Pengamat Bola Cuaaapek Deh…

Kadang ngeselin kalau melihat komentator-komentator bola. Mereka seolah tahu banyak tentang olah-raga sepakbola dan permainan di dalamnya. Mereka kerap mengeluarkan analisis yang macam-macam. Tapi tidak jarang analisis itu malah ngawur atau ngaco.

Beberapa hari lalu tim MU bertanding lawan Liverpool di Old Trafford. Hasil akhir pertandingan, Liverpool kalah 1-2. Pencetak gol dari MU, Robin Si Persie dan Patrick Spongebob, eh maksudnya Patrick Evra. Gol balasan Liverpool dari Daniel Sturridge.

Lho, Kok Gambarnya “Banjir Jakarta” Ya. Mana Gambar Bolanya? He he he.

Lho, Kok Gambarnya “Banjir Jakarta” Ya. Mana Gambar Bolanya? He he he.

Ada hal menarik di pertandingan ini, Shinji Kagawa, pemain asal Jepang dimainkan MU, setelah sekian lama dia absen karena cedera. Sejauh ini Kagawa belum bisa menggantikan posisi Park Ji Sung di MU. Jasa Park bagi MU masih terlalu besar kalo dibandingkan Kagawa. Lagi pula Kagawa masih baru bermain di MU. MU sebenarnya tidak butuh amat kepada pemain-pemain Asia seperti Park atau Kagawa; mereka butuh keduanya karena ingin “jualan aksesoris dan sponsorship” ke Asia.

Sejak awal pertandingan di atas, ketika pemain mulai masuk lapangan, Kagawa sudah tampak grogi. Dia kelihatan gugup. Mungkin khawatir, tingkah selebritas dia di lapangan nanti, tidak direkam oleh pacarnya. Atau apalah, terserah saja… Sikap grogi itu jelas rada aneh untuk sekelas pertandingan di Eropa.

Oke… singkat kata, permainan Kagawa dalam pertandingan itu sama sekali tidak istimewa. Sisi kelebihan dan kehebatan dia, seolah tidak muncul ke permukaan. Mungkin, karena dia baru bermain lagi, masih merasa kaku, sehingga wajar permainan dia kurang menarik. Sebagai pemain penyerang, Kagawa tampak sering salah posisi.

Tapi oleh komentator bola, Kagawa dipuji-puji berlebihan. Katanya, dia memainkan peranan paling hebat di tim MU pada babak pertama. Komentar demikian mengada-ada. Jelas Kagawa tidak bermain efektif, bahkan gamang; kok disebut bermain sangat bagus?  Terbukti pada menit 70-an, Kagawa ditarik keluar diganti pemain lain.

Ya intinya lewat tulisan sederhana ini, kita hanya ingin mengatakan: Jangan terlalu percaya dengan omongan komentator bola. Analisis mereka tidak selalu tepat dan obyektif. Itu saja.

Mine.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: