Buku Baru: “Air Mata Presiden Mursi”

Air Mata Presiden Mursi

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Kesedihan Sang Presiden atas Kudeta Militer 3 Juli 2013.

Presiden Muhammad Mursi yang baru saja digulingkan oleh rezim militer Mesir merupakan satu-satunya Presiden dari kalangan sipil yang dipilih secara demokratis. Presiden Mursi juga merupakan Presiden satu-satunya di dunia yang hafal Al-Qur’an. Sayangnya kekuasaannya begitu cepat direnggut oleh komplotan liberal sekuler, kaki tangan mantan Presiden Mubarak dan Militer yang dibantu oleh kekuatan Amerika.

Nampaknya di kalangan Islam-Phobia lebih enjoy hidup dipimpin oleh rezim militer yang korup dan menindas daripada dipimpin tokoh Islam. Buktinya penggulingan Presiden Muhammad Mursi yang baru terjadi dapat terwujud karena mereka saling bersinergi. Sayangnya di kalangan Islam sikapnya tidak satu suara. Ada juga kalangan Islam yang mendukung penggulingan ini dengan berbagai dalih.

Buku kecil ini mencoba membela keberadaan Presiden Mursi dari sisi syariah dan ilmiah. Bukan pembelaan yang cengeng apalagi membabi-buta. Tragedi kudeta militer menjadi catatan hitam sejarah yang menghadang gerakan politik Islam di Mesir. Namun kisah ini belum berakhir, kita tunggu saja endingnya.

http://www.kautsar.co.id/read/book/25/07/2013/239/air-mata-presiden-mursi/

BAHASAN. Mengkaji isu-isu besar di balik kudeta militer Jendral As Sisi pada tanggal 3 Juli 2013, antara lain:

= Hakekat kudeta militer.

= Pendukung dan penentang kudeta militer.

= Struktur gerakan Tamarod (pembangkang).

= Alasan utama Presiden Mursi dijatuhkan.

= Presiden Mursi tidak disukai oleh Israel (Yahudi).

= Kesalahan pernyataan politik Raja Abdullah dari Saudi.

= Peran Amerika di balik kudeta.

= Demokrasi Cowboy ala Amerika.

= Antara IMF dan kudeta militer As Sisi.

= IMF sebagai biang onar negara-negara berkembang.

= Hadits-hadits yang mengharamkan kezhaliman atas hak-hak kaum Muslimin.

= Tuduhan-tuduhan sekuler terhadap Presiden Mursi dan jawabannya.

= Tuduhan kalangan Islam terhadap Presiden Mursi dan jawabannya.

= Bolehkah Umat Islam memanfaatkan sarana demokrasi?

= Kaidah sederhana memahami situasi politik Umat.

Dan hal-hal lain yang berkaitan dan insya Allah relevan. Semoga bermanfaat dan bisa menggalang dukungan kaum Muslimin untuk menolong Presiden Mursi dan para pejuang Islam di Mesir, yang sedang dizhalimi serikat Islamphobia global. Amin.

SPESIAL. Buku ini tipis, jumlah halaman terbatas. Isi praktis, tidak berpanjang-panjang. Kajian mencakup banyak isu-isu sensitif seputar perkembangan politik di Mesir. Harga juga murah. Insya Allah cukup baik untuk pencerahan Umat, menjelang Idul Fithri 1434 H.

Selamat I’tikaf di 10 Hari Terakhir Ramadhan, dan SELAMAT MENYAMBUT HARI RAYA IDUL FITHRI 1434 H. Taqabbalallah minna wa minkum shalihan a’mal, wa ja’alanallah wa iyyakum minal a’idina wal fa’izin, kullu aamin wa antum bi khair. Amin Allahumma amin.

(Admin Blog “Pustaka Langit Biru”).

Iklan

15 Responses to Buku Baru: “Air Mata Presiden Mursi”

  1. Jumal Ahmad berkata:

    Subhanallah, buku terbaru ustadz AM Waskito.

    Perbincangan mengenai kudeta Mesir semakin santer terdengar di forum diskusi, blog, fb dan tweeter, banyak pula pandangan umat tentang masalah ini.

    Hadirnya buku ustadz seakan memberi pencerahan pada kami tentang kondisi dan apa yang terjadi di negeri kinanah itu.

    Buku ini terlalu sayang jika kita lewatkan!

  2. abisyakir berkata:

    @ Jumal Ahmad…

    Syukran jazakallah khair Akhi atas apresiasinya. Alhamdulillah semoga bermanfaat. amin.

    Admin.

  3. deni Abdul Wahid berkata:

    Ass Wr Wb
    Ust. Abi Syakir yang dimuliakan Allah, Moga Ustad dan keluarga slalu sehat wal ‘afiat. Ana heran dgn sikap salafi yang kayanya benci dengan IM Mesir, inikah fitnah? lalu sikaf kita harus bagaimana? Ya Allah berat rasanya menyaksikan fitnah diakhir zaman ini? Saya suka dengan keduanya baik salafi maupun IM. Mereka meragukan kesyahidan orang-orang yang terbunuh di mesir karena tidak memenuhi syaratnya. Ah Laa haula walaa Quwwta Illa billaahil ‘aliyyil ‘adziim. Syukran atas tanggapannya, ana tunggu! Wassalam

  4. mailizawati berkata:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

    Ya ustadz… Mohon pencerahan seputar tragedi di mesir, sedih n marah lihat saudara seiman dibantai tp di fb msh jg debat menyalahkan I M , lalu benarkah Saudi n negara2 Teluk mendukung militer mesir? Nauzubillah… ƪ‎​​‎​(-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩__-̩̩̩-̩̩̩-̩̩̩)ʃ

  5. abisyakir berkata:

    @ Cahyo…

    Orang yang nulis nasehat itu termasuk golongan SESAT fikir. Kita harus hati-hati. Cara melihatnya begini…

    [a]. Dia menolak pemberontakan dengan hujjah perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullah. Konteks perkataan Ibnu Taimiyah rahimahullah ialah LARANGAN MEMBERONTAK KEPEMIMPINAN ISLAM, meskipun pemimpinnya zhalim. Tetapi atas kepemimpinan kufur/jahiliyah, tidak masalah memberontak, dengan syarat: Ditujukan untuk membentuk kepemimpinan Islam, punya kekuatan memadai, diyakini bisa menghasilkan perubahan setelah pemberontakan. Buktinya, saat negeri Syam dipimpin penguasa Tartar yang menerapkan sistem kufur (hukum Jengis Khan), Ibnu Taimiyah malah menyerukan Jihad menghadapi Tartar.

    [b]. Orang itu menyebut kepemimpinan Husni Mubarak seolah kepemimpinan Islami yang tidak boleh diganggu, sekalipun dengan demo atau cercaan. Bukankah dia tahu, Mesir bukan berhukum kepada Syariat Islam; Mesir membunuhi ulama dan dai-dai Islam; Mesir melindungi Zionis Israel? Apakah yang serupa itu ingin dia lindungi?

    [c]. Rakyat Mesir menjatuhkan Husni Mubarak, bukan karena KESALAHAN RAKYAT disana, tetapi karena kezhaliman pemerintahan sekuler Mesir itu sendiri. Setiap kezhaliman akan tumbang, sebagaimana raja-raja zhalim Bani Umayyah, Bani Abbassiyah, dan lainnya juga tumbang. Lagi pula yang menumbangkan Husni Mubarak seluruh rakyat Mesir, bukan hanya IM.

    [d]. Presiden Mursi menjadi Presiden bukan dengan cara memberontak, tapi PEMILU. Apa orang seperti itu tidak tahu ya? Pemilu kan jelas bukan pemberontakan. Masak tidak bisa bedakan?

    Artikel itu mestinya judulnya diganti: “Jangan mengikuti kebodohan kami sendiri.”

    Admin.

  6. abisyakir berkata:

    @ Deni Abdul Wahhab…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Amin Allahumma amin, syukran jazakallah khair Akhi atas doanya; hasanan khairan lana wa lakum wa lil Muslimin. Amin.

    “Salafi” bersikap begitu karena mereka ada yang beragama secara GHURUR (tertipu). Ketika mendapat ilmu yang baik dan lurus, harusnya rendah hati dan bersyukur, menyayangi sesama Muslim; punya belas kasihan kepada mereka. Tetapi ini tidak. Malah suka “arogan” dengan ilmu dan kesalehannya, suka menyalahkan orang, menyesatkan Muslim, seenaknya menuduh ahlul bid’ah dan musyrik. Dengan sikap begitu ilmu yang lurus jadi tak berguna untuk mendatangkan HUDA wal FURQAN (arah petunjuk dan pembeda antara yang haq dan bathil).

    Cara menguji “Salafi” mudah…. Tanyakan saja, bagaimana sikap mereka terhadap DEMOKRASI? Setelah itu tanyakan, bagaimana sikap mereka terhadap pemerintahan hasil DEMOKRASI? Itu saja.

    (Kalau saya ditanya soal yang sama, jawabnya begini: Demokrasi secara akidah dan Syariah adalah sesat, tidak sesuai dengan Islam. Tapi kita boleh memanfaatkan demokrasi sebagai SARANA POLITIK, yaitu ketika demokrasi sering dipakai oleh negara untuk mengharu-birukan kehidupan Umat Islam.Bukan karena kita menerima demokrasi sebagai jalan Islam, tetapi berusaha menghindarkan Umat dari bahaya terpilihnya manusia-manusia jahat dan anti Islam. Tetapi kalau kemudian terpilih pemerintahan dari proses demokrasi, kita akan lihat bagaimana keadaannya. Kalau pemimpin itu pro kepentingan Islam, kita mendukungnya; kalau bersikap anti kepentingan Islam, kita tak ragu untuk mengkritiknya. Jangan kayak “Salafi”, prosesnya mereka benci, hasilnya mereka terima sami’na wa atho’na).

    Ya memang akhir zaman sering disebut sebagai era penuh fitnah. Maka itu ulama (seperti Syaikh Abdurrahman Al Jibrin rahimahullah) menasehatkan agar kita selalu berkerumun di sekitar ilmu Syariat. Sumber-sumber ilmu Syariat banyak, maka Umat harus memilih mana yang baik, lurus, adil, dan lebih cocok dengan kebenaran (insya Allah).

    Sikap kita… ya peduli dengan nasib kaum Muslimin di Mesir; mendukung usaha-usaha mereka untuk mewujudkan kehidupan Mesir yang lebih Islami; menolak kezhaliman kudeta militer dan para pendukungnya; serta mulai bersikap kritis terhadap para raja/dinasti Arab yang sering kolaborasi dengan kepentingan musuh Islam. Jangan karena mereka memakai jubah dan sorban, lalu otomatis diterima sebagai bagian urusan Islam.

    Mereka meragukan status kesyahidan para pejuang…

    Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

    [1]. Secara hakiki, kesyahidan itu semata rahasia Allah dan Rasul-Nya. Ini bukan wilayah kita. Kalau kita sebut seseorang Syahid, belum tentu benar; sebagaimana kalau kita sebut seseorang mati biasa, atau mati binasa, kita juga tidak tahu.

    [2]. Para ulama sering menyebut seorang pejuang, mujahid, pembela Islam, alim yang terbunuh dalam perjuangan dengan kata-kata Asy Syahid. Ini maksudnya BUKAN KLAIM bahwa dia benar-benar syahid; bukan. Tetapi ia adalah DOA DAN HARAPAN, semoga yang bersangkutan wafat dalam keadaan syahid.

    Dalam riwayat shahih Nabi Saw mengatakan, bahwa seorang Muslim yang wafat lalu dikenali oleh kaumnya sebagai orang baik; niscaya dia diterima sebagai orang baik di sisi Allah. Maka itu, kalau ada orang yang meninggal, sering di hadapan jamaah pengantar jenazah disebutkan kebaikan-kebaikannya, agar mereka semua rela hati untuk menerima orang itu sebagai orang baik.

    Jika ada ribuan Muslim, dari seluruh dunia, setuju dan rela dengan doa Asy Syahid bagi seseorang pejuang/ulama Islam, insya Allah ini juga bisa menjadi kenyataan di sisi Allah. Minimal sbagai Muslim kita mendoakan: “Insya Allah beliau syahid.”

    [3]. Dalam hadits shahih disebutkan, siapa (Muslim) yang wafat karena membela hartanya, dia syahid; siapa yang wafat karena membela darahnya, dia syahid; siapa yang wafat karena membela kehormatannya, dia syahid. Nah, para pejuang di Mesir itu wafat karena membela hak-hak kepemimpinan seorang presiden Muslim yang insya Allah shaleh, ini adalah niat yang lebih utama dari sekdar membela harta, darah, dan kehormatan seorang Muslim.

    [4]. Mereka yang terbunuh sudah tunai amal-amalnya, sudah jelas perjuangan dan pengorbanannya. Lalu apa pekerjaan orang-orang “tukang mencela” itu? Di mana posisi mereka dalam bangunan perjuangan Islam? Apa mereka termasuk pembela Islam, atau penghancur perjuangan? Mereka tidak takut ngomong ini dan itu untuk manusia yang telah nyata-nyata berjuang; yakinlah kalau mereka tak mau bertaubat, hatinya akan keras seperti batu,…padahal di antara batu itu ada yang mmancarkan air.

    Harus kalian jauhi manusia-manusia “sesat” itu…karena mereka seperti Bani Israil yang banyak ilmu tapi miskin tanggung-jawab atas permasalahan-permasalahan Ummat…

    Mereka itu digambarkan dalam Al Qur’an… kal himar yahmiluhu asfara… seperti keledai yang memikul kitab-kitab. Teori, ilmu, dalil tidak mengubah keledai menjadi makhluk yang mulia.

    Admin.

  7. abisyakir berkata:

    @ Mailizawati…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Ahlan wa sahlan…
    Sebagai insan biasa, tentu IM tidak luput dari kesalahan/dosa; sama seperti kita, atau mungkin mereka lebih baik dari kita. Tapi saat ini mereka sedang BERJUANG dengan misi besar:

    [a]. Membebaskan negeri Mesir dari cengkeraman rezim militer yang menindas, zhalim, korup, sewenang-wenang. Perjuangan ini harus didukung.
    [b]. Mereka ingin menghentikan sikap Mesir yang selama ini menjadi “anjing penjaga” kepentingan Zionis Israel. Kalau Israel tak dilindungi Mesir lagi, negeri itu bakal colaps.
    [c]. Mereka ingin memutuskan mata-rantai kekejaman rezim militer di dunia Islam terhadap para aktivis/pejuang Islam, dimulai dari Mesir terlebih dulu.

    Kebaikan-kebaikan demikian dan selainnya, harus kita dukung, sekuat kemampuan. Adapun soal posisi Raja Saudi, Raja Emirat, dan raja-raja Arab lain yang mendukung kudeta bersama sekuler, Koptik, liberalis, Syiah, Bashar Assad, Amerika, Inggris, Uni Eropa, dll. maka berlakulah ayat yang jelas… “Wa man yatawallahum fa innahu minhum” (siapa yang loyal kepada mereka -orang kafir- maka dia adalah bagian dari golongan mereka).

    Insya Allah, melalui tangan-tangan pejuang Ikhwanul Muslimin, Allah Ta’ala akan membukakan kemenangan besar bagi Islam wal Muslimin. Allahummanshur lil Islama wal Muslimin, amin (kata seorang bocah perempuan Palestina dalam doanya, dengan suara masih cadel).

    Matur nuwun.

    Admin.

  8. Heru Setihadin berkata:

    Assalamualaikum Pak Ustadz, kalo menurut antum bagaimana dengan blog ini http://aslibumiayu.wordpress.com/2013/08/18/tragedi-mesir-begitu-murahnya-nyawa-seorang-muslim-hanya-demi-memperjuangkan-kursi-jabatan/ sebab kalo sy perhatikan, isinya banyak yg merupakan apologi untuk membela rezim saudi, dan berkaitan dgn kudeta di mesir, sepertinya dia juga jadi “humas” untuk membela rezim saudi, yang memang mendukung kudeta di mesir, jadi right or wrong is my regime, mungkin gitu ya, hehe, terimakasih atas perhatiannya, terimakasih, Wassalam.

  9. abuhadi berkata:

    Assalamualaikum wbb
    sekarang masalahnya bukan perdebatan lagi, lupakan saja ..yang terpenting bagaimana dengan kaum muslimin di mesir yang tewas sdh ratusan bahkan ribuan (sumber dari IM) ini tdk bisa dibiarkan..rejim militer harus di qishas, harus di tuntut keadilan disana. perdebatan hanya wilayah perkataan dan pemikiran terkadang tidak melihat realita. Bagi yg pro rejim militer/pemberontak harus sdh mulai berpikir bahwa darah kaum muslimin yang terhormat dan mahal itu tdk boleh dibiarkan sia-sia begitu saja. Bagi pro rejim miiter, apa yang harus dilakukan? membubarkan diri dari demo kemudian melupakan tragedi berdarah ini? dan mengembalikan mesir kedalam sistem leberalis atau sosialis atau apa?. Menariknya salafi ( partai An-nur ) sdh mendukung kembali IM walau mereka berbeda dalam banyak hal
    Wahai kaum muslimin bersatulah..jangan berpecah….
    salam

  10. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea.. berkata:

    Pidato Heroik Presiden Mursi Sebelum di Kudeta Oleh Militer (dan para Pendukungnya)::

  11. Lulujam berkata:

    Sungguh bertambah ilmu baru, syukran

  12. buku ini nemang btul2 byk m'brkn kta mnfaat.krna bku in m'bka mta kta tntg kezaliman kaum yahudi" berkata:

    aminn

  13. m alfath berkata:

    Buku yang luar biasa inspiratif… :’) terus berkarya dgn tulisan2 bermanfaatnya 🙂

  14. abisyakir berkata:

    @ M. Alfath…

    Alhamdulillah, terimkasih, jazakallah khair wa yanfa’ana wa iyyakum minal ilmil barakah. amin.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: