Heroisme Seorang Dosen Muslim…

Bismillahirrahmaanirrahiim. Luar biasa perbuatan dosen Muslim di bawah ini. Dia sangat herois, menunjukkan antara kata dan perbuatan, secara nyata. Langka manusia demikian. Jika benar berita ini, semoga Allah mengistiqamahkan sang dosen sampai akhir hayatnya; memberi keberkahan besar buat keluarganya; menurunkan dari mereka anak-anak pejuang besar agama ini. Amin Allahumma amin.

Tulisan ini aku co-pas dari web Voa-islam.com; web Muslim “paling heboh” untuk saat ini. Semoga bermanfaat ya. Judul tulisan aku ganti, karena gak sesuai deh. Tapi secara umum isi tulisan dibiarkan seperti semula. Terimakasih Voa-islam.com ya.

BEGINI CERITANE….

Seorang Dosen UIN SGD Bandung masuk ke tempat pelacuran di daerah Bekasi dan mem-booking 8 PSK sekaligus, lalu diboyong ke satu kamar. Sekuriti berbadan besar oknum TNI menguntitnya. Menyewa 8 orang sekaligus tentu tidak wajar dan mencurigakan. “Dia punya kekuatan seks seperti apa?” Pikirnya. Tahu ada yang menguntit, sang dosen merasa terganggu, terjadilah adu mulut sampai si TNI itu tak berkutik.
Langkah Nyata, Lengkap, Penuh Risiko: Selamatkan Wanita

Langkah Nyata, Lengkap, Penuh Risiko: Selamatkan Wanita

Argumen sang dosen kuat, karena toh sudah di-booking adalah hak dia untuk melakukan apa saja dengan 8 perempuan itu dalam kamar. Sang dosen bertanya, “Sebagai apa kamu disini?” “Saya keamanan Pak!” Mendengar jawaban itu, sontak sang dosen marah: “Keamanan apanya ..?? Pekerjaan kamu disini bukan mengamankan tapi membuat mereka menderita. Kamu menjerumuskan dan mencelakakan mereka semua di dunia dan di akhirat. Keamanan apanya?” Sang centeng tak berkutik. Sekuriti itu pun ditantang duel kalau mengganggu acara sang dosen, tapi si oknum ini tidak berani, apalagi saat diancam akan dilaporkan ke atasannya jadi centeng “neraka” seperti itu. Ia pun takut, pergi dan minta maaf. Ke 8 PSK itu merasakan lain, ada hal aneh yang akan dilakukan tamunya ini mem-booking mereka banyakan.

Di dalam kamar, sang dosen meminta seprai dari dua kasur dicabut: “Tolong cabut itu seprai dan tutup badan kalian semua dengan kain itu. Saya tidak mau melihatnya.” 8 PSK itu kemudian dinasehati panjang lebar tentang kelakuan buruknya, tentang uang haramnya, akibatnya pada anak, durhakanya pada orang tua, alasan dustanya soal kebutuhan ekonomi, tentang bahaya penyakit kelamin dll. “Bayangkan kalau anak perempuanmu seperti kamu mau nggak? Kalau anak-anakmu tahu kelakuanmu seperti ini mau gak?” “Kalau ibumu tahu mau gak? Bayangkan perasaan mereka, betapa malu dan sakit hatinya. Inikah balasan pada ibumu yang sudah susah payah melahirkan, membesarkan dan mendidikmu?” dll … dll … (sekitar 2 jam dia bicara, di atas itu intinya saja). Ledakan tangisan 8 PSK itu muncrat semua, semua menyadari dan menyesali, tobat seketika, janji besok semuanya akan keluar.

Esoknya, sang dosen, datang lagi mengecek. Benar, 8 nama itu sudah tidak ada di daftar, sudah keluar. Beberapa hari kemudian, sang dosen mengunjungi ke 8 orang itu ke kampungnya masing-masing, mengontrol dan membina, dan komunikasi terus berjalan setelah beberapa minggu/bulan. 8 perempuan muda yang wajah-wajahnya aduhai itu, kini ada yang buka warung, buka kios, kerja di pabrik dll. Pada salah satu yang jualan gorengan, sang dosen ustadz berkata: “Naah … begituu … ini yang halal dan barokah. Rizki halal tidak susah asalkan dicari.” Mereka merasakan kebahagiaan yang sangat amat telah keluar dari jerat pekerjaaan kotornya.

Dari ke 8 PSK itu, 6 orang bersuami dan direstui oleh suaminya jadi PSK (asalnya daerahnya Subang, Indramayu, Sukabumi). Yang suaminya menerima dan sadar, suaminya juga dibina. Yang suaminya menolak dan marah karena kehilangan income dari istrinya yang cukup besar, sang dosen memberikan instruksi: “Kamu harus bercerai dengan suamimu, wajib, karena ia telah menjerumuskan dan merusakmu. Suami macam apa seperti itu, sekarang pun ia tidak terima kamu telah sadar. Sekarang cari suami yang baik, masih banyak. Insya Allah saya akan bantu.” Yang suaminya tidak terima, semuanya diceraikan. Satu orang yang dari Indramayu, bukan hanya tidak terima malah menteror mantan istrinya dan keluarganya.

Ketika sang dosen dilapori, tidak menunggu, ia langsung berangkat mencarinya sendiri rumah orang itu. Laki-laki itu kembali ke rumah orang tuanya. Sang dosen masuk dan menceramahi laki-laki itu, bukannya berterima kasih dan bersyukur istrinya telah sadar dan kembali ke jalan yang benar. Laki-laki itu tetap tidak terima dan marah-marah. Ia bersungut-sungut menuduh laki-laki yang tak dikenalnya itu mengganggu kesenangannyalah, merusak rumah tangga oranglah, sok sucilah, dll. Sang dosen membantah: “Siapa yang merusak? Justru kamu yang merusak istri kamu dan kamu memerasnya. Suami macam apa kamu ini?”

Karena nasehat tidak akan masuk pada orang seperti ini, akhirnya sang dosen mengambil jalan akhir. “Sekarang gini aja, kamu ambil golok bawa keluar, ayo kita duel diluar tapi dengan catatan sampai mati dan harus disaksikan masyarakat, RT, RW dan Polisi. Siapa yang benar diantara kita.” Laki-laki itu hanya diam, sang dosen kesal, ia masuk ke dapur dan meminta golok pada keluarganya. Golok itu diberikan dan dipaksakannya agar laki-laki itu memegangnya dan dipersilahkan untuk menebas bagian mana saja dari tubuh sang sang dosen yang dia mau. Karena dia masih diam, sang dosen menggusur orang itu keluar rumah. Karena suasana ribut, tetangga pada keluar, nonton. Sekalian sang ustadz berteriak-teriak disitu menjelaskan betapa bodoh dan dungunya orang ini, istrinya disadarkan malah tidak terima berarti dia ini hakikatnya setan. Tetangga yang sudah menaruh curiga pada pekerjaan istri laki-laki itu membenarkan ucapan sang dosen. Mereka terus menonton.

Sampai ujungnya, laki-laki itu sadar, menangis, menyesali dan berjanji tidak akan mengganggu mantan istrinya lagi. Orang tuanya pun menyesalkan kebodohan anaknya itu. “Awas, mengganggu lagi mantan istrimu, dengan saya urusannya.”

Ketika kisah ini diceritakan pada saya, saya bilang “luar biasaa …” Ia berucap, “Yaa … menolong itu harus tuntas, jangan setengah-setengah, cuma menyadarkan saja tapi kesananya tidak bertanggung jawab, tidak di urus, ya gak akan bener, dia bisa balik lagi nanti.” Ini kisah nyata, bukan ngarang. Namanya disamarkan untuk menghindari riya. Subhanallaah …

Sanad: Dari Voa-islam.com, dari moeflich.wordpress.com, dari pelaku (hafizhahullah wa iyyana jami’an).

TAFAKKUR
Bagusnya Bapak ini, dia punya niat baik selamatnya cewek-cewek pelacur. Tapi tak cuma bicara gitu, dia terjun langsung melakukan amal nyata. Untuk “booking” macam begitu, apalagi sampai 8 orang, dia pasti harus punya duit kan. Darimana duitnya? Ngumpul-ngumpul kan. Habis itu dia harus punya nyali. Mau “bikin masalah” di hotel, jelas harus punya nyali. Semua hotel punya petugas keamanan kan. Setelah itu, dia harus menolak “keseksian” dari cewek-cewek itu. Padahal, karena “sudah beli”, dia tinggal “memakai” saja. Tapi dia tolak semua itu, padahal sudah di depan matanya. Ini beda lho sama model Gonamen Mokamet Cs… yang memang suka sama yang haram-haram gituan.
Lalu Bapak itu berani ceramahi cewek-cewek itu apa adanya, tak pakai slide, tak bawa buku, tak perlu pakai tele conference, tapi langsung, apa adanya. Ini butuh keberanian dan nyali. Habis itu dia persilakan mereka pulang; dia cek hotel apa mereka masih ada; lalu dia bina mereka, dia lakukan pemantauan; bahkan sampai dia tantang berkelahi suami atau mantan suami yang masih ndablek. Masya Allah, sebuah upaya kesungguhan yang lengkap. Ibaratnya, one stop shopping lah.
Moga-moga Bapak itu kuat menyembunyikan amalnya. Moga istiqamah sampai akhir hayat. Moga akan lahir pahlawan-pahlawan Mukmin lain, menghiasi kehidupan ini dengan rahmat Islam. Amin Allahumma amin.
Hidup pahlawan Islam! Lupakan Gunamen Cs !
(Abah).
Iklan

8 Responses to Heroisme Seorang Dosen Muslim…

  1. empritgepeng berkata:

    Subhanallah…..

  2. aspl berkata:

    Zaman sekarang sulit mencari laki-laki seperti yang disebutkan pada fakta diatas. Negara kita menganut faham semi sekuler. Ditambah dengan keadaan kaum wanita kita yang cenderung permisif akan budaya free sex dan kalau pun bosan, tidak laku freesex tinggal tobat atas nama agama. dosa hilang, aib hilang. Bila ada yang mengungkit masa lalu kelam tersebut sebagai peringatan pasti akan di tuduh munafik,wahabi,menghina ajaran agama islam, fitnah, ghibah, sok suci. (saya bermohon agar admin jangan hapus komentar saya. sdh banyak blog,web site ustadz-ustadz yang “membuang” komentar saya ke tong spam)

  3. abisyakir berkata:

    @ aspl…

    Lho kenapa kok komennya dibuangin ke “tong sampah”? Ada sesuatu… 🙂

    Admin.

  4. aspl berkata:

    Pak, saya hanya bisa menduga saja: saya perkirakan bahasa yang saya gunakan terlalu vulgar. Contohnya: “Ditambah dengan keadaan kaum wanita kita yang cenderung permisif akan budaya free sex dan kalau pun bosan, tidak laku freesex tinggal tobat atas nama agama, masih mending pelacur ketimbang freesex gratis dengan pacar, seperti Negeri POMPEII, penyembah wanita dll”. Padahal saya ingin mengemukakan fakta riil yang sebenarnya terjadi di kehidupan sehari-hari. Pak, anda pernah baca tulisan Henry Makow dan Robert Greene??

  5. abisyakir berkata:

    @ Aspl…

    Iya sih, memang fakta seks bebas itu parah. Padahal kalo mau jujur, dalam seks begitu TIDAK DIDAPAT SESUATU NIKMAT YANG IDEAL. Jauh sekali. Tapi ya godaan seks itu kan sifatnya “merambat”… pelan-pelan tapi meruntuhkan.

    Belum, saya belum baca tulisan itu. Kalau misalnya bermanfaat dan ada relevansi, boleh diberi link-nya. Terimakasih.

    Admin.

  6. aspl berkata:

    Terimakasih, sudah meluangkan waktu untuk mengomentari tulisan dan telah menampung komentar saya yang memang “jorok”. 🙂 . Saya berikan link ini semoga bermanfaat untuk anda
    1. Henry Makow
    http://www.akhirzaman.info/counter-culture/47-pornografi/234-kesalahan-terbesar-dibuat-kaum-lelaki.html

    http://www.akhirzaman.info/counter-culture/47-pornografi/252-wanita-cantik-sex-dan-kontrol-sosial.html

    http://www.akhirzaman.info/counter-culture/47-pornografi/271–mengatur-rangsangan-sex-laki-laki.html

    (Semua artikel diatas dalam Bahasa English. Mohon maaf saya tidak bisa menyertakan link dalam Bahasa Indonesia)

    2.Robert Greene
    http://chirpstory.com/li/86889
    ———————————————————————————–
    Pertanyaan.
    1. Pak, Sejak kapan fenomena “menyembah-nyembah wanita dalam lirik,puisi,lagu-lagu di negara kita ini secara khususnya, mulai membudaya? mohon di jelaskan dan dampak secara umum.

    2. Apakah ada ajaran di Agama Islam yang mengajarkan/membiasakan meyembah-nyembah wanita seperti di lirik,puisi,lagu-lagu seperti tersebut diatas? mohon penjelasan.
    ———————————————————————————–
    Link bacaan santai.
    http://hitmansystem.com/tentang-wanita/mengapa-wanita-sering-tertarik-pria-yang-salah.html
    ———————————————————————————–
    TERIMAKASIH, abisyakir.

  7. abisyakir berkata:

    @ Aspl…

    He he he… saya pernah baca “mengapa wanita sering tertarik pria yang salah”. Ya intinya sudah dipahami, alhamdulillah. Tapi menurutku, teori yang disampaikan dalam tulisan itu tidak benar seluruhnya. Setahuku, kenapa wanita takut dekat-dekat dengan laki-laki yang baik? Itu bukan karena wanita lebih suka tantangan, petualangan, dan sebagainya; tetapi karena mereka “sudah merasa kecil” dan kalau dekat-dekat ke laki-laki yang baik “takut akan ketahuan belang-belangnya“. Maka itu mereka pilih saja yang “tak soleh” asalkan “tidak suka ngomeli kesalahan” dia. Wanita itu paling sensi kalau dikritik, jauh lebih kuat laki-laki dalam menerima kritik bahkan celaan.

    Aku lihat sendiri di Metro Mini, ada anak muda bandel, pakaian, tatoo, lagak dan gayanya, kayak preman jalanan lah. Waktu itu dia berdiri di pintu bis. Dia berlagak seperti “kenek” yang melambai-lambaikan tangan di tepi pintu. Tapi seorang cewek yang sedang ngobrol bersama teman anak muda itu, berkali-kali mengingatkan anak muda itu agar tidak “gelayutan” di tepian pintu bus. Kelihatan sekali, cewek itu ada “sayang” ke anak muda tersebut. …halah kok jadi ngomong romantisme ya.

    Admin.

  8. abisyakir berkata:

    @ Aspl…

    Sebenarnya fenomena “menyembah wanita” itu sudah klasik ya. Di relief-relief candi, di tulisan heroglif di piramida, atau dalam legenda-legenda tradisional (berbagai bangsa) selalu ada tema-tema “memuja wanita” itu. Kalau dalam lagu-lagu, syair, puisi era modern, itu hanya sekedar repetasi dari kebudayaan klasik tersebut.

    Asal mulanya ya…ketika Adam As kesepian di surga, lalu meminta teman. Ternyata yang diberikan TEMAN yang diciptakan dari “tulang rusuknya”. Nah, itu awalnya. Ini prinsip demand-suplai, ada permintaan ada penawaran. Maksudnya, dalam diri laki-laki (normal, bukan hombreng), ada rasa kebutuhan kepada wanita. Itu fitrah dan sangat kuat. Maka kemudian ada penawaran (suplai) bagi pemenuhan kebutuhan itu. Hanya saja, cara-cara jahiliyah menggunakan cara kotor, buruk, unfair untuk memenuhi kebutuhan fitrah tersebut.

    Kalau Islam, tidak mematikan potensi fitrah ini, karena memang manusia diciptakan demikian adanya. Tapi Islam memberikan koridor penyaluran kebutuhan fitrah secara baik, legal, dan adil. Caranya, terutama melalui NIKAH dan berumah-tangga.

    Adapun fenomena “memuja wanita” dalam lagu, puisi, lukisan, dan sebagainya; ada beberapa catatan: (1). Ia dianggap sebagai EKSPRESSI untuk menegaskan lagi kepada kebutuhan fitrah tadi. Manusia (laki-laki normal, bukan maho) pasti suka dan tergoda dengan kecantikan dan keseksian wanita. (2). Pemujaan begitu lebih sebagai upaya EKSPLOITASI perasaan manusia, untuk tujuan industri. (3). Pemujaan begitu, adalah bentuk SIMBOLISASI bahwa yang bersangkutan tidak berangkat dari AJARAN ISLAM. Kalau Islami, tidak begitu.

    Wanita tak perlu dipuja; tapi mereka dibutuhkan, dalam batas-batas hasrat fitrah manusia; tak perlu dipuja, sebagaimana laki-laki juga tak perlu dipuja, karena keduanya sama-sama punya BANYAK kelemahan, layaknya Adam dan Hawa yang share kesalahan, sehingga keduanya dikeluarkan dari surga.

    …he he he bahasa agak beda ya.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: