Sarapan Praktis…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ini saya mau cerita sebuah pengalaman pribadi. Suatu malam, di kawasan Pasar Rebo, saya merasa lapar sekali. Sejak siang belum makan lagi. Saat itu bingung, mau makan dimana? Kebetulan waktu itu sedang diburu waktu.

Sejenak saya berpikir tentang menu “makan praktis” dengan buah. Saya tahu, di sekitar Pasar Rebo banyak yang menjual buah potong.

Alhamdulillah: Menghargai Nikmat Allah

Alhamdulillah: Menghargai Nikmat Allah

Malam itu pun saya membeli pepaya untuk ganti “makan malam”. Sepotong pepaya cukup besar. Mungkin beratnya 1/4 kg. Pepaya itu saja saya makan, sambil jongkok, karena tidak ada kursi di sekitar. Alhamdulillah, dengan makan sepotong pepaya ini kebutuhan makan terpenuhi sudah. Alhamdulillah atas segala nikmat Allah Ta’ala.

Kalau dipikir-pikir, dalam pepaya itu ada serat (jelas ya), ada gula, ada air, ada vitamin, dan sebagainya. Hanya tentu saja, tidak ada (kurang) kadar proteinnya. Tetapi untuk kebutuhan “makan praktis” ini sangat memadai.

Kalau tak percaya, cobalah Anda tunggu sampai lapar dulu, lalu makanlah pepaya dalam ukuran agak banyak (minimal 250 gr). Buktikan sendiri ya…

Tidak jauh dari pengalaman ini, saya dapat SMS dari anak saya. Dia mempromosikan keunggulan-keunggulan pepaya. Saya hanya tersenyum saja, karena merasa “baru ngalami” sebuah pengalaman darurat.

Katanya pepaya itu bermanfaat, antara lain:

== Kadar Vitamin D pepaya 48 kali lebih banyak daripada apel.

== Mencegah penuaan dini.

== Untuk perawatan kecantikan, dengan masker pepaya.

== Bisa menghilangkan jerawat.

== Membuat kulit lebih cerah dan bersinar (segitunya).

== Kadar kolesterol rendah, bagus untuk melangsingkan tubuh. Pepaya muda lebih bagus karena enzimnya 2 kali lebih banyak dari pepaya mateng.

Dalam SMS itu ada isi pesan demikian:

“Ternyata manfaat buah pepaya itu banyak sekali, dari mulai daunnya sama buahnya. Nanti kita tanam pepaya ya di rumah. Buah pepaya pas untuk kecantikan kulit dari dalam maupun luar. Jadi gak usah banyak-banyak beli kosmetik yang mahal, tinggal pakai masker pepaya aja. …Jadi nanti-nanti Abi bawain oleh-olehnya pepaya aja. Ayoo kita sehat dengan pepayaaa. Ha ha ha…”

Sayang nih, pesan SMS sudah bagus, tapi diakhiri dengan ha ha ha… Jadi kesannya kagak serius… padahal itu bener lho (insya Allah). 🙂

Oke, nanti kalau Anda ketemu kondisi darurat, entah mau sarapan, makan siang, atau makan malam… santap buah pepaya bisa jadi pilihan.

Saran saya, pilih pepaya yang 70 % matang. Tidak matang amat, tidak mentah amat. Kira-kira teksturnya keras di tangan kita (atau keras saat diiris), tapi lunak saat dikunyah. Ini tipe pepaya ideal yang kita suka. He he he. (Jadi ikut-ikutan gak serius).

Terimakasih, semoga bermanfaat ya. Amin Allahumma amin.

Mine.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: