[07]. Islam Bicara tentang Industri

Industri bisa dilihat dari dua sisi. Pertama, dari sisi reorganisasi (pengaturan) sarana-sarana teknologi untuk menghasilkan produk kebutuhan hidup secara massal, dengan kualitas stabil, serta melalui proses yang efisien (hemat). Dari sisi ini, Islam mendukung pengembangan industri. Dalam sejarah kekuasaan-kekuasaan Islam selama ribuan tahun, industri demikian digalakkan; misalnya dalam produksi senjata, alat-alat perang, produksi kain, perabot rumah-tangga, obat-obatan, perhiasan, susu, keju, mentega, gula, garam, dll.

Kedua, industrialisme sebagai sebuah ideologi yang mengabdi untuk kepentingan kapitalisme, dimana disana nilai-nilai kemanusiaan manusia sama sekali tidak dihargai; semua aspek-aspek kehidupan dikorbankan demi penumpukan modal (capital); maka dalam konteks terakhir, industrialisme diharamkan. Ia sama sekali tidak sesuai nilai-nilai Islam.

Dalam Al Qur’an disebutkan: “Wa laqad karramna bani adama, wa hamalnahum fil barri wal bahri, wa razaqnahum minat thaiyibaat, wa fadh-dhalnahum ‘ala katsirin min man khalaqna tafdhilan” (dan sungguh Kami telah muliakan anak-cucu Adam As, dan Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rizki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan dengan sekian kelebihan). [Al Israa’: 70].

Industri untuk Melayani Manusia; Bukan Manusia Diperbudak untuk Industri.

Industri untuk Melayani Manusia; Bukan Manusia Diperbudak untuk Industri.

Contoh sikap pemuliaan, jika manusia mati, dia dimakamkan. Makam hendaknya agak dalam, sehingga jenazah tidak diganggu oleh hewan-hewan liar. Nabi Saw pernah berdiri, memberi hormat kepada jenazah Yahudi yang sedang dibawa ke pekuburan. Nabi bukan menghormati keyakinan orang itu, tetapi menghormati dirinya sebagai manusia. Selain itu, Islam melarang membunuh makhluk hidup dengan api. Termasuk tentu melarang kremasi, yaitu memusnahkan jenazah manusia dengan pembakaran.

Setiap Muslim dijaga keselamatan darah, harta, dan kehormatannya; saat dia masih hidup, termasuk jika sudah mati. Aib-aib Muslim perlu ditutupi, ketika dia wafat. Kecuali terhadap oknum-oknum tertentu yang sudah terkenal kedurhakaan dan penodaannya kepada agama; maka mengenangi reputasi buruknya termasuk bagian menjaga agama.  Maka Islam sepenuhnya melarang pelecehan, penghinaan, atau eksploitasi terhadap hak-hak kemanusiaan ini.

Sebaliknya, Islam mendukung pengembangan dunia industri. Hal ini masih satu haluan dengan perintah Al Qur’an: “Wa a’iddu lahum mastatha’tum min quwwatin wa min ribathil khail, turhibuna bihi ‘aduwwallah wa ‘aduwwakum wa akharina min dunihim, laa ta’lamunahum wallahu ya’lamuhum” (dan persiapkan untuk menghadapi mereka apa saja yang kalian sanggupi dari segala jenis kekuatan dan  kuda-kuda perang; dengan semua persiapan itu kalian bisa menggentarkan hati musuh Allah dan musuh kalian, dan musuh lainnya yang tidak kalian tahu, tetapi Allah tahu mereka). [Surat Al Anfaal: 60].

Kemenangan Islam dalam perang di zaman Nabi Saw tidak melulu mengandalkan bala pertolongan para Malaikat yang turun dari langit. Tetapi mereka juga melakukan kalkulasi perhitungan kekuatan fisik. Hal ini sering dilupakan oleh generasi muda saat ini. Seolah, kalau dalam berperang, asalkan bisa berteriak takbir, maka habis semua perkara. Padahal Nabi Saw dan para Shahabat Ra, mereka sangat sungguh-sungguh mempersiapkan perang Khandaq, dengan membuat parit yang mengelilingi kota Madinah.

Peranan industri sangat tampak dalam sejarah kaum Muslimin di era Daulah Abbasiyah, Daulah Umawi Barat (Andalusia), Daulah Saljuqiyah, Daulah Ayyubiyah, Daulah Turki Utsmani, dan lainnya. Industri merupakan instrumen teknologi untuk menghasilkan produk massal, dengan kualitas baik (standar), serta lebih efisien.

Sejauh tujuan industri adalah untuk maslahat hidup kaum Muslimin, ia didukung sepenuhnya. Tetapi kalau industrialisme dalam rangka eksploitasi kemanusiaan demi tujuan materialisme dan kapitalisme; hal itu jelas haram dan dilarang.

Industri adalah instrumen teknologi untuk melayani kehidupan manusia; bukan sebaliknya, memperbudak manusia. []

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: