Dua Sisi Berbeda…

Para Pembaca Budiman…

Berikut kami ajak Anda untuk menyusuri beberapa image yang telah kami siapkan. Di sisi ada beberapa image, tapi intinya dua jenis. Image-image ini punya tema sama, yaitu seputar pencitraan, tapi cara dan obyeknya berbeda. Bahan-bahan yang ada dikumpulkan dari internet, dan banyak yang semodel itu.

Kami ingin Anda membuat penilaian secara jujur, secara runut dan bertahap, dari atas ke bawah. Pada akhir penilaian nanti, ada pertanyaan kecil yang perlu Anda jawab. Agar tidak membuang waktu, segera kita mulai saja.

Lihat gambar di bawah ini…

Seorang tentara sedang membidik sasaran dengan senapan.

Seorang tentara sedang membidik sasaran dengan senapan.

Lalu bandingkan dengan gambar di bawah ini…

Ini seorang laki-laki sedang menenteng gitar.

Seorang laki-laki sedang menenteng gitar.

Selanjutnya, perhatikan gambar berikut…

Pria ini membawa senjata yang lebih besar dan tampak gagah.

Pria ini membawa senjata yang lebih besar dan tampak gagah.

Lalu lihat yang ini…

Makin larut dalam pelukan gitar, dan mulai kelihatan gaya.

Larut dalam pelukan gitar, dan mulai kelihatan gaya.

Kemudian perhatikan gambar berikut ini… Ini berbeda…

Ini tentara wanita. Tapi tetap kelihatan berwibawa dengan senjatanya.

Ini tentara wanita. Tapi tetap kelihatan berwibawa dengan senjatanya.

Kalau yang ini, apa kelihatan berwibawa?

Ini makin tambah gaya. Makin neko-neko.

Ini makin tambah gaya. Makin neko-neko.

Coba lagi lihat yang ini…

Masih seputar senjata. Tapi ini moncongnya lebih besar. Mungkin pelurunya lebih besar.

Masih seputar senjata. Tapi ini moncongnya lebih besar. Mungkin pelurunya lebih besar.

Bandingkan dengan yang ini…

Saking khusyuk main gitar. Seolah lupa segala-galanya. Mungkin dia lupa dimana meletakkan wajahnya.

Saking khusyuk main gitar. Seolah lupa segala-galanya. Mungkin dia lupa dimana meletakkan wajahnya.

Seperti "kebelet" mau ke toilet....

Seperti “kebelet” mau ke toilet….

Coba perhatikan sessi terakhir ini…

Ini barisan anak-anak, bawa senjata mainan. Tapi tetap kelihatan wibawanya. Kelihatan laki-lakinya.

Ini barisan anak-anak, bawa senjata mainan. Tapi tetap kelihatan wibawanya. Kelihatan laki-lakinya.

Lalu, the last image…

Nih, mau ngapain lagi? Ngapain setengah jongkok begitu? Jangan-jangan "kebelet" juga dia...

Nih, mau ngapain lagi? Ngapain setengah jongkok begitu? Jangan-jangan “kebelet” juga dia…

Setelah melihat dan membandingkan image-image di atas, ada sebuah pertanyaan sederhana: Menurut Anda –boleh pembaca laki-laki atau wanita– mana yang lebih berwibawa, orang yang menenteng senapan atau menenteng gitar?

Kalau jawab Anda, orang yang menenteng gitar; memang sebelah mana berwibawanya? Wong gitar itu tak bisa mengeluarkan apa-apa, selain hanya bunyi senar.

Kalau jawab Anda, orang yang menenteng senapan; mengapa selama ini banyak anak muda keranjingan dengan gaya para gitaris, vokalis, atau pemusik band? Aneh kan. Tidak berwibawa, tapi disukai.

Ya…begitu deh. Sekian dulu ya inspirasinya, semoga bermanfaat. Amin. Kalau ada “pedes-pedesnye kate”, mohon maaf ya. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Admin.

Iklan

4 Responses to Dua Sisi Berbeda…

  1. Ustadz, sebenernya bagi ana sendiri terlihat berwibawa atau tidak, ukurannya kurang pas kalau dibandingkan dengan tentara yang membawa senjata. Yang ana pahami, seseorang itu berwiabawa ketika dia memiliki kekuatan, dan mungkin itu bisa digambarkan dengan sesuatu yang sifatnya militer, tapi jauh dari itu kewibawaan dan kekuatan itu datangnya ketika sosok itu mempunya skill di bidang tertentu dan skill itu bisa memberikan kebermanfaatan yang berarti bagi banyak orang. Seperti hadits Nabi SAW yang mengatakan bahwa sebaik2nya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

    Kalau para musisi bergitar jelas lah tidak bisa diakatakan terlalu berwibawa, mereka dianggap berwibawa dan digemari karena dianggap bisa memberikan kebermanfaatan bagi para penggemarnya berupa kesenangan yang relatif semu, dan itulah yang menurut ana “salah” di negeri ini, karena orang yang memberi kesenangan semu dianggap orang yang memberi manfaat dalam kehidupannya, sehingga dipuja-puja. Apresiasi hasil karya mereka sewajarnya saja, tidak perlu berlebihan apalagi sampai histeris.

    -Ilyas

  2. abisyakir berkata:

    @ Gerakan ekonomi…

    Ya itulah…mengapa untuk gaya bergitar, yang notabene tak membawa maslahat apa-apa, selain “bunyi sena”, mengapa ia dipuja-puja? Bahkan para gitarisnya juga berlagak sok gaya, padahal itu “nothing”, lha wong isinya cuma “bunyi senar”. Orang zaman modern dibentuk untuk berbudaya yang aneh2.

    Admin.

  3. ari berkata:

    Hemmmmmh.. Tidak ada perbedaan sih kalo sy lihat, karena kedua2 nya itu seni..yg megang senjata itu seni mempertahankan diri yg dilengkapi dengan pistol(senjata)..dan yg yg megang gitar itu ya megang gitar,, dan tujuan dari kedua nya adalah untuk kepuasan diri sendiri dan orang lain.. Lalu apa bedanya.. Hemmmmmh.. Aneh

  4. abisyakir berkata:

    @ Ari…

    Ya maksudnya, simbol senjata itu lebih maskulin bagi laki-laki; bukan simbol gitar. Gitar kan tidak bawa efek apa2, selain hanya bunyi senar.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: