Orang Ini Mau Sekolah TK Lagi…

Ada komentar menarik dari seorang pembaca dalam tulisan “Antara PKS dan Wahabi“. Dia menyanggah tulisan itu. Tapi dia janji mulai besok akan sekolah TK lagi, kalau isi tulisan kami tersebut benar. Tentu saja, kami sangat ingin melihat dia melaksanakan janjinya. Maka perlu kami jelaskan tentang argumen-argumen di balik tulisan itu.

Ini komentarnya:

@ Gue ya gue…

Imam Bonjol, Jendral Sudirman, Bung Tomo, Dipenogoro WAHABI ????

Hahaha lucu yah ??? Saya mau ulang sekolah dari TK besok, mau pelajari kalau para pejuang di atas termasuk sosok Wahabi.

Artikel ngaku-ngaku gitu aja bisa gue buat. Jangankan para pejuang, Malaikat bisa gue aku-aku. Tapi gue gak berani karena pekerjaan salah.

Wahhhhhh bahaya nih. Refisi lagi al mukarom ustaz, dai, KH, penulis, tulisannya!

 

Besok Sekolah TK Ya !!!

Besok Sekolah TK Ya !!!

RESPON ADMIN: 

Imam Bonjol rahimahullah jelas perjuangannya di Sumatera Barat dipengaruhi dakwah Wahabi. Itu sangat jelas. Jarak antara meletusnya Jihad di Sumatera Barat dengan wafatnya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab hanya sekitar 40 tahunan.

Jendral Soedirman rahimahullah, seorang guru Muhammadiyah. Kan Muhammadiyah sejak lama disebut Wahabi oleh kaum NU. Buya Hamka menulis, bahwa sebelum Pemilu 1955 beredar desas-desus bahwa Masyumi (yang didukung Muhammadiyah) adalah Wahabi. Beliau menulis bahwa desas-desus itu disebarkan oleh kepentingan kolonialis-imperialis yang takut dengan daya revivalis kaum Wahhabi.  

Bung Tomo rahimahullah dikenal sebagai pejuang dalam Perang 10 November 1945. Beliau terkenal dengan pekik TAKBIR-nya yang luar biasa, melalui siaran-siaran RRI. Ada rekaman pidato beliau beredar di online. Bung Tomo sangat berani dalam menghadang tantangan Sekutu. Beliau juga dikenal sebagai “pendukung” perjuangan DI/TII. Beliau tidak rela dengan perlakuan pemerintah Soekarno-Soeharto kepada barisan DI/TII. Maka itu, pemerintah RI baru tahun-tahun kemarin mengakui kepahlawanan Bung Tomo, karena dukungan beliau kepada DI/TII Al Ustadz Kartosoewirjo rahimahullah.

Bung Tomo menghabiskan masa tuanya di Makkah sampai wafat. Sedikit banyak, beliau pasti menerima pengaruh Wahabi di Makkah. Mungkinkah beliau sama sekali bersih dari pengaruh dakwah Salafiyah di Makkah? Bisakah? Mungkin secara klaim beliau tidak berlabel Wahhabi, tapi pilihan beliau tinggal di Makkah, pasti ada alasannya. Lagi pula, dalam komitmen perlawanan melawan Sekutu, Bung Tomo punya kesamaan dengan para pemuda Wahhabi saat ini yang sama-sama berjuang menghadapi Sekutu (Amerika Cs).

Perjuangan Diponegoro rahimahullah juga terpengaruh Wahabi. Alasannya: (a). Perang Diponegoro bersamaan waktunya dengan Perang Paderi di Sumatera Barat; hanya berselang beberapa tahun saja; (b). Panglima Diponegoro, Sentot Alibasyah Prawiradirja, dipaksa Belanda untuk memerangi perlawanan Paderi. Ternyata, setelah terjun dalam peperangan, Sentot berbalik mendukung perjuangan Paderi; (c). Buya Hamka dalam buku sejarahnya menulis keterkaitan antara perjuangan Pangeran Diponegoro dengan dakwah Wahhabi.

Nah demikian, apa yang ditanyakan oleh @ Gue ya gue sudah kami jawab. Boleh saja dia membantah, asalkan dengan argumen-argumen juga. Jangan dengan komen-komen lebay. Kalau tidak bisa menghadirkan argumen yang lebih baik, dia harus laksanakan janjinya.

======= 🙂

ANDA HARUS MEMENUHI JANJI, UNTUK MULAI BESOK SEKOLAH TK LAGI. HARUS ITU! SESUAI JANJI ANDA. TOLONG KIRIMKAN FOTO ANDA SAAT LAGI DISUAPI BU GURU. SAYA BUTUH FOTO ITU, UNTUK “SELINGAN” DI BLOG INI. INGAT LHO YA, JANJI ADALAH HUTANG! ANDA HARUS LAKUKAN JANJI ANDA!!!

(Admin).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: