Apa Miss World…

Kini kita geger soal Miss World…

Setahun lalu, waktu Miss World di negara lain, saat pengumuman pemenang diserukan, di bagian akhir ada momen “Where the next Miss World?” Ternyata jawabnya: INDONESIA. Seketika saya tersentak… Ya Allah, ajang kontes badan ini akan mampir ke Indonesia?

Dulunya kan bernama Miss Universe. Entah kenapa kini namanya Miss World? Mungkin lain kali akan diubah menjadi Miss Global, atau Miss Life, atau Miss Mankind, atau apalah. Atau siapa tahu akan ganti nama… Miss-ing Link.

Kenapa Hary Tanoe sekarang ini semangat memperjuangkan Miss World? Kenapa… Ya karena Tanoe ini sedang memperjuangkan INDUSTRI SARAT DUIT yang bahan baku komersialitasnya: tubuh wanita. Tanoe sedang membela kepentingan usaha industri “badan perempuan” ini.

Ini Hanya Soal Bisnis MENINDAS Kaum Wanita

Ini Hanya Soal Bisnis MENINDAS Kaum Wanita

Kalau bicara mafia, dimana-mana… Rata-rata mereka menjalankan bisnis hitam, seperti judi, narkoba, prostitusi, pornografi, juga ribawi. Mafia tak bisa dipisahkan dari bisnis “badan perempuan”, karena memang fokus kesana.

Miss World itu sebenarnya semacam etalase bisnis “badan perempuan” secara legal, bukan mengikuti sistem mafia. Kalau mafia ngemplang pajak, kalau ini tetap bayar pajak; kalau mafia kelas emperan, kalau ini kelas hotel berbintang; kalau mafia omsetnya miliaran rupiah, ini omsetnya triliunan rupiah. Cuma itu bedanya…

Miss World adalah etalase bisnis “badan perempuan”. Maka itu para aktivis gender rata-rata diam saja; karena mereka “diongkosi” untuk diam sementara.

Semua ini masih soal “jual-beli” kehidupan perempuan. Kalau kita -selaku Muslim- memuliakan wanita, maka para pebisnis Miss World justru menjual-belikan harkat wanita dengan harga murah.

Apa itu Miss World? Ya itu tadi….

Mine.

About these ads

2 Balasan ke Apa Miss World…

  1. Deni A Wahid mengatakan:

    Ustadz Am Syakir Yang Saya Cintai karena Allah, Dulu jaman jahiliyyah ada ga ya kontes-kontesan kaya gituan (penasaran)? ( kalau ada ) lalu bagaimana Islam bersama Rasulullah SAW menjawabnya? jaman sekarang terlalu banyak acara-acara yang ga karu-karuan, tapi mengapa sebagian umat islam dan segelintir ormas masih harus berdamai positif dgn acara tsb?
    Moga Ustadz diberkahi Allah SWT, hingga slalu memberikan pencerahan yang berguna dunia akhirat! Amin

  2. abisyakir mengatakan:

    @ Deni A Wahid…

    Semoga Allah mencintaimu juga, mencintai keluargamu dan kawan-kawanmu. Amin Allahumma amin untuk doanya, lana wa lakum wa lil Muslimin.

    Dapat dipastikan di zaman Nabi Saw tidak ada kontes-kontesan wanita semacam itu. Malah di zaman jahiliyah, kaum wanita diperlakukan sangat buruk. Islam-lah yang mengangkat derajat mereka melalui turunnya Surat An Nisaa’, An Nuur, Al Ahzab, Al Mujadilah, dan semua surat-surat Al Qur’an. Tapi setelah Islam angkat derajatnya; orang-orang kufur Barat mengeksploitasi mereka untuk merusak moral manusia, melalui prodtitusi, pornografi, pornoaksi, kontes-kontesan, dan seterusnya. Wanita sengaja dieksploitasi, untuk merusak moral manusia secara keseluruhan. Rata-rata yang mendukung acara begituan, adalah manusia-manusia yang secara moral sudah “terserah deh”.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 131 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: