Wanita Dermawan Itu Wafat dalam Damai

April 26, 2013

Hari Selasa, tanggal 23 April 2013, saat menjelang Shubuh, wafat salah seorang hamba Allah yang dermawan. Dia adalah Ibu Jamilah Haidarah, atau sering dipanggil Ummi. Beliau menghabiskan sisa umurnya di Kota Bandung, tepatnya di kawasan Jl. Ahmad Yani.

Wanita ini bukan sosok public figure yang namanya disebut dimana-mana. Sosoknya tak pernah menghiasi layar TV. Beliau juga bukan seorang da’iyah yang banyak menasehati Ummat lewat ceramah-ceramah. Namun beliau memiliki banyak keutamaan.

Amal-amalnya tersebar bagaikan angin, bertiup tanpa suara kemana-mana, cepat dirasakan manfaatnya. Kebaikan-kebaikannya mengalir bagaikan air, memenuhi tempat-tempat yang rendah, bisa direguk siapapun yang kehausan. Ia memancar kebaikan, tak putus-putusnya, sampai akhir hayat.

Ummi Jamilah Haidarah mengelola toko meubel di Jl. Ahmad Yani Bandung. Usahanya laris manis, mendatangkan keuntungan berlipat ganda. Dari usaha itu beliau banyak membelanjakan harta untuk membantu kaum Muslimin yang membutuhkan. Keutamaan-keutamaan amalnya sungguh mengagumkan. Disini kami sebutkan sedikit yang bisa diceritakan.

Ummi Jamilah rahimahallah semasa hidupnya sering berkunjung kesana kemari, menjenguk orang sakit, melihat orang yang kesusahan, takziyah kepada yang meninggal, shilaturahim kepada sanak-kerabat, dan sebagainya. Setiap berkunjung, kepada orang yang dikenal atau tidak dikenal, beliau selalu membawa uang atau makanan untuk disedekahkan. Jika mendengar ada orang sakit, dirawat di rumah sakit, meskipun bukan keluarga sendiri, beliau membantu dari sisi biaya atau mengirim makanan bagi pasien dan orang-orang yang menjenguk.

Beliau menyantuni warga sekitar, terutama fakir-miskin dan orang menderita. Bahkan dirinya membantu preman-preman di sekitar Jl. Ahmad Yani, mengasihi mereka, membina mereka, mengajak mereka kembali menjadi orang yang baik-baik. Banyak orang merasa kehilangan saat dia wafat.

Beliau memiliki rumah besar di Cirebon yang sengaja disediakan untuk para tamu dan orang-orang yang membutuhkan. Rumah itu bisa menampung 20 hingga 30-an orang. Siapa saja yang membutuhkan dipersilakan memakai tempat tersebut. Disana sudah disediakan ruang tamu, tempat tidur, dan aneka fasilitas. Orang yang memakai ruang itu tak dipungut biaya. Berkali-kali rumah itu ditawar oleh pebisnis, tapi tak diberikan, karena memang didedikasikan untuk kebaikan.

Beliau bersikap murah hati kepada para karyawan yang bekerja padanya. Selain mendapatkan upah, mereka juga diberi tempat tinggal dan mendapat tunjangan kebutuhan. Bagi Ibu Jamilah Haidarah, tidak ada kata merugi dalam bersedekah, beliau terus membantu kaum Muslimin melalui titipan harta yang sampai padanya. Seakan harta-harta itu hanya “lewat” di tangannya, lalu diterima oleh orang lain dalam bentuk manfaat dan pemenuhan kebutuhan.

Sebelum wafat, beliau telah mengalami sakit. Beberapa hari sebelum meninggal, beliau tampak sehat kembali. Kesempatan itu beliau gunakan untuk berkunjung ke Cirebon. Sepulang dari Cirebon, kondisinya semakin lemah.

Malam hari sebelum wafat, beliau sempat membangunkan pembantunya untuk menjalankan shalat malam bersama. Setelah shalat malam, beliau istirahat kembali. Tampaknya, itulah istirahat terakhir beliau di dunia ini. Ketika saat Shubuh, beliau telah wafat. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiuun. Beliau berpulang menghadap Rabb-nya dalam damai dan tenang.

Wahai jiwa yang tenang, kembalilah engkau kepada Rabb-mu dalam keadaan ridha dan diridhai, masuklah engkau ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam jannah-Ku.” (Surat Al Fajr: 27-30).

Sekeping doa terhatur dari kami:

Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha, wa akrim nuzulaha wa wassi’ mudkhalaha waghsilha bil maa’i wats tsalji wal barad, wa naqqihi minal khathaya kama naqqaitats tsaubal abyadhu minaddanas, wa abdilha daaran khairan min daariha wa ahlan khairan min ahliha wa zaujan khairan min zaujiha, wa adkilhal jannah wa a’idzha min adzabil qabri au min ‘adzabin naari.”

(Ya Allah, ampunilah dia, kasihilah dia, berikan keselamatan kepadanya, maafkan kesalahannya. Muliakan tempat tinggalnya, luaskan tempat masuknya –ke alam barzakh-, mandikan dia dengan air, salju, dan air dingin. Bersihkan dia dari kesalahan seperti Engkau membersihkan kain putih dari kotoran. Gantikan baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya –di dunia-, keluarga yang lebih baik dari keluarganya –di dunia-, pasangan hidup yang lebih baik dari pasangannya –di dunia-. Masukkan dia ke dalam surge, jauhkan dia dari adzab kubur atau adzab neraka). HR. Muslim, dari ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu.

Saat pemakaman, manusia membludak menghantarkannya. Kendaraan dan jalan macet karena begitu banyaknya manusia yang partisipasi. Kata Nabi Shallallah ‘Alaihi wa Sallam, kalau seorang insan disaksikan BAIK oleh manusia di sekitarnya, dia pun menjadi BAIK di sisi Allah. Amin ya Rahiim.

Pada akhirnya, dunia ini harus diisi dengan kebaikan-kebaikan yang tulus. Bila ada yang wafat, maka silsilah kebaikan harus diteruskan oleh generasi berikutnya. Demikian seterusnya, hingga Allah Ta’ala senantiasa menjaga pijar keutamaan agama-Nya lewat hamba-hamba yang saleh.

Semoga sedikit tadzkirah ini bermanfaat sebagai peringatan dan nasehat, bagi kami, Anda, dan kita semua. Setiap insan pasti akan wafat, hanya soal momentumnya. Ya Allah kami memohon husnul khatimah kepada-Mu dan jauhkan kami dari su’ul khatimah. Amin Allahumma amin.

(Abinya Syakir).


Pejabat Indonesia dan “Muka Badak”

April 21, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Salah satu sebab Allah Ta’ala memberi kemakmuran atau kesejahteraan kepada suatu bangsa, kalau bangsa itu menerapkan PRINSIP KEADILAN dalam kehidupannya. Meskipun mereka negara kafir, kalau menegakkan prinsip keadilan di masyarakatnya, mereka berhak mendapat kesejahteraan. Hal ini tak dipahami oleh umumnya bangsa kita.

Dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman: “Wa aqsithuu innallaha yuhibbul muqsithin” (berbuat adil-lah karena Allah menyukai orang-orang yang berbuat adil). Sikap adil adalah kebalikan dari zhalim. Sedangkan terhadap kezhaliman, Allah Ta’ala mengatakan: “Innallaha laa yahdi qaumaz zhalimin” (sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim).

Prinsip keadilan itu sangat penting ditegakkan, berlaku bagi orang kecil dan para pembesar, bagi kaum laki-laki dan wanita, bagi orang biasa maupun para bangsawan. Selama manusia menegakkan prinsip keadilan ini, dia bisa berharap tumbuhnya kesejahteraan dalam kehidupan mereka. Selama prinsip ini tak ditegakkan, jangan berharap ada kesejahteraan.

Gue Gak Korupsi, Gak Cari Muka, Gak Gila Jabatan. Gue Alami, Bro!

Gue Gak Korupsi, Gak Cari Muka, Gak Gila Jabatan. Gue Alami, Bro!

Kita tahu Ujian Nasional (UN) tahun 2013 ini sangat kacau. Esensi UN yang bersifat nasiona, serentak, dan seragam jadi hilang karena ada yang ditunda, ada yang diganti jadwalnya, ada yang belum bisa dilaksanakan karena soalnya tak sampai, ada penyediaan soal yang carut-marut (harus memakai mesin fotokopi), dan seterusnya. Sedianya Departemen Pendidikan Nasional ingin membuat prestasi dengan membuat 20 paket soal UN, tetapi malah akibatnya babak-belur luar biasa.

Dalam kondisi begini, Mendiknas Muhammad Nuh sudah secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Tetapi sangat-sangat memalukan kalau hanya meminta maaf. Sangat tidak pantas dia hanya meminta maaf. Dalam sehari dia bisa meminta maaf 100 kali karena maaf itu di mata masyarakat kita sangat murah.

Para penjahat dan pendurhaka bisa kapan saja berbuat buruk, lalu setelah itu mereka berkata: “Kami minta maaf!” Tetapi maaf ini tak menghasilkan perubahan apapun.

Kami menyarankan kepada Bapak Muhammad Nuh, agar dia memulai suatu tradisi yang baik di kalangan pejabat Indonesia. Kami menyarankan beliau agar setelah kegiatan UN ini berakhir, dia segera mundur dari jabatan sebagai Mendiknas. Ini sangat baik, teladan, dan gentle; para pejabat harus menunjukkan sikap tanggung-jawab dan mengasihi masyarakat. Kalau memang tidak mampu memimpin Departemen Pendidikan, ya sudah mundur saja. Anda akan diingat sebagai pejabat yang baik dan mulia, kalau mau mundur.

Kalau Anda hanya meminta maaf, sangat senang dengan segala gaji, posisi, otoritas, kehormatan, dan seterusnya; sementara Anda sendiri tak mampu memimpin urusan dengan baik; kami hanya bisa mendoakan, semoga setiap kezhaliman yang Anda lakukan terhadap rakyat Indonesia, baik yang Anda sadari atau tidak, dikembalikan oleh Allah Ta’ala kepada Anda dan keluarga Anda, dalam bentuk kehancuran, kepedihan, dan kekalahan. Amin Allahumma amin.

Ya bagaimana lagi, kalau memimpin tak mampu, mundur tak mau, tetapi terus menzhalimi kepentingan kaum Muslimin (dan rakyat Indonesia) lewat institusi yang dipimpinnya, ya didoakan saja agar kezhalimannya dibalas oleh Allah Ta’ala. Semoga Allah memusnahkan semua impian dan capaian orang zhalim, lalu menggantinya dengan penderitaan panjang.

Kita tunggu sikap gentle Bapak Muhammad Nuh untuk mundur jabatan secepatnya, setelah UN selesai. Juga kami menunggu sikap rasa malu dari pejabat-pejabat bermuka badak yang zhalim, tak mampu memimpin, banyak gaya, dan serakah makan harta negara (masyarakat). Semoga Allah menyadarkan mereka, menjadikan hati-hati mereka berlaku adil, bersikap pengasih kepada rakyat dan bangsa Indonesia; amin Allahumma amin. Kalau mereka tak jua bertaubat, semoga Allah musnahkan semua impian dan capaian duniawi mereka, lalu digantinya dengan penderitaan panjang. Amin Allahumma amin.

Kami sangat menantikan teladan baik dari Bapak Muhammad Nuh, semoga Allah menunjuki hatinya untuk berbuat adil di mata rakyat Indonesia, khususnya kaum Muslimin. Kami tunggu, Pak!

(Mine).


Tolonglah Muslim Rohingya, Saudaraku!

April 20, 2013

Kaum Muslimin-Muslimat, Mukminin-Mukminat dimana pun Anda berada.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Saudaraku rahimakumullah, dalam setahun terakhir ini negeri kita, terutama di Pantai Barat Sumatera, banyak kedatangan tamu-tamu kaum Muslimin Rohingya. Mereka terusir dari negerinya setelah mengalami pembantaian, pembunuhan, genosida, pengusiran secara massif oleh kaum Budha di Myanmar (Burma). Demi menyelamatkan diri, keluarga, dan kehidupan mereka menempuh perjalanan lautan yang sangat berbahaya. Alhamdulillah, sebagian sampai di Indonesia, ada yang sampai di Aceh, Sumatera Utara, dan lainnya.

Nasib saudara-saudara kita Muslim Rohingya itu sangat mengenaskan. Di negerinya mereka dibunuh, diusir, jadi sasaran kezhaliman. Ketika masuk ke wilayah Bangladesh, pemerintah disana juga tidak ramah. Mungkin karena sama-sama miskin, kaum Banggali tidak menerima masuknya Muslim Rohingya. Kemudian mereka terlunta-lunta di lautan, ada yang tenggelam, kelaparan, meninggal di jalan, dan seterusnya.

Kelak Kita Kan Ditanya oleh Nabi Saw tentang Saudara Kita, Muslim Rohingya. Bersiaplah!

Kelak Kita Kan Ditanya oleh Nabi Saw tentang Saudara Kita, Muslim Rohingya. Bersiaplah!

Anehnya, ketika mereka masuk ke negeri kita, dengan tujuan ke Australia; kita tidak bersikap baik kepada tamu-tamu Rasulullah ini. Karena mereka adalah Muslim, fakir-miskin, terusir dari negerinya, terlunta-lunta karena mengikuti agamanya. Rasulullah Saw sangat perhatian terhadap nasib kaumnya itu, meskipun secara keagamaan mereka masih minim. Setidaknya mereka adalah Muslim, menjadi korban kekerasan karena agama, dan mereka dalam SAFAR (sebagai Ibnu Sabil).

Kita kaum Muslimin tidak menerima mereka, tidak memberi bekalan dan bantuan atas penderitaan mereka. Kita tak melindungi mereka. Negeri kita yang kaya-raya ini seolah tidak memiliki apa-apa untuk dibagi dengan kaum Muslimin Rohingya. Kekayaan negeri ini adalah rizki dan anugerah Allah, tapi kita seolah memonopoli semua itu. Mengapa tidak kita berikan bantuan, berikan perbekalan, atau berikan perlindungan kepada mereka? Setidaknya, kalau kita tak mau menerima mereka, janganlah mempersulit perjalanan mereka untuk mencari penghidupan di muka bumi ini.

Sangat menyedihkan kala kita membiarkan Muslim Rohingya, menahan mereka agar tidak meneruskan perjalanan laut, sementara kita sendiri tak mau membantu mereka. Apa nanti yang akan kita katakan kepada Nabi Saw kalau beliau bertanya tentang Muslim Rohingya ini? Mereka adalah bagian dari kata beliau: Ummati, ummati, ummati (ummat ku).

Setiap Mukmin terikat sikap saling tolong-menolong dengan sesamanya. Allah Ta’ala berfirman: “Innamal mukminuna wal mukminati ba’dhuhum auliya’u ba’dhin” (bahwa orang Mukmin laki-laki dan Mukmin wanita itu, satu sama lain saling tolong-menolong).

Nabi Saw juga bersabda: “Al Muslimu akhul Muslimi, laa yazhlimuhu wa laa yuslimuhu” (Muslim itu saudara Muslim yang lain, tak boleh menzhaliminya atau membiarkannya dizhalimi).

Nabi Saw juga bersabda: “Wallahu fi ‘aunil abdi idza kaanal ‘abdu fi ‘auni akhih” (dan Allah itu akan senantiasa menaungi seorang hamba selama hamba itu menaungi saudaranya).

Kami ingatkan kaum Muslimin untuk mendesak pemerintah Pusat dan pemerintah daerah, termasuk otoritas pemerintahan di Aceh, agar mereka membantu kaum Muslim Rohingya, memberi bantuan pangan dan kesehatan; memberi tempat bernaung dan berteduh sementara kepada mereka; serta membiarkan mereka meneruskan perjalanan, jika mereka bermaksud menuju negara lain; atau membantu mereka kembali ke negerinya, kalau kita benar-benar tak mampu membantu.

Kita tak akan mati dengan berbagi riszki kepada Muslim Rohingya; kita tak akan miskin dengan memberi mereka bantuan makan dan obat-obatan; kita tak akan hancur karena memberi mereka tempat berteduh dan perlindungan (suaka).

Andaikan kita abaikan mereka, kita berlaku zhalim atas mereka, lalu bagaimana kelak kita akan menghadapi Allah Ta’ala dan kesaksian Rasul-Nya Shallallah ‘Alaihi Wasallam?

Selain kita perlu terus gaungkan seruan pembubaran DENSUS 88 (adzabullahu ‘alaihim wa li kulli ansharihim), dukung perjuangan Ahlus Sunnah di Suriah; kita juga perlu memberi perhatian dan dukungan terhadap kaum fakir-miskin Muslim Rohingya ini. Tunjukkan kepada mereka, bahwa kita bersaudara dan saling tolong-menolong di bawah bendera: Laa ilaha illa Allah, Muhammad Rasulullah.

Saudaraku, andaikan kita tak mau menolong mereka, karena saking bakhil-nya hati dan jiwa kita; setidaknya, biarkan mereka (Muslim Rohingya) bebas untuk mencari jalan kemana saja mereka ingin menuju. Bumi Allah ini luas, kalau di Indonesia mereka tak dapat penghidupan, insya Allah di tempat lain mereka akan mendapat rahmat Allah. Amin ya Mujibas sa’ilin.

Jangan sampai Anda bakhil untuk membantu; tetapi malah menyusahkan mereka, semata untuk memuaskan perasaan kaum kafirin yang tidak mau kedatangan mereka di negerinya.

Allahummanshur Muslim Rohingya aina maa hum. Allahummanshurhum ‘ala kulli ‘aduwwihim wa musykilati hayatihim. Allahummarzuq lahum salamah wa ‘afiyah min kulli zhulmi wal fasad wal harabah wal qatlil kuffar. Allahumma yassir lahum umurahum, warzuq lahum rizqan hasana wa nashran mubina wa hayatan sa’idah. Allahumma dammir ‘alal kuffari budhisiyah fi Myanmar tadmira, zalzil hayatahum zilzalan abada abada, wa farriq ahzabahum firoqatan katsira, wa anzil lahum hizyun syadid wa buka’un alim. Allahummaqtha’ kulli zhalimina fihim ‘ala aidihim wa rijlaihim hatta laa yastathi’una bi kasabin syai’in fi hadzihi hayatid dunya. Amin Allahumma amin ya Mujibas sa’ilin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Tolonglah Muslim Rohingya, agar Allah menolong kehidupanmu. Mereka itu tamu Rasulullah di negeri kita.

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

(Blog Pustaka Langit Biru).


Yenny Wahid Tekor Bandar…

April 20, 2013

Istilah “tekor bandar” itu untuk menunjukkan keadaan seorang pedagang yang benar-benar rugi. Bukannya dapat untung, malah dia harus nomboki barang yang sudah dia jual. Dalam politik istilah ini bisa dipakai untuk menyebut manuver partai politik atau politisi yang rugi…gi gi gi (begitu ruginya sampai suaranya memantul seperti echo).

Yenny Wahid punya track perseteruan dengan Muhaimin Iskandar, selaku dominator PKB. Yenny gagal mengendalikan PKB, sebagaimana ayahnya gagal menundukkan Muhaimin Iskandar. Yenny terpental dari PKB dan mencoba membuat partai baru yang konon mengklaim “mewarisi politik Gusdur”. Tapi partai Yenny gagal dalam proses verifikasi KPU.

Gagal Maning... Gagal Maning Son.

Gagal Maning… Gagal Maning Son.

Setelah tak mendapat tempat di PKB, mengalami kegagalan dengan partai baru, Yenny tidak kehilangan asa (harapan). Dia tiba-tiba bermanuver mau masuk partai penguasa yang elit-elitnya banyak terlibat korupsi, yaitu Partai Demokrat. Manuver Yenny di saat Demokrat sedang dihempas aneka isu korupsi, termasuk korupsi yang dituduhkan ke Anas Urbaningrum; disambut gegap gempita oleh sebagian elit-elit Demokrat. Mereka berharap, Yenny bisa membantu Demokrat mendongkrak citra dan perolehan.

Dalam wawancara TV, Max Sopacua (mantan presenter TVRI) sangat mengelu-elukan Yenny Wahid; seperti layaknya Ruhut Sitompul memuja-muja SBY dalam “ritual pujian-pujian”. Luar biasa apresiasi Max yang mengklaim Yenny adalah politisi yang hebat, handal, mempunyai basis massa besar. Ya begitulah, aneka klaim bombastik.

Saya sendiri mengira, elit-elit Demokrat tak akan mudah memberi tempat kepada Yenny, meskipun seandainya dia mengaku sebagai “titisan Gusdur”. Sebab di tingkat elit Demokrat juga banyak persaingan politik. Bahasa Betawinya: “Enak aje ngasih lu jabatan. Emangnye gue gak butuh? Gue ude berdarah-darah, lu yang dapet manisnye. Kagak ye!”

Saya yakin, masuknya Yenny ke Demokrat akan “bikin masalah baru” seperti mana masuknya Ulil Abshar ke tubuh partai itu. Ulil Abshar ini sampai ada yang mengkritiknya (dari elit Demokrat sendiri) senang celometan. Kalau orang kenal rasa bahasa Jawa, bisa merasakan “enaknya” sebutan begitu.

Oke, balik ke Mbak Yenny binti Abdurrahman Wahid. Manuver Yenny masuk ke Demokrat akhirnya “dihempaskan” oleh elit-elit Demokrat sendiri. Sebagaimana alasan mereka: “Tidak ada jabatan yang cocok untuk Mbak Yenny.” Ini bahasa halusnya. Bahasa lugasnya, manuver Yenny merapat ke Demokrat ditolak.

Supaya tidak malu-malu amat, dibuatlah statement, bahwa Mbak Yenny akan mendukung Partai Demokrat dari luar.

Bagi seorang politisi, apa yang menimpa Yenny Wahid sangatlah “terlalu” (meminjam idiom Bang Haji). Berkali-kali dia coba come back ke politik, ternyata tak ada kendaraan yang mau menerima. Optimisme yang dikatakan Max Sopacua tak terbukti.

Mungkin Yenny masih ada minat masuk Partai Nasdem, besutan Surya Paloh dan kawan-kawan. Tapi apa dia mau terima Yenny disana? Apa elit-elit Nasdem rela bagi-bagi (meminjam iklan Silver Queen)? Wallahu a’lam.

Secara hitungan politik, basis massa Yenny sangatlah kecil. Kalangan NU sulit diharapkan oleh dia. Paling yang bisa diharapkan, kalangan pemikir Liberalis-Sekuleris yang sering seiya-sekata dengan ide-ide Yenny. Hanya saja, mereka tak mampu buat partai politik dan tak punya kapasitas politik. Sebagai bukti, dedengkot JIL saja harus ikut berteduh di Demokrat.

Oke deh… Sementara ini dulu. Mbak Yenny saat ini mengalami situasi tekor bandar di bidang politik. Mungkin dia akan coba bargaining lagi dengan kendaraan-kendaraan politik lain. Dalam politik (sekularis) tidak ada kawan abadi, tidak ada lawan abadi, yang ada ialah kepentingan abadi.

Mine.


[20]. Analisis Bisnis: Warung “Indomie” Rebus

April 20, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Mari sedikit melongok dapur bisnis warung “Indomie” rebus. Sebenarnya tidak adil kalau nama warung itu diklaim “Indomie rebus”, karena mie instan yang dijual disana tidak melulu produk Indofood. Tapi memang yang terbanyak bermerk Indomie. Okelah, soal nama untuk sementara tidak kita persoalkan.

Saya pertama kali mengenal bisnis “warung mie instan” ini di Bandung, sekitar tahun 1994. Atau hampir 20 tahun lalu. Waktu itu bisnis warung mie instan masih sedikit. Perintisnya adalah para pedagang asli Sumedang. Selain menjual mie rebus, mereka juga menjual bubur kacang & ketan hitam, kopi, serta STMJ (susu telor madu jahe). Di samping produk-produk lain sebagai sampingan.

Dulu saya menilai, bisnis warung mie instan ini tidak keren, tidak kreatif, atau kurang bagus. Tapi seiring berjalannya waktu, seiring memahami ilmu seputar bisnis, jujur saya balik memuji bisnis semacam itu. Bukan memuji karena performanya, tetapi memuji konsep bisnisnya.

Bisnis Mudah Dijalankan. Murah Meriah. Dijamin Laku (insya Allah).

Bisnis Mudah Dijalankan. Murah Meriah. Dijamin Laku (insya Allah).

Dalam bisnis berlaku prinsip PRAGMATISME. Mau bisnis apa saja dan bagaimana saja, selama halal dan sah secara hukum, silakan-silakan saja; selama bisnis itu benar-benar menguntungkan. Kalau bisnis keren, bagus penampilan, aksesoris indah, tetapi hasilnya tidak ada (alias merugi terus), itu dianggap bisnis gagal.

Nah, warung mie instan itu menunjukkan tingkat pragmatisme yang luas biasa. Maksudnya, pragmatisme halal. Nah, di sisi ini saya memuji bisnis itu dan mengagumi kepintaran para perintisnya. Menurut saya, mereka adalah pebisnis-pebisnis jempolan.

Sisi apa saja yang membuat bisnis warung mie instan begitu menarik?

PERTAMA. Untuk membangun bisnis seperti itu tidak dibutuhkan modal besar; bahkan ia bisa dibuat dimana-mana, di tempat yang banyak orang berjalan kaki di sekitarnya.

KEDUA. Cara mengoperasikan bisnis itu sangat mudah, selama si penjual bisa memasak mie instan. Kalau tak bisa memasak, waduh kebangetan sekali. Orang datang memesan mie instan, lalu dibuatkan. Bisa ditambahkan sayur, telor, bawang goreng, atau kerupuk. Hanya begitu saja kok. Mudah kan.

KETIGA. Bisnis ini dijamin laku, karena orang Indonesia suka makan mie instan. Iya kan. Hah, sudahlah kita tak usah berdebat soal kegemaran orang kita dalam masalah ini.

KEEMPAT. Dari sisi harga menu, relatif murah. Satu mangkuk mie instan dengan tambahan sayur, telor, bawang goreng di Jakarta Timur ada yang seharga 5000 rupiah, 6000 rupiah. Malah ada yang lebih murah dari itu.

KELIMA. Bahan baku untuk menjalankan bisnis ini sangat mudah didapat. Seorang pedagang bisa membeli mie instan dalam kardus di grosir-grosir, agar untung usahanya lebih besar. Kalau ada supermarket atau pasar tradisional yang murah, itu juga bisa.

KEENAM. Dengan menu utama mie instan, bisa menjual pula jenis-jenis makanan-minuman lain, seperti gorengan, kerupuk, kacang goreng, aneka minuman instan, susu, kopi, jeruk hangat, dan seterusnya. Jadi satu menu utama bisa “narik” menu-menu lainnya.

KETUJUH. Sudah jadi tabiat orang Indonesia, atau umumnya orang Muslim, mereka suka duduk-duduk di warung kopi, sambil ngobrol, minum teh, dan seterusnya. Meskipun banyak restoran enak, banyak rumah makan padang, banyak food court, delivery order, dan lain-lain; tetap saja orang Indonesia butuh warung kopi. “Ingat itu!” (meminjam gaya Mario Teguh).

Dalam hal ini saya tidak menyarankan Anda untuk pada berlomba membuat warung mie instan, terutama kalau di tempat Anda sudah banyak warung-warung semacam itu. Tapi cobalah pahami konsep berpikir di balik bisnis itu, lalu terapkan kepada obyek-obyek bisnis yang lain. Ambil spiritnya, lalu kembangkan modelnya.

Tapi kalau di tempat Anda tidak ada warung mie instan dan Anda ingin menjalankan bisnis yang mudah dan meriah; ya pilihan membuka warung mie instan bisa dicoba. Tapi ada satu catatan perlu disampaikan: Kalau buka warung seperti itu, Anda harus konsisten dengan jadwal menjual; sekali Anda “ingkar jadwal” berpotensi ditinggalkan pembeli.

Baik, cukup sekian saja, semoga bermanfaat ya. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abina Syakir).


[19]. Beratnya Godaan Wanita Modern

April 20, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda: “Maa taraktu ba’diy fitnatan adharra ‘alar rijal minan nisaa’” (tidaklah aku tinggalkan sesudahku fitnah/godaan yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki, selain godaan wanita.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Secara potensial kaum wanita merupakan godaan bagi kaum laki-laki. Ia merupakan salah satu unsur dari “tiga ta” (harta, tahta, dan wanita). Namun di zaman modern godaan wanita jauh lebih berat lagi.

Bagaimana bentuk godaan wanita di era sekarang?

"Aduh Mbak, Coba Kasihani Kaum Laki-laki Gitu."

“Aduh Mbak, Coba Kasihani Kaum Laki-laki Gitu.”

[1]. Wanita modern terus-terang cantik-cantik. Mereka lebih cantik dari wanita-wanita zaman sebelumnya. Era sekarang sarana-sarana kecantikan melimpah-ruah. Salon, make up, sarana kebugaran (fitness), gaya hidup modis, media-media, hingga operasi plastik untuk mengubah penampilan lebih cantik. Dengan modal uang dan informasi, wanita sekarang bisa tampil cantik.

[2]. Pakaian wanita modern umumnya seksi-seksi. Bentuknya bisa pakaian ketat (pas badan), rok mini, celana pendek, dan seterusnya. Mereka bukan malu memperlihatkan keseksian, justru bangga.

[3]. Sikap wanita sekarang banyak yang berani atau agressif. Kalau dulu wanita identik dengan menunggu, tetapi sekarang mereka “aktif menyerang”. Kalau bukan laki-laki yang mendatangi mereka, mereka yang akan mendatangi laki-laki.

[4]. Banyak wanita sekarang mencari income dengan modal penampilan. Mereka benar-benar sadar bahwa kecantikan dan tampilan seksi itu menghasilkan uang. Mereka menjadi model, SPG, bintang iklan, dan seterusnya. Modal ilmu atau kecerdasan tak mesti harus ada, asalkan bisa tampil cantik, seksi, dan menggoda.

[5]. Wanita modern banyak yang galaw. Nah, ini masalah serius. Fitrah wanita kan tidak bisa hidup sendiri, mereka selalu membutuhkan pasangan hidup (suami). Sementara untuk mendapatkan pasangan itu perlu perjuangan ekstra, sehingga ada persaingan antar sesama wanita dalam kecantikan, penampilan, dan kenekadan.

Semua ini merupakan cobaan-cobaan berat yang dihadapi kaum laki-laki zaman sekarang, di segala umur, selain anak-anak kecil. Para suami, anak muda, mahasiswa, pelajar, bapak-bapak, hingga kakek-kakek, mendapati semua cobaan itu.

Ada baiknya kita selalu berdoa: Nas’alulloh al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhiroh (ya Allah kami meminta kepadamu keselamatan dalam urusan agama, urusan dunia, dan urusan Akhirat).

Atau baca doa yang terkenal dalam Al Qur’an: Robbana laa tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana wa hablana min ladunka rohmah innaka antal wahhab (ya Rabbana, janganlah Engkau gelincirkan kami -ke dalam kesesatan- setelah Engkau berikan kami petunjuk, anugerahkan dari sisi-Mu berupa rahmat, sesungguhnya Engkau sebaik-baik pemberi karunia).

Baca doa-doa ini dalam kehidupan sehari-hari, ketika setelah shalat, atau ketika dihimpit godaan besar. Semoga Allah selalu melindungi kami, Anda, dan kaum Muslimin semuanya. Amin ya Arhama Rohimiin.

Mine.


Beberapa Profesi dengan Income Terbesar

April 10, 2013

Tulisan ini ringan, sekedar untuk selingan. Kita mau bicara soal beberapa bentuk profesi yang menghasilkan income terbesar. Mungkin tidak semua jenis profesi yang disebut, tetapi insya Allah cukup mewakili. Nanti dari sini Anda bisa paham mengapa banyak manusia berlomba-lomba mengejar profesi tersebut.

Berikut ini adalah 7 profesi dengan income terbesar, menurut blog “pustaka langit biru” (he he he…kayak “on the spot” aja):

[1]. Profesi Anggota Dewan (DPR/DPRD). Beberapa tahun lalu, gaji dan aneka tunjangan untuk setiap anggota DPR (di Indonesia) bisa mencapai Rp. 82 juta/bulan. Mungkin sekarang sudah lebih tinggi lagi. Katanya, anggota DPRD Tingkat Provinsi DKI Jakarta, penghasilannya bisa melebihi anggota DPR RI. Mungkin karena posisi DKI Jakarta sebagai pusat perputaran 70 % keuangan nasional.

Sebuah contoh riil, semula Ahmad Heryawan adalah seorang sarjana Syariat, mengajar mengaji di masjid-masjid kecil di Jakarta, dengan memakai kendaraan Vespa lawas. Tapi setelah menjadi anggota DPRD DKI Jakarta dalam satu periode saja, dia bisa segera memiliki rumah besar dan tentu saja mobil yang bagus. Rumahnya yang besar dan bertingkat pernah diperlihatkan di TV saat awal-awal proses Pilkada Jawa Barat yang menghantarkan dia jadi Gubernur Jawa Barat.

[2]. Menjadi Kepala Negara atau Kepala Daerah. Gaji Presiden RI dan tunjangannya, dalam kurun waktu 7 tahun terakhir, sekitar Rp. 63 juta; gaji dan tunjangan Wapres sekitar Rp. 43 juta. Tetapi setiap bulan Presiden diberi anggaran operasional senilai Rp. 2 miliar, untuk Wapres senilai Rp. 1 miliar. Ternyata, gaji dan tunjangan semacam ini masih lebih kecil dari gaji dan tunjangan kepala daerah (Gubernur) yang PAD-nya besar; karena ketentuan gaji dan tunjangan disesuaikan dengan PAD daerah tersebut. Income Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Papua, dll. bisa berkali lipat melebihi income seorang Presiden/Wapres (dengan asumsi dana operasional Presiden/Wapres tidak masuk ke kantongnya sendiri, tetapi murni untuk operasional aktivitas kenegaraan).

Menurut FITRA, income Gubernur DKI dalam sebulan bisa mencapai Rp. 740 juta/bulan. Income Gubernur Jawa Timur sekitar Rp. 640 juta/bulan, Gubernur Jawa Barat sekitar Rp. 600 juta/bulan, Gubernur Jawa Tengah sekitar Rp. 440 juta/bulan, Gubernur Kalimantan Timur sekitar Rp. 345 juta/bulan. Dan lain-lain.

Jadi wajar ya kalau banyak orang ngiler ingin jabatan gubernur (kepala daerah). Itu belum termasuk komisi proyek, gratifikasi, saham perusahaan daerah, dan aneka peluang “mendulang emas” lainnya. Intinya, itulah performa gaji besar di dunia, sebagai imbalan untuk tanggung-jawab mengerikan di Akhirat nanti.

Di Indonesia, Gaji Tinggi Biasanya Terkait Anggaran Negara.

Di Indonesia, Gaji Tinggi Biasanya Terkait Anggaran Negara.

[3]. Menjadi Menteri Kabinet. Gaji dan tunjangan menteri kabinet tentu besar, bisa melebihi income Presiden/Wapres. Anggaran gaji menteri bisa mencapai Rp. 650 juta per bulan. Disesuaikan dengan posisi kementriannya. Posisi Menteri Keuangan atau Gubernur Bank Indonesia, jelas lebih tinggi hasilnya daripada Menteri Pengentasan Daerah Tertinggal, Menteri Perumahan Rakyat, Menteri Sosial, dan sejenisnya.

[4]. Profesi Artis, Selebritis, Presenter TV. Para artis, selebritis, atau presenter, biasanya dibayar untuk per tampilan. Artis sinetron yang ngetop, bisa dibayar Rp. 10 juta per serial sinetron. Bisa dibayangkan kalau sinetron itu sampai 500 atau 600 seri (seperti Raden Kian Santang). Jadi besarnya income ini karena unsur pelipatan sesuai jumlah tayangan.Kalau pemain film dibayar per film, semacam borongan gitu. Presenter TV ada kalanya mendapat income tetap, ada kalanya per tampilan.

Tetapi yang hebat ialah kalau mereka masuk menjadi bintang iklan. Nah, ini lain lagi.  Seorang artis terkenal, sekarang sudah “layu”; dia pernah disewa oleh operator seluler XL untuk menjadi bintang iklan produknya, dengan nilai kontrak iklan hingga miliaran rupiah. Sebagai gambaran, seorang presenter terkenal yang gayanya kebanci-bancian, sering menghina fisik orang lewat kata-kata kasar; dia sekali jalan traveling ke Eropa bisa menghabiskan dana hingga miliaran rupiah.

[5]. Profesi Pemain Sepakbola Profesional. Profesi ini sangat menggiurkan, terutama untuk kondisi di Eropa. Kalau di Indonesia masih sangat jauh. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu sebelum kondisinya ruwet, income seorang Bambang Pamungkas untuk kontrak satu tahun dengan Persija bisa mencapai Rp. 1,5 miliar/tahun. Kalau per bulan ya sekitar Rp. 150 jutaan. Tetapi rata-rata income para pemain sepakbola Indonesia ini memprihatinkan, hingga ada yang menunggak, tidak dibayar-bayar; atau dibayar ke ahli warisnya, karena sang pemain keburu meninggal duluan.

Untuk di Eropa, gaji pemain top seperti Messi, Theo Walcot, Lampard, Ronaldo, Ozil, Rooney, RVP, dan lain-lain bisa miliaran rupiah per pekan. Biasanya kurs dihitung dengan Euro. Gaji mereka dalam kisaran Rp. 1 miliar hingga Rp. 5 miliar per pekan. Bisa dibayangkan, betapa besarnya gaji itu. Belum termasuk dari sponsor, bonus kemenangan, serta kontrak iklan. Termasuk jadi iklan “celana dalam” yang hobi dilakukan oleh David Beckham.

[6]. Menjadi Direktur Utama BUMN. Menjadi pejabat BUMN merupakan profesi dengan tingkat income yang menggiurkan. Sebagai contoh, Dirut Pertamina, dalam sebulan bisa mendapatkan income senilai Rp. 300 juta. Tetapi tanggung-jawab teknisnya juga sangat besar, karena harus mengurusi perusahaan-perusahaan negara. Dirut BUMN-BUMN basah seperti BNI, Bank Mandiri, Telkomsel, RNI, Garuda Indonesia, dll. tentu tidak kalah menggiurkan. Sayangnya, posisi jabatan Dirut BUMN ini tidak lepas dari campur tangan Presiden untuk ikut menentukan person-nya.

[7]. Menjadi Pedagang Sukses.  Pedagang yang sukses bisa memiliki toko, supermarket, atau jaringan pemasaran luas. Nilai income-nya dihitung sesuai omset perdagangan per bulan. Income Rp. 50 juta per bulan, setidaknya (minimal) dicapai dari nilai penjualan 10 kali lipatnya atau 500 juta per bulan; sehingga income itu bernilai 10 % omset. Uniknya profesi dagang, kadang mendapat rezeki “durian runtuh” (atau water fall profit). Ini tidak selalu datang, kadang-kadang muncul; tetapi ia pasti terjadi pada setiap perdagangan yang konsisten. Lagi pula, perdagangan ini bisa dilakukan siapa saja, kapan saja, dimana saja; tidak perlu susah payah manuver politik dan mencari muka seperti profesi Kepala Negara, Kepala Daerah, Dirut BUMN, dan Menteri.

Rata-rata profesi di atas bergantung pada anggaran negara. Hanya artis, presenter TV; pemain bola, dan pedagang yang murni dari kemampuan mereka dan tidak bergantung ke negara. Dan profesi-profesi itu mengatasi profesi lain-lain semacam manajer marketing, eksekutif bank, anggota pasukan khusus, profesor peneliti, direktur LSM, wartawan senior, vokalis band, dan seterusnya. Apalagi kalau sekedar dikaitkan dengan gaji PNS atau guru biasa. Jauh melampaui.

Maka dapat dimengerti kalau ribuan berlomba mengejar peruntungan di bidang-bidang di atas; dengan segala cara, perilaku, dan oportunitasnya; karena memang menggiurkan. Bahkan sekedar untuk posisi PNS saja, banyak yang menguber-ubernya.

Oke, semoga menjadi informasi bermanfaat. Sebagai Muslim, tidak apa mendapat income besar, asalkan halal dan ringan tanggung-jawabnya di Akhirat nanti. Kalau tanggung-jawab berat, seperti pejabat-pejabat yang mencari income lewat anggaran negara, sebaiknya dihindari saja. Antara income dan tanggung-jawabnya tidak sebanding.

Mine.