Arogansi Seorang Alim…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ali Hasan Al Halabi Al Urduni, ya tentu seorang alim ya. Ilmunya banyak, wawasan din-nya luas. Beliau disebut-sebut sebagai salah satu murid terbaik Syaikh Nashiruddin Al Albani rahimahullah. Selain menulis buku, berceramah, menjadi dai dan tokoh Islam; Ali Hasan juga diakui sebagai tokoh besar komunitas Salafi. Beberapa tahun lalu dia datang ke Istiqlal Jakarta, saya hadir dalam ceramahnya. Tapi karena telat datang, jadi hanya dapat melihat dari layar lebar saja.

Sikap Meremehkan "Lajnah Daimah" dan Menganggapnya Sepele

Sikap Meremehkan “Lajnah Daimah” dan Menganggapnya Sepele

Tapi sayang, untuk sosok alim seperti dia bersikap arogan kepada dewan ulama kaum Muslimin (Lajnah Da’imah Arab Saudi). Itu berdasar informasi yang disampaikan oleh ustadz-ustadz mujahidin, setelah melakukan debat di Lapas Nusa Kambangan. Hebat ya…orang biasa saja susah bukan main masuk kesana; apalagi yang ciri-ciri fisiknya “mirip teroris”; tapi Ali Hasan Al Halabi begitu mudahnya… seolah digelarkan karfet merah di hadapannya.

Dalam debat dengan ustadz mujahidin, Ali Al Halabi ditanya tentang Fatwa Lajnah Da’imah yang telah menyalahkan dirinya. Namun dia malah menjawab begini: “Bahwa Lajnah Da’imah menulis tahdziran (peringatan) satu setengah halaman saja, sementara saya telah membantahnya lagi dengan tulisan lebih dari 1000 halaman. Sudahkah Anda membacanya?

Ada sebuah hikmah yang baik dari khazanah bahasa kita. Orangtua-orangtua kita mengajarkan ungkapan: “Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk.” Maksudnya, bulir-bulir padi itu kalau berisi, ia pasti akan merunduk, pertanda berat.

Sebaliknya ada ungkapan lain: “Tong kosong, nyaring bunyinya.” Anda pernah melihat sebuah tong (brum) minyak sedang digelindingkan di tanah? Kalau drum itu isinya penuh, saat digelindingkan, tidak terdengar bunyi berisik. Tapi kalau drum sedang kosong, saat digelindingkan berisik. Tandanya, kalau orang kosong ilmu, biasanya banyak bicara. Termasuk memperlihatkan kesombongannya.

Intinya…janganlah sombong lah. Tidak baik. Iblis diusir dari surga karena alasan itu lho.

(Abah).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: