[06]. Memuliakan Kaum Wanita

Salah satu amanah kehidupan yang harus ditunaikan oleh seorang Muslim, ialah bersikap baik kepada kaum wanita. Wanita itu bisa ibunya sendiri, kakak-adiknya, isteri, anak-anaknya, kerabatnya, serta kaum wanita secara umum. Hal demikian bukan semata karena kaum wanita itu lemah, tetapi ia merupakan konsekuensi keimanan.

Nabi Saw bersabda: “Akmalul mu’minina imanuhum ahsanuhum khuluqa, wa khiyarukum khiyarukum li nisaa’ihim khuluqan” (sesempurna sempurna keimanan orang beriman ialah yang paling baik akhlaknya; dan sebaik-baik kalian, ialah yang terbaik akhlaknya kepada wanita-wanitanya). [HR. At Tirmidzi, dari Abu Hurairah Ra].

Hormati Kaum Wanita. Itulah Caramu dalam Mensyukuri Bundamu.

Hormati Kaum Wanita. Itulah Caramu dalam Mensyukuri Bundamu.

Orang beriman akan menghindari kezhaliman, kepada siapapun. Termasuk bersikap zhalim kepada kaum wanita. Bukan watak para kesatria dengan mencaci-maki wanita, memukul, menendang, menghina, atau melecehkannya. Jika ada seorang laki-laki bertengkar mulut dengan wanita, lalu wanita itu dia maki-maki sepuasnya sehingga ia menangis berurai air-mata. Cara demikian bukan tipikal laki-laki sejati. Tidak ada kebanggaan dalam hal seperti itu.

Laki-laki yang mulia senantiasa menghormati martabat kaum wanita; karena bagaimanapun dia lahir dari rahim seorang wanita; dia kuat dalam asuhan wanita; dia menjadi perwira dengan belas-kasih dan bimbingan wanita. Secara sengaja dan semena-mena dalam menghina wanita, merendahkan martabatnya, serta mengekspoitasinya; adalah pertanda bahwa yang bersangkutan telah “kufur” (tidak berterimakasih) atas jasa-jasa ibunya.

Termasuk menghargai wanita ialah dengan tidak mengonsumsi produk-produk pornografi; tidak merasa nyaman dengan melihat aurat wanita diumbar dimana-mana; merasa jengah dengan menyaksikan organ-organ pribadi wanita menjadi tontonan umum.

Termasuk menghormati wanita, saat engkau berkata-kata ramah kepada mereka; engkau turunkan suaramu; engkau tersenyum, mendengar penuh perhatian kata-kata mereka; memilih kosa kata terbaik, sehingga tidak menyinggung atau merendahkan martabat mereka. Engkau tutupi aib-aibnya, serta engkau maafkan kesalahan-kesalahannya.

Termasuk mencintai wanita juga, ialah ketika engkau memberi nama anak-anak wanitamu dengan nama yang baik; engkau bercanda dan berbagi humor di hadapan mereka; engkau kecup keningnya sesaat sebelum mereka tidur; engkau hantarkan mereka ke pintu saat mereka berangkat sekolah; engkau ucapkan salam dan doa baginya; dan lain-lain.

Tampakkanlah rasa hormatmu kepada kaum wanita; sebab ia kan menjadi bukti rasa hormat dan kasihmu atas jasa-jasa bundamu. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: