Kesalahan Terbesar Pasangan ONENG-TETEN

Untuk menulis artikel sederhana ini, saya butuh bersabar menanti momentumnya. Sengaja ditulis artikel ini ketika waktu sudah dekat-dekat Pilkada Jawa Barat. Kalau sejak awal sudah ditulis, pasangan Oneng-Tetan akan memiliki banyak waktu untuk memperbaiki gaya kampanye-nya. Namun kalau sudah dekat-dekat begini, ya sudah tak mungkin diperbaiki.

Intinya, kita ingin mengkritik gaya kampanye atau pencitraan mereka. Ini bukan karena masalah ideologis, tapi murni berdasarkan pertimbangan praktik politik (dalam even-even pemilihan).

Yang Kotak Tidak Selalu Enak (Dipandang).

Yang Kotak Tidak Selalu Enak (Dipandang).

Tim sukses pasangan Oneng-Teten kelihatannya tidak memiliki wawasan sosial yang baik. Mereka minim pertimbangan-pertimbangan Sosiologis masyarakat Jawa Barat, ketika meniru pencitraan baju kotak-kotak ala Jokowi. Ini adalah kesalahan terbesar pasangan Oneng-Teten.

Pencitraan baju kotak-kotak memang bagus untuk Jokowi. Tapi untuk umumnya masyarakat Jawa Barat, itu sangat tidak bagus. Mengapa? Karena selera fashion masyarakat Pasundan umumnya sangat tinggi. Kepekaan fashion mereka lebih dari umumnya masyarakat dari daerah lain. Bahkan Kota Bandung dikenal sebagai “kiblat mode pakaian” di Indonesia. Masyarakat Jawa Barat umumnya sangat menekankan unsur penampilan, berbeda dengan orang Jawa yang lebih concern dengan substansi.

Ketika masyarakat Jawa Barat melihat pasangan Oneng-Teten juga memakai baju kotak-kotak seperti Jokowi, mereka pasti sebel. Secara fashion, para pengikut itu dianggap pecundang ketimbang trend setter-nya. Mode pencitraan yang sudah umum dipakai, akan terasa kurang bobotnya kalau dipakai lagi. Mestinya mereka tidak memakai baju kotak-kotak ala Jokowi, sebab hal itu akan membuat rasa estetika fashion orang Pasundan seperti diiris-iris (perih). Inilah kesalahan terbesar pasangan Oneng-Teten dari sisi pencitraan.

Patut diingat juga, setelah Jokowi sukses di Pilkada Jakarta, banyak kandidat kepala daerah ikut-ikutan memakai baju kotak-kotak. Seperti salah satu pasangan dalam Pilkada Cimahi. Buktinya, dia kalah-kalah juga. Artinya, masyarakat disana tidak melihat unsur penting dengan memakai baju kotak-kotak itu. Sebel, iya kali.

Sengaja saya tidak menyampaikan hal ini jauh-jauh hari, sebab kalau disampaikan sejak awal, nanti mereka buru-buru akan melakukan perbaikan pencitraan. Tetapi kalau disampaikan hanya beberapa hari sebelum Pilkada Jawa Barat begini, kan mereka tak akan punya waktu untuk melakukan perbaikan. Namanya juga politik; mereka bersiasat, pengelola media juga bersiasat…he he he.

Maap, maap…tulisan ini memang sudah disiapkan sejak awal. Hanya momennya menunggu saat dekat pilkada. Kalau dipikir-pikir, think tank politik PDIP seperti mengalami krisis dari sisi intelektualitas dan wawasan. Mungkin karena sibuk berpolitik begini begitu, lalu unsur keilmuannya tidak diperbaiki. Ya itu sih rata-rata partai politik begitu.

Oke, sampai disini dulu. Terimakasih.

Mine.

Iklan

6 Responses to Kesalahan Terbesar Pasangan ONENG-TETEN

  1. pindahanmultiply berkata:

    Kalau begitu kira-kira kekalahan pasangan Hidayat – Didik pada Pilkada Jakarta yang lalu ada hubungannya dengan batik mereka tidak pak?

  2. abisyakir berkata:

    @ Pindahan…

    Ada Pak pengaruh-nya, meskipun bukan satu-satunya. Baju batik secara performa kelihatan seperti “orang tua”. Padahal mayoritas pemilih DKI umumnya kaum muda yang masih tetap melihat performance. Terimakasih.

    Admin.

  3. Alfaraby berkata:

    Ha… itu mengena sekali. Saya sbg org asli jawa barat melihat org berbaju kotak kotak koq kelihatan norak sekali, kurang enak dilihat mata, apalagi yg memakai seorg wanita. Org jawa barat kalaupun memakai baju kotak2 biasanya didominasi warna hijau atau biru yg menyejukkan mata. Baju kotak2 hijau/biru ini dipakai oleh para pencinta alam, buat ke gunung atau hutan. Tdk dipakai utk sehari2 apalagi utk acara2 resmi.

  4. Piracetam berkata:

    seperti lirik salah satu lagu iwan fals “galang rambu anarki” lahir disaat menjelang pemilu 🙂 kedepan kami akan menyediakan berbagai model baju kotak kotak / kemeja kotak kotak dengan motif yang unik dan tetap mengandung unsur kotak kotak.

  5. Abdullah berkata:

    Gimana nih Pak Ustd Abi Syakir? Kok ga pernah meliput berita miring tentang Jokowi – Ahok terutama si kafir Ahok? Di sebelah rame tapi disini sepi bahkan enggan mengkritik. Payah deh, parpol Islam spt PKS antum telanjangi habis2an, tapi Jokowi -Ahok, anda puja-puji? Binun euy…ini link-nya kalo antum belom percaya http://nahimunkar.com/ramai-ahok-kesampingkan-akhlak-hanya-pentingkan-perut-otak-dan-dompet/

  6. abisyakir berkata:

    @ Abdullah…

    Coba Anda sebutkan, mana saya memuji pasangan Jokowi-Ahok? Coba Anda sebutkan! Terimakasih. (Andai saja waktu itu Fauzi Bowo tidak menjelek-jelekkan “Wahabi”, tentu kita akan mendukungnya. Hanya karena dia memakai “lidah api” untuk menyerang “Wahabi”, no respect to him! Kami sama sekali tidak mendukung Jokowi-Ahok kok, malah pernah ditulis disini bahwa omong kosong Jokowi bisa selesaikan masalah Jakarta. Belum setahun memimpin, baru disapa masalah banjir, dia sudah kelimpungan).

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: