Yenny Wahid Tekor Bandar…

Istilah “tekor bandar” itu untuk menunjukkan keadaan seorang pedagang yang benar-benar rugi. Bukannya dapat untung, malah dia harus nomboki barang yang sudah dia jual. Dalam politik istilah ini bisa dipakai untuk menyebut manuver partai politik atau politisi yang rugi…gi gi gi (begitu ruginya sampai suaranya memantul seperti echo).

Yenny Wahid punya track perseteruan dengan Muhaimin Iskandar, selaku dominator PKB. Yenny gagal mengendalikan PKB, sebagaimana ayahnya gagal menundukkan Muhaimin Iskandar. Yenny terpental dari PKB dan mencoba membuat partai baru yang konon mengklaim “mewarisi politik Gusdur”. Tapi partai Yenny gagal dalam proses verifikasi KPU.

Gagal Maning... Gagal Maning Son.

Gagal Maning… Gagal Maning Son.

Setelah tak mendapat tempat di PKB, mengalami kegagalan dengan partai baru, Yenny tidak kehilangan asa (harapan). Dia tiba-tiba bermanuver mau masuk partai penguasa yang elit-elitnya banyak terlibat korupsi, yaitu Partai Demokrat. Manuver Yenny di saat Demokrat sedang dihempas aneka isu korupsi, termasuk korupsi yang dituduhkan ke Anas Urbaningrum; disambut gegap gempita oleh sebagian elit-elit Demokrat. Mereka berharap, Yenny bisa membantu Demokrat mendongkrak citra dan perolehan.

Dalam wawancara TV, Max Sopacua (mantan presenter TVRI) sangat mengelu-elukan Yenny Wahid; seperti layaknya Ruhut Sitompul memuja-muja SBY dalam “ritual pujian-pujian”. Luar biasa apresiasi Max yang mengklaim Yenny adalah politisi yang hebat, handal, mempunyai basis massa besar. Ya begitulah, aneka klaim bombastik.

Saya sendiri mengira, elit-elit Demokrat tak akan mudah memberi tempat kepada Yenny, meskipun seandainya dia mengaku sebagai “titisan Gusdur”. Sebab di tingkat elit Demokrat juga banyak persaingan politik. Bahasa Betawinya: “Enak aje ngasih lu jabatan. Emangnye gue gak butuh? Gue ude berdarah-darah, lu yang dapet manisnye. Kagak ye!”

Saya yakin, masuknya Yenny ke Demokrat akan “bikin masalah baru” seperti mana masuknya Ulil Abshar ke tubuh partai itu. Ulil Abshar ini sampai ada yang mengkritiknya (dari elit Demokrat sendiri) senang celometan. Kalau orang kenal rasa bahasa Jawa, bisa merasakan “enaknya” sebutan begitu.

Oke, balik ke Mbak Yenny binti Abdurrahman Wahid. Manuver Yenny masuk ke Demokrat akhirnya “dihempaskan” oleh elit-elit Demokrat sendiri. Sebagaimana alasan mereka: “Tidak ada jabatan yang cocok untuk Mbak Yenny.” Ini bahasa halusnya. Bahasa lugasnya, manuver Yenny merapat ke Demokrat ditolak.

Supaya tidak malu-malu amat, dibuatlah statement, bahwa Mbak Yenny akan mendukung Partai Demokrat dari luar.

Bagi seorang politisi, apa yang menimpa Yenny Wahid sangatlah “terlalu” (meminjam idiom Bang Haji). Berkali-kali dia coba come back ke politik, ternyata tak ada kendaraan yang mau menerima. Optimisme yang dikatakan Max Sopacua tak terbukti.

Mungkin Yenny masih ada minat masuk Partai Nasdem, besutan Surya Paloh dan kawan-kawan. Tapi apa dia mau terima Yenny disana? Apa elit-elit Nasdem rela bagi-bagi (meminjam iklan Silver Queen)? Wallahu a’lam.

Secara hitungan politik, basis massa Yenny sangatlah kecil. Kalangan NU sulit diharapkan oleh dia. Paling yang bisa diharapkan, kalangan pemikir Liberalis-Sekuleris yang sering seiya-sekata dengan ide-ide Yenny. Hanya saja, mereka tak mampu buat partai politik dan tak punya kapasitas politik. Sebagai bukti, dedengkot JIL saja harus ikut berteduh di Demokrat.

Oke deh… Sementara ini dulu. Mbak Yenny saat ini mengalami situasi tekor bandar di bidang politik. Mungkin dia akan coba bargaining lagi dengan kendaraan-kendaraan politik lain. Dalam politik (sekularis) tidak ada kawan abadi, tidak ada lawan abadi, yang ada ialah kepentingan abadi.

Mine.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: