[02]. Totalitas dalam Islam

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam Al Qur’an disebutkan: “Ya aiyuhal ladzina amanu udkhulu fis silmi kaaffah, wa laa tattabi’uu khuthuwatis syaithan, innahu lakum ‘aduwwun mubin” (wahai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam agama Allah secara menyeluruh, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan, karena ia adalah musuh yang nyata bagi kalian.” [Al Baqarah: 208].

Ayat ini merupakan perintah agar kaum Muslimin menegakkan ajaran Islam secara total, komprehensif, kaafah, menyeluruh; tidak setengah-setengah, tidak parsial, tidak oportunis. Dimana saja dalam hidupnya manusia menemukan berbagai urusan, hendaknya urusan-urusan itu ditangani, dikerjakan, dikembangkan dengan nilai, spirit, jiwa, serta koridor ajaran Islam. Inilah yang kerap kita kenal sebagai Islamisasi kehidupan. Jika kehidupan itu sempit, hendaknya Islam masuk kesana, untuk meluaskannya; jika kehidupan itu luas, hendaknya Islam masuk kesana, untuk mengokohkan, mengembangkan, dan memberkahkannya.

Islam Kaaffah Kan Memancarkan Cahaya Indah.

Islam Kaaffah Kan Memancarkan Cahaya Indah.

Kita diperintahkan untuk menjalankan Islam secara kaaffah; untuk mengislamisasikan kehidupan kita sebaik-baiknya; untuk mentransformasikan nilai-nilai Wahyu dari langit dalam kehidupan kemanusiaan riil. Tetapi selain itu, kita juga dilarang untuk menegakkan Islam secara plin-plan, oprtunistik; mengambil yang enak secara syahwat, lalu meninggalkan yang berat bagi syahwat; kita dilarang menegakkan Islam se-mau gue. Kita dilarang mengambil Islam sebagai jalan hidup, tapi juga mengambil ideologi lain sebagai jalan alternatif. Cara-cara parsial ini termasuk bagian dari ittiba’ khuthuwatis syaithan (ikut langkah-langkah setan).

Dengan mengikuti ajaran Islam secara kaffah; meskipun baru sebatas angan dan harapan; hal itu sudah menjadi keutamaan tersendiri. Awal mula suatu kenyataan, ialah ketika ada yang mengangankannya. Meskipun kini ajaran Islam sedang galaw, sedang terseok-seok, sedang kehilangan otoritas dan dominasinya; namun selagi masih ada yang mendambakan tegaknya ajaran itu secara kaaffah, maka kelak angan itu akan terlaksana, dengan izin Allah Ar Rahiim. Jangan berhenti terus bermimpi, karena: impian hari ini adalah kenyataan pada hari esok!

Kejayaan kehidupan Ummat Islam akan tercapai di bawah naungan kehidupan Islami yang kaaffah; saat itulah ummat mendapatkan masa-masa terbaik dalam ibadah dan pengabdiannya kepada Rabbul ‘alamiin. Kehidupan ini akan semakin berkurang, semakin memudar, semakan tercerai, manakala keutuhan ajaran Islam semakin tereduksi; semakin terparsialisasi dalam ajaran-ajaran yang terpilah dan terpisah satu sama lain. Saat kekuasaan Islam konsisten dengan ajaran Syariat yang utuh, saat itu adalah masa-masa keemasan kehidupan; sebaliknya, saat konsistensi itu memudar, pertanda kehidupan Islam berada di ambang senja. Untuk menegakkannya lagi, impian akan TOTALITAS Islam harus dihidupkan lagi.

Seorang pejuang Islam pernah berkata: “Tegakkanlah Islam secara kaaffah, atau tinggalkan Islam sama sekali.” Maksud beliau, kalau setengah-setengah menegakkan Islam, hasilnya tidak akan baik bagi agama ini dan ummatnya. Wallahu a’lam bisshawab.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: