Kaum Muslimin… Tolonglah Presiden Mursi !!!

Innalillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Tanggal 3 Juli 2013, Presiden Mursi, pemimpin Mesir dikudeta oleh militer, di bawah pimpinan Jendral Abdul Fattah As Sissi. Masya Allah, ini adalah musibah dan bencana yang sangat menyedihkan.

Presiden Mursi baru berupaya memperbaiki kehidupan Mesir dengan langkah-langkahnya. Tetapi belum juga lama beliau memimpin, sebuah GELOMBANG REKAYASA POLITIK mendera dengan sangat kencangnya. Gelombang ini memanfaatkan beberapa lini: media massa, gerakan demo mahasiswa + aktivis, tekanan militer, tekanan internasional, tekanan ekonomi riil.

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Bantu Presiden Mursi untuk Terus Bertahan! Bertahan Syaikh! Jangan Mundur!

Cara yang sama pernah digunakan ketika tahun 1998, gerakan rekayasa itu meruntuhkan pemerintahan Soeharto di Indonesia; juga setahun kemudian sekitar bulan Oktober 1999, ia meruntuhkan pemerintahan Habibie. Gerakannya sama, direkayasa dari bebagai lini. Hanya sayangnya: Umat Islam gampang terlupa hal-hal begini.

Seorang penulis Barat, pernah menulis The Economic Hit Man (tukang pukul ekonomi). Dia menceritakan pengalamannya menghajar rezim-rezim yang tidak disukai, dengan tekanan-tekanan ekonomi. Hal ini juga diakui oleh Prof. Steve Henke, mantan penasehat ekonomi CBS yang pernah diundang Soeharto ke Indonesia.

Rakyat Muslim, termasuk di Mesir, banyak yang lupa dengan kenyataan-kenyataan ini. Maka itu Saudaraku, perbaikilah ilmu, wawasan, dan kesadaranmu! Jangan melulu ikut arus media terus. Media bisa menipu, tapi kesadaran diri jauh lebih kuat.

Dalam masa demikian, marilah kita membantu Presiden Mursi, dengan segala kekuatan yang kita mampu. Caranya…

= Akuilah, bahwa beliau masih Presiden Mesir yang sah!

= Bangunlah opini, bahwa beliau adalah presiden yang sah, sedangkan kudeta militer itu tidak sah!

= Lakukan penolakan secara politik terhadap siapa saja yang buru-buru mengakui kepemimpinan pemimpin kudeta militer; dengan asumsi, sikap keterburuan dia itu menunjukkan, bahwa dia sangat ingin agar Mursi segera tumbang, sehingga tidak akan membahayakan kursi kerajaannya.

(Sebuah Dinasti di Arab yang sekian lama banyak didoakan Umat dan dibantu dengan segala daya, kok malah suka melihat saudaranya teraniaya? Aneh. Inilah tanda-tanda kekuasaan politik Dinasti itu semakin senja).

= Kalau mampu menolong secara dana, fasilitas, perlindungan, logistik, tenaga, pikiran, dan apapun, silakan saja. Dukungan itu tak sia-sia di sisi Allah Azza Wa Jalla.

= Doakan Presiden Mursi dan saudara-saudara Ikhwanul Muslimin, agar mereka mendapatkan selamat. ‘afiyat, dan dijauhkan dari bala, bencana, dan kezhaliman. Amin Allahumma amin.

Kita tak usah memandang Presiden Mursi dari Ikhwanul Muslimin atau tidak; toh, mereka adalah saudara kita juga; sama-sama berjuang ingin menegakkan Islam, sesuai kemampuan dan caranya. Mereka itu saudara kita, sama-sama Ahlus Sunnah. Mari menolongnya sekuat kemampuan.

Imam Abdul Aziz bin Baz rahimahullah sejak lama selalu empati kepada perjuangan tokoh-tokoh Al Ikhwan. Beliau pernah memfatwakan agar kaum Muslimin menolong Ikhwanul Muslimin yang dibantai Hafezh Assad di Suriah.

Satu hal yang membuatku sangat terkesan dari sosok Presiden Mursi. Tentu, selain beliau Hafal Al Qur’an. Saat dalam pertemuan internasional di Teheran Iran, beliau membuka pidatonya dengan memuji para Shahabat Nabi Shallallah ‘Alaihi Wassallam. Ini adalah bentuk ejekan bagi Syiah Rafidhah yang hidupnya selalu memakan bangkai dan minum nanah (karena terus-menerus mencaci maki Shahabat dan menista mereka).

Mungkin pertanyaannya, mengapa Presiden Mursi digulingkan?

Kami yakin Anda punya banyak analisis soal itu. Tapi menurut kami, atau setahu kami, masalahnya tidak seperti yang tersebar di media-media. Singkat kata, Presiden Mursi ingin memperbaiki ekonomi Mesir yang morat-marit. Karena kesulitan soal modal, dengan terpaksa beliau ingin meminjam uang ke IMF. Nilainya kalau tak salah sekitar US$ 4,5 miliar. Maka IMF pun memberikan syarat-syarat seperti konsep Letter Of Intends yang dulu pernah ditandatangani Michael Camdesus dan Soeharto itu. Tetapi butir-butir kesepakatan dengan tim IMF itu ditolak oleh penasehat-penasehat ekonomi Presiden Mursi. Akibatnya IMF marah besar.

Ya setelah IMF marah, kita tahu akibatnya. Presiden Mursi dan Kabinetnya dianggap sebagai “bocal nakal lu ya”. Begitulah, akhirnya Presiden yang sebenarnya ideal bagi bangsa Mesir itu digusur. Karena sebuah prinsip, dia dijatuhkan. Masya Allah laa haula wa laa quwwata illa billah.

Maka marilah kita membantu Presiden Mursi dengan doa…

Allahummanshur li akhina Muhammad Mursi, farzuqhu nashran mubinan wa makhrajan min kulli musykilati wal fitnah. Wa anzhir wa ihzim kullu man fasada amrahu wa jarama mulkahu wa man ‘aanahum. Innaka antas sami’ud du’a ya Dzal Jalali wal Ikram. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi wa sallam. Amin Allahumma amin.

Mine.

Iklan

14 Responses to Kaum Muslimin… Tolonglah Presiden Mursi !!!

  1. Fulan2 berkata:

    Ana ikut mengamini do’a yang ustadz lafalkan, Allaahumma Amiin YA Samii’uddu’aa…… Amiiin

  2. silver price berkata:

    Presiden Muhammad Mursi sama sekali tidak mengatakan seperti yang dituduhkan. Beliau memang mengatakan: Kalaam Faarigh (omong kosong/ gosip/ konyol). Tapi tidak seperti yang dituduhkan oleh syabab HTI. Bagi kawan-kawan alumni Mesir, bahasa Arab yang digunakan di vidio tersebut adalah bahasa ‘amiyah (keseharian).

  3. Fulan1 berkata:

    Alhamdulillah saudaraku Mursy, engkau dibebaskan dari tanggung jawab pada hari dimana manusia ingin menebus dirinya dengan dunia seisinya…bagi kita mari kita lanjutkan dakwah Islam,perbaiki amal kita sehingga kita layak untuk ditolong Allah.

  4. Abu Fawwaz berkata:

    Do’a kaum muslimin senantiasa mengalir untuk beliau

  5. Si'Ardjuna berkata:

    kenapa yaa, kok Raja Arab Saudi mendukung kudeta terhadap Mursi.? apakah sikap Raja Saudi dalam hal ini mewakili ke’inginan Rakyatnya.(khususnya Ikhwan-Ikhwan Salafy di’Saudi)? ataukah sikap Raja Saudi ini TIDAK mewakili ke’inginan Rakyatnya.?

    disisi lain, permasalahannya, yang membenci mereka (pihak yang sering di’sebut Wahabi atau Salafy) itu tidak hanya satu orang atau dua orang saja, melainkan sangat banyak sekali. dan mereka pihak yang membencinya itu sering menjadikan Penguasa Arab Saudi sebagai barometer atau tolak ukur untuk mengetahui ajaran yang di’anut oleh pihak yang sering di’sebut Wahabi atau Salafy.

    semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengampuni semua dosa-dosa Presiden Muhmmad Mursi, membimbingnya, menjaganya, menyayanginya, dan memberikan kebaikan-kebaikan kepadanya, baik di dunia maupun di akhirat. Aamiin

    Bagaimanapun, perjuangan tak boleh berhenti, sampai tercapai satu dari dua kemuliaan: kembalinya Izzah Ummat atau gugur di jalan-Nya. Hidup Mulia atau mati Syahid.

  6. Byron Warren berkata:

    Maka, aku hanya mengharapkan Allah yang satu,Untuk membantu perjuanganku ini,Kerana Dia bersikap tidak pernah meninggalkan hambaNya,Maka aku hanya berpegang dengan taliNya,Allahumma, bantulah aku Ya Allah, kerana aku membawa agamaMu,Allahumma, sentiasalah bersama-samaku Allah, untuk memimpin negara ini,Allahumma, kerana cukup kekuatanMu ya Allah, maka aku merasa Kau mencukupi untukku. Bismillahi tawakkaltu ‘ala Allah, la haula wa la quwwata illa billah!

  7. lumia720 berkata:

    Dari segi fiqh, Mursi bukan lagi pemimpin. Dia tdk lg punya kekuasaan. Kudeta militer atau bukan, tdk jd masalah. Yg jelas, setelah pihak militer mengambil alih, umat harus mendukung utk menghindari mafsadah lbh besar. Militer cuma punya satu bahasa: senjata. Itu berlaku dibelahan dunia manapun.
    Hemat saya, IM hrs berhenti mempertaruhkan nyawa ribuan pendukungnya dgn demo tanpa batas. Kl IM tetap bertahan, mrk hrs bertanggungjawab jika nyawa ribuan massa melayang termasuk nyawa Mursi. Cukup sdh 50an org yg mati sblmnya. Apakah jabatan Mursi lbh penting dr nyawa ribuan org?

  8. abisyakir berkata:

    @ Lumia720…

    Dari segi fiqh, Mursi bukan lagi pemimpin. Dia tdk lg punya kekuasaan. Kudeta militer atau bukan, tdk jd masalah. Yg jelas, setelah pihak militer mengambil alih, umat harus mendukung utk menghindari mafsadah lbh besar. Militer cuma punya satu bahasa: senjata. Itu berlaku dibelahan dunia manapun. Hemat saya, IM hrs berhenti mempertaruhkan nyawa ribuan pendukungnya dgn demo tanpa batas. Kl IM tetap bertahan, mrk hrs bertanggungjawab jika nyawa ribuan massa melayang termasuk nyawa Mursi. Cukup sdh 50an org yg mati sblmnya. Apakah jabatan Mursi lbh penting dr nyawa ribuan org?

    Respon:

    ==> Dari segi “fiqih” juga, kekuasaan di tangan Adli Mansur juga belum matang, masih memungkinkan untuk direbut lagi oleh “ahlus syaukah”.

    ==> Kudeta militer di Mesir adalah MUSIBAH BESAR. Sudah 60 tahunan lebih rakyat Mesir dicengkeram oleh rezim militer yang korup, menindas, sewenang-wenang. Saat mereka baru menghirup udara bebas, ternyata dirampas lagi oleh militer. Hanya “orang bejat” yang menginginkan agar rakyat Muslim Mesir terus ditindas oleh militer yang korup, menindas, sewenang-wenang.

    ==> Umat Islam WAJIB menentang kudeta militer oleh As Sisi, karena itu adalah kezhaliman besar dan sangat nyata. Dengan mendukung kudeta militer sama saja dengan MEMBUKA FRONT KONFLIK HORIZONTAL antara pihak pro Presiden Mursi dan penentangnya. Kalau mau Mursi diganti, pakai cara damai, bukan merampok.

    ==> IM dan kaum Muslimin sedunia harus kerjasama untuk merebut kembali kekuasaan Presiden Mursi yang telah dirampas. Kalau membiarkan kezhaliman itu, nanti mereka akan dengan seenaknya melegalisasi kezhaliman atas kekuasaan milik kaum Muslimin. Terus berjuang. Sekuat-kuat militer, tak akan sanggup hadapi kekuataan rakyat, jika mereka bersatu atas satu tujuan.

    ==> Yang bertanggung-jawab bukan IM, tapi militer Mesir, As Sisi, dan para perampok kekuasaan lainnya (serta para pendukungnya). IM hanya mempertahankan haknya, itu sah secara Islami. Nabi Saw bersabda: “Man qutila duna malihi, wa huwa syahid” (siapa yang terbunuh karena hartanya, dia mati syahid). Kekuasaan itu jauh lebih hebat daripada harta benda.

    ==> Jabatan Presiden di Mesir, akan digunakan untuk menolong kehidupan sekitar 70 juta rakyat Muslim Mesir, agar tidak ditindas lagi oleh militer yang korup, menindas, sewenang-wenang. Tujuan itu sangat mulia, untuk membebaskan rakyat Mesir dari belengge kekuasaan despotik. Ini adalah jihad besar.

    Kalau Muawiyah Ra saja “boleh” mengorbankan nyawa ribuan orang dalam Perang Shiffin demi membela “satu nyawa” (Khalifah Utsman Ra); maka mengorbankan banyak nyawa demi membela nasib 70 jutaan warga Muslim Mesir lebih afdhal dilakukan.

    Admin.

  9. lumia720 berkata:

    ==> Dari segi “fiqih” juga, kekuasaan di tangan Adli Mansur juga belum matang, masih memungkinkan untuk direbut lagi oleh “ahlus syaukah”.
    Ahlus syaukah mana? Lawan demo 3 juta oposisi saja kalah. Kalau pakai logika anda, kejatuhan Mursi yg pahit, tentu karena kesalahan masa lalunya. Jadi ingat mengapa partai An Nur keluar dari koalisi. Kasus Mesir dan Suriah beda. Di Suriah, muslim vs pemerintah. Di Mesir, IM vs militer-rakyat.

    ==> Kudeta militer di Mesir adalah MUSIBAH BESAR. Sudah 60 tahunan lebih rakyat Mesir dicengkeram oleh rezim militer yang korup, menindas, sewenang-wenang. Saat mereka baru menghirup udara bebas, ternyata dirampas lagi oleh militer. Hanya “orang bejat” yang menginginkan agar rakyat Muslim Mesir terus ditindas oleh militer yang korup, menindas, sewenang-wenang.

    Mungkin Mesir butuh yg lbh baik dari militer dan IM. Kalo militer dianggap jelek krn otoriter, IM krn meminta utang kpd IMF. Untung blm jadi.

    ==> Yang bertanggung-jawab bukan IM, tapi militer Mesir, As Sisi, dan para perampok kekuasaan lainnya (serta para pendukungnya). IM hanya mempertahankan haknya, itu sah secara Islami.
    Hehe.. ini argumen demonstran IM di Mesir. Yg nyuruh demo IM. Yg memprovokasi massa IM. Terus massa, sbg mana tabiatnya, tersulut. Membabi buta. Kalap. Jatuh korban. Kok yg disalahkan militer dan As Sisi?
    Heran juga, utk kasus lain, anda sering menyebut manfaat & mudharat. Ee, giliran IM kalah, pertimbangan mafsadah berupa hilangnya nyawa ribuan muslim dikesampingkan.
    Muawiyah tdk mengorbankan pasukannya spt hewan sembelihan. Pertama, beliau memimpin langsung dan tdk tidur dirumahnya. Kedua, beliau malah menawarkan tahkim kepada Ali utk mencegah korban yg byk. Ketiga, mengerahkan tentara dlm perang itu wajar. Yang tdk wajar adalah mengerahkan orang biasa, laki-perempuan, orang tua-anak2, turun ke jalan melempari tank dan tentara.
    Jadi logika Mesir dan logika Syam nggak nyambung. Atau Mursi dan IM sudah anda angkat sejajar dengan Muawiyah? Wallahu a’lam

  10. abisyakir berkata:

    @ Lumia720…

    Ahlus syaukah mana? Lawan demo 3 juta oposisi saja kalah. Kalau pakai logika anda, kejatuhan Mursi yg pahit, tentu karena kesalahan masa lalunya. Jadi ingat mengapa partai An Nur keluar dari koalisi. Kasus Mesir dan Suriah beda. Di Suriah, muslim vs pemerintah. Di Mesir, IM vs militer-rakyat.

    Respon: Anda ini hanya omong kosong. Coba menurut Anda, siapa yang merampas kekuasaan Presiden Mursi? Apakah para pendemo 3 juta itu?

    Apa kesalahan IM di masa lalu, coba Anda sebutkan? Terus mengapa Partai An Nuur berkhianat, apakah seorang Muslim diajari untuk mengkhianati saudaranya sendiri? Sangat menyedihkan, menyebut diri partai Salafi, tetapi berkoalisi dengan Tamarod (liberal, sekuler, Syiah, Koptik, pendukung Zionis)?

    Mungkin Mesir butuh yg lbh baik dari militer dan IM. Kalo militer dianggap jelek krn otoriter, IM krn meminta utang kpd IMF. Untung blm jadi.

    Respon: Ya Ilahi, betapa bodohnya manusia. Apa yang dilakukan Presiden Mursi baru “penjajakan dengan IMF”. Belum ada kesepakatan bantuan, karena pihak Presiden Mursi tidak setuju dengan poin-poin syarat yang diajukan IMF. Maka itu Mursi dijatuhkan, karena tidak cepat setuju dengan syarat-syarat IMF. Inna lillahi, orang bodoh tapi pura-pura pintar.

    Hehe.. ini argumen demonstran IM di Mesir. Yg nyuruh demo IM. Yg memprovokasi massa IM. Terus massa, sbg mana tabiatnya, tersulut. Membabi buta. Kalap. Jatuh korban. Kok yg disalahkan militer dan As Sisi?

    Respon: Gila, gila, benar-benar gila cara berpikirnya. Coba kita runut lagi… Kan kamu bilang, kalau militer menumpas massa demonstrasi, itu yang salah IM, bukan militer. Lha pelakunya jelas militer, kok yang disalahkan IM? IM kan melakukan DEMO DAMAI, tidak main kekerasan, mengapa selaku korban mereka disalahkan? Jadi akal sehatmu dimana?

    Mana lagi demo kalap, provokasi, masa tersulut, dst. Wong mereka bikin demo secara damai? Aneh sekali, ngomong asal saja.

    Heran juga, utk kasus lain, anda sering menyebut manfaat & mudharat. Ee, giliran IM kalah, pertimbangan mafsadah berupa hilangnya nyawa ribuan muslim dikesampingkan.

    Respon: Justru Anda itu yang hendak MENGHALALKAN KEKEJAMAN MILITER, meskipun seandainya membunuhi ribuan nyawa manusia. Kejahatan kudeta adalah bencana besar, apalagi membunuhi ribuan nyawa. Tapi bukan berarti “ancaman militer” itu harus didiamkan, lalu rakyat Mesir menerima begitu saja kudeta militer yang zhalim itu. Jangan termakan politik militer Mesir yang memang sudah terkenal bertabiat Fir’aun sejak lama. Jangan karena tekanan militer, rakyat Mesir harus menerima begitu saja hasil kudeta. Sebab kalau diterima, nanti mereka akan ditindas lagi oleh anak-cucu Fir’aun itu.

    Yang jelas, Syiah dan Zionis sangat senang dengan tumbangnya Presiden Mursi, karena dia memang sosok Presiden Qur’ani yang anti Syiah dan Zionis; termasuk anti blog sejenis “khabar Islam” itu.

    Muawiyah tdk mengorbankan pasukannya spt hewan sembelihan. Pertama, beliau memimpin langsung dan tdk tidur dirumahnya. Kedua, beliau malah menawarkan tahkim kepada Ali utk mencegah korban yg byk. Ketiga, mengerahkan tentara dlm perang itu wajar. Yang tdk wajar adalah mengerahkan orang biasa, laki-perempuan, orang tua-anak2, turun ke jalan melempari tank dan tentara. Jadi logika Mesir dan logika Syam nggak nyambung. Atau Mursi dan IM sudah anda angkat sejajar dengan Muawiyah? Wallahu a’lam

    Respon: Lho apa menurutmu hukum politik yang saat ini diambil oleh IM di Mesir, apakah hukumnya sudah berubah jadi “hukum perang”? Maksud awalku, kalau kamu setuju dengan cara Muawiyah Ra mengorbankan ribuan nyawa orang demi membela satu nyawa Khalifah Utsman Ra yang sudah wafat; berarti yang dilakukan IM lebih baik, karena mereka tidak sampai mengorbankan nyawa ribuan manusia, tetapi tujuannya membebaskan nasib puluhan juta rakyat Mesir dari penindasan, eksploitasi, korupsi, dan kesewenang-wenangan militer Fir’aunis. Menurutku, perjuangan politik IM dalam hal ini lebih baik. Apa yang dilakukan IM seperti perjuangan Nabi Musa As ketika membebaskan Bani Israil dari Fir’aun.

    Tidak mungkin, tidak mungkin, kita mengangkat Mursi atau IM setara dengan Shahabat Nabi, Muawiyah Ra. Tidak mungkin itu. Tapi dalam soal amalan-amalan, tidak masalah manusia di akhir zaman memiliki amal lebih baik dari manusia di masa lalu. Misalnya ada penguasa di masa lalu mengangkat putranya sebagai penguasa pengganti, sekaligus memulai sistem dinasti dalam sejarah Islam. Jika kita di hari ini mencela sistem dinasti dan menganggap sistem Khilafah yang diputuskan berdasarkan musyawarah kaum Muslimin itu LEBIH BAIK; maka amal kita hari ini lebih baik dari amal kaum Salaf yang salah dalam amalnya. Termasuk juga ketika ada kaum Salaf melakukan kekejaman sehingga memenggal keher cucu Nabi Saw, lalu kita di masa kini mengingkari perbuatan kejam itu, maka amal kita lebih baik dari mereka. Meskipun soal kedudukan, kita tetap bagian dari Khalaf, sedang Salaf lebih baik dari kita.

    Admin.

  11. Zaenal Abidin Si'ardjuna Thea berkata:

    @..Lumia720

    saudara Lumia720, mohon maaf sebelumnya…
    anda ada di’pihak mana.. Pro kudeta Militer terhadap Presiden Mursi.? atau sebaliknya (contra).?

  12. irfan berkata:

    @lumia720

    Gerakan militer mengambil paksa pemerintahan sama sj dgn gerakan pemberontakan kpd pemimpin yg sah,maka rakyat harus bersatu utk melawan itu,ketika anda membenarkan pengambilan pemerintahan secara paksa oleh militer berdasarkan mandat gerakan pemberontak tamarod,apakah berarti anda membenarkan tindakan pemberontakan dari kelompok tamarod kpd pemerintahan yg sah???

    Maslahat apa yg anda maksudkan???apakah maslahat itu termasuk mengorbankan rakyat mesir dan rakyat gaza ketika militer kembali memimpin???

  13. lumia720 berkata:

    @Zaenal Abidin Si’ardjuna Thea, dll
    Posisi sy jelas, membela darah kaum muslimin. Ketika Mursi naik menang dgn terhormat, semua trmasuk sy memiliki harapan besar Mesir dpt mjd bagian dr proyek peradaban Islam bersama Turki, Indonesia, dan Malaysia, spt proyeksi ust. Anis Matta. Namun ketika Mursi dikudeta oleh militer, dan itu menyakitkan hati, maka IM hrs menimbang dgn cermat perlawanan sljutnya. Kl 80-an tahun IM sabar menunggu hingga naiknya Mursi, knp skrg tdk sabar? Revolusi tdk bs stabil hanya dgn pemilu sekali dua kali. Riak2 itu biasa pasca revolusi termsk pertarungan sipil-militer. Jatuhnya Mursi bagian dari dinamika itu. Dan ketika IM memilih demokrasi sbg sarana, mrk hrs siap. Siapapun yg menang dr kalangan sipil kemgkinan besar mengalami hal sama. Sebabnya krn militerlah pihak tertuduh dr rezim sblmnya. Semua proses demokratisasi hanya punya 2 target: adili militer & kembalikan mrk ke barak; jadikan sipil warga kelas satu.
    Terlbh lg militer Mesir bertanggungjawab trhdp rezim sblmnya. Korupsi mrk mencapai 20% korupsi rezim. Hari ini, 21/8/2013, pengadilan militer membatalkan tuntutan korupsi Mubarak yg artinya menihilkan korupsi para jenderal.
    Militer tdk punya bhs lain kecuali senjata. Ditambah intervensi asing (Zionis), pengerahan demonstran laki-perempuan, tua-muda-kanak2, sangat beresiko. Dan kita semua tahu itu.
    Bohong kl Abi Syakir tdk tahu bhw demo di Mesir yg tentaranya paling bengis, akan berlangsung damai dan aman2 saja. Di Indonesia sj, korban demontrasi sampai skrg msh ada yg tdk dpt ditemukan. Tanda2 persiapan pembantaian itu nampak. Ada ambulans, sniper, tank, dsb. Kalo begini, mengapa masih ngotot?
    Sy tiba2 teringat dgn Amin Rais yg membatalkan Rapat Sejumat Umat di Monas ketika reformasi. Rapat itu dibatalkan krn ada informasi sejumlah tank tengah bergerak utk mengamankan acara tsb. Jadi disini ada pertimbangan mudharat. Ingat, nyawa 1 org muslim lbh berharga dr Ka’bah. Hal ini ditujukan kpd IM krn stlh kudeta militer, giliran mrk yg memutuskan: bertahan dan demo dgn resiko terjadi kekerasan, atau menyerah dan menjalin aliansi sipil nasional.
    Sy kira contoh yg baik adalah Turki. Kawan2 di Turki bukan berjuang baru kemarin. Mrk juga keluar masuk penjara. Mrk jg ikut pemilu dan bikin partai bukan 1 kali. Mrk berhadapan dgn tentara dan ideologi negara yg jelas2 sekuler warisan Kemal attaturk. Tp mrk berhasil melakukan penguatan sipil shg meski ada gesekan dgn militer tapi lebih halus dan posisi mrk kokoh.
    Kita boleh emosional, tp perjuangan butuh lbh dr itu. Butuh rasa sayang thd nyawa kaum muslimin lbh dr jabatan dan embel2 diblkgnya. Bahkan lbh dr Mursi sendiri. IM punya Mursi2 lain dan sy yakin itu. Meski sy membaca tulisan Ahmad ar-Rasyid, penulis Ikhwan asal Irak, bhw “tidak apa-apa mengorbankan lapisan kedua…”, tapi sy berprasangka baik kpd Syura IM Internasional spt pendirian mrk thd kasus Aljazair yg berbeda dr IM lokal.
    Jadi hentikan sj qiyas2 ma’al fariq ala Abi Syakir. Kl tidak, kt tdk akan pernah berhenti menghitung jumlah korban dr kaum muslimin di Mesir.

    @Abi Syakir
    Kalo militer Mesir bertabiat Firaun, ya mestinya ikut Musa, membawa lari pengikutnya jauh dari sumber konflik. Bukan ngompori utk demo. Fir’aun kok didemo!
    Demo damai? Naif amat, mas? Saran saya, belajar deh stratak demo plus psikologi massa spy tdk lucu2 amat.
    Para aktivis lapangan pro-demokrasi tentu tahu, ada “189 cara mencapai tujuan”.

    @irfan
    Kudeta, pemberontakan, dkk, itu haram dalam Islam. Tetapi kekuasaan yg dihasilkannya tidak haram. Itu hal lain lagi.
    Maslahat yg sy maksud adl terjaganya darah kaum muslimin meski hal tsb berarti membiarkan militer berkuasa. Partai dan kekuatan dpt dibangun setiap saat. Militer juga punya umur sbgmana kekuasaan juga punya umur. Hari2 itu dipergilirkan.

  14. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea.. berkata:

    @..Lumia720

    Terimakasih atas jawabannya..

    Saudara Lumia, -dalam kasus ini- sebelum anda menjadikan darah kaum Muslimin sebagai alasan untuk melegitimasi para pengkudeta sebagai Penguasa, serta menjadikannya sebagai alasan untuk menyudutkan pihak yang dikudeta, maka terlebih dahulu anda harus menempuh syarat-syaratnya. Syarat-syarat yang harus anda tempuh antara lain ::

    1. Mengetahui penyebab utama atas terjadinya peristiwa tertumpahnya darah Kaum Muslimin tersebut. (saya: sungguh, penyebab utama dari semua itu adalah KUDETA)
    2. anda harus mendapatkan kerelaan dari Pemimpin tertinggi Kaum Muslimin di Negri Mesir, Muahammad Mursi (selaku korban utama).

    Adalah tidak benar bila anda menjadikan darah Kaum Muslimin tersebut sebagai alasan untuk melegitimasi para pengkudeta sebagai penguasa & sebagai alasan untuk menyudutkan pihak yang dikudeta, kecuali bila dua syarat diatas telah terpenuhi oleh anda.

    Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: