PERINGATAN: Bantu Jihad Suriah dengan Tidak Mempromosikan Perselisihan Antar Para Mujahidin !!!

Februari 27, 2014

Bismillahirrahmaanirrahim. Alhamdulillah, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihil kiram ajma’in. Amma ba’du.

Kaum Muslimin rahimakumullah, mari kita mencermati beberapa fakta penting tentang Jihad di Suriah dan keadaan kita disini. Mari kita lihat…

FAKTA 1: Telah terjadi pertikaian serius antar faksi-faksi Mujahidin di Suriah. Terlibat di dalamnya ISIS, Jabhah Nusrah, Ahrar Syam, dan berbagai milisi perjuangan lainnya.

Dukung Mujahidin Bersatu. Bukan Memperparah Pertikaian.

Dukung Mujahidin Bersatu. Bukan Memperparah Pertikaian.

FAKTA 2: Perselisihan di medan Jihad Suriah telah merebak, menyebar, meluas hingga ke negeri-negeri Muslim di dunia, melalui media, Youtube, jejaring sosial, dan seterusnya. Termasuk masuk ke Indonesia.

FAKTA 3: Perselisihan antar Mujahidin sudah sering terjadi di medan Jihad. Misalnya dalam Jihad Afghanistan, Irak, Aljazair, Somalia, Filipina, dan lainnya. Dan kini perselisihan serupa berbiak kembali di Suriah.

FAKTA 4: Akhir dari perselisihan antar Mujahidin seringkali berakibat: (a). Gagalnya membangun missi perjuangan Islami; (b). Semakin kuat dan tangguhnya kekuatan musuh yang hendak melenyapkan Islam dan Umatnya. Jadi perselisihan seperti ini akibatnya hanya mematikan tujuan Jihad itu sendiri.

FAKTA 5: Mayoritas kaum Muslimin, atau pendukung Jihad di Indonesia, bukanlah orang-orang yang terlibat dalam Jihad di Suriah. Umumnya hanya sebagai pendengar, pembaca, penerjemah, pengamat, komentator, dan sebagainya. Perkataan kita, lewat lisan atau tulisan, tak banyak artinya bagi kemenangan Jihad di Suriah.

FAKTA 6: Andaikan terjadi perselisihan antar faksi Mujahidin di Suriah, secara hakiki kita tidak tahu siapa yang benar di antara mereka, dan siapa yang salah? Lalu siapa yang paling tahu hakikat kebenaran di antara faksi Mujahidin? Yang tahu, bukan ulama ini ulama itu, bukan media ini media itu, bukan penerjemah ini dan itu, bukan komandan ini dan itu. Yang tahu adalah ALLAH Subahanu Wa Ta’ala. Manusia berpendapat, Allah yang lebih tahu hakikat sebenarnya.

FAKTA 7: Al Islam mengajarkan agar kita bersatu, bersaudara, saling tolong-menolong, saling menguatkan satu sama lain. Dalam kehidupan damai di negeri damai, kewajiban BERSATU ini sangat ditekankan, apalagi di medan Jihad? Bukankah di medan Jihad sudah berhadap-hadapan langsung dengan moncong senjata musuh? Kalau berselisih disana, bukanlah itu sama dengan membinasakan diri sendiri?

Setelah menyadari fakta-fakta di atas, lalu lihatlah apa yang terjadi di antara kita ini? Tatkala para pejuang Islam berselisih disana, kita justru semangat giat mengkampanyekan perselisihan tersebut? Apa tujuan kampanye perselisihan faksi Mujahidin yang hari ini menghiasi media-media Islam itu? Apa kita ingin menolong para Mujahidin? Apa kita empati dengan mereka? Atau kita ingin merusak Jihad itu sendiri?

Katanya kita ini menjungjun Tauhid. Buktinya, kita suka perjuangan ini terpecah-belah. Katanya kita menjungjung Sunnah. Apakah ada Sunnah Nabi yang memerintahkan perpecahan Umat? Katanya kita pro Syariat Islam. Bagaimana Syariat bisa tegak dengan permusuhan dan saling memerangi? Katanya kita ini bagian dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Tapi faktanya kita gemar dengan fitnah tafarruq dan bi’dah ‘adawah (permusuhan). Katanya kita ahli Jihad dan hanya mengenal satu-satunya manhaj (yaitu Jihad). Tapi nyatanya, di bumi Jihad sendiri, amalan Syariat yang agung ini kita hancurkan dan hitamkan wajahnya.

Mana yang benar? Setumpuk klaim atau kenyataan? Mana yang bisa dilihat sebagai bukti Tauhid, Sunnah, Syariat, Jihad, dan Jamaah? Nyatanya kita benar-benar lemah dan rapuh dalam landasan agama ini. Media dan fanatisme telah membesarkan image kita. Citra yang muncul, kita laksana raksasa-raksasa hebat, padahal sejatinya hanya seperti kelinci mungil. Antara klaim dan kenyataan, terlalu jauh.

Di Afghan kita telah merasakan perihnya harga perpecahan. Di Irak tidak kalah perihnya. Di Somalia, Yaman, Aljazair, Filipina, dan lainnya, kita juga merasakan kepedihan yang serupa. Bila suatu masa Allah kehendaki terjadi seruan Jihad di Indonesia, karena agressi kaum penindas; sepertinya perselisihan itu akan kembali terjadi disini. Inikah takdir kita sebagai “Ahlus Sunnah Wal Jamaah”? Inilah takdir kita sebagai penegak Tauhid dan Syariat? Inikah takdir kita sebagai Firqatun Najiyah?

Orang kafir memecah belah barisan pejuang. Itu pekerjaan mereka. Orang kafir berbuat konspirasi. Kita sudah tahu dari dulu. Orang kafir menikam para pejuang Islam. Lha, apa baru tahu? Orang kafir ingin melemahkan Jihad. Memang, mereka akan beramal apa lagi? Orang kafir ingin memadamkan cahaya Allah. Apa Anda bermimpi mereka akan menerangkan cahaya Allah?

Jangan melulu salahkan orang kafir. Mereka berbuat ini itu, semua Mukmin sudah tahu tabiat seperti itu. Kita harus INTROSPEKSI (muhasabah) diri. Perbuatan orang kafir sudah inheren dengan akidah mereka. Tak usah ditanyakan lagi. Justru kita ini, sebagai Umat Muslimah, harus berbenah diri. Terus memperbaiki persatuan. Jangan lemah tuk terus menjalin kekuatan antar kaum Mukminin.

Maka kami menasehatkan kepada para pemuda Islam, media-media Islam, para aktivis, dan pendukung Syariat Jihad Fi Sabilillah:

[1]. Mari kita berhenti memberitakan, membicarakan, menyebarkan, mengomentari, mengulang-ulang berita seputar pertikaian antar faksi-faksi Mujahidin di Suriah (dan negeri-negeri lain). Tutup mulut! Karena perintah Syariat disini adalah: Fa ashlihuu baina akhawaikum (damaikan antara kedua saudaramu yang berselisih).

[2]. Mari kita beritakan yang baik-baik saja tentang para Mujahidin. Misalnya beritakan kemenangan mereka, kemajuan kerja mereka, capaian-capaian hebat mereka, persatuan mereka, kasih sayang antar mereka, dan lainnya. Jangan beritakan yang buruk-buruk.

[3]. Kalau ada Mujahidin, ulama, juru bicara faksi ini dan itu, menyebarkan berita-berita permusuhan antar Mujahidin, katakan saja kepada mereka: “Kami selama ini memandang keadaan Anda baik-baik, Anda bersatu padu melawan musuh. Kalau kini Anda beritakan hal-hal buruk, ini pasti ada solusinya. Masalah ini akan berakhir, Allah akan mendatangkan pertolongan. Yakinlah, sebentar lagi Anda semua akan bersatu lagi dan saling kasih-sayang.” Jangan menanggapi berita-berita pertikaian Mujahidin dengan emosi.

[4]. Yakinlah saudaraku, para Mujahidin kalau kita biarkan menyelesaikan sendiri masalah-masalahnya, tanpa kita memperbesar-besarkan perselisihan mereka, solusi itu akan tiba. Sebaliknya, kalau kita ikut memanaskan perselisihan ini, itu pertanda kita tidak menyukai bersatunya barisan Umat, khususnya para Mujahidin fi Sabilillah. Allah sudah menjanjikan akan menolong para Mujahidin.

Perhatikan ayat-ayat ini:

Wahai orang-orang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (Muhammad: 7).

Dan benar-benar Allah akan menolong siapa yang menolong agama-Nya.” (Al Hajj: 40).

Dan siapa yang berjihad di jalan Kami, niscaya akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang berbuat ihsan.” (Al Ankabuut: 69).

Apakah Anda tidak percaya bahwa Allah akan menolong para Mujahidin? Ayat-ayat di atas sebagai dalilnya. Mereka akan ditolong oleh Allah, ASALKAN kita tidak semakin menambah buruk perselisihan di antara mereka. Siapapun yang menambah buruk perselisihan di antara para Mujahidin, layak dicatat sebagai penyumbang saham kekalahan Islam.

[5]. Doakan selalu para pejuang Islam di Suriah (dan dimana saja) dengan doa yang baik. Misalnya doakan dengan teks seperti berikut:

Allohummanshur lil Mujahidina mukhlishina fi kulli makan wa kulli zaman.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Suriah.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Afghan.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Su’udiyah.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Iraq.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Filistin.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Mishri. 

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Andunisiya.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi sa’iril ‘alam.

Doakan, doakan, doakan selalu dalam kebaikan, dalam persatuan, saling tolong-menolong, saling berkasih-sayang, saling menguatkan. Amin Allahumma amin.

Janganlah kita bicarakan yang buruk-buruk tentang Mujahidin, meskipun mereka ingin agar kita membicarakannya. Karena pembicaraan dalam hal ini sama dengan GHIBAH yang dilarang. Jika kita tuduh satu kelompok Jihad, itu sama dengan Ghibah atas mereka. Begitu juga jika kita tuduh kelompok lain, itu juga Ghibah atas mereka. Tahanlah lisan dan kalam akan hal ini. Ingat selalu firman Allah: “Ayuhibbu ahadukum an ya’kula lahma akhihi maitan fa karihtumuhu” (apa salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati, pastilah kalian benci melakukan itu).

Maka kini, kami menghimbau kaum Muslimin di negeri ini, juga di negeri-negeri lain untuk BERHENTI BICARA PERSELISIHAN MUJAHIDIN di Suriah (dan lainnya). Serta tidak membicarakan mereka, selain yang baik-baik saja. Kalau mereka berselisih, biarkan saja mereka cari solusi sendiri. Kita tak usah memperbesar perselisihan itu. Jika Jihad yang mereka laksanakan adalah ikhlas li wajhillah, yakinlah mereka akan diberi jalan keluar dan BERSATU.

Kita nanti akan mendukung siapa saja di antara para Mujahidin yang berhasil mengalahkan musuh dan membangun peradaban Islami. Kita tak peduli siapapun diri mereka, selama masih Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Semoga risalah sederhana ini bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Was shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

(Mine).

Iklan

Prediksi Perolehan Partai Pada PEMILU April 2014…

Februari 22, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

[1]. Diperkirakan partisipasi rakyat (pemilih) dalam Pemilu nasional April 2014 masih cukup tinggi. Diperkirakan pada kisaran 40-50 %. Ya sebenarnya itu sudah penurunan hebat, tapi menurut fakta politik partisipasi 50 % masih relevan untuk menghasilkan perubahan formasi dan dinamika politik baru.

[2]. Dalam Pemilu April 2014, ada partai politik yang DIPERKIRAKAN akan mendapat peningkatan significant. Ada partai yang merosot tajam. Ada partai yang terancam punah. Ada partai yang cuma “ikut kontes saja”.

[3]. Partai yang diperkirakan mengalami kemajuan significant adalah sebagai berikut:

## PDIP. Dengan alasan, partai ini konsisten sebagai oposisi sejak era Megawati lengser pada 2004 lalu. PDIP seperti memetik hasil dari kesabaran dan konsistensinya sebagai partai oposisi.

## Partai Gerindra. Sejak Prabowo kalah dalam pilpres tahun 2009 lalu, kemudian seperti “hilang dari peredaran” karena dikabarkan mengalami sakit parah. Sejak itu Prabowo dan Gerindra aktif melakukan konsolidasi di bawah. Mereka sama seperti PDIP, selaku partai oposisi, tetapi bedanya Gerindra punya Prabowo yang dipercaya sebagai magnet politik yang bagus. Orang bilang, tahun 2004 ini adalah era Prabowo. Katanya begitu.

## Hanura. Ya Hanura masih eksis dan tampaknya akan berkembang lebih baik. Itu karena kerjasama Wiranto dengan si pemilik media, Hary Tanoe. Hary Tanoe meskipun termasuk politisi “sakit hati” dia buktikan dukungan besarnya kepada Hanura. Meskipun nantinya Hanura akan ditinggalkan, lalu pindah ke Perindo. Tapi dari promosi media-media milik Hary, hal itu mendongkrak suara Hanura.

## Nasdem. Nah, ini pendatang baru yang lumayan. Nasdem sukses membuat pencitraan politik. Sebagai partai, ia cukup sukses membangun kesan awal. Sebagai sosok “Surya Paloh” itu lain ceritanya. Tapi secara umum Nasdem akan eksis dan meraup suara lumayan. Ya prediksinya begitu.

[4]. Partai yang diperkirakan merosot ialah…

** Golkar. Dia merosot karena jeleknya pencitraan yang dibuat oleh Aburizal Bakrie. Mungkin ARB sudah pontang-panting sedemikian rupa, tapi wajahnya itu punya kesan “angker” atau “tidak ramah”. Maklum lah, wajah konglomerat. Wajahnya ARB semakin sering nampang di TV, justru membuat perasaan “tambah gak enak”. Kemungkinan Golkar akan menurun. Nilai penurunannya belum bisa diperkirakan.

** Partai Demokrat. Nah, partai ini bisa merosot tajam. Ia diperkirakan kalah, meskipun masih masuk tataran ET. Penyebabkan banyak elit Demokrat terlibat korupsi. Anas salah satunya. Kemudian perilaku Ruhut Sitompul dan Sutan Batoegana membuat rakyat Indonesia “muntah2” terus. Selain tentunya, semua berasal dari kinerja SBY yang gak bisa memimpin bangsa sama sekali.

** PKS. Nah, PKS juga diperkirakan akan mengalami penurunan lumayan. Alasannya karena kasus korupsi yang menimpa LHI dan Fathanah. Ini telah menyebar luas opininya sampai ke masyarakat kecil di bawah.

** PPP dan PKB. Dua partai ini juga berpeluang menurun suaranya. Meskipun nilai penurunannya kurang significant, karena jumlah suara mereka selama ini juga tidak significant. Kenapa menurun? Karena sepanjang 2009-2014 ini, kedua partai nyaris kehilangan kemampuan politiknya. Nyaris tak ada kiprah mereka yang bisa dilihat.

[5]. Partai yang terancam gulung tikar adalah PAN dan PBB. Partai seperti PKB dan PPP meskipun dapat suara kecil, tapi masih punya basis masa tradisional. Itu masih lumayan. Sedangkan PAN sudah kehilangan potensi sumber suaranya. Komunitas Muhammadiyah tak mau dikaitkan dengan PAN lagi. Proses politik di lapangan juga mengalami banyak kebuntuan.

Sedangkan PBB, seperti biasa, diperkirakan ia akan punah di Pemilu 2014 ini. Nanti, mungkin Yusril akan melakukan judicial review lagi terhadap aturan perundang-undangan yang ada, agar PBB bisa ikut pemilu lagi 5 tahun berikutnya. Nanti kalau kalah lagi, dia akan lakukan lagi judicial review ke sekian kalinya, sambil sesumbar sebagai “ahli hukum paling hebat di bumi Nusantara”. Padahal itu kan hukum sekuler. Hukum sekuler, dibanggain!

Demikian prediksi hasil Pemilu yang bisa disampaikan. Ya namanya juga prediksi, tidak bersifat mutlak. Hanya kira-kira saja. Okeh, semoga bermanfaat (bagi yang merasa dapat manfaat). Berjuanglah PKS! Harapan masih ada. He he he.

Admin.


HARIRI: Tragedi Dakwah Ustadz Gaul

Februari 14, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Innalillah, innalillah, innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Sangat mengerikan kalau melihat video kasus kekerasan yang dilakukan dai gaul Hariri di sebuah acara dakwah sosial di Kab. Bandung.

Setidaknya ada 10 kesalahan dai Hariri dalam kejadian kekerasan itu:

[1]. Hariri marah-marah dan emosi di depan jamaah dakwahnya. Marah karena alasan sepele, masalah kualitas sound system.

[2]. Hariri marah-marah dengan tunjuk-tunjuk ke muka petugas sound system, sambil mengeluarkan kata-kata makian, tekanan. Marah demikian sudah kategori emosi tingkat tinggi.

Sang Dai Sedang Mengajarkan Sebuah Kuncian Khas Aikido.

Sang Dai Sedang Mengajarkan Sebuah Kuncian Khas Aikido.

[3]. Hariri marah dan emosi di depan jamaah kaum ibu-ibu, dan juga anak-anak. Ini sangat traumatik bagi anak-anak. Ia bisa menjadi kenangan buruk sampai masa yang panjang.

[4]. Hariri marah dengan memakai bahasa Sunda yang kasar. Kalau Anda bicara dengan para orangtua di Pasundan, mereka pasti tidak suka mengajarkan bahasa kasar ke anak-anak. Apalagi ia diperlihatkan oleh seorang dai gaul.

[5]. Hariri mengangkat kaki di depan petugas sound system, meminta agar si kaki dicium oleh orang itu. Sangat mengerikan. Setahuku, Raja Heraklius dari Romawi saja tidak melakukan hal itu. Mungkin Hitler, Napoleon, Stalin, Mao, Pinochet, dan lainnya juga tidak begitu.

[6]. Laki-laki yang jadi sasaran Hariri sudah memperlihatkan sikap baik. Mau mendekat kepadanya, menundukkan muka, mendengar kata-kata tantangan Hariri. Bahkan dia sudah mau minta maaf. Laki-laki itu hanya nurut saja apa maunya sang dai. Tapi ia tetap di-bully oleh si dai.

[7]. Hariri meremehkan sikap saling memaafkan yang telah terjalin di antara mereka. Mestinya sikap memaafkan itu menjadi ending dari peristiwa tersebut. Mengakhiri perbuatan saling memaafkan dengan tindakan kekerasan; sama dengan mengurai kebaikan yang sudah diikat dengan kuat.

[8]. Puncak dari kebiadaban Hariri manakala dia dengan jelas menginjak tengkuk laki-laki “sound system” itu. Ini adalah tindakan sangat pengecut dan menyakitkan. Pengecut karena laki-laki itu menyerahkan tangan karena niat memperkuat sikap saling memaafkan. Saat orang sudah rela meminta maaf, malah dikunci tengkuknya (dengan sedikit jurus Jujitsu Brazilian). Ini tidak fair, ini menyakiti. Dan sekaligus memperlihatkan kebiadaban di depan jamaah dakwah.

[9]. Paling parahnya, perbuatan biadab itu dilakukan Hariri di panggung dakwah, dengan memakai penampilan dakwah Kenabian. Rambut panjang, jubah putih, sorban putih…itu ciri khas penampilan Kenabian. Lha kok di atas semua itu, Hariri memamerkan jurus Aikido yang telah dikuasainya? Kan Aikido itu “surganya kunci-mengunci”.

[10]. Dan lebih parah dari semuanya, paling-paling super parah; seperti biasa, Hariri mencoba membela diri. Bukan hanya di depan media, tapi juga di depan jamaah-nya. Ini sangat tidak etis dan memalukan. Harusnya kalau dia sudah sangat emosi, turunlah dari panggung, tinggalkan kewajiban dakwah. Boleh kita meninggalkan dakwah kalau sedang emosi tidak terkontrol.

[11]. Paling buncit, sedikit di atas “super parah”; Hariri melupakan siapa dirinya, siapa orang-orang yang dia bawa dalam dakwahnya, siapa orang-orang sekitarnya, siapa jamaah yang dia bina, siapa kaum Muslimin, dan seterusnya. Dia seperti “mabuk sesaat” sehingga tiba-tiba seperti hilang kesadaran dan kontrolnya.

Inilah tragedi dakwah dai gaul yang sangat mengerikan. Mau digoreng bagaimana juga, tak akan bisa ditolong. Para ustadz, ulama, aktivis Islam, jangan menolong orang demikian; sebab hal itu akan membawa kemurkaan di sisi Allah. Kita tak boleh menolong orang yang aniaya; tapi harus menasehati atau memperbaikinya. Jangan selalu “menutup-nutupi aib” kalau ia sudah terjadi di depan umum.

Inilah salah satu natijah (hasil) dari dakwah gaul yang dibuat TV-TV selama ini. Dakwah artifisial, dakwah industri, dakwah kapitalisme, dakwah entertainment…telah menunjukkan wajah aslinya. Selain yang begini-begini, di luar sana juga banyak kasus-kasus serupa. Nas’alullah al ‘afiyah.

Tentu saja, dakwah gaul ala TV ini lebih banyak merugikan Umat, daripada memberi kemaslahatan. Tinggalkan ia. Jangan concern di depan dakwah TV, tapi berendah hatilah di depan para Dai Rabbani, yang mengajarkan ilmu Syariat, membimbing menuju kemuliaan dunia dan Akhirat. Carilah, engkau kan dapatkan!

Wallahu a’lam bisshawaab.

(Mine).


Buku Ini Membuatku…

Februari 13, 2014

Sebagai penulis, kadang saya membaca-baca buku sendiri. Ya semacam review atau kilas balik pemikiran. Termasuk ketika hadir buku Invasi Media Melanda Kehidupan Umat. Saya sempatkan membaca-baca lagi buku bercover dominan merah ini. Masya Allah, kalau baca isinya, saya jadi geleng-geleng kepala sendiri.

Buku ini covernya tampak soft, lunak, moderat. Tapi isinya seperti berkobar-kobar. Ini penilaianku sendiri ya. Tak tahu kalau orang lain menilai. Rasanya panas. Aspek sejuknya adalah manakala membaca riwayat historis tentang peran media dalam sejarah Islam. Selebihnya puanas… Terutama ketika sampai di bagian kritik media sekuler dan kelicikan kaum sekularis.

Kritik Sekularis Begitu Panas

Kritik Sekularis Begitu Panas

Sebenarnya, sebelum buku ini muncul, Pustaka Al Kautsar sudah menerbitkan buku bertema media, yaitu: Kezhaliman Media Massa Kepada Umat Islam. Buku ini karya seorang jurnalis, Muhammad Fadhilah Zein. Beliau aktif di JITU (Jurnalis Islam Bersatu). Beliau pernah bekerja di TVOne dan ANTV (kalau gak salah).

Ketika saya diminta menulis tema media, saya bertanya: “Bukankah sudah diterbitkan buku Kezhaliman Media, mengapa harus menerbitkan tema yang sama?”

Lalu dikatakan, bahwa dalam buku Kezhaliman Media lebih banyak mengupas kasus-kasus kebohongan yang dilakukan media-media sekuler di Indonesia. Sedangkan titik berat kajian seputar peran media, pengaruhnya, serta modus kejahatan media, belum banyak dibahas di sana. Terutama perspektif media dari sisi Syariat Islam.

Saya sendiri berusaha menahan diri untuk beberapa lama. Menanti, siapa tahu penerbit akan berubah pendirian. Tetapi ternyata, penerbit tetap menginginkan kita membahas peran komplek media dalam kehidupan Umat. Setelah menimbang-nimbang sedemikian rupa, akhirnya kusepakati menulis tema Invasi Media.

Sekali lagi… kalau melihat covernya, buku Invasi Media ini tampak soft atau moderat. Tapi kalau membaca isinya… ya silakan buktikan sendiri saja deh. Sulit kalau mau digambarkan.

Setahu saya, mungkin di buku inilah terdapat kritik paling keras yang kutujukan kepada kaum sekularis, khususnya para penggiat media mereka. Media sekuker seperti majalah Tempo, MetroTV, TVOne, dan sejenisnya seolah tidak memiliki nilai di hadapan buku ini. Bukan kritik emosional yang disertai caci-maki, tapi ditunjukkan bukti-buktinya. Bahkan kita mengangkat kritik berdasar landasan etika jurnalistik itu sendiri.

Kesimpulan besar dari buku ini: Etika jurnalistik media sudah mati! Bahkan media-media sekuler itu sejatinya bukan lagi sumber informasi atau opini, tetapi ia merupakan mesin-mesin kolonialisme di deret barisan terdepan. Media menjadi corong kapitalisme, liberalisme, industrialisasi, hedonisme. Akibatnya, kehidupan bangsa dan negara hancur berkeping-keping. Tapi mereka tak peduli, karena missi utamanya adalah: KOLONIALISME!

Data Seputar Buku

Data Seputar Buku

Bagiku sendiri, buku ini seolah sebuah “lompatan pengalaman”. Maksudnya begini. Di kalangan jurnalis ada adagium: “Belum disebut wartawan sejati, sebelum bisa menulis buku.” Hal itu juga diakui Bang Muhammad Fadhilah Zein, penulis “Kezaliman Media”. Tapi bagi saya, buku ini menjadi bukti bahwa seseorang yang tidak pernah kuliah jurnalistik, tidak pernah menjadi wartawan formal, bisa menulis buku seputar media. Ya ini buktinya. Alhamdulillahi wa lillahil hamdu.

Jujur, apa yang ditulis dalam buku Invasi Media, lebih banyak dibangun dari pengalaman; bukan atas dasar kerangka disiplin jurnalistik teoristik. Lebih banyak pengalaman lapangan. Tentu tanpa melupakan sejumlah besar referensi yang menjadi acuan, karena bagaimanapun ia tetap sebuah karya ilmiah (alhamdulillah).

Saya masih geleng-geleng kepala kalau membaca buku ini. Kok bisa sekeras itu…

AM. Waskito.


Rezim Militer Mesir Ingin Membabat Islam (Al Ikhwan) Ketika Musim Semi Jihad Sedang Berhembus

Februari 13, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Suatu kaum ketika sudah melakukan kezhaliman, dia akan mengulang perbuatan zhalim yang lain. Satu kezhaliman akan diikuti kezhaliman berikutnya; begitu seterusnya sehingga dia berubah wujud dari manusia normal menjadi SETAN zhalim. Ketika dalam keadaan bergelimang kezhaliman, akibatnya dia akan banyak melakukan kesalahan; lalu akhirnya di kalahkan.

Percaya tidak percaya, semua riwayat kaum zhalim tidak ada yang happy ending. Selalu berakhir nestapa berkepanjangan. Allah Ta’ala telah mengingatkan: “Innallaha laa yahdi qaumaz zhalimin” (sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum zhalim). Haram bagi Allah memberi petunjuk, dukungan, sokongan kepada kaum zhalim. Bahkan kezhaliman itu hakikatnya adalah kegelapan, tanpa jalan terang. Kata Nabi Saw: “Ittaquu zhulma fa innaz zhulma zhulumatun fi yaumil qiyamah” (takutlah kalian dari berbuat zhalim, karena kezhaliman itu adalah kegelapan-kegelapan di Hari Kiamat).

Ketika Basyar Assad -laknatullah ‘alaih wa ashabihim ajma’in- sedang terus bekerja untuk membantai kaum Muslimin di Suriah; pada saat yang sama Jendral As Sisi terus intensif bekerja untuk membabat Islam di Mesir. Mulanya, sasaran As Sisi adalah jamaah Ikhwanul Muslimin. Tapi lama-lama, segala yang berbau Islami, segala yang pro Syariat, yang peduli dan simpati kepada Al Ikhwan, dianggap teroris, musuh negara, halal diperangi. Masjid-masjid disegel, lisensi dakwah dan mengajar agama dicabut, khutbah dan pengajaran Islam diawasi, para ulama terus ditekan. Tidak hanya dari kalangan Al Ikhwan, tapi dari seluruh elemen-elemen Islam. Bahkan mahasiswa Al Azhar yang sebenarnya terkenal moderat, dikuyo-kuyo oleh aparat As Sisi.

Rezim As Sisi Sedang Membidik Dirinya Sendiri

Rezim As Sisi Membidik Dirinya Sendiri

Tidak berlebihan jika sebagian ulama mengatakan: “Kondisi di Mesir bukanlah untuk membabat IM, tetapi untuk menghancurkan Islam.” Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Ketika Jendral As Sisi sudah kekenyangan meminum darah kaum Muslimin dan tidur mendengkur di atas tengkorak-tengkorak korban kezhaliman, saat itu akalnya mulai error, kecerdasannya luruh, kepekaannya mati. Dia melakukan KESALAHAN TERBESAR yang tidak akan dimaafkan oleh sejarah kaum berakal. As Sisi bukannya berdamai dengan singa, atau mencari celah kesepakatan dengannya; tapi dia malah menampar keras singa itu, ketika ia sedang sadar.

Segi apa yang membuat Jendral As Sisi (rezim militer Mesir) dianggap bertindak sangat bodoh dan tidak masuk akal? Bukankah dia berhasil mengaduk-aduk jantung organisasi Al Ikhwan dan membuatnya terhempas ke tanah? Bukankah itu suatu sukses yang belum pernah diraih para pendahulu As Sisi?

Kalau melihat penderitaan Al Ikhwan, iya mungkin kesimpulan begitu ada benarnya. Tapi kalau membaca situasi geopolitik Timur Tengah secara umum, atau dilebarkan sedikit menjangkau kawasan Afghanistan dan Kaukasus, justru tindakan As Sisi itu akan menghadapi GELOMBANG DAHSYAT yang tak pernah dia perkirakan.

Gelombang apa itu? Ya gelombang Jihad Fi Sabilillah. Dengan kelakuan kejam As Sisi dan rezim militernya, dia telah menghalalkan bagi ditegakkannya pilar-pilar Jihad di Mesir. Bahkan gerakan Jihad itu sudah mulai tumbuh dan bereproduksi di Mesir. Ia seperti cendawan yang mulai bermunculan di sana-sini.

Perhatikan analisa ini….

[a]. Mengapa As Sisi membantai ribuan para pendukung Al Ikhwan, kaum wanita, dan anak-anaknya? Bukankah atas alasan kekejaman ini, ribuan para Mujahidin bersafar dari segala tempat menuju Suriah? Untuk apa mereka kesana? Untuk membela kaum Muslimin tertindas kan.

[b]. Mengapa As Sisi tidak melihat maraknya musim semi Jihad di Suriah, di Irak, di Afghanistan, di Yaman, di Somalia, dan sebagainya? Apakah As Sisi memandang remeh gerakan para Mujahidin Islam itu?

[c]. Sejelek-jeleknya Al Ikhwan -jika ada yang memandang begitu- mereka punya hubungan historis dengan para Mujahidin ini. Ulama-ulama Al Ikhwan berkontribusi besar bagi bangkitnya ideologi Salafi Jihadi di dunia. Syaikh Hasan Al Banna rahimahullah melontarkan prinsip “Al Jihadu Sabiluna” dan “Al Mautu Fi Sabilillahi Asma Amanina“. Kalangan Jihadis dengan sangat baik telah merealisasikan prinsip tersebut. Dr. Abdullah Azzam rahimahullah adalah guru dari ulama Jihad dunia, Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah. Bahkan fatwa Jihad Global Syaikh Usamah, dilandaskan atas peristiwa-peristiwa penindasan Israel di bumi Palestina (pada awalnya). Termasuk yang tidak dilupakan adalah kontribusi pemikiran Ustadz Sayyid Quthb rahimahullah yang kerap menjadi sandaran para Mujahidin, terutama dalam Tauhid Mulkiyah.

[d]. Dari internal Al Ikhwan sendiri, mereka memiliki tradisi dan disiplin dalam Jihad. Memang harus diakui, peranan ideologis Syaikh Al Qaradhawi sangat kuat dalam membentuk wajah Al Ikhwan yang cenderung moderat. Tapi basis pemikiran dan gerakan mereka, tak bisa dilepaskan dari kancah Jihad. Faktanya, Hamas sebagai sayap politik Al Ikhwan di Palestina, sampai saat ini tetap konsisten dengan Jihad dalam skala lokal Palestina. Al Ikhwan pasti tidak akan membiarkan ketika As Sisi terus bermain kasar dan ingin meluluh-lantakkan kekuatan mereka.

[e]. Besarnya simpati kaum Muslimin sedunia, termasuk organisasi-organisasi Islam, kepada Al Ikhwan. Hal ini menjadi masalah besar yang harus dihadapi As Sisi dari segi diplomasi internasional. Siapapun yang kini bersedia membantu As Sisi, mengulurkan tangan kepadanya, akan didakwa sebagai pembela rezim kudeta yang kejam dan sadis. Bahkan mengulurkan tangan kepada As Sisi dalam rangka memerangi kaum Muslimin (Al Ikhwan) yang tak berdosa di Mesir, termasuk jenis kekufuran dari sisi berserikat memerangi kaum Muslimin (Al Maa’idah: 51).

Betapa amat sangat bodoh As Sisi ketika membantai kaum Muslimin di Mesir, di saat sedang berhembus musim semi Jihad Fi Sabilillah. Lihatlah kancah di Suriah, di Palestina, Afghanistan, Irak, Yaman, Somalia, Libya, dan lain-lain! Apa mungkin para Mujahidin Islam itu akan berdiam diri melihat penindasan di Mesir? Sangat mustahil.

Dan anehnya, As Sisi begitu bergantung kepada Saudi dan UEA, dimana kedua negara ini aparat militernya tidak punya sejarah pernah bertempur dengan siapapun. Coba saja teliti lagi, kapan pasukan Saudi dan UEA bertempur melawan musuh-musuhnya, dalam perang apa saja? Tidak ada. Memang di tengah masyarakat Saudi terdapat banyak potensi kombatan, tapi itu dari kalangan Mujahidin, bukan tentara reguler. Dari sisi pemikiran pun, mereka sangat anti kebijakan politik Saudi.

Al Ikhwan akan butuh waktu beberapa lama untuk konsolidasi dan mengubah cara perjuangan mereka. Mereka sudah berusaha semoderat mungkin, tapi tetap saja ditindas dan dipecundangi; ya tak ada jalan lain, selain terang-terangan menegakkan metode Islami. Ya rezim As Sisi dan dukungan kaum monarkhi Arab yang merestui pembantaian atas jamaah mereka; semua itu telah memaksa Al Ikhwan kembali ke garis aslinya. Waktu akan membuktikan, batas antara Al Ikhwan dan Hamas, akan semakin memudar. Keduanya akan bersinergi. Hanya soal waktu.

Hasbunallah wa Ni’mal Wakil Ni’mal Maula wa Ni’man Nashir.

(Mine).


Hijaber Tapi Hedon…

Februari 10, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Selama ini kami mendengar info-info miring seputar komunitas Hijabers. Mereka sering kongkow-kongkow di cafe, ngobrol rame, cekikikan, larut dalam party-party, gadget mania, dan seterusnya. Seakan hidupnya tak beda jauh dengan kaum hedonis perkotaan; hanya bedanya, mereka memakai kain menutupi rambut dan leher. Disebut “memakai kain” karena yang mereka kenakan itu memang bukan JILBAB atau HIJAB yang disyariatkan dalam Islam. Nama “hijab” cuma merek saja.

Seorang teman mengatakan, “Mereka itu brutal!” Ya, aku tidak sekeras dia dalam menilai. Tapi memang di sini ada yang aneh. Bawaannya kalau bicara tentang komunitas “hijabers” ini cenderung negatif.

Tapi kemarin waktu ada acara walimah seorang kenalan, di sebauh gedung, kami benar-benar menyaksikan CORAK GAYA sebagian anak-anak hijaber ini. Sedih melihatnya. Tapi ya gimana lagi, itulah kenyataannya. Mereka itu menurutku seperti wanita-wanita yang kehilangan arah… mau jadi salehah, gak bisa; mau meninggalkan dunia hedon, tak mampu; menjadi orang serba tanggung, iya. Mungkin nanti di Akhirat, setengah badan mendapat surga, setengah sisanya mendapat neraka. Ya itu sekedar intermezzo-nya. Nas’alullah al ‘afiyah.

Kami datang terlambat ke acara walimah, ketika MC sudah mau menutup acara. Panitia dan shahibul walimah tampak sibuk menyambut acara penutupan. Sebagai persembahan terakhir, dimainkan musik berirama jazz, sebagai penutup. Aku pikir itu hanya menyanyi biasa. Ternyata, disana anak-anak muda berjoget-joget mengikuti irama jazz itu. Mereka ini tentu bukan pengantin, tapi semacam teman-teman pengantin, atau komunitasnya.

"Hijab Rasa Hedon"

“Hijab Rasa Hedon”

Paling parah, yang membuat hati sedih… sepasang anak muda, laki-laki dan wanita, mereka berjoget ria seperti orang-orang Barat itu. Dua orang itu berpasangan, yang laki-laki bergerak dinamis, sambil memutar-mutar badannya si cewek. Mereka berjoget ala Amerika Latin disaksikan banyak orang di gedung. Parahnya…si cewek itu memakai jilbab. Itu yang sangat parah.

Ya Ilahi…zaman sekarang parah banget. Masak ada wanita berjilbab berjoget ria semacam itu? Parah banget. Orang-orang beginian mending tidak usah memakai jilbab. Mereka buka saja jilbabnya. Itu lebih adil, agar kelakuan mereka tidak mengotori nama baik Islam.

Jadi kalau dipikir, untuk apa mereka berjilbab? Apa beda kain jilbab mereka dengan lap meja, atau lap lantai? Tak ada bedanya kan…sekedar selembar kain belaka. Jilbab mereka tak ngaruh terhadap kelakuan dan tindak-tanduknya.

Ya Allah ya Rahmaan, kami memohon kepada-Mu setulus hati agar kaum wanita kami, anak-anak kami benar-benar komitmen dengan JILBAB dan HIJAB…bukan berkelakuan aneh seperti orang-orang itu. Amin Allahumma amin.

Di antara tokoh komunitas Hijabers itu ada yang membuat pemakluman: “Tidak setiap wanita berhijab memang salehah, tetapi wanita salehah pasti berhijab.” Kata-kata begini dianut seperti ayat Suci Al Qur’an, sehingga dengan dalil kata-kata ini mereka seolah bebas berkelakuan seperti apapun juga.

Harusnya Mbak, kata-kata begitu diganti begini: “Memang memakai hijab tidak menjamin seseorang sudah salehah, tapi kami akan terus berusaha untuk lebih baik dari waktu ke waktu.” Kata-kata begini lebih baik, sebab ada keinginan untuk berubah lebih baik; bukannya MENCARI PEMBENARAN.

Oke deh…sampai di sini dulu. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada salah-salah kata, mohon maaf. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abah).


Memandang Masa Depan Suriah (Tetap Optimis)

Februari 4, 2014

(Edited).

“Assalamu’alaikum. Ustadz ane sedih sekali. Kenapa para Mujahidin di Syam bertikai? Ane kecewa ustadz, juga sekaligus bingung. Bingung banget.. Ustadz bagaimana ini? Tolong jelaskan Ustadz! Ane gak semangat hari-hari ini  jadinya. Jazakallah.” (UTA, dari Riau).

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ya rata-rata kaum Muslimin sedih, risau, dan bimbang melihat kenyataan konflik internal antar faksi-faksi Mujahidin di Suriah (Syam) saat ini. Kita mesti bersyukur manakala rasa kepedulian itu masih ada; kita senang      dengan kabar baik seputar nasib Umat dan sedih dengan  musibah yang menimpanya. Itu pertanda, kita masih Mukmin. Alhamdulillah.

Konflik antar Mujahidin di Suriah adalah sesuatu  yang pasti terjadi. Lambat atau cepat ia akan terjadi. Alasannya:

Jangan Lemah. Perjuangan Masih Panjang.

Jangan Lemah. Perjuangan Masih Panjang.

[a]. Sudah menjadi Sunnatullah bahwa Allah akan menyeleksi para pejuang di jalan-Nya, sampai terlihat mana yang benar-benar loyal, dan mana yang palsu loyalitasnya. Lihat Surat Muhammad: 31. Hal semacam ini terjadi saat Perang Uhud, di zaman Rasulullah Saw.

[2]. Kemenangan para Mujahidin (Islamis) tidak disukai Israel, Amerika, Eropa, raja-raja monarkhi Arab, dan sebagainya. Mereka pasti tidak akan tinggal diam. Seperti adanya kelompok tertentu yang sengaja dibentuk untuk membuat onar di tengah para pejuang. Fitnah keonaran ini dulu dilakukan kaum munafik di bawah Abdullah bin Ubay bin Salul.

[3]. Banyak di antara kaum Mujahidin yang ingin CEPAT-CEPAT meraih kemenangan, sebelum syarat-syarat kemenangan itu matang. Jika ada yang menghalangi jalannya, mereka langsung emosi, menuduh orang lain tidak loyal, khianat, dan sebagainya. Padahal dalam Jihad amat sangat dibutuhkan KESABARAN tinggi. Dalam hidup sehari-hari harus sabar, apalagi dalam Jihad. Betapa Nabi Saw atas kekalahan di Uhud, atas pengkhianatan Yahudi, pengkhianatan munafik, atas pukulan hebat di Hunain, dan sebagainya.

Kalau memandang fakta Jihad di Suriah, pikiran kita jangan dibatasi oleh skup waktu 2-3 tahun ke depan (atau ke belakang); tapi lihatlah masa depan Suriah ini dalam 10 atau 15 tahun ke depan. Kalau solusi yang kita inginkan bersifat instan, pastilah di bumi Suriah kini tak akan bangkit   peradaban Islam yang lebih baik. Maka berbagai konflik, kenyataan buruk, intrik dan sebagainya yang ada saat ini; jangan melemahkan perhatian terhadap masa depan bumi Syam  yang lebih baik ke depan.

Bumi Syam (Suriah) kini sudah terbakar, dan tak bisa dipadamkan oleh siapapun; hatta itu Amerika, China, Rusia, Israel, Saudi, UEA, Iran, Libanon, Eropa, dan sebagainya. Apalagi oleh Basyar Assad Cs. Bumi Syam sudah masuk ke bumi perjuangan; sulit akan kembali ke masa-masa sebelumnya. Bumi ini lambat atau cepat akan berubah seperti suasana di Palestina, dimana hawa perjuangan Islam sangat kuat memancar disana. Banyak pengamat mengatakan: Suriah akan menjadi pusaran Jihad yang jauh lebih besar dari Palestina. Mengapa? Karena Suriah lebih terbuka; berbeda dengan Palestina yang dikepung wilayah Israel dan lautan.  Para pejuang Islam lebih mudah masuk ke Suriah daripada ke Palestina.

Inilah kesalahan terbesar Barrack Obama yang akan memicu kemarahan Yahudi dunia. Obama ingin meruntuhkan rezim Assad; rezim Assad membantai rakyatnya; lalu para pejuang Islam turun ke Suriah untuk menolong kaum Muslimin. Itulah kesalahan terbesar Obama yang akan membuat posisi Israel jauh lebih rawan dari  sebelumnya. Obama hanya ingin mengalihkan dukungan Suriah dari pro Iran ke pro Amerika; tapi akibatnya meledak NUKLIR JIHAD Fi Sabilillah yang tak pernah diperkirakan oleh siapapun juga, di bumi Syam.

Maka kita harus tetap optimis memandang keadaan di Suriah saat ini. Para pejuang Islam butuh waktu untuk saling sinergi, mengerti, memahami, dan memposisikan saudara-saudaranya. Itu butuh waktu dan tidak sebentar. Yang jelas, Suriah kini sudah terbakar. Hasil-hasil capaian pemerintah Assad sejak era Hafezh Assad sudah luluh-lantak, jadi puing-puing. Suriah kini sudah berbeda dengan Suriah masa lalu. Bukan hanya fisik yang berbeda, tapi karakter masyarakatnya juga berbeda. Kini mereka lebih siap hidup seperti saudara-saudaranya di Palestina.

Kaum Muslimin harus bersabar, sebagaimana para pejuang di Suriah membutuhkan kesabaran. Kemenangan akan tiba, meskipun tidak bisa INSTAN. Demikian, semoga renungan sederhana ini bermanfaat dan layaknya kita TETAP OPTIMIS. Insya Allah.

Wallahu a’lam bisshawaab.

(Mine).