan habib2?……

    Atau Aburizal bakrie yg singkatan ARB muncul di tipi saban hari? katanya mbela kaum miskin sementara korban lumpur lapindo menjerit….

    Atau Surya Paloh yg nyata2 awal berdirinya sumpah2 bahwa NASDEM itu hanya oraganisasi kemasyarakatan sehingga Sri Sultan TERTIPU ikut2 tan …trus belakang ketahuan jadi PARPOL walau Sumpah2 pula kalau NASDEM dulu itu bukan Partai NASDEM?

    Atau Prabowo lewat HKTI nya yg juga tiap wkt muncul di TV dengan janji membela petani dan rakyat, sementara dulunya sejarah hitammnya membatai rakyat lewat kopasusnya?…

    Itu semua FAKTA lho!!!….

    Kenapa harus alergi sekali dengan seorang seperti dahlan Dahlan dan Mahfud MD??? sehingga berusaha mencari2 kesalahannya walaupun terkesan anda kesulitan mencari celanya…..apakah karena mereka orang2 yg dipandang sebagian orang sebagai sosok SOK IDEALIS…..

    FAKTAnya dg Jawa Pos Groupnya dia sukses tanpa menyusahkan orang lain atau berkasus….

    Kalau brakrie group jelas2 nyusahin warga sidoarjo dan ngemplang Pajak negara Via Kaltim Prima Coalnya…ngerusak alam KALTIM secara Brutal….dg bikin lobang2 batubara …hancur hutannya….

    kalau prabowo…waduh jelas2 mirip Film The Assasin lah….

    Surya palloh? wahhh setali tiga uang sama bakrie dosa yg dulu belum abis skrng sdh siap2 menggelontor Mercury via pengolahan emas di bukit 7 Banyuwangi….

    Kalau Rhoma? no Comment lah ….kalau tdk tahu anda itu TER LA LUH……

  79. Pingoes berkata:

    Maaf Maksud saya ditujukan kepada Sudara Muhammad Fauzan bukan Rakaie pikatan (Salah masukin nama )…….sekali lagi maaf saudara Rakaie….

  80. Rakaie Pikatan berkata:

    @Pingoes :

    Sudara Rakaie pikatan …..Trus menurut anda siapa yg cocok jadi mentri BUMN atau jadi pimpinan nasional?

    Pertanyaan Anda koq ke saya. Salah alamat Om. Seluruh komen saya dari atas ke bawah justru ingin memberi pencerahan kepada Admin blog perihal inefisiensi dalam laporan Audit BPK.

    Dengan latar belakang auditing saya, terlihat terang-benderang bahwa inefisiensi PLN bukan karena faktor fraud.

    Masalahnya ybs gak paham2 juga. Sampai detik ini. He..he..

  81. Pingoes berkata:

    Sudah diralat sudara Rakaie ….mungkin belum muncul atau bagaimana……itu saya tujukan kepada Muhammad Fauzan maaf salah masukin nama…….

  82. abisyakir berkata:

    @ Rakaie…

    Halah, Anda ini terlalu takabbur, sangat mudah men-stigma orang. Seakan dalam kamus diskusi Anda, sangat nikmat melakukan adu argumentasi dengan “men-stigma”. Ya, saya kan tidak bisa membalas seperti itu, kecuali kalau Anda sudah berlebihan. Kalau saya lihat, sedikit bantahan Anda terhadap data-data yang disampaikan Muhammad Fauzan.

    Soal inefesiensi PLN, kembali kesana, karena Dahlan Iskan mengganti bahan bakar batu bara ke bahan bakar minyak (BBM). Hal ini menimbulkan lonjakan cost yang tinggi. Untuk beralih ke gas, seperti kata Anda, penyedia gas-nya tidak ada. Atau tidak mau memberi (bisa jadi). Perlu diingat, kalau bahan bakarnya berubah, tentu mesin-mesin konversi untuk mengubah bahan bakar menjadi tenaga gerak itu, juga berubah. Disini ada masalah, dengan didatangkannya banyak genset-genset dari China, melalui sistem sewa, untuk mendukung operasi pembangkit listrik dengan bahan bakar BBM itu. Menurut yang saya dengar, katanya pihak DPR akan mempertanyakan soal penggunaan genset-genset itu, serta pengadaannya. Mereka sedang merencanakan pertemuan khusus dengan Dahlan soal ini. Malah sempat dibentuk “Panja Hulu Listrik” untuk mendalami masalah ini. Bahkan dalam pembelaan terakhir, Dahlan mengatakan, kalau dia salah, mestinya yang lain-lain juga terlibat. Itu artinya, dia sudah mengaku bersalah; hanya saja, di mata Anda dan kawan-kawan, dia selalu clean, clear, calm, and confident.

    Banyak data yang disampaikan oleh Muhammad Fauzan yang relevan, tapi kenapa nih @ Rakaie tidak membahas itu. Malah kesannya, dia sangat menikmati men-stigma saya dengan komentar-komentarnya itu. Ada kesenangan pribadi ya disana?

    Sesalah-salahnya saya dalam menyerang Dahlan Iskan, andai dianggap demikian, ada tujuannya; yaitu menyelamatkan kepentingan kaum Muslimin, semampu saya dari manusia setipe dia. Di mata kami, manusia seperti Dahlan itu sangat berbahaya bagi masa depan bangsa Indonesia; sama berbahaya-nya dengan manusia-manusia sejenis yang sedang memimpin, atau pernah memimpin. Ya masih seputaran orang-orang yang terlibat dalam jaringan Rotary atau Lions Club, dan sejenis itu. Meskipun jujur diakui, sulit mencari alternatif pemimpin lain yang pro kebaikan, berani mati, dan merupakan tipikal manusia beriman.

    Tapi apapun yang kami lakukan, ada niat baiknya disana; meskipun hal itu kalau dijelaskan, harus berpanjang-panjang. Adapun Anda, apa motivasi Anda melakukan stigma-stigma begitu?

    Admin.

  83. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Nah ini dia korban propaganda politik orba via film2 …..adalah PKI memberontak itu sebuah kebenaran…..adalah PKI propaganda disana-sini di era awal2 kemerdekaan sampai peristiwa 1965 adalah kebenaran pula….karena apapun itu namanya politik baik jaman dulu jaman sekarang ya tetap politik…dari jaman sebelum masehi perang Kaisar Chin dg Tsun Su nya sampai era SBY pun sama trik dan intrik…..politik.

    Komentar: Anda ini aneh. Pemberontakan itu benar-benar ada. Letkol Untung melakukan pidato di RRI, menyatakan ini dan itu, semua itu ada. Soal mereka dikendalikan ini itu dan seterusnya, itu masalah lain. Yang jelas, secara operasional gerakan pemberontakan PKI 1965 itu ada. Sebagai contoh, peristiwa Bom Bali I 12 Oktober 2002. Kami tahu bahwa peristiwa itu direkayasa dan seterusnya; tapi kami tidak bisa memungkiri bahwa peristiwa Bom Bali I itu ada dan terjadi, pelakunya ya Imam Samudra dan kawan-kawan itu. Saksi sejarah tentang peristiwa 65 itu masih ada. Dan kaum PKI terus berusaha untuk menghapus sejarah tersebut, atas nama kebohongan Orde Baru.

    Tapi saya cukup kaget anda yg dengan bangganya sdh mengikuti dan membaca dari dulu tdk melihat bahwa semua sejarah ttg lubang buaya, kanigoro,..bandar betsi bahkan terakhir soal eksekusi karto soewiryo yg fotonya di ungkap oleh fadli zon akhir ini2 adalah sejarah yg harus direvisi…..

    Banyak sekali fakta sejarah saat ini yg dikaji ulang dengan era keterbukaan informasi dan teknologi yg semakin nyata mengungkap kebohongan peristiwa lampau dengan bumbu2 nya….ttg peristiwa2 yg terjadi dan yg anda sebut memang ada dan benar tapi bahwa ketika itu peran otoriter dan militer dalam membrainwash umat di level bawah memang sangat luar bisa…..

    Komentar: Iya, perlu ada revisi. Tapi dalam hal apa dulu? Dalam hal yang merupakan fakta-fakta besar, fenomenal, atau dalam hal perincian-perincian? Dalam soal foto-foto SM Kartosoewirjo rahimahullah itu, kan masalahnya soal dimana beliau dieksekusi, dimana makamnya, bagaimana cara eksekusinya? Sedangkan, fakta bahwa beliau dieksekusi pemerintahan Soekarno (atas desakan PKI juga), itu tidak diragukan lagi. Soal perincian-perincian jelas harus diperbaharui, tapi soal fakta umum yang disaksikan manusia dalam jumlah kolektif (hitungan sangat besar); hal demikian mau direvisi bagaimana lagi?

    fakta yg unik ketika terjadi genosida terhadap anak dan sanak saudara tokoh politik era 65-70-an yg cukup mengerikan itu di jawa barat justru tdk terjadi secara massive……..krn pimpinan militernya tdk tunduk terhadap order pusat…dan di jateng, jatim bali terjadi pembantaian yg mengerikan culik tangkap tembak ..tanpa peradilan….

    Komentar: Ya karena di Jatim dan Jateng, kader PKI sudah mampu masuk ke birokrasi-birokrasi, bahkan ke struktur aparat TNI/polri. Sementara di Jawa Barat masyarakat cenderung religius dan tidak reaktif seperti umumnya orang Jawa Timur (kalau sudah terlibat konflik). Jawa Barat secara teritorial di bawah Kodam Siliwangi, mereka punya hubungan sejarah dengan anasir-anasir DI/TII. Bahkan harus Anda ingat, sejak lama Jawa Barat itu dikenal sebagai “basis Masyumi”.

    Pengakuan USA lewat pembukaan dokumennya setelah puluhan tahun sungguh mengejutkan …memang di era 65 terjadi operasi CIA dan USA mengakuinya krn pengarus Soviet dan RRC wkt itu sedemikian hebat…ini persoalan politik….PKI itu bukan paham alairan tanpa tuhan …dia faham sosialis yg semata2 faham ideologi Baca : Karl Marx tidak ada teori ttg yg mengajarkan tdk percaya agama…..tapi apapun itu memang PKI di indonesia bersalah dan harus di bubarkan……..

    Komentar: Lalu bagaimana dengan praktik politik di negara-negara Marxis itu? Apakah mereka memuliakan agama, mengembangkan agama, atau justru membantai kaum beragama (Muslim khususnya)? Bagaimana Jihad Imam Syamil di Kaukasus? Bagaimana jihad Mujahidin di Afghan di era Burhanuddin Rabbani dan kawan-kawan? Bagaimana perjuangan rakyat Muslim Asia Tengah menghadapi regim-regim Komunis? Bagaimana genosida Serbia (mantan Yugoslavia) terhadap Muslim Bosnia? Bagaimana genosida RRC terhadap Muslim Uighur di Xinjiang? Menurutmu…apa cuma kamu saja yang melihat sejarah PKI/komunis ini?

    Balik ke masalah Soemarsono yg menjadi akibat dari topik ini muncul….mengungkapkan fakta bahwa dia berperan dalam 10 november tdk masalah …itu sekedar fakta…..mau dia dibelakang menjadi PKI itu bukan urusan dan menghilangkan fakta bahwa dia dulunya punya peran dalam pertempuran 10 november….media memang seharusnya tdk subyektif ….Paham!!!!???

    Komentar: Tunggu dulu, apa yang berjuang di 10 November itu cuma Soemarsono? Lalu bagaimana dengan yang lain? Apakah kontribusi mereka tidak lebih hebat dari Soemarsono? Soal memuji-muji Soemarsono, itu bisa sangat sensitif bagi keluarga korban pembantaian PKI Madiun oleh PKI. Mereka terbukti protes atas tulisan berseri Dahlan itu. Sebagai perbandingan, siapa tak kenal Bung Tomo dalam peristiwa 10 November? Tapi mengapa pemberian gelar pahlawan kepada beliau begitu telat, padahal jelas-jelas beliau terlibat memimpin dalam battle di Surabaya ketika itu. Ya karena, beliau dianggap simpati ke DI/TII. Kalau Bung Tomo yang jelas-jelas berjasa itu diperlakukan demikian, apakah kaum Muslimin harus rela melihat Soemarsono, otak kekejaman dalam pemberontakan PKI Madiun, harus dipuji-puji oleh Dahlan Iskan?

    Admin.

  84. Pingoes berkata:

    Kebencian terhadap seseorang memang terkadang membutakan manusia akan fakta yg ada pada seseorang tersebut, mau diskusi sampai berbuihpun fakta-fakta yg ada tidak akan terlihat….hanya yg melihat jeleknya terus….

    Fakta bahwa listrik sekarang tdk byar pet pun hilang….fakta bhw BUMN PT. IKI skrng mulai bergairah …PT. Batan dg radio isotopnya bisa bergairahpun tdk dilihat…PT. Perkebunan Nusantara…pabrik2 gula mulai profit…ya akan tetap tdk dilihat….dan contoh lain yg terlalu panjang disebut…

    Bahkan sekiranya nanti banyak hal2 baru yg akan terjadipun tdk akan dilihat……

    Atau bahkan fakta2 yg ada kalau bisa di poles sana-sini di putarbalikkan…..dulu namanya PLN selalu dicela sulit pasang baru bisa berbulan2….masa tunggu lama…listrik defisit…skrng kebalikan….buka pasang baru cepat…bahkan di taman2 kota mobil listrik jemput bola siap layani pemasangan baru…listrik surplus…..di kantor2 PLN terpampang butir2 kata2 penyemangat..dan anti suap….pelayanan cepat…

    dulu kalau PLTU telat dapat batu bara …atau PLTA surut air dimusim kemarau ..jawa bali musti ada pemadaman bergilir…terlalu besar cost yg ditimbulkan sebagai multiplier effect dari gagalnya pemenuhan listrik….perusahan2 banyak yg ttdk effisien cost produksi naik, daya saing product yg dihasilkan malah kalah sama product China murahnya……

    Dalam wkt singkat 6 bulan indonesia dihadapkan pada persoalan defisit listrik….kalau pake pola pikir biasa misalnya bangun pembangkit listrik tdk peduli itu PLTU, PLTA, PLTG, PLTS atau PLTD pun akan butuh dana APBN yg besar butuh wkt lama bisa bertahun2…..

    Maka dari itulah muncul ide tdk biasa …Swastapun punya peran leluasa membangkitkan listrik…maka turba, Graha power, sakti mulia mas, leyand int, meta epsi pejebe pun jualan ke PLN….siapapun syah2 saja berinvestasi di listrik utk menambal defisit……sementara itu Negara bisa dengan tenang membangun pembangkit2 baru yg memakan wkt lama itu….hasilnya? Cukup Efektif….hal yg tadinya tdk mungkin dalam 6 bulan bisa teratasi…toh walau dengan kompensasi beban yg ditanggung PLN cukup berat Perusahaan2 pabrik bisa beroperasional dg Cost yg terjamin tdk turun naik, trilyunan rupiahpun bisa di tekan………..mau sampai puluhan tahunpun perusahaan di indonesia tdk akan lepas dari Operasional cost yg tinggi kalau masih Infrastruktur jalan lobang2 dan macet yg membuat truck2 memboroskan BBM.. serta listrik byar pet tetap ada……

    Mungkin orang2 ini lebih percaya dengan Bualan negara maju seperti jepang dan USA yg gembar-gembor alih teknologi (alih teknologi kebohongan besar)…dengan sumber energy laternatif spt minyak tumbuhan ..sehingga rame2 orang disuruh nenamam tanaman jarak…..maka sawah ladang tiba2 berubah jadi jarak….konyol…maka toyota dan Genaral motor bikin contoh mobil2 hibryd dg tenaga minyak tanaman….buat iming2 agar negara spt kita bisa kesemsem dan nanem jarak dg isu lingkungan…..sementara mereka dengan serakahnya mengeruk batubara dan minyak bumi menimbun dan membakarnya secara jumawa…..

    Lucunya orang2 spt ini malah di teriaki Neolib, pesanan barat , disangka membahayakan dll, tdk heran di indonesia ini orang China, Arab dan India lebih makmur ketimbang orang pribumi, tdk heran agama kristen dan Budha lebih makmur ketimbang orang Islam indonesia…..la wong para pemimpinya , pemudanya dan pemikirnya spt itu…..dan tdk heran TKI nya indonesia di negara mayoritas muslim Arab dan di Malaysia dijadikan Budak…bahkan akhir2 ini On Sale….di diskon..di perkosa polisi Diraja….ironis yg ini sih muslim jajah muslim namanya …..mental inlander…mental dijajah…lah kan memang orang asing sdh tdk respek dg WNI murah bisa dibeli di sumbang….kata ALM KHA Zaenuddin MZ “Demen Ame Ngemis Sumbangan” ….. klelerannya orang2 pake peci bawa kotak amal di angkot dan jalan2 …mengemis sama orang2 kuffar ……coba lihat di kota besar mana ada babu itu orang Arab atau china….yg banyak orang jawa trus agamanya islam…di suruh2 dipakein seragam jadi babu………kita sebagai muslimin masa tdk malu? ini memalukan…semestinya seimbang proporsionalnya mirip2

    Pengusaha muslim sukses, membawa pengaruh jaringan yg banyak, mulai terkenal…nih harus di curigai di serang kalau perlu di rontokkan…hanya karena kuatir tdk mengakomodasi golongan tertentu….ngga islami atau apa kek..sekuler dll….lebih seneng di pimpim orang2 kuffar nampaknya ……..

    Banyak yang cuma teriak2,…pandai bicara dan bersilat lidah memutar balik fakta ,beranalisis ini itu tapi ngga bisa membuktikan…menghasilkan fakta dan HASIL KERJA.. berkomentar tapi ngga kerja…kerja…kerja…kerja….

    CAPEK DECH !!!!

  85. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Kebencian terhadap seseorang memang terkadang membutakan manusia akan fakta yg ada pada seseorang tersebut, mau diskusi sampai berbuihpun fakta-fakta yg ada tidak akan terlihat….hanya yg melihat jeleknya terus….

    Fakta bahwa listrik sekarang tdk byar pet pun hilang….fakta bhw BUMN PT. IKI skrng mulai bergairah …PT. Batan dg radio isotopnya bisa bergairahpun tdk dilihat…PT. Perkebunan Nusantara…pabrik2 gula mulai profit…ya akan tetap tdk dilihat….dan contoh lain yg terlalu panjang disebut… Bahkan sekiranya nanti banyak hal2 baru yg akan terjadipun tdk akan dilihat……

    Komentar: Jujur, kami tidak suka model-model pemimpin seperti Dahlan itu. Secara ideologis, dia tidak mewakili perjuangan kepemimpinan Islam. Secara track record, banyak catatan negatif seputar Dahlan dan Jawa Pos-nya. Secara manajemen kepemimpinan, kesuksesan dia baru terbukti di lingkungan Jawa Pos Grup. Untuk di luar itu, belum tampak prestasinya. Ya, hal-hal begitu membuat saya (kami) bersikap, sebagaimana lazimnya manusia membangun sikap berdasarkan keyakinan, pengetahuan, dan pengalaman yang dialaminya. Kalau cara demikian tidak boleh, ya untuk apa di dunia manusia berbeda-beda ideologi dan jalan politiknya?

    Atau bahkan fakta2 yg ada kalau bisa di poles sana-sini di putarbalikkan…..dulu namanya PLN selalu dicela sulit pasang baru bisa berbulan2….masa tunggu lama…listrik defisit…skrng kebalikan….buka pasang baru cepat…bahkan di taman2 kota mobil listrik jemput bola siap layani pemasangan baru…listrik surplus…..di kantor2 PLN terpampang butir2 kata2 penyemangat..dan anti suap….pelayanan cepat…

    dulu kalau PLTU telat dapat batu bara …atau PLTA surut air dimusim kemarau ..jawa bali musti ada pemadaman bergilir…terlalu besar cost yg ditimbulkan sebagai multiplier effect dari gagalnya pemenuhan listrik….perusahan2 banyak yg ttdk effisien cost produksi naik, daya saing product yg dihasilkan malah kalah sama product China murahnya……

    Dalam wkt singkat 6 bulan indonesia dihadapkan pada persoalan defisit listrik….kalau pake pola pikir biasa misalnya bangun pembangkit listrik tdk peduli itu PLTU, PLTA, PLTG, PLTS atau PLTD pun akan butuh dana APBN yg besar butuh wkt lama bisa bertahun2…..

    Komentar: Bolehlah, saya simple-kan masalahnya… Biar tidak berlarut-larut kesana kemari, sebab kalau bicara BUMN, kita akan bicara ratusan BUMN, lalu meneliti masing-masing porto folio-nya. Wah, tidak kebayang. Tapi kami sangat cemburu dengan masalah INEFISIENSI hingga 37,6 triliun itu. Setahu saya, ini adalah REKOR INEFISIENSI TERBESAR dalam sejarah manajemen di Indonesia. Jujur, saya belum pernah mendengar inefisiensi sebesar itu di negeri ini. Kalau soal bayar rek listrik saja, kita tak boleh telat; kalau telat akan didenda, bahkan bisa diputus saluran; lalu akankah kita diam untuk inefisiensi sebesar itu?

    Kalau soal prestasi (porto folio) BUMN, anak SD disuruh jadi Menteri BUMN pun, dalam satu minggu masa kerja, disana sudah ada kemajuan. Karena, sistem BUMN itu sudah jalan, sudah ada, tinggal diefisiensi dan diefektifkan. Bukan malah di-inefisiensikan.

    Maka dari itulah muncul ide tdk biasa …Swastapun punya peran leluasa membangkitkan listrik…maka turba, Graha power, sakti mulia mas, leyand int, meta epsi pejebe pun jualan ke PLN….siapapun syah2 saja berinvestasi di listrik utk menambal defisit……sementara itu Negara bisa dengan tenang membangun pembangkit2 baru yg memakan wkt lama itu….hasilnya? Cukup Efektif….hal yg tadinya tdk mungkin dalam 6 bulan bisa teratasi…toh walau dengan kompensasi beban yg ditanggung PLN cukup berat Perusahaan2 pabrik bisa beroperasional dg Cost yg terjamin tdk turun naik, trilyunan rupiahpun bisa di tekan………..mau sampai puluhan tahunpun perusahaan di indonesia tdk akan lepas dari Operasional cost yg tinggi kalau masih Infrastruktur jalan lobang2 dan macet yg membuat truck2 memboroskan BBM.. serta listrik byar pet tetap ada……

    Komentar: Ide tidak biasa, radikal, nyeleneh, atau menentang adat; tidak masalah secara manajemen. Tapi asal, efektif mengatasi masalah, dan tidak mendatangkan masalah2 baru. Itu baru manajemen “kreatif”. Tapi kalau memunculkan masalah baru berupa “Mega Pemborosan Anggaran” hingga puluhan triliun, itu lain lagi. Tahun 2011 laba PLN mencapai 10,35 triliun. Tapi pada periode 2009, pemborosan mencapai 18 triliun, tahun 2010 pemborosan 19,5 triliun. Artinya, laba PLN masih lebih kecil dari kerugiannya. Ini sebuah contoh indikasi manajemen yang gagal. Bukan tambah efisien dan efektif.

    Lucunya orang2 spt ini malah di teriaki Neolib, pesanan barat , disangka membahayakan dll, tdk heran di indonesia ini orang China, Arab dan India lebih makmur ketimbang orang pribumi, tdk heran agama kristen dan Budha lebih makmur ketimbang orang Islam indonesia…..la wong para pemimpinya , pemudanya dan pemikirnya spt itu…..dan tdk heran TKI nya indonesia di negara mayoritas muslim Arab dan di Malaysia dijadikan Budak…bahkan akhir2 ini On Sale….di diskon..di perkosa polisi Diraja….ironis yg ini sih muslim jajah muslim namanya …..mental inlander…mental dijajah…lah kan memang orang asing sdh tdk respek dg WNI murah bisa dibeli di sumbang….kata ALM KHA Zaenuddin MZ “Demen Ame Ngemis Sumbangan” ….. klelerannya orang2 pake peci bawa kotak amal di angkot dan jalan2 …mengemis sama orang2 kuffar ……coba lihat di kota besar mana ada babu itu orang Arab atau china….yg banyak orang jawa trus agamanya islam…di suruh2 dipakein seragam jadi babu………kita sebagai muslimin masa tdk malu? ini memalukan…semestinya seimbang proporsionalnya mirip2

    Komentar: Ya sebenarnya, saya mengakui keberhasilan Dahlan Iskan dalam manajemen di Jawa Pos Grup. Ya, itu fakta yang tampak di permukaan. Soal bagaimana realitas di lapangan, saya tidak tahu. Andaikan Dahlan Iskan murni berada di lapangan manajemen dan operasional, tanpa masuk ke wilayah-wilayah pertarungan ideologi; mungkin kami akan selalu apresiatif kepada dia.

    Bentuk pertarungan ideologi itu: konsep jurnalistik sekuler model Jawa Pos, dukungan mereka terhadap penulis-penulis liberalis (JIL dkk), pembelaan Dahlan terhadap Soemarsono, indikasi keterlibatan Dahlan dalam Lions Club, kedekatan Dahlan dengan pebisnis-pebisnis China Overseas, dukungan Dahlan terhadap kepemimpinan Neolib SBY, dan lainnya. Hal-hal demikian membuat kalangan aktivis Islam memberikan tanda merah kepadanya.

    Dan kenyataan di PLN dan BUMN, memberikan data dan fakta baru, bahwa model manajemen Dahlan tidak cocok di tempat-tempat itu. Dia lebih cocok di lapangan media.

    Pengusaha muslim sukses, membawa pengaruh jaringan yg banyak, mulai terkenal…nih harus di curigai di serang kalau perlu di rontokkan…hanya karena kuatir tdk mengakomodasi golongan tertentu….ngga islami atau apa kek..sekuler dll….lebih seneng di pimpim orang2 kuffar nampaknya …….. Banyak yang cuma teriak2,…pandai bicara dan bersilat lidah memutar balik fakta ,beranalisis ini itu tapi ngga bisa membuktikan…menghasilkan fakta dan HASIL KERJA.. berkomentar tapi ngga kerja…kerja…kerja…kerja…. CAPEK DECH !!!!

    Komentar: Saya belum pernah dengar Dahlan Iskan ditahbiskan sebagai “pengusaha Muslim”. Ya jangan terlalu melankolislah. Argumen saya (sebagai bagian dari rakyat) sangat jelas. Pemborosan 37,6 triliun itu sangat besar. Kasus Bank Century saja senilai 6,7 triliun. Bagi rakyat yang sehari-hari memakai listrik dengan kewajiban bayar rekeningnya, nilai 37,6 triliun itu….tak terbayangkan.

    Menarik kata-kata Anda terakhir… ya kami bekerja Pak, bekerja menyebarkan pemikiran-pemikiran untuk memberdayakan kaum Muslimin. Soal capek, iya. Tetapi ya kalau berhenti di capek saja, kapan hasil perjuangan itu akan menampakkan buahnya? Yakinlah, bukan hanya Dahlan “Is Can” yang bekerja.

    Admin.

  86. Pingoes berkata:

    Pemborosan trilyunan itu sdh terjadi lama, Dahlan sendiri sdh menyinggung ini berulang-ulang, ya namanya pembangkit listrik pake BBM itu ya akan lebih boros krn harganya mahal…anak SD juga bisa tau…..dan faktanya pembangkit di indonesia masih banyak yg memakai BBM makanya sama si dahlan mau diganti pake GAS. Perkara keputusan pembangkit muara karang JKT harus diliat secara mendalam, kalau anda praktisi bisnis akan akrab dengan istilah efektif dan efisien per unit Cost, pengeluaran besar tdk identik dengan pemborosan asalkan biaya yg dikeluarkan jika dibandingkan dengan output yg dihasilkan menyebabkan penurunan cost per unit.

    Dalam kacamata awam biaya 1000 terlihat lebih boros dari biaya 100, tapi belum tentu yg 100 lebih efisien den efektif ketimbang yg 1000 perlu dilihat multiplier effect dan outputnya.

    Kalau masih berfikir simpel memang akan menganggap itu pemborosan, kalau berfikir ttg negara mustinya perlu pertimbangan pengeluaran kantong kiri dan kantong kanan….jika APBN saja ratusan trilyun di investasi buat pendidikan yg belum tentu hasilnya langsung diinikmati saja bisa …dana BOS yg nyata2 banyak diselewengkan saja tetap lanjut…..kenapa tindakan PLN itu yg jelas langsung kelihatan hasilnya di protes?…….Bank Indonesia saja bisa menggelontorkan kebijakan pendanaan sektor riil demi terciptanya pertumbuhan ekonomi dengan dana trilyunan yg hasilnya saja belum tentu bagus tetap harus melakukan….

    PLN mungkin akan merugi secara financial, tapi bagimana dengan effect yg ditimbulkan, listrik tetap menyala, kerugian material dan non material dari byar petnya jabodetabek selama berbulan-bulan bisa dihindarkan…itu baru dari sisi pengguna listrik….dan sekaligus menyelamatkan perusahaan2 pengguna GAS. asal tau saja bahwa hanya DKI Jakarta itu memegang 70% dari perputaran uang nasional…belum ketambahan bodetabek, jika potensinya melebihi 37,6 T yg terselamatkan saya pikir itu keputusan yg masuk akal walau TIDAK POPULER. ini bukti bhw seorang pemimpin mau berkorban tdk mencari aman dengan citra instansi yg dipimpinnya biar terkesan prima …tapi lebih krn kepentingan rakyat, ini fakta yg menjawab bahwa dahlan tdk pake politik citra seperti yg anda2 tuduhkan….

    Perkara mendatangkan genset china sdh di jawab pula bhw tidak dipakai di Jawa…..lebih banyak dipakai diluar pulau krn ya itu tadi utk menutupi defisit listrik dan kendala infrastruktur yg komplek di daerah, disamping langkah membeli listrik dari swasta sebagai langkah mengatasi byar pet…..apa anda pikir pembangkit listrik bisa dibikin dengan bimsalabim tau2 jadi….perlu waktu lama dan biaya yg lebih mengerikan lagi…….

    FAKTANYA DETIK INI PLN LEBIH BAIK….LISTRIK TIDAK BYAR PET….kalaupun ada pemadaman bergilir itu lebih banyak krn maintenance jaringan dan ada pemberitahuan via media sebelum pemadaman.

    Pertanyaan saya Saudara Admin, pemimpin yg bagaimana lagi dari negri ini yg anda harapkan?……spt yg saya sebut komentar terdahulu?, apa lebih milih Aburizal, prabowo, surya palloh atau bahkan Bang Haji Rhoma Irama? Ter la Luh……..atau negara ini dibikin negara islam saja?……yg spt apa? Pakistan, Afganistan, Iran, irak, mesir, libya, yaman, suriah, sudan, bangladesh, palestina, uzbekistan? …walah sengsara semua tuh negara warganya malah pada mengungsi ke australia…..ngemis sama kaum kuffar….malah usbekistan peng ekspor terbesar WTS bertampang bule kaukakus ke indonesia…….atau spt Arab saudi, oman, UEA, Kuwait, Brunei yaya mereka Negara OKI ini terlihat agak makmur cuma beruntung ada ladang minyak saja walau para raja dan sultanya cuma demen ngumpulin syahwat pangeran2 nya pelesir dan beli klub bola…..kalau sdh menipis minyaknya ya akan sepeti mesir dan libya…….

    Lagian bangsa ini juga multi etnik, multi agama, di papua, maluku, NTT, TOBA, Kalimatan bagian dalam, Sulut Mayoritas Nasrani, di Bali sebagian lombok mayoritas Hindu, belum lagi ada budha, konghucu…atau kepercayaan TYME, kalau di jawa? wah campur baur sdh ngga karu karuan….bilang bahwa Indonesia 80% muslim ….ya hanya KTP saja lah ……yg bener2 islami ada 5%? …..atau bahkan 3% sajalah….I Don’t Think So…

    Atau mau seperti Aceh? pake polisi syariat…pake aturan agama….naaaaah faktanya kalau Video Porno format 3gp versi Handphone2 itu peng upload nya pelaku-pelakunya pake bahasa sana tuh yg banyak….(korban di 4shared.com kalau mau cari file2 malah sampah2 ini yg banyak muncul)…….kenapa ganja selalu dari ACEH? ini musti jadi pertanyaan….saya pernah punya kawan seorang aceh di Swedia ….entah dia itu pelarian atau gimana…saya tanya kenapa aceh banyak ganja?…..jawabannya santai ” Krn fatwa pemuka agama setempat ganja itu halal kan sayuran” ..HAHH?????….apalagi fanatisme ttg hasan tiro yg biniknya bule itu….

    ENTAHLAH MAKIN TDK FAHAM DENGAN KEMAUAN SOHIB-SOHIB INI…..

  87. BBBB berkata:

    ISUUUUUU…. ISUUUUU, ISUUUUUUU….

  88. aksan berkata:

    Seorang muslim tidak selayaknya memfitnah (menuduh tanpa bukti konkrit) kepada muslim lainnya. Cek dulu kebenarannya (data & fakta) sebelum menulis YA AKHI!! kelak semua tulisan kita akan diminta pertanggung jawabannya. Siapkah antum??

  89. ana berkata:

    sebaik apapun kita pasti pandangan tiap orang berbeda-beda,..
    semakin tinggi pohon semakin kuat angin yg menerpa,.
    kalau g suka sama pak Dis boleh,. tapi jangan buat spekulasi yg menyesatkan,. malah yg bergedok itu seperti anda2 ini,.. apa untungnya bagi anda menjelek-jelekan pak DIs???? apa d balik semua ini anda takut ikut runtuh???? mencurigakan,…
    indonesia butuh aksi bukan isuu,.. kapan indonesia mau maju kalo orang2 yg ingin memajukan malah d seraang,.. ohh,… indonesiakuu,…

  90. pengagum berkata:

    Mau Dahlan Iskan alay, lebay ato bangsat seperti yg dikatakn mrka2 terserah, ga ngaruh buatku.. DI tetp yg aq kagumi.. nada2 sumbang hnyalah mau menjathkn DI. unt Bung FROZEN CONDOR tdk ush emosi, sbenarnya mrka mencritakan kburukn mrk sndri. tirulah pak DI, dia santai dan cuek aja dpt cercaan dr DPR..org secerdas dia tdk akn terpancing unt hal2 ga pentng seperti DPR.. lanjut pak DIS…

  91. abisyakir berkata:

    @ Aksan…

    Lho, inefisiensi di tubuh PLN sampai 37,6 triliun itu fakta bukan ya? Bahwa inefisiensi itu 5 kali lebih besar dari Skandal Century, itu fakta bukan ya? Bahwa Ismed Hasan Putro adalah kawan dekat Dahlan Iskan dan sekarang jadi Dirut BUMN RNI, itu fakta atau bukan ya? Bahwa Dahlan Iskan lewat PLN kerjasama dengan suplier China untuk menyewa genset-genset, sehingga kasus ini sedang didalami oleh DPR, itu fakta atau bukan? Bahwa sekarang ini media-media jaringan Jawa Pos Grup dan kawan-kawan terus membangun opini untuk mengalihkan isu skandal PLN ke isu politik lain, itu fakta atau bukan? Hampir setiap hari saya baca halaman depan media-media koran itu, rata-rata pro Dahlan.

    Anda ini bisanya ngomong: Fakta, fakta, fakta, kerja, kerja, kerja… Tapi gak mau membaca kenyataan. Sok “fakta oriented”, padahal hanya sampah diskusi saja.

    Admin.

  92. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Dalam stadium diskusi seperti ini memang susah ya. Masing-masing melihat dari sudut berbeda. Tapi tak apa, kita mesti sabar dalam diskusi untuk sampai pada kesimpulan yang mendekati kebenaran, insya Allah. Minimal, hal ini berguna buat pembelajaran. Oke kita teruskan…

    Pemborosan trilyunan itu sdh terjadi lama, Dahlan sendiri sdh menyinggung ini berulang-ulang, ya namanya pembangkit listrik pake BBM itu ya akan lebih boros krn harganya mahal…anak SD juga bisa tau…..dan faktanya pembangkit di indonesia masih banyak yg memakai BBM makanya sama si dahlan mau diganti pake GAS. Perkara keputusan pembangkit muara karang JKT harus diliat secara mendalam, kalau anda praktisi bisnis akan akrab dengan istilah efektif dan efisien per unit Cost, pengeluaran besar tdk identik dengan pemborosan asalkan biaya yg dikeluarkan jika dibandingkan dengan output yg dihasilkan menyebabkan penurunan cost per unit. Dalam kacamata awam biaya 1000 terlihat lebih boros dari biaya 100, tapi belum tentu yg 100 lebih efisien den efektif ketimbang yg 1000 perlu dilihat multiplier effect dan outputnya.

    Respon: Masalah utamanya, Dahlan itu terlalu under estimate kepada manajemen yang ada. Dia memandang dirinya lebih canggih dalam kepemimpinan, manajemen, lebih visioner dan mendobrak; lalu dia tak mau menempuh cara-cara yang lazim sebelum memutuskan kebijakan besar. Seperti yang saya katakan sebelumnya, andai Dahlan ini mau sabar, tidak dobrak sana dobrak sini, dorong sana dorong sini,…dia bisa mencari solusi untuk suplai GAS. Pasti ada solusinya. Toh, dia punya atasan. Kalau kondisi bisa membuat pasokan listrik Jakarta padam, dia pasti akan didukung untuk pengadaan gas. Minimal, jika kasus itu di bawa ke sebagai isu nasional seperti sekarang dia membawa isu “pemerasan anggota DPR” dia bisa dapat dukungan publik untuk penyediaan gas itu. Tapi kan sejak awal dia sudah main labrak, mengangkat direksi BUMN tanpa mengikut aturan main, sehingga membuat marah orang lain, sehingga dia mungkin dipersulit tugasnya. Jadi buang-buang uang (pemborosan) itu terjadi karena tipikal “one man show” Dahlan sendiri.

    Kalau masih berfikir simpel memang akan menganggap itu pemborosan, kalau berfikir ttg negara mustinya perlu pertimbangan pengeluaran kantong kiri dan kantong kanan….jika APBN saja ratusan trilyun di investasi buat pendidikan yg belum tentu hasilnya langsung diinikmati saja bisa …dana BOS yg nyata2 banyak diselewengkan saja tetap lanjut…..kenapa tindakan PLN itu yg jelas langsung kelihatan hasilnya di protes?…….Bank Indonesia saja bisa menggelontorkan kebijakan pendanaan sektor riil demi terciptanya pertumbuhan ekonomi dengan dana trilyunan yg hasilnya saja belum tentu bagus tetap harus melakukan….

    Respon: Tetapi bedanya dengan kelakuan Dahlan waktu jadi boss PLN…kebijakan pendidikan atau pemodalan bisnis oleh bank, itu kan kebijakan kolektif, dalam sistem yang didukung oleh DPR, birokrasi, dan diketahui secara terbuka oleh publik. Sementara langkah “berani” Dahlan kan untuk pencitraan diri dia sendiri, supaya ditahbiskan sebagai manajer paling gilang-gemilang di Indonesia raya ini, sejak zaman Majapahit sampai kini. Maka itu saya katakan, kalau keputusan manajemen Dahlan bersifat terbuka, menjadikan PLN sebagai masalah bersama, pasti akan ada solusinya. Tidak seperti sekarang…setelah ketahuan inefisiensi puluhan triliun, Dahlan baru ngomong kalau itu masalah bersama. Aneh. Trus soal boss dan kredit bank, kalau ada masalah-masalah kan ranahnya pidana korupsi. Itu sudah ada kasus hukumnya dan aparat yang menangani. Tinggal kapan masalah PLN dibawa ke ranah hukum? Itu yang kita tunggu.

    PLN mungkin akan merugi secara financial, tapi bagimana dengan effect yg ditimbulkan, listrik tetap menyala, kerugian material dan non material dari byar petnya jabodetabek selama berbulan-bulan bisa dihindarkan…itu baru dari sisi pengguna listrik….dan sekaligus menyelamatkan perusahaan2 pengguna GAS. asal tau saja bahwa hanya DKI Jakarta itu memegang 70% dari perputaran uang nasional…belum ketambahan bodetabek, jika potensinya melebihi 37,6 T yg terselamatkan saya pikir itu keputusan yg masuk akal walau TIDAK POPULER. ini bukti bhw seorang pemimpin mau berkorban tdk mencari aman dengan citra instansi yg dipimpinnya biar terkesan prima …tapi lebih krn kepentingan rakyat, ini fakta yg menjawab bahwa dahlan tdk pake politik citra seperti yg anda2 tuduhkan….

    Perkara mendatangkan genset china sdh di jawab pula bhw tidak dipakai di Jawa…..lebih banyak dipakai diluar pulau krn ya itu tadi utk menutupi defisit listrik dan kendala infrastruktur yg komplek di daerah, disamping langkah membeli listrik dari swasta sebagai langkah mengatasi byar pet…..apa anda pikir pembangkit listrik bisa dibikin dengan bimsalabim tau2 jadi….perlu waktu lama dan biaya yg lebih mengerikan lagi…….

    Respon: Nah, itu cara berpikir keliru. Kalau begitu cara berpikirnya, ya sudah tidak perlu ada direksi BUMN, tidak perlu ada menteri BUMN, tidak perlu ada pegawai negeri dan pejabat negara. Mengapa demikian? Ya, pasti mereka diadakan, digaji, diberi fasilitas untuk mengurusi kehidupan negara dan masyarakat luas. Kalau mereka sama sekali gak ada gunanya, ya lebih baik tidak menjadi pegawai negara/BUMN. Semua yang terlibat dalam urusan negara pasti ada manfaatnya. Berapa nilai manfaat seorang guru dalam kehidupan? Ya silakan Anda hitung sendiri berapa manfaatnya. Berapa besar manfaat petani dalam kehidupan? Ya Anda hitung sendiri (pakai kalkulator). Tapi…ini masalah penggunaan uang. Masalah sesuatu yang bisa diukur, dihitung secara pasti. Soal manfaat PLN, masalah manfaat listrik, dll. bukan Dahlan yang paling berjasa, tetapi mereka yang paling berjasa yang seperti penemu listrik, dinamo, diesel, dll. itu. Maka…jawaban seperti itu kita sebut lebay.

    Soal genset China, itu sudah masuk ranah tugas DPR. Saya tidak tahu detailnya. Tapi memang hal begitu yang ditanyakan oleh DPR. Ya masalah utamanya kan ada beberapa mesin penggerak pembangkit listrik berbahan baku gas. Sekitar 8 mesin. Mesin bisa jalan dengan gas atau BBM (solar). Kalau gas lebih murah, kalau solar lebih mahal. Dahlan tidak dapat pasokan gas, sehingga akhirnya pakai BBM (solar). Nah, masalahnya disitu, kenapa dia kok tak mendapat gas? Kalau itu memang masalah utama, masalah listrik nasional, masak sih tak mendapat dukungan? Ini pasti ada apa-apanya kan… Nah, salah satu masalahnya, Dahlan itu secara kepribadian cenderung “sok paling visioner”. Masalah itu muncul dari tabiat dia sendiri.

    FAKTANYA DETIK INI PLN LEBIH BAIK….LISTRIK TIDAK BYAR PET….kalaupun ada pemadaman bergilir itu lebih banyak krn maintenance jaringan dan ada pemberitahuan via media sebelum pemadaman.

    Respon: Ya apa sajalah, asalkan nama Dahlan tetap melambung dengan “sepatu kets ajaib-nya” itu.

    Pertanyaan saya Saudara Admin, pemimpin yg bagaimana lagi dari negri ini yg anda harapkan?……spt yg saya sebut komentar terdahulu?, apa lebih milih Aburizal, prabowo, surya palloh atau bahkan Bang Haji Rhoma Irama? Ter la Luh……..atau negara ini dibikin negara islam saja?……yg spt apa? Pakistan, Afganistan, Iran, irak, mesir, libya, yaman, suriah, sudan, bangladesh, palestina, uzbekistan? …walah sengsara semua tuh negara warganya malah pada mengungsi ke australia…..ngemis sama kaum kuffar….malah usbekistan peng ekspor terbesar WTS bertampang bule kaukakus ke indonesia…….atau spt Arab saudi, oman, UEA, Kuwait, Brunei yaya mereka Negara OKI ini terlihat agak makmur cuma beruntung ada ladang minyak saja walau para raja dan sultanya cuma demen ngumpulin syahwat pangeran2 nya pelesir dan beli klub bola…..kalau sdh menipis minyaknya ya akan sepeti mesir dan libya…….

    Respon:

    [a]. Ya saya sudah bilang di bagian2 sebelum, tindakan Dahlan itu tidak bener; tapi kalau mencari pemimpin yang baik di negeri ini juga susah. Apalagi pemimpin yang Islami, sangat sulit.

    [b]. Saya pribadi gak suka dengan model pemimpin seperti Dahlan itu, terlalu banyak pencitraan. Biasanya, yang banyak pencitraan, nanti ujung-ujungnya menjadi bajingan/bandit juga.

    [c]. Dalam kasus inefisiensi PLN, saya sangat tidak bisa menerima itu. Alasannya, kasus Bank Century lebih kecil kerugian yang harus dibayar negara, tetapi respon publik sangat besar. Di sisi lain, sebagai konsumen pengguna listrik, telepon, bensin, air, dll. kita SANGAT TIDAK BOLEH ngutang, nunggak, atau telat. Lalu apakah kita akan diam saja Dahlan “Is Can” bermain-main duit hingga 37,6 triliun rupiah?

    Ya kalau kamu memang setuju dengan Dahlan silakan saja. Saya termasuk ikut menggugat soal inefisiensi tersebut.

    Adapun soal kondisi negara-negara Muslim, bukan negara Islami, seperti yang Anda katakan, ya mungkin di negara-negara itu ada sekian banyak para pembela yang bisa membela urusan mereka, seperti Anda bersemangat (bonek) saat membela Dahlan “Is Can”.

    Lagian bangsa ini juga multi etnik, multi agama, di papua, maluku, NTT, TOBA, Kalimatan bagian dalam, Sulut Mayoritas Nasrani, di Bali sebagian lombok mayoritas Hindu, belum lagi ada budha, konghucu…atau kepercayaan TYME, kalau di jawa? wah campur baur sdh ngga karu karuan….bilang bahwa Indonesia 80% muslim ….ya hanya KTP saja lah ……yg bener2 islami ada 5%? …..atau bahkan 3% sajalah….I Don’t Think So…

    Respon: Intinya begini Bro… Kita akan bicara dalam sedikit, ya berbagi inspirasi. Tujuan inti hidup kita ini adalah beribadah kepada Allah, agar Dia ridha dengan kehidupan kita. Kehidupan yang bertema ibadah ini banyak musuhnya, antara lain hawa nafsu kita sendiri, godaan setan, dan “setan lain” dalam bentuk manusia (dari level pimpinan sampai rakyat jelata). Untuk melindungi kehidupan ibadah itu, Allah Ta’ala menurunkan instrumen langit, berupa SYARIAT Islam. Jadi fungsi utama Syariat ini ialah melindungi kehidupan kaum Muslimin. Bisa juga hikmah Syariat itu manfaatnya mengenai orang non Muslim, asalkan mereka tidak memusuhi Islam dan tidak berbuat makar memerangi agama Allah. Contoh, seperti kaum Yahudi selama berabad-abad hidup tenang di bawah Khilafah Turki Utsmani; padahal mereka selalu diaspora, pindah-pindah kesana kemari. Atas kemurahan hati Turki Utsmani itu, kaum Yahudi (kaum agamis, Zionis, dan organisasi mantelnya) bisa berjaya di zaman modern ini.

    Kalau kamu bicara soal negeri Muslim begini begitu… di Indonesia begini begitu…ya karena memang negeri ini dan negeri-negeri lain itu, kehidupan kaum Muslimin-nya tidak terlindungi. Buktinya, kamu sebagai seorang Muslim akhirnya tertipu dengan mengagumi Dahlan “Is Can” dengan segala pesona pencitraannya. Itu artinya, akal kita tidak terlindungi dari upaya-upaya pembohongan media. Sejauh Syariat Islam ditegakkan, sejauh mashlahat kaum Muslimin yang beribadah kepada Allah menjadi concern utamanya; maka di saat itu hidup kita akan harmoni, lahr, batin, dunia akhirat (meskipun namanya harmoni bukan meniadakan masalah ya, sebab di zaman Nabi Saw juga ada masalah-masalah kehidupan yang manusiawi).

    Kala saya ikut bicara soal Dahlan “Is Can”…itu sebenarnya ingin bicara soal hak-hak harta kaum Muslimin yang ikut dihambur-hamburkan hingga puluhan triliun rupiah itu. Mungkin bagimu uang 37 triliun kecil, sebab engkau mendapat gaji setiap bulan (mungkin) 10 triliun. Tapi bagi kami-kami yang penghasilannya kecil, uang itu ya harus dipersoalkan. Lupakan dulu pencitraan Dahlan “Is Can”, tapi mari sikapi hilangnya uang negara puluhan triliun akibat pemborosan bertahun-tahun.

    Atau mau seperti Aceh? pake polisi syariat…pake aturan agama….naaaaah faktanya kalau Video Porno format 3gp versi Handphone2 itu peng upload nya pelaku-pelakunya pake bahasa sana tuh yg banyak….(korban di 4shared.com kalau mau cari file2 malah sampah2 ini yg banyak muncul)…….kenapa ganja selalu dari ACEH? ini musti jadi pertanyaan….saya pernah punya kawan seorang aceh di Swedia ….entah dia itu pelarian atau gimana…saya tanya kenapa aceh banyak ganja?…..jawabannya santai ” Krn fatwa pemuka agama setempat ganja itu halal kan sayuran” ..HAHH?????….apalagi fanatisme ttg hasan tiro yg biniknya bule itu…. ENTAHLAH MAKIN TDK FAHAM DENGAN KEMAUAN SOHIB-SOHIB INI…..

    Respon: Sama seperti logika yang kamu bangun… Pemberlakuan Syariat di Aceh, betapa besar manfaat dan maslahatnya. Lalu kalau ada masalah sedikit, seperti soal video porno itu, apakah ia akan melupakan kebaikan-kebaikan Syariat disana? Ingat logikamu, peranan Dahlan besar di PLN, maka kalau dia punya kesalahan (besar) apa mesti dilupakan kebaikan-kebaikan dia.

    Admin.

  93. Pingoes berkata:

    “Masalah utamanya, Dahlan itu terlalu under estimate kepada manajemen yang ada. Dia memandang dirinya lebih canggih dalam kepemimpinan, manajemen, lebih visioner dan mendobrak; lalu dia tak mau menempuh cara-cara yang lazim sebelum memutuskan kebijakan besar. Seperti yang saya katakan sebelumnya, andai Dahlan ini mau sabar, tidak dobrak sana dobrak sini, dorong sana dorong sini,…dia bisa mencari solusi untuk suplai GAS. Pasti ada solusinya. Toh, dia punya atasan. Kalau kondisi bisa membuat pasokan listrik Jakarta padam, dia pasti akan didukung untuk pengadaan gas. Minimal, jika kasus itu di bawa ke sebagai isu nasional seperti sekarang dia membawa isu “pemerasan anggota DPR” dia bisa dapat dukungan publik untuk penyediaan gas itu. Tapi kan sejak awal dia sudah main labrak, mengangkat direksi BUMN tanpa mengikut aturan main, sehingga membuat marah orang lain, sehingga dia mungkin dipersulit tugasnya. Jadi buang-buang uang (pemborosan) itu terjadi karena tipikal “one man show” Dahlan sendiri.”

    RESPON :

    Sudah saya bilang sebelumnya dalam kondisi di negara yg spt Indonesia saat ini tdk bisa bekerja dengan kinerja yg biasa-biasa saja apalagi pake ngelmunya Ki Djoko Bodho, seperti pikiran anda dengan mengatakan diakan punya atasan?, sabar sedikit? pasti di dukung? (di dukung dari hongkong? di sikat lah iya krn idealismenya) Mengangkat direksi tanpa aturan main? hebat sekali anda menyimpulkan spt ini???……

    Di manajemen perusahaan keluarga semu kacangan jaman skrng ini aja yah, yg saya tau seorang Owner juga akan berfikir berkali-kali kalau mengangkat direksi tanpa aturan main…apalagi sekelas BUMN yg di sorot jutaan pasang mata, jangan konyol lah dan melucu nanti anda makin terlihat Narrow minded….tuduhan anda terlihat naif sekali…..trus konklusi anda dengan bilang dahlan under estimate dg manajemen yg ada juga aneh….memangnya kalau anda jadi mentri trs musti mengikuti managemen yg ada yg memang sedang kedodoran dan banyak masalah……anda harus runut kebelakang bahwa BUMN itu dari dulu sdh menjadi rahasia umum adalah sarangnya korupsi…sarangnya kongkalikong….sapi perahan……perkara skrng ribut ttg pemerasan yg di Blow Up itu bukan ditemukan sama Dahlan…..ini cuma perkara berani bicara atau tidak………….dari dulu orang juga sdh tau cuma ya mana berani sama keluarga Cendana jaman orba…atau sungkan sama Keluarga senayan jaman reformasi……tdk segampang pikiran anda kalau isu kurangnya GAS dibawa ke publik trus dapat dukungan..Mak bendun-nduk lancar jaya lah NGimpiii……contoh jaman si Jusuf kalla konversi minyak tanah ke GAS sampe berdarah-darah demo sana sini ….sampe pada kasus meledaknya tabung2 walaupun itu juga politisnya ada.

    “Saya pribadi gak suka dengan model pemimpin seperti Dahlan itu, terlalu banyak pencitraan. Biasanya, yang banyak pencitraan, nanti ujung-ujungnya menjadi bajingan/bandit juga”

    RESPON : Lagi-lagi sudah kubilang ….memimpin rakyat Endonesiah saat ini tdk bisa pake rumus2 rumit dan cara-cara spt pendekar atau pahlawan. saya sering dengar puluhan kali tokoh2 di TV bilang “Rakyat ini tdk Bodo” …”Rakyat skrng Sdh Pinter”…..Rakyat yg mana?…..kalau pinter2 …Ki Joko Bodho tdk akan kaya raya punya ferarri hasil meramal…kalau sdh pintar Ribuan orang tidak ngantri dapet Air Batu Ponari…..kalau
    pinter itu Acara TV Hantu2 Dunia lain dan Huka2 menjadi rating tertinggi…..kalau pinter orang2 itu tdk melakukan Dzikir kubur (Dzikir tapi menggali liang kubur beneran nyemplung kedalam katanya biar mayatnya mendengar ada2 saja).

    Mungkin saja PENCITRAAN yang anda benci itu skrng tablet Amoxcicillin yg lagi NGETREND …..lah wong FAKTANYA (ku harap anda ngga alergi dg kata yg satu ini krn respon sebelumnya kesannya anda sangat offensive) malah berhasil…kaya model Jokowi-Ahok jadi gubernur meski di hina2 Bang Haji Rhoma irama..(Ironisnya Kebanyakan yg dihina Rhoma jadi terkenal dan sukses, Inul Daratista, Angel Helga, Jokowi-ahok)…..Pak Hidayat Nur wahid wong malah dilirik massa aja ngga trus gimana bisa mengambil peran sebagai pembuat kebijakan kalau sdh begitu??…..

    Lah kalau Anda tidak suka sama Dahlan Iskan itu hak panjenengan sih….perbedaan pandangan dan pendapat ada karena perbedaan keluasan ilmu dan pengalaman…itu wajar…mungkin saya krn bertahun2 berkutat dengan dunia usaha terlunta-lunta dari pulau ke pulau ya beda sama sampeyan…yg mungkin ilmunya dan taraf sinau nya sdh melebihi Gus Dur yg sdh sekolah ke timur tengah dan merantau kemana-mana sehingga panjenengan bikin buku cukup satu Gus Dur (jangan2 Ngefans Pak?)….atau anda lebih matang dan pengalaman dari Prof Dr. Nucholis Madjid (Kebetulan Jombang Club yg ini pasti anda benci juga) Prof. Dr. Dawam Raharjo atau bahkan Yusuf Al Qaradhawi…singkatnya tokoh yg anda benci lah…….

    Ketika anda ngefans sama Ibnu Taimiyah atau Muhammad bin Abdul Wahhab atau mungkin nanti ngefans Raja Fadh dan pangeran2 penggemar travelling nya yg lebih seneng diam dan milih aman tunduk sama USA dan Israel malah ngga berani bersikap atas nasib negri Palestina…Ironisnya IRAN dengan Simbol Khomaeninya dan syiahnya yg anda bilang peliharaan barat dan anda benci malah lebih berani sama Israel……saya juga ngga keberatan. Demikian juga kalau saya misal lebih ngefans sama Iwan Fals sebab kalau sama dahlan iskan saya tidak ngefans tapi sekedar respek saj……

    Ya ya berkali2 anda mungkin geleng2 kepala sambil bilang “anda bodoh banget sih ditipu si Dahlan, koq ngga ngerti intrik2 pencitraan, koq ngga sadar akan akal-akalan…..aku sudah amatin dahlan sejak di Malang” ….nah panjenengan pikir Aku yg menjadi bagian dari AREMA krn juga tinggal di malang bertahun-tahun tidak baca Jawa POS……..Lah trus aku harus bilang apa? ….iya dahlan penipu, monster?, saya sama rekan2 senat wkt masih di Malang dulu pernah ke dapurnya jawa POS di SBY dan ceritanya tdk seperti yg saudara Fauzan gambarkan kok…FAKTA yg aku lihat tidak begitu sih (maaf pake kata itu lagi)…….mungkin ukuran saya secara riil dan ukuran anda dengan Teks Book..atau pake caranya Ki Djoko Bodho menerawang ya ngga tau lagi………

  94. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Sudah saya bilang sebelumnya dalam kondisi di negara yg spt Indonesia saat ini tdk bisa bekerja dengan kinerja yg biasa-biasa saja apalagi pake ngelmunya Ki Djoko Bodho, seperti pikiran anda dengan mengatakan diakan punya atasan?, sabar sedikit? pasti di dukung? (di dukung dari hongkong? di sikat lah iya krn idealismenya) Mengangkat direksi tanpa aturan main? hebat sekali anda menyimpulkan spt ini???……

    Komen: Lho itu kan memang benar faktanya begitu. Coba baca link ini: Seleksi Direksi BUMN Tanpa Proses TPA. Itu fakta lho. Untuk apa UU dibuat kalau tidak dijalankan? Jika UU tidak perlu, ya mestinya tidak usah dibuat. Sudah aja UU diganti dengan kaidah: “Sesuai nalar Dahlan.”

    Di manajemen perusahaan keluarga semu kacangan jaman skrng ini aja yah, yg saya tau seorang Owner juga akan berfikir berkali-kali kalau mengangkat direksi tanpa aturan main…apalagi sekelas BUMN yg di sorot jutaan pasang mata, jangan konyol lah dan melucu nanti anda makin terlihat Narrow minded….tuduhan anda terlihat naif sekali…..trus konklusi anda dengan bilang dahlan under estimate dg manajemen yg ada juga aneh….memangnya kalau anda jadi mentri trs musti mengikuti managemen yg ada yg memang sedang kedodoran dan banyak masalah……anda harus runut kebelakang bahwa BUMN itu dari dulu sdh menjadi rahasia umum adalah sarangnya korupsi…sarangnya kongkalikong….sapi perahan……perkara skrng ribut ttg pemerasan yg di Blow Up itu bukan ditemukan sama Dahlan…..ini cuma perkara berani bicara atau tidak………….dari dulu orang juga sdh tau cuma ya mana berani sama keluarga Cendana jaman orba…atau sungkan sama Keluarga senayan jaman reformasi……tdk segampang pikiran anda kalau isu kurangnya GAS dibawa ke publik trus dapat dukungan..Mak bendun-nduk lancar jaya lah NGimpiii……contoh jaman si Jusuf kalla konversi minyak tanah ke GAS sampe berdarah-darah demo sana sini ….sampe pada kasus meledaknya tabung2 walaupun itu juga politisnya ada.

    Komen: Ada contoh baik, mantan Menteri Agama, Maftuh Baisyuni. Dia mendapat penghargaan sebagai TOKOH PERUBAHAN dari Republika karena berhasil membuat terobosan-terobosan manajerial di tubuh Depag RI. Berbeda dengan Menteri Agama sekarang yang “kelihatan kurang negerti birokrasi”. Pak Maftuh itu membuat banyak terobosan, tanpa bersikap “one man show”, merasa “sok paling visioner”, dan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah dibuat. Caranya, dengan mengintensifkan pendekatan, komunikasi, bersikap tulus.

    Tidak seperti model Dahlan, sok merasa “paling visioner”. Anda pernah dengar janji dia, katanya “kalau di jalan tol masih ada antrean kendaraan sampai 5 kendaraan, masuk tol gratis”. Anda pernah masuk tol Cipularang, tol Jagorawi, atau tol di Sidoarjo itu? Coba, apakah janji dia dijalankan? Pasti, setelah itu Anda akan mencarikan pembenaran apapun buat si doi, ya karena bonek sih. Pokoknya apa saja kenyataan, prinsipnya 3N: Nderek Ndoro Ndahlan.

    Lagi-lagi sudah kubilang ….memimpin rakyat Endonesiah saat ini tdk bisa pake rumus2 rumit dan cara-cara spt pendekar atau pahlawan. saya sering dengar puluhan kali tokoh2 di TV bilang “Rakyat ini tdk Bodo” …”Rakyat skrng Sdh Pinter”…..Rakyat yg mana?…..kalau pinter2 …Ki Joko Bodho tdk akan kaya raya punya ferarri hasil meramal…kalau sdh pintar Ribuan orang tidak ngantri dapet Air Batu Ponari…..kalau pinter itu Acara TV Hantu2 Dunia lain dan Huka2 menjadi rating tertinggi…..kalau pinter orang2 itu tdk melakukan Dzikir kubur (Dzikir tapi menggali liang kubur beneran nyemplung kedalam katanya biar mayatnya mendengar ada2 saja). Mungkin saja PENCITRAAN yang anda benci itu skrng tablet Amoxcicillin yg lagi NGETREND …..lah wong FAKTANYA (ku harap anda ngga alergi dg kata yg satu ini krn respon sebelumnya kesannya anda sangat offensive) malah berhasil…kaya model Jokowi-Ahok jadi gubernur meski di hina2 Bang Haji Rhoma irama..(Ironisnya Kebanyakan yg dihina Rhoma jadi terkenal dan sukses, Inul Daratista, Angel Helga, Jokowi-ahok)…..Pak Hidayat Nur wahid wong malah dilirik massa aja ngga trus gimana bisa mengambil peran sebagai pembuat kebijakan kalau sdh begitu??…..

    Komen: Seperti saya tulis sebelumnya, untuk ngurusi PLN saja Dahlan kewalahan, kok dia malah mau menjadi Meneg BUMN yang ngurusi ratusan BUMN? Ini kan aneh. BUMN beda dengan koran atau perusahaan media, wong di situ ada kaitan antara urusan rakyat, birokrasi pemerintah, aset negara, dan DPR. Pokoknya apapun ceritanya, saya tidak bisa terima inefisiensi PLN 37,6 triliun itu, atau yang lebih besar dari itu; betapa semua ini adalah KEZHALIMAN BESAR atas hak-hak masyarakat luas. Terserah, Anda mau berempati ke siapa, ke rakyat kecil yang tidak boleh telat bayar listrik, tidak boleh nunggak bayar bensin, tidak boleh ngutang bayar pulsa; atau ke elit-elit maniak kekuasaan? Ya itu pilihan Anda.

    Soal Jokowi…ya dia kan baru memimpin 2 bulan terakhir. Bagaimana bisa kelihatan bagusnya? Ya, sama-sama kita tunggu saja, mana teori yang lebih tepat: a. Bahwa Jokowi akan bisa mengatasi seluruh masalah Jakarta dengan segala kehandalan manahemen dan kepemimpinannya; b. Atau dia akan melakukan perubahan-perubahan tertentu, tanpa mengubah situasi Jakarta secara significant. Saya termasuk pengikut teori ke-2. Karena memang masalah Jakarta tidak se-simple yang dikampanyekan dalam pilkada kemarin.

    Lah kalau Anda tidak suka sama Dahlan Iskan itu hak panjenengan sih….perbedaan pandangan dan pendapat ada karena perbedaan keluasan ilmu dan pengalaman…itu wajar…mungkin saya krn bertahun2 berkutat dengan dunia usaha terlunta-lunta dari pulau ke pulau ya beda sama sampeyan…yg mungkin ilmunya dan taraf sinau nya sdh melebihi Gus Dur yg sdh sekolah ke timur tengah dan merantau kemana-mana sehingga panjenengan bikin buku cukup satu Gus Dur (jangan2 Ngefans Pak?)….atau anda lebih matang dan pengalaman dari Prof Dr. Nucholis Madjid (Kebetulan Jombang Club yg ini pasti anda benci juga) Prof. Dr. Dawam Raharjo atau bahkan Yusuf Al Qaradhawi…singkatnya tokoh yg anda benci lah…….

    Komen: Yo nggak begitu Mas. Aku yo ngerti lah yo opo apike menempatkan diri. Contone soal Al Qaradhawi, aku gak nerimo kabeh pendapate beliau, tapi juga ora nolak kabeh. Ono bagian-bagian tertentu sing iso dijupuk teko pendapate beliau. Nek masalah Gusdur, Nurcholish, lan liyane sing semodel iku… yo Sampeyan ngerti lah. Ojo kok dibandingno karo pendapat ulama-ulama internasional, wong dibandingno pendapat tokoh-tokoh senior Islam ndik Indonesia iki, wis adoh jarake. Wis gak usah dibandingno tokoh Wahabi, cukup bandingno karo KH. As’ad Syamsul Arifin (Situbondo), bandingno karo bapake Gusdur dewe KH. Wahid Hasyim, utowo bandingno karo pendapat ulama NU soko Malang, KH. Luthfi Bashori. Lha iku lho pendapate Gusdur adoh pisan bedane. Yo Sampeyan ojo sentimen neng aku…wong kenyataan ngene iki ono kok. Kan Sampeyan pingin bicara fakta-fakta kan…

    Aku ini kan Muslim, bapak-ibuku Muslim, guru-guruku Muslim, kanca-kancaku yo Muslim, alhamdulillah. Kito kudu berperan njogo agama ini soko kaum perompak sing arep menumpas agomo ini dari kehidupan. Iki demi janjine awake dewe neng wong tuo lan guru-guru sing wis ngajari ilmu; lan demi janjine awake dewe kanggo njogo kehidupan anak-putune kaum Muslimin, supoyo uripe anak-anak Muslim itu mengkone ora tambah sengsoro ketimbang awake dewe saiki. Nek kudu mati, demi perjuangan ini, yo monggo. Kito pasrah ae neng Gusti Allah kang Moho Agung.

    Ketika anda ngefans sama Ibnu Taimiyah atau Muhammad bin Abdul Wahhab atau mungkin nanti ngefans Raja Fadh dan pangeran2 penggemar travelling nya yg lebih seneng diam dan milih aman tunduk sama USA dan Israel malah ngga berani bersikap atas nasib negri Palestina…Ironisnya IRAN dengan Simbol Khomaeninya dan syiahnya yg anda bilang peliharaan barat dan anda benci malah lebih berani sama Israel……saya juga ngga keberatan. Demikian juga kalau saya misal lebih ngefans sama Iwan Fals sebab kalau sama dahlan iskan saya tidak ngefans tapi sekedar respek saj…… Ya ya berkali2 anda mungkin geleng2 kepala sambil bilang “anda bodoh banget sih ditipu si Dahlan, koq ngga ngerti intrik2 pencitraan, koq ngga sadar akan akal-akalan…..aku sudah amatin dahlan sejak di Malang” ….nah panjenengan pikir Aku yg menjadi bagian dari AREMA krn juga tinggal di malang bertahun-tahun tidak baca Jawa POS……..Lah trus aku harus bilang apa? ….iya dahlan penipu, monster?, saya sama rekan2 senat wkt masih di Malang dulu pernah ke dapurnya jawa POS di SBY dan ceritanya tdk seperti yg saudara Fauzan gambarkan kok…FAKTA yg aku lihat tidak begitu sih (maaf pake kata itu lagi)…….mungkin ukuran saya secara riil dan ukuran anda dengan Teks Book..atau pake caranya Ki Djoko Bodho menerawang ya ngga tau lagi………

    Komen: Ya pokoknya tujuan kita baik, meskipun kadang ekspresi kita disalah-pahami. Sebenarnya, kalau benar-benar Pak Dahlan itu punya inovasi, punya gebrakan, dan lain-lain yang positif, tulus, dan bermanfaat nyata. Ya tentu kita respek dan apresiatif. Tapi masak ngurus PLN saja sampai terjadi pemborosan sebegitu besarnya (5 kali kerugian dalam skandal Century)? Sudah begitu, dia mau lagi jadi menteri BUMN. Nah, disini sebenarnya sudah kelihatan BEDA SIGNIFICANT antara pencitraan dan kenyataan. Tapi bagi yang sudah terlajur kesengsem, ya memang susah mengubah kesimpulannya. Mereka bisa beralasan, “Ya, kalau tokoh begini masih salah juga, lalu siapa lagi yang bisa diharapkan?” Kalau aku katakan, sistem birokrasi yang ada di Indonesia ini memang sangat sulit untuk melahirkan para pahlawan. Rata-rata sistem ini akan menghasilkan pemimpin “dirty hands“.

    Kalau sistemnya salah, bukan berarti aku LANGSUNG rekomendasikan sistem Syariah dan Khilafah. Bukan begitu. Logikany, dalam tubuh bangsa Indonesia ini sudah terlalu banyak racun-racun yang masuk. Kalau mereka dipaksa langsung menjalani pola hidup sehat, ya tidak akan berhasil. Sama tidak berhasilnya pada orang nagih narkoba, lalu dipaksa menjalani hidup sehat hanya dalam seminggu. Besar kemungkinan itu akan gagal. Solusinya ialah “detoksifikasi”, maksudnya menetralkan dulu racun-racun dalam tubuh itu; sembari secara bertahap dilakukan perbaikan pola hidup. Racun-racun kehidupan seperti: tirani media, mental korup, monopoli elit politik, kolonialisme asing, sikap minder bangsa, mental tidak patuh aturan, ekonomi ribawi, sistem kapitalis yang menindas rakyat kecil, hedonisme, dll. Nah, racun-racun begituan harus dinetralkan dulu, sembari bertahap dikenalkan pola hidup yang baik. Setelah tubuh sudah sehat, baru kita kenalkan dengan sistem/pola Islami. Jika demikian, insya Allah perbaikan itu akan terjadi.

    Jadi, mau muncul 1001 Dahlan Iskan yang lebih “sepatu kets”…yakinlah tak akan banyak gunanya. Birokrasi yang ada selalu melahirkan “dirty hands leader”.

    Admin.

  95. Pingoes berkata:

    Di Indonesia kebanyakan orang yg selalu jadi pengamat, ya ratusan mungkin ribuan orang lah …..tapi jarang yg mau bekerja demi kepentingan banyak….dari jaman sekolah aku kenal aktivis2 yg teorinya bumbunya komplit tapi ya sama saja tdk bisa berkontribusi seperti yg di teriakannya dulu….misalnya seperti andi arif, Dita indah , budiman sujatmiko dll….setelah jadi politikus atau di pemerintahan ya melempem….heheheheheh sama spt yg lain….tdk ada perubahan hanya di angan2 ….di buku2…di artikel2…..

    Malah kalau ke toko buku, sudah berjubel-jubel itu buku ttg ini itu ….Thailand, Malaysia dan singapura …tdk usah jauh2 lah yg tahun 70-80 an saja masih belajar dari indonesia sdh melesat jauh…perkaranya bukan di teorinya yg dipake …wong dimana2 mirip2 lah bertatanegara, ilmu-ilmu juga sudah tercemar dan tercecer dimana-mana ….banyak orang yg ahli…..persoalannya hanya pada mau atau tidak bekerja keras….mau berubah apa tidak……….

    Jadi kalau yg bekerja ya saya dukung…….kalau dahlan iskhan anda bilang cuma show dan pencitraan ya monggo…….nanti di akhir cerita kita lihat buktinya ada hasil apa tidak……..

    Kalau setahu saya di level spt dahlan sih memang jual mulut dan omongan yah…jual ide dan gagasan……itu memang di level dia. seperti ketika direktur batan produsen isotop kekurangan modal dia cuma jualan kasaranya jual “Bacot” ke direktur barunya nanti di bantu dari BRI …..ternyata setelah team batan termotivasi rencana suntikan modal…dan akhirnya berkinerja malah bisa dpt LC sendiri…..lucunya malah tdk jadi ngutang ke BRI ……ini kan persoalan robohnya mental dan sistem manajemen BUMN yg memang sdh terpuruk……….apa2 ngeluh tdk ada modal, tdk bisa ini itu…banyak tdk bisanya ….negri yg banyak orangnya berpedoman “impossible is Nothing” malah yg cepat maju, kalau bicaranya banyak tapi tdk di kerjakan yg akan terpuruk terus……koq ironis yah melihat tetangga2 kita yg Non pribumi sebut saja china di Surabaya barat…..etos kerja mereka bagus….tidak punya mental mengemis….kerja keras……puluhan tahun lalu ketika etnik mereka masih di kembang jepun atau seputar pasar Atom….mungkin masih meludah sembarangan Hoekk cah cuh sana sini…masih makan cindil tikus…tapi lihat sekarang ATTITUDE nya lebih bagus ketimbang kaum kita…..padahal mereka kafir….ya karena mau berubah tidak cuma berteori.

    “Tidak seperti model Dahlan, sok merasa “paling visioner”. Anda pernah dengar janji dia, katanya “kalau di jalan tol masih ada antrean kendaraan sampai 5 kendaraan, masuk tol gratis”. Anda pernah masuk tol Cipularang, tol Jagorawi, atau tol di Sidoarjo itu? Coba, apakah janji dia dijalankan? Pasti, setelah itu Anda akan mencarikan pembenaran apapun buat si doi, ya karena bonek sih. Pokoknya apa saja kenyataan, prinsipnya 3N: Nderek Ndoro Ndahlan”

    RESPON : Oh jelas saya tidak pernah dengar janji dia mungkin kuping dan pengelihatan ku kurang awas……tapi Ahaaa….kelihatan sekali anda yg begitu pengalaman Surfing di dunia internet masih juga dikibulin dengan Blog-blog atau artikel2 yg tidak jelas….sehingga mirip bener bahasanya dan datanya, banyak yg ngebahas ttng “Kalau masih ada antrean kendaraan sampai 5 masuk tol gratis”…..anehnya anda juga tdk menimbang pernyataan ini mbok ya ditarik kebelakang kejadian masalahnya jangan langsung comot (sama ketika mengforward SMS di topik paling atas),……yg terjadi memang Dahlan menginstruksikan target bahwa maksimal atrean di tol 5 kendaraan…hak dia ngatur karena JASA MARGA ……..yg notabene BUMN dibawah dia…lantas alkisah kebetulan lewat lah dia jalan TOL JASA MARGA kok anteran 30 mobil…makanya dia ngamuk buang kursi …sama gratiskan sembari berucap “tidak ada gunanya kursi ini” kebetulan dirut garuda lewat pak Emirsyah satar dicandain lah pak dahlan…”gratis nih pak?” terjadilah pengratisan 100 mobil krn kemarahan spontan, jadi tidak ada REGULASI dari kementrianan BUMN ataupun dahlan bahwa tol antri 5 trus gratis seperti kata sampeyan itu…memangnya jalan TOL punya BUMN doank apa?, lagi pula tidak cuma Jasa marga lho mas…ada Marga Bhumi…Citra Marga …Marga Mandala…CMNP…CMS (sidoarjo spt sampeyan sebut diatas), …Bosowa…Bakrie toll…Marga sarana…JTLLJ dll…….yg tentunya kualitas pelayanan sangat di pengaruhi kinerja masing2 PT. Pengelola . Jangan2 kalau pernyataan spt pak ANAS URBANINGRUM ttg gantung di Monas anda tanggapi dengan begitu saja…….

    Sebenernya selain ttg TOL saya banyak mau bantah pernyataan Anda dan Muhammad Fauzan ttg yg katanya fakta2 dahlan itu tetapi pada akhirnya saya harus maklum dengan fakta di bawah ini:

    Seharusnya diskusi itu orisinil sebagian besar kalimatnya, walaupun bisa menukil peristiwa yg diberitakan media, pendapat ahli, fakta sejarah dll sebagai pendukung argumen, namun saya jadi geli sendiri …. ternyata ketikan yg katanya fakta dari SAUDARA MUHAMMAD FAUZAN diatas juga cuma sekedar COPAS atau Copy Paste dari artikel ngga jelas itu ..edit2 dikit lah wong hampir sama …trus kok seaakan menjadi pendapat diskusi….dan lucunya saudara admin ini mengamininya dengan merunutnya sebagai data untuk menanggapi pernyataan sohib2 lain yang bersebrangan…….. hehehehehe…..kesannya tidak obyektif gitu lho kan pembuat artikelnya kelihatan menggebu-gebu cari-cari keburukan orang……sedangkan padangan mata itu kadang bisa bohong….apalagi cuma katanya…..entahlah.

  96. Rakaie Pikatan berkata:

    @Abi Syakir.

    Mungkin ini komentar terakhir saya di postingan Anda yg ini. Karena Anda tidak paham-paham juga.

    1. Dari komentar saya yg pertama sampai yg ini saya membatasi diri hanya pada masalah temuan inefisiensi PLN akibat kebijakan (terpaksa) DI memakai BBM versus BBG. Karena saya lihat Anda salah besar memahami itu.

    2. Untuk masalah memahami hasil audit BPK itu saya yakin saya lebih baik dari Anda, karena saya punya latar belakang auditing.

    3. Saya yakin dengan pendapat saya. Namun itu tidak menghalangi saya untuk mengkonfirmasi pendapat saya dengan teman di BPK. Dan … seperti yg saya duga … mereka membenarkan pendapat saya. Tidak ada indikasi fraud atas inefisiensi itu. Maka tindak lanjutnya adalah ‘hanya’ rekomendasi atau sering disebut management letter. Jika ada indikasi fraud maka BPK akan mengembangkannya ke audit investigatif (semula saya pikir temuan inefisiensi itu hasil audit investigatif, ternyata bukan) atau -bahkan- meneruskannya ke KPK. Bukankah BPK tidak melakukan yang terakhir itu ?

    4. Dulu sekitar tahun 1999 akhir ada sekelompok kyai di depan wartawan TV, menyatakan nanti 2002 Kompas Gramedia akan hancur. Kami yg tahu bagaimana meng-assess kesehatan keuangan suatu perusahaan tentu tertawa nyengir. Karena fakta di lap menunjukkan yang sebaliknya. KG sehat segar bugar bahkan semakin berkembang sampai saat ini. Dan …. kyai-kyai itu pun jadi bahan tertawaan… (Jangan2 dalil bpk2 kyai itu hanya : Jika Allah menghendaki apapun bisa terjadi..he..he..).

    5. Kenapa saya antusias untuk meluruskan pemahaman Anda ? Karena kasihan ! Jangan sampai Anda mempertontonkan ketidaktahuan Anda di blog ini dan jadi tertawaan orang .. sebagaimana yang terjadi pada bapak2 kyai itu.

    6. Sekarang begini saja. Kalau nanti masalah inefisiensi akibat kebijakan BBM vs BBG ini dibawa ke KPK dan DI dinyatakan salah berarti Anda benar. Dan jika sebaliknya berarti saya yang benar. Kita sama-sama menunggu. Ok ?

  97. abisyakir berkata:

    @ Rakaie Pikatan…

    Mungkin ini komentar terakhir saya di postingan Anda yg ini. Karena Anda tidak paham-paham juga.

    Komentar: Ya itu suka2 Anda saja, mau diskusi silakan, mau pamit juga silakan. Kita baik2 saja kok.

    1. Dari komentar saya yg pertama sampai yg ini saya membatasi diri hanya pada masalah temuan inefisiensi PLN akibat kebijakan (terpaksa) DI memakai BBM versus BBG. Karena saya lihat Anda salah besar memahami itu.

    Komentar: Salah itu biasa, manusia tidak ada yg sempurna. Kadang kita salah besar, salah kecil, juga salah sedang. Hanya Anda yang kayaknya tidak pernah salah. Karena data-data Anda akurat terus, valid selalu, dan Anda lebih layak jadi Presiden menggantikan SBY.

    2. Untuk masalah memahami hasil audit BPK itu saya yakin saya lebih baik dari Anda, karena saya punya latar belakang auditing.

    Komentar: Ya Anda tahu sendiri, saya bukan orang auditing. Tapi dalam hal membedakan antara nilai inefisiensi PLN dan skandal Bank Century, mungkin kami lebih jujur. Dan kami punya paramater sikap keadilan sosial (pro rakyat), bukan bonek, asal membela pejabat birokrasi.

    3. Saya yakin dengan pendapat saya. Namun itu tidak menghalangi saya untuk mengkonfirmasi pendapat saya dengan teman di BPK. Dan … seperti yg saya duga … mereka membenarkan pendapat saya. Tidak ada indikasi fraud atas inefisiensi itu. Maka tindak lanjutnya adalah ‘hanya’ rekomendasi atau sering disebut management letter. Jika ada indikasi fraud maka BPK akan mengembangkannya ke audit investigatif (semula saya pikir temuan inefisiensi itu hasil audit investigatif, ternyata bukan) atau -bahkan- meneruskannya ke KPK. Bukankah BPK tidak melakukan yang terakhir itu ?

    Komentar: Lho, Anda kan katanya sangat mumpuni dalam membaca data-data, pokoknya Anda “paling membacalah” di negeri ini. Kok Anda lupa ya, acara dengar pendapat antara Dahlan Iskan dan DPR RI tanggal 13 November 2012 lalu. Disitu kan Dahlan dicecar banyak pertanyaan soal PLN oleh DPR. Anggota DPR merekomendasikan agar KPK masuk ke tubuh PLN. Ini kan nyata dan fakta. Kalau anggota DPR bicara soal KPK, bagaimana tafsiran Anda wahai insan yang “paling membaca” di Indonesia ini?

    4. Dulu sekitar tahun 1999 akhir ada sekelompok kyai di depan wartawan TV, menyatakan nanti 2002 Kompas Gramedia akan hancur. Kami yg tahu bagaimana meng-assess kesehatan keuangan suatu perusahaan tentu tertawa nyengir. Karena fakta di lap menunjukkan yang sebaliknya. KG sehat segar bugar bahkan semakin berkembang sampai saat ini. Dan …. kyai-kyai itu pun jadi bahan tertawaan… (Jangan2 dalil bpk2 kyai itu hanya : Jika Allah menghendaki apapun bisa terjadi..he..he..).

    Komentar: Selama kamu membaca blog ini, apa kamu lihat kita punya gaya-gaya kayak para kyai itu? Apa sih salahnya, kami mempertanyakan kerugian negara akibat pemborosan di PLN hingga mencapai 37,6 triliun itu? Apa masalahnya di kamu? Toh, skandal century yang merugikan 6,7 triliun saja sampai dibuatkan sidang paripurna DPR. Terus bagaimana dengan hak-hak rakyat yang tidak boleh telat, nunggak, atau ngutang saat berhubungan dengan BUMN, meskipun untuk nominal 5 atau 10 ribu? Kamu lihat gak sih nilai kezhaliman disini…

    5. Kenapa saya antusias untuk meluruskan pemahaman Anda ? Karena kasihan ! Jangan sampai Anda mempertontonkan ketidaktahuan Anda di blog ini dan jadi tertawaan orang .. sebagaimana yang terjadi pada bapak2 kyai itu.

    Komentar: Kamu ini manusia bermental sampah! Buat apa kita kasihan-kasihanan segala? Kita diskusi kan, dialog, share? Memang apa salahnya kalau pendapat kita keliru, diralat, atau mesti minta maaf? Menurut kamu yang kayak itu salah ya? Anda ini manusia aneh! (Saya terpaksa pakai kata-kata agak kasar, sebab kamu sok arogan, sombong. Diskusi dengan Anda itu cenderung jadi stigma-tif).

    6. Sekarang begini saja. Kalau nanti masalah inefisiensi akibat kebijakan BBM vs BBG ini dibawa ke KPK dan DI dinyatakan salah berarti Anda benar. Dan jika sebaliknya berarti saya yang benar. Kita sama-sama menunggu. Ok ?

    Komentar: Lha, ini kamu tahu juga cara berpikir yang sehat. Kamu kan sejak awal pingin nyalah-nyalahin orang, apapun model retorikanya. Buktinya kamu tahu juga kalau ada peluang KPK masuk ke kasus itu. Kalau saya sih, dengan logika audit paling sederhana sekalipun, saya tidak bisa toleran dengan inefisiensi sampai 37,6 triliun itu. Kenapa? Ya kamu bayangkan saja, kalau ada direksi perusahaan merugikan perusahaan itu dalam bentuk inefisiensi senilai 37,6 miliar dalam setahun. Kira-kira bagaimana tindakan manajemen terhadap direksi seperti itu? Saya yakin, di antara nilai 37,6 triliun itu, pasti ada indikasi korupsi, kolusi, nepotisme-nya.

    Admin.

  98. Pingoes berkata:

    Pernyataan Saudara Rakaie :

    “Tidak ada indikasi fraud atas inefisiensi itu. Maka tindak lanjutnya adalah ‘hanya’ rekomendasi atau sering disebut management letter. Jika ada indikasi fraud maka BPK akan mengembangkannya ke audit investigatif (semula saya pikir temuan inefisiensi itu hasil audit investigatif, ternyata bukan) atau -bahkan- meneruskannya ke KPK. Bukankah BPK tidak melakukan yang terakhir itu ?”

    Jawaban Sudara Joko Waskito :

    “Lho, Anda kan katanya sangat mumpuni dalam membaca data-data, pokoknya Anda “paling membacalah” di negeri ini. Kok Anda lupa ya, acara dengar pendapat antara Dahlan Iskan dan DPR RI tanggal 13 November 2012 lalu. Disitu kan Dahlan dicecar banyak pertanyaan soal PLN oleh DPR. Anggota DPR merekomendasikan agar KPK masuk ke tubuh PLN. Ini kan nyata dan fakta. Kalau anggota DPR bicara soal KPK, bagaimana tafsiran Anda wahai insan yang “paling membaca” di Indonesia ini?”

    Komentar Saya :

    Wuahahahahahaha…pernyataan kesana trus diijawab kemana….sdh jelas dibilang tidak ada indikasi Fraud makanya tdk dilanjutkan ke Audit investigasi……terus jawaban saudara admin berdasarkan nonton TV trus dengar anggota DPR ngomong rekomendasi ke KPK……..lantas diambil kesimpulan Fakta dan Nyata ..apa?…….kalau Fakta nyata Anggota dewan ngoceh ya iyalah…..tapi itu tidak membuktikan apa2….wong sidang soal hak angket century dulu itu juga sdh mirip dagelan kok…..

    Ngga bosen apa lihat Indonesia Lawyer Club …Anggota dewan macem Rohut sitompul, Nudirman munir, Ahmad yani dll ngoceh ngga karuan ……

    Sudara Rakaie menulis:

    “Sekarang begini saja. Kalau nanti masalah inefisiensi akibat kebijakan BBM vs BBG ini dibawa ke KPK dan DI dinyatakan salah berarti Anda benar. Dan jika sebaliknya berarti saya yang benar. Kita sama-sama menunggu. Ok ?”

    Komentar saya:

    SETUJU MARI KITA LIHAT…..

  99. Kamusiapa berkata:

    dua kali saya menemukan ustadz ini ngotot gak ketulungan,yang pertama dalam kasus usamah bin ladin,yang ke dua dalam kasus ini.tadz,mbok ya sekali sekali merenung…saya melihat kadang ustd emosi ketika menanggapi komentar yang masuk.saya jadi mikir,ni yang ustadz abi syakir atau rakai pikatan+pingoes?karena dalam pilihan kata tampak mereka berdua tampak lebih bisa menahan emosi.mungkin membaca komentar saya ustadz juga akan langsung nyolot dan mempertahankan diri.sebelumnya saya mohon maaf,saya hanya ingin agar ustadz jugaintropeksi diri.

  100. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Wuahahahahahaha…pernyataan kesana trus diijawab kemana….sdh jelas dibilang tidak ada indikasi Fraud makanya tdk dilanjutkan ke Audit investigasi……terus jawaban saudara admin berdasarkan nonton TV trus dengar anggota DPR ngomong rekomendasi ke KPK……..lantas diambil kesimpulan Fakta dan Nyata ..apa?…….kalau Fakta nyata Anggota dewan ngoceh ya iyalah…..tapi itu tidak membuktikan apa2….wong sidang soal hak angket century dulu itu juga sdh mirip dagelan kok….. Ngga bosen apa lihat Indonesia Lawyer Club …Anggota dewan macem Rohut sitompul, Nudirman munir, Ahmad yani dll ngoceh ngga karuan ……

    Komentar: Masya Allah, Anda ini diajak berpikir sedikit tinggi, sudah tidak sampai. He he he…lucu juga. Kan begini, kata Rakaie itu kan dalam audit BPK tidak ada unsur fraud, hanya sekedar rekomendasi saja. Tapi dalam acara RDP dengan DPR, anggota DPR jelas-jelas ingin membawa masalah inefisiensi itu ke ranah hukum, dengan mengundang KPK. Itu anggota DPR lho, bukan saya. Jadi menurut parlemen, inefisiensi itu bisa dibawa ke ranah hukum, untuk dikaji dan diinvestigasi unsur pelanggaran korupsinya. Itu kan fakta dan nyata, ada keinginginan anggota DPR membawa kasus itu ke ranah hukum. Terus yang Anda ketawain apa? Aneh…sudah ketawa lebar tapi ngaak ngerti.

    Oke…Anda kan sangat skeptis dengan DPR, meskipun umumnya kita juga begitu. Lalu media apa yang bisa dipakai untuk mencari keadilan dalam mega skandal inefisiensi di PLN itu? Apa media diskusi seperti Anda, ngakak tapi nggak ngerti itu?

    Admin.

  101. abisyakir berkata:

    @ Kamusiapa…

    Paling kamu ini hanya @ Rakaie tapi nyaru dengan nama “anonim”. Omongan kamu disini tidak dihargai lagi. Jelas-jelas kamu tidak ada niat diskusi secara sehat. Kamu bilang “nyolot-nyolot”, sebenarnya siapa yang selalu men-stigma kami karena kedengkiannya dalam hatinya? Masak diskusi baik-baik, selalu ujungnya men-stigma. Nih, tanda-tanda orang “sakit”. Begitu “dikerasin” sedikit cari-cari pembenaran dengan cara aneh.

    Oke saya introspeksi, kalau ada yang salah2 yang saya ralat atau minta maaf. Sementara kapan kamu introspeksinya. Sok “mulut besar”. Ngomong teori tinggi-tinggi, sementara jiwanya penuh dengan kedengkian ke orang lain. Aneh. Kan baru sekarang-sekarang saja saya bersikap keras ke kamu (@ Rakaie).

    Seperti omongan kamu kemarin “merasa kasihan”. Apa maksudnya omongan itu hai “manusia aneh”? Buat apa kamu mengasihani saya, kami tidak butuh empati dari manusia-manusia pendengki. Kamu justru harus mengasihani diri kamu sendiri…kenapa kamu jadi seperti itu. Yang lain bisa diskusi baik-baik, sementara kamu “diskusimu” sengak terus dengan stigma-stigma itu. Segitu ya adab-mu?

    Admin.

  102. Pingoes berkata:

    “Masya Allah, Anda ini diajak berpikir sedikit tinggi, sudah tidak sampai. He he he…lucu juga. Kan begini, kata Rakaie itu kan dalam audit BPK tidak ada unsur fraud, hanya sekedar rekomendasi saja. Tapi dalam acara RDP dengan DPR, anggota DPR jelas-jelas ingin membawa masalah inefisiensi itu ke ranah hukum, dengan mengundang KPK. Itu anggota DPR lho, bukan saya. Jadi menurut parlemen, inefisiensi itu bisa dibawa ke ranah hukum, untuk dikaji dan diinvestigasi unsur pelanggaran korupsinya. Itu kan fakta dan nyata, ada keinginginan anggota DPR membawa kasus itu ke ranah hukum. Terus yang Anda ketawain apa? Aneh…sudah ketawa lebar tapi ngaak ngerti.

    Oke…Anda kan sangat skeptis dengan DPR, meskipun umumnya kita juga begitu. Lalu media apa yang bisa dipakai untuk mencari keadilan dalam mega skandal inefisiensi di PLN itu? Apa media diskusi seperti Anda, ngakak tapi nggak ngerti itu?”

    Komentar :

    Wah-wah…nanti dulu kalau bawa2 nama tuhan yg maha suci …terlalu agung untuk dibawa-bawa….kalau tidak boleh lebar2 ketawanya saya tak mesem-mesem saja biar sampeyan tdk galak begitu….yang sampeyan bilang itu mosok berfikir tinggi sih?……itu malah ku bilang pikiran kebanyakan, umum, biasa2 saja, dan reaksi DPR yg begitu memang sdh BIASA BANGET……begini deh suadara rakaie kan ingin menunjukkan ke Anda bahwa bahwa hasil audit BPK itu bukan investigasi audit tapi hanya sekedar rekomendasi krn tidak ada unsur fraud…nah kalau ada unsur fraud yg saudara rakie bilang tentunya KPK bisa menindaklanjutinya wong jelas domain fungsi penindakan hukum itu di KPK, Polisi, Kejaksaan dan kehakiman ITU POINTNYA Rakie ……………jadi ya sdh jangan dulu bawa si A si B si C

    Persoalan DPR atau misal ICW atau Masyarakat kaya Sampeyan ini mau membawa kasus ini ke ranah hukum ya lain hal lah ….apalagi DPR tempat berkumpulnya politisi2 yg memang SANGAT2 membela kepentingan PARTAI dan KELOMPOKNYA dan kebetulan pula lagi digelitik dahlan dengan dugaan pemerasannya…..DPR mau ngomong Z sampai A ya silahkan saja…….apa si yg tdk bisa dipolitisir di negeri ini…lihat saja kasus2 lain sebelumnya……

    Saya runut kebelakang diskusi ini, misal seperti ttg jalan TOL diatas….jelas2 jalan tol bukan BUMN saja…anda main hantam ttg jalan tol gratis yg dijanjikan dahlan….skrng masalah Audit BPK ini….nah malah sampeyan sendiri spt kena omongan sendiri… terkesan Gebyah Uyah….he he he he.

    .

  103. Kamusiapa berkata:

    Tadz,saya bukan kloningan rakai pikatan.tp ustadz sangat yakin saya adlh rakai pikatan,inilah salah satu kelemahan ustadz yg saya lihat(yg mungkin ust tdk sadar).dg skadar praduga ustadz sudah menuduh sodara rakai,tp salah orang(mungkin saudara sedang tertawa terbahak sekarang).saya tdk ikutan masuk diskusi tentang DI,sy gpunya ilmunya,cuma sy hanya mengingatkan jgn terlalu cpat mengambil kesimpulan sbelum informasinya benar2 lengkap.maaf.

  104. abisyakir berkata:

    @ Kamusiapa…

    Lha, masalahnya kenapa Anda memakai identitas “anonymous”? Itu kan masalahnya. Apa sih susahnya Anda menulis nama anu atau anu? Apa tidak bisa menulis nama? Kan di dunia ini kita diberi kemampuan untuk menulis nama diri? Kalau Anda bukan Rakaie, ya tinggal pakai nama lain.

    Saya tidak suka dengan bahasa Anda pakai kata “nyolot”…memang Anda melihat akhlak kami seperti itu ya? Anda perlu tahu, Rakaie itu sudah sering masuk blog ini dan diskusi dengan kami. Dia sangat sering melakukan stigma2, dan selama itu kami hadapi dengan santun. Baru sekali dua kali, dia saya “sikat” dengan kata-kata tajam. Itu pun tidak keluar dari konteks argumen; tapi Anda sudah “nyolot”. Kalau tidak tahu riwayat diskusi, jangan banyak komen dong.

    Mau lengkap gimana? Diskusi itu beda sama “menulis”. Dalam diskusi lebih kuat unsur “share argument”. Maaf ya…Anda pernah main internet? Anda pernah masuk forum diskusi internet? Bagaimana pengalaman Anda dalam diskusi itu? Apakah semua yang diskusi di internet memakai standar ilmiah “legal auditing” seperti yang menjadi standar Anda? Wong, Anda disuruh untuk menulis nama diri saja, itu tidak dilakukan?

    Admin.

  105. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Wah-wah…nanti dulu kalau bawa2 nama tuhan yg maha suci …terlalu agung untuk dibawa-bawa….kalau tidak boleh lebar2 ketawanya saya tak mesem-mesem saja biar sampeyan tdk galak begitu….

    Respon: Lho kan kita ummat beragama, boleh dong menghiasi kata-katanya dengan Asma-Asma Allah? Anda juga boleh memakai hal yang sama… Tapi menurut saya, saya takjub dengan KETAWA ANDA yang sangat lebar, lebar, lebar sekali itu… Anda mentertawakan sesuatu yang sebenarnya tidak perlu ditertawakan.

    yang sampeyan bilang itu mosok berfikir tinggi sih?……itu malah ku bilang pikiran kebanyakan, umum, biasa2 saja, dan reaksi DPR yg begitu memang sdh BIASA BANGET……

    Respon: Lho, awalnya kan Anda menyebut komentar saya itu “tidak nyambung” dengan audit BPK yang katanya hanya bersifat rekomendatif itu. Sementara melalui proses kerja legislatif, ada peluang/ide membawa masalah PLN itu ke tingkat hukum/KPK. Menurut BPK hanya bersifat rekomendasi, tetapi menurut anggota DPR ada peluang masuk KPK. BPK itu bukan institusi yang bisa menuntut/menggugat BUMN; ia hanya lembaga penilai. Operator penuntut/penggugat dalam hal ini ya jelas DPR, untuk diteruskan ke polisi/KPK. Apa yang aneh dari itu? Mengapa Anda mesti tertawa begitu lebar… Itu yang membuat saya takjub.

    Saya sendiri yakin, ada peluang Dahlan bisa dijerat kasus korupsi. Logikanya begini…kerugian akibat pemborosan PLN hingg 37,6 triliun (tahun 2009-2010). Kalau dana pemborosan itu dipecah per 1 miliar, maka akan diperoleh 37600 poin/miliar. Dari 37600 poin audit dana pemborosan PLN, sulit dibayangkan kalau Dahlan selamat seluruhnya. Pasti ada kasus-kasus operasional tertentu yang bisa membawanya ke meja pengadilan.

    Begini deh suadara rakaie kan ingin menunjukkan ke Anda bahwa bahwa hasil audit BPK itu bukan investigasi audit tapi hanya sekedar rekomendasi krn tidak ada unsur fraud…nah kalau ada unsur fraud yg saudara rakie bilang tentunya KPK bisa menindaklanjutinya wong jelas domain fungsi penindakan hukum itu di KPK, Polisi, Kejaksaan dan kehakiman ITU POINTNYA Rakie ……………jadi ya sdh jangan dulu bawa si A si B si C

    Respon: Apa yang bisa masuk proses KPK hanya kasus-kasus yang dianggap fraud saja oleh BPK? Apakah kalau tidak disebut fraud oleh BPK, ia tidak bisa masuk ke proses hukum? Justru Anda salah mengerti… Audit BPK itu bisa bersifat umum, audit pembukaan, atau audit parsial. Tetapi bisa juga menjadi audit investigatif, hingga sampai kesimpulan ada pelanggaran hukum atau tidak. Dari hasil audit BPK (laporannya pernah dimuat di Vivanews.com) memang hanya bersifat umum saja. Maka itu perlu didalami lebih lanjut, untuk dirinci secara operasional. Disitu perlu peran KPK/polisi. BPK bisa dianggap memberi aba-aba, lalu DPR, polisi, KPK bisa menindak-lanjuti lebih jauh.

    Coba Anda jawab pertanyaan ini: Apa dalam laporan audit BPK, disana ada kata-kata begini: “Kami anggap KPK/polisi tidak perlu masuk ke kasus ini, cukup kasus ini sampai disini saja, tidak perlu ada proses hukum.” Ada tidak kata-kata seperti itu, biar memperjelas apakah KPK/polisi perlu bergerak atau tidak?

    Persoalan DPR atau misal ICW atau Masyarakat kaya Sampeyan ini mau membawa kasus ini ke ranah hukum ya lain hal lah ….apalagi DPR tempat berkumpulnya politisi2 yg memang SANGAT2 membela kepentingan PARTAI dan KELOMPOKNYA dan kebetulan pula lagi digelitik dahlan dengan dugaan pemerasannya…..DPR mau ngomong Z sampai A ya silahkan saja…….apa si yg tdk bisa dipolitisir di negeri ini…lihat saja kasus2 lain sebelumnya……

    Respon: Anda pernah mengikuti proses sidang paripurna DPR RI soal Bank Century? Hasilnya bagaimana? Kan disana hasilnya DPR sepakat dengan “opsi C” yaitu ada pelanggaran hukum dan mesti diteruskan ke ranah hukum. Lalu mengapa KPK/polisi tidak bergerak sampai saat ini? Abrham Samad berkali-kali janji, masalah Bank Century akan kelar tahun ini. Tapi hingga sekarang tak jelas. Dalam posisi ini, siapa yang lebih baik sikapnya, DPR atau KPK? DPR sudah menghasilkan rekomendasi, tetapi KPK lelet sekali merespon kasus itu.

    Soal isu pemerasan anggota DPR oleh Dahlan, ini juga aneh. Dahlan sudah diminta membawa isu pemerasan itu ke ranah hukum, tapi tidak juga dia lakukan. Sebenarnya yang mengerti hukum itu siapa, Dahlan atau orang-orang yang dia tuduh itu?

    Saya runut kebelakang diskusi ini, misal seperti ttg jalan TOL diatas….jelas2 jalan tol bukan BUMN saja…anda main hantam ttg jalan tol gratis yg dijanjikan dahlan….skrng masalah Audit BPK ini….nah malah sampeyan sendiri spt kena omongan sendiri… terkesan Gebyah Uyah….he he he he.

    Respon: Kalau begitu cara berpikir Anda, sekarang saya tanya, mengapa ketika itu Dahlan pakai marah-marah di pintu tol? Pakai membanting kursi segala? Mengapa itu? Kan ranah dia cuma di BUMN, sedangkan kata Anda, soal jalan tol bukan cuma masalah BUMN. Jadi siapa yang aneh disini?

    Baik saya ingatkan Anda beberapa pertanyaan saya di atas:

    [1]. Apa sebuah kasus yang tidak dinilai fraud oleh BPK, kasus itu sudah otomatis tidak ada pelanggaran hukum di dalamnya, sehingga menutup pintu dilakukan proses hukum di dalamnya? (Tolong berikan argumen Anda dengan dasar aturan dan fakta).

    [2]. Apakah kalau anggota DPR ada desakan agar KPK masuk ke kasus inefisiensi di PLN, apakah desakan seperti itu termasuk pelanggaran hukum?

    [3]. Kalau memang urusan jalan tol juga melibatkan perusahaan2 swasta non BUMN, sehingga Menteri BUMN tidak boleh menggratiskan begitu saja; lalu mengapa Dahlan pakai marah-marah segala di pintu tol? Kan logikanya, kalau memakai cara berpikir itu, domain jalan tol bukan urusan Meneg BUMN saja. Apa tidak malu dia marah-marah di atas urusan yang tidak cuma domain dia sendiri?

    Tolong Anda jangan lari dari permasalahan, maka itu saya ingatkan hal ini. Tujuannya, agar Anda bisa memilih momen yang tepat untuk tertawa lebar secara layak. Terimakasih.

    Admin.

  106. Pingoes berkata:

    “Lho, awalnya kan Anda menyebut komentar saya itu “tidak nyambung” dengan audit BPK yang katanya hanya bersifat rekomendatif itu. Sementara melalui proses kerja legislatif, ada peluang/ide membawa masalah PLN itu ke tingkat hukum/KPK. Menurut BPK hanya bersifat rekomendasi, tetapi menurut anggota DPR ada peluang masuk KPK. BPK itu bukan institusi yang bisa menuntut/menggugat BUMN; ia hanya lembaga penilai. Operator penuntut/penggugat dalam hal ini ya jelas DPR, untuk diteruskan ke polisi/KPK. Apa yang aneh dari itu? Mengapa Anda mesti tertawa begitu lebar… Itu yang membuat saya takjub. ”

    RESPON: Nah ini nih …..boleh saya tertawa lagi? …yang saya bilang diatas tidak usah bahas ke si A si B dan Si C. Saya juga diawal bilang lagi diskusi masalah Status Audit BPK trus malah ke kemana-mana ke institusi lain. Analoginya begini: di Meja makan mau cari Apel yg manis apa kecut …eh kalau manis bisa langsung di jus (ditindaklanjuti investigasi audit)….kalau kecut di peram dulu biar pas atau diapain dulu yah koq belum manis belum diketahui……….jadi belum bicara acara bikin Selai Apel dapur yg lebih mantep.

    lagi pula kelihatannya ya kalau belum pikun SAYA TIDAK PERNAH MENGATAKAN “TIDAK NYAMBUNG” …..wong masalah apa saja kalau subyeknya bisa dikaitkan ke institusi lain yg berkepentingan ya bisa nyambung2 saja lah….yg sedang di tekankan Sudara Rakie kan tentang status Audit BPKnya ……..makanya kubilang diatas kalau memang fraud ya bisa langsung di tindak lanjuti ke investigasi audit kalau memang terbukti bisa ke KPK……. jangankan BPK sampeyan aja kalau lapor ada orang korupsi dg bukti2 yg kuat KPK juga bisa memproses kok.

    DPR sebagai penggugat atau penuntut?……wow..wow..Om nanti dulu ah….masa mau saya terangkan sih….di Negara ada eksekutif, legislatif …yudikatif….DPR bagian dari legislatif ….yg didalamnya ada fungsi legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawasan…..DPR tuh bikin UU, persetujuan PERPU, bahas RUU, menetapkan Anggaran, Menindak lanjuti pengawasan terhadap pelaksanaan UU, buat persetujuan, pertimbangan dan konsultasi dan menyerap aspirasi rakyat disamping fungsi2 lain yg diatur UU deh, Ada juga hak2.. spt angket, interpelasi, menyatakan pendapat (Spt Opsi C yg sampeyan sebut diatas)

    Fungsi pengawasan ini yg memungkinkan DPR cawi2 masalah PLN, tapi bukan sbg penuntut yg sampeyan bilang LHO…..yg nuntut nanti JAKSA

    “Apa yang bisa masuk proses KPK hanya kasus-kasus yang dianggap fraud saja oleh BPK? Apakah kalau tidak disebut fraud oleh BPK, ia tidak bisa masuk ke proses hukum? Justru Anda salah mengerti… Audit BPK itu bisa bersifat umum, audit pembukaan, atau audit parsial. Tetapi bisa juga menjadi audit investigatif, hingga sampai kesimpulan ada pelanggaran hukum atau tidak. Dari hasil audit BPK (laporannya pernah dimuat di Vivanews.com) memang hanya bersifat umum saja. Maka itu perlu didalami lebih lanjut, untuk dirinci secara operasional. Disitu perlu peran KPK/polisi. BPK bisa dianggap memberi aba-aba, lalu DPR, polisi, KPK bisa menindak-lanjuti lebih jauh”.

    RESPON:
    Sabar-sabar Om jangan buru-buru bertanya dan disimpulkan sendiri……..yg bisa masuk KPK hanya yg dianggap fraud?….jawaban saya: jangankan audit BPK ocehan seseorang di Skype saja bisa kok kalau ada bukti cukup …tuh si nazaruddin ngoceh ttg Angie dan Anas wkt di kolombia……….nah kalau Angie sdh cukup bukti bisa dilanjut…pak anas krn belum cukup ya belum di proses …atau krn pake senjata gantung di Monas ya ngga tau lagi.

    trus yg anda jelaskan itu sdh pengetahuan umum saban hari ada di TV para komentator dan pengamat politik di Metro dan TV one ..mengerti kok…tapi sayang sekali bukan itu esensi yg saya tanggepi diatas.

    “Anda pernah mengikuti proses sidang paripurna DPR RI soal Bank Century? Hasilnya bagaimana? Kan disana hasilnya DPR sepakat dengan “opsi C” yaitu ada pelanggaran hukum dan mesti diteruskan ke ranah hukum. Lalu mengapa KPK/polisi tidak bergerak sampai saat ini? Abrham Samad berkali-kali janji, masalah Bank Century akan kelar tahun ini. Tapi hingga sekarang tak jelas. Dalam posisi ini, siapa yang lebih baik sikapnya, DPR atau KPK? DPR sudah menghasilkan rekomendasi, tetapi KPK lelet sekali merespon kasus itu.

    Respon : yang ini juga saban hari di TV tahun lalu atau beberapa bulan lalu …terima kasih sudah mengingatkan dan saya masih ingat kok…..tapi bukan ini yg saya tanggepin diawal.

    “Kalau begitu cara berpikir Anda, sekarang saya tanya, mengapa ketika itu Dahlan pakai marah-marah di pintu tol? Pakai membanting kursi segala? Mengapa itu? Kan ranah dia cuma di BUMN, sedangkan kata Anda, soal jalan tol bukan cuma masalah BUMN. Jadi siapa yang aneh disini? ”

    Respon: OK saya jawab yg obyektif dan berimbang yah ….biar nanti sampeyan tidak tuduh saya pemuja dahlan…….yg dia marah2 di TOL pertama memang di TOL Jasa Marga jadi intinya didomain kementrian BUMN ….misalkan jasa marga mengelola Jembatan berbayar bukan jalan TOL mungkin buang kursinya di jembatan. krn memang sdh di targetnya 5 mobil koq masih berpuluh-puluh mobil hanya gara2 pintu tolnya banyak yg tutup krn karyawannya belum datang dan ganti shiff..Hak dia donk mau mengatur BUMN nya…….Fakta lain yah….Dahlan bukan tidak kena batunya …..dia pernah kena malu dengan kejadian ke dua dia marah2 di pintu TOL di Ancol……celakanya salah alamat, dia pikir tol Ancol juga Jasa Marga ternyata Tol itu dikelola PT. Cipta Marga Nusapala Persada …..sehingga Dahlan Meminta Maaf atas kejadian itu.

    Media juga yg mustinya memilah seharusnya di tulis Jalan TOL Jasa Marga….jadi tidak bikin bingung seperti sohib2 anda itu yg meledak-meledak di blog.

    “Apa sebuah kasus yang tidak dinilai fraud oleh BPK, kasus itu sudah otomatis tidak ada pelanggaran hukum di dalamnya, sehingga menutup pintu dilakukan proses hukum di dalamnya? (Tolong berikan argumen Anda dengan dasar aturan dan fakta).”

    RESPON: Jawabannya sama dg yg saya tulis diatas.

    “Apakah kalau anggota DPR ada desakan agar KPK masuk ke kasus inefisiensi di PLN, apakah desakan seperti itu termasuk pelanggaran hukum? ”

    RESPON: Ya Enggak Lah yauw…..dari awal saya selalu bilang boleh, syah, silahkan dlll…..apa ngga dilihat?

    “Kalau memang urusan jalan tol juga melibatkan perusahaan2 swasta non BUMN, sehingga Menteri BUMN tidak boleh menggratiskan begitu saja; lalu mengapa Dahlan pakai marah-marah segala di pintu tol? Kan logikanya, kalau memakai cara berpikir itu, domain jalan tol bukan urusan Meneg BUMN saja. Apa tidak malu dia marah-marah di atas urusan yang tidak cuma domain dia sendiri?”

    RESPON : Sudah dijawab juga diatas.

    “Tolong Anda jangan lari dari permasalahan, maka itu saya ingatkan hal ini. Tujuannya, agar Anda bisa memilih momen yang tepat untuk tertawa lebar secara layak. Terimakasih.”

    RESPON: Sampai kering giginya rasanya malah…….makin kenceng Om.

  107. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Jujur melelahkan juga diskusi dengan Anda, tapi cobalah saya hargai Anda sebagai teman, sehingga layak untuk dilanjutkan. Tapi saya juga tidak optimis, sebab gimana ya…sulit memegang “ekor” atau “kepalanya”. Begitu deh… (mohon bagian ini tidak usah dikomentari, biar tidak berpanjang2).

    Analoginya begini: di Meja makan mau cari Apel yg manis apa kecut …eh kalau manis bisa langsung di jus (ditindaklanjuti investigasi audit)….kalau kecut di peram dulu biar pas atau diapain dulu yah koq belum manis belum diketahui……….jadi belum bicara acara bikin Selai Apel dapur yg lebih mantep.

    Komentar: Kan Anda mengutip pandangan seseorang, bahwa status audit itu sebatas “rekomendasi”, tidak ada unsur fraud. Iya kan, Anda mendukung asumsi ini. Bahkan dengan tidak adanya status fraud, seolah skandal inefisiensi itu tak bisa dibawa ke ranah hukum. Jadi dianggap hasil audit BPK tidak berimplikasi hukum, hanya sebatas “berita doang”. Tapi orang-orang DPR dalam RDP dengan Dahlan, mereka mendorong KPK masuk ke kasus itu. Artinya, anggota DPR melihat ada potensi pelanggaran hukum disana, sehingga perlu melibatkan DPR.

    Trus Anda berkelit, bahwa urusan ini belum dibahas ke ranah hukum…baru sebatas nyobain beberapa apel di meja, ada yang manis, dan ada yang asem. Jadi belum bicara soal proses hukum dulu. Entah Anda sudah nyobain semua apel itu atau belum, yang jelas skandal Dahlan itu bisa dibawa ke ranah hukum. Jadi hasil audit BPK yang menyatakan tidak ada unsur fraud; tidak menjadi penghalang untuk proses hukum bagi Dahlan. Nah, Anda lihat sendiri, saya sudah berusaha bersikap logis, tidak keluar dari ranah berpikir yang sehat (alhamdulillah).

    Lagi pula kelihatannya ya kalau belum pikun SAYA TIDAK PERNAH MENGATAKAN “TIDAK NYAMBUNG” …..wong masalah apa saja kalau subyeknya bisa dikaitkan ke institusi lain yg berkepentingan ya bisa nyambung2 saja lah….yg sedang di tekankan Sudara Rakie kan tentang status Audit BPKnya ……..makanya kubilang diatas kalau memang fraud ya bisa langsung di tindak lanjuti ke investigasi audit kalau memang terbukti bisa ke KPK……. jangankan BPK sampeyan aja kalau lapor ada orang korupsi dg bukti2 yg kuat KPK juga bisa memproses kok.

    Komentar: Lalu apa makna tertawa Anda yang begitu panjang, dan tampaknya sangat meriah itu? Apa Anda tertawa (lewat tulisan) tanpa arti dan makna? Apa yang Anda tertawakan? Apa menertawakan diri sendiri? Ini kan lucu, sesuatu yang tidak layak ditertawakan, tapi tertawanya (lewat tulisan) sedemikian rupa. Apa semudah itu Anda tertawa? Wah kasihan deh…

    Lho, intinya kan orang itu bilang, status hasil audit BPK tidak menemukan unsur fraud. Terus kalau tidak fraud (misalnya demikian), apakah otomatis proses pengusutan potensi korupsi dan pelanggaran hukum tertutup disana? Ya selagi BPK bukan lembaga penegak hukum, tidak ada yang menutup pintu ke arah pengusutan kasus itu secara hukum. Itu kaidah dasarnya.

    yang ini juga saban hari di TV tahun lalu atau beberapa bulan lalu …terima kasih sudah mengingatkan dan saya masih ingat kok…..tapi bukan ini yg saya tanggepin diawal.

    Komentar: Tapi kan Anda sejak awal selalu “under estimate” dengan DPR, seolah mereka tak ada gunanya sama sekali; yang berguna bagi nusa bangsa, dan kehidupan insan, hanya Dahlan Iskan saja. Terus Anda persepsikan, bahwa DPR tidak komit dengan proses hukum; padahal dalam skandal Bank Century, mereka lebih baik daripada KPK, Polri, atau Kejaksaan. Nah ini yang tidak saya pahami, mengapa Anda jadi berargumen dengan kalimat “bukan ini yang saya tanggepin di awal”. Coba saja Anda baca komen-komen Anda seputar anggota DPR! Coba review lagi…biar Anda jadi manusia bertanggung-jawab.

    OK saya jawab yg obyektif dan berimbang yah ….biar nanti sampeyan tidak tuduh saya pemuja dahlan…….yg dia marah2 di TOL pertama memang di TOL Jasa Marga jadi intinya didomain kementrian BUMN ….misalkan jasa marga mengelola Jembatan berbayar bukan jalan TOL mungkin buang kursinya di jembatan. krn memang sdh di targetnya 5 mobil koq masih berpuluh-puluh mobil hanya gara2 pintu tolnya banyak yg tutup krn karyawannya belum datang dan ganti shiff..Hak dia donk mau mengatur BUMN nya…….Fakta lain yah….Dahlan bukan tidak kena batunya …..dia pernah kena malu dengan kejadian ke dua dia marah2 di pintu TOL di Ancol……celakanya salah alamat, dia pikir tol Ancol juga Jasa Marga ternyata Tol itu dikelola PT. Cipta Marga Nusapala Persada …..sehingga Dahlan Meminta Maaf atas kejadian itu. Media juga yg mustinya memilah seharusnya di tulis Jalan TOL Jasa Marga….jadi tidak bikin bingung seperti sohib2 anda itu yg meledak-meledak di blog.

    Komentar: Saya sering masuk Jakarta lewat tol Cipularang, dari arah Bandung. Setahu saya -maaf kalau salah- jalan tol itu dikelola oleh Jasa Marga. Adapun soal antrean lebih dari 5 mobil, wah bukan 5 lagi, bahkan bisa puluhan. Kalau sedang week end atau masuk Senin pagi, bisa lebih panjang lagi. Setidaknya, kalau sesumbar Dahlan itu bener, ya terapin di tol Cipularang itu. Berikan akses gratis bagi pengendara mobil kalau sampai ada antrean lebih dari 5 mobil. Tetapi setahu saya, hal ini tidak berlaku. Sesumbar tetap sesumbar, realisasi tidak ada.

    Kalau Dahlan Iskan tidak keburu-buru nafsu, mestinya jangan “main sikat” begitu saja. Kan Jasa Marga punya Dirut. Mengapa tidak dipanggil Dirut itu, lalu ditanya soal kinerja bawahannya. Mengapa seorang menteri sampai “banting-banting kursi”? Secara manajemen, hal ini menunjukkan tidak jalannya koordinasi antara atasan dan bawahan. Setidaknya, bolehlah dia sekali-kali marah untuk menunjukkan “komitmen”. Tetapi jangan pakai sesumbar macam-macam, lalu di blow-up media. Itu kan memalukan, sudah berjanji, tidak ditepati. Bahkan bodohnya, seorang menteri BUMN ingin memaksakan idenya/sesumbarnya di ranah operasional yang dia sendiri tidak berwenang ikut-campur secara langsung.

    Ya Enggak Lah yauw…..dari awal saya selalu bilang boleh, syah, silahkan dlll…..apa ngga dilihat?

    Komentar: Nah, kalau begitu, Anda harus tepat menggunakan “hak tawa” Anda. Anda menertawakan sesuatu yang tidak layak ditertawakan, hal itu hanya akan menciderai diri sendiri. Coba Anda berani menyebut diri Anda secara terbuka, tentu Anda akan lebih berhati-hati dalam bersikap.

    Anda bertanya: Apa nggak dilihat? Ini aneh. Saya baru tahu jawaban Anda disini, kok ditanya seperti itu? Aneh. Kecuali kalau Anda sudah menjawab di bagian2 lain, bolehlah berkata “apa nggak dilihat”? Tapi saya yakin, meskipun saya kritik Anda dari sisi ini, Anda tetap akan berkelit kesana-kemari, dan pura-pura (memaksakan diri) tertawa. Saya paham lah model-model pribadi seperti ini…wong sering menemui dalam diskusi online.

    Sampai kering giginya rasanya malah…….makin kenceng Om.

    Komentar: Saya tahu, Anda berbohong dengan perkataan ini. Bisa jadi, Anda berbohong karena Anda sendiri sebenarnya tidak tertawa; tetapi ingin mengesankan diri Anda tetap berwibawa, unggul, dan menang; maka Anda menulis kata-kata seperti itu. Atau Anda telah berbohong, karena gigi Anda sendiri tidaklah kering. Kecuali, kalau manusia sudah jadi tengkorak, lalu giginya terkena panas secara kontinue, itu baru bisa kering.

    Saya masih pada kesimpulan semula, bahwa Anda tidak layak tertawa seperti itu (lewat tulisan) untuk apa-apa yang sebenarnya tidak perlu ditertawakan. Orang tidak tertawa karena melihat sesuatu yang lucu, masih “lebih terhormat” dari yang tertawa tidak pada tempatnya.

    Admin.

  108. Ardian berkata:

    Assalammualaikum…

    Maaf ikut berkomentar. Kalau saya ikuti diskusi ini, menurut pendapat saya diskusi ini tidak perlu dilanjutkan lagi karena Admin (ustadz Abisyakir) mempunyai sudut pandang yang memang sudah berbeda dengan Rakaie Pikatan, Frozen Condor dan Pingoes, dimana Admin menggunakan semua informasi dan data seperti sms, berita koran dan pendapat anggota dewan sebagai fakta yang tidak terbantahkan, yang dilandasi perasaan tidak suka terhadap terhadap pak Dahlan Iskan. Jadi apapun pendapat dan argumen dari bung Rakaie Pikatan, Frozen Condor dan Pingoes yang menggunakan informasi dan data yang diyakini valid dan benar dengan dilandasi pikiran positif, tetap tidak akan merubah keyakinan Admin bahwa pak DI itu bersalah, korup, tidak pandai memimpin, selalu pencitraan dan yang pasti Liberal.

    Diskusi kalau sudah dilandasi pikiran dan perasaan negativ terhadap obyek yang didiskusikan (dalam hal ini pak Dahlan Iskan) maka diskusi ini tidak perlu dilanjutkan lagi karena tidak akan pernah bisa menerima pendapat dan argumen orang lain walaupun itu BENAR.

    Balik ke isi tulisan, menurut pendapat saya sebenarnya Admin (Ustadz Abisyakir) ingin menggunakan sms yang tidak jelas itu untuk memperkuat rasa tidaksukanya (kalau tidak bisa dibilang benci) kepada pak Dahlan Iskan dan menyebarkannya melalui sebuah tulisan/artikel diatas. Ini bisa dilihat ketika ada argumen yang kontra terhadap tulisan yg bersumber dari SMS tidak jelas itu, saudara Admin jelas membela mati2an dengan berbagai macam argumen yang menurut saya pun kabur dan tidak kuat untuk menyimpulkan bahwa isi SMS itu benar.

    Saran saya untuk Ustadz Abisyakir sebagai Admin…Sebaiknya blog yang Islami ini tidak dipergunakan untuk menilai jelek orang lain, apalagi kalau orang lain itu adalah juga Muslim. Toh kalau menilai orang lain seharusnya didasarkan pada fakta yang kuat dan informasi yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan.

    Demikian komentar saya, Semoga kita semua diberi petunjuk dan hidayah dari Allah SWT…Amiinn.

    Terimakasih,
    Wassalammualaikum Wr…Wb..

  109. abisyakir berkata:

    @ Ardian…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Alhamdulillah, masukan Anda kami apresiasi. Isi tulisan itu diedit kembali. Bagian-bagian SMS yang kira-kira sulit diklarifikasi atau dianggap “gossip” sudah dihilangkan. Adapun bagian-bagian lain, yang sifatnya fakta umum atau analisa khusus yang biasa kita temukan di media, tulisan-tulisan, atau forum diskusi, tetap dipertahankan. Ya, kalau menghadapi SMS semacam itu tidak mau, sebaiknya jangan menjadi pejabat negara. Masak pejabat negara maunya mendapat pujian dan pencitraan terus? Kan tidak bagus itu.

    Terus soal Dahlan Iskan, ya secara pribadi kami tidak suka; karena biasanya, orang-orang yang suka blow up pencitraan itu ada maunya. Sebagai perbandingan: Dahlan Iskan menyusun buku “Sepatu Dahlan”; Aburizal Bakrie dibuatkan buku “Anak Sejuta Bintang”; Chaerul Tanjung dibuatkan buku “Anak Singkong”. Atau SBY dibuatkan satu set buku ensiklopedi pencitraan. Aa Gym pernah dibuatkan buku “Aa Gym Apa Adanya” (lalu diplesetkan menjadi: Aa Gym Ada Apanya?). Biasanya yang begini-begini ada maunya. Bagi orang awam sih, baik-baik saja. Tapi bagi yang mengerti, nanti ujung-ujungnya bermasalah juga. Berbeda lho hasilnya, pemimpin yang lahir lewat citraan media dengan pemimpin yang dipilih karena karya nyatanya.

    Adapun soal Megaskandal Inefisiensi di PLN itu, ya kita menulis selaras dengan salah satu missi blog ini, yaitu menyuarakan suara keadilan, dan pembelaan terhadap kehidupan kaum Muslimin. Kalau bayar rekening listrik saja kita tak boleh nunggak, maka sangat MENGERIKAN kalau kita biarkan kesalahan besar yang dilakukan Dahlan saat menjadi Dirut PLN itu. Sangat mengerikan.

    Bagaimanapun, terimakasih syukran jazakumullah khair atas masukan dan kritiknya.

    Admin.

  110. Pingoes berkata:

    Saudara joko, sebenarnya saya ingin berkomentar tentang tulisan awal diatas tetapi berhubung anda tidak berkenan ya sudahlah.

    Tentang saya dinilai sdh seperti kebanyakan orang lain yg diskusi dan dianggap mengelak, berkelit dll saya maklum itu pembelaan saudara yg tidak suka saya tertawa, wajar itu memang orang akan marah dan sebel apalagi aku terkesan meledek atau menurut anda tdk pada tempatnya, aneh dan sebagainya, lek wong jowo ngomong “ora mutu”. Namun saya pikir diskusi yang saya lakukan setidaknya masih orisinil tdk seperti konco2 mu yg kamu bela dan malah jadi referensi dari beberapa pendapatkamu ttg diskusi dahlan……

    Tapi memang sdh waktunya di tutup topik ini, memang lama2 rasanya sudah tidak menarik lagi….saran saya ke anda jangan terlalu percaya kabar, anda mustinya bisa membumi jika menulis artiel saya baca beberapa artikel anda, misal tentang mata satu olimpiade , ttg teori konspirasi, tentang symbol illuminati simbol2 zionis dll, malah sampai Logo Club MU juga ikut kena hehehehhehe atau bahkan banyak orang meributkan mata satunya uang dollar USA masih sangat simpel pemahamannya…….banyak sohib2 terjebak pada tataran kabar……mengapa tdk mecoba menggali lebih dalam……

    Contoh ttg 1 Dollar USA yg segitiga patah trus mata satu dianalogikan dengan dajjal, atau zionis….atau illuminati…padahal kalau tahu secara historisnya jauh sekali…..dan tidak ada sama sekali keterkaitannya….orang sibuk dan ketakutan terhadap symbol tapi lucunya degradasi moral umat di depan mata tdk bereaksi….sibuk urus USA, Zioni dll tapi pemuda muslimnya rusak didepan mata tdk peduli, sesama muslim merasa PALING BENAR…….saya bosan melihat aliran2 ISlam yg ratusan banyaknya dan masing2 mengklaim PALING BENAR yg lain salah…..yg lain kafir…..

    kalau orang atau kaum sdh merasa paling benar biasanya akan ekslusif memisah dan menganggap golongan lain tdk benar….melelahkan…

    Semoga Negara Kita Bisa semakin MAJU.

  111. abisyakir berkata:

    @ Pingoes…

    Tapi memang sdh waktunya di tutup topik ini, memang lama2 rasanya sudah tidak menarik lagi….saran saya ke anda jangan terlalu percaya kabar, anda mustinya bisa membumi jika menulis artiel saya baca beberapa artikel anda, misal tentang mata satu olimpiade , ttg teori konspirasi, tentang symbol illuminati simbol2 zionis dll, malah sampai Logo Club MU juga ikut kena hehehehhehe atau bahkan banyak orang meributkan mata satunya uang dollar USA masih sangat simpel pemahamannya…….banyak sohib2 terjebak pada tataran kabar……mengapa tdk mecoba menggali lebih dalam……

    Komentar: Seorang pakar simbologi, Dr. Cathy Burns, dari Australia menulis khusus tentang makna simbol2 tersebut secara ilmiah. Cathy bukan satu2nya ahli yang menulis hal itu. Mungkin yang demikian yang kamu anggap “tidak menggali dalam”, sebab di mata kamu yang benar ya otak kamu sendiri.

    Contoh ttg 1 Dollar USA yg segitiga patah trus mata satu dianalogikan dengan dajjal, atau zionis….atau illuminati…padahal kalau tahu secara historisnya jauh sekali…..dan tidak ada sama sekali keterkaitannya….orang sibuk dan ketakutan terhadap symbol tapi lucunya degradasi moral umat di depan mata tdk bereaksi….sibuk urus USA, Zioni dll tapi pemuda muslimnya rusak didepan mata tdk peduli, sesama muslim merasa PALING BENAR…….saya bosan melihat aliran2 ISlam yg ratusan banyaknya dan masing2 mengklaim PALING BENAR yg lain salah…..yg lain kafir…..

    Komentar: Apa kerjaan umat Islam cuma ngurusi simbol2 itu? Apa kerjaan mereka dalam melawan demoralisasi tidak ada harganya di mata kamu? Apa dalam blog ini isi tulisannya semua tentang simbol2 Yahudi itu? Terus apa peran kamu dalam memperbaiki moral pemuda Muslim? Coba sebutkan disini peran kamu, nanti akan kami muat, agar semua orang tahu kalau kamu tidak “omdo”.

    Lihat kata-kata ini: “Saya bosan melihat aliran2 ISlam yg ratusan banyaknya dan masing2 mengklaim PALING BENAR yg lain salah…..yg lain kafir….” Memangnya kamu dikafirkan disini? Memangnya kami mengkafirkan Dahlan Iskan disini? Coba sebutkan bukti-bukti kamu!

    Kalau orang atau kaum sdh merasa paling benar biasanya akan ekslusif memisah dan menganggap golongan lain tdk benar….melelahkan… Semoga Negara Kita Bisa semakin MAJU.

    Komentar: Oke setuju, semoga kehidupan kaum Muslimin lebih baik lagi.

    Oh ya, soal nama Joko…ini adalah nama pemberian orangtua, tentu saya berbangga dan tidak keberatan. Saya memakai kunyah “Abu Muhammad” ini ada ceritanya. Satu sisi, ingin menunjukkan rasa bangga sebagai seorang ayah; di sisi lain, saya sering sekali diledek oleh kawan-kawan tentang nama Joko itu. Kata mereka, setelah saya menikah, “Berarti sudah tidak joko lagi dong.” Sering mendengar kata-kata demikian, sehingga ada rasa kikuk/risih. Maka setelah menikah, saya gunakan kunyah “Abu Muhammad” untuk menunjukkan bahwa saya bukan seorang bujangan lagi.

    Tapi heran sekali… ada sebagian orang yang bermental kerdil, pendengki tulen, tidak bahagia dengan kebaikan orang, lalu mencari jalan untuk menjatuhkan dengan fantasi-fantasi bodoh… seolah kalau saya memakai nama Joko, seolah akan jatuh harga diri; akan luruh semua ilmu dan wawasan; masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Kok bisa ya mereka berpikir sekerdil itu? Tapi itu nyata… Kalau membaca sejarah Daulah Saljuq, Zankiyah, Ayyubiyah, dan Turki Utsmani, banyak sekali nama-nama tokoh besar Islam di masa itu dengan nama etnis Turki atau Kurdi, bukan nama Arab. Dan tokoh-tokoh itu ya tidak malu atau merasa rendah diri. Sejarah tetap mencacat nama mereka dengan tinta emas.

    Admin.

  112. Sanjaya Hambali berkata:

    Kalau ada peringkatan BANGSAT kepada Menteri KIB Jilid II, maka Maka Dahlan ISKAN adalah PALING BANGxxx. Saya adalah karyawan BUMN yang BUMNnya menderita kerugian karena Kebijakan Dahlan Iskan salah memilih Dirut dan Jajaran Direksi Lainnya. Kalau Dahlan Iskan di copot itu PANTAS lah…Dosa-Dosa Dahlan Iskan yang diungkap Tabloid Sapujagat dalam beberapa seri adalah FAKTA, FAKTA dan FAKTA. Tidak ada satu katapun sanggahan Jawa Pos dan FAKTA ini adalah BENAR, BENAR dan BENAR. DAHLAN ISKAN adalah BANGxxx BANGxxx etap BANGxxx, MENJADI MEN BUMN karena SBY Salah PILIH. WAKTU akan MEMBUKTIKAN dan DAHLAN ISKAN akan MASUK PENJARA

  113. naga kayu insaf berkata:

    Udah ga usah ribut2, dahlan iskan itu bukan JIL. Dia itu antek2 komunis china. Mau bukti? Belah aja dadanya, dan lihat hati-nya bertuliskan made in china, dan berlisensi fangbian iskan corp yg mau bangun serat optik ke hong kong. Dia mah bukan JIL, jadi jangan fitnah dong. Dia mah cuma antek2 yg mau jual indonesia ke china. Kasian ya, sampe segitunya cari penghidupan. Semoga kita terhindar dari fitnah dajjal, dan kerusakan akibat gog magog, amin..

  114. naga kayu insaf berkata:

    Satu lagi mas joko, betul bahwa mata satu itu bukan simbol yg kebanyakan orang kira. Itu simbol all seing eye nya komunis, dan yg paling kuat adalah ccp atawa partai komunis cina. Jadi kasian amerika sbnrnya, dia ekonominya dah kelilit sama si all seing eye itu. Utang luar negeri amrik ya cina yg pegang paling banyak. Mau bukti juga? Silakan riset. Jangan lupa baca alkahfi 🙂

  115. David berkata:

    Sepertinya anda orang yang paling baik sedunia, pake bawa2 kalimat beradab & religius segala, padahal cara & bahasa anda mengkritik orang jauh dari kesan beradab. Ingatlah wahai orang yang mengkritik satu kalimat dari orang yang dijamin masuk surga ” akan datang suatu masa seseorang mengatakan zaman telah rusak padahal dirinyalah termasuk yg paling rusak”.

  116. Fulan-c berkata:

    saya punya sedikit data dari TM2000, silahkan di cek di http://chirpstory.com/li/78417 . wallohu a’lam. semoga bangsa ini segera terbebas dari badut-badut munafik.

  117. Polan3 berkata:

    Lemahnya hukum di Indonesia jadilah surga kaum mafia kejahatan ini rakyat sudah tau apakah penjabat negara ini tidak kuatir

  118. Toto Saleh berkata:

    sampai saat ini saya tetap respek dahlan iskan kita rasionil saja Dahlan iskan oke……

  119. Fulan4 berkata:

    kasian org2 ini pade, yang pasti dahlan iskan :pencitraanM mesti diakui ya!!

  120. Ahmad Zaini berkata:

    Fitnah korupsi 37 triliun Dahlan Iskan terjawab lewat scan audit BPK yang diunggah triomacan sendiri.

    http://terobosandahlan.com/fitnah-korupsi-375-triliun-di-pln-terbongkar/

    Case closed!

  121. abisyakir berkata:

    @ Ahmad Zaini…

    Tetap saja, dalam highlight itu ada bagian-bagian kesalahan kebijakan Dirut PLN. Ada disitu kalau Anda jeli membacanya. Terimakasih.

    Admin.

  122. solusi kamu berkata:

    Great post. I was checking constantly this weblog and I’m impressed!
    Extremely helpful info specifically the final
    section 🙂 I deal with such information a lot. I used to be looking for
    this certain info for a very long time. Thank you and good luck.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: