Memandang Masa Depan Suriah (Tetap Optimis)

(Edited).

“Assalamu’alaikum. Ustadz ane sedih sekali. Kenapa para Mujahidin di Syam bertikai? Ane kecewa ustadz, juga sekaligus bingung. Bingung banget.. Ustadz bagaimana ini? Tolong jelaskan Ustadz! Ane gak semangat hari-hari ini  jadinya. Jazakallah.” (UTA, dari Riau).

Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ya rata-rata kaum Muslimin sedih, risau, dan bimbang melihat kenyataan konflik internal antar faksi-faksi Mujahidin di Suriah (Syam) saat ini. Kita mesti bersyukur manakala rasa kepedulian itu masih ada; kita senang      dengan kabar baik seputar nasib Umat dan sedih dengan  musibah yang menimpanya. Itu pertanda, kita masih Mukmin. Alhamdulillah.

Konflik antar Mujahidin di Suriah adalah sesuatu  yang pasti terjadi. Lambat atau cepat ia akan terjadi. Alasannya:

Jangan Lemah. Perjuangan Masih Panjang.

Jangan Lemah. Perjuangan Masih Panjang.

[a]. Sudah menjadi Sunnatullah bahwa Allah akan menyeleksi para pejuang di jalan-Nya, sampai terlihat mana yang benar-benar loyal, dan mana yang palsu loyalitasnya. Lihat Surat Muhammad: 31. Hal semacam ini terjadi saat Perang Uhud, di zaman Rasulullah Saw.

[2]. Kemenangan para Mujahidin (Islamis) tidak disukai Israel, Amerika, Eropa, raja-raja monarkhi Arab, dan sebagainya. Mereka pasti tidak akan tinggal diam. Seperti adanya kelompok tertentu yang sengaja dibentuk untuk membuat onar di tengah para pejuang. Fitnah keonaran ini dulu dilakukan kaum munafik di bawah Abdullah bin Ubay bin Salul.

[3]. Banyak di antara kaum Mujahidin yang ingin CEPAT-CEPAT meraih kemenangan, sebelum syarat-syarat kemenangan itu matang. Jika ada yang menghalangi jalannya, mereka langsung emosi, menuduh orang lain tidak loyal, khianat, dan sebagainya. Padahal dalam Jihad amat sangat dibutuhkan KESABARAN tinggi. Dalam hidup sehari-hari harus sabar, apalagi dalam Jihad. Betapa Nabi Saw atas kekalahan di Uhud, atas pengkhianatan Yahudi, pengkhianatan munafik, atas pukulan hebat di Hunain, dan sebagainya.

Kalau memandang fakta Jihad di Suriah, pikiran kita jangan dibatasi oleh skup waktu 2-3 tahun ke depan (atau ke belakang); tapi lihatlah masa depan Suriah ini dalam 10 atau 15 tahun ke depan. Kalau solusi yang kita inginkan bersifat instan, pastilah di bumi Suriah kini tak akan bangkit   peradaban Islam yang lebih baik. Maka berbagai konflik, kenyataan buruk, intrik dan sebagainya yang ada saat ini; jangan melemahkan perhatian terhadap masa depan bumi Syam  yang lebih baik ke depan.

Bumi Syam (Suriah) kini sudah terbakar, dan tak bisa dipadamkan oleh siapapun; hatta itu Amerika, China, Rusia, Israel, Saudi, UEA, Iran, Libanon, Eropa, dan sebagainya. Apalagi oleh Basyar Assad Cs. Bumi Syam sudah masuk ke bumi perjuangan; sulit akan kembali ke masa-masa sebelumnya. Bumi ini lambat atau cepat akan berubah seperti suasana di Palestina, dimana hawa perjuangan Islam sangat kuat memancar disana. Banyak pengamat mengatakan: Suriah akan menjadi pusaran Jihad yang jauh lebih besar dari Palestina. Mengapa? Karena Suriah lebih terbuka; berbeda dengan Palestina yang dikepung wilayah Israel dan lautan.  Para pejuang Islam lebih mudah masuk ke Suriah daripada ke Palestina.

Inilah kesalahan terbesar Barrack Obama yang akan memicu kemarahan Yahudi dunia. Obama ingin meruntuhkan rezim Assad; rezim Assad membantai rakyatnya; lalu para pejuang Islam turun ke Suriah untuk menolong kaum Muslimin. Itulah kesalahan terbesar Obama yang akan membuat posisi Israel jauh lebih rawan dari  sebelumnya. Obama hanya ingin mengalihkan dukungan Suriah dari pro Iran ke pro Amerika; tapi akibatnya meledak NUKLIR JIHAD Fi Sabilillah yang tak pernah diperkirakan oleh siapapun juga, di bumi Syam.

Maka kita harus tetap optimis memandang keadaan di Suriah saat ini. Para pejuang Islam butuh waktu untuk saling sinergi, mengerti, memahami, dan memposisikan saudara-saudaranya. Itu butuh waktu dan tidak sebentar. Yang jelas, Suriah kini sudah terbakar. Hasil-hasil capaian pemerintah Assad sejak era Hafezh Assad sudah luluh-lantak, jadi puing-puing. Suriah kini sudah berbeda dengan Suriah masa lalu. Bukan hanya fisik yang berbeda, tapi karakter masyarakatnya juga berbeda. Kini mereka lebih siap hidup seperti saudara-saudaranya di Palestina.

Kaum Muslimin harus bersabar, sebagaimana para pejuang di Suriah membutuhkan kesabaran. Kemenangan akan tiba, meskipun tidak bisa INSTAN. Demikian, semoga renungan sederhana ini bermanfaat dan layaknya kita TETAP OPTIMIS. Insya Allah.

Wallahu a’lam bisshawaab.

(Mine).

Iklan

One Response to Memandang Masa Depan Suriah (Tetap Optimis)

  1. sofiaputri77 berkata:

    kemenangan besar memang butuh kesabaran yang tinggi, kita tetap berdoa buat kawan2 di sana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: