Saat Obama Menangis…

Baru-baru ini terjadi TRAGEDI BRUTALISME dahsyat di Amerika. Ia adalah produk nyata dari kehidupan liberal-sekuler yang menafikan peran Tuhan dalam kehidupan. Seorang pemuda bernama Adam Lanza memberondong anak-anak SD Sandy Hook di Connecticut, dan menembak orang-orang di sekitarnya dengan senapan mesin. Total korban 20 anak-anak tewas, 7 orang dewasa tewas, termasuk diri Adam sendiri.

Peristiwa yang terjadi pada 14 Desember 2012 ini seketika mengguncangkan dunia, khususnya bangsa Amerika sendiri. Ini lebih heboh dari gossip “Hari Kiamat” yang disebut-sebut berdasarkan ramalan Suku Maya itu.

Barack Obama secara resmi merespon tragedi itu dalam pidatonya. “Kita telah mengalami terlalu banyak tragedi dalam beberapa tahun terakhir, dan setiap kali saya membaca berita, saya bereaksi bukan sebagai presiden, tetapi sebagai orang lain, sebagai orangtua. Saya tahu tidak ada orang tua di Amerika yang tidak merasakan kesedihan luar biasa yang sama seperti yang saya rasakan,” kata Obama.

Media-media dunia langsung menyebut Obama menitikkan air mata; menangis haru karena tak kuasa melihat tragedi memilukan itu. Media-media di dunia semua sepakat menyebut Obama “menitikkan air mata”.

Katanya Menangis, Tapi Air Mata Kering. Bener Nih Menangis?

Katanya Menangis, Tapi Air Mata Kering. Bener Nih Menangis?

 

Tapi kalau dilihat foto dan video pidatonya, Obama sama sekali tidak menangis. Menitikkan air mata juga tidak. Dia cuma memasang muka sedih, sebagaimana seorang pemain film/sinetron bisa memasang muka sesuai kebutuhan. Tidak ada air-mata disana, tidak ada menangis. Yang ada, Obama berusaha mengelap sudut matanya dengan ujung jari, padahal ujung jari itu tetap kering, karena tak ada air mata disana.

Intinya, Obama tidak bisa menangis; dia berpura-pura menangis, supaya tidak tampak buruk di mata rakyat dan dunia. Maklum, negerinya baru dihantam tragedi kemanusiaan yang memilukan, akibat penembakan di SD Sandy Hook, Connecticut itu.

Ada cara efektif untuk mudah menangis, misalnya dengan mengiris bawang merah, mengoleskan balsem di pipi, dengan dicubit keras, dengan diancam oleh atasan, dengan mengenang cerita dalam novel Ayat Ayat Cinta, dengan mengingati beban hutang, dan lain-lain cara. Obama bisa mempertimbangan salah satu dari cara itu. Okeh Mister?

Mine.

Iklan

One Response to Saat Obama Menangis…

  1. pindahanmultiply berkata:

    Sepertinya cara -cara merekayasa tangisan itu tidak terpikirkan oleh tim Humas kepresidenan Mr. Obama 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: