Citra Dinasti Saud Hancur…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ketika terjadi Krisis Teluk tahun 1990-1991 banyak kaum Muslimin mendukung posisi Kerajaan Saudi ketika berkonflik dengan Irak (Saddam Husein). Tapi saat Saudi memanggil pasukan Sekutu untuk mendukung perang mereka menghadapi Irak, banyak sekali suara-suara protes dan kecaman. Kalangan Jihadis menuduh upaya Saudi ketika itu sebagai pengkhianatan terhadap Islam, karena meminta bantuan kaum kufar untuk menghadapi Irak (sesama Muslim). Ulama-ulama muda Saudi juga menyatakan penolakan; yang akhirnya mereka itu diberi label sebagai SURURI oleh kalangan Salafi sedunia.

Kesalahan Saudi semakin parah ketika mengizinkan berdirinya pangkalan militer Amerika di kawasan Dahran. Dengan adanya pangkalan ini, Amerika memiliki kekuatan, fasilitas, dan segala akses untuk mengaduk-aduk dunia Islam. Minimal akses komunikasi, informasi, dan intelijen. Kalau bangsa Filipina bersusah payah berusaha agar pangkalan militer Amerika di negerinya dibubarkan atau ditutup; Saudi justru mempersilahkan Amerika membuat base camp di negerinya. Kebijakan demikian membuat kalangan Jihadis tidak segan-segan menuduh pemerintah Saudi telah murtad, karena bersekutu dengan musuh untuk memerangi Islam. Sikap Saudi yang lebih baik di masa Krisis Teluk Jilid 2 (2003-2005) tidak membuat kalangan Islam yang kritis surut kritik dan kecamannya.

Kebijakan Pemerintah Saudi semakin parah terkait penataan ulang kawasan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Dengan alasan untuk melakukan restrukturisasi kawasan, agar lebih tertata dan indah, agar Masjid Suci bisa menampung lebih banyak jamaah, dan seterusnya; Pemerintah Saudi membiarkan Masjidil Haram dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit, hotel internasional, dan lain-lain. Kalau dulu Masjidil Haram selalu dominan dan kuat; Ia kini seperti tenggelam di tengah gedung-gedung besar dan tinggi. Nilai kesakralan Masjid Suci dan kawasan di sekitarnya, semakin luruh.

Mengapa demikian? Karena para pejabat Saudi sudah seperti tidak mengenal iman wal khair lagi. Di mata mereka, selagi ada uang segunung, ambisi apapun bisa ditunaikan. “Gampang lah, yang penting ada duit. Mau bikin apa saja, bisalah!” begitu logika pragmatis yang menguasai otak dan nafsunya. Demi membuat sebanyak-banyak proyek, untuk menghidupi ratusan pangeran dan keluarga-keluarga mereka; tak malu-malu mereka merusak nuansa kesakralan Masjid Suci (Masjidil Haram) dan keindahan spiritualnya. Amat sangat menyakitkan, kini kita melihat Masjid Suci diapit oleh gedung-gedung tinggi di sekitarnya.

Pukulan Dinasti Saudi terhadap Islam semakin hebat ketika mereka menjadi sponsor UTAMA penggulingan Presiden Mursi dari posisinya sebagai Presiden sah negara Mesir. Demi Allah, peranan Saudi (dan Emirat) jauh lebih hebat dari Amerika, dalam mendukung perampasan kekuasaan Presiden Mursi. Inti masalahnya, mereka ketakutan kehilangan kekuasaan di Saudi, kalau Ikhwanul Muslimin sukses memimpin Mesir. Karena begitu gila kekuasaan, akhirnya urusan agama dan kehidupan Umat dikorbankan. Sangat menyedihkan sekali.

Padahal Presiden Mursi dan kawan-kawan sedang merencanakan perbaikan kehidupan masyarakat Mesir menuju nilai-nilai Islam. Dan hal itu juga tidak merugikan kepentingan bangsa Saudi sedikit pun. Dan sejak kudeta militer 3 Juli 2013, kehidupan kaum Muslimin di Mesir mendapat tekanan hebat dari pemerintah militer. Masjid diawasi, khutbah ulama dilarang, para dai yang vokal tidak diberi tempat; bahkan lembaga Al Azhar digunakan militer untuk menindas kaum Muslimin Mesir. Belum lagi banyaknya darah yang tertumpah. Yang jelas, sejak Jendral As Sisi memimpin Mesir, masyarakat Muslim di Ghaza semakin kesulitan mendapatkan pasokan bahan-bahan kehidupan, karena terowongan-terowongan pada dihancurkan pasukan Fir’aun laknatullah ‘alaihim wa hazimah ‘azhimah ‘alaihim.

Kini Dinasti Saud tak lebih dari kekuasaan politik yang berusaha mempertahankan kuasa mereka di muka bumi dengan cara apa saja; termasuk mendukung tersebarnya ajaran sesat yang menjadikan urusan akidah dan agama tunduk di bawah telapak kaki para penguasa. Tidak ada kebanggaan dan keamanan dalam kenyataan seperti ini. Kalau mereka meyakini TAUHID pastilah mereka paham, bahwa Allah Ta’ala tidak akan membiarkan kezhaliman mantap di muka bumi.

Tampaknya…jalan menuju pergiliran kekuasaan sudah semakin dekat. Dinasti Saud semakin tua, kaum Muslimin akan melahirkan generasi baru untuk memikul amanah kekuasaan dan kedaulatan Ummat Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam; insya Allah wa amin.

Hidup di zaman seperti ini sangatlah berat. Seperti menggenggam bara api. Tetapi Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam menjanjikan pahala amal di zaman seperti ini akan diganjar 50 kali pahala amal para Shahabat Radhiyallahu ‘Anhum. Saatnya akan tiba ketika kaum Mukminin bergembira dengan datangnya pertolongan Allah yang berhasil meninggikan kehormatan Ummat ini. Amin ya Karim.

Mine.

Iklan

6 Responses to Citra Dinasti Saud Hancur…

  1. Deni Abdul Wahid berkata:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
    Ustad saya pernah dengar bahwa abad ke-15 Hijriyyah adalah abad kebangkitan Islam dan kaum muslimin, benarkah? jika benar apa bukti dan prasyarat pendukungnya? jika melihat keadaan dunia arab wabil khusus kerajaan arab saudi rasa-rasanya islam ini semakin terpinggirkan oleh kelaliman para penguasa islam itu sendiri, belum lagi soal persatuan umat islam, ekonomi islam, politik islam semuanya dalam situasi terpuruk. Mohon pencerahannya ! Jazakallah…. Wassalam Wr Wb

  2. abisyakir berkata:

    @ Deni Abdul Wahhab…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    [1]. Benar akhi, di antara salah satu bentuk ghirah kaum Muslimin, ialah menjadikan era tahun 1400 H dan seterusnya sebagai “tanda awal” bagi kebangkitan Islam. Sering disebutnya ‘Ahdu Shakhwah Islamiyyah (era kebangkitan Islam). Rabithah Alam Islami memelopori hal ini.

    [2]. Tapi sejujurnya dalam isu kebangkitan ini, ada yang bersifat “Fajar Kadzib” ada yang bersifat “Fajar Shadiq”. Kebangkitan pada awal 80-an adalah Fajar Kadzib (fajar tetapi bersifat semu/dusta, bukan sebenarnya). Fajar kebangkitan itu lebih karena isu REVOLUSI IRAN tahun 1979 yang didukung Amerika secara penuh (secara sembuyi-sembunyi); sehingga itu bukan bagian sejarah kebangkitan Islam, melainkan kebangkitan Syiah Rafidhah. Buktinya, kebangkitan Islam ketika itu belum diuji oleh aneka macam cobaan seperti yang terjadi saat ini. Ujia terbesar dan terberat adalah WTC 11 September 2001. Melalui tragedi itu Amerika dan NATO sepakat menjadikan Syariat Islam sebagai musuh dunia internasional.

    [3]. Kondisi saat ini belum ke era “Fajar Shadiq”, tetapi sedang menuju kesana. Kondisi saat ini adalah untuk melenyapkan ghirah semu “Revolusi Syiah Iran” lalu diganti ghirah sejati “kebangkitan Syariat Islam”. Hanya saja, dalam masa transisi ini sangat banyak ujian2 yang menimpa Umat ini. Nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. amin.

    [4]. Termasuk bukti kematangan perjuangan Islam…yang semakin memperkuat tampilnya era kebangkitan Islam sejati…adalah terbukanya kedok-kedok para penguasa Arab jahiliyah. Mereka itu ternyata bukan pewaris prjuangan Khalifah Rasyidah Radhiyallahu ‘Anhum, tapi pewaris kekuasaan Abu Jahal, Abu Lahab, dan kawan-kawan. Sama-sama Arab, sama-sama berkuasa, dan sama memusuhi Islam. Wal ‘iyadzu billah.

    [5]. Banyaknya cobaan yang mendera kaum Muslimin saat ini adalah nasehat dan perbaikan yang harus dilakukan di segala bidang. Intinya, kita berjuang fi sabilillah, sedangkan musuh Islam berjuang fi sabili thaghuut. Tentulah hizbullah yang akan dimenangkan Allah Ta’ala. amin.

    Admin.

  3. Lukman Mubarok berkata:

    Saudi saat ini lebih baik dan akan baik-baik saja… Semoga segala suksesi kepemimpinan maupun pindahnya haluan politik semuanya diselenggarakan dengan damai tanpa ada kerusuhan macam di Mesir

  4. abisyakir berkata:

    @ Lukman…

    Tidak akan terjadi kerusuhan dan pembantaian di Mesir, kalau tangan Saudi tidak ikut campur membiayai militer Fir’aunis. Itu fakta.

    Admin.

  5. empritgepeng berkata:

    Afwan..Tadz…Allah akan menyegerakan kepemimpinan dunia ditangan Islam sesuai janji Rasulallah SAW dalam hadist Syam…karena apa yang terjadi di Suriah awal dari kebangkitan Islam….dan Saudi hanya akan jadi barisan penonton yang sakit hati….kasihan…deh…

  6. abisyakir berkata:

    @ Emprit…

    Mugi-mugi kemawon Bapak. Amin Allahumma amin.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: