[01]. Hidup Ini Adalah Memilih

Saudaraku, hidup ini adalah memilih. Pada suatu titik kita harus memilih, satu di antara sekian pilihan yang mesti dijalani. Sebagian ahli hikmah menyebut istilah IKHTIAR. Tahukah Anda, apa arti sebenarnya dari ikhtiar ini? Ikhtiar adalah pilihan. Kita diminta memilih yang terbaik dari amal-amal kita, kerja-kerja kita, serta kehidupan yang kita jalani. Masyarakat mengenal istilah ikhtiar sebagai: usaha. Padahal sejatinya adalah pilihan. Ini menandakan bahwa hidup ini banyak memilih. Sebanyak apa usaha kita, sebanyak itu pula kita mesti memilih pilihan-pilihan terbaik.

Life Is The Choice.

Life Is The Choice.

Jika mesti memilih, bukan karena kita tidak sedia menekuni amal-amal yang ada, tetapi kita mesti memilih jalan mana yang dianggap terbaik; karena bagaimanapun diri kita hanya satu, tubuh kita hanya satu, kemampuan kita terbatas. Sungguh betapa sedih dan duka meninggalkan mereka yang dicinta, dikasihi, dirindukan; dalam hubungan pertemanan, persahabatan, diskusi, share pengetahuan, dan seterusnya. Tapi apa daya, pilihan harus ditetapkan, kepentingan besar direngkuh, amanah riil mesti dipikul. Daya dan upaya telah dilalui, untuk memikul semua urusan itu bersama-sama, dalam satu pundak, dalam satu rentang waktu. Namun kelemahan-kelemahan diri, ketidak-berdayaan, juga lemahnya kaki-kaki menapak; membuat kita harus memilih.

Engkau harus memilih, mereka mesti memilih, dia mesti memilih, dan aku pun mesti memilih. Ada sedih, duka, dan penyesalan; namun dengan tiada kepastian pilihan, kadar sedih, duka, dan sesalnya kan lebih panjang. Sejauh kita memilih dengan ilmu, mempertimbangkan nilai ibadah di sisi Allah, serta dengan mengucap “BISMILLAH”…tiada yang mesti ditakuti. Aku tak hendak menyesali apa yang telah terjadi; tapi setiap orang mesti concern dengan perbaikan di hadapan Rabb-nya.

Iklan

One Response to [01]. Hidup Ini Adalah Memilih

  1. Abu Fawwaz berkata:

    Wah… ane nggak tahu mau komen, memilih adalah salah satu proses hidup setiap manusia… dan setiap pilihan ada konsekuensi yang harus dihadapi.. baik buruk akan terlihat setelah pilihan diambil. Dan waktu tidak bisa ditarik mundur kembali saat sebuah pilihan ternyata mengecewakan hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: