Anas Terlalu Menakutkan Bagi SBY

Tidak disangka, tidak dinyana, ternyata Anas Urbaningrum terlalu tangguh buat SBY. Semua politisi Demokrat tunduk kepada SBY dan patuh, tetapi Anas punya kekuatan untuk mbalelo. Hingga SBY butuh dukungan spiritual, saat ibadah Umrah, sekedar untuk mendesak KPK agar cepat-cepat memutuskan kasus Hambalang (yang katanya melibatnya Anas). Itu pun SBY tidak berani terang-terangan menyebut nama Anas.

Dulunya, Anas itu hanyalah sekedar nunut (ikutan), ngengnger (menumpang untuk mengabdi), atau ngiyup (ikut sekedar berteduh) di kendaraan politik Pak SBY, Partai Demokrat. Tetapi kini Anas telah memiliki kekuatan politik mandiri, yang membuat Ketua Dewan Pembina Demokrat itu seperti tak berdaya.

Sekedar catatan, saat Konggres Demokrat di Padalarang beberapa waktu lalu (saat itu M. Nazaruddin masih aktif di Demokrat), Anas telah menunjukkan kelasnya. Bukan hanya karena dia mampu menjadi Ketua Umum Demokrat; tetapi proses menjadi ketua itu dilalui setelah dia berhasil mengobrak-abrik benteng politik Cikeas. Saat itu manuver-manuver Anas berhasil membuat kekuatan politik Cikeas terbelah. Irfan Baskoro secara demonstratif mendukung Andi Malarangeng; tetapi di saat-saat menjelang pemilihan ketua umum, Ani Yudhoyono mendukung Anas, karena sebal dengan pendukung-pendukung Malarangeng. SBY sendiri hanya mampu menjadi “penonton” dengan ketidak-mampuan mengarahkan pendulum dukungan politik.

Beda: Batu Cadas dan Bakpao. Ya Bedalah...

Beda: Batu Cadas dan Bakpao. Ya Bedalah…

Kembali ke sosok Anas. Dia memiliki keahlian politik lumayan. Meskipun belum sekelas Akbar Tanjung, tapi dia punya kemampuan besar. Anas didukung oleh jaringan politik, media, serta kolega-koleganya sesama alumni HMI. Sosok Bambang Widjoyanto atau Abraham Samad di KPK, sedikit atau banyak punya hubungan emosional dengan Anas; karena mereka sama-sama alumni HMI. Militansi kaum HMI ini, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, banyak bermain dalam percaturan politik, kepemimpinan, dan birokrasi di Indonesia.

Kini pertanyaannya: sanggupkah SBY melengserkan Anas demi menyelamatkan Partai Demokrat?

Secara teori SBY mampu, sebab posisinya di Ketua Dewan Pembina Demokrat. Tetapi secara praktik, kecil kemungkinan hal itu bisa terjadi. Bukan hanya karena karakter Anas, kelihatan pendiam tapi ngeyel, cukup menakutkan bagi SBY. Tetapi juga karena SBY sendiri nyaris tidak memiliki kemampuan politik yang memadai. Satu-satunya modal politik SBY adalah: R-E-T-O-R-I-K-A. Kemampuan ini tak berbeda dengan Abdurrahman Wahid dulu, hanya SBY lebih sopan dan soft retorikanya.

Politik retorika SBY tak akan mampu menghadapi kuatnya power politik Anas. SBY pasti tidak akan berani mengambil jalan vis a vis menentang Anas. Bukan hanya SBY, tokoh-tokoh pendukungnya seperti Dipo Alam, Jero Wacik, Sudi Silalahi, Ruhut Sitompul, Sutan Batoegana, Syarif Hasan, Marzuki Alie, dll. juga keder menghadapi Anas.

Seperti sudah berulang kali disampaikan, berbagai persoalan yang muncul di tubuh Demokrat, pada dasarnya bersumber dari minimnya kemampuan politik SBY. Sebagai politisi, SBY kurang memiliki karakter. Anas Urbaningrum, sosoknya seperti “feminim”, tetapi tekad dan ngeyelnya sangat jelas. Itulah yang tidak dimiliki SBY.

Dari sisi tekad dan mental, dua tokoh ini (Anas dan SBY) seperti batu cadas dan bakpao. Yang satu liat, satu lagi lumer. Meskipun posisi Anas terjepit, tapi karena liatnya, dia bisa survive (sampai saat ini). Sebaliknya, sosok satunya lagi seperti bakpao, lunak, imut, dan mudah dibelokkan kesana kemari. Dapat SMS sedikit, cemas; lihat hasil surve, cemas; ada laporan miring dari menteri, cemas. Ya begitu deh.

Ke depan, posisi Anas tampaknya masih akan aman. Paling-paling SBY akan memberikan solusi “jalan tengah” atau “sama-sama enak”. Itu sudah lagunya sejak dulu. Nasib Demokrat akan tetap tersandera kasus hukum Hambalang, sementara SBY akan menyiapkan retorika-retorika selanjutnya untuk menyempurnakan jati diri kepemimpinannya, sebagai ahli komunikasi.

Oke sekian dulu. Kurang dan lebihnya, mohon maap ya. Terimakasih, hatur nuhun.

Mine.

NOTE: Artikel ini merupakan contoh penggunaan media untuk tujuan SIYASAH, yaitu mempengaruhi dinamika politik di tengah masyarakat. Isi artikel itu tidak mencerminkan pandangan sebenarnya, hanya semacam “provokasi” agar kekuatan politik tertentu keluar dari rel nalar logis sikap politiknya.

Iklan

One Response to Anas Terlalu Menakutkan Bagi SBY

  1. VAN roen berkata:

    Takutlah kepada ALLAH YANG MAHA KUASA DAN MAHA PERKASA. YA ALLAH YA RABB Hanya kepada MU lah HambaMU yang Hina ini berlindung dari fitnah dunia. Ya ALLLAH tanamkanlah di hati hambamu yang lemah ini iman jihat sblm akhir hayat hamba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: