Prezinden SMS

Nun jauh disana ada seorang pemimpin sebuah negara. Dia bergelar Prezinden. Ini terjadi di negeri yang jauh. Gak ada hubungannya sama yang di Indonesia. Kalau mau dihubung-hubungkan, ye salah sendiri.

Si Prezinden punya hobi terpenting, yaitu bicara di depan rakyat. Dia saban hari berbicara, pidato, ceramah, memberi wejangan, dan seterusnya. Kerja utamanya sebagai presiden ialah: talking and talking. Saking bosannya rakyat mendengar pidato dia, sampai mereka menjuali TV-TV nya karena isinya pidato die yang distel terus.

"Ike Baru Dapet SMS"

“Ike Baru Dapet SMS”

Jujur, dia sangat gak suka dengan plesetan NATO, No Action Talk Only. “Ike merasa ngak nyaman kalau ada orang bilang NATO, NATO. Emang die aje yang bekerja?” kata Prezinden suatu kali, dengan gaya seperti tukang salon yang melambai.

Kalau mulai berpidato atau ceramah, Prezinden punya ciri khas. Dia selalu memulai dengan mendongeng bahwa dirinya dapat banyak SMS dari sana-sini. Anak-anak SD pada tahu ciri ini, sampai-sampai sebelum Prezinden pidato, baru kelihatan muka saja, anak-anak itu sudah pada berteriak: “Baru-baru ini saya dapat SMS dari banyak orang….”

Para ibu-ibu sering senyum-senyum kalau dengar Prezinden menerima SMS. “Itu SMS dariku,” kata seorang Ibu masih memakai daster. “Yoi, itu SMS gue tahu,” kata ibu lainnya sambil memilih kangkung di abang-abang. “Waduh, SMS-ku sampai juga kesana,” kata si Mbak bakul jamu sambil tersipu-sipu. “Tong, lo kemarin kirim SMS apaan? Tuh lagi diomongin sama Pak Prezinden,” kata aki-aki gaul sambil pakai kaca mata item.

Suatu hari Prezinden tak bisa pidato. Itu terjadi berminggu-minggu. Orang-orang mulai beli TV lagi, karena TV mulai sepi dari pidato Prezinden. Usut punya usut, kenapa dia gak pidato lagi? Ternyata HP-nya kecebur sungai. Karena kecebur, ya tak ada SMS masuk, dia jadi gak punya bahan buat pidato. Mau beli HP baru, nomernya pasti ganti, padahal rakyat sudah tahu nomer cantik dia, yaitu: 081234567890.

Seorang tukang roti berkomentar, “Kalo lagi naik kendaraan, jangan main SMS melulu. Ntar tabrakan lho!” Orang-orang pada bertanya, “Apa hubungannya Bang? Dari masalah Prezinden kok jadi pindah ke urusan kendaraan?”

“Ya, cari sendiri hubungannya!” kata tukang roti agak sewot. <>

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: