Rezim Militer Mesir Paling BODOH Sedunia…

Oktober 30, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Perlahan tapi pasti, masyarakat Mesir mulai bisa membedakan antara manusia dan anjing; lebah dan ular; ulama dan monster; air dingin dan kobaran api. Mereka mulai paham, siapa Si Bijak dan siapa Si Bangsat? Kini masyarakat Mesir mulai sadar bahwa mereka telah memilih kawanan srigala untuk memimpin negeri mereka; menjajah kehidupan mereka; melenyapkan syiar Islam dari lubuk hati mereka.

Rezim As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– pada dasarnya adalah kumpulan srigala lapar yang haus kezhaliman.  Mereka ini tidak bisa tegak di muka bumi, kecuali dengan menindas rakyat lemah; membohongi dunia; memfitnah orang-orang yang baik; dan menangkapi para ulama yang istiqamah.

Seorang ulama Salafi yang sadar akan kebengisan rezim As Sisi berdiri di depan para demonstran penentang rezim militer, sambil berkata: “Sebelum darah mereka tertumpah, darahku dulu yang akan tertumpah!” Rasanya sulit menemukan karakter ulama Salafi demikian di negeri kita; karena kalau ada ulama yang mulai istiqamah, secepat kilat akan diserbu dengan tuduhan: Sururi, hizbi, takfiri!

Tapi…

Kejahatan rezim As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– tidak hanya soal penolakan rakyat Mesir. Tapi sifat-sifat bandit mereka yang membunuhi manusia dengan seenak perutnya; demi melayani missi Zionisme internasional; juga semakin terkuak dengan munculnya kebodohan-kebodohan mereka. Secara jelas, mereka tak bisa menyembunyikan kebodohan itu. Hal ini juga merupakan bagian dari diterimanya doa kaum Mukminin yang mendoakan mereka celaka dan binasa; termasuk para pembelanya yang menggelontorkan dana US$ 12 miliar untuk membantai Ikhwanul Muslimin di Mesir. (Dana besar amanat Umat Islam, hasil dari bumi Islam berupa minyak, hasil dari pendapatan mengelola Tanah Suci disumbangkan ke kawanan srigala buas untuk membunuhi sesama Muslim. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik).

Kebodohan telanjang ini apa?

Ya, sebentar lagi Presiden Mursi akan diadili oleh pengadilan Mesir, atas tuduhan: telah menghasut kekerasan untuk membunuh demonstran anti pemerintah saat bulan Desember 2012. Hal itu terjadi sebelum muncul gerakan Tamarod pada awal tahun 2013 lalu.

Andaikan benar-benar terbukti Presiden Mursi menghasut untuk membunuh sebagian demonstran anti pemerintah; andaikan benar-benar terbukti; toh pembunuhan itu belum terjadi. Ia baru sebatas hasutan.

Lalu bedakan dengan segala kekejaman yang sudah jelas-jelas dilakukan rezim militer As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– yang telah membunuh puluhan orang, ratusan orang, hingga ribuan orang; terutama saat terjadi Tragedi Rabi’ah Al Adawiyah tanggal 14 Agustus 2013 lalu.

Nah, dimana otak srigala As Sisi dan para pendukungnya (baik lokal maupun pemimpin Saudi dan Emirat)? Mereka mengadili Presiden Mursi untuk tuduhan penghasutan, sementara mereka sendiri telanjang telah membantai ribuan demonstran damai pendukung Presiden Mursi? Apakah arti semua ini? Bukankah ini adalah kebodohan terbodoh sedunia? Sebodoh-bodohnya Skiper…seekor srigala dalam kartun Dora Explorer; tidak sebodoh mereka.

Darah para syuhada dan pejuang Islam yang wafat saat dalam perjuangan di Mesir menentang kawanan srigala As Sisi –laknatullah ‘alaihim wa ansharihim– sangatlah mahal dan harus sepenuhnya dijaga kehormatan mereka. Nyawa dan kehidupan Muslim yang telah tiada, karena diberangus kezhaliman, harus dijaga dan dihormati; dengan cara mencegah kezhaliman lebih besar, atau menghentikan sistem zhalim yang sedang beredar.

Semoga pula, darah-darah Mukmin yang telah tertumpah di halaman Masjid Rabi’ah Al Adawiyah dan lainnya di Mesir; menjadi pengorbanan yang cukup di hadapan Allah, sehingga Dia -dengan rahmat dan ‘inayah-Nya- berkenan menetapkan Sunnah Pergiliran Kekuasaan di negeri Saudi. Sudah sepantasnya, dinasti yang tidak komit dengan Syariat Islam; lebih mementingkan urusan kebangsawanan daripada maslahat kaum Muslimin sedunia; diganti oleh mereka yang tegak di atas ILMU, TAUHID, dan SYARIAT. Ya Allah ya Rabbi, hujani orang-orang zhalim itu dengan ketakutan tak bertepi; sehingga tangan dan lidah mereka mereka tidak kuasa lagi menzhalimi manusia. Amin Allahumma amin.

Tentu saja, kita sangat berharap kepada Allah Al Hakim, agar Dia menghukum rezim As Sisi –laknatullah ‘alaihim– serendah-rendahnya, serta menguasakan kehancuran dan kehinaan atas mereka sampai sedalam dasar samudra. Amin Allahumma amin.

Mine.

Iklan

Raja Abdullah Mulai Galau…

Oktober 28, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sangat mudah bagi Allah Ta’ala untuk menghisab amal perbuatan hamba-Nya. Ketika Raja Saudi dan Emirat berdiri paling tegak dalam rangka menghancurkan kekuasaan Presiden Mursi di Mesir yang mulai melaksanakan Islamisasi kehidupan; maka sangat mudah bagi Allah untuk mempreteli kekuasaan dinasti itu.

Wal amru kulluhu lillahi (semua urusan itu ada pada Allah); wallahu ghalibu ‘ala amrihi (dan Allah berkuasa memenangkan urusan-Nya); tu’thil mulka man tasya’u wa tanzi’ul mulka miman tasya’u (Engkau berikan kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki).

Tanda-tanda kehancuran Dinasti Saud di Saudi ditandai dengan peranan besar mereka dalam beberapa urusan ini:

[1]. Mendukung kudeta atas kepemimpinan seorang presiden yang dipilih oleh mayoritas kaum Muslimin Mesir.

[2]. Mendukung rezim militer yang telah membantai ribuan jiwa kaum Muslimin dan menghancurkan kehidupan mereka.

[3]. Mendukung rezim militer dalam meringkus Ikhwanul Muslimin, aset-asetnya, jaringannya, lembaga dan dakwahnya.

[4]. Mendukung rezim militer dalam melenyapkan pengaruh Syariat Islam di Mesir, dengan melarang ulama kritis, melarang dai, khatib, muballigh yang menyerukan al haq.

[5]. Mendukung persekutuan Zionis, Amerika, Inggris, Perancis, Kristen Koptik, Syiah, Liberal, Kapitalis, dan lain-lain yang sangat anti kepada pemerintahan Presiden Mursi.

Dalam batas ini apa yang dilakukan Raja Abdullah dan pemerintahnya sudah pada tingkat “kufran bawahan“; kekafiran yang terang-terangan yang sangat jelas bukti dan fakta-faktanya. Fakta pembantaian di halaman masjid Rabiah Al Adawiyah 14 Agustus 2013 itu mau disembunyikan kemana?

Maka sekarang Dinasti Saud (bukan Wahhabi lho ya) sedang berkemas menggulung layar kekuasaannya. Mereka setahap demi setahap akan runtuh karena hawa nafsu dan ambisi kuasa melebihi kecintaan dalam beragama.

Fakta-fakta yang membuat Dinasti Saud saat ini sangat mangkel (marah) adalah…

[a]. Amerika dan Sekutu tidak jadi menyerang Suriah, padahal tadinya mereka sudah berjanji akan menduduki Suriah. Kalau langkah ini dilakukan, setidaknya Dinasti Saud masih “punya muka” di mata Umat Islam sedunia.

[b]. Amerika dan Iran mulai bermesraan dan melupakan masalah “pelucutan senjata nuklir”.

[c]. Amerika sendiri semakin bangkrut, dengan kenyataan pemerintah federal tak mampu membiayai operasional pemerintahannya, sehingga untuk sementara kantor-kantor pemerintah tutup.

Sungguh, telah hilang rasa simpati kepada raja-raja dinasti ini; meskipun para pendahulunya insya Allah orang-orang baik. Mereka bisa bersiasat sehebat apapun, tapi kenyataan yang hak akan tampak dengan izin Allah. Siapa yang telah merebut kuasa secara tidak sah, akan direbut pula kekuasaannya oleh yang kuat.

Mine.


Ridwan Saidi Tambah Ngaco…

Oktober 28, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Mestinya ya orang tua itu semakin bijak, semakin baik, semakin mulia; mulai meninggalkan jejak-jejak kemuliaan bagi diri, keluarga, dan masyarakatnya. Tapi aneh dengan Engkong Ridwan Saidi ini; sudah mendekati saat-saat akhir kehidupan, malah meninggalkan JEJAK KEBUSUKAN yang tercium ke seluruh alam. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

1. Awalnya Ridwan Saidi dikenal sebagai sejarawan kritis, juga tokoh yang intens mengamati pergerakan Zionis Yahudi. Mulanya termasuk bagian dari barisan perjuangan kaum Muslimin. Tapi aneh sekali, dalam acara resepsi kesesatan Syiah kemarin di SMESCO Jakarta (26 Oktober 2013) dia malah memuji-muji perserikatan “tukang kutuk Shahabat” yang bernama IJABI. Sudah begitu, dia memuja…menghamba…mengkultus…mengelu-elukan manusia pembawa laknat dan petaka: Jalal Sisyiah.

2. Ridwan Saidi mulai aneh-aneh sejak gaul dengan Jakarta Lawyers Club (sekarang jadi Indonesia Lawyers Club), yang ditukangi Karni Ilyas di TVOne. TVOne telah membuat kehidupan hari tua Ridwan jadi berbeda; dia jadi kenal dunia media, dunia panggung, dunia broadcasting; dunia cewek-cewek cantik. Ketika Tina Talisa masih di TVOne, Ridwan Saidi sering dipanggil: Engkong.  Mungkin maksudnya, Tina meminta supaya Ridwan mulai sadar diri bahwa dirinya sudah lanjut usia, jadi jangan aneh-aneh.

3. Industri media memang dahsyat, maka tidak ada salahnya seseorang tidak mau gaul dengan dunia TV atau RadioFM dengan pertimbangan, khawatir terkena fitnahnya. Dunia syuting itu sering kerja siang-malam di studio, laki-laki perempuan campur aduk, dan mereka sudah sepakat untuk “sama-sama diam soal cinta”. Maka itu, peluang rusaknya moral di dunia begini, sangat besar. Meskipun kita tidak menuduh Ridwan Saidi akan jadi semacam “ABG Tua”; tapi ya begitulah dunia media, sangat rawan kehancuran moral.

4. Contoh simple ialah seniman Sujiwo Tejo. Sejak banyak gaul dengan TV, terutama TVOne, dia juga sudah mulai lumer. Katanya dulu Sujiwo pernah “nyumpahi” orang TVOne, tapi sekarang ya tetap kumpul-kumpul, gathering.

5. Sangat menyedihkan ketika Ridwan Saidi sudah tua, malah membuka topeng dirinya sebagai pembela Syiah. Kasihan banget Pak. Meskipun ada 1000 Ridwan Saidi, tak akan banyak gunanya bagi Syiah; wong dia sudah tua, sudah lemah, tambah emosian lagi. Gak ada gunanya Pak dukungan kamu ke Syiah. Tapi secara keimanan, dukungan ke Syiah (IJABI) ini bisa jadi tanda-tanda su’ul khatimah. Nas’alullah al ‘afiyah fid dunya wal akhirah.

6. Ya kalau masih ada kesempatan dan kebaikan, cobalah Bang Ridwan Saidi bertaubat dari kesesatannya; dengan Anda mendukung Syiah sama saja mendukung serangan besar terhadap ajaran Syariat Islam.

7. Ridwan Saidi mengatakan: “Indonesia tidak membatasi dan menghalangi berkembangnya pemahaman agama tertentu selagi tidak merendahkan pemahaman agama lain.”

Justru Pak Ridwan, dengan ngomong begitu, Anda berarti tidak mengerti hakikat Syiah itu sendiri. Mana ada Syiah bisa muncul ke muka bumi, dengan tanpa menghujat simbol-simbol kemuliaan dan Syariat Islam? Anda tidak mengerti Syiah Pak.

Allahumma inna nas’aluka husnal khatimah, wa na’udzubika min su’il khatimah. Amin ya Hafizh.

Mine.


Al Ikhwan dan Thaliban Termasuk Benteng Pertahanan Ummat

Oktober 14, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Seperti pernah kita jelaskan di artikel-artikel sebelumnya, bahwa posisi Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir sangatlah penting dan genting. Maksudnya, kalau kaum Muslimin membiarkan saja mereka terus ditindas, dilucuti, dan dihancurkan oleh militer Mesir; hal itu akan berpengaruh bagi nasib gerakan Islam di seluruh dunia. Kalau IM berhasil ditindas di Mesir, dilumpuhkan kekuatannya dengan cara-cara kekerasan, maka cara yang sama bisa dilakukan atas gerakan-gerakan Islam yang lain, di negeri selain Mesir.

Langkah-langkah kasar yang dilakukan terhadap IM di Mesir saat ini, targetnya bukan hanya mengakhiri pemerintahan Mursi; tetapi juga sebagai test case untuk memadamkan gerakan Islam. Target kedua itu jauh lebih berbahaya. Kalau percobaan di Mesir berhasil, maka mereka akan melakukan cara yang sama untuk menumpas gerakan Islam di negeri-negeri lain. Soal alasan, itu sangat mudah dicari. Wong posisi Presiden Mursi yang didukung mayoritas rakyat saja bisa dilawan, apalagi untuk hal-hal yang lebih lemah dari itu?

Terkait posisi IM ini, kita juga perlu memberi perhatian terhadap posisi para pejuang Thaliban di Afghanistan dan Pakistan. Sejatinya, mereka itu sekalipun punya perbedaan-perbedaan pandangan politik; mereka itu sama-sama benteng Islam, penjaga agama ini dari agressi kaum kufar yang menghalalkan segala cara. Kita harus tetap apresiasi terhadap kekuatan dan perjuangan para pejuang Thaliban. Dalam masa lebih dari 10 tahun terakhir, mereka telah buktikan loyalitas dan kekuatannya dalam membela Islam dan kaum Muslimin.

IM, Thaliban, dan kekuatan-kekuatan Islam lain yang telah nyata-nyata melakukan konfrontasi dengan kekuatan kufar; harus didukung, harus diapresiasi, harus dibantu semampunya, harus diberi dukungan moral, dan perlu sama-sama kita doakan. IM menerima demokrasi dalam perjuangan politiknya; Thaliban menolak demokrasi dalam pandangan politiknya; tetapi keduanya sama-sama kekuatan kaum Muslimin potensial. Mereka ini harus dibela, didukung, dibantu, minimal dengan doa.

Allahummanshur lil Islam wal Muslimin, Allahummanshur lil ikwanina fi Mishri, wa Afghan, wa Suriah, wa Irak, wa Filistin, wa Andunisiya, wa fi kulli makan wa kulli zaman. Amin Allahumma amin.

(Ayah Syakir).


Citra Dinasti Saud Hancur…

Oktober 14, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ketika terjadi Krisis Teluk tahun 1990-1991 banyak kaum Muslimin mendukung posisi Kerajaan Saudi ketika berkonflik dengan Irak (Saddam Husein). Tapi saat Saudi memanggil pasukan Sekutu untuk mendukung perang mereka menghadapi Irak, banyak sekali suara-suara protes dan kecaman. Kalangan Jihadis menuduh upaya Saudi ketika itu sebagai pengkhianatan terhadap Islam, karena meminta bantuan kaum kufar untuk menghadapi Irak (sesama Muslim). Ulama-ulama muda Saudi juga menyatakan penolakan; yang akhirnya mereka itu diberi label sebagai SURURI oleh kalangan Salafi sedunia.

Kesalahan Saudi semakin parah ketika mengizinkan berdirinya pangkalan militer Amerika di kawasan Dahran. Dengan adanya pangkalan ini, Amerika memiliki kekuatan, fasilitas, dan segala akses untuk mengaduk-aduk dunia Islam. Minimal akses komunikasi, informasi, dan intelijen. Kalau bangsa Filipina bersusah payah berusaha agar pangkalan militer Amerika di negerinya dibubarkan atau ditutup; Saudi justru mempersilahkan Amerika membuat base camp di negerinya. Kebijakan demikian membuat kalangan Jihadis tidak segan-segan menuduh pemerintah Saudi telah murtad, karena bersekutu dengan musuh untuk memerangi Islam. Sikap Saudi yang lebih baik di masa Krisis Teluk Jilid 2 (2003-2005) tidak membuat kalangan Islam yang kritis surut kritik dan kecamannya.

Kebijakan Pemerintah Saudi semakin parah terkait penataan ulang kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dengan alasan untuk melakukan restrukturisasi kawasan, agar lebih tertata dan indah, agar Masjid Suci bisa menampung lebih banyak jamaah, dan seterusnya; Pemerintah Saudi membiarkan Masjidil Haram dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit, hotel internasional, dan lain-lain. Kalau dulu Masjidil Haram selalu dominan dan kuat; Ia kini seperti tenggelam di tengah gedung-gedung besar dan tinggi. Nilai kesakralan Masjid Suci dan kawasan di sekitarnya, semakin luruh.

Mengapa demikian? Karena para pejabat Saudi sudah seperti tidak mengenal iman wal khair lagi. Di mata mereka, selagi ada uang segunung, ambisi apapun bisa ditunaikan. “Gampang lah, yang penting ada duit. Mau bikin apa saja, bisalah!” begitu logika pragmatis yang menguasai otak dan nafsunya. Demi membuat sebanyak-banyak proyek, untuk menghidupi ratusan pangeran dan keluarga-keluarga mereka; tak malu-malu mereka merusak nuansa kesakralan Masjid Suci (Masjidil Haram) dan keindahan spiritualnya. Amat sangat menyakitkan, kini kita melihat Masjid Suci diapit oleh gedung-gedung tinggi di sekitarnya.

Pukulan Dinasti Saudi terhadap Islam semakin hebat ketika mereka menjadi sponsor UTAMA penggulingan Presiden Mursi dari posisinya sebagai Presiden sah negara Mesir. Demi Allah, peranan Saudi (dan Emirat) jauh lebih hebat dari Amerika, dalam mendukung perampasan kekuasaan Presiden Mursi. Inti masalahnya, mereka ketakutan kehilangan kekuasaan di Saudi, kalau Ikhwanul Muslimin sukses memimpin Mesir. Karena begitu gila kekuasaan, akhirnya urusan agama dan kehidupan Umat dikorbankan. Sangat menyedihkan sekali.

Padahal Presiden Mursi dan kawan-kawan sedang merencanakan perbaikan kehidupan masyarakat Mesir menuju nilai-nilai Islam. Dan hal itu juga tidak merugikan kepentingan bangsa Saudi sedikit pun. Dan sejak kudeta militer 3 Juli 2013, kehidupan kaum Muslimin di Mesir mendapat tekanan hebat dari pemerintah militer. Masjid diawasi, khutbah ulama dilarang, para dai yang vokal tidak diberi tempat; bahkan lembaga Al Azhar digunakan militer untuk menindas kaum Muslimin Mesir. Belum lagi banyaknya darah yang tertumpah. Yang jelas, sejak Jendral As Sisi memimpin Mesir, masyarakat Muslim di Ghaza semakin kesulitan mendapatkan pasokan bahan-bahan kehidupan, karena terowongan-terowongan pada dihancurkan pasukan Fir’aun laknatullah ‘alaihim wa hazimah ‘azhimah ‘alaihim.

Kini Dinasti Saud tak lebih dari kekuasaan politik yang berusaha mempertahankan kuasa mereka di muka bumi dengan cara apa saja; termasuk mendukung tersebarnya ajaran sesat yang menjadikan urusan akidah dan agama tunduk di bawah telapak kaki para penguasa. Tidak ada kebanggaan dan keamanan dalam kenyataan seperti ini. Kalau mereka meyakini TAUHID pastilah mereka paham, bahwa Allah Ta’ala tidak akan membiarkan kezhaliman mantap di muka bumi.

Tampaknya…jalan menuju pergiliran kekuasaan sudah semakin dekat. Dinasti Saud semakin tua, kaum Muslimin akan melahirkan generasi baru untuk memikul amanah kekuasaan dan kedaulatan Ummat Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam; insya Allah wa amin.

Hidup di zaman seperti ini sangatlah berat. Seperti menggenggam bara api. Tetapi Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam menjanjikan pahala amal di zaman seperti ini akan diganjar 50 kali pahala amal para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Saatnya akan tiba ketika kaum Mukminin bergembira dengan datangnya pertolongan Allah yang berhasil meninggikan kehormatan Ummat ini. Amin ya Karim.

Mine.


Pak Mahfud MD Emosian…

Oktober 7, 2013

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Terkait soal Akil Mochtar, ada yang aneh dari pendapat Pak Mahfud MD. Setelah terbongkar kasus Akil, dia menyarankan agar lembaga MK dibubarkan saja.

[a]. Ini kan cara berpikir emosional. Gara-gara perbuatan satu orang, sebuah institusi harus dibubarkan. Misalnya ada perwira polisi atau TNI terlibat korupsi, apakah lembaga kepolisian/TNI harus dibubarkan?

[b]. Kalau MK dibubarkan gara-gara ketuanya melakukan korupsi, berarti lembaga MK itu memang sangat lemah. Ia bisa bubar karena kelakuan anggotanya.

[c]. Lembaga MK menyumbang popularitas besar buat Pak Mahfud. Itu tak diragukan lagi. Artinya, lembaga itu masih ada gunanya, minimal buat Pak Mahfud.

[d]. Kalau harus memilih, lebih baik mana membersihkan sebuah lembaga dari korupsi, atau membentuk lembaga yang sama sekali baru?

[e]. Apa pembubaran MK karena kasus korupsi, itu sesuai prosedur hukum yang jadi patokan MK itu sendiri?

Kalau menurutku ya… Andaika MK dibubarkan, lalu dibentuk lembaga sejenis MK yang mengacu kepada Syariat Islam…ya bolehlah MK lama dibubarkan. Tapi kalau acuannya masih sama saja, tidak usahlah dibubarkan. Pakai saja lembaga yang ada; daripada membuat lembaga baru; ya tahu inilah orang Indonesia kan banyak yang “mata duitan”; dimana ada pembentukan lembaga baru, pasti ada buang-buang uang disana.

Kasihan rakyat kecil deh… Gak ikut berbuat, tapi harus menangggung beban pajak. Oke Pak Mahfud, semoga semakin dewasa dan tenang. Amin.

Mine.


Prezinden SMS

Oktober 7, 2013

Nun jauh disana ada seorang pemimpin sebuah negara. Dia bergelar Prezinden. Ini terjadi di negeri yang jauh. Gak ada hubungannya sama yang di Indonesia. Kalau mau dihubung-hubungkan, ye salah sendiri.

Si Prezinden punya hobi terpenting, yaitu bicara di depan rakyat. Dia saban hari berbicara, pidato, ceramah, memberi wejangan, dan seterusnya. Kerja utamanya sebagai presiden ialah: talking and talking. Saking bosannya rakyat mendengar pidato dia, sampai mereka menjuali TV-TV nya karena isinya pidato die yang distel terus.

"Ike Baru Dapet SMS"

“Ike Baru Dapet SMS”

Jujur, dia sangat gak suka dengan plesetan NATO, No Action Talk Only. “Ike merasa ngak nyaman kalau ada orang bilang NATO, NATO. Emang die aje yang bekerja?” kata Prezinden suatu kali, dengan gaya seperti tukang salon yang melambai.

Kalau mulai berpidato atau ceramah, Prezinden punya ciri khas. Dia selalu memulai dengan mendongeng bahwa dirinya dapat banyak SMS dari sana-sini. Anak-anak SD pada tahu ciri ini, sampai-sampai sebelum Prezinden pidato, baru kelihatan muka saja, anak-anak itu sudah pada berteriak: “Baru-baru ini saya dapat SMS dari banyak orang….”

Para ibu-ibu sering senyum-senyum kalau dengar Prezinden menerima SMS. “Itu SMS dariku,” kata seorang Ibu masih memakai daster. “Yoi, itu SMS gue tahu,” kata ibu lainnya sambil memilih kangkung di abang-abang. “Waduh, SMS-ku sampai juga kesana,” kata si Mbak bakul jamu sambil tersipu-sipu. “Tong, lo kemarin kirim SMS apaan? Tuh lagi diomongin sama Pak Prezinden,” kata aki-aki gaul sambil pakai kaca mata item.

Suatu hari Prezinden tak bisa pidato. Itu terjadi berminggu-minggu. Orang-orang mulai beli TV lagi, karena TV mulai sepi dari pidato Prezinden. Usut punya usut, kenapa dia gak pidato lagi? Ternyata HP-nya kecebur sungai. Karena kecebur, ya tak ada SMS masuk, dia jadi gak punya bahan buat pidato. Mau beli HP baru, nomernya pasti ganti, padahal rakyat sudah tahu nomer cantik dia, yaitu: 081234567890.

Seorang tukang roti berkomentar, “Kalo lagi naik kendaraan, jangan main SMS melulu. Ntar tabrakan lho!” Orang-orang pada bertanya, “Apa hubungannya Bang? Dari masalah Prezinden kok jadi pindah ke urusan kendaraan?”

“Ya, cari sendiri hubungannya!” kata tukang roti agak sewot. <>