Logo Kampanye TERJELEK…

Jujur saja, setiap melihat logo kampanye untuk Pilpres ini, kami merasa “resah”. Mengapa? Ya karena menurut kami, logo ini jelek sekali… sangat kampungan, tidak jelas artinya, terlalu memaksakan diri!

Itulah logo kampanye Pilpres Wiranto-Hary Tanoe… disingkat WIN-HT. Ya semua orang tahu, kalau huruf-huruf itu diambil dari nama WIraNto dan Hary Tanoe. Tapi masalahnya, apa mereka tidak punya tim kreatif ya? Darimana bisa memunjulkan logo aneh WIN-HT itu?

Coba kita kaji makna di balik “akronim” WIN-HT…

Gak Punya Tim Kreatif Pak...

Gak Punya Tim Kreatif Pak…

[a]. Secara bahasa, sebenarnya ia masuk ke ranah bahasa apa? Bahasa Inggris dengan kata “win” atau bahasa Indonesia? Kalau bahasa Indonesia, kita tidak mengenal kata “win”. Kalau bahasa Inggris, membacanya bagaimana: “Win eigh ti?”

[b]. Dari sisi pengucapan (lafadz) padanan kata WIN-HT itu tidak enak diucapkan. Tidak lancar atau tidak fasih. Bandingkan dengan padanan “HADE” (Heriyawan Dede Yusuf) atau “SBY-JK”. Orang Indonesia tidak enak mengucap kata “win hate”.

[c]. Dari sisi pemaknaan, WIN-HT itu bisa bermakna: “Mari kita menangkan Hary Tanoe!” Atau bisa juga bermakna: “Wiranto mem-back up Hary Tanoe.” Jadi maknanya selalu Wiranto menjadi pendukung Hary Tanoe. Padahal semua orang tahu, Hary Tanoe merapat ke Hanura (Wiranto) karena butuh SOS (save our soul).

[d]. Slogan WIN-HT menjadi lebih jelek lagi dengan konsep artistik yang didominasi unsur “kotak-persegi” yang diambil dari karakter dasar logo Partai Hanura. Sudah WIN-HT nya gak enak dicerna; konsep artistiknya bermotif dominan persegi, garis, dan sebagainya.

[e]. Tidak kalah anehnya. Slogan WIN-HT ditambahi motto: “Bersih Peduli Tegas.” Bersih dan Peduli kan slogan yang pernah dipakai PKS, lalu dipungut oleh tim sukses WIN-HT. Sedangkan Tegas kan sekedar representasi dari karakter Wiranto yang back ground militer: Tegas. Apa tidak ada kosakata lain yang lebih smart?

Ya… Hary Tanoe masuk Hanura kan untuk “mengobati sakit hati” setelah didepak oleh Nasdem Surya Paloh.  Singkat kata, Hary Tanoe berderai air mata setelah keluar dari Nasdem; lalu Wiranto melemparkan sapu tangan pink sebagai lap air matanya. Jadilah Hary Tanoe “jatuh cinta” ke Pak Wiranto, begitu juga sebaliknya.  Sebenarnya, banyak waktu itu yang ingin memeluk Hary Tanoe. Tapi tampaknya boss media itu lebih percaya dengan “cintanya” Wiranto.

Yo wis lah… Pokoknya menurut kami, logo WIN-HT itu dapat poin 2,3. Poin itu juga diberikan karena “kasihan”. Tapi jangan khawatir, masih banyak yang sama jeleknya, atau lebih parah. Termasuk yang bikin ngakak adalah iklan kampanye yang bunyinya begini: “Hatta Radjasa For President!” Dagelan opo iki, Pak? Menangani kementrian perhubungan saja gak becus, mau jadi Presiden?

Gitu deh….

(Mine).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: