“Paduka Presiden… Kami Memahami Maksudmu!”

Bismillahirrahmaanirrahim.

Kepada paduka yang kami muliakan:

Presiden Mesir Muhammad Mursi

semoga Allah selalu menjagamu.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in, amma ba’dhu.

Paduka Presiden yang kami hormati

Rasanya hati ini sangat perih, perih sekali, melihat kenyataan-kenyataan buruk yang saat ini menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir, di bumi Kinanah, yang Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam memerintahkan Ummat ini agar berlunak-lunak kepada mereka.

Presiden, apa yang Anda alami adalah sebuah KEZHALIMAN BESAR yang pasti akan panjang akibatnya. Bila ia tidak dirasakan sekarang, mungkin ia akan dirasakan nanti, ketika manusia sudah mulai lupa akan apa yang pernah mereka lakukan. Anda semestinya tidak mendapat perlakuan KASAR seperti ini, apapun alasannya; karena Anda adalah seorang pemimpin yang sah. Anda dipilih oleh rakyat, dan mereka memberikan amanat ke pundak Anda. Seolah, Anda sudah dibai’at oleh rakyat, meskipun belum seluruhnya.

"Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!"

“Presiden, Teruslah Bertahan Laksana Batu Karang!”

Paduka Presiden

Kami bersimpati atas segala musibah dan duka yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir. Semoga Allah Ta’ala menguatkan hati-hati Anda semua. Semoga Allah menolong Anda semua dalam melintasi badai, cabaran kehidupan, dan fitnah yang berlapis-lapis ini. Semoga Allah menghargai jerih-payah Anda selama ini, semoga Allah memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin di Mesir; semoga Allah menggantikan kesulitan dengan kemudahan, kegoncangan hati dengan damai, keterpurukan dengan kehormatan, keterpecahan dengan kesolidan; semoga Allah memberikan kepada para pejuang Islam dan keluarganya, serta sanak-kerabatnya, serta kawan-kawan dan komunitasnya, barakah berupa salamah, ‘afiyat, dan shalawat. Amin Allahumma amin.

Paduka Presiden

Kami sangat berduka atas apa yang menimpa Anda dan para pemimpin Islam di Mesir saat ini. Masih terus terbayang di benak kami berbagai kesusahan, bencana, dan kebinasaan yang menimpa para pemimpin Islam di Aljazair, ketika kemenangan FIS dirampas di masa itu. Masih terbayang betapa sedihnya hati kami, tatkala kepemimpinan Necmetin Erbakan, juga dirampas di Turki, kala itu. Dan aneka duka dan bencana yang pernah menimpa perjuangan Umat ini.

Anda semua sudah berusaha berjuang sekuat kemampuan, dengan menuruti aturan main yang ada; tetapi badai fitnah terlalu kuat, taupan makar bertiup begitu dahsyat, segala kekuatan berserikat untuk merobohkan cita-cita membangun peradaban Islami. Kami bersimpati dan terus bersimpati. Di hati kami perjuangan Anda akan selalu kami kenang. Kepada anak-cucu kami dan kaum Muslimin, akan kami ceritakan bahwa Anda semua dan para politisi Islam yang penuh heroisme, adalah pahlawan sesungguhnya.

Paduka Presiden

Teruslah untuk bertahan dan bertahan. Jangan mundur dari segala coba dan ujian. Biarlah manusia menekan, mengisolir, atau menghujatmu; tetapi teruslah bertahan, teruslah berjuang, jangan pernah mundur. Teruslah tegak mengakui diri sebagai Presiden yang sah; kami akan selalu mendukungmu; kami mengakui posisimu.

Lakukanlah seperti yang pernah diperbuat Khalifah Utsman bin ‘Affan Radhiyallahu ‘Anhu, beliau tetap memakai jubah kekuasaannya, meskipun rumahnya telah dikepung para pemberontak. Teruslah bertahan wahai Presiden, dengan keyakinan: ajari rakyatmu untuk menghargai keputusan bersama yang telah diambil! Jika tidak demikian, maka kelak Mesir akan menjadi surga bagi para perampok kekuasaan untuk menguasai atau merebut tampuk kekuasaan apapun yang diinginkannya.

Paduka Presiden

Kami memahami maksud baikmu, untuk membebaskan Mesir dari penindasan sebenarnya; untuk menyeamatkan rakyat dan kehidupan disana; untuk membuang para petualang politik dan penjual nasib bangsa; untuk menegakkan keadilan dan melawan keserakahan; untuk memberikan kepada rakyat Mesir maslahat hidup sebenarnya, bukan sensasi kebebasan semu, tetapi penuh tipu daya dan kebinasaan.

Kami memahami semua itu, wahai Paduka Presiden. Maka itu, selain mensyukuri terpilihnya dirimu sebagai pemimpin Mesir; kami juga mendukung kebijakan-kebijakanmu. Bahkan kami akan tetap mengakuimu, sekalipun engkau telah disingkirkan secara kasar.

Paduka Presiden

Tapi tak akan menyalahkanmu, tak akan mengkritikmu atas kebijakan-kebijakan politik yang engkau pilih. Kami serahkan semua itu kepadamu dan pemimpin-pemimpin Islam di Mesir. Anda semua lebih paham dari kami duduk masalah sebenarnya. Kata orang, setiap negeri punya ciri dan tabiatnya masing-masing. Kami hanya orang luar, kami hanya bisa memandang dari jauh, tanpa bisa ikut berperan di dalamnya.

Kata orang (termasuk hemat kami juga), Anda menempuh jalan tidak seperti Erdogan yang tampak lembut, kompromi, memakai strategi “nafas panjang”, dan lain-lain. Tapi apapun ceritanya, Anda lebih baik dari Erdogan (tanpa bermaksud merendahkan siapapun). Anda lebih terbuka tentang nilai-nilai Islam, Anda berkiprah ingin memperbaiki Konstitusi, Anda berjuang maksimal untuk kemaslahatan rakyat Mesir. Bagi kami, Anda lebih tepat dan adil, sesuai kondisi di Mesir. Sebab, Anda bukan pemimpin Turki. Anda tahu banyak nafas kehidupan rakyat Anda sendiri.

Paduka Presiden

Sampai kini, kami tetap mengakuimu. Jangan berputus-asa! Teruslah berjuang, pahamkan kepada rakyat Mesir tentang pentingnya menghargai proses sesuai aturan main yang telah disepakati. Jangan keluar dari aturan main itu. Contohlah Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam ketika beliau sepakat dengan perjanjian Hudaibiyah, meskipun isinya tampak banyak merugikan kepentingan kaum Muslimin.

Teruslah ajarkan kepada rakyat Mesir agar menghargai proses politik yang resmi (bukan cara jalanan). Sebab bila tidak, pasti akibatnya akan mengenai kehidupan mereka sendiri di masa-masa nanti. Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam menjelaskan agar kita taat kepada seorang pemimpin yang telah dibaiat, sekalipun dia seorang budak hitam dari Persia. Itu artinya, kesepakatan kaum Muslimin memiliki nilai dan maslahat yang tinggi, bukan berdasarkan ambisi hawa nafsu atau amarah yang menggebu.

Paduka Presiden

Kami akan selalu mendukungmu, mendoakan kebaikan bagimu, dan mengharapkan kemenangan besar bagi Islam dan kaum Muslimin; siapapun juga di antara para pejuang Islam yang berjuang disana.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wallahu a’lam bisshawab.

Al Faqir Ilallah

Jakarta, beberapa hari Pra Ramadhan 1434 H.

(AM. Waskito).

Iklan

14 Responses to “Paduka Presiden… Kami Memahami Maksudmu!”

  1. Abu Fawwaz berkata:

    Subhanallah… semoga kebaikan senantiasa menyertai kesudahannya

  2. abisyakir berkata:

    Jazakallah khair ya Aba Fawwaz…

    Admin.

  3. bapake abdillah berkata:

    Tenang.. Smoga Alloh ta’Ala menyatukan muslimin yg telah memilih Mursy untuk melawan dgn cara beradab.

  4. Fulan-a berkata:

    Assalamu’alaikum Wr Wb,
    Ustd Ana mau minta pandangan ustad secara tegas singkat dan padat, atas dukungan kerajaan saudi arabia baik secara negara atau pribadi raja yang mendukung kudeta militer di mesir tsbt, di mana korelasi salafi sangat berkait erat dengan negri salfi ini koq sebegitu terang benderang, akankah semacam dulu ketika mereka menyatakan hizbullah adalah sebenarnya hizbusysyaithoon, yg sempat ditentang oleh syeh yusuf qardhawi dan ternyata akhirnya syeh yusuf mengakui kehilafan dan menyesalinya. adakah pernyataan raja dan negara saudi di belakangnya adalah ulama-ulama salaf? saya bingung dan sedih melihat fitnah yang memperihkan hati ini. Jazakallah atas jawabanya Wassaalm Wr Wb

  5. abuhadi berkata:

    la haula wala quwwata illa billah…mari kita beri dukungan kepada presiden mursi dan pendukungnya paling tidak dalam bentuk doa semoga sabar dan istiqomah. perjuangan utk menegakkan Islam memang penuh jalan yg berliku dan terkadang harus berdarah-darah tapi kami yakin Allah bersama kita selama kita beriman , bertaqwa dan tidak mempersekutukannya dengan yang lain

  6. abisyakir berkata:

    @ Fulan-a

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Dukungan RAJA SAUDI untuk kudeta militer di Mesir adalah KEZHALIMAN besar, sekaligus sebagai pertanda yang sangat JELAS bahwa kekuasaan Dinasti Saud sudah di ambang senja. Siapa yang mengikuti kebenaran Syariat, dia akan teguh di muka bumi; siapa yang berpegang kepada kekuasaan manusia, maka Allah akan menyerahkan dirinya kepada kekuasaan itu. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Pengakuan Raja Abdullah terhadap kudeta militer di Mesir adalah kezhaliman besar menurut Syariat Islam. Alasannya sebagai berikut:

    [a]. Kudeta itu sendiri adalah perampasan atas hak-hak kaum Muslimin yang mendapat hak secara sah untuk memimpin dan mengelola sebuah pemerintahan. Hal ini serupa dengan perampasan hak-hak kaum Muslimin, seperti harta, fasilitas, kedudukan, pekerjaan, bisnis, dan sebagainya. Tindakan mendukung kezhaliman ini berarti berserikat dengan kaum zhalim.

    [b]. Rasulullah Saw mengingatkan: “Unshur akhaka zhaliman au mazhluman” (tolong saudaramu yang zhalim dan dizhalimi). Ketika beliau ditanya, bagaimana menolong orang zhalim? Nabi Saw menjawab: “Tamna’uhu minaz zulmi wa dzalika nasharahu” (cegahlah dari berbuat zhalim, maka itu sama dengan menolongnya).

    [c]. Para pendukung Presiden Mursi adalah para ikhwah Islamiyah, mereka adalah jamaah Ikhwanul Muslimin, jamaah Salafi, Jamaah Islamiyah, jamaah Shufi, dan lainnya. Semuanya kalangan Islamiyah, sementara pendukung kudeta militer adalah: kaum liberal, sekuler, Koptik, preman, hedonis, Bashar Assad, negara-negara kufur Barat, kaum pendosa, dan seterusnya. Seharusnya Raja Saudi berpihak kepada kalangan ISLAMIS, bukan dengan barisan Hizbus Syaithan. Disini berlaku ayat Al Qur’an: “Wa man yatawallahum, fa innahu minhum” (siapa yang menolong mereka, maka dia adalah bagian dari golongannya).

    [d]. Dukungan Raja Saudi bisa membakar pertikaian dan perselisihan di kalangan kaum Muslimin. Apalagi dukungan itu begitu cepat diberikan. Seolah Raja Saudi sudah satu paket dengan makar kudeta militer itu.

    [e]. Presiden Mursi terpilih oleh rakyatnya. Hal itu bisa dianggap “seperti bai’at”, meskipun tidak semua membaiat-nya. Hal ini harus dihargai, meskipun posisinya berbeda dengan Bai’at Syar’iyah yang dikenal dalam Islam.

    [f]. Merebut kekuasaan secara paksa, kalau tidak diniatkan untuk memperbaiki kekuasaan itu agar menjadi Islami; apalagi sampai membawa kekuasaan itu ke keadaan yang lebih jahiliyah; sangat dilarang. Satu-satunya alasan diperbolehkannya kudeta ialah jika pihak yang mengkudeta ingin mengganti kekuasaan yang ada dengan kekuasaan yang lebih Islami. Kalau di Mesir hari ini, apa mungkin kudeta militer itu akan ditujukan untuk membangun Mesir yang lebih Islami?

    [g]. Kehadiran Presiden Mursi dimaksudkan untuk memperbaiki kehidupan umat Islam disana. Maka upaya menghancurkan niat baik itu, sama dengan menjerumuskan kaum Muslimin dalam musibah dan bencana. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

    Intinya adalah: “Dukungan Raja Abdullah atas kudeta militer di Mesir adalah sebuah pertanda bahwa dia telah menghalalkan berpindahnya kekuasaan politik Dinasti Saudi ke tangan yang lain. Mengapa demikian? Karena beliau mendukung kezhaliman, padahal Presiden Mursi terpilih oleh rakyatnya sendiri secara sah dan jujur. Siapa mendukung kezhaliman atas sebuah kekuasaan, maka dia akan dibalas dengan kehilangan kekuasaannya, lambat atau cepat.”

    Wallahu a’lam bisshawaab.

    Admin.

  7. Deni Abdul Wahid berkata:

    Jazakallah Ust Abi Syakir atas jawabannya…. mudah-mudahan apa yang ustad sampaikan menjadi setitik pencerahan bagi umat yang sedang dalam kegelapan, terutama saya yang masih sangat awan dalam segala hal wabil khusus tentang nasib islam diakhir zaman ini.
    Amiin semoga Alloh menyempurnakan cahaya agama-Nya meskipun manusia dan syaithon ingin memadamkannya.
    Wassalam

  8. abuhadi berkata:

    sebaiknya kita tabayyun dahulu atas pernyataan raja abdullah, yang saya baca di “Hidayatullah.com–Raja Abdullah mengirim ucapan selamat kepada pemimpin baru Mesir Adli Manshur dan menyebut bahwa militer Mesir telah mengeluarkan Mesir dari “lobang yang tidak diketahui kedalamannya”. Demikian dikabarkan media Saudi, Al Arabiya (4/6/2013)., bisa jadi raja abdullah khawatir terjadinya bentrokan berdarah antara pro dan kontra presiden mursi dan akan memakan korban yang besar dan bisa jadi beliau lupa atau tidak terpikir bahwa dengan pernyataan tersebut bisa menimbulkan masalah yang baru bagi umat Islam dan menjadi senjata bagi yang membenci ahlu sunnah untuk menyudutkan negara arab saudi yang biasa mereka sebut wahabi. Tabayyun sebelum kita memutuskan sesuatu yang belum terang benderang. kalaupun itu benar semoga Allah membukakan hati beliau . Raja Abdullah hanyalah manusia biasa yang bisa saja salah seperti manusia lainnya. Insyaaallah kebaikannnya melebihi keburukannya. Salam

  9. Ismael O. Banks berkata:

    Dunia sekarang sudah tenat. Jika dulu pemimpin yang zalim digulingkan dan rakyat dahagakan pemimpin yang menegakkan Islam. Tapi sekarang, pemimpin yang menegakkan Islam dan lantang bersuara demi Islam digulingkan. Mass protest yang tiada berkesudahan. Sampai bila mahu begini? JIka Parti A naik memimpin negara, penyokong Parti B membuat mogok. Jika Parti B pula naik memimpin, penyokong Parti A pula membuat mogok. Sampai bila? Sampai bila? Yang aku hairannya, mana penyokong Moursi yang begitu ramai sewaktu pilihanraya Mesir yang lepas? Mana mereka menghilang? Dah tukar ideologi?

  10. abisyakir berkata:

    @ Abuhadi…

    Mendukung perampasan kekuasaan yang sah, sama saja dengan mendukung perampokan atas hak-hak kaum Muslimin. Tidak ada hujjah yang bisa dijadikan pegangan di situ. Mau berhujjah apa lagi? Yang melakukan kudeta itu adalah orang-orang yang tidak mau Islam memimpin negara Mesir.

    Admin.

  11. abisyakir berkata:

    @ Deni Abdul Wahid…

    Sama-sama Akhi, amin Allahumma amin. Wa’alaikumsalam warahmatullah.

    Admin.

  12. Semut Gokil berkata:

    Dulu televisi Iran sengaja merubah terjemahan pidato Presiden Mesir, Muhammad Mursi, yang disampaikan dalam bahasa Arab. Mursi mengutuk pemerintah Suriah atas pembantaian terhadap rakyatnya dan mengajak dunia untuk membantu masyarakat Suriah menuju kebebasan dan kebangkitan. Namun pidato tersebut diubah oleh Telivisi Iran dengan terjemahan bahasa Persia, agar hendaknya dunia membantu masyakarat Bahrain merdeka dari pemerintah mereka. Ternyata perubahan dengan sengaja ini terjadi berulang-ulang, bahkan diberitakan oleh beberapa corong sumber berita Iran. Ini merupakan kedustaan yang sangat memalukan !!!

    Sebagaimana kita ketahui, Suriah merupakan sekutu Iran, baik dalam ideologi Syi’ah maupun pandangan politiknya. Sedangkan Bahrain adalah negara Ahlussunnah atau Sunni dan masyarakat yang memberontak adalah Syi’ah. Oleh karena itu, telivsi Iran memelesetkan terjemahan pidato Presiden Mesir agar pengaruh Teheran di dunia Arab kian kuat.
    Sumber :: http://firanda.com/index.php/artikel/bantahan/340-koleksi-dusta-pemerintah-iran

    http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/09/tabiat-pendusta-akan-senantiasa.html

    Waktu itu juga spesies Syi’ah menyebarkan video Asy-Syaikh ‘Adnaan Al-Ar’ur yang telah diamputasi dari rekaman aslinya. Setelah dipotong, video tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, dan di-upload ulang di Youtube, Judulnya juga sangat provokatif : “Wahabi Memfitnah Nabi Saaw Pemabuk”. Namun setelah ketahuan aksi penipuannya, peng-upload mensetting video tersebut ke ranah privacy sehingga tidak bisa dilihat oleh publik.
    Sumber :: http://abul-jauzaa.blogspot.com/2013/05/jangan-katakan-syiah-jika-tidak-anda.html

  13. Semut Gokil berkata:

    Lho.. kok gak muncul ya.. tadi aku kirim komen tp gak muncul.. Kenapa nih.. gara-gara hujan gituh..!?!

  14. Ken Henry berkata:

    Sesungguhnya tangan Hosni Mubarak ialah tangan berlumuran dengan darah rakyat Palestin. Kekuasaannya tegak di atas susunan tulang tulang para ulama yang dikorbankan demi untuk memenuhi tuntutan hawa nafsunya. Hari ini, tindakan paling tidak demokratik telah dilaksanakan dengan menutup semua akses internet dan talian telefon semata-mata untuk membendung kebangkitan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: