Mengapa Ada Masalah dengan PKS?

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ada sebuah pertanyaan sederhana: “Mengapa saat ini PKS mengalami hal-hal buruk? Mengapa mereka bisa sampai ke titik kesulitan yang menyakitkan? Apa salah mereka, apa salah kader-kadernya?”

Dalam memandang persoalan PKS ini kita bisa melihat dari dua sisi: POLITIK dan SYARIAT. Secara politik, benar kata sebagian cendekiawan Muslim, janganlah kita terlalu menghakimi PKS; sebab hal itu akan merugikan perjuangan politik kaum Muslimin juga. Tetapi secara Syariat, pandangan kritis, koreksi, nasehat, analisis, dan seterusnya harus disampaikan. Mengapa? Karena kasus yang membelit sebagian elit PKS itu terkait masalah risywah (suap). Kalau kita bersuara kalem, mencari 1001 alasan toleransi, atau menutup-nutupi masalah ini, jelas Syariat Islam yang akan dikorbankan. Nanti masyarakat akan berkomentar: “Oh ternyata, kalau yang melakukan suap kalangan elit partai Muslim, gak apa-apa ya.” Ini sangat berbahaya.

Kaum Elit Sangat Arogan. Seperti Fir'aun.

Kaum Elit Sangat Arogan. Seperti Fir’aun.

Menurut saya, sebatas pengetahuan dan pemahaman yang saya ketahui, PKS mengalami kesulitan ini karena dua alasan besar: arogansi elit dan keterbelahan komunitas. Hal-hal ini menjadi sebab yang membuat partai itu terpuruk.

AROGANSI ELIT PKS. Mereka cenderung tidak mau mendengar nasehat, masukan, kritik, atau taushiyah dari saudara-saudaranya sesama Muslim. Kasus-kasus politik sudah banyak beredar, sejak tahun 2004 sampai saat ini. Tidak terhitung banyaknya suara-suara, aspirasi, dan harapan dari kaum Muslimin agar PKS lebih peduli dengan nasib kaum Muslimin dan persoalan hidupnya. Tetapi elit-elit PKS seperti punya road map (peta jalan) sendiri. Mereka cenderung meremehkan.

Nasehat-nasehat telah banyak disampaikan ke meja elit PKS. Bahkan mundurnya kader, ustadz, serta pendukung PKS merupakan signal-signal yang mestinya ditangkap. Bahkan kekalahan PKS dalam even-even politik, seperti kekalahan dalam Pemilu 2009 di wilayah Jakarta dan Pilkada Jakarta 2012, mestinya itu juga menjadi nasehat. Ketika meledak kasus nonton video porno saat sidang paripurna, itu juga nasehat perih bagi mereka. Tetapi sayang semua itu ditepiskan begitu saja oleh elit-elit politisi.

Inilah arogansi. Ini sangat berbahaya. Innallaha laa yuhibbu kulla mukhtalin fakhur (sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri). Sombong ini adalah watak para tiran seperti Namrudz, Fir’aun, Abrahah, Abu Jahal, dan seterusnya. Bahkan kesombongan itu yang membuat Iblis terkena laknat Allah Ta’ala sampai akhir zaman.

Ketika elit-elit politik merasa besar, merasa pintar, merasa paling waqi’ dalam soal politik, merasa tidak membutuhkan orang lain; maka datanglah nasehat-nasehat manusia untuk mengingatkan mereka. Namun ketika nasehat itu sudah menumpuk, tak didengarkan juga; akhirnya datanglah NASEHAT ILAHIYAH yang sangat menyakitkan. Pemimpin tertinggi politik terlibat kasus suap, dan disana ada intrik-intrik tertentu. Masya Allah, nas’alullah al ‘afiyah.

KETERBELAHAN KOMUNITAS. Jujur, kalau bicara tentang PKS, kita seperti serba salah. Jika melihat sikap elit-elit politik, mereka cenderung arogan, oportunis, terkesan “menghamba kekuasaan” belaka.

Tetapi bagi pengikut, pendukung, para kader PKS di bawah, mereka itu insya Allah baik-baik. Mereka itu tampak tulus, beramal sekuat kemampuannya, banyak berkorban, dan bersusah-payah demi kebaikan masyarakat. Mereka rajin shalat, rajin majelis taklim, rajin membaca Al Qur’an, mereka memakai busana Muslimah, dan seterusnya. Mereka ini rata-rata baik, tulus, dan insya Allah mereka aktif dalam perjuangan PKS karena Lillahi Ta’ala.

Disini kita menyaksikan ada GAP (keterbelahan) yang jauh antara elit-elit politik dan para kader/pendukung mereka di bawah. Di lapisan bawah masih tekun dan rajin berjuang sebagai Partai Dakwah; di tingkat elit kelakuan mereka sangat buruk, dengan sengaja menjual dukungan kader/bawahan untuk mencapai keuntungan-keuntungan politik. Fungsi para kader/pendukung itu seperti TANGGA yang diinjak-injak orang agar bisa mencapai posisi tinggi. Bukan rahasia lagi bahwa elit-elit PKS hidupnya glamour, menumpuk kekayaan, dari hotel ke hotel; tetapi para bawahan disana hidup sengsara untuk sekedar survive.

Keterputusan RUHIYAH antara Elit Partai dan Para Kader di Bawah.

Keterputusan RUHIYAH antara Elit Partai dan Para Kader di Bawah.

Ada keterputusan aspirasi dari bawah ke atas. Kalangan bawahnya baik-baik, sementara kalangan atasnya berfoya-foya dengan dunia. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Mungkin pertanyaannya: “Mengapa kader-kader atau para pendukung itu diam saja? Mengapa mereka tidak melakukan koreksi atau perbaikan? Apa mereka tidak punya kemandirian?”

Jawabannya:

Pertama: mereka sudah melakukan itu semua. Tetapi aspirasi mereka mampet (tersumbat). Seakan aspirasi mereka “hanya ditampung saja” sembari tidak ada niatan dilaksanakan. Tetapi kalau kader-kader itu sekaya Chairul Tanjung, Adang Dorodjatun, atau Hary Tanoe; yakinlah elit-elit PKS akan menggelar karfet merah untuk menyambutnya.

Kedua: sistem hirarki politik ketat yang diterapkan di tubuh partai membuat semua aspirasi yang disampaikan oleh bawahannya mudah dimentahkan begitu saja. Kalau aspirasi itu tidak sesuai dengan kepentingan dan selera elit partainya, ia seketika dibuang ke tempat sampah. Bahkan kader-kader yang terkenal kritis tidak sedikit di-isolasi, dipinggirkan, atau digosipkan dengan rumor-rumor tertentu.

Singkat kata, kalau melihat partai ini, mesti dibedakan antara ELIT POLITIK-nya dan para KADER/pendukungnya. Itu berbeda. Mereka memiliki dunia dan sikap politik sendiri-sendiri. Saya sendiri (dalam blog ini) kalau mengkritik PKS, sebenarnya lebih mengkritik ke sikap elit-elitnya yang memutuskan kebijakan politik; bukan mengkritik kader/pendukungnya yang masih baik-baik.

Nah, inilah alasan utama mengapa PKS mengalami kesulitan saat ini. Mereka terpuruk, karena elit-elitnya sudah tak mampu mendengar nasehat alias terlalu arogan. Akibatnya, datanglah NASEHAT ILAHIYAH yang rasanya ketika menimpa mereka, amat sangat menyakitkan dan menekan. Ya, kalau manusia sudah tak mampu menasehati, Rabbul ‘alamin yang akan menasehati.

Lalu solusinya bagaimana? Ya, itu silakan dipikirkan dan dimusyawarahkan sendiri. Saya kan hanya membahas “sebab keterpurukan”, bukan solusinya. Ya bagi-bagi tugaslah, saling membagi beban dan amanah. Terimakasih.

Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

(Mine).

Iklan

17 Responses to Mengapa Ada Masalah dengan PKS?

  1. rahmadi berkata:

    ente bagian dari gerakan zionis yang tidak rela PKS membawa aspirasi umat

  2. Fulan-q berkata:

    memang klo org PKS tuh ga boleh dikritik ya akhii..! mereka akan meradang dan marah klo ada yg menyalahkan pemimpin2 mereka, masalahnya doktrin Tsiqoh dan Taat serta mengesampingkan pendapat2 dari luar dgn menganggap sebagai fitnah, konspirasi atau zionis itu sudah ditanamkan pada setiap kader2 PKS dalam liqo2 mereka.
    Jangan kan antum akhiii.
    Yusuf Supendi yg merupakan salah satu pendiri PK di fitnah habis-habisan oleh kader2 PKS, bahkan oleh Nasir Djamil (anggota DPR PKS) dituduh org strees. Apalagi kader2 bawh lain yg mo coba2 kritis, maka bukan cuma dikeluarkan, tapi diasingkan dari lingkungan PKS dgn fitnah2 keji. Kadang kita ngga habis pikir ko setega gitu mereka dgn mantan2 kader mereka yg kritis. INI FAKTA, sudah banyak cerita ini dialami. Yang ana liat dgn mata kepala sendiri di Depok , bagaimana Ustd. Mashadi yg dulu sebagai pendiri PK, kemudian tdk sepaham dan keluar, maka dimusuhi oleh lingkungan org2 PKS di Depok
    Jadi begitulah kenyataan tingkah polah org pKS selama ini.
    Klo mereka di kritik atau jelas2 salah sekalipun, maka org yg mengkritisi dianggap sebagai penyebar fitnah, dan tuduhan2 lainnya. Tapi justru mereka sendiri berlaku dzholim kepada mantan kader2 mereka yg keluar, walau sebelumnya kontribusi mereka pd partai itu ada, namun tetap tidak dianggap dan dihargai

  3. Muslim berkata:

    Jangankan kader biasa, lha wong mantan anggota dewan syuronya aja banyak yg di isolasi, dikucilkan bahkan difitnah oleh elit yg berkuasa sekarang lantaran bersikap kritis kpd mereka, maka gak heran kalo 50 lebih pendiri PK yg mengetahui kebobrokan elit skrg (yg udah gak mau dan gak bisa diperbaiki lagi) rame-rame pada mengundurkan diri dgn di ikuti oleh ribuan jama’ahnya shg dampaknyapun teramat sangat nyata dan fatal sekali bagi PKS yakni hancur leburnya suara PKS pada semua pemilukada di Jabodetabek !!!!.
    Bukan rahasia lagi kalo elite PKS emang alergi banget ama yg namanya kritik, gilanya… kader tingkat cabang dan ranting selalu didoktrin dgn kalimat…yg ngritik itu org yg anti islam, anti perjuangan islam !!!, padahal yg dikritik itu cuma tingkah laku elitenya yg sudah lupa pd cita-cita semula( yakni menegakkan dienul islam) karena telah terlena oleh harta, tahta dan wanita !!!!, sedangkan kader akar rumputnya tetap suci bersih karena yg mereka tau segala apa yg mereka lakukan semata hanyalah mencari Ridho Allaah semata titik.
    Banyak kader dan deklarator PK ( PKS ) yg gara-gara mengkritik pelaksanaan munas di bali yg terlampau mewah itu telah dikucilkan dan dicari-cari kesalahannya sbg dalil utk pengucilan tsb..,
    sayang sungguh sayang kader akar rumput yg tak putus sholat tahajud, puasa senin kemis bahkan puasa Daud tidak mengetahui hal ini sama sekali, mereka cuma tau elite skrg lah yg maha benar, kata-kata merekalah yg patut dipercaya dan dita’ati.
    Namun sejarah akan membuktikan…Do’a kader PKS yg sholih/sholihah tsb, yg selalu memohon agar ditunjukan yg benar itu benar, yg salah itu salah, suatu sa’at pasti akan terjadi ( dikabulkan ) shg akan diketahuilah nantinya betapa parahnya akhlak elite PKS yg skrg mereka belai itu…
    Sa’at itu terjadi…pasti akan ada pembersihan besar-besaran ditubuh PKS…., semua elite yg skrg berkuasa di PKS akan diusut asal-usul hartanya oleh kadernya sendiri….. dan PKS pun akan kembali menjadi Fitri…,kembali dikagumi, dicintai, dan dihormati oleh kawan maupun lawan dan oleh seluruh rakyat Indonesia….
    Kalian adalah Ummat terbaik !!! Bangkitlah kader PKS !!! bersihkan PKS dari elite yg arogan dan menyimpang itu !!!

  4. Aremania berkata:

    untuk Rahmadi….antum itu ngerti tapi pura2 nggak ngerti…aspirasi selama ini yang dibawa PKS untuk siapa ?….sedangkan pendirinya saja dikucilkan bagaimana kami umat dibawa apa nggak di sio-sio…jangan berprasangka……zionislah konspirasilah…tapi yang jelas ini adalah peringatan dari Allah…atau azab…hanya Allah yang tahu….syukron.

  5. Fulan X berkata:

    Kesederhanaan di Sudut Masjid Salahuddin Kantor Pusat Dirjen Pajak
    Minggu, 04 November 20120 komentar
    Islamedia – Mungkin di antara para jamaah sholat Jum’at masjid Salahuddin KPDJP (Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak) tadi tidak menyadari, bahwa di depan mereka, di belakang mereka, di samping mereka, di shaf ke tujuh, duduk seorang menteri yang dengan khusyuk ikut mendengarkan Khutbah Jum’at yang dibawakan Ustadz Musyafa A. Rahim. Saya sendiri duduk di shaf ke delapan, setelah tersibukkan oleh excel dan akhirnya hampir terlupa waktu Shalat Jumat tadi.
    Memakai baju koko bersih dipadu dengan celana kain berwarna hitam dan peci hitam. Tak ada yang menduga bahwa dia adalah Menteri. Saya tengok ke kanan ke kiri, melihat ke belakang, mencari-cari barangkali ada pengawal yang menemani beliau. Sepertinya tak ada yang berperawakan sebagai pengawal, hehe. Perawakannya khas orang DJP semua. Mungkin tidak dikawal, dan dalam hati saya juga berharap, semoga beliau tidak dikawal.
    Selesai khutbah, ketika iqamah dikumandangkan, Pak Menteri langsung berdiri, buru-buru maju ketika melihat shaf di depannya kosong. Lagi-lagi yang shalat di sebelahnya mungkin tak menyadari, bahwa orang di sebelahnya adalah Menteri. Saya sholat masih di shaf belakang beliau.
    Selesai shalat, beliau berdzikir kemudian shalat ba’diyah dua rakaat. Sayapun shalat dua rakaat. Selesai shalat kemudian beliau meninggalkan Masjid. Saya ikuti. Ternyata benar, tak ada pengawal yang ikut. Dan sepertinya memang hampir tak ada yang sadar ada pejabat negara yang shalat di sini. Sandalnya pun diambil sendiri (biasanya di masjid Shalahuddin, satpam siaga menjaga dan mengambilkan sandal ketika ada pejabat eselon II atau I shalat di sini). Kemudian beliau menuju kompleks Widhya Chandra. Sepertinya jalan kaki, karena saya langsung menuju gedung utama, tak lagi mengikuti.
    Mas Handoko yang baru saja menyelesaikan kuliah S2-nya dan berkantor di Direktorat PP I nanya ke saya,
    “Itu Doktor Salim?”
    “Iya, emang dikira siapa?”
    Alhamdulillah, masih banyak pejabat dan pemimpin yang Insya Allah baik di negeri ini. Setelah kita tersuguhi dengan fenomena Jokowi yang merakyat, tampil apa adanya, tanpa pengawal, dan sebagainya, ternyata Jokowi tak sendirian. Tinggal bagaimana kita bersyukur atas pemimpin yang Allah SWT karuniakan kepada kita, dan sedikit merendahkan hati untuk melihat kebaikan-kebaikan mereka dibanding keburukannya.
    Bahkan berdasarkan info yang saya terima dari marbot Masjid, beliau juga rutin sholat subuh (sebagai imam) di Masjid Salahuddin KPDJP. Seperti biasa, Sang Menteri itu berjalan kaki, tanpa pengawalan.
    Oleh : Agus Fredy Muthi’ul Wahab
    Pegawai Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak

  6. Fulan X berkata:

    Membedah ‘Faksi-Faksi’ Dalam PKS
    Selasa, 19 Maret 2013
    Burhanudin Muhtadi, doktor peneliti LSI pernah menuliskan didalam bukunya yang berjudul “Dilema PKS” bahwa didalam tubuh PKS terdapat dua faksi yang berseberangan. Faksi-faksi itu antara lain faksi kesejahteraan dan faksi keadilan.
    Lalu seorang kompasianer beberapa waktu yang lalu menuliskan didalam tulisan yang diposting di kompasiana bahwa di PKS ada faksi tua dan faksi muda. Faksi tua dipimpin oleh Hidayat Nur Wahid dan faksi muda dipimpin oleh Anis Matta. Dalam hal ini saya tidak mengerti kenapa beliau menempatkan Anis Matta menjadi pimpinan faksi muda. Karena walaupun Anis Matta berusia lebih muda dari Hidayat Nur Wahid tetapi Anis Matta sudah menjadi sekjen di PK sebelum Hidayat Nur Wahid menjadi Presiden PKS.
    Seperti partai demokrat yang mempunyai faksi Cikeas, faksi Anas atau Faksi Marzuki Ali. PKS pun tak lepas dari faksi-faksian. Adapun faksi-faksi itu adalah sebagai berikut :
    1. Faksi Melankolis
    Faksi ini dipimpin oleh grup boyband legendaris yang tak pernah bubar ketika boyband Indonesia seangkatannya sudah tak lagi bergaung. Ketika Trio Libels sudah gak ngebul, ketika Cool Colors tak lagi cool dan ketika Coboy berubah jadi co-man, grup boyband ini tetap berjaya. Inilah pemimpin faksi melankolis di PKS..
    Selain Snada, yang tergabung ke faksi ini adalah edcoustic, gondes dan justice voice. faksi ini pun mendapat dukungan dari warga negara asing seperti Raihan dan Saujana dari Malaysia dan Maher Zain dari Timur Tengah.
    2. Faksi Harokis
    Faksi harokis adalah faksi didalam tubuh PKS yang bergaya lebih sangar dengan mengedepankan sisi heroisme. Faksi ini dipimpin oleh para lulusan Universitas Indonesia yang menamankan dirinya Izzatul Islam.
    Apabila Izzatul Islam naik ke gelanggang, sontak para pendukung PKS yang tergabung dalam faksi ini terbangun dari tempat duduknya dan adrenalinnya meningkat 100%. Izzatul Islam memimpin beberapa kelompok lainnya seperti Shoutul Harokah dan Arruhul Jadid.
    3. Faksi Poros Tengah
    Saya belum mampu mengidentifikasikan apakah kelompok-kelompok ini termasuk faksi melankolis atau faksi harokis. Sehingga saya memutuskan untuk memasukan mereka kedalam faksi baru berlabel faksi poros tengah. Faksi ini belum memiliki pemimpin kelompok karena kepentingan dan pola kerja mereka sangat beragam. Dua kelompok besar yang saya ketahui adalah kelompok raper yang dipimpin oleh Ebiet Beat A yang berpusat di Kota Bandung dan salah satu kelompok cadas yang tergabung dengan komunitas salam satu jari yaitu Punk Muslim.
    Anda ikut faksi mana? hehe…
    Enjang Anwar Sanusi | Kompasiana
    *http://polhukam.kompasiana.com/politik/2013/03/13/3/542469

  7. Fulan X berkata:

    PKS terpuruk karena dua alasan besar: arogansi elit dan keterbelahan komunitas. Hal-hal ini menjadi sebab yang membuat partai itu terpuruk.
    AROGANSI ELIT PKS. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa elit-elit PKS sangat sombong dan angkuh. Mereka nyaris tidak pernah mau mendengar nasehat, masukan, kritik, atau taushiyah dari saudara-saudaranya sesama Muslim.(Gubernur Jabar Sidak Numpang Motor Wartawan,Kesederhanaan di Sudut Masjid Salahuddin Kantor Pusat Dirjen Pajak,Gubernur Duduk di Kelas Ekonomi. (Contoh Kesederhanaan Pemimpin Minang),Jokowi Lelet, Nur Mahmudi Turun Tangan Perbaiki Jalan DKI,Ardiansyah, Qiyadah PKS dan Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan nan Bersahaja )
    KETERBELAHAN KOMUNITAS. Jujur, kalau bicara tentang PKS, kita seperti serba salah. Jika melihat kelakuan elit-elit PKS, mereka sangat arogan, oportunis, dan terkesan berpolitik “menghamba kekuasaan” belaka. Apalagi kalau membayangkan sosok Fahri Hamzah saat lagi bicara menggebu-gebu, dengan bibirnya yang bergerak kesana-kemari.(Menang di Jabar dan Sumut, elektabilitas PKS naik,Pengamat: Salut Buat Soliditas PKS!,M Qadari: Contohlah PKS, ‘Musibah’ Berbuah Kemenangan)

    KESIMPULAN ANALISIS ABI SYAKIR (SEBENARNYA SIH BELUM LAYAK DISEBUT ANALISIS, LEBIH LAYAK OBROLAN WARUNG KOPI) LEBAAAAAY BANGET.

  8. Fulan-7 berkata:

    ente pada mengomentari PKS tetapi tidak mengerti PKS, OMONG KOSONG…

  9. Ali berkata:

    [a]. PKS Memang menarik perhatian Zionis, kalo partai Islam lainnya ga bakalan di Bully. namun beruntunglah orang yang berada dibarisan PKS dan patut bersedih orang menjegal PKS. karena susungguhnya mereka kecewa di PKS g dapet apa2 (sakit hati) itulah orang mengharapkan kedudukan di PKS mereka dgn sendirinya akan terpental dan meradang balik menyerang (kasian orang kaya gini)

    [b]. ORANG-ORAN FASIK MEMANG SEPERTI ITU MEREKA MUSUH DALAM SELIMUT. pada masa Nabi Musa dulu ada saudara sepupunya yaitu QORUN yang menjadi musuh dalam selimut dan akhirnya atas perintah dari Allah nabi Musa memerintahkan Bumi untuk menelan Qorun dan pengikutnya. nah Penulis tersebut diatas adalah pengikut QORUN.

    [c]. Kasian sekali orang-orang yang menjadi penghalang Da’wah….. apakah itu yang dikatakan Islam? mereka hanya menjadi beban da’wah dan selalu memojokkan orang2 yang ingin melakukan perbaikan.

  10. abisyakir berkata:

    @ Ali…

    Terimakasih sudah menyebut kami “sakit hati” karena “gak dapat kedudukan”.
    Terimakasih sudah menyebut kami terpental, meradang, balik menyerang.
    Terimakasih sudah menyebut kami sebagai orang fasik.
    Terimakasih sudah menyebut kami sebagai “musuh dalam selimut” laksana “Qarun di sisi Musa”.
    Terimakasih sudah menyebut kami sebagai “penghalang dakwah”.
    Terimakasih sudah menyebut kami sebagai “beban dakwah” dan memojokkan orang yang berbuat perbaikan.
    Terimakasih untuk semua persangkaan, tuduhan, dan celaan Anda.

    Semoga Anda nanti -dalam perjuangan politik Anda- akan menjadi manusia seperti Anis Matta, Hilmi Aminuddin, Fahri Hamzah, Luthfi Hasan, dan para elit PKS semisalnya. Semoga Anda mendapatkan apa yang mereka dapatkan di dunia dan Akhirat. Amin Allahumma amin.

    Kami berlindung kepada Allah dari kesesatan jalan, di dunia dan Akhirat. Amin ya Halim.

    Admin.

  11. Majin berkata:

    “Arogansi Elit PKS” : maksudnya character assasination terhadap pimpinan PKS, sehingga diharapkan kader2 di bawah meragukan pimpinan mereka.
    sedangkan “Keterbelahan Komunitas” itu untuk membisik-bisiki bahwa kalian (PKS) itu terpecah belah.. makanya berpecah belah-lah, lalu akan kami “jajah”…
    Begitu…

  12. Majin berkata:

    gagasan yang dihembuskan adalah : “pembersihan elit”… itu sama artinya memvonis para elit tidak mungkin lagi “diperbaiki”, itu mengajak kepada permusuhan dan perselisihan…
    Lihatlah, tahun 2014 ini PKS terpuruk, tapi itu bukan alasan untuk berhenti bekerja bersama para elit yang ada sekarang… dan akan kita lihat hasilnya walaupun 10 – 20 tahun lagi…

  13. Juba berkata:

    Katanya PKS partai Dakwah…pertanyaannya, dakwah apa? Coba didengar orasi2 dan pembicaraan qiyadahnya dihadapan masa atau di TV…lebih banyak mengajak kepada nasionalisme, demokrasi, kebangsaan dll, atau mengajak membersihkan tauhid, menegakan hukum Allah, menghancurkan kemusrikan, menjauhi dan memusuhi Thagut ?

    Jadi apa yg didakwahkan dan utk siapa? janganlah membohongi diri sendiri dan orang lain dan takutlah pada Allah…

  14. Juba berkata:

    Sesungghnya jika dikatakan ini hanya strategi…apakah benar strategi yg berarti membohongi orang?
    1. Jika selama ini menyerukan demokrasi dan nasionalisme dan semisalnya utk mendekati orang2 yg jauh dari Islam, kemudian jika mereka sudah mendukung pks dan pks menang dan berkuasa kemudian akan mengubah semuanya menjadi Islam dan menyingkirkan hal2 diluar Islam (demokrasi, nasionalisme dan semisalnya)–> artinya anda telah menipu orang2 yg anda dekati tsb (orang2 nasionalis, dsb atau yg jauh dari Islam) yg telah mendukung pks, karena mereka mendukung pks karena ajakan pks terkait demokrasi, nasionalisme dsb tsb.
    2. Jika anda katakan pada orang2 yg ingin menegakan Islam bahwa seruan nasionalisme ini hanya strategi aja utk mendekati orang2 nasionalisme dsb agar mau mendukung pks, dengan maksud agar kader2 pks tetap yakin pks akan menegakan Islam nantinya, maka jika ternyata nanti pendukung pks lebih banyak dari orang2 nasionalisme dan yg semisalnya dan pks terpaksa tidak jadi menegakan Islam saat menang dan berkuasa, maka pks telah menipu orang2 yg ingin menegakan Islam lewat pks…

    Jadi jalan manapun yg anda pilih ada konsekuasi menjadi penipuan di sini, apakah nantinya kepada orang2 nasionalis sekuler pendukung pks atau kepada orang yg menginginkan Islam pendukung pks.

    Benarkan dakwah dgn strategi seperti ini???

    Bukankah contoh dakwah rasulullah SAW sangat jelas dari awal, jadi siapapun yg ikut beliau tahu konsekuensinya dan siapapun yg memusuhi beliau juga jelas posisinya…sehingga tidak ada campur baur antara kebenaran Islam dan lainnya….dan jelas siapa membela apa tidak ada yg mersa saling tertipu nantinya….

  15. Aidi berkata:

    “Kalau aspirasi itu tidak sesuai dengan kepentingan dan selera elit partainya, ia seketika dibuang ke tempat sampah. Bahkan kader-kader yang terkenal kritis tidak sedikit di-isolasi, dipinggirkan, atau digosipkan dengan rumor-rumor tertentu.”

    Kalimat itu betul-betul tecermin dari komentar-komentar di atas.

  16. kang asep berkata:

    Pertama, sebagai umat Islam saya tidak merasa diuntungkan dengan adanya PKS. saya tidak tahu, manfaat apa yang bisa saya dapatkan dengan adanya PKS.
    Kedua, saya merasa orang-orang PKS itu sombong-sombong, angkuh, sangat membanggga-banggakan kelompoknya. dan hal ini menimbulkan perasaan tidak menyenangkan dalam hati masyarakat.
    Ketiga. saya merasa justru citra Islam justru banyak tercoreng oleh kelakuan oknum-oknum PKS yang tidak Islami.
    keempat. yang paling tidak saya suka dari PKS, mereka ini mudah menuduh zionis, Yahudi, terhadap segala sesuatu yang tidak sejalan dengan ideologi mereka. misalnya, kalo saya tidak sependapat dengan pemikiran orang PKS, maka pastilah saya akan dituduh zionis atau antek Yahudi. Seandainya saya membacakan hadis nabi saw yang tidak sejalan dengan aqidah PKS, merka akan mengatakan “sepertinya hadis tersebut ciptaan orang-orang zionis”.
    kelima, saya merasa, selain menyebarkan kesombongan, kebohongan, orang PKS juga menyebarkan kebencian terhadap kaum minoritas seperti kaum Ahmadiyah, Syiah, kepada kaum Nahdiyin, Kristen dan lain sebagainya.

    jika hal-hal yang saya katakan tersebut benar adanya, maka wajarlah kalau PKS terpuruk.

  17. Fulan X cerita ngibul berkata:

    ah lucu dengar menteri yang rutin jadi imam sholat subuh di masjid KPDJP, saya loh mengalami sendiri, 2x sholat subuh disana ga ada tuh adzan dan yang rutin mengimami, sholat subuh diluar masjid..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: