Jangan Lakukan Larung Sesaji

LARUNG SESAJI DI PANTAI PAMAYANGSARI DAN ZIARAH KE PAMIJAHAN. Tri Ispranoto – Okezone. Selasa, 25 Desember 2012 18:22 wib.

TASIKMALAYA – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menghadiri pesta rakyat para nelayan di Pantai Pamayangsari, Desa/Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Aher menaiki perahu nelayan untuk melepas berbagai hasil bumi hingga lepas pantai. Turut mencampingi Aher, para kepala daerah setempat. Sekira 15 menit di pantai, rombongan pun kembali ke daratan. ”Laut ini agung, berarti penciptanya Maha Agung. Oleh karenanya, laut ini memberikan anugerah kepada kita lewat ikan dan lain-lain,” kata Aher, Selasa (25/12/2012).
Dia meminta agar kegiatan ini dijadikan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sehingga bisa lebih meningkatkan ketakwaan kepada-Nya. “Jadi kalau kita ke laut, ketaatan akan bertambah dengan mengagumi segala ciptaan-Nya,” tuturnya. Selain menghadiri pesta rakyat, Aher juga berziarah ke Kampung Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, acara tersebut sebagai rangkaian silaturahim ke tokoh agama dan masyarakat sekitar.
“Ziarah ini untuk melunasi janji terdahulu. Saat itu saya tidak bisa menghadiri kegiatan Haul di Pamijahan karena bentrok dengan kegiatan nasional,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus mengakhiri perayaan Syukur Laut Nelayan Pamayangsari 2012 yang digelar setiap tahun. Acara tersbut dihadiri ribuan warga Tasikmalaya dan sekitarnya. (tbn) Sumber: http://bandung.okezone.com/read/2012/12/25/527/736966/aher-larung-sesaji-di-pantai-payangsari-dan-ziarah-ke-pamijahan

Hal ini adalah TANDA NEGATIF yang harus dicatat oleh warga Muslim. Mestinya, buat Ahmad Heriyawan dan kawan-kawan; kalau mau menang secara politik, bermainlah yang cantik. Dia bisa undang tokoh-tokoh adat itu dalam acara walimah syukuran kepada Allah atas nikmat dan karunia-Nya.

Acara diadakan dimana saja, tidak mesti di pantai, laut, atau di kaki gunung. Kalau perlu undang habib-habib juga. Acara syukuran di-setting secara Islami, tetapi tidak kaku, sehingga tidak menakutkan bagi yang mau ikut acara. Dengan begini, dia tetap dapat keuntungan politik yang dia cari, tanpa melanggar prinsip-prinsip TAUHID. T

(Mine).

Iklan

12 Responses to Jangan Lakukan Larung Sesaji

  1. anas berkata:

    sudah dijelaskan pak di webnya pks, itu adalah salah satu cara dakwah PKS untuk menghilangkan kesyirikan

    tapi memang fenomenal apa yg dilakukan AHER ini, karena menurut berita sejak 37 tahun, baru kali ini ada gubernur datang ke acara larung sesaji……hmmm……

    karena saya pernah baca berita tentang Hidayat Nur Wahid waktu menanggapi perda di aceh, tentang wanita “NGANGKANG” saat di bonceng motor, pesan yg bisa ditanggkap dari HNW atau PKS adalah, saat2 ini adalah yg urgent adalah meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi dulu , sebelum bicara syariat islam, nanti setelah sejahtera, maka secara bertahap bicara syariat islam

    http://www.islamedia.web.id/2012/12/penyelamatan-aqidah-versus-kearifan.html

  2. abisyakir berkata:

    @ Anas…

    Dalam masalah “larung sesaji” itu, kita tak bisa berdalil dengan perjuangan para Wali menghadapi peninggalan Majapahit di masa lalu. Masa itu sudah lama berlalu, masak kita masih berdalil dengan metode Wali? Bedakan antara menghadapi kaum Hindu dengan Muslim. Jangan-jangan nanti sampai menjelang Hari Kiamat, masih ada saja yang beralasan dengan metode para Wali.

    Masalah “larung sesaji” itu bukan soal kemubadziran saja, tetapi utamanya adalah SYIRIK. Ini jauh lebih besar dan serius, ketimbang masalah kemubadziran. Konsekuensi dari kehadiran Ahmad Heriyawan dalam acara semacam itu, antara lain:

    [1]. Dia dianggap merestui dan mendukung acara “larung sesaji”.
    [2]. Dia sebagai dai/ustadz dianggap punya dalil Syariat berkenaan dengan acara itu. Orang akan berdalih, “Lihat itu, ustadz fulan mendukung. Ini tandanya boleh.”
    [3]. Ahmad Heriyawan memberi tafsiran baru atas acara “larung sesaji” itu, dengan kata dia, datang ke laut akan menambah keimanan kepada Allah. Ini cara-cara yang bisa membuka perbuatan bid’ah. Bid’ah itu pada hakikatnya dimulai dari perbuatan2 salah/haram yang dicarikan dalil2 Syariat, dengan cara memaksakan diri.
    [4]. Posisi Ahmad Heriyawan sebagai gubernur provinsi Muslim sangat riskan. Dia bisa dianggap telah melegalkan perbuatan syirik dan memasyarakatkannya ke tengah-tengah manusia.
    [5]. Perbuatan Ahmad Heriyawan itu bisa menjadi “teladan” bagi pemimpin birokrasi, politisi, dan tokoh2 lain. Mereka akan berdalil dengan perbuatan Aher tersebut. Ini adalah bencana.
    [6]. Kalau memang mau mengarahkan masyarakat dan kaum adat, bukan dengan cara mengikuti ritual mereka; tetapi membuat acara sendiri dengan pendekatan dakwah sosial yang lebih relevan.
    [7]. Secara hukum positif (apalagi hukum Syariat), tidak ada satu pun dalil yang memerintahkan Ahmad Heriyawan berbuat seperti itu. Andai dia tidak ikut-ikutan disana, dia tidak diprotes, tidak akan disebut melanggar hukum. Jadi, tanpa ikut acara itu pun, dia tidak rugi sedikit pun terkait kewajibannya sebagai pimpinan birokrasi. Nah, dalam kondisi begini, kenapa nekad mendukung acara syirik begitu?

    Silakan berikan tanggapan atau jawaban atas respon yang kami sampaikan ini.

    Hati-hati wahai insan dalam urusan yang merupakan esensi HAK Allah Jalla wa ‘Ala.

    Admin.

  3. agus berkata:

    pak syakir, itu hanya simbol saja, di dalamnya katanya tidak ada sesajinya, katanya hanya replika rumah saja….

    http://www.dakwatuna.com/2012/12/25858/ada-ahmad-heryawan-kepala-kerbau-tak-lagi-dilarung-saat-syukur-laut-tasikmalaya/

  4. abisyakir berkata:

    @ Agus…

    Secara prinsip, tidak boleh melegitimasi acara “larung sesaji” itu, karena ia termasuk acara kemusyrikan. Disana manusia “bersyukur” kepada laut yang telah memberikan aneka macam rizki. Ini sudah pangkal kesalahannya. Hal ini sangat jelas, tidak perlu ditafsirkan lain-lain.

    Kemudian itu ada acara melepas hasil bumi ke laut, sebagai persembahan. Sama persis seperti persembahan orang-orang Tengger ke Gunung Bromo saat ada acara ritual tahunan mereka (kasodo). Membuat sesaji berupa makanan, minuman, telur, buah, dll. sebagai bentuk persembahan kepada selain Allah, adalah termasuk amal kemusyrikan. Soal keberadaan “kepala kerbau” dan lainnya, itu tidak prinsip. Yang jelas, acara “larung sesaji” itu merupakan ritual kemusyrikan; kalau ia didukung oleh seorang gubernur, lebih celaka lagi.

    Admin.

  5. Emprit Gepeng berkata:

    Afwan…Tadz….apa ini bukan aqidah yang disepelekan…mana Wala’ dan baro’nya

  6. abisyakir berkata:

    @ Emprit…

    Ya begitulah Bapak, wala’ wal baro’-nya kalah dengan ambisi kekuasaan. Itu tandanya, sifat amanah, jujur, peduli, kstaria, dll. yang mesti ada pada diri seorang pemimpin, juga akan tersingkir.

    Admin.

  7. ANTI-TAQLID berkata:

    Klo kelakuan si Aher yang suka menghalalkan segala cara demi ambisi dan kekuasaan, itu sudah tidak aneh lagi ya Akhii..!

    1. AHER dan ISTRI MERAYAKAN TAHUN BARU DAN NYANYI
    DIPANGGUNG SAAT MERAYAKAM MALAM THN BARU 2013

    Bandung – Gubernur Jabar Ahmad Heryawan dan istrinya Netty Heryawan mendatangi warga yang ada di sekitar Alun-alun Bandung, tepatnya di area halaman bekas Palaguna. Mereka menghadiri ‘Jelang Tahun 2013’. Pada kesempatan itu, keduanya sempat ‘mengamen’.

    Heryawan dan Netty tiba di lokasi sekitar pukul 23.15 WIB. Keduanya sempat istirahat beberapa menit lalu didaulat naik panggung. Heryawan terlihat memakai baju putih, celana hitam dan ikat kepala. Sedangkan Netty mengenakan busana muslim hitam plus kerudung warna merah muda.

    Di atas panggung, Heryawan memberi sambutan dan menyampaikan harapannya. “Mudah-mudahan tahun baru jadi spirit baru untuk kemajuan kita, kemajuan Jabar ke depan,” ucap Heryawan.

    Ia lalu diminta pembawa acara untuk nyanyi. Tanpa segan-segan, Heryawan meminta pengiring musik untuk memainkan lagu ‘Munajat Cinta’ yang dipopulerkan TRIAD.

    Iringan musik akustik plus alat musik tradisional mengalun. Heryawan kemudian bernyanyi. Tak hanya Heryawan, Netty pun ikut bernyanyi. Bahkan mereka mengajak warga yang ada di lokasi untuk bernyanyi.

    Selesai menyanyikan ‘Munajat Cinta’, Heryawan dan Netty kembali nyanyi. Lagu kedua adalah ‘Sorban Palid’. Usai bernyanyi, Heryawan dan Netty kembali duduk ke tempat yang sudah disediakan khusus oleh panitia. Acara lalu dilanjutkan dengan menampilkan paduan suara.

    Acara di lokasi digagas Perusahaan Daerah Pariwisata dan Kepariwisataan Jabar. Berbagai acara hiburan ditampilkan untuk memeriahkan malam pergantian tahun

    http://bandung.detik.com/read/2012/12/31/234756/2130358/486/heryawan-dan-netty-mengamen-di-alun-alun

    TIDAK LUPA PROGRAM MUDHORAT UTK MUDA-MUDI DARI WAKILNYA DEDI MIZWAR YANG AKAN MENGHIDUPKAN KEMBALI BIOSKOP-BIOSKOP yang saat ini sedang mati suri AKAN DIBANGKITKAN LAGI

    Calon wakil gubernur Jawa Barat (Jabar) Deddy Mizwar, menyatakan siap menghidupkan kembali bioskop tua di sejumlah daerah. Kini, kondisi sejumlah bioskop tua itu mati suri.

    “Jawa Barat kan gudangnya seni dan budaya. Namun, saat saya keliling daerah, ternyata belum banyak berdiri gedung kesenian dan kebudayaan. Bahkan, media informasi seperti bioskop lokal pun tidak ada,” kata Deddy di Bandung, Rabu (9/1/2013).

    Mizwar yang maju pada Pilgub Jabar mendampingi cagub Ahmad Heryawan (Aher), berjanji menghidupkan kembali bioskop lokal di Jawa Barat.

    “Dulu bioskop lokal banyak berdiri di Jawa Barat. Saya tahu ada di beberapa tempat. Nanti kami benahi seperti di Garut dan Tasikmalaya. Juga di beberapa daerah lain ada gedung bioskop milik pemda yang terbengkalai, nanti kami hidupkan kembali,” tuturnya.

    Mizwar bahkan mengaku telah merumuskan, bersama Aher, untuk membuat wadah seni dan budaya agar bisa menjaga kelestarian budaya asli daerah Jawa Barat.

    “Aspirasi masyarakat yang saya serap sangat banyak. Mulai dari infrastruktur, ekonomi, hingga kerusakan lingkungan. Itu akan kami benahi bersama Kang Aher, untuk diformulasikan
    penanganannya,” ungkap Deddy.

    Aktor kawakan memaparkan, ia bersama rakyat Jawa Barat siap menertibkan dampak kerusakan lingkungan di Jabar.

    “Tugas seperti ini bukan hanya beban pemprov, tapi juga harus didukung bupati dan wali kota di daerah, untuk menjaga lingkungan hidup agar terus terjaga,” paparnya. (*)

    http://www.tribunnews.com/2013/01/10/deddy-mizwar-siap-bangkitkan-bioskop-tua-di-jawa-barat

  8. Fulan x berkata:

    Situs : Islamedia.web.id dan Dakwatuna.com itukan garapan orang2 PKS sudah pasti tdk mau menyalahkan, beribu satu alasan dicari utk pembenaran. Kenapa harus membodohi ummat utk ambisi kekuasaan dan jabatan. Seolah-olah mereka saling bantu membantu dalam kesesatan.

    Allah SWT berfirman :
    “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan Takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwa lah kamu kepada Allah, sesungguhnya amat berat siksa-Nya” (QS.Al-Maidah ayat:2)

    Disini sudah jelas si Aher melakukan pelanggaan, mengapa para pembelanya masih saja berusaha mencari pembenaran. Naudzubillah minzalik !

  9. alhamdulillah sudah mantan pks berkata:

    Innalillahi, memprihatinkan kader pks ga bisa membedakan mana ma’ruf dan mana munkar, mana tauhid dan mana syirik. Liqo’ bertaun taun dapet ilmu apa ga yaaa??? Larung sesaji demi kursi kursi dan jabatan. Wal iyadzubillah…

  10. Normand berkata:

    Konten yang begitu bagus. Diulas dengan jelas dan gamblang serta enak ditelaah. Senang sekali berkunjung di blog Anda… 🙂

  11. abisyakir berkata:

    @ Normand…

    Alhamdulillah, semoga bermanfaat. Amin amin ya Rabb.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: