Munarman Vs Thamrin Tamagola

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Publik Nusantara kembali geger. Kali ini isunya tentang Saudara Munarman, Jubir FPI, menyiramkan air ke muka Thamrin Tamagola, saat diskusi tentang sweeping menjelang Ramadhan, di TVOne.

Dalam kasus begini, biasanya publik akan terbelah menjadi barisan PRO dan KONTRA. Pihak pro merasa sangat senang, bahagia, dan mendukung aksi Munarman. Pihak kontra segera mengecam, menyalahkan, menyesalkan, menyayangkan, atau menuduh dengan serentetan tuduhan terhadap sosok Munarman (pelaku penyiraman).

Orang Begini Disebut Sosiolog? Kok Bisa.

Orang Begini Disebut Sosiolog? Kok Bisa.

Oh ya, sebelum kesana. Kita sedikit bicara tentang Thamrin Tamagola. Orang ini sudah terlibat dalam isu nasional, sejak era Konflik Ambon, tahun 1999 lalu. Ada yang menyebutnya pro Islam, ada juga yang menyebutnya mengecilkan konflik SARA di Ambon. Intinya, nama dia mulai dikenal sejak itu, tapi positioning-nya belum jelas.

Di kemudian hari Thamrin banyak berkomentar yang menyudutkan para aktivis Islam, khususnya FPI. Saya masih ingat ketika mencuat kasus video porno Ariel Peterpan. Di situ Si Thamrin ini mengklaim bahwa video semacam itu tak masalah. Dia mengaku, sewaktu mahasiswa juga sering nonton video begituan. Itu dia katakan, sambil tertawa-tawa.

Jujur saja, saya merasa tidak nyaman membaca status Thamrin Tamagola sebagai seorang SOSIOLOG, apalagi guru besar Sosiologi UI. Rasanya aneh, sangat aneh, ada Sosiolog tingkah lakunya seperti itu. Namanya juga Sosiolog, mestinya sangat paham Sosiologi masyarakat. Paham suasana kebatinan masyarakat, karakter, dan kebiasaannya. Paham budaya masyarakat, paham watak dan pembawaan mereka.

Tapi sungguh aneh “Si Sosiolog” satu ini. Kalau ngomong asal nyablak, main ketawa-ketiwi gak karuan,  tak segan-segan menyakiti hati komunitas masyarakat. Salah satunya, dia dengan seenaknya menyebut masyarakat adat Dayak biasa melakukan hubungan seks bebas. Bahkan saat dia membela video Ariel Peterpan dan ngaku saat mahasiswa suka nonton film BF; aku pikir orang ini lebih tepat disebut SEKSOLOG, bukan Sosiolog.

Menurutku, sosok Sosiolog yang tepat, proporsional, atau setidaknya lebih bijak itu seperti Imam B. Prasodjo itu lho. Dia layak disebut Sosiolog. Cara bicaranya kalem, analisisnya kena, perspektifnya juga ada. Bukan kayak semodel Si Thamrin Seksolog, eh maaf maksudnya Sosiolog itu.

Malu malulah UI punya pakar seperti dia. Dia itu sama sekali tak mewakili gambaran Sosiolog teoritik, apalagi praktik. Mestinya, Si Thamrin ini dilengserkan gelarnya, karena tidak sesuai antara ilmu dan kelakuannya.

Oh ya…kok jadi kemana-mana ya. Maaf, maaf. Kembali ke monitor…. Balik ke topik semula.

Saat Munarman menyiram air ke muka Thamrin Tamagola, untungnya itu air putih. Kalau kopi atau teh, atau cappucino bagaimana? Tentu akan lebih parah lagi.

Mungkin saat diskusi sedang berlangsung, Munarman merasa mencium bau yang kurang sedap. Bisa jadi hidung Munarman sangat peka mencium keringat orang yang belum mandi. Mungkin lho ya. Lalu dia ada ide “memandikan” seseorang secara instan. Bisa jadi ketika itu ada kata-kata “mandi dulu ya”, tapi mungkin -karena ada konspirasi- jadi kata-kata itu tak terdengar di media. Mungkin lho ya… 🙂

Kalau melihat kondisi Thamrin Tamagola itu, kita jadi teringat kejadian lebih besar, ketika George Bush dilempar sepatu oleh seorang wartawan, di Irak. Publik dunia menyayangkan kejadian itu, tapi lebih banyak yang mendukung dan bersyukur. Kenapa? Ya karena sosok George Bush sangat-sangat memuakkan dunia. Dia pantas dihinakan seperti itu.

Tapi disini saya tak mau terjebak dalam sikap PRO atau KONTRA. Saya hanya ingin mengingatkan sesuatu. Sikap Munarman yang nekad menyiram air itu bisa menjadi semacam warning, bahwa masyarakat mulai muak dengan cara-cara formalitas, yang kelihatan sopan-santun, penuh etika; padahal sejatinya busuk, penuh kemunafikan, penuh kebobrokan. Nah, ekspresi spontan, terang-terangan, atau katakanlah main fisik, seperti menjadi antitessa dari segala bentuk wajah kemunafikan selama ini.

Hal ini menjadi warning bagi kita semua. Lihatlah kasus-kasus kekerasan di Tanah Air! Betapa masyarakat mulai tidak puas dengan cara-cara lunak, sopan-santun, formalitas, penuh etika. Mereka mulai ekspresikan sikapnya secara spontan, terbuka, terang-terangan, tanpa segan.

Maka bagi para pemimpin, elit politik, pesohor media, dan seterusnya, mereka harus hati-hati. Tindakan spontan dan fisik, bisa terjadi kapan saja. Bisa-bisa sepatu melayang, kursi melayang, atau cara lain semodel “hayo mandi dulu”.

Hati-hatilah! Ini sekedar mengingatkan! Terimakasih!

Mine.

Iklan

12 Responses to Munarman Vs Thamrin Tamagola

  1. juhaiman berkata:

    Ini pelajaran buat aktivis islam …. agar lebih cerdas dalam berdebat .
    Bukankah nabi sudah banyak memberikan contoh …munarman seharusnya sadar…bahwa da sudah menjadi fublik figur aktifis islam.
    Sebenarnya materi perdebatan bisa dimenangkan dengan mudah ..kalau munarman tidak terlalu bernafsu.
    Trik PICISAN Thamrin … hanya bertujuan untuk menang dalam debat dengan menggunakan segala cara …termasuk PROVOKASI ……sebagai umpan
    Kelihatannya semua sudah diposisikan oleh TV Oon …dengan provokasi awal dari host terhadap munarman .
    Dari acara tersebut terlihat 3 lawan 1 …jadilah MUNARMAN mudeng ……………..

  2. juhaiman berkata:

    Kenapa si Thamrin tidak menuntut Munarman ……..bisa saja toh dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan ???

    Disitulah kelihaian si Prof tersebut …. dia cuma mencari simpati publik dan menunjukan ” kebodohan ” munarman.

    Mengenai munarman …bukankah dia berlatar belakang “advokat”… minimal dia sudah tahu trik trik dalam perdebatan ???

  3. Hendry berkata:

    Apakah anda pembina spiritual?
    Orang yang bijaksana adalah orang yang hemat dalam berperilaku. Tetapi orang bodoh membiarkan amarahnya meledak. Bukankah sebagai manusia harus selalu rendah hati. Bagaimana menurut anda?

  4. Hendry berkata:

    Ketika terjadi kekerasan oleh FPI. Alasan yang lazim mereka katakan “terpancing, ada yang memprovokasi”
    Kalau memang muslim yang beriman, mengapa harus terpancing, terprovokasi. Bukankah islam adalah agama yang damai?
    Apakah tidak sebaiknya FPI diam dan membiarkan Allah SWT menghukum orang yang dianggap kafir dengan tanganNya dan caraNya sendiri.
    Allah SWT tidak perlu memakai perpanjangan tangan manusia untuk menghukum umatnya kan?
    Hai munarman..
    Kalo anda berbuat jahat kepada orang yang berbuat jahat kepada anda, apa bedanya anda dengan orang yang menjahati anda. Bukankah anda sama jahatnya, demikian dimana iman muslim anda.

  5. Jundullah berkata:

    “. Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (Q.S AT taubah 14)

  6. Dedie K berkata:

    Teringat aja ane pepatah “Belakang parang sekalipun kalau diasah tajam juga”,,,, ane dukung Pa Munarman,,, Coz ndak sebanding ciprakan air itu dngan “Colotehnya” pa tamrin… tetap semangat Pa’ Munarman… Kami Mendukungmu….

  7. Hang Jebat berkata:

    Adakala Manusia Bersifat Kejam Di Sebalik Membentuk Kebenaran

  8. Polan berkata:

    Terlalu sering Thamrin melecehkan Islam termasuk para Ustad dan Habib….coba search komentar dan statementnya via google…..

  9. Manhuwa berkata:

    tv oon seneng
    pendukung fpi seneng
    keluarga thamrin sedih
    ah saya mah ga ngerti, yang ada lucu aja anak bangsa ini

  10. abu fathir berkata:

    emang s thamrin ini ane perhatikan bukan sosok sosiolog……dia ahli d bidang adu domba anak bangsa, jauh dari sifat seorang guru besar, bagaimana UI …..? tolong d jelaskan kpd masyarakat …..apakah layak sosok thamrin bercokol d kampus …yg banyak melahirkan tokoh…

    ?

  11. abu fathir berkata:

    sexsiolog thamrin berulah kembali ….setelah beberapa waktu lalu coment sampah nya….dengan menghina kami sbagai warga dayak…mersa tersinggung ,orang seperi ini ga boleh lg muncul depan publik….kami warga dayak minta kpd TV one untuk tidak mengundang lg begundal thamrin tamagola….dayak

  12. munarmati berkata:

    munarman hrusnya 1 lawan 1 ma preman pasar biar mereka bisa tobat ngk jadi preman….. berani ngk ya?? omdo..!!!!! kejahatan dibales dgn kejahatan,. kapan selesainya.. maksiat dan minuman keras termasuk kejahatan dilawan dgn kejahatan.. berarti fpi itu jahat…. hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: