Konflik Mesir dan Logika “Rampok”

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dunia Islam saat ini benar-benar geger dengan kondisi terakhir di Mesir, khususnya setelah pembantaian “Tragedi Rabu” 14 Agustus 2013 yang menimbulkan terbunuhnya ribuan kaum Muslimin pro Presiden Mursi. Dunia seakan bertanya-tanya: “Inilah agenda politik yang diperjuangkan kelompok Tamarod? Mereka ingin keadilan politik atau pembantaian?”

Jangan Menjadi Sekutu Perampok (Kekuasaan)!

Jangan Menjadi Sekutu Perampok (Kekuasaan)!

Meskipun begitu, banyak beredar pemikiran-pemikiran aneh, menyeleweng, menyesatkan, dan mengesankan si penyebar pemikiran seperti itu tidak memiliki koridor akal sehat yang layak ditimbang. Mereka berargumen secara sulas, dengan logika-logika aneh, mencari-cari dalil untuk memenuhi ambisinya (menjaga kepentingan raja-raja monarkhi Arab).

Di antara pemikiran yang beredar itu, katanya:

“Sebaiknya rakyat Mesir jangan demonstrasi lagi. Ayolah pulang ke rumah. Terimalah kudeta dengan ikhlas, jangan ditolak. Maafkan pelakunya. Cara ini lebih baik, untuk menyelamatkan nyawa kaum Muslimin Mesir. Darah sudah tumpah, jangan ditambah lagi. Jangan karena posisi jabatan, harus mengorbankan nyawa banyak manusia. Kita tahu semua, militer Mesir sangat kejam dan sadis, maka itu jangan dilawan, Kita tak memiliki kekuatan. Mereka pun belum tentu bisa disebut kafir.” Dan lain-lain logika.

Orang-orang itu sangat tidak jujur dalam berpikir dan membangun opini. Mereka melukapakan banyak fakta-fakta yang sengaja tidak ditampakkan. Mereka menjadikan dalil-dalil Syariat sebagai kendaraan untuk melayani hawa nafsu dan kekuasaan (raja-raja monarkhi Arab).

Mari kita lihat sekilas kesalahan-kesalahan berpikir mereka…

[1]. Ikhwanul Muslimin dan pendukungnya hanya berusaha mempertahankan hak-hak politik yang telah mereka peroleh secara SAH, melalui mekanisme yang telah sama-sama dimaklumi (pemilu). Mempertahankan hak sampai titik darah penghabisan adalah bukti bahwa kita MENGHARGAI dan MENSYUKURI nikmat yang Allah limpahkan. Maka itu Nabi Saw bersabda: “Wa man qutila duna maalihi wa huwa syahid” (siapa yang terbunuh karena mempertahankan hartanya, dia mati syahid). Itui baru harta yang sifatnya privat dan terbatas; lalu bagaimana kalau memperjuangkan kekuasaan yang akan digunakan untuk memperbaiki kehidupan Muslimin seluruh Mesir? Apa itu tidak lebih afdhal?

[2]. Posisi Ikhwanul Muslimin saat ini sedang dizhalimi. Seharusnya, kita membantu mereka dan menahan tangan orang-orang yang menzhaliminya. Rasulullah Saw bersabda, “Al Muslimu akhul muslimi, laa yazhlimuhu wa laa yuslimuhu” (Muslim itu saudara Muslim yang lain, jangan menzhaliminya dan jangan membiarkannnya dizhalimi). Kok sekarang malah berkembang ajakan, agar Muslim Mesir menerima begitu saja penzhaliman hak-hak mereka? Masya Allah, begitu khianat manusia-manusia penyeleweng itu.

[3]. Kalau kita menyuruh Muslimin Mesir agar pulang ke rumah, jangan menuntut hak-hak dengan demo, “pulang saja dan duduk manis di rumah”, dan seterusnya. Maka hal ini sama saja dengan MENOLONG ORANG-ORANG ZHALIM, MEMULUSKAN AGENDA MEREKA, SERTA MENOLONG TUJUAN MEREKA untuk merampas hak-hak kekuasaan dari tangan kaum Muslimin (IM). Maka seruan demikian adalah kejahatan besar dalam Islam. Justru kita menyerukan kepada kaum Muslimin Mesir agar terus menuntut hak-hak kekuasaan mereka, sekalipun hanya tinggal satu orang Muslim yang tersisa. Kalau mereka pulang, tidak menuntut lagi, JUSTRU itulah yang ditunggu oleh koalisi militer penindas, sekuler-liberal, Koptik, Zionis Yahudi, Amerika dan Uni Eropa, Syiah Rafidhah, dan seterusnya. Ini adalah JIHAD, kaum Muslimin harus mempertahankan hak-haknya sampai titik darah terakhir!

[4]. Militer Mesir sebenarnya sudah melemah, sejak Revolusi Januari 2011. Yang membuat mereka jadi kuat, beringas lagi, dan menindas, adalah datangnya bala bantuan dana, peralatan, dan strategi dari Amerika, Israel, Saudi, Emirat Arab, dan lainnya. Masuknya bantuan itulah yang membuat mereka punya daya lagi untuk membantai rakyatnya. Harusnya manusia-manusia menyeleweng itu sadar akan hakikat ini, mereka segera bertaubat, dan pensiun dari menyesatkan kaum Muslimin.

[5]. Ketika terjadi pembantaian manusia, sampai gugur ribuan nyawa, jangan menyalahkan Ikhwanul Muslimin; karena bukan mereka pelaku kekejaman itu; mereka menempuh cara damai; mereka berhak menuntut hak-haknya. Aneh sekali logika manusia itu. Misalnya ada ibu masuk pasar sambil pakai kalung emas, lalu dijambret penjahat. Bukannya kita mengejar penjahat dan mengembalikan hak sang ibu, kita malah berkata menyalahkan si ibu: “Ibu sih biang keroknya. Ibu ke pasar pakai kalung emas. Sudah tahu banyak penjahat, malah pakai kalung emas.” Harusnya kejar dulu sang penjahat, ambil kalung sang ibu, serahkan ke pemiliknya; setelah itu baru nasehati sang ibu. Ini cara yang adil, bukan main salahkan korban. Banyak manusia berlogika seperti orang tidak waras

Singkat kata, untuk memahami bagaimana situasi di Mesir saat ini, caranya mudah. Mari berpikir tentang kejadian perampokan.

Misalnya rumah Anda dirampok sekawanan rampok. Rumah Anda mereka duduki, lalu Anda dan semua anggota keluarga diusir dari rumah. Setelah itu, si perampok membuat plang besar: “Rumah Ini Milik Keluarga Dalton”. Dalton adalah si pemimpin perampok. Setelah itu, Pak RT, RW, Lurah, dan lainnya sepakat mengakui rumah milik keluarga Dalton. Malah mereka memasang polisi untuk menjaga keluarga Dalton. Tidak lupa Pak Lurah berpesan, “Kalau ada yang menuntut keluarga Dalton, ketahuilah dia adalah TERORIS.”

Jika kejadian ini terjadi, bagaimana sikap Anda? Apa Anda akan menyalahkan diri sendiri dan keluarga? Apa Anda akan memaafkan, mengikhlaskan, dan mendoakan keluarga Dalton? Apa Anda akan mencarikan dalil-dalil Al Qur’an dan Sunnah untuk membenarkan perampokan keluarga Dalton?

Wahai manusia, wahai aktivis, wahai orang berakal, wahai ustadz kibar, wahai syaikh ‘alim… dimana akal kita atas logika perampokan ini?

Apapun jawaban Anda, maka Allah akan memperlakukan Anda tidak jauh dari jawaban yang Anda lakukan. Siapa mendukung perampok, nanti dia akan dirampok; siapa membela korban, maka dia akan dibela. Mengapa demikian? Karena kini kita sedang bicara tentang hak-hak kaum Muslimin, hak harta, darah, kehormatan, agama, dan kehidupan mereka. Siapa yang membela Umat, Allah akan membelanya; siapa yang membela perampokan atas Umat, maka dia akan menjadi korban kejahatan yang sama. Dalam ayat: In ahsantum ahsantum li anfusikum, wa in asa’tum fa laha (kalau kalian berbuat baik, kebaikannya untuk diri kalian sendiri; kalau kalian berbuat jahat, akibatnya akan menimpa kalian juga. Al Israa’: 7). Berhati-hatilah dari kejahatan menjadi sekutu perampok, secara tidak disadari.

Semoga bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abine Syakir).

Iklan

11 Responses to Konflik Mesir dan Logika “Rampok”

  1. abuhaitsam berkata:

    Arab Saudi Kembali Berulah

    Saat Sebagian orang masih sibuk mencelanya, 2 Pesawat Arab Saudi dengan 100 ton perlengkapan medis sudah tiba di Mesir, siap mendirikan 3 rumah sakit lapangan untuk menolong warga Mesir yang terluka…

    http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2013/08/20/Two-Saudi-planes-carrying-medical-aid-arrive-in-Egypt.html

    Semoga Allah memberkahi Arab Saudi, para pemimpin dan rakyatnya serta mengampuni mereka yang berbuat keliru..

    Semoga Allah merahmati Mesir, para pemimpin dan rakyatnya, mengampuni yang berbuat salah dan meluluhlantakkan makar jahat orang-orang kafir

    Amin Ya Rabbal alamin

  2. Some One Like Your berkata:

    Lebay, orang mencela tidak asal asbun mas, apalah artinya 2 pesawat 100 ton alat medis 3 rumah sakit yang dananya diambil dari bisnis perluasan masjidil haram dan juga masjid nabawi yang tentunya dari umat islam seluruh dunia juga… Jangan kau batalkan Shodaqohmu dengan perkataan yang menyakitkan si penerima, ribuan nyawa melayang kalian anggap sis-sia oarng yang luka -luka kau naggap tak menghiraukan nasehat ulama halah aduh ni orang gimana yah..
    Sama-sama untuk do’anya Amiin Yaa Rabbal ‘aalamiin, Moga salafi dan Harokiyyun disatukan hati-hati mereka untuk bersama-sama melawan kezaliman diseluruh muka bumi ini. Saya cinta mereka

  3. lumia720 berkata:

    Melihat masalah Timur Tengah memang tdk gampang. Tdk cukup sekedar semangat tanpa melihat gbr besarnya. Selain itu, informasi hrsnya jg lengkap, tdk sepotong2 atau ngawur. Mis kondisi militer Mesir yg katanya melemah sejak Januari 2011. Kata siapa? Militer Mesir dari dulu sampai sekarang terkuat di Afrika. Mesir adl gudangnya senjata Rusia. Kalaupun th 67 kalah dr Israel, itu krn ada konspirasi. Panjang ceritanya. Lemah scr politik? Hmm, kl bgt nggak ngerti militer apalagi politik militer.
    Begitu juga memahami Saudi. Tdk cukup dgn membaca headline media lalu emosi. Baca realitas kawasan bos. Memang byk org heran kl Saudi seolah nekat mengumumkan dukungannya thd militer Mesir. Saudi membagi politiknya menjadi 3 lapisan: internasional, regional, dan nasional. Itu yg byk org tdk tahu atau tdk mau tahu.
    Scr internasional, Saudi ingin mengambil alih semua kontrol barat thd Mesir. Saudi siap menalangi apa2 yg dulu dijanjikan Barat thd Mesir. Ketika Barat berpura2 prihatin dan menahan bantuan militer, sesungguhnya mrk menanti tawaran militer Mesir. Ketika militer Mesir meminta kpd Barat, mk peluang dominasi mrk di Mesir makin kuat. Hari2 terakhir ini, kabar peningkatan peran Saudi di Mesir makin kencang.
    Scr regional, Saudi punya kepentingan kuat thd Mesir khususnya perimbangan dgn Iran dan Israel. Demikian pula dgn Suriah. Peran Saudi thd pejuang Suriah tentu sdh kasat mata. Scr finansial, Saudi mampu memiliki nuklir spt halnya Iran dan Israel. Tapi itu tdk cukup. Dibutuhkan pemahaman politik kawasan. Arab Spring yg terjadi bbrp thn terakhir dpt mengancam hal tsb. Daerah2 yg dl tenang dan stabil, stlh Arab Spring menjadi tdk stabil dan dpt sj menjadi satelit Iran dan Israel. Kondisi ini jg mngancam Saudi mis di Bahrain atau Yaman, bahkan Saudi Timur. Masalahnya IM terkadang (ingat ya, terkadang! jd tdk selalu) tdk peduli Arab Spring itu membawa maslahat atau mudharat. Pasca Tunisia, para analis mulai memperdebatkan Arab Spring.
    Saudi melihat IM tdk akan cukup kuat melawan militer, dan Barat disisi lain menunggu bangkai dr konflik. Maka yg paling tepat adl: 1. mendukung militer dan memotong intervensi Barat, 2. melakukan recovery Mesir, 3. menihilkan peran Iran di Mesir, dan, 4. melakukan langkah2 kemanusiaan. Pada titik inilah IM diharapkan kedewasaannya sbg gerakan yg tlh matang. Mundur dulu smtara. Merangkul Mesir jg dpt membantu rakyat Mesir. Tahukah Anda Saudi tlh menawarkan kerangka resolusi yg lbh lunak kpd Mesir? Bukankah haditsnya: “Tolonglah saudaramu, dizalimi ataupun menzhalimi”? 1 juta tentara mesir itu jg muslim lho!
    Saudi tdk punya masalah dgn IM bos! Tahu Syekh Abdul Muhsin At-Turki atau Muhammad Quthb? Mrk adl contoh tokoh IM yg tinggal di Saudi bahkan At-Turki pernah jadi mentri. Tahu siapa yg membela tokoh2 IM ketika mrk terancam dan diadili? Tahu negara mana yg menerima tokoh2 IM ketika mrk lari dari negara mrk? Tahu dosen2 di Saudi byk yg IM bahkan di Univ Medinah smp skrg? Jadi jgn asal njeplak.
    Saudi tdk maksum, tapi asal ngoceh saja tanpa berupaya memahami mrk juga berarti menzhalimi. Ingat, kl thd IM kita tdk boleh zhalim, maka begitu juga dgn pemerintah Saudi. Kl mau jadi analis, mk berikan informasi/argumen dan “both-side”,bukan asumsi dan sarkasme. Kl tdk, blog anda hanya jadi blog caci maki dan berbagai premis prematur. Keep writing!

  4. sungai nil berkata:

    to : sudara lumia720 yg mungkin baru kebeli henpon lumia…

    @ Masalahnya IM terkadang (ingat ya, terkadang! jd tdk selalu) tdk peduli Arab Spring itu membawa maslahat atau mudharat
    –> sebenarnya arab sping itu ada yg merancangnya atau spontanitas?? klo ada yg merancangnya kira2 siapa ya?

    @ Saudi tdk punya masalah dgn IM
    –> mungkin saudi secara negara tdk bermasalah dgn IM, tp para penguasa/pangeran2 saudi mempermasalahkan/memboikot yg terindikasi IM atau siapapun yg kira2nya yg bakalan mengganggu stabilitas kekuasaan mrk sprt halnya dulu osama bin laden.
    nih salah satu beritanya:
    http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/pangeran-al-waleed-larang-acara-dakwah-di-tv-miliknya-karena-syeikh-pengisi-pro-ikhwan.htm#.Uhozdn_z6ho

    @ Saudi melihat IM tdk akan cukup kuat melawan militer, dan Barat disisi lain menunggu bangkai dr konflik.
    –> lalu kenapa bukannya IM yg dibantu saudi, katanya saudi tak punya masalah dgn IM ?! bikin bingung saja analisanya(analisa muter2)

    @ 1 juta tentara mesir itu jg muslim lho!
    –> iya mrk jg muslim, tp bukan muslim yg berjuang demi tegaknya hukum Alloh…, dan sungguh membingungkan kok bisa2nya penguasa saudi(yg katanya negara ahlusunnah asli..no abal2) malah mendukung kaum yg menentang syare’at Islam.

    Getooool buanget pemerintah saudi, ulama2nya, syeikh2nya, para ustadz salafi lulusan saudi menggembar-gemborkan larangan mengkudeta pemerintahan yg sah(dicap khawarij gitu loh)…!!!
    Lalu dimana saudi saat militer akan mengkudeta presiden mursi ?? kok nongolnya saat mursi sdh terguling dari jabatannya ???

    @ Saudi tdk maksum
    —> iya iya laah, emangnya saudi malaikat

    @ Ingat, kl thd IM kita tdk boleh zhalim, maka begitu juga dgn pemerintah Saudi.
    —> klo pemerintah saudi mendukung militer mesir yg anti syare’at islam & telah menumpahkan banyak darah..apa itu bkn kedzaliman
    yaa??

    kalo nganalisa jgn muter-muter mas!

    peace……

  5. Dodol Amis ti Garut berkata:

    Lumia 720 kayanya kembaran Raja Saudi, Cuma beda nasib kali yah? yang ngaji aliran salfikreun batur! Hebat lah pokonya sampai-sampai mas sungai nil ngasih saran “kalo nganalisa jgn muter-muter mas!”
    menurut saya tidak semua yang muter-muter itu jelek, tapi lieur! Peca ah… Ma’af buat Ust Abine Syakir jika komen saya tidak layak nongol di blog Ustad, silahkan delet saja! Ahabbaka Fillah Ya UStad

  6. Priyo Sasongko berkata:

    cukup beebobot ulasan akunt Lumia 720

    sejak awal setelah keprihatinan atas makar terhadap presiden musri saya sendiri tetap berprasangka baik terhadap saudi dengan sgala kekurangn dan kelebihan nya

    kudeta Mesir terjadi di tengah-tengah jihad umat islam melawan syiah nusyairiyyah suriah, dan Mursi bersama saudi dalam jalur yang sama dalam mendukung Jihad suriah meskipun saudi lebih besar peran nya,….

    dan ketika tiba-tiba mursi digulingkan maka embrio pemerintahan baru ini mesti diselamatkan dari pengaruh cengkraman barat dan terutama SYIAH,…

    jadi melihat permasalahan ini musti dengan lapang dada, apakah kita terus menyokong saudara kita di kelompok IM yang nyatanya belum punya kekuatan untuk kembali merebut tahta mesir dengan terus berkonfrontasi tidak seimbang dengan 1 juta militer mesir (yang juga muslim )

    atau, merangkul pemerintahan baru hasil kudeta haram di mesir ini supaya meraka tidak semakin menumpahruahkan darah kaum muslimin, dan tidak di rangkul oleh IRAN dan barat yang sedang menunggu-nunggu bangkai kudeta di mesir untuk mereka menancapkan kuku pengaruh mereka di mesir,.

    ingat tokoh utama syiah di Mesir Hasan Syathah semoga Allah melaknatnya seorang pencela ummul mukminin baru-bari ini terbunuh oleh masa di mesir, ini pertanda gerakan IRAN di mesir sudah semakin masif nyata dan sangat meresahkan umat islam di Mesir.

    andai saudi tidak segera merangkul dan mendudukkan embrio pemerintahan baru ini, dan ditangkap oleh kedua tangan musuh islam Barat dan IRAN (Syiah) maka anda bisa jadi akan melihat konflik Suriah berpindah ke Mesir.

    pembantaian Umat islam oleh syiah

    wallahu ‘alam bis showwab

  7. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea berkata:

    Entah, saya keingetan terus akan Statement Syaikh Albani mengenai Tragedi Teluk. berikut statement Syaikh Albani yang saya maksud ::

    Politik di negri-negri arab hari ini tidaklah mencerminkan harapan kaum Muslimin sepenuhnya. contohnya, pencitraan Tauhid yang kontradiktif dalam Pemerintahan Saudi. Kontradiksi ini adalah konsep Tauhid yang berlaku sampai hari ini. Ini menggambarkan bahwa Pemerintahan Muslim tidak mewakili Kaum Muslimin seutuhnya. Meminta bantuan kepada Pasukan Salib bukanlah keinginan Masyarakat Saudi, akan tetapi dari pemerintahnya. dan ini lebih mengkhawatirkan daripada invasi Iraq atas Kuwait. Sekali lagi, ini bukanlah keinginan Rakyat Saudi tapi Pemerintahnya. Lihatlah sekarang, hari ini terbagi dua kubu antara yang mendukung kebijakan Pemerintah dan yang tidak. -{{ menit: 1:22 – 2:40 }}-

    Saya akan memberi sebuah pepatah lama terkait isu ini: Dinding bertanya pada paku: “kenapa kau melubangi saya?” Paku menjawab: “Tanyakan pada yang memukul palunya.” -{{ menit: 3:20 – 3:36 }}-

    @..Lumia720

    Lumia720:: Tahukah Anda Saudi tlh menawarkan kerangka resolusi yg lbh lunak kpd Mesir?

    saya:: Mas Lumia, mohon di jelaskan terkait kerangka resolusi yang lebih lunak yang telah ditawarkan oleh Saudi kepada Mesir. saya ingin tau. kalau bisa, sertakan dengan sumbernya (bila ada), saya ingin melihatnya. serta kapan penawaran kerangka Resolusi tersebut dilakukan.?

    oh iyah, taruhlah mas Lumia adalah Rakyat Mesir yang di Pimpin oleh Muhammad Mursi. apa yang akan Mas Lumia lakukan ketika terjadi kudeta terhadap Muhammad Mursi (Pemimpin Tertinggi Kaum Muslimin di Negri Mesir.?

  8. abisyakir berkata:

    @ Priyo Sasongko…

    sejak awal setelah keprihatinan atas makar terhadap presiden musri saya sendiri tetap berprasangka baik terhadap saudi dengan sgala kekurangn dan kelebihan nya

    Respon: Berprasangka baik itu untuk hal-hal yang masih samar, belum jelas baik-buruknya. Tapi kalau mendukung kezhaliman yang sudah nyata-nyata di depan mata; itu bukan berprasangka baik, tapi ikut berserikat dalam kezhaliman.

    kudeta Mesir terjadi di tengah-tengah jihad umat islam melawan syiah nusyairiyyah suriah, dan Mursi bersama saudi dalam jalur yang sama dalam mendukung Jihad suriah meskipun saudi lebih besar peran nya,….

    Respon: Saudi mendukung jihad Suriah, lebih karena mereka dipaksa oleh Amerika untuk partisipasi menggulingkan Basyar Assad. Dalam invasi Amerika ke Irak tahun 1991 dan 2003, pemerintah Saudi sebenarnya punya andil mensukseskan invasi tersebut. Meskipun mereka juga ketakutan jika Irak jatuh ke tangan Syiah. Tidak mungkin Amerika bisa menginvasi Irak, tanpa bantuan pemerintah Saudi (dana, informasi, akses, fasilitas, dll).

    dan ketika tiba-tiba mursi digulingkan maka embrio pemerintahan baru ini mesti diselamatkan dari pengaruh cengkraman barat dan terutama SYIAH,…

    Respon: Analisa “omong kosong”. Muhammad El Baradei, Wakil Presiden pemerintahan kudeta Mesir, itu jelas-jelas mengaku berakidah Syiah. dan kudeta militer 3 Juli itu didukung Syiah sedunia.

    jadi melihat permasalahan ini musti dengan lapang dada, apakah kita terus menyokong saudara kita di kelompok IM yang nyatanya belum punya kekuatan untuk kembali merebut tahta mesir dengan terus berkonfrontasi tidak seimbang dengan 1 juta militer mesir (yang juga muslim )

    Respon: Ini “omong kosong” selanjutnya. Anda sebut IM tak punya kekuatan? Masya Allah, betapa bodohnya. pasca kudeta 3 Juli, sekitar 30 perwira militer mesir dipecat oleh As sisi, karena terindikasi bersimpati kepada IM. IM itu sudah berurat berakar di mesir. Sampai Amerika dan Eropa perlu melakukan dialog dengan pimpinan-pimpinan IM, karena gerakan ini bukan main. IM sudah membangun gerakan sejak era tahun 1926-an, jauh hari sebelum Mesir merdeka dari Inggris. Kalau kini IM mau angkat senjata, mereka mampu sebab di Palestina pun mereka begitu. Hanya IM mau memakai jalan damai dulu, tanpa senjata.

    atau, merangkul pemerintahan baru hasil kudeta haram di mesir ini supaya meraka tidak semakin menumpahruahkan darah kaum muslimin, dan tidak di rangkul oleh IRAN dan barat yang sedang menunggu-nunggu bangkai kudeta di mesir untuk mereka menancapkan kuku pengaruh mereka di mesir,.

    Respon: Maaf ya, analisa ini sebatas analisa antar kita saja, karena kita tak ikut campur urusan di Mesir. Kita hanya bisa diskusi saja, tak bisa terjun dalam keadaan di sana. Sebagai diskusi, saya punya argumen; saat para aktivis Islam di Aljazair menerima konsep pemerintahan kudeta militer pasca kemenangan FIS; akibatnya, gerakan Islam dihancurkan secara sistematik oleh rezim militer. FIS malah ditetapkan sebagai musuh negara. Begitu juga dengan IM di Suriah di era Hafezh Assad. Maka menyerahkan kekuasaan ke tangan musuh Islam yang membenci kepemimpinan Islami, sama dengan menyerahkan leher ke mereka.

    Kalau takut Mesir dirangkul oleh Iran dan Barat, mengapa mereka memerangi IM? Itu sangat bodoh dan tak masuk akal. Ahlus Sunnah disingkirkan demi agar Mesir tidak jatuh ke tangan Iran/Barat. Ini analisis orang-orang yang “sudah tak mampu berpikir” secara jernih.

    ingat tokoh utama syiah di Mesir Hasan Syathah semoga Allah melaknatnya seorang pencela ummul mukminin baru-bari ini terbunuh oleh masa di mesir, ini pertanda gerakan IRAN di mesir sudah semakin masif nyata dan sangat meresahkan umat islam di Mesir.

    Respon: Sejak zaman dulu Syiah meresahkan kaum Muslimin, apalagi di Mesir yang pernah 280 tahun berdiri dinasti Syiah di sana. Alhamdulillah, dengan keberadaan IM di Mesir, Syiah bisa dieliminasi. Tapi sekarang IM malah dibantai oleh Mesir dan didukung oleh “orang-orang aneh”.

    andai saudi tidak segera merangkul dan mendudukkan embrio pemerintahan baru ini, dan ditangkap oleh kedua tangan musuh islam Barat dan IRAN (Syiah) maka anda bisa jadi akan melihat konflik Suriah berpindah ke Mesir. pembantaian Umat islam oleh syiah. wallahu ‘alam bis showwab

    Respon: Analisa “model lumia” begini tak ada artinya. Bau busuk mau dibolak-balik bagaimanapun, tetap bau busuk. Sudahlah tak usah berlelah-lelah membuat analisa macam-macam. Suatu analisa itu, kalau tertolak oleh hati nurani, lama-lama akan lenyap dengan sendirinya.

    Mestinya Saudi itu berlaku seperti Shalahuddin Al Ayyubi di masa lalu. Ketika melihat ada komunitas Muslim terzhalimi orang kafir (koalisi sekuler, liberal, syiah, zionis, Amerika, dll) maka beliau tak segan memberangkatkan kafilah Jihad untuk membela komunitas itu. Begitu juga apa yang dilakukan Nabi Saw ketika mengusir Bani Qainuqa dari Madinah, karena mereka telah membunuh seorang Muslim dan melecehkan seorang Muslimah.

    Sifat-sifat Islam semakin jauh dari Dinasti Saudi. Pertanda…pergiliran kekuasaan sudah semakin dekat. Islam akan tetap jaya; begitu juga dakwah Salafiyah (Wahabi); tapi soal nasib dinasti, tergantung komitmen mereka kepada Syariat islam dan kepentingan Umat. Wallahu a’lam bisshawaab.

    Admin.

  9. abisyakir berkata:

    @ Zaenal…

    Syukran jazakallah khair Akhi sudah mencarikan rekaman-rekaman. Jazakumullah khair. Itu benar-benar memang perkataan Syaikh Al Albani; suara beliau khas.

    Admin.

  10. juhaiman berkata:

    @lumia 720.
    Analisa anda sangat naif, terlihat seperti didukung oleh data yang valid, tetapi dangkal secara logika.

    Secara pemikiran ada perbedaan antara kerajaan saudi dan IM…itu sudah jelas.

    “Saudi melihat IM tdk akan cukup kuat melawan militer, dan Barat disisi lain menunggu bangkai dr konflik. Maka yg paling tepat adl: 1. mendukung militer dan memotong intervensi Barat, 2. melakukan recovery Mesir, 3. menihilkan peran Iran di Mesir, dan, 4. melakukan langkah2 kemanusiaan. Pada titik inilah IM diharapkan kedewasaannya sbg gerakan yg tlh matang. Mundur dulu smtara. Merangkul Mesir jg dpt membantu rakyat Mesir. Tahukah Anda Saudi tlh menawarkan kerangka resolusi yg lbh lunak kpd Mesir? Bukankah haditsnya: “Tolonglah saudaramu, dizalimi ataupun menzhalimi”? 1 juta tentara mesir itu jg muslim lho! ”

    Lha ini kan analisa yang sangat dangkal…… sangat dangkal .
    Coba jelaskan kenapa raja saudi , membolehkan tanah haramain menjadi pangkalan amerika ??? coba jawab dengan jujur.
    Rasullah akan menangis bila melihat kelakuan ” sang pengawal dua kota Haram “.

    Yang jelas kerajaan saudi cuma berkepentingan dengan mempertahankan KEKUASAAN DAN KENIKMATAN HARTA DUNIA ….

    Dan harap diketahui , tidak semua orang saudi mendukung kelakuan keluarga kerajaan , banyak yang mengingkari …
    Contoh Raja FEISAL … adalah raja yang dihormati oleh umat islam …..jelas posisi dan kedudukannnya dalam membela umat islam , tetapi raja raja yang belakangan ini …..????

    Jangan menunjukan kebodohan anda dalam tulisan ……

  11. hari 74 berkata:

    @lumia … saudi secara secara lembaga tiak ada masalah d dengan IM .. anda salah … bukankah fatwa bin bass itu mengharamkan IM ??? Dan Sudah menjadi kkesepakatan antara pendiri bani saud dan inggris bahwa saudi tidak akan mengganggu israel dan ikut menghalangi setiap usaha yg bertujuan untuk itu. Dan kkesepakatan antara mereka itu tertulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: