Dimanakah Keadilan: Kunjungan Kerja Anggota DPR ke Luar Negeri dan Megaskandal Inefisiensi Dahlan Iskan di PLN?

PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Berlin Jerman membuat Ketua DPR, Marzuki Ali, marah. Pasalnya, mereka mengunggah video berisi kunjungan kerja (kunker) anggota Badan Legislasi DPR ke situs Youtube. PPI Jerman menilai kunjungan anggota DPR itu salah alamat.

Kunjungan kerja anggota DPR ke luar negeri sering jadi sasaran tembak para jurnalis media, baik media cetak, media online, maupun media TV. Acara kunker itu sering dianggap buang-buang anggaran negara; tidak efektif menghasilkan manfaat; hanya menjadi ajang pelesir pejabat negara saja. Kritik seperti ini tidak salah, wong memang ada faktanya. Di antara anggota DPR itu memang ada yang kemaruk. Mungkin, mereka jarang ke luar negeri atau jarang pelesir, sehingga ketika ada kesempatan, tidak mau disia-siakan untuk shopping ria.

No Justice, No Peace.

No Justice, No Peace.

Tapi satu hal yang membuat miris adalah sikap keadilan masyarakat Indonesia. Mereka begitu nafsu menyerang anggota DPR dengan alasan “telah memboroskan uang negara”. Tetapi pada saat yang sama, mereka lupa (atau pura-pura lupa) dengan MEGA INEFISIENSI di PLN senilai 37,6 triliun rupiah saat Dahlan Iskan menjabat Dirut PLN tahun 2009-2010.

Kita benar-benar tidak mengerti, mengapa masyarakat dan para aktivis cenderung diam melihat Mega Inefisiensi yang merugikan negara hingga 5 kali Megaskandal Bank Century itu? Ada apa dengan bangsa ini? Mereka begitu ribut dengan kunker anggota DPR ke luar negeri yang memakan biaya ratusan juta atau miliar rupiah; tetapi lupa dengan pemborosan yang dilakukan Dahlan Iskan hingga mencapai 37, 6 triliun. Media-media seperti MetroTV, TVOne, Kompas, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, majalah Tempo, koran Tempo, koran Sindo, Detiknews.com, Vivanews.com, dll. seolah sepakat “tutup mulut” terhadap Mega Inefisiensi di PLN itu.

Dana PLN senilai 37,6 triliun itu jelas sudah hilang, sudah terboroskan sedemikian rupa untuk membeli BBM selama 2009-2010. Mestinya, dana sebesar itu bisa diselamatkan, tidak dihambur-hamburkan untuk membeli BBM yang lebih mahal.

Mari kita lihat masalahnya…

[1]. Kerugian akibat tindak korupsi senilai 5 miliar rupiah, hal ini sama akibatnya bagi kerugiannya anggaran negara dalam kasus pemborosan anggaran senilai 5 miliar rupiah. Kalau kasus korupsi ada unsur delik pidananya, kalau pemborosan ada unsur kesalahan penggunaan uang negara. Tetapi akibatnya sama, sama-sama merugikan keuangan negara.

[2]. Anda paham apa yang dimaksud dengan mark up anggaran? Unsur apa yang membuat mark up anggaran itu merugikan keuangan negara? Ya benar, ia adalah unsur PEMBOROSAN anggaran negara.  Misalnya, untuk membangun sebuah jembatan diperlukan biaya riil senilai 2 miliar rupiah; tetapi setelah di-mark up ia menjadi 6 miliar rupiah. Nah, disini ada pemborosan anggaran negara hingga 4 miliar rupiah. Apa yang dilakukan Dahlan Iskan di PLN selama 2009-2010 itu mirip dengan modus mark up anggaran ini. Tetapi nilai kerugiannya bombastik, hingga 37,6 triliun rupiah.

[3]. DPR pernah dikecam beramai-ramai oleh MetroTV, TVOne, Kompas, Media Indonesia, Rakyat Merdeka, dll. dalam soal pembangunan fasilitas gedung Banggar (Badan Anggaran). Ketika itu, pembelian fasilitas gedung tersebut, seperti kursi, meja, lampu, interior, toilet, dll. dianggap sangat boros; sehingga meja-kursi yang sudah dibeli terpaksa dikembalikan. Mengapa upaya DPR waktu itu dikecam media-media massa? Alasannya karena PEMBOROSAN. Lalu kini media-media itu seperti TUTUP MULUT dan TUTUP MATA atas Mega Inefisiensi di tubuh PLN sewaktu Dahlan Iskan sebagai Dirut-nya. Padahal kerugian negara disana mencapai 37, 6 triliun. Jelas media-media itu telah menunjukkan kualitas jurnalisme amoral. Tidak ada timbangan keadilan dan pembelaan sejati kepada kepentingan rakyat Indonesia.

[4]. Antara Dahlan Iskan dan anggota DPR memiliki beberapa kesamaan. Anggota DPR adalah pejabat negara, karena dipilih rakyat. Dahlan Iskan adalah pejabat BUMN, perusahaan milik negara (kini jadi Meneg BUMN). Baik DPR maupun Dahlan Iskan, sama-sama mengelola anggaran negara. Dahlan Iskan membeli BBM untuk menggerakkan produksi listrik; sementara anggota DPR melakukan kunjungan kerja ke luar negeri mengikuti jadwal dinas resmi lembaga Parlemen, dengan tujuan resmi yang telah ditetapkan. Baik Dahlan maupun DPR bisa terkena tuduhan menghambur-hamburkan anggaran negara. Bedanya, pemborosan anggaran untuk kunker DPR, masih dalam batas-batas yang bisa dipahami; tetapi pemborosan oleh Dahlan Iskan amat sangat besar, hingga 37,6 triliun rupiah. Kalau seluruh anggaran untuk kunker kerja DPR ke luar negeri, sejak era Orde Baru hingga sekarang, kalau ditotal semua mungkin tidak mencapai 30 triliun rupiah. Tetapi Dahlan Iskan, hanya dalam waktu 2009-2010, telah memboroskan anggaran PLN hingga 37,6 triliun rupiah. Dalam hal ini mungkin Dahlan Iskan termasuk pejabat paling mengerikan di Indonesia.

Bukan berarti kita menoleransi kebiasaan buang-buang duit oleh DPR untuk kunker yang tidak efektif itu. Tetapi kita mempertanyakan akal sehat dan sifat keadilan masyarakat (termasuk para mahasiswa Indonesia di luar negeri)? Kita ini masih berakal atau tidak sih? Bisakah Anda merasakan betapa zhalimnya kepemimpinan Dahlan Iskan di PLN sehingga merugikan keuangan BUMN hingga 5 kali nilai Megaskandal Bank Century itu; sementara untuk membeli pulsa prabayar (dari Telkomsel misalnya) rakyat tidak boleh ngutang meskipun hanya 5 ribu rupiah saja?

Jika kita diam saja atas semua kenyataan ini, lalu dimana keadilan wahai kawan? Ingat bagaimana media-media massa telah menyerang DPR dalam kasus pembangunan fasilitas gedung Banggar! Lalu dimana mereka di hadapan megaskandal inefisiensi PLN oleh Dahlan “Is Can”? Ingat, kerugian akibat korupsi  senilai 5 miliar sama dengan kerugian akibat pemborosan keuangan BUMN senilai 5 miliar; keduanya sama-sama merugikan keuangan negara!

Mine.

Iklan

10 Responses to Dimanakah Keadilan: Kunjungan Kerja Anggota DPR ke Luar Negeri dan Megaskandal Inefisiensi Dahlan Iskan di PLN?

  1. gold price berkata:

    Sekadar catatan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengaudit PLN pada tahun 2009 dan baru selesai pada September 2011 ini. Hasil audit itu yaitu PLN diduga melakukan inefisiensi penggunaan BBM untuk pembangkit listrik dan mengakibatkan kerugian negara Rp 37,6 triliun.

  2. silver account berkata:

    Dibagian lain, politisi PDIP, Effendi Simbolon yang sangat geram melihat kelakuan Dahlan Iskan, lalu menilai Dahlan kampungan, mengalihkan dugaan pemborosan anggaran Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan isu anggota Dewan memeras BUMN.”Ini kampungan sekali, lempar batu sembunyi tangan. Kampungan karena caranya yang diambil kampungan,” ujarnya, Jakarta, Selasa (6/11/2012).Dugaan pemborosan anggaran ketika PLN dipimpin Dahlan, sebesar Rp37 triliun berdasarkan laporan hasil penyelidikan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Dewan Perwakilan Rakyat, dalam hal ini Komisi VII, mempertanyakan dugaan tersebut.Dua kali dipanggil, Dahlan selaku mantan Direktur Utama PLN, mangkir. Ia lebih memilih menghadir acara lain dan melempar isu adanya anggota DPR meminta jatah kepada BUMN.”Ada mekanisme kalau ada temuan seperti itu, kita punya kepolisian, KPK, hargailah penegak hukum kita, bukannya melemparnya ke media yang sangat bebas sekali, sehingga larinya kemana-mana,” ucap Effendi.Isu yang dilempar Dahlan telah membuat citra DPR makin buruk. Padahal, ucapannya terkait oknum anggota Dewan pemeras BUMN perlu dibuktikan. Jangan dibiarkan begitu saja menjadi polemik.Dahlan telah memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPR pada Senin (5/11/2012) siang. Ia tidak berani menyebutkan nama karena sadar kementerian yang dipimpinnya sarang koruptor. Namun, ia menyetorkan nama oknum tersebut ke BK, tinggal bagaimana tindak lanjut DPR.”Kita ini seperti tidak punya moral, dituding sana sini sehingga kita (DPR) menjadi public enemy (musuh publik), apa yang kita lakukan selalu salah di mata rakyat. Dan bagi kami ungkapan Dahlan itu seperti mengumpat lembaga negara, bayangkan anak buahnya presiden berani mengumpat lembaga negara, ini kok dibiarin sih, apa sih motivasinya,” kata Effendi.

  3. Idebenone berkata:

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Komisi VII DPR menggelar rapat bersama Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Agenda rapat menyangkut audit BPK yang menyatakan ada pemborosan keuangan negara (inefisiensi) sebesar Rp 37,6 triliun di PLN saat dipimpin Dahlan Iskan. “Sidang saat reses ini penting untuk segera memverifikasi pihak-pihak yang terkait audit BPK pada saat 2009-2010 yakni Kepala BP Migas, Dirut PLN dan direksinya yang terkait audit BPK,” kata Ketua Sidang Komisi VII DPR, Effendi Simbolon, Selasa (13/11), di ruang Komisi VII DPR, Jakarta.Dahlan Iskan datang menggunakan mobil listrik B 2423 XQX dengan setelan kemeja putih sekitar pukul 10:00 WIB. Setiba di ruang Komisi VII DPR, Dahlan langsung bersalaman dengan Direksi PLN, Kepala BPH Migas, Direksi Perusahaan Gas Negara, perwakilan pemerintah dari Kementrian ESDM, dan Effendi Simbolon.Dahlan Iskan akhirnya memenuhi panggilan Komisi VII DPR, setelah dua kali menolak panggilan hadir. Hadir juga dalam rapat tersebut Menteri ESDM Jero Wacik.

  4. silver account berkata:

    Menurutnya, potensi kerugian negara di PLN tersebut bukan hanya terjadi pada masa kepemimpinannya di PLN, melainkan sudah terjadi sejak lama. “Sudah sejak lama itu,” kata Dahlan tanpa menyebutkan siapa pemimpin PLN pada saat terjadi kerugian negara itu.

  5. idebenone berkata:

    Ya, selamat datang di dahlaniskan.wordpress.com, Blog ini BUKAN merupakan personal blog dari Dahlan Iskan. Blog ini hanya sebuah KliBlog (Kliping Blog) dari Catatan Dahlan Iskan yang diterbitkan di surat kabar Jawa Pos, Ya hanya kliping, tak lebih dari itu. Sebuah blog yang saya dedikasikan kepada Bapak Dahlan Iskan, seorang manusia biasa yang luar biasa yang merupakan salah satu inspirator bagi saya.

  6. piracetam berkata:

    Mengutip pasal 20 Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004, menurut Bobby, Dahlan selaku pejabat negara wajib hadir dan memberikan klarifikasi menindaklanjuti hasil temuan BPK tersebut.

  7. daninetcafe berkata:

    Hi!

    Have you ever seen stuff like that? I just love it. Please take a look here http://www.radio-dlv.com/operating.php?8e8f

    Best, Julio Cummins

  8. daninetcafe berkata:

    Dear friend!

    Here are some of my meditations on life and art, please read them and tell me what you think, here is the link http://www.equoterapiaregimento9dejulho.org/quote.php?a8a9

    Best, Gloria Robison

  9. daninetcafe berkata:

    Hi,

    I’ve just browse the latest reports and I thought you’ll like it too, please read it here http://gibadullin.org/respect.php?1CoMICF8W

    Pardon my monkey thumbs, Shelly Baron

  10. daninetcafe berkata:

    Hello!

    The information that I’ve just found seems to be really helpful, just take a look http://www.fernandonogueiraimoveis.com.br/fifty.php?UE9jb21tZW50K3BodHliMXMzY2kwazUwZGptYzc5MnVAY29tbWVudC53b3JkcHJlc3MuY29t

    Good wishes, Debra Burks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: