Hijaber Tapi Hedon…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Selama ini kami mendengar info-info miring seputar komunitas Hijabers. Mereka sering kongkow-kongkow di cafe, ngobrol rame, cekikikan, larut dalam party-party, gadget mania, dan seterusnya. Seakan hidupnya tak beda jauh dengan kaum hedonis perkotaan; hanya bedanya, mereka memakai kain menutupi rambut dan leher. Disebut “memakai kain” karena yang mereka kenakan itu memang bukan JILBAB atau HIJAB yang disyariatkan dalam Islam. Nama “hijab” cuma merek saja.

Seorang teman mengatakan, “Mereka itu brutal!” Ya, aku tidak sekeras dia dalam menilai. Tapi memang di sini ada yang aneh. Bawaannya kalau bicara tentang komunitas “hijabers” ini cenderung negatif.

Tapi kemarin waktu ada acara walimah seorang kenalan, di sebauh gedung, kami benar-benar menyaksikan CORAK GAYA sebagian anak-anak hijaber ini. Sedih melihatnya. Tapi ya gimana lagi, itulah kenyataannya. Mereka itu menurutku seperti wanita-wanita yang kehilangan arah… mau jadi salehah, gak bisa; mau meninggalkan dunia hedon, tak mampu; menjadi orang serba tanggung, iya. Mungkin nanti di Akhirat, setengah badan mendapat surga, setengah sisanya mendapat neraka. Ya itu sekedar intermezzo-nya. Nas’alullah al ‘afiyah.

Kami datang terlambat ke acara walimah, ketika MC sudah mau menutup acara. Panitia dan shahibul walimah tampak sibuk menyambut acara penutupan. Sebagai persembahan terakhir, dimainkan musik berirama jazz, sebagai penutup. Aku pikir itu hanya menyanyi biasa. Ternyata, disana anak-anak muda berjoget-joget mengikuti irama jazz itu. Mereka ini tentu bukan pengantin, tapi semacam teman-teman pengantin, atau komunitasnya.

"Hijab Rasa Hedon"

“Hijab Rasa Hedon”

Paling parah, yang membuat hati sedih… sepasang anak muda, laki-laki dan wanita, mereka berjoget ria seperti orang-orang Barat itu. Dua orang itu berpasangan, yang laki-laki bergerak dinamis, sambil memutar-mutar badannya si cewek. Mereka berjoget ala Amerika Latin disaksikan banyak orang di gedung. Parahnya…si cewek itu memakai jilbab. Itu yang sangat parah.

Ya Ilahi…zaman sekarang parah banget. Masak ada wanita berjilbab berjoget ria semacam itu? Parah banget. Orang-orang beginian mending tidak usah memakai jilbab. Mereka buka saja jilbabnya. Itu lebih adil, agar kelakuan mereka tidak mengotori nama baik Islam.

Jadi kalau dipikir, untuk apa mereka berjilbab? Apa beda kain jilbab mereka dengan lap meja, atau lap lantai? Tak ada bedanya kan…sekedar selembar kain belaka. Jilbab mereka tak ngaruh terhadap kelakuan dan tindak-tanduknya.

Ya Allah ya Rahmaan, kami memohon kepada-Mu setulus hati agar kaum wanita kami, anak-anak kami benar-benar komitmen dengan JILBAB dan HIJAB…bukan berkelakuan aneh seperti orang-orang itu. Amin Allahumma amin.

Di antara tokoh komunitas Hijabers itu ada yang membuat pemakluman: “Tidak setiap wanita berhijab memang salehah, tetapi wanita salehah pasti berhijab.” Kata-kata begini dianut seperti ayat Suci Al Qur’an, sehingga dengan dalil kata-kata ini mereka seolah bebas berkelakuan seperti apapun juga.

Harusnya Mbak, kata-kata begitu diganti begini: “Memang memakai hijab tidak menjamin seseorang sudah salehah, tapi kami akan terus berusaha untuk lebih baik dari waktu ke waktu.” Kata-kata begini lebih baik, sebab ada keinginan untuk berubah lebih baik; bukannya MENCARI PEMBENARAN.

Oke deh…sampai di sini dulu. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada salah-salah kata, mohon maaf. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abah).

Iklan

11 Responses to Hijaber Tapi Hedon…

  1. lazione budy berkata:

    zaman berputar.
    kita berfikiran positif saja..

  2. abisyakir berkata:

    @ Lazione budy…

    “Berpikiran positif” pada kemunkaran? Aneh. Wanita Islam melucuti kehormatan dan rasa malunya, kok harus dimengerti. Namanya zaman berputar, sikap ISTIQAMAH jangan ikut berputar dong. Harus konsisten dan istiqamah. Kata Nabi SAW: “Qul amantu billahi tsummastaqim” (katakan aku beriman kepada Allah, lalu istiqamahlah).

    Admin.

  3. wanita berkata:

    Pak mohon maaf ya, Anda kan sdg berjuang menegakkan nilai2 Islam yg Anda pahami, tolong itu adds nya dihapus aja, masa addsnya berbau pornografi begitu, ga related gitu jadinya sm apa yg sdg Anda kerjakan, terima kasih

  4. abisyakir berkata:

    @ wanita…

    Alhamdulillah Mbak, aku sangat paham kepentingan itu. Tapi aku gakn ngerti bagaimana cara menghapus adds tersebut. Jujur sangat risih tulisan2 agama, tapi ada adds begituan. Mohon bantuan teknis cara menghilangkan adds begituan. Jazakumullah khair.

    Admin.

  5. aspl berkata:

    Pak, hemat saya tidak perlu bersusah payah menasehati jenis wanita-wanita yang tertulis diatas. sebagai referensi bacaan ringan saya sertakan link artikel:
    1. http://hitmansystem.com/tentang-pria/apa-yang-terjadi-bila-anda-terlalu-baik.html
    2. http://hitmansystem.com/tentang-pria/kutukan-dukun-curhat.html

  6. atari berkata:

    Allah mewajibkan wanita berhijab, walaupun sekarang banyak wanita berhijab yang kelakuannya belum sesuai. Saya kurang setuju saat anda berkata “Orang-orang beginian mending tidak usah memakai jilbab. Mereka buka saja jilbabnya. Itu lebih adil, agar kelakuan mereka tidak mengotori nama baik Islam”. Buat saya itu 11-12 dengan ‘yaudah lempar aja bomnya toh mereka kafir’, jadi alangkah baiknya sebagai sesama muslim, para hijabers tersebut diingatkan untuk menjadi muslimah yang sesuai syariat Islam.

  7. abisyakir berkata:

    @ atari…

    Bahaya Mbak kalau jilbab hanya dianggap sebagai STYLE doang. Jilbab atau pakaian Muslimah itu kan bagian dari ibadah dan ketaatan, sementara banyak wanita sekarang yang mengenakan jilbab sebagai style doang. Jilbab iya, kelakuan baik tidak. Lebih baik mereka memperbaiki kelakuan, lalu secara perlahan-lahan konsisten dengan busana Muslimah. jika sudah konsisten, jangan mundur lagi, atau lesu. Terimakasih atas kritik dan masukannya.

    Admin.

  8. Indahcsw berkata:

    Biar tuhan yg melihat dan menilai,
    Mereka sedang belajar,
    Orang berubah terus, hari ini mereka hedon, dimata kita,
    Mungkin beberapa hari lagi mereka baik bahkan lebih baik dr kita.

    Saran saya
    Jangan menilai kejahatan seseorang seolah dia akan masuk neraka,
    Dan jangan menilai kebaikan sendiri seolah akan masuk surga,

    Kalau merasa terganggu, tetap pegang teguh iman masing-masing,
    Sikap mereka tidak akan menjelekkan agama islam dimata tuhan,
    Yah mungkin dimata manusia,

    Tapi siapa yg peduli apa pandangan manusia?

  9. Belajar Beropini berkata:

    @Indahcsw, Biar tuhan yg melihat dan menilai, Mereka sedang belajar, Orang berubah terus, hari ini mereka hedon, dimata kita, Mungkin beberapa hari lagi mereka baik bahkan lebih baik dr kita.

    =>Makanya artikel ini mengingatkan para saudari2 muslimah kita yang pemahaman Islamnya mungkin masih awam. Apa mbak tahu semua yang masih belajar itu sadar kalau mereka itu salah? Kewajiban seorang muslim saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran. Ya syukur Alhamdulillah kalau nantinya mereka akan lebih baik dari kita, tapi tugas seorang muslim untuk menasehati jalan terus.

    Saran saya Jangan menilai kejahatan seseorang seolah dia akan masuk neraka, Dan jangan menilai kebaikan sendiri seolah akan masuk surga,

    =>Ini cuma peringatan mbak, yang bilang itu Qur’an. Perbuatan dosa dan kebaikan harus diberitahu konsekwensinya apa, kalau amal baik balasannya syurga, kalau buruk balasannya neraka. Masak iya kita mengatakan bahwa jadi pelacur itu masuk syurga, dan jadi ustadz itu masuk neraka? Kan ga mungkin? Walau pun hasil akhirnya Allah jua yang menentukan. Sekali lagi ini cuma peringatan.

    Kalau merasa terganggu, tetap pegang teguh iman masing-masing, Sikap mereka tidak akan menjelekkan agama islam dimata tuhan, Yah mungkin dimata manusia, Tapi siapa yg peduli apa pandangan manusia?

    => Wah egois ini namanya, mentingin diri sendiri, mau masuk syurga ga mau ngajak2 saudaranya :D. Amar ma’ruf mbak, amar ma’ruf. Sesama muslim saling menasehati dalam kebaikan dan kebenaran.

  10. abisyakir berkata:

    @ Indahcsw…

    Siapa juga Mbak menilai orang masuk neraka gara-gara “nari-nari” begituan? Itu kan belum tentu jadi sebab masuk neraka. Maksud kami, kalau memang berhijab, ya jaga akhlak dan kelakuan dong. Itu lebih menjaga diri mereka, dan menjaga MARTABAT AGAMA. Masak hijaber nari Shamba di depan umum? Berpasangan dengan laki-laki lagi? Aneh saja.

    Admin.

  11. 1NYA berkata:

    Pak, kan sudah saya bilang jangan menasehati cewek/wanita, biar-kan meraka seperti yang anda sebutkan pada artikel di atas. tidak ada guna-nya, lebih baik anda buat artikel tentang Negeri Pompei. Saya maklum mungkin di waktu zaman anda masih muda jarang menemui cewek/wanita “binal”. Tapi zaman sekarang sangat mudah ditemui dimana saja dan BUKAN HANYA PELACUR. cewek/wanita insecure/merasa kecil/labil/GBHN (galau binal hedon narsis). rata rata meraka ini menderita sakit jiwa, paling ringan insecure/merasa kecil. sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: