Al Ikhwan dan Thaliban Termasuk Benteng Pertahanan Ummat

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Seperti pernah kita jelaskan di artikel-artikel sebelumnya, bahwa posisi Ikhwanul Muslimin (IM) di Mesir sangatlah penting dan genting. Maksudnya, kalau kaum Muslimin membiarkan saja mereka terus ditindas, dilucuti, dan dihancurkan oleh militer Mesir; hal itu akan berpengaruh bagi nasib gerakan Islam di seluruh dunia. Kalau IM berhasil ditindas di Mesir, dilumpuhkan kekuatannya dengan cara-cara kekerasan, maka cara yang sama bisa dilakukan atas gerakan-gerakan Islam yang lain, di negeri selain Mesir.

Langkah-langkah kasar yang dilakukan terhadap IM di Mesir saat ini, targetnya bukan hanya mengakhiri pemerintahan Mursi; tetapi juga sebagai test case untuk memadamkan gerakan Islam. Target kedua itu jauh lebih berbahaya. Kalau percobaan di Mesir berhasil, maka mereka akan melakukan cara yang sama untuk menumpas gerakan Islam di negeri-negeri lain. Soal alasan, itu sangat mudah dicari. Wong posisi Presiden Mursi yang didukung mayoritas rakyat saja bisa dilawan, apalagi untuk hal-hal yang lebih lemah dari itu?

Terkait posisi IM ini, kita juga perlu memberi perhatian terhadap posisi para pejuang Thaliban di Afghanistan dan Pakistan. Sejatinya, mereka itu sekalipun punya perbedaan-perbedaan pandangan politik; mereka itu sama-sama benteng Islam, penjaga agama ini dari agressi kaum kufar yang menghalalkan segala cara. Kita harus tetap apresiasi terhadap kekuatan dan perjuangan para pejuang Thaliban. Dalam masa lebih dari 10 tahun terakhir, mereka telah buktikan loyalitas dan kekuatannya dalam membela Islam dan kaum Muslimin.

IM, Thaliban, dan kekuatan-kekuatan Islam lain yang telah nyata-nyata melakukan konfrontasi dengan kekuatan kufar; harus didukung, harus diapresiasi, harus dibantu semampunya, harus diberi dukungan moral, dan perlu sama-sama kita doakan. IM menerima demokrasi dalam perjuangan politiknya; Thaliban menolak demokrasi dalam pandangan politiknya; tetapi keduanya sama-sama kekuatan kaum Muslimin potensial. Mereka ini harus dibela, didukung, dibantu, minimal dengan doa.

Allahummanshur lil Islam wal Muslimin, Allahummanshur lil ikwanina fi Mishri, wa Afghan, wa Suriah, wa Irak, wa Filistin, wa Andunisiya, wa fi kulli makan wa kulli zaman. Amin Allahumma amin.

(Ayah Syakir).

Iklan

9 Responses to Al Ikhwan dan Thaliban Termasuk Benteng Pertahanan Ummat

  1. Fedrian Hasmand berkata:

    Sampai sekarang saya masih meyakini Taliban itu khawarij. Ingat bagaimana kelompok itu memerangi para mujahidin. Mereka merasa yang paling benar, paling suci. Sampai-sampai mujahidin asal Indonesia memilih pergi dari Afghanistan daripada baku bunuh dengan sesama muslim. Paling anyar, ingat bagaimana Taliban membunuh Burhanuddin Rabbani (ikhwan). Dengan cara yang pengecut pula. Persis seperti ibnu muljam membunuh Ali bin Abi Thalib ra. Taliban harus diajak dialog, dikembalikan ke jalan yang benar.

  2. Abu Fawwaz berkata:

    Membahas 2 gerakan di atas mungkin tidak bisa dilepaskan dari politik yang bila dilihat orang awam akan sulit memahaminya karena latarbelakangnya yang panjang dalam sejarah, semoga kebaikan ada dalam gerakan di atas kalau ada kesalahan semoga diperbaiki oleh Allah subhanallahu wa ta’ala

  3. abisyakir berkata:

    @ Fedrian…

    = Sebenarnya mereka bukan memerangi para Mujahidin; tetapi mereka menolak ketika para Mujahidin (kubu Burhanuddin, Hikmaktyar, Rasul Sayyaf, dll.) pada bertengkar demi mendapatkan kepemimpinan tertinggi di Afghanistan. Ketika mereka konflik internal, sampai-sampai panglima mujahidin Hikmaktyar bersekutu dengan Rasyid Dostum (komunis) untuk menghadapi Burhanuddin dan panglimanya, Mas’ud. Karena mereka melihat mujahidin malah konflik rebutan kekuasaan; akhirnya mereka rebut kekuasaan milik mereka. Kemudian mereka bentuk pemerintahan yang lebih baik dan stabil, yang akhirnya diruntuhkan Amerika Cs.

    = Memang benar, Thaliban ini mulanya didukung militer Pakistan; itu benar adanya. Meskipun setelah punya kekuasaan, mereka berpisah jalan dengan Pakistan. Hal itu sering terjadi. Bukankah mujahidin pernah didukung persenjataan oleh Amerika (CIA) untuk memerangi Uni Soviet, seperti model rudal stringer itu?

    = Mujahidin Indonesia pulang kampung, karena faksi Burhanuddin bentrok terus-menerus dengan faksi Hikmaktyar; yang semua itu menjadi alasan masuknya kekuatan Thaliban untuk mengambil alih kekuasaan Burhanuddin Rabbani. Toh pada akhirnya, Thaliban berhasil menyatukan kekuatan semua kaum Muslimin di Afghanistan, sebelum dirampas Amerika Cs.

    = Pembunuhan Burhanuddin Rabbani, andaikan benar-benar terjadi demikian; adalah bagian dari konflik itu sendiri. Kalau Burhanuddin dianggap sebagai perintang jalan bagi bersatunya kaum Muslimin Afghan di bawah satu kekuasaan Islam; ya beliau mesti dikorbankan, meskipun dirinya tetap diakui kebaikan-kebaikannya. Bukankah dalam tindakan politik menyingkirkan “satu orang penentu” yang dianggap menjadi penghalang tercapainya kemaslahatan yang besar, sering dilakukan. Lihat bagaimana cara Shalahuddin Ayyubi menyingkirkan sultan terakhir Dinasti Fathimiyah. Itu kan memakai cara “politik” juga.

    = Wah, ya jauh beda antara Thaliban dengan Ibnu Muljam. Bedanya: Ibnu Muljam adalah individu tertentu, sedangkan Thaliban adalah sebuah kekuatan politik kolektif. Ibnu Muljam membunuh Khalifah Ali yang tidak bersalah; sementara Thaliban menyingkirkan pemimpin mujahidin yang bertikai dengan sesama demi kekuasaan tertinggi. Ibnu Muljam kemudian dieksekusi karena kesalahannya; sedangkan Thaliban kemudian berhasil membentuk pemerintahan Islam.

    = Intinya, Thaliban itu sebuah entitas kekuatan politik dan militer yang besar. Jangan bermudah-mudah menegasikan peran mereka. Kaum Muslimin butuh pembela, penolong; meskipun si penolong tidak sudci dari kesalahan/dosa.

    Admin.

  4. masa_gitu berkata:

    Saya punya pandangan sendiri. Pada dasarnya manusia-manusia afghan itu adalah para pejuang yang tangguh, sehingga tidak ada beda antara mujahidin era penjajahan uni sovyet ataupun thaliban yang datang kemudian.
    Yang menjadi keresahan saya adalah, pemahaman Islam kaum thaliban itu sendiri yang terlalu saklek, yang mungkin juga menjadi penyebab kejatuhan mereka. Karena terbukti begitu barat (baca:amerika) menginvasi Afghanistan, rakyat pada umumnya tidak berada di belakang pejuang thaliban sepenuh hati. Berarti ada sesuatu yang salah!
    Bisa kita bandingkan dengan zaman revolusi di Indonesia dulu, atau vietnam di tahun 60-an. Betapa para penjajah akhirnya menyerah karena kesulitan melawan jutaan rakyat yang bersatu padu dan bahu membahu dengan tentaranya yang sebetulnya pas-pasan. Bahkan saking jengkelnya westerling pun gelap mata.
    Dan seringkali kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh thaliban menjadi bumerang bagi mereka, seperti dalam kasus Malala. Saya sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana hidup dalam pemahaman Islam versi thaliban, saya belum bisa memahaminya, meskipun sudah sangat familiar dengan ide-ide purifikasi Islam bahkan sejak kecil.
    Sebaliknya sikap yang terlalu adaptif Ikhwan di Mesir terhadap konsep2 barat menjadikannya kehilangan atau seolah-olah mereduksi pemahaman jihad yang justru menjadi ciri khas rakyat Afghan. Dan situasi di Mesir saat ini setidaknya menunjukkan hal tersebut. IM sebetulnya ingin melawan lebih keras, tetapi khawatir akan melukai imej perjuangan yang sudah dibangun, yaitu menerima nilai-nilai kemanusiaan yang dikampanyekan dunia.
    Maka pelajaran yang bisa kita ambil dari keduanya tetap dua hal : yaitu DAKWAH secara menyeluruh seperti IM di era represif, sehingga sanggup menyaingi bahkan pemerintahan Mesir itu sendiri, dan kedua memelihara semangat JIHAD dalam arti sebenarnya seperti pejuang Afghan. Mudah-mudahan da’i-da’i kita hari ini diberi kekuatan oleh Allah swt untuk membimbing umat tentang hal-hal tersebut. Allahu a’lam.

  5. Iwan berkata:

    Jika kafir dan sekutunya (baik dari kalangan kafir itu sendiri maupun dari kalangan Muslim yg takut kekuasaannya lengser) berhasil menghancurkan Al Ikhwan dan Taliban (satu contoh pergerakan Islam), maka bisa jadi FPI sebagai ormas dan pergerakan Islam (Sunni) laiinyya (di negeri Islam) pun di buat hancur dan bubar oleh strategy licik yg terus memborbardirnya dari segala lini….Moga aja strategy licik kafir kalah langkah dgn strategy FPI….

  6. abisyakir berkata:

    @ Iwan…

    Memang yang dikhawatirkan adalah arah kesana. Saat ini saja, Israel sedang provokasi Muslim Ghaza agar menghancurkan pemerintahan Ismail Haniyah di Ghaza. Mereka ambil pelajaran dari kasus Mesir.

    Admin.

  7. abisyakir berkata:

    @ Masa-gitu…

    Ya alhamdulillah, suatu analisis yang jeli, alhamdulillah. Saya tidak tahu pasti kondisi pemahaman Thaliban di lapangan. Kita umumnya mendapat suplai info dari media-media Barat. Lagi pula upaya “merusak image” itu kan berlaku di saat-saat revolusi. Seperti kaki tangan PKI pernah masuk ke barisan DI/TII lalu melakukan perusakan image sehingga nama baik DI/TII rusak di mata masyarakat luas.

    Sebenarnya kalau Thaliban keliru secara pemahaman, hal ini bisa dilakukan diskusi. Kecuali kalau mereka sudah mengambil madzhab tertentu, ya itu harus dihormati. Sebagai perbandingan: Di Saudi baru tahun-tahun kemarin berdiri universitas untuk kaum wanita; wanita Saudi masih tidak boleh menyetir mobil sendiri; mereka juga diwajibkan memakai cadar kecuali saat Haji/Umrah, dan saat di bandara internasional. Kalau dipikir-pikir, fiqih Thaliban tidak jauh dari Saudi; tapi mereka miskin, sedang Saudi kaya.

    Ya betul, mencari sisi-sisi positif dari gerakan Islam; sangat dianjurkan dan perlu.

    Admin.

  8. ahmad berkata:

    salam kenal bos.
    Menanggapi artikel anda, saya jd iku sedih membacanya, kenapa hanya di sana saja ya?

  9. abisyakir berkata:

    @ Ahmad…

    Maksudnya, bukan cuma “Ikhwan dan Thaliban”, tapi mereka itu termasuk benteng kekuatan Umat; jangan disia-siakan, jangan dihancurkan; tapi harus sama-sama kita jaga dan saling kerjasama. Jangan dipahami sempit. Jelaslah bahwa kekuatan Islam ada dimana-mana, termasuk di negeri kita. Bukan hanya “Ikhwan dan Thaliban”.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: