Sikap Berlebihan Menyikapi Kematian Uje

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Seperti kita tahu, Uje atau Ustadz Jefri meninggal 26 April 2013 lalu, dalam kecelakaan tunggal di Pondok Indah. Banyak orang merasa berduka, bersedih, terharu, merasa kehilangan, menunjukkan simpati, dan seterusnya. Media-media TV secara intensif membahas topik ini melalui aneka liputan, wawancara, berita, sajian infotainment, bahkan diskusi serius. Media online, surat kabar, tabloid, majalah juga tak mau ketinggalan mengupas isu yang sama.

Ketika Uje meninggal, adalah wajar kalau keluarganya sedih, teman-temannya sedih, para penggemarnya sedih. Itu wajar saja, namanya juga mengalami musibah. Tapi bersikap berlebihan dalam hal seperti ini tidak boleh, seperti meratapi kematian, histeris, memuja-muja sosok Uje, mencari berkah di kuburnya, dan sebagainya. Semua itu juga dilarang. Termasuk di dalamnya memuji-muji Uje setinggi langit, mengaitkan dirinya dengan hal-hal metafisik (ghaib), mengaitkan tanda-tanda alam dengan kematiannya; semua itu tak boleh dan tak layak dilakukan.

Mengapa Ada Kain Hitam di Keranda Ini?

Mengapa Ada Kain Hitam di Keranda Ini?

Saat putra Nabi Saw yang bernama Ibrahim wafat, waktu itu terjadi gerhana matahari. Orang-orang menyangka bahwa gerhana matahari terjadi karena wafatnya Ibrahim. Nabi Saw membantah anggapan itu. Beliau tegaskan bahwa masalah gerhana tidak ada sangkut-pautnya dengan wafatnya seseorang. Bahkan Nabi Saw kemudian men-sunnah-kan dilakukan Shalat Gerhana. Jadi tidak boleh berlebihan mengaitkan kematian seseorang dengan tanda-tanda alam.

Bagi orang yang cerdas, sikap berlebihan Ummat Islam terkait kematian Uje, jelas tidak proporsional. Seharusnya media-media massa juga rasional, bukan mengeksploitasi. Tapi masalahnya kan di era dewasa ini banyak hal “bisa dijual” seperti kemiskinan, kesusahan, kematian, juga tangisan. Itu sangat tercela. Nas’alullah al ‘afiyah.

Di balik wafatnya Uje, banyak bertaburan informasi-informasi yang “tidak bagus”; di luar informasi-informasi lain yang sengaja dibagus-baguskan. Hal ini perlu diingatkan lagi, agar Ummat Islam tidak berlebihan menyikapi tokoh seperti ini; juga tokoh semisal itu kalau nanti ada yang meninggal lagi.

Sebelum wafatnya Uje sempat menulis pesan  ini: “Pada akhirnya… semua akan menemukan yang namanya titik jenuh.. dan pada saat itu..kembali adalah yang terbaik.. kepada siapa? Kepada DIA pastinya… Bismi_KA Allohumma ahya wa amuut.

Pesan demikian seakan menjelaskan kegalauan hebat yang sedang melanda kejiwaan Uje. Apakah terjadi benturan pemikiran, benturan kepentingan, atau apapun? Wallahu a’lam bisshawaab. Selain itu Uje juga mengaku merindukan ayahnya (Apih) yang telah wafat. Seolah dia ingin berada dalam pemahaman yang wajar seperti ayahnya, tanpa akidah yang aneh-aneh dan membuat kegelisahan hati.

Intinya begini, Uje sebagai bagian dari kerabat para dai atau guru-guru agama di Betawi, adalah sesuatu yang dihargai. Sedangkan posisi Uje sebagai penggiat “entertainment genre dakwah” adalah perkara munkar yang tidak boleh didukung, meskipun jutaan manusia menggemarinya. Dakwah Islam adalah dakwah ilallah, bukan entertainment dengan kemasan dakwah. Entertainment dakwah hanyalah produk industri media TV, bukan diniatkan untuk membangun kejayaan dan keberdayaan kaum Muslimin.

Lalu posisi Uje sebagai orang yang dibidik oleh dai-dai Syiah, lalu dipengaruhi untuk menganut paham seperti mereka; ini adalah perkara yang membuat Uje mengalami kejenuhan hebat. Dia seperti tak berdaya menghadapi aneka tekanan dari kanan-kiri. Di titik itu Uje merasa tak kuat menatap masa depan kehidupan lebih panjang. Tidak heran jika melihat dari kata-kata, perbuatan, atau pesan Uje yang bernada “pamitan”. Tuntunan Islam membawa damai, sedangkan ajaran yang menghalalkan caci-maki terhadap para Shahabat Nabi Radhiyallahu ‘Anhum, akan berujung nestapa.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat menjadi tadzkirah bagi kaum Muslimin, bagi para penggemar Uje, dan juga bagi kami. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu a’lam bisshawaab.

(Abi Syakir).

About these ads

81 Balasan ke Sikap Berlebihan Menyikapi Kematian Uje

  1. jadi uje syiah atau ahlus sunnah ust? ana jadi bingung..

  2. Fulan-t mengatakan:

    Jd kira2 uje surga ato neraka?:P

  3. huzz maiden mengatakan:

    analis yg cerdas.

  4. Fulan-s mengatakan:

    pribadi berdzikir..td pesimis,tdk sinis,dan tdk suka memvonis…biar allah saja yg menilai,kt sbg manusia tdk pantas memvonis sesamanya baik atau buruk. maaf…sepertinya hal-2 syar’i yg dikupas disini. hanya Allah yang maha tahu ..dan tidak ada yang bisa menyamainya.. kita manusia hanya bisa menganalisa & menilai..tak ada yang sempurna..sempurna hanya milik Allah..

  5. --fulan-- mengatakan:

    Anonymous mengatakan:
    Mei 9, 2013 pada 5:27 am

    pribadi berdzikir..td pesimis,tdk sinis,dan tdk suka memvonis…biar allah saja yg menilai,kt sbg manusia tdk pantas memvonis sesamanya baik atau buruk
    —————————————-
    “kt sbg manusia tdk pantas memvonis sesamanya baik atau buruk” ??

    Inilah pemahaman yang ngawur….
    Ust. Abi Syakir, mohon jelaskan ngawurnya pemahaman orang ini.

  6. Fulan-q mengatakan:

    Ketika seseorang sudah meninggal,perbanyak lah mengingat kebaikannya..hanya allah yang tau baik dan buruk hati serta perilaku seseorang

  7. abisyakir mengatakan:

    @ –fulan–

    “Kita tak pantas memvonis sesamanya baik atau buruk.”

    Respon: Justru agama Islam ini diturunkan salah satunya agar menjadi FURQAN (pembeda) antara yang haq dan bathil, antara yang baik dan buruk, antara yang diridhai Allah dan dimurkai-Nya. Kalau kita tak paham baik-buruk, benar-salah, sesat-lurus, berarti belum paham agama ini. Kita dalam keadaan seperti itu masih seperti orang “jahiliyah” yang belum berilmu.

    Agama ini kan diturunkan agar menjadi Nur (cahaya). Hingga dalam ayat disebutkan peranan Nabi Saw sebagai: Basyiran (pembri khabar gembira), nadziran (pemberi peringatan), da’iyan ilallah (pendakwah kepada Allah), sirajan muniran (pelita yang menerangi).

    Lha kalau beragama tak bisa membedakan baik-buruk, tak mengenal benar-salah, tak bisa jelaskan kebathilan dan yang haq; berarti agama ini belum hidup dalam diri kita dan kehidupan. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Admin.

  8. abisyakir mengatakan:

    @ Fulan-t…

    Jadi Uje di surga ato neraka?

    Respon: Ya untuk yang begini kita tak bisa menjawab, tak bisa menentukan, tak bisa menebak-nebak. Kita serahkan saja semuanya kepada Allah. Harapannya, seperti dalam sebuah doa terhadap mayyit: Wa laa taftina ba’dahu (janganlah Engkau menguji kami setelah wafatnya).

    Admin.

  9. Fulan-y mengatakan:

    Astaghfirulloh.. Tulisan ini kok kyakx MENGUPAS kejelekan uje,, yg blm PASTI jg kebenaranx…
    maaf pak,, setlh wafat,, sgt tmpak semua kemuliaan alm. Uje.. Itu sbg bukti kebaikn dia slm di dunia.

  10. hamdhan mengatakan:

    Tulisan diatas sangan sangat bermanfa’at bagi manusia yang mau manggunakan fikirannya,

  11. diana r mengatakan:

    astagfirullaahaladzim.. knp setelah uje wafat baru diperdebatkan.
    Sesama muslim, kita hrs’y mendoakan..
    Semoga uje mendapat tmpt yg layak disisi ALLah SWT.

  12. Budak sunda mengatakan:

    Astaghfirullahal ‘azhiim….blog ini kok kayaknya suka banget yah menjelek-jelekan ulama / ustadz yang tidak sepaham dengan ustadz aby syakir….tapi giliran yang sdh jelas2 bersalah malah dibela dan bahkan kita tidak boleh mencelanya….gimana sih tadz, antum bilang: Dalam posisi demikian, alangkah bijak kalau kita tidak memaki-maki, menjadikan dia olok-olok, atau menghinanya serendah mungkin. Sebab bila suatu saat Anda menghadapi situasi yang sama, lalu jatuh juga, Anda tidak akan dihina-dinakan manusia. Ini penting, bahkan ustadz sendiri pernah bilang : Bila tidak berhenti dari berbuat keji, maka berlaku firman Allah dalam hadits qudsi, “Wa man ‘ada liy waliyan, faqad adzantu lahu bil harbi” (dan siapa yang memusuhi wali-Ku, maka aku umumkan perang baginya). Wahai insan, amal-amal kalian tida ada seujung kuku dari amal-amal para ulama itu. Maka kasihanilah diri kalian, sebelum Allah mewajibkan berlakunya kehinaan atas manusia-manusia jahil yang menghina kehormatan ulama!]..tuliasn itu ustadz kirim tgl 16 desember 2011….Insya Allah Uje meninggalnya khusnul khotimah, terbukti beliau meninggal pada hari jumat dan disholatkan oleh ribuan orang….Belum tentu Ustadz Abi Syakir seperti beliau….Astaghfirullahal ‘adziim….

  13. abisyakir mengatakan:

    @ Budak Sunda…

    Astaghfirullahal ‘azhiim….blog ini kok kayaknya suka banget yah menjelek-jelekan ulama / ustadz yang tidak sepaham dengan ustadz aby syakir….tapi giliran yang sdh jelas2 bersalah malah dibela dan bahkan kita tidak boleh mencelanya…

    Respon: Sebenarnya tak ada masalah Anda mau mencaci-maki A. Fathonah misalnya. Tak masalah itu. Hanya saja, bagaimana kalau suatu saat Anda berada di posisi yang sama? Bagaimana dengan catatan “caci-maki” yang sudah Anda lontarkan (andai demikian)? Kan itu seperti menghukum diri sendiri.

    Kalau soal Uje…kan di awal tulisan itu sudah dikatakan sebab-sebabnya, yaitu sikap berlebihan masyarakat dalam mengagung-agungkan Uje, padahal dia hanya seorang dai artis. Sikap berlebihan ini yang tidak benar. Maka itu kita jelaskan, bahwa Uje tidaklah sehebat yang media-media gambarkan; supaya kaum Muslimin tidak memuji-muji secara berlebihan orang yang keliru.

    gimana sih tadz, antum bilang: Dalam posisi demikian, alangkah bijak kalau kita tidak memaki-maki, menjadikan dia olok-olok, atau menghinanya serendah mungkin. Sebab bila suatu saat Anda menghadapi situasi yang sama, lalu jatuh juga, Anda tidak akan dihina-dinakan manusia. Ini penting.

    Respon: Sekali lagi, mau mencaci-maki, mau menghina, mau merendahkan A. Fathonah, itu silakan saja, kalau Anda mau begitu. Tapi alangkah sakitnya, andai Anda di posisi yang sama lalu dicaci-maki manusia. Ini berbeda dengan Uje. Uje setelah wafat diagung-agungkan sedemikian rupa, padahal dia belum tentu lurus dan benar. Sikap mengagungkan Uje itu bisa berpengaruh ke perilaku keagamaan kaum Muslimin dengan meneladaninya, menjadikannya panutan. Sementara kalau Fathonah, adakah di antara kita yang mau menjadikan dia sebagai panutan? Beda lho menyikapi “kesalahan individu” dengan “kesalahan panutan”; sebab pada sosok panutan, punya pengaruh luas di tengah masyarakat.

    Bahkan ustadz sendiri pernah bilang : Bila tidak berhenti dari berbuat keji, maka berlaku firman Allah dalam hadits qudsi, “Wa man ‘ada liy waliyan, faqad adzantu lahu bil harbi” (dan siapa yang memusuhi wali-Ku, maka aku umumkan perang baginya). Wahai insan, amal-amal kalian tida ada seujung kuku dari amal-amal para ulama itu. Maka kasihanilah diri kalian, sebelum Allah mewajibkan berlakunya kehinaan atas manusia-manusia jahil yang menghina kehormatan ulama!]..tuliasn itu ustadz kirim tgl 16 desember 2011….

    Respon: Ya kata-kata begitu untuk ulama seperti Ustadz Abu Bakar dan semisalnya. Porsinya kesana. Kalau Uje apa seperti beliau? Kalau Uje ini kan seperti “dai hiburan”, tidak tampak komitmennya dalam membela dan memperjuangan Syariat Islam. Ya jangan disamakan lah…

    Insya Allah Uje meninggalnya khusnul khotimah, terbukti beliau meninggal pada hari jumat dan disholatkan oleh ribuan orang….Belum tentu Ustadz Abi Syakir seperti beliau….Astaghfirullahal ‘adziim….

    Respon: Ketika Khomeini meninggal, pelayatnya lebih banyak dari Uje. Ketika Gusdur meninggal, juga ribuan pelayatnya. Ketika Lady Di dan Ibu Theresia meninggal, simpatisannya lebih banyak lagi. Ketika Hugo Chaves meninggal, ketika Kim Il Tsung meninggal, lebih dahsyat lagi pelayatnya. Termasuk ketika Jacko meninggal, pelayatnya juga sangat banyak. Jumlah itu tak bisa menjamin kebaikan seseorang.

    Ketika Syaikh Hasan Al Banna wafat, yang menshalati beliau hanya ayahnya saja. Ketika Sayyid Quthb meninggal, juga tidak banyak yang menshalati beliau. Malah ketika Abu Dzar Al Ghifari Radhiyallahu ‘Anhu wafat, hanya keluarganya yang menghadapi jenazah beliau. Maka jangan terpaku oleh jumlah itu…kecuali kita dapat memastikan bahwa mayoritas para pelayat itu adalah orang-orang Mukmin yang komitmen dengan agamanya. Kalau pelayat orang awam, para artis pun mereka hantarkan beramai-ramai ke makam. (Saya khawatir, nanti kalau Rhoma Irama meninggal, akan lebih dahsyat lagi ratapan dan pelayatnya).

    Ya memang, wafat di Hari Jumat termasuk baik, insya Allah. Kalau konteksnya, beliau wafat di rumah, atau wafat di RS, atau wafat saat berdakwah, atau wafat saat shalat, atau wafat ketika sedang berjihad membela kaum Muslimin, atau semisal itu. Pokoknya wafat yang baik-baik lah. Bukan wafat setelah mengendarai motor kencang2, di malam hari yang sepi, baru kongkow di kafe, dan seterusnya. Ya karena, banyak juga orang kafir/musyrik di negeri-negeri non Muslim yang wafat di hari Jumat; dan itu tak menolong keadaan mereka. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Intinya begini…kami tidak mendengki soal ketenaran Uje atau hasil materinya; wong kami sudah biasa hidup sederhana, sejak kecil. Kami insya Allah (bi nashrillah) tidak silau dengan yang “gemerlap” begitu. Kami hanya mengingatkan kaum Muslimin, jangan bersikap berlebihan kepada sosok panutan yang tidak jelas. Kalau mencintai panutan yang tak jelas, nanti konsekuensinya sampai ke akhirat. Al mar’u ma’a man ahabbu (seseorang itu bersama yang dicintainya).

    Mohon jangan salah paham ya… jazakumullah khair.

    Admin.

  14. Budak sunda mengatakan:

    Ooo gitu ya,,,,berarti kepada semua koruptor kita harus diam saja ya??, setahu saya bagi koruptor atau pencuri itu harus dihukum, dan hukum menurut islam itu harus dipotong tangannya….saya tidak mencaci maki, tapi dalam hati saya tidak setuju dengan perbuatan itu….

    Kalau soal Uje…kan di awal tulisan itu sudah dikatakan sebab-sebabnya, yaitu sikap berlebihan masyarakat dalam mengagung-agungkan Uje, padahal dia hanya seorang dai artis. Sikap berlebihan ini yang tidak benar. Maka itu kita jelaskan, bahwa Uje tidaklah sehebat yang media-media gambarkan; supaya kaum Muslimin tidak memuji-muji secara berlebihan orang yang keliru.
    Kalau dari judulnya saya setuju banget, dan saya acungkan jempol,,,,tapi sangat disayangkan kenapa isinya lebih banyak menjelek-jelakkan dan menyudutkan Uje itu saja.

  15. abisyakir mengatakan:

    @ Budak Sunda…

    Ooo gitu ya,,,,berarti kepada semua koruptor kita harus diam saja ya??, setahu saya bagi koruptor atau pencuri itu harus dihukum, dan hukum menurut islam itu harus dipotong tangannya….saya tidak mencaci maki, tapi dalam hati saya tidak setuju dengan perbuatan itu…

    Respon: Bukan, bukan kesitu maksudnya. Bukan soal korupsi-nya, tapi soal keterjerumusan dia dengan cewek-cewek itu lho. Dia kaya, banyak duit, lalu terjerumus cewek. Meskipun kita sangat tak suka dengan perbuatan itu, kita marah dan benci; boleh, boleh. Tapi jangan semena-mena, jangan sampai menghina-hina, karena khawatir nanti kalau Anda ketemu ujian yang sama, Anda tak mampu menghadapinya.

    Saya sampaikan hal ini biar kita tidak biasa bersikap MUNAFIK. Maksudnya, satu saat seseorang mencela habis-habisan, mengecam, menghina, mencaci-maki seseorang pendosa; tapi di saat yang lain, dia melakukan perbuatan yang sama dosanya dengan orang yang pernah dicaci-maki itu. Sikap macam begitu sangat tercela. Nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah.

    tapi sangat disayangkan kenapa isinya lebih banyak menjelek-jelakkan dan menyudutkan Uje itu saja.

    Respon: Masyarakat berlebihan kan karena tidak tahu, atau tidak kritis. Maka itu disebutkan demikian-demikian biar mereka tahu. Setelah tahu, supaya mereka tak berlebihan lagi. Kalau diberi judul “sikap berlebihan” sembari tak diberi data, bagaimana cara memperbaiki yang berlebihan itu?

    Admin.

  16. Orville Banks mengatakan:

    Saya tak habis pikir bagaimana bisa seorang dai, ulama, ustadz, kiyai, atau apapun itu namanya, memasang tarif puluhan juta rupiah untuk setiap kali memberikan ceramah?! Jika bayaran yang diberikan kurang dari harga yang dipatok, sang dai tak mau memberikan ceramah. Belum lagi, dai tersebut juga seperti selebritis yang memiliki manajer, sehingga konsultasi keagamaan dan lain sebagainya harus melalui manajer tersebut. Dengan demikian, ikatan antara dai dengan umat seperti ikatan bisnisman dengan pelanggannya, bukan seperti ikatan antara orang tua dan anak, guru dan murid, atau bahkan antara Nabi Muhammad dan para sahabat. Dakwah kemudian bukan menjadi kewajiban atau amanah yang harus dijalankan dengan keikhlasan, tapi justru dijadikan alat untuk mendulang uang. Karunia Allah yang menjadikan mereka diterima masyarakat justru dimanfaatkan untuk mendulang popularitas. Mereka pun kemudian jadi artis dadakan.

  17. Nduru mengatakan:

    Assalamualikum… Saya dari malaysia dan saya tak kenal pun siapa yang anda ceritakan tapi adalah tidak baik untuk menceritakan hal buruk orang yang sudah meninggal. Dan yang lebih berdosa bila anda cuba membuat andaian anda sendiri..jika anda orang yang bertakwa kepada Allah, anda tak akan menulis seperti ini kerana kita sebagai manusia tiada hak untuk menghukum kerana hanya Allah yang tahu isi hati hamba-hambaNya.

  18. abisyakir mengatakan:

    @ Nduru…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Terimakasih atas masukannya. Mula-mula saya tak ada niat menulis artikel itu. Ya kami menyikapi wafatnya Uje baik-baik saja, tak ada masalah tertentu yang perlu dibahas. Tapi melihat besarnya pemberitaan media dan sikap berlebihan masyarakat terhadap sosok Uje, ya kami harus mengingatkan. Bagaimana pun juga Uje bukanlah seorang ulama yang menjadi panutan dalam ilmu, pemahaman, nasehat, serta perjuangan Islam. Maka semestinya menyikapi beliau biasa-biasa saja, tak usah berlebihan. Kalau berlebihan, nanti dia akan menjadi idola yang disanjung-sanjung. Jangankan seorang Uje, ulama saja kalau disanjung-sanjung berlebihan tidak boleh. Maka itu ulama sering menyebut dirinya “al faqir ilallah” (orang yang sangat membutuhkan karunia Allah). Ini adalah kata-kata tawadhu’ untuk menjelaskan, bahwa yang BESAR adalah Allah Ta’ala, manusia ini tak punya apa-apa.

    Terimakasih, wassalamu’alaikum warahmatullah.

    Admin.

  19. Harry Potter mengatakan:

    Ungkapan Uje sebelum kematiannya menunjukan ia dalam keadaan FUTUR. Keinginan seorang da’i yang hendak berhenti berdakwah adalah perbuatan TERCELA. Ini menunjukan bahwa dakwahnya kurang dari nilai-nilai ikhlas atau bahkan mungkin kosong sama sekali. Istrinya yang MERATAP saat kematian uje bukanlah sikap seorang istri ustad yang seharusnya menjadi panutan umat. Bahkan keinginan anak2nya dalam cita2nya tidak ada yang sejalur dengan jalan dakwahnya, Yakni menjadi penyanyi, artist dsb. Artinya Uje telah gagal.

  20. Arya Khan mengatakan:

    Semua isi blog ini benar. Saya berfikir bahwa tidak ada maksud dari penulis untuk menjelekan Uje. Sikap mengkultuskan individu adalah sikap TERCELA. Kematian K.H Qosim Nurseha sebulan setelah kematian UJE apakah mendapatkan sikap yang SAMA?? Bahkan ia seperti dilupakan Umat. Apakah ia meninggalkan harta yANg banyak kpd istrinya seperti UJE. Apakah K.H Kosim Nurseha juga tidak patut DIMULIA-kan? Ia Bebas Dugem & Narkoba. Bahkan tidak ada media TV yang menyiarkan kematiannya apalagi seramai kematian Uje.

  21. abisyakir mengatakan:

    @ Arya Khan…

    Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Turut berduka atas wafatnya Ustadz Qasim Nurseha ya. Semoga arwahnya di terima di sisi Allah Ta’ala, diampuni dosa-dosanya, dimaafkan salahnya, diluaskan rahmat atasnya. Amin Allahumma amin.

    Admin.

  22. hamba Alloh mengatakan:

    Saya tak akan menjelek2an siapapun termasuk blog ini….pada intinya saja, memang dakwah yg benar itu dakwah yg ilallah…tapi apakah dakwah dengan media intertainment (TV) lantas kita bisa menyimpulkan bukan dakwah ilallah? apakah kita bisa menerka hati seseorang? sekarng begini saja, kita mau islam maju dengan cara dakwah…apakah salah kalau memanfaatkan media tv dll untuk berdakwah?toh dakwah tersebut jadi bisa dirasakan semua umat diseluruh penjuru dunia yang belum tentu bisa datang dan mendengarkan dakwah secara langsung…kita bisa berbuat baik kepada lebih banyak orang….apakah dakwah yg tidak diekspos media lantas bisa lebih bermanfaat dan lebih lillahita’ala dibandingkan yg dimedia?saya rasa belum tentu….apakah DOSA kalau dakwah yg diekspos media???jujur saja saya kurang sependapat tentang yg ditulis dalam blog ini…saya rasa televisi juga mempunyai niat baik bagi kemajuan ummat muslim di indonesia,buktinya mereka mau ikut serta menyiarkan ajaran2 islam…kalaupun tv ga menyiarkan ceramah islam,saya rasa ga rugi juga ko…terus masalah yg meratap n kekuburan minta WANGSIT,itu kesalahan mereka sendiri…jadi jangan menjatuhkan UJE…

  23. hamba Alloh mengatakan:

    for all
    saya rasa tidak ada unsur yg berlebihan dalam kejadian ini…beribu-ribu orang berduka dan ikut serta menyolati dan memakamkan itu karena mereka sadar bahwa uje telah memberikan sesuatu yg begitu berarti bagi kehidupanya. kalau mengaku islam, jangan munafik kalu ada rasa ingin didoakan banayak org setelah meninggal…karena doa itu akan menghantarkan kita kehadirat Alloh SWT. buat harry poter, istri meratap memang ga boleh, tapi itu merupakan naluri seorang istri yg ditinggal suami…apakah anda bisa menjamin kalu anda meninggal istri tidak meratap?tidak ada yg bisa menjamin….apakah anda tau kalo pipik meratap yg menimbulkan dosa?jangan lantas anda menjustifikasi org,apakah anda menjamin perbuatan anda pasti benar?kalapun anggapan anad slah,biarlah pikiran anda yg berjalan…tidak usah diumbar2kan….!!!!!

  24. yo mengatakan:

    Mhn maaf beribu maaf sebelumnya. Setau saya, dlm tiap ceramahnya.. uje tdk pernah menyebut bahkan mendeskriditkan siapapun. Bahkan beliau sering mengajak setiap orang utk menunjuk diri sendiri apabila dlm materinya sedang membahas tentang perbuatan yg tidak sesuai dng yg tdk dikehendaki Allah dan Rasulullah.. beliau juga tidak suka disanjung.. maka sebaiknya tidak perlu lah membahas menjelek2kan beliau.. hanya Allah yg berhak menilai dan Maha menghakimi

  25. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    Ya saya tak mau debat panjang soal “media TV”, nanti terlalu panjang. Tapi yang jelas, begini…tujuan hakiki dakwah adalah perubahan kehidupan manusia, dalam Al Qur’an digambarkan “li tukhrijan naasa minaz zhulumati ilan nuuri” (agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya). Jadi dakwah itu mengajak ke arah perbaikan kehidupan, bukan berorientasi hiburan atau popularitas. Dakwah di TV itu umumnya untuk hiburan religi, untuk kejar tayang, kejar iklan, kerja target industri media. Pertanyaan sederhana: mau tidak para dai TV itu berdakwah mengajarkan ilmu Syariat, tanpa honor, dan tanpa ekspose media? Kalau mereka benar-benar dai pasti mau.

    Pokoknya dai seperti Uje itu bukan panutan yang mesti kita cintai dan perlakukan seperti ulama. Salah sikap begitu, menurut kami. Panutan itu ya ulama-ulama yang saleh, berilmu, rendah hati, dan komitmen kepada Syariat Islam.

    Admin.

  26. abisyakir mengatakan:

    @ Hamba Allah…

    kalau mengaku islam, jangan munafik kalu ada rasa ingin didoakan banayak org setelah meninggal…karena doa itu akan menghantarkan kita kehadirat Alloh SWT.

    Respon: Siapa lagi yang tak mau didoakan kaum Muslimin? Disini sering kita minta kaum Muslimin, minimal para pembaca.

    istri meratap memang ga boleh, tapi itu merupakan naluri seorang istri yg ditinggal suami…apakah anda bisa menjamin kalu anda meninggal istri tidak meratap?tidak ada yg bisa menjamin….

    Respon: Menangis sedih itu boleh, Nabi Saw juga pernah menitikkan air mata saat seorang cucunya, masih kecil, dalam kondisi sakaratul maut. Tapi meratap itu tidak boleh. Dilarang itu, bagi siapa saja, selama dia Muslim/Muslimah. Cukup bersedih, berduka, menangis boleh. Tapi meratap (an niyahah) tidak boleh, karena selain meniru kelakuan orang kafir, cara begitu juga tak menunjukkan sikap ridha dengan takdir Allah. Soal meratap ini tak boleh. Wajib bagi siapa saja (khususnya kepala keluarga) untuk mengajarkan keluarganya agar tidak meratap. Dilarang meratap!!!

    apakah anda tau kalo pipik meratap yg menimbulkan dosa?jangan lantas anda menjustifikasi org,apakah anda menjamin perbuatan anda pasti benar?kalapun anggapan anad slah,biarlah pikiran anda yg berjalan…tidak usah diumbar2kan….!!!!!

    Respon: Ini cara berpikir keliru. Kita tak usah lihat hati orang, karena kita tak akan tahu hatinya. Hanya dia dan Allah yang tahu hatinya. Kita tak usah men-judge hati orang, karena itu bisa salah. Kita cukup melihat perbuatan yang tampak saja. Kalau perbuatannya meratap dan itu salah, ya sudah salah saja. Tak usah dipikirkan bagaimana soal hatinya. Karena Syariat Islam itu menghukumi perbuatan manusia, bukan perbuatan hati (perasaan) dia.

    Terimakasih atas perhatian dan komennya.

    Admin.

  27. abisyakir mengatakan:

    @ Yo…

    Ya intinya jangan berlebihan menyikapi sosok dai selebritis. Anda harus lebih concern dengan sosok-sosok ulama yang lurus, istiqamah, tidak cari popularitas, dan sedia berjuang membela Ummat. Bisa saja menyukai atau memuji dai selebritis, tapi jangan berlebihan, sebab itu nanti bisa jadi masalah di akhirat nanti. “Seseorang akan bersama yang dicintainya,” kata Nabi Saw.

    Admin.

  28. ali wahab mengatakan:

    Wah abu syakir ngiri sama uje.!?!

  29. abisyakir mengatakan:

    @ Ali Wahab…

    Eggak lah…ngak akan ngiri…wong selama ini beda domainnya. Kalau ngiri, sudah dari dulu saya akan kejar-kejaran cari peluang di TV. Tapi kan kita biasa-biasa saja, tidak begituan.

    Admin.

  30. Evon Dame Panggabean mengatakan:

    hehe… abu syakir ulama yg keliru yg gak bisa menjaga hati..bisanya nilai orang lain, padahal orang itu sudah mati masih saja diungkit…
    Mhon ma’af, sekalipun anda anggap dia adalah seorang da’i selebritis yg suka mengumbar2 popularitas pasang tarif tinggi dsb. apakah anda bisa menjamin anda lebih mulia daripada dia, apakah anda bisa mnjamin dia ditempatkan di neraka,
    pernyataan anda melalui blog ini menunjukkkan kedangkalan berfikir anda, apa gunanya anda ungkit ramainya orang yg melihat uje. Apakah anda selalu setiap hari memperhatikan amal uje, apakah anda tahu uje?? Pertimbangan anda menilai seseorang hanya pada amal yg terlihat saja. padahal agama kita juga mengajarkan, tangan kanan memberi kalo bisa tangan kiri gak usah tahu.
    Anda belum tentu lebih mulia daripada seorang pelacur yg banyak orang menganggap dia hina. Allah yg punya hak ats amal seseorang.
    anda juga tidak punya hak menilai bagaimana meniggalnya uje, anda mungkin harus sering nonton berita, uje kongkow di cafe untuk berdakwah, bahkan dia sempat bersedekah kepada 2 orang SPG dan meminta do’a kepda SPG tersebut, uje bilang “engkau lebih mulia dari saya, do’akan saya selamt dunia akhirat ya…” ini menunjukkan kerendahan hati beliau yg tidak suka disanjung2
    Artinya, mulai dari skrg kita ambil hikmah positif dari meninggalnya uje, bahwa yg paling penting kita lakukan adalah meninggalkan manfaat ketika meninggal. Mudah2an saya ataupun anda meninggal dalam keadaan meninggalkan manfaat. bukan mudharat ataupun kontroversi.
    amin

  31. abisyakir mengatakan:

    @ Evon Dame Pangabean…

    Masya Allah, masya Allah, kata-kata Anda sangat kasar dan berani. Masya Allah. Padahal tujuan saya mengingatkan masyarakat agar jangan mengagung-agungkan dai artis, karena hal itu tak banyak gunanya. Sebab para dai artis itu bekerja dalam lingkup industri yang hanya mengejar profit, bukan maslahat dakwah. Tapi kata-kata Anda sangat kasar.

    Karena Anda masih muda, atau masih ABG, saya maafkan kata-kata Anda. Saya maafkan, semoga Allah memberikan kami fadhilah lantaran memaafkan kata-kata Anda itu. Amin Allahumma amin. Tapi jangan diulang kata-kata kasar seperti itu, agar Anda tidak didoakan orang lain mengalami kebinasaan. Jagalah kata-katamu, agar engkau selamat dunia akhirat.

    Admin.

  32. dzulqornain mengatakan:

    Dari Ibnu Umar c, dari Nabi Shalallahu Alaihi Wasalam, beliau bersabda:

    “Sesungguhnya mayit itu akan diazab karena ratapan keluarganya.” (Muttafaqun ‘alaih)

    Dalam riwayat lain dalam Shahih Muslim:

    “Mayit itu akan diazab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.”

    Jumhur ulama berpendapat, hadits ini dibawa kepada pemahaman bahwa mayit yang ditimpa azab karena ratapan keluarganya adalah orang yang berwasiat supaya diratapi, atau dia tidak berwasiat untuk tidak diratapi padahal dia tahu bahwa kebiasaan mereka adalah meratapi orang mati. Oleh karena itu Abdullah ibnul Mubarak t berkata: “Apabila dia telah melarang mereka (keluarganya) meratapi ketika dia hidup, lalu mereka melakukannya setelah kematiannya, maka dia tidak akan ditimpa azab sedikit pun.” (Umdatul Qari’, 4/78)

    Azab di sini menurut mereka maknanya adalah hukuman. (Ahkamul Jana’iradiyallahu anhu, hal. 41)

    Selain sebab-sebab di atas, ada beberapa hal lain yang telah disebutkan dalam pembahasan Macam-macam Azab Kubur.

  33. dzulqornain mengatakan:

    Niyahah adalah jika seseorang bersedih dan menangisi mayit serta menghitung-hitung berbagai kebaikannya. Ada yang mengartikan pula bahwa niyahah adalah menangis dengan suara keras dalam rangka meratapi kepergian mayit atau meratap karena di antara kemewahan dunia yang ia miliki lenyap. Niyahah adalah perbuatan terlarang. Demikian penjelasan penulis ‘Aunul Ma’bud ketika menjelaskan maksud niyahah. Lihat ‘Aunul Ma’bud, 8: 277.
    Niyahah termasuk larangan bahkan dosa besar karena diancam dengan hukuman (siksaan) di akhirat kelak. Sebagaimana diriwayatkan dari Abu Malik Al Asy’ari radhiyallahu ’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
    « أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ ». وَقَالَ النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
    “Empat hal yang terdapat pada umatku yang termasuk perbuatan jahiliyah yang susah untuk ditinggalkan: (1) membangga-banggakan kebesaran leluhur, (2) mencela keturunan, (3) mengaitkan turunnya hujan kepada bintang tertentu, dan (4) meratapi mayit (niyahah)”. Lalu beliau bersabda, “Orang yang melakukan niyahah bila mati sebelum ia bertaubat, maka ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan ia dikenakan pakaian yang berlumuran dengan cairan tembaga, serta mantel yang bercampur dengan penyakit gatal” (HR. Muslim no. 934).
    Ulama besar Syafi’i, Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Mengenai orang yang melakukan niyahah lantas tidak bertaubat sampai mati dan disebutkan sampai akhir hadits, menunjukkan bahwa haramnya perbuatan niyahah dan hal ini telah disepakati. Hadits ini menunjukkan diterimanya taubat jika taubat tersebut dilakukan sebelum mati (nyawa di kerongkongan).” (Syarh Muslim, 6: 235)

  34. abisyakir mengatakan:

    @ Dzukqornain…

    Jazakumullah khair atas tambahan informasi dan ilmunya. Jazakallah.

    Admin.

  35. sari wahyuni mengatakan:

    Abi syakir,sebagai umat beragama apalgi seiman,tak pantas rasanya menilai atau menimbang-nimbang amalan orang,media televisi sangat penting untuk saat ini,karena tidak semua umat mampu dtng kemajelis dakwah,sy sangat terbantu dgn adanya da’i ditelevisi,setidaknya sy masih bisa mendengar dakwah tanpa meninggalkan rumah,tidaklah pantas menyamakan kondisi seseorang dgn orang lain,aplg dgn kematiannya.Sebagai seorang yg punya pemahaman agama yg bagus,cobalah anda dtng dipelosok2 kampung yg sukar untuk dijangkau,karena mereka sangat butuh pencerahan..mungkin ilmu anda akan lebih bermanfaat disana,biarkan Alm Uje tenang bersama Alloh,tugas kita sesama muslim adalah mendo’akannya bukan menilainya.

  36. sari wahyuni mengatakan:

    Abi syakir yth..cukup sudah uraian yg berkepanjangan tanpa jelas arahnya,mari kita bersama menilai diri kita sendiri,sudah baikkah kita?baik menurut ukuran siapa?da’i ditv penting,da’i yg mau blusukan dipedalaman jg penting,kl memang semua bertujuan baik kenapa tidak saling bahu membahu memberi pencerahan kepada umat,bukan saling menilai masing2 kelebihannya,sy merasakan betul manfaat dakwah lewat media televisi,ulama,habib,da’i,kyai,ustad..semua hanya manusia biasa,tempat salah dan khilaf.Sy orang awam,tp miris melihat uraian ini..

  37. sari wahyuni mengatakan:

    Drimana kita tau alm Uje ngebut?apa tujuan Uje kecafe?drimana kita tau Uje ustad selebritis,drimana kita tau ulama yg lurus dan tak lurus,lurus tidaknya seseorang bukan berdasarkan penilaian sepihak,kita tidak tau amalan tersembunyi seseorang,coba kita belajar memahami hati kita,apa isi hati kita yg sebenarnya,anda dikritik seseorang,respon anda sangat luar biasa,sy tau persis anda marah,lewat balasan anda sy menyimpulkan anda sangat anti kritikan,waktu junjungan kita nabi besar Mohamad SAW dilempari kotoran onta oleh kaum jahiliyah,beliau tidak melontarkan do’a atau kata2 amarah seperti do’a anda yg mengandung amarah tersebut,..ayolah kita belajar bersama memaafkan dan belajar memahami hati masing2,biar Alloh SWT yg menilai usaha kita,gimana abi syakir?setujukah dgn ajakan sy untuk belajar bersama!!!

  38. sari wahyuni mengatakan:

    Sy pernah ditinggal seseorang yg sy sayangi dgn cara mendadak,syok jiwa sy,ratapan sudah pasti keluar dri mulut sy,ini naluri..keimanan seseorang ibarat air laut,kadang pasang kadang surut,kita tidak bs menilai istri Uje layak atau tidak menyandang gelar istri Ustad hanya berdasarkan tangisannya,,tidak bisa umat seperti kita2 dibandingkan dgn baginda nabi Mohhamad SAW,,beliau hamba terpilih,kita hanya mampu menjadikan beliau panutan,tp takkan mampu kita menyamai kadar keimannannya.Seorang khalifah Abu Bakar yg hidup dijaman beliaupun tak mampu menyamai keimanan beliau sang pembawa risalah,apalg kita yg hidup dijaman modern seperti ini,kita wajib memberi do’a dan dorongan moril untuk keluarga alm Uje agar senantiasa diberi kekuatan dlm menerima ujian ini,maslah cita2 putra/putri Uje yg bercita2 menjadi artis dan sebagainya,biarkan itu menjadi cita2 anak kecil,tidak semua artis itu jelek,jgn mengambil kesimpulan berdasarkan mata kita karena mata kita bnyk menipu diri kita.Alangkah tidak baiknya kita mendebatkan orang yg sudah meninggal,ini jauh dri ajaran Rasul kita,ayolah saudaraku seiman,hilangkan sifat iri,dengki,karena ini bukan sifat seorang Muslim.kita sudah diberi kelebihan dan kekurangan oleh sang Khaliq.

  39. zulqornain mengatakan:

    @sari wahyuni maksud anda Dakwah Salafiyah memecah belah umat dan membikin fitnah.”

    Jawaban.
    Kenapa dakwah Salaf dituduh demikian? Karena dakwah ini memisahkan keburukan dari kebajikan, padahal itu merupakan tujuan Allah dan Rasul-Nya.

    لِيَمِيزَ اللهُ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ

    Agar Allah memisahkan antara kejelekan dengan kebaikan. [al-Anfaal: 37]

    Allah juga berfirman:

    وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ

    Katakanlah: “Kebenaran itu dari Rabb kalian, barangsiapa yang ingin, berimanlah dan siapa yang ingin , kufurlah. [al-Kahfi: 29]

    Ketika seorang da’i Salafi memerangi bid’ah dan ahli bid’ah, langsung dituduh dengan tuduhan-tuduhan yang keji tersebut. Karena memang di antara prinsip Ahlul Bid’ah adalah mengumpulkan orang dengan membabi buta dengan dalih menjaga persatuan kaum muslimin. Mereka tidak peduli bentuk dan jenisnya, tetapi yang penting kwantitas, bagaimana itu bisa terwujud. Karena itu kamu lihat mereka berbasa-basi di hadapan ahlul bid’ah dan ahli kesesatan. Tetapi mereka tidak mau berdamai dengan Salafiyin. Bahkan mereka memusuhi, mencela, membenci, dan membesar-besarkan kesalahan Salafiyin.

    Kami akan senantiasa ingat ucapan salah satu pembesar Ikhwanul Musimin di kota Zarqo’ yang membela Khumaini dan revolusinya serta membantah Salafiyin yang memperingatkan dari firqah Syiah, condong kepadanya. Dia berkata: “Muslim Syiah yang menegakkan syari’at Allah, lebih utama daripada Sunni Salafi yang tidak menegakkan syari’at, mereka itu perusak.”

    Lalu dia memberikan tuduhan-tuduhan bahwa Salafi membuat fitnah dan memecah belah umat. Maka saya katakan: “Perhatikanlah mereka telah terjatuh ke dalam fitnah, tidaklah mereka mengetahui bahwa Syiah adalah Yahudinya umat ini. Syi’ah adalah firqah yang paling buruk. Karena berbagai perkara yang ada pada mereka, seperti: bid’ah, kesesatan, merubah kitab Allah, mencela sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dan menuduh Aisyah ummul mukminin berzina, padahal Allah telah mensucikannya dari atas langit ke tujuh, Maha tinggi Allah dengan ketinggiannya yang Agung dari apa yang diucapkan orang-orang dhalim.

    Demikian beberapa syubhat diantara banyak syubhat yang dilontarkan oleh sebagian orang kepada dakwah salafiyah dan bantahannya. Mudahan-mudahan Allah memudahkan bagi kita untuk mengenal yang hak sebagai sebuah kebenaran dan semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk melaksanakan nya.

    [Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun VI/1423H/2002M Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 08121533647, 08157579296]

  40. sari wahyuni mengatakan:

    Saudaraku Dzulqonain@saya hanya kurang sepandapat kita mendebatkan apalg menimbang2 seseorang yg telah meninggal,bukan tugas kita menilai ataupun menimbang kebaikan dan keburukan orang,siapapun kita dan apapun julukan kita itu hanyalah busana dunia tanpa kita tau apakah busana tersebut mampu menyelamatkan kita nantinya,berdakwalah seperti Rosul kita berdakwah,dgn segala kerendahan hatinya mampu membawa risalah bagi umatnya,bagi Ulama,da’i,ustadz tolonglah berdakwah tanpa menjelekkan orang lain,bimbinglah orang awam seperti kami berdasarkan Alqur’an,bukan Sunni ataupun Syi’ah.

  41. Nanda mengatakan:

    Pengen d0ng liat mayat uje

  42. sari wahyuni mengatakan:

    Saudara Nanda@jenasah bukan untuk dipertontonkan atau menjadi bahan tontonan,bukan hanya jenasah Uje,tp untuk semua jenasah..marilah kita mencoba menghargai orang2 yg sudah wafat,kita kembali kediri kita sendiri,seandainya kita meninggal dan jenasah kita hanya menjadi bahan tontonan atau hanya untuk dilihat?relakah kita walaupun mungkin kita tak mampu melihatnya lagi.

  43. zulqornain mengatakan:

    @sari
    Perkara-perkara yang tidak termasuk Ghibah
    Pertanyaan:
    Pada keadaan seperti apa diperbolehkan menyebutkan kejelekan saudara sesama muslim tidak di hadapannya, namun tidak termasuk ghibah?
    Jawab:
    Ghibah adalah seorang muslim menyebutkan tentang sesuatu yang tidak disukai saudaranya, berupa cela, aib, dan semacamnya. Namun ada beberapa keadaan yang disebutkan oleh ulama di mana seorang muslim dibolehkan membicarakan kejelekan saudaranya, berdasarkan maslahat.
    Di antaranya adalah ketika meminta keadilan dari suatu kezaliman. Dia berkata kepada qadhi atau hakim misalnya: “Fulan menzalimi aku dengan berbuat demikian.”
    Di antaranya juga adalah ketika meminta fatwa. Seorang yang meminta fatwa berkata kepada mufti: “Fulan berbuat demikian terhadapku. Apakah dia berhak berbuat seperti itu atau tidak?”
    Di antaranya pula adalah memperingatkan kaum muslimin dari orang-orang yang jelek dan diragukan. Seperti men-jarh (mencacat) para perawi hadits ataupun saksi-saksi yang pantas di-jarh.
    Di antaranya adalah meminta pertimbangan ketika hendak melakukan pernikahan, berkongsi (dagang) atau bertetangga dengan seseorang.
    Di antaranya adalah menyebutkan perbuatan fasik yang dilakukan seseorang dengan terang-terangan.
    Di antaranya juga adalah untuk mengenalkan seseorang, tanpa bermaksud merendahkannya. Misalnya dia sudah terkenal dengan julukan tertentu, seperti Al-A’masy (yang penglihatannya kabur dan keluar air matanya), Al-A’raj (yang pincang kakinya), Al-Asham (yang bisu) dan semacamnya.
    Wabillahit taufiq, washallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa alihi wa shahbihi wa sallam.

    Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta’

    Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

    Wakil: Abdurrazzaq Afifi

    Anggota: Abdullah bin Ghudayyan

    (Fatawa Al-Lajnah, 26/10, Pertanyaan kedua dari fatwa no. 10912)

  44. zulqornain mengatakan:

    Pertanyaan:

    Bila Anda melihat pada saudara Anda sesuatu atau tindakan yang tidak terpuji, dan berbuat jelek kepada Anda, dan Anda tidak ingin membalasnya dengan perbuatan itu, lalu Anda mengeluhkan kepada orang lain dan menyebutkan aib-aib saudara Anda itu, agar orang itu bisa menasihatinya, sehingga saudara Anda itu tidak berbuat buruk lagi terhadap Anda. Apakah pembicaraan tentang dirinya ini, tanpa kehadirannya, teranggap ghibah?

    Jawab:

    Bila perkaranya seperti yang Anda sebutkan, maka tidak termasuk ghibah.

    Wabillahit taufiq, washallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa alihi wa shahbihi wa sallam.

    Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta’

    Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

    Wakil: Abdurrazzaq Afifi

    Anggota: Abdullah bin Ghudayyan

    (Fatawa Al-Lajnah, 26/14, Pertanyaan keempat dari fatwa no. 5313)

  45. zulqornain mengatakan:

    Pertanyaan:

    Bolehkah mengucapkan semisal: “Orang ini sombong,” bila memang orang itu sombong?

    Jawab:

    Celaan Anda terhadap seseorang dengan mengatakan bahwa dia sombong, bila Anda jujur maka ini termasuk ghibah yang dilarang. Namun bila Anda berdusta dalam ucapan Anda itu, maka ini termasuk kedustaan dan kebohongan. Ini berdasarkan hadits Abu Hurairah z:

    أَنَّ رَسُولَ اللهِ n قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا الْغِيْبَةُ؟ قَالُوا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ. قِيْلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ؟ قَالَ: إِنْ كَانَ فِيْهَ مَا تَقُولُ فَقَدِ اغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ بَهَتَّهُ

    Bahwasanya Rasulullah n bersabda: “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Para sahabat menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.” Beliau n bersabda lagi: “Engkau menyebutkan tentang saudaramu, sesuatu yang tidak dia sukai.” Ditanyakan kepada beliau n: “Bagaimana pendapatmu bila memang yang aku katakan itu ada pada diri saudaraku?” Beliau n menjawab: “Bila apa yang engkau katakan itu memang ada pada dirinya, maka engkau telah berbuat ghibah terhadapnya. Dan bila apa yang engkau katakan itu tidak ada pada dirinya, berarti engkau telah melakukan kedustaan terhadapnya.”

    Wabillahit taufiq, washallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa alihi wa shahbihi wa sallam.

    Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta’

    Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

    Wakil: Abdurrazzaq Afifi

    Anggota: Abdullah bin Ghudayyan

    (Fatawa Al-Lajnah, 26/16, Fatwa no. 11824)

  46. zulqornain mengatakan:

    Memperingatkan Manusia dari Orang yang Berbuat Fasik terang-terangan

    Pertanyaan:

    Apakah tahdzir (memperingatkan manusia) dari seseorang yang menampakkan perbuatan fasik terang-terangan dan terkenal dengan kefasikannya, termasuk ghibah yang seseorang akan ditanya tentangnya pada hari kiamat?

    Jawab:

    Bila keadaan sebenarnya adalah sebagaimana yang disebutkan, dan tujuan penyebutan keadaannya adalah untuk memperingatkan manusia dari kejelekannya sehingga orang yang tidak tahu tidak terpedaya olehnya, maka hal ini boleh. Adapun bila penyebutannya sekadar untuk duduk ngobrol dan hiburan atau semacamnya, maka tidak boleh.

    Wabillahit taufiq, washallalahu ‘ala nabiyyina Muhammad, wa alihi wa shahbihi wa sallam.

    Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta’

    Ketua: Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

    Wakil: Abdurrazzaq Afifi

    Anggota: Abdullah bin Ghudayyan

    (Fatawa Al-Lajnah, 26/8, Pertanyaan keenam dari fatwa no. 9895)

  47. sari wahyuni mengatakan:

    Saudara dzuqornain@maaf ya,sy bkn ahli dakwah,sy hanya mengikuti komentar diblok ini yg cenderung menjelekkan orang yg sudah wafat,,,,tolong baca tulisan saya dgn jelas.Sy lebih senang mendengarkan dakwahnya ustad Arifin Ilham,mudah sy pahami isinya tanpa menjelekkan orang yg sudah wafat.

  48. abisyakir mengatakan:

    @ Sari Wahyuni…

    Dakwah di TV itu sebenarnya lebih bermakna “entertainment dengan tema religi”. Kalau niat dakwah, jangan TV yang menggurui masyarakat; tapi TV itu harus lebih dulu memperbaiki dirinya. Masak iya, TV “nyeramahin” kita, sementara kehidupan mereka jauh sekali dari hidayah?

    Admin.

  49. abisyakir mengatakan:

    @ Sari Wahyuni…

    Misalnya gini Mbak… saya disalahkan karena “ngomongin Uje”. Itu dianggap kesalahan dan kita bisa istighfar memohon ampunan Allah atas dosa mengganggu kehormatan Uje.

    Tapi bagaimana dengan jutaan kaum Muslimin yang telah “mengkultuskan Uje” di hatinya? Anda mau biarkan saja keadaan seperti itu? Anda mau “angkat tangan” atau “cuci tangan”?

    Ya silakan memilih.

    Admin.

  50. surya mengatakan:

    Penulis jelas sekali sangat dangkal pengetahuan agamnya, silahkan kalau mau diskusi lebih jauh tentang ini tentunya dengan refrensi jangan dengan ego…terima kasih

  51. serna mengatakan:

    Hanya Allah yang tahu benar atau tdknya seseorg… Kl anda demikian bs jd di tanah Mekah sana, akan mngalami tersesat krn kesombongan anda dan menilai buruk org lain… Bahwa ada kyai ÿǟήԍ tdk lancar dlm ibadah, sdgkan org yang biasa sj tp sgt baik pd org diperlancar ketika haji.. Jd baik atau buruknya org hny Allah ÿǟήԍ tau… Jk anda demikian psti sdh dibls ditanah haram al mukaromah… Kl ÿǟήԍ mnghubungkan hal goib mmg tdk baik tp kl syiar lwt entertainment itu ÿǟήԍ tau benar atau tdknya hny Allah…

  52. Polan-z mengatakan:

    yang baik hanya punya Allah n salah adalah milik setiap insan ciptaan’y. jgn mencari2 kesalahan org lain. lihat diri kita sendiri apakah kita sdh benar. setiap ustad yang baik, harus mendoakan keprgian stiap umat muslim yg tlah berpulang bukan mengumbar aib yng belum tentu jelas.

  53. gentong mengatakan:

    kalau admin paham ilmu agama, anda tidak perlu mengupas keburukan orang dengan dalih mengingatkan. Semoga Allah mengampuni dosa kita semua. anda menyebut alm uje dri golongan syiah. anda harus hati-hati atas pernyataan anda!

  54. abisyakir mengatakan:

    @ Gentong…

    Ya nanti saya baca-baca lagi. Kalo berlebihan diperbaiki, insya Allah.

    Admin.

  55. ayu mengatakan:

    semoga anda tahu apa maksud saya .

    asalamualaikkum wb.

    saya umur 10 thn apakah saya bisa mendapatkan berita itu tak bisa , ribuan orang menangis karena uje meninggal .

    saya fans uje ngaji sangat merdu anda boleh berkata seperti tu ust tapi saya mohon maaf ada kesalahan tapi kal kita seperti tu apakahh tidak dosa apa yang ust benar tapi menurut saya ,
    ust tlng bntu tuk menerjemahkanya , .

  56. ayu mengatakan:

    udst saya mohon helaskan karena saya suka gama jika anda menjellaskan saya doakan banyk rezeki amin yarob

  57. ayu mengatakan:

    ust pelit ga jawab sesama manusia seharuusnya menjawab si a nanya si b jawab ust pelit banget.

  58. Si'Ardjoena mengatakan:

    => Ayu

    tunggu aja dek ayu..
    mungkin sang penulisnya lagi ada urusan dulu..
    tunggu aja okey.. maksimal 2 minggu..
    dulu juga aku begitu.. tapi waktu itu aku’mah nunggunya kurang lebih 1 minggu..

  59. ayu mengatakan:

    SI ARDJOENA.

    makasih ka atas pemberitahuanya .

    tapi saya ga tau siapa kakak/ adna .

  60. ayu mengatakan:

    si ardjoena.
    kakak saya itu suka uje dan abidzar tapi saya tidak terima dengan abi syakir kenapa uje itu anugrah yang terindah untuk keluarganya dan saya dan semua manusia.

    kakak saya tidak mengenal anda saya harap jangan membalas ya mohon maaf atas kesalahan karena saya dapat kata seperti itu dari om brimob kakak ipar saya .

    anda di pesantren ya.

    /enggak saya anak kecil tapi saya tak mengenal anda.

  61. ayu mengatakan:

    uje terkenal lucu gaul wangi baik sopan. dulu sebelum narkoba ia itu banda pada akhirnya NARKOBA terus setelah berhenti narkoba main film banyakk uang tapi ia berfoya foya setelah itu berhen ti langsung dakwah tahun 2000 mASIH dienang 2014 saya salu .

  62. ayu mengatakan:

    asalamualaikum wb. abi syakir. saya menanya hal uje boleh ust menerjemakan. syukron.

  63. abisyakir mengatakan:

    @ Ayu…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wa barakaatuh.

    Mbak Ayu mohon maaf, mohon maaf semaaf-maafnya, akhir-akhir ini saya ada kegiatan offline cukup intens, jadi agak kurang mencermati komen2 pembaca. Mohon maaf ya, mohon dimaafkan.

    Iya sebenarnya…kami juga ikut prihatin dan berduka dengan wafatnya Uje. Intinya kami ikut berduka. Tapi ini KEBIASAAN BURUK orang Indonesia, kalau ada orang terkenal (dai gaul) meninggal, mereka heboh dan melakukan hal-hal yang berlebihan. Nah, sebenarnya bukan sosok Uje-nya yang kami masalahkan, tapi KEBIASAAN orang Indonesianya itu lho. Kenapa sih setiap ada “artis” meninggal mereka begitu berlebihan? Seolah mereka itu pahlawan kehidupan, dunia dan Akhirat?

    Mestinya, kalau ada ustadz/alim/ulama yang rendah hati, banyak berjuang, banyak berkorban, tidak mencari muka, tidak banyak gaya; tapi jelas sumbangannya bagi Umat; mestinya yang begitu yang menjadi teladan, jangan yang semodel “artis”. Karena popularitas itu kan dibuat-buat oleh media TV. Apa yang dibuat baik oleh TV, menurut masyarakat baik; apa yang dibilang buruk oleh TV, dianggap buruk. Itu kan sama dengan = menjadikan TV sebagai PEDOMAN HIDUP. Ini sangat berbahaya.

    Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat wajah dan tubuh kalian, tapi melihat hati-hati kalian.” Jangan selalu terkecoh dengan penampilan zhahir, tapi utamakan akhlak, tindakan, dan kontribusi bagi kejayaan Ummat. Terimakasih.

    Admin.

  64. abisyakir mengatakan:

    @ Ayu…

    Mbak Ayu mohon maaf ya. Sebagian pertanyaan sudah kami jawab. Mohon maaf kelamaan jawabnya.

    Admin.

  65. abisyakir mengatakan:

    @ Ayu…

    Berikut kami terjemahkan beberapa kalimat ya…

    Nas’alullah al ‘afiyah (kami mohon keselamatan kepada Allah).
    Bismika Allahumma ahya wa amut (dengan Nama-Mu ya Allah aku hidup dan aku mati). ==> Kata-kata ini seolah menjadi tanda bahwa Uje akan “tidur” karena ia doa sebelum tidur. Ternyata kemudian dia benar-benar “tidur panjang” alias wafat.
    Dakwah ilallah (dakwah menuju kepada Allah).
    Tadzkirah (peringatan).
    Wallahu a’lam bisshawaab (dan Allah yang lebih tahu perkara yang paling benar).

    Semoga bermanfaat ya.

    Admin.

  66. abisyakir mengatakan:

    @ Ayu…

    Sudah Mbak Ayu, Cah Ayu, Dik Ayu, Bu Ayu, Tante Ayu…. Sampun Jeng… sampun. Silakan dilihat. Terimakasih.

    Admin.

  67. ayu mengatakan:

    maaf perkataan saya ustad .

  68. Pembaca mengatakan:

    @dari hamba allah ….”
    @teruntuk admin yg trhormat…”

    assalamu’alaikum wr.wb

    tolong dibaca lagi kata2 antum diatas…”

    ……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

    Kalau soal Uje…kan di awal tulisan itu sudah dikatakan sebab-sebabnya, yaitu sikap berlebihan masyarakat dalam mengagung-agungkan Uje, padahal dia hanya seorang dai artis.
    ……………………………………………………………………………………………………………..
    Ya kata-kata begitu untuk ulama seperti Ustadz Abu Bakar dan semisalnya. Porsinya kesana. Kalau Uje apa seperti beliau? Kalau Uje ini kan seperti “dai hiburan”, tidak tampak komitmennya dalam membela dan memperjuangan Syariat Islam. Ya jangan disamakan lah…
    Kami hanya mengingatkan kaum Muslimin, jangan bersikap berlebihan kepada sosok panutan yang tidak jelas.
    ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    Bagaimana pun juga Uje bukanlah seorang ulama yang menjadi panutan dalam ilmu, pemahaman, nasehat, serta perjuangan Islam
    ……………………………………………………………………………………………………………….
    Pokoknya dai seperti Uje itu bukan panutan yang mesti kita cintai dan perlakukan seperti ulama
    …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….itu sabagian kata2 antum diatas……….

    perlu antum ketahui khususnya admin…”
    sikap antum itu sudah tidak baik,,,”
    jadi jgn mngkritik org yg sudah mmenuhi panggilan allah…”
    sikap antum itu seakan2 mnggambarkan bahwa antum itu meremehkan hamba allah…”

    ………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
    Bersikaplah rendah hati betapapun tinggi kedudukan kita..

    Dan jangan bersikap sombong..

    Karena sepintar apapun orang bisa gagal..

    Dan sehebat apapun kemampuan bisa jatuh juga..

    Kesombongan bukanlah terletak pada orang yang senang keindahan. Akan tetapi kesombongan adalah menentang agama Allah dan merendahkan hamba-hamba Allah.

    Demikianlah yang dijelaskan oleh Rasulullah tatkala beliau ditanya oleh Abdullah bin Umar. Apakah sombong itu bila seseorang memiliki perhiasan yang dikenakannya? Beliau menjawab “tidak”.

    Apakah bila seseorang memiliki sandal dan talinya yang bagus?”tidak”. Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan(kendaraan) yang dikendarainya?”tidak”

    .Apakah bila seseorang memiliki teman yang biasa duduk bersamanya?”tidak”. Wahai Rasulullah,lalu apakah kesombongan itu? Kemudian beliau menjawab “meremehkan kebenaran dan meremehkan manusia”( HR. Ahmad ).

    Di sisi lain orang yang menyombongkan diri lupa akan kelemahannya sehingga sulit untuk lebih berkembang karena bisanya mereka kurang peduli terhadap masukan dari orang lain.

    Sifat sombong dapat dihilangkan dengan cara terus mendekatkan diri kepada Allah sehingga timbul kesadaran bahwa ada Allah yang Maha Kuasa di atas segalanya,

    kita hanya sebatas hamba yang terus berusaha menjadi baik atas bimbingan-Nya..

    salam ukhuwah islamiah…..”

    wassalmu’alaikum wr.wb

  69. Arin mengatakan:

    Sangat disayangkan sekali jika jaman sekarang ustad dijadikan sbg profesi yg bisa membuatnya mendapatkan 2 keuntungan : mendapat uang dan fasilitas berlipah, menjadi terkenal (selebriti). Saya bahkan menjadi tidak respek saat infotaintment gosip membahas kehidupan dua ustad artis. Dari situ saja sbenarnya orang non Islam sudah bisa menilai, dan dikhawatirkan malah menambah imaje buruk agama Islam. Astaghfirullah.

    Untuk itulah, saya lebih suka membaca terjemahan Al Qur’an dan Hadits, atau membaca buku2 yg membahas tentang kisah2 teladan dari Rasulullah dan Nabi terdahulu. Saya lebih bisa menggunakan otak saya untuk merenung dan berpikir. Lebih bisa menghayati. Daripada mendengarkan acara dai artis seperi sekarang. Semoga Allah selalu menunjuki saya dan umat Islam lainnya ke dalam jalan-Nya yang lurus dan diridhoi oleh-Nya. Amin.

  70. abisyakir mengatakan:

    @ Pembaca…

    perlu antum ketahui khususnya admin…” sikap antum itu sudah tidak baik,,,” jadi jgn mngkritik org yg sudah mmenuhi panggilan allah…”
    sikap antum itu seakan2 mnggambarkan bahwa antum itu meremehkan hamba allah…”

    Respon: Harusnya tidak muncul reaksi seperti dalam kalimat-kalimat di atas, kalau masyarakat dan media tidak mengagung-agungkan sosok Uje. Gak boleh mengagung-agungkan manusia. Apalagi semacam dai selebritis yang sering kesana kemari membawa motor gede dengan kawan-kawannya. Dai yang benar itu menunjukkan sifat tawadhu dan sederhana, bukan “berjalan di muka bumi dengan sombong”.

    Orang saleh yang benar-benar saleh saja, tak boleh diagung-agungkan melebihi kepantasan, karena yang berhak diagungkan HANYA Allah Ta’ala. Apalagi sosok dai selebritis yang kiprahnya lebih banyak di media-media sekuler (TV-TV swasta).

    Bersikaplah rendah hati betapapun tinggi kedudukan kita..Dan jangan bersikap sombong.. Karena sepintar apapun orang bisa gagal.. Dan sehebat apapun kemampuan bisa jatuh juga.. Kesombongan bukanlah terletak pada orang yang senang keindahan. Akan tetapi kesombongan adalah menentang agama Allah dan merendahkan hamba-hamba Allah. Demikianlah yang dijelaskan oleh Rasulullah tatkala beliau ditanya oleh Abdullah bin Umar. Apakah sombong itu bila seseorang memiliki perhiasan yang dikenakannya? Beliau menjawab “tidak”. Apakah bila seseorang memiliki sandal dan talinya yang bagus?”tidak”. Apakah bila seseorang memiliki binatang tunggangan(kendaraan) yang dikendarainya?”tidak”. Apakah bila seseorang memiliki teman yang biasa duduk bersamanya?”tidak”. Wahai Rasulullah,lalu apakah kesombongan itu? Kemudian beliau menjawab “meremehkan kebenaran dan meremehkan manusia”( HR. Ahmad ).

    Respon: Sungguh, tujuan kami bukan untuk SOMBONG atau MENYOMBONGKAN DIRI. Bukan kesana. Tujuan kami hanyalah MENGINGATKAN MASYARAKAT agar tidak berlebihan menyikapi kematian seseorang, sampai dikait-kaitkan dengan isu keghaiban dan sebagainya. Itu nanti akan mengarah kepada “kultus individu”. Itu tidak benar. Cara-cara demikian bisa menyesatkan jalannya manusia. Jadi sekali lagi, jangan dipahami ini kesombongan. Bukan. Ini mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan “kultus individu”. Sama seperti ketika Gusdus meninggal. Masyarakat lagi-lagi juga melakukan kultus individu.

    Di sisi lain orang yang menyombongkan diri lupa akan kelemahannya sehingga sulit untuk lebih berkembang karena bisanya mereka kurang peduli terhadap masukan dari orang lain. Sifat sombong dapat dihilangkan dengan cara terus mendekatkan diri kepada Allah sehingga timbul kesadaran bahwa ada Allah yang Maha Kuasa di atas segalanya, kita hanya sebatas hamba yang terus berusaha menjadi baik atas bimbingan-Nya.. salam ukhuwah islamiah…..” wassalmu’alaikum wr.wb.

    Respon: Wa’alaikumsalam wr wb. Ya itu terserah Anda mau menuduh seperti apapun. Pokoknya sudah kami jelaskan alasan mengapa ditulis tulisan bernada koreksi ini. Andai tak ditulis, lalu tak ada yang mengingatkan, nanti kita semua menanggung dosanya, karena ada kesalahan kok tidak diingatkan. Mohon maafkan bila ada kata-kata/kalimat tak brkenan di hati. Salam ukhuwah.

    Admin.

  71. abisyakir mengatakan:

    @ Arin…

    Ya dai TV sebenarnya masuk kategori “dai industri”. Tidak murni dakwah lagi. Banyak unsur “industri” di dalamnya. Sama-sama prihatin.

    Admin.

  72. ayu mengatakan:

    ustd sayaa akan menanyakan 1 pertanyaan tolong di jawab yah

    akhir – akhir ni ada banyak orang meninggal contohnya ustad uje setelah meninggalnya ustad uje atau namnaya jefri al – bukchori banyak yang meninggal ayah temen saya setellah itu strusnya sehabis itu 2 ibu – ibu sehabis itu .

    hj jojon temen ayah saya meninggal maksudnya temen saya ayahnya meninggal bsk temen saya lagi ayhnya meninggal saya sempat sedi ustad saya bilang wahai allah apakah enggkau sedang marh dengan manusia – manusia dan alam lingkungan ya . allah sya sambil meneteskan air mata cuma disekollah dan ada tetesan air mata sampai di bawah mata terus saya nanya apakah ini tanda nya kiamat maaf ustad .

    suatu pertanda ini kah bisa kita alami sya ingin tau dan tolong jjawab soaal pertanda – pertanda itu waasalamua alikum syukron .

  73. ayu mengatakan:

    saya tau kalo di uje banyak yang mengenal nya apakaah dia itu bisa masuk surga saya yyakin a tapi cara dia berdakwah sangat sulit bagaimana kah usstada kalo kita bissa kaya uje .

  74. abisyakir mengatakan:

    @ Ayu…

    Ya Dik/Mbak… salah satu tanda dekatnya Hari Kiamat ialah banyaknya harj (pembunuhan), juga banyaknya manusia meninggal mendadak. Tidak ada latar belakang apa-apa, tiba-tiba meninggal.

    Ya secara umum zaman kita ini dekat dengan Hari Kiamat. Itu sudah pasti. Tapi yakinlah, kita tak akan mendapati momen HARI KIAMAT tersebut. Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum muncul Imam Mahdi, muncul dajjal laknatullah ‘alaih, turun Isa bin Maryam AS, muncul Ya’juj dan Ma’juj, dan seterusnya. Sedangkan saat ini TANDA-TANDA besar itu belum muncul. Jadi jangan terlalu risau…

    Waspada dengan datangnya Kiamat, boleh dan harus. Tapi jangan sampai depressi/stress. Karena memang zaman kita ini masih jauh dari momen Kiamat. Ya itu tadi karena tanda-tanda besarnya belum muncul. Imam Mahdi pun belum muncul. Terimakasih.

    Admin.

  75. abisyakir mengatakan:

    @ Ayu…

    Untuk berdakwah seperti Uje… itu tidak alamiah. Penjelasannya kira-kira begini:

    = Uje jadi terkenal karena dekat dengan dunia media/selebritis. Sebelum jadi dai, dia sudah dekat dunia media.
    = Uje tahu bagaimana selera dunia media. Uje tidak mau bersikap keras, tegas, atau terang-terangan membantah kemunkaran/kekufuran/penindasan, karena dia paham media-media massa tidak suka dakwah yang begitu. Media massa maunya dakwah “yang enak-enak saja”, gaul, santai, banyak humor.
    = Uje pun membangun kemampuan dakwah, retorika, cara komunikasi, bahkan penampilan. Itu diatur sedemikian rupa.
    = Agar terus terkenal di mata publik, Uje selalu dekat dengan media. Kalau bukan dia yang terus berhubungan dengan media, dia memakai jasa asisten/manajemen untuk mendekati media. Ini dilakukan intensif agar Uje selalu punya saluran/koneksi ke media.

    Cara-cara begini sangat sulit dilakukan oleh dai-dai sejati, muballigh alam, pejuang di jalan Allah… karena mereka susah basa-basi, susah membangun image manis, susah dekat dengan media-media yang banyak meracuni kehidupan masyarakat.

    Jujur, jalan hidupnya berbeda. Maka cara dan metodenya juga berbeda. Bagi kita-kita, ya memakai cara seperti ini cukup lumayan. Meskipun dengan sekian banyak kelemahan.

    “Ya biarlah Umat Islam memahami sendiri apa yang mesti dilakukan. Kalau kita menawarkan diri atau meminta-minta agar mereka dukung, menurutku, itu tidak baik. Dakwah Islam terhormat, tidak mesti meminta-minta dukungan kepada manusia. Biar mereka sadar sendiri.”

    Admin.

  76. ayu mengatakan:

    OH GITU SYUKRON .

    USTAD.

  77. ayu mengatakan:

    OOOH JADI KITA JUGA GK TAU KAPAN, TAPI BISA DIBILANG MAU, BISA DIBILANG MASIH LAMA BEGITU BUKAN……………

    TAPI SEBENERNYA JIKA KITA SUKA SAMA ANAK SEORANG USTAD ITU APAKAH BISA MISALNNYA OOOOH…

    TERUS CARA MAU, JADI USTADZAH GIMANA…

  78. abisyakir mengatakan:

    @ Ayu…

    Kalau mau jadi seorang ustadzah, caranya kira-kira begini:

    [a]. Jaga shalat lima waktu, jaga puasa Ramadhan, jaga zakat fitrah. Boleh ditambah shalat sunnah, puasa sunnah, sedekah semampunya.

    [b]. Biasakan baca AL QUR’AN DAN TERJEMAHNYA. Setiap hari baca, baca, baca terus, secara konsisten. lima, sepuluh ayat per hari tidak masalah.

    [c]. Beli buku judulnya “FIQH ISLAM” karya H. Sulaiman Rasyid. Baca pelan-pelan, sedikit-sedikit, sampai tamat. Setelah itu baca lagi, ulang lagi.

    [d]. Kalau ada pertanyaan2 tentang agama, tanyakan kepada ustadz, kyai, guru, para pembimbing Islam.

    [e]. Jangan lupa sering-sering ikut kajian Islam, ikut ceramah, dengarkan taushiyah agama, dll.

    [f]. Berdoalah selalu: Rabbi inni as’aluka ‘ilman nafi’an (wahai Rabb-ku, aku meminta ilmu yang bermanfaat kepada-Mu).

    [g]. Selalu meminta doa baik kepada orangtua dan memohon keridhaan hatinya.

    Insya Allah kalau jalan ini ditempuh, bisa menjadi ustadzah. Amin ya Rahiim.

    Admin.

  79. ayu mengatakan:

    ooh makasi

  80. Fulan2 mengatakan:

    abu syakir, kowe ki sopo ??
    kok ngelek-elek poro wali ALLAH
    opo awakmu wes bener ??
    ojo sok ngroso pinter lan sok bener
    neng pinter’o ngroso,
    kebenaran hanya milikNYA

  81. abisyakir mengatakan:

    @ Fulan2…

    Kami ya kami. Anda bisa baca “tentang kami” di blog ini.
    Siapa menjelek-jelekkan wali Allah? Siapa itu wali Allah yang kamu maksud?
    Kami banyak salah, namanya juga manusia. Tapi kami perlu mengingatkan Umat agar tidak tersebar kesalahan sebanyak-banyaknya.
    Kami mau ingatkan Umat. Kalau tak ada yang ingatkan malah bahaya.
    Memang kebenaran adalah milik Allah. Untuk tahu kebenaran yang kita pelajari Syariat-Nya. Nah, giliran kita mulai laksanakan amanat Syariat-Nya, malah orang…koyo awakmu ngomonge aneh-aneh. Jarene cinta wali Allah, tapi gak seneng upaya menegakkan agama Allah. Aneh… awakmu ngomong wae.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 131 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: