Beberapa Kesalahan Umum dalam Berdoa

Januari 31, 2013

MOTIVASI BERDOA

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Seperti sudah dimaklumi, doa termasuk bagian penting dari Syariat Islam. Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang beriman untuk berdoa kepada-Nya. Dalam Al Qur’an disebutkan:

Wa qaala rabbukum: ud’uniy astajib lakum, innalladzina yastakbiruna ‘an ibadatiy sayad-khuluna jahannama dakhirin.”

(Dan Rabbmu berkata: Berdoalah kalian kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkan doa kalian; sedangkan orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah –berdoa- kepada-Ku, mereka akan masuk ke jahannam dalam keadaan hina). [Al Mu’min: 60].

Allah memotivasi hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, dengan menjelaskan kedekatan-Nya dengan hamba-Nya. Dalam Al Qur’an disebutkan:

Wa idza sa-alaka ‘ibadiy ‘anniy fa inniy qariib, ujibu dakwatad da’i idza da’ani.”

(Dan jika hamba-Ku bertanya tentang-Ku, katakanlah bahwa Aku ini dekat, aku mengabulkan doa seorang pendoa apabila dia berdoa kepada-Ku). [Al Baqarah: 186].

BERDOA Itu Seperti Menanam Kebaikan. Semakin Banyak, Semakin Baik.

BERDOA Itu Seperti Menanam Kebaikan. Semakin Banyak, Semakin Baik.

Bahkan posisi doa ini sangat penting dalam kehidupan orang beriman, sehingga apabila dia berhadapan dengan masalah-masalah, Allah Ta’ala memberinya jalan keluar berupa doa. Dalam riwayat, Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam berpesan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma: “Ya ghulam… idza sa-alta fas-alillah, wa idzas-ta’anta fas-ta’in billah” (wahai bocah, jika engkau meminta mintalah kepada Allah; jika engkau butuh bantuan, mintalah bantuan kepada Allah). [HR. At Tirmidzi, dia berkata: hasan shahih].

Jika selama ini kaum Muslimin banyak berdoa kepada Allah, alhamdulillah; jika kurang berdoa, tambahlah; jika malas berdoa, berusahalah untuk tekun. Karena pada hakikatnya, berdoa adalah amal shalih, semakin banyak kita berdoa, semakin banyak pula pahalanya. Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam berkata: “Ad dua’u huwal ibadah” (doa itu adalah ibadah). [HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dll].

Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah Azza wa Jalla, dengan suatu doa yang di dalamnya tidak ada dosa atau memutus shilaturahim, melainkan Allah akan memberikan satu di antara tiga kemungkinan: Bisa jadi disegerakan diijabah doanya, atau ditangguhnya sebagai tabungan pahala untuk Hari Akhirat, atau dia dihindarkan dari keburukan setara dengan apa yang dia minta.” (HR. Ahmad).

Begitu menariknya perkara doa ini sehingga Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata: “Wahai siapa yang paling dicintai dari hamba-Nya, yaitu orang yang banyak berdoa kepada-Nya; wahai siapa yang paling dibenci dari hamba-Nya, yaitu orang yang tidak berdoa kepada-Nya.” (Riwayat Ibnu Abi Hatim).

PRAKTIK BERDOA

Untuk berdoa, banyak jalannya. Kita boleh memilih salah satu cara, mengkombinasikan dua cara atau beberapa cara; bahkan mengamalkan semuanya, sekuat kesanggupan kita. Berdoalah sesuai kelapangan, kesempatan, dan kebutuhan.  Berikut cara-cara berdoa:

[1]. Membaca doa yang termasuk bagian dari ritual ibadah. Misalnya, berdoa saat Shalat, saat Thawaf, saat Manasik Umrah/Haji.

[2]. Berdoa setelah mengerjakan Shalat Wajib atau Sunnah.

[3]. Berdoa setelah membaca Al Qur’an atau melafadzkan kalimat-kalimat dzikir. Misalnya, berdoa setelah mengucapkan “astaghfirullah al ‘azhiim” seratus kali, dua ratus kali, atau berapa saja semampunya.

[4]. Berdoa setiap akan mengerjakan sesuatu, sesuai adab Sunnah. Misalnya berdoa saat mau makan, mau tidur, mau keluar rumah, mau memakai pakaian, mau masuk kamar mandi, mau masuk masjid, dan sebagainya.

[5]. Berdoa dengan doa Al Qur’an atau doa hadits Nabi, dalam momen-momen tertentu. Misalnya, berdoa saat hujan turun, saat mendengar kilat menggelegar, saat menyaksikan musibah, saat menjenguk orang sakit, saat bersin, saat berhadapan dengan musuh, saat menjelang peperangan, dll.

[6]. Berdoa dalam Khutbah (Jum’at), dalam majelis taklim, dalam walimah, dalam even-even pertemuan kaum Muslimin.

[7]. Berdoa dengan membaca Shalawat Nabi. Shalawat Nabi termasuk doa yang ditujukan agar Allah melimpahkan sejahtera, sentosa, salam, damai, untuk Baginda Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam. Setiap Muslim membaca Shalawat, maka kebaikan bacaan itu akan memantul ke arah dirinya juga.

[8]. Berdoa melalui ucapan salam “Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh”. Ini ucapan doa juga, ditujukan hanya untuk sesama Muslim.

[9]. Mendoakan sesama Muslim, secara verbal, atau dalam hati. Misalnya seseorang berkata: “Semoga Allah memudahkanmu. Semoga Allah menyembuhkanmu. Semoga Allah memberikan jalan keluar bagimu.”

[10]. Berdoa secara tertulis, lewat surat, pesan SMS, e-mail, dan sebagainya.

[11]. Berdoa dalam buku-buku, tulisan artikel, postingan pesan FB, Twitter, dan lain-lain. Misalnya, dalam sebuah tulisan seseorang berkata: “Semoga kasus ini segera mendapat jalan keluar dari Allah. Amin.”

[12]. Berdoa dalam ucapan sehari-hari. Misalnya, “Ya Allah, ampuni aku. Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, kami pasrah kepada-Mu.”

[13]. Dan lain-lain.

Baca entri selengkapnya »

Iklan

Wadaow…Presiden PKS Jadi Tersangka Korupsi !

Januari 30, 2013

Ini berita yang menghebohkan. Tak kalah dengan berita banjir Jakarta, pesta narkoba di rumah Raffi Ahmad, dan dugaan keterlibatan Wandaq Hamidah (politisi PAN) dalam pesta itu. Untuk berita yang terakhir, sudah dinyatakan clear, Wanda tak terlibat. Tapi di internet beredar foto dia dan Cs-nya ketika sedang berdugem ria.

Bagi kalangan media, khususnya TV, munculnya “bom berita” Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishag menjadi tersangka korupsi, serasa seperti penen duit bertumpuk-tumpuk. Seolah, ada saja berita-berita heboh yang akan membuat media mereka ditonton orang.

Konon, Luthfi Ini Dulunya Veteran Mujahidin Afghan

Konon, Luthfi Ini Dulunya Veteran Mujahidin Afghan

Malam tadi, 30 Januari 2013, KPK secara resmi menetapkan Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq sebagai TERSANGKA kasus suap impor daging, bersama beberapa orang lain. Kasus ini seperti musibah berturut-turut yang menimpa PKS. Belum reda rasa sakit akibat kekalahan beruntun dalam Pilkada Jakarta 2012 (kalah pada putaran 1 dan kalah juga pada putaran 2). Kini mereka harus memetik duri-duri air mata dan sembilu aib yang menusuk ulu hati.

Kok segitunya sih? Dramatik sekalee…

Lho, ini realistik lho. Dengan kalah di Pilkada Jakarta, berarti PKS sudah kehilangan kantong terkuat dukungan mereka, yaitu DKI Jakarta. Ini adalah wilayah “pilot project” gerakan politik PKS. Kalau disini kalah, apalagi di daerah lain?

Maka kini harapan PKS tinggallah wilayah Jawa Barat yang sebentar lagi menggelar even Pilkada. Ahmad Heriyawan disono sedang berpasangan dengan Dedy Mizwar untuk mencapai jabatan kedua kalinya. Kuat dugaan, jika Ahmad Heriyawan menang dalam Pilkada itu, ia bukan karena mesin politik PKS, tapi karena kepintaran Ahmada Heriyawan Cs memanfaatkan sarana-sarana birokrasi Jawa Barat untuk mendulang dukungan. Sebab, mesin politik PKS itu secara riil sudah banyak yang mampet.

Namun kalau PKS kalah di Pilkada Jawa Barat, nasibnya akan sangat malang dalam Pemilu 2014 nanti. Bisa jadi mereka akan mengulang hasil pada Pemilu 1999, yaitu tidak lolos electoral threshold.

Peluang kekalahan itu ada, yaitu ketika Presiden PKS dinyatakan sebagai tersangka korupsi. Kasus ini kalau benar-benar “digoreng” oleh media, bisa meruntuhkan PKS sampai ke dasar-dasarnya.

Menarik sekali pernyataan Anis Matta terkait kasus menghebohkan ini. Anis mengatakan, “Ini bukan persoalan institusi (PKS), tetapi pribadi. Kita harus biasakan membedakan masalah pribadi dan masalah partai.” (Detiknews.com, 31 Januari 2013).

Ini semacam jurus berkelit khas politisi. Misalnya, ada orang partai mencoba melakukan percobaan korupsi. Hasilnya bisa sukses, bisa gagal. Kalau sukses, si pelaku korupsi itu akan dimintai “bagian” untuk membantu pembiayaan partai. Tetapi kalau gagal, dia bonyok sendiri. Sudah ketangkep aparat, dikatakan pula: “Itu masalah pribadi. Tak ada hubungannya dengan partai.”

Wadaouwww…gawat deh. Sudah jatuh, ketimpa tangga, kepentok dinding, digigit kucing pula…

Mine.


Hary Tanoe, Surya Paloh, dan Nasdem

Januari 26, 2013
Sudah Ngacir, Sebelum Perang Dimulai.

Sudah Ngacir, Sebelum Perang Dimulai.

Ibarat partai politik, Nasional Demokrat (Nasdem) belumlah berkiprah apa-apa. Ia masih sebatas dinamika internal, promo politik, penggalangan massa, membuat opini, dan seterusnya. Belumlah bermain dalam tataran politik sesungguhnya, karena Nasdem belum pernah ikut pemilu; ia baru saja diakui sebagai peserta pemilu 2014 nanti dengan nomer urut 1.

Tapi Nasdem seperti seorang pelari marathon, yang muntah-muntah sebelum bendera start dikibarkan. Beberapa pengurus teras Nasdem seperti Hary Tanoe, Ahmad Rofiq, Jefry Geovani, beberapa pimpinan daerah, pimpinan cabang luar negeri, serta kader-kadernya banyak yang keluar dari partai ini. Alasannya, rata-rata mereka tidak suka Surya Paloh menjadi Ketua Umum Nasdem. Ibarat perang belum dimulai, para prajurit dan komandan sudah pada ngacir.

Kalau mendengar  isi Editorial Media Indonesia (MetroTV) dari waktu ke waktu, rasanya kenyataan ini sangat IRONIS. Seolah orang-orang media ini paling pintar, suci, dan serba ideal. Tapi fakta berbicara, mereka tidak lebih baik dari partai-partai lain yang tidak mengalami kekisruhan “sebelum bertanding”. MetroTV sendiri tampaknya tidak mau membahas soal “kisruh internal” Partai Nasdem ini, karena khawatir akan men-demarketing partai itu di panggung politik nasional.

Hary Tanoe sendiri sangat khas dengan iklan-iklan yang dia tayangkan di media-media dalam MNC Grup. Dia terus mengklaim, atau semacam mengajari bangsa Indonesia, tentang pentingnya pengusaha terlibat politik. “Sebagai pengusaha biasanya tidak mau terlibat dalam politik. Tapi saya sengaja terlibat untuk memperbaiki bangsa dan negara.” Ya begitulah kira-kira ucapan Hary Tanoe yang telah terekam dalam benak ratusan juta manusia di Indonesia dan lainnya.

Tapi fakta memberikan jawaban sangat memalukan bagi Hary Tanoe. Belum juga dia bertanding dalam gelanggang politik secara head to head, dia sudah mundur dari partai yang ikut didirikannya. Malah keluarnya Hary Tanoe ini seperti membawa “gerbong para pengikut” dan menyebarkan aroma tidak sedap dari dapur internal Nasdem. Ya mungkin Hary Tanoe akan tetap bermain politik, sebagai pilihannya; tapi sikap menggurui rakyat Indonesia, dengan kalimat-kalimat santun, moralis, dan seterusnya; sementara mental politik dia sendiri temperamental (tidak sabaran); hal itu jelas tidak klop. Kalau mau menggurui sebuah bangsa, buktikan dulu kinerja dan perjuangan Anda. Belum apa-apa sudah berlagak “paling hero”, tetapi bersabar sedikit saja dalam negosiasi posisi politik, sudah tidak tahan. Hal itu menjawab sebuah dugaan, bahwa niat Hary Tanoe masuk dunia politik bersifat pragmatis, bukan berjuang bagi bangsa dan negara.

Dalam konteks ini, kita tak mau mengadili Nasdem, karena memang partai ini masih baru. Berilah dia kesempatan untuk terlibat, berkiprah, dan seterusnya demi kebaikan rakyat Indonesia (seperti yang dicita-citakannya). Biarlah dia berdinamika dengan kondisi internalnya, lalu bersiap menyongsong Pemilu 2014. Soal posisi Surya Paloh atau siapapun, ya biar saja, kan itu urusan internal mereka. Siapapun yang terpilih, itu sudah termasuk hak-hak politik mereka yang mesti dihargai. Hanya saja, kita mengkritik sikap “sok menggurui” atau “sok pintar sendiri”. Itu saja. Maka buktikan semua klaim dengan karya nyata; jangan sebatas retorika.

Bagi Nasdem, jika mereka berhasil keluar dari “kemelut besar” ini, ia akan jadi pelajaran berharga bagi mereka. Bisa jadi nanti mereka lebih mampu menghadapi aneka dinamika internal partai. Tapi kalau akibat kisruh itu mereka “gugur sebelum berbunga”, ya sangat menyedihkan saja.

Oke. Itu dulu. Mari kita lihat para anak negeri sedang berjuang memperbaiki bangsanya, lewat jalur politik praktis.

Mine.


Jangan Lakukan Larung Sesaji

Januari 24, 2013

LARUNG SESAJI DI PANTAI PAMAYANGSARI DAN ZIARAH KE PAMIJAHAN. Tri Ispranoto – Okezone. Selasa, 25 Desember 2012 18:22 wib.

TASIKMALAYA – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menghadiri pesta rakyat para nelayan di Pantai Pamayangsari, Desa/Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Aher menaiki perahu nelayan untuk melepas berbagai hasil bumi hingga lepas pantai. Turut mencampingi Aher, para kepala daerah setempat. Sekira 15 menit di pantai, rombongan pun kembali ke daratan. ”Laut ini agung, berarti penciptanya Maha Agung. Oleh karenanya, laut ini memberikan anugerah kepada kita lewat ikan dan lain-lain,” kata Aher, Selasa (25/12/2012).
Dia meminta agar kegiatan ini dijadikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sehingga bisa lebih meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. “Jadi kalau kita ke laut, ketaatan akan bertambah dengan mengagumi segala ciptaan-Nya,” tuturnya. Selain menghadiri pesta rakyat, Aher juga berziarah ke Kampung Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, acara tersebut sebagai rangkaian silaturahim ke tokoh agama dan masyarakat sekitar.
“Ziarah ini untuk melunasi janji terdahulu. Saat itu saya tidak bisa menghadiri kegiatan Haul di Pamijahan karena bentrok dengan kegiatan nasional,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus mengakhiri perayaan Syukur Laut Nelayan Pamayangsari 2012 yang digelar setiap tahun. Acara tersbut dihadiri ribuan warga Tasikmalaya dan sekitarnya. (tbn) Sumber: http://bandung.okezone.com/read/2012/12/25/527/736966/aher-larung-sesaji-di-pantai-payangsari-dan-ziarah-ke-pamijahan

Hal ini adalah TANDA NEGATIF yang harus dicatat oleh warga Muslim. Mestinya, buat Ahmad Heriyawan dan kawan-kawan; kalau mau menang secara politik, bermainlah yang cantik. Dia bisa undang tokoh-tokoh adat itu dalam acara walimah syukuran kepada Allah atas nikmat dan karunia-Nya.

Acara diadakan dimana saja, tidak mesti di pantai, laut, atau di kaki gunung. Kalau perlu undang habib-habib juga. Acara syukuran di-setting secara Islami, tetapi tidak kaku, sehingga tidak menakutkan bagi yang mau ikut acara. Dengan begini, dia tetap dapat keuntungan politik yang dia cari, tanpa melanggar prinsip-prinsip TAUHID. T

(Mine).


Soal Hukum Wanita “Ngangkang” di Motor

Januari 16, 2013

Pemkot Lhokseumawe memberlakukan aturan larangan bagi kaum wanita duduk “ngangkang” (menghadap ke depan) saat dibonceng di belakang motor. Aturan ini mengundang kontroversi meluas, hingga di sebuah stasiun TV diadakan debat khusus tentang topik itu.

Sumber kontroversinya ada dua: Pertama, keuntungan dan kerugian bagi wanita duduk menghadap ke depan saat dibonceng di motor. Kedua, posisi aturan larangan itu dalam ranah Syariat Islam.

Gak Segitunya Juga Kaleee...

Gak Segitunya Juga Kaleee…

Perdebatan tentang, mana yang lebih baik antara wanita duduk menghadap ke depan atau ke samping saat dibonceng di motor; hal ini seperti debat kusir yang tak ada habisnya. Sebagian orang memilih, “Sebaiknya wanita duduk menghadap ke depan. Alasannya gini, gitu, ginu….”

Pihak penentangnya beralasan, “Kagak bisa, Bleh! Sebaiknya wanita tetap duduk menghadap ke samping. Itu lebih sopan. Kalau sewaktu-waktu terjadi kecelakaan, dia bisa langsung loncat, sehingga tidak ikut-ikutan terluka parah.” (Dalam praktiknya, istriku kalau dibonceng sering “loncat duluan” kalau ada situasi genting di jalan).

Intinya, sulit dicari kata sepakat dalam soal untung-rugi menghadap ke depan atau ke samping ini.  Seorang kawan memberi usulan: “Gini sajalah,” sambil berlagak menasehati. “Dalam perjalanan jarak dekat, silakan wanita menghadap ke samping. Kalau perjalanan jauh (misalnya dari Jakarta ke New York, naik motor), silakan menghadap ke depan.” Begitu deh.

Tetapi secara adat ketimuran, memang pada asalnya tabiat kultural wanita Indonesia sejak awal, dalam masalah ini adalah: menghadap ke samping. Seiring derasnya arus feminisme dan emansipasi, kaum wanita ingin dibonceng menghadap ke depan. “Lebih mesra dan hangat,” kata ibu-ibu sambil ngamplok ke punggung suaminya. He he he…

Untuk memutuskan mana yang lebih baik, menghadap ke depan atau ke samping, kami hanya bisa mengatakan: wallahu a’lam bisshawab. Sudah begitu saja, tidak usah diutak-atik lagi.

Adapun dari sisi pandangan Syariat; sebagian orang tega menyalahkan Syariat Islam lantaran munculnya aturan seperti itu di Pemkot Lhokseumawe. “Nah, itu tuh, lihat! Inilah bukti Syariat Islam banyak mengekang kebebasan wanita. Ini bukti aturan Syariat mengandung bias gender.” Yo wis sak karepmu lah…

Sebenarnya, dalam Syariat Islam itu ada 4 unsur yang harus dipahami: [1]. Aturan Syariat yang bersifat qath’i (tegas dan mapan); [2]. Aturan maslahat mursalah (diadakan karena alasan mencapai kemaslahatan, menghindari kemadharatan); [3]. Aturan hasil ijtihad ulama atas suatu realitas (sifatnya beragam sesuai latar-belakang ijtihad itu sendiri); dan [4]. Aturan yang dibangun berdasarkan adat masyarakat setempat.

Keempat aturan di atas eksis dalam Islam dan diakui. Misalnya, aturan di Saudi yang melarang wanita menyetir mobil sendiri, melarang wanita menjadi penjaga toko, melarang pencampuran laki-laki dan wanita di sekolah-sekolah, mewajibkan wanita memakai cadar, dll. Aturan-aturan ini bukan termasuk hukum Syariat yang bersifat baku, tetapi sangat kondisional sesuai kondisi sosial di Saudi sana. Jika negara-negara Muslim lain tidak menerapkan aturan itu, karena dianggap tidak relevan dengan kondisi sosial masyarakatnya; hal itu sah-sah saja.

Maka, adanya aturan larangan “ngangkang” bagi kaum wanita yang dibonceng di motor, di Lhokseumawe sana, hal itu harus dipahami sebagai aturan yang dibangun sesuai kultur masyarakat setempat. Hal ini dibenarkan dalam Islam, dan harus dihormati. Ia tidak bisa diklaim sebagai aturan baku Syariat, karena memang tidak ada dasar yang tegas dari Kitabullah dan Sunnah; tetapi juga tidak boleh dicela, karena ia dibangun berdasarkan pertimbangan kemaslahatan adat setempat.

Demikianlah, semoga ulasan sederhana ini bisa menambah rasa bijaksana kita dalam merespon dinamika kaum Muslimin dalam menghidupkan nilai-nilai Syariat di tengah kehidupannya. Amin ya Rahiim.

(Abinya Syakir).


Pengamat Bola Cuaaapek Deh…

Januari 16, 2013

Kadang ngeselin kalau melihat komentator-komentator bola. Mereka seolah tahu banyak tentang olah-raga sepakbola dan permainan di dalamnya. Mereka kerap mengeluarkan analisis yang macam-macam. Tapi tidak jarang analisis itu malah ngawur atau ngaco.

Beberapa hari lalu tim MU bertanding lawan Liverpool di Old Trafford. Hasil akhir pertandingan, Liverpool kalah 1-2. Pencetak gol dari MU, Robin Si Persie dan Patrick Spongebob, eh maksudnya Patrick Evra. Gol balasan Liverpool dari Daniel Sturridge.

Lho, Kok Gambarnya “Banjir Jakarta” Ya. Mana Gambar Bolanya? He he he.

Lho, Kok Gambarnya “Banjir Jakarta” Ya. Mana Gambar Bolanya? He he he.

Ada hal menarik di pertandingan ini, Shinji Kagawa, pemain asal Jepang dimainkan MU, setelah sekian lama dia absen karena cedera. Sejauh ini Kagawa belum bisa menggantikan posisi Park Ji Sung di MU. Jasa Park bagi MU masih terlalu besar kalo dibandingkan Kagawa. Lagi pula Kagawa masih baru bermain di MU. MU sebenarnya tidak butuh amat kepada pemain-pemain Asia seperti Park atau Kagawa; mereka butuh keduanya karena ingin “jualan aksesoris dan sponsorship” ke Asia.

Sejak awal pertandingan di atas, ketika pemain mulai masuk lapangan, Kagawa sudah tampak grogi. Dia kelihatan gugup. Mungkin khawatir, tingkah selebritas dia di lapangan nanti, tidak direkam oleh pacarnya. Atau apalah, terserah saja… Sikap grogi itu jelas rada aneh untuk sekelas pertandingan di Eropa.

Oke… singkat kata, permainan Kagawa dalam pertandingan itu sama sekali tidak istimewa. Sisi kelebihan dan kehebatan dia, seolah tidak muncul ke permukaan. Mungkin, karena dia baru bermain lagi, masih merasa kaku, sehingga wajar permainan dia kurang menarik. Sebagai pemain penyerang, Kagawa tampak sering salah posisi.

Tapi oleh komentator bola, Kagawa dipuji-puji berlebihan. Katanya, dia memainkan peranan paling hebat di tim MU pada babak pertama. Komentar demikian mengada-ada. Jelas Kagawa tidak bermain efektif, bahkan gamang; kok disebut bermain sangat bagus?  Terbukti pada menit 70-an, Kagawa ditarik keluar diganti pemain lain.

Ya intinya lewat tulisan sederhana ini, kita hanya ingin mengatakan: Jangan terlalu percaya dengan omongan komentator bola. Analisis mereka tidak selalu tepat dan obyektif. Itu saja.

Mine.


Dahlan Dahlan…Sok Gaya Kamu !

Januari 6, 2013

Lama-lama Dahlan Iskan jadi seperti Abdurrahman Wahid, sering bersikap kontroversial. Belum juga masalah mega inefisiensi di PLN kelar, tuduhan dia bahwa anggota DPR memeras BUMN, serta seabreg masalah BUMN itu sendiri; kini dia menjadi “bintang berita” lagi. Bukan dalam arti positif, tapi sangat negatif.

Kemarin Sabtu, 5 Januari 2012, mobil Tucuxi yang dikendarai Dahlan Iskan mengalami kecelakaan berat di Plaosan, Magetan. Mobil listrik yang konon harganya 1,5 M itu, sebenarnya sedang menjalani test drive; seperti yang dilakukan oleh Jokowi saat membawa mobil SMK ke Jakarta waktu itu.

Dahlan berangkat dari Solo, sekitar pukul 13.00, dari Jl. Kebangkitan Nasional No 37, Sriwedari, Solo; menuju kampung halaman Dahlan di Magetan. Sebelum mobil berangkat, ia diruwat dulu oleh dalang “ritual paganistik” Ki Manteb Soedharsono. Sama seperti saat Jokowi membawa mobil SMK ke Jakarta, juga dimulai dengan ritual pagan seperti ini.

Tentu saja, di even yang menyita banyak mata manusia ini, Dahlan tak lupa menampilkan aji-aji “pencitraan”. Lumayan, untuk nyicil kesohoran demi agenda 2014 nanti. Tapi begitulah, hasilnya silakan Anda lihat pada list foto-foto di bawah ini. Foto-foto ini cuma diambil dari media-media online yang beredar di dunia maya.

Selamat menikmati.

Ini Mobil Keren. "Ferrari" Indonesia. Harganya Muaahaal...

Ini Mobil Keren. “Ferrari” Indonesia. Harganya Muaahaal…

Cuangggih Ini, Serba Digital Control. Touch Screen Lagi.

Cuangggih Ini, Serba Digital Control. Touch Screen Lagi.

Heit, Tunggu! Pencitraan Tentu. DI 19 Oce.

Heit, Tunggu! Pencitraan Tentu. DI 19 Oce.

Oh ya, Ritual Paganisme Dulu untuk Tolak Bala

Oh ya, Ritual Paganisme Dulu untuk Tolak Bala

Supaya Selamat Sentosa. Hidup Bahagia, Selama-lamanya.

Supaya Selamat Sentosa. Hidup Bahagia, Selama-lamanya.

"Gw Uda Siap untuk Pencitraan...Eh Maksudnya, Test Drive"

“Gw Uda Siap untuk Pencitraan…Eh Maksudnya, Test Drive”

Hayo Test Drive di Jalan Umum, Hayo. Lumayan Buat Melanggar Aturan...

Hayo Test Drive di Jalan Umum, Hayo. Lumayan Buat Melanggar Aturan…

Hasilnya....

Hasilnya….

 

Ringsek A

Ringsek A

Ringsek B

Ringsek B

Ringsek C

Ringsek C

Beginilah Hasil dari Pencitraan dan Ruwatan (Ritual Paganisme).

Beginilah Hasil dari Pencitraan dan Ruwatan (Ritual Paganisme).

Di akhir babak drama yang dramatik ini, Dahlan Iskan mengatakan: “Mungkin saya terlalu terburu-buru membawanya dalam jarak yang jauh dan medan yang berat.” Bisa jadi, karena “target pencitraan” sudah semakin mendesak secepatnya dilakukan. Maklum, sebentar lagi tahun 2014. Tambahan lagi, usia kabinet SBY sudah di ambang senja.

Di bagian lain Dahlan mengatakan, “Baik juga saya mencoba mobil ini sendiri, sehingga risikonya saya yang menanggung.” Anda harus bersyukur karena masih bisa membuat komentar setelah kecelakaan; andaikan kanan kiri jalan yang dilalui adalah jurang, maka dapat dimengerti jika komentar seperti itu tidak akan muncul. Ini “kehidupan ketiga” bagi Pak Dahlan.

Intinya begini…mari kita bangun negeri, bangun bangsa secara tulus, nothing to lose, katanya. Berniatlah baik, demi kebajikan masyarakat, tanpa tendensi macam-macam; apalagi sampai ada niat destruktif, demi melayani missi kalangan destruktor. Masyarakat sudah terlalu lelah dan letih dikibuli manusia-manusia minus akal sehat dan perasaan; sudah masanya kita berikan yang terbaik untuk mereka, secara tulus saja. Tidak neko-neko.

Berpikir maslahat dan hindari madharat. Itulah kuncinya.

Mine.