Buku Ini Membuatku…

Sebagai penulis, kadang saya membaca-baca buku sendiri. Ya semacam review atau kilas balik pemikiran. Termasuk ketika hadir buku Invasi Media Melanda Kehidupan Umat. Saya sempatkan membaca-baca lagi buku bercover dominan merah ini. Masya Allah, kalau baca isinya, saya jadi geleng-geleng kepala sendiri.

Buku ini covernya tampak soft, lunak, moderat. Tapi isinya seperti berkobar-kobar. Ini penilaianku sendiri ya. Tak tahu kalau orang lain menilai. Rasanya panas. Aspek sejuknya adalah manakala membaca riwayat historis tentang peran media dalam sejarah Islam. Selebihnya puanas… Terutama ketika sampai di bagian kritik media sekuler dan kelicikan kaum sekularis.

Kritik Sekularis Begitu Panas

Kritik Sekularis Begitu Panas

Sebenarnya, sebelum buku ini muncul, Pustaka Al Kautsar sudah menerbitkan buku bertema media, yaitu: Kezhaliman Media Massa Kepada Umat Islam. Buku ini karya seorang jurnalis, Muhammad Fadhilah Zein. Beliau aktif di JITU (Jurnalis Islam Bersatu). Beliau pernah bekerja di TVOne dan ANTV (kalau gak salah).

Ketika saya diminta menulis tema media, saya bertanya: “Bukankah sudah diterbitkan buku Kezhaliman Media, mengapa harus menerbitkan tema yang sama?”

Lalu dikatakan, bahwa dalam buku Kezhaliman Media lebih banyak mengupas kasus-kasus kebohongan yang dilakukan media-media sekuler di Indonesia. Sedangkan titik berat kajian seputar peran media, pengaruhnya, serta modus kejahatan media, belum banyak dibahas di sana. Terutama perspektif media dari sisi Syariat Islam.

Saya sendiri berusaha menahan diri untuk beberapa lama. Menanti, siapa tahu penerbit akan berubah pendirian. Tetapi ternyata, penerbit tetap menginginkan kita membahas peran komplek media dalam kehidupan Umat. Setelah menimbang-nimbang sedemikian rupa, akhirnya kusepakati menulis tema Invasi Media.

Sekali lagi… kalau melihat covernya, buku Invasi Media ini tampak soft atau moderat. Tapi kalau membaca isinya… ya silakan buktikan sendiri saja deh. Sulit kalau mau digambarkan.

Setahu saya, mungkin di buku inilah terdapat kritik paling keras yang kutujukan kepada kaum sekularis, khususnya para penggiat media mereka. Media sekuker seperti majalah Tempo, MetroTV, TVOne, dan sejenisnya seolah tidak memiliki nilai di hadapan buku ini. Bukan kritik emosional yang disertai caci-maki, tapi ditunjukkan bukti-buktinya. Bahkan kita mengangkat kritik berdasar landasan etika jurnalistik itu sendiri.

Kesimpulan besar dari buku ini: Etika jurnalistik media sudah mati! Bahkan media-media sekuler itu sejatinya bukan lagi sumber informasi atau opini, tetapi ia merupakan mesin-mesin kolonialisme di deret barisan terdepan. Media menjadi corong kapitalisme, liberalisme, industrialisasi, hedonisme. Akibatnya, kehidupan bangsa dan negara hancur berkeping-keping. Tapi mereka tak peduli, karena missi utamanya adalah: KOLONIALISME!

Data Seputar Buku

Data Seputar Buku

Bagiku sendiri, buku ini seolah sebuah “lompatan pengalaman”. Maksudnya begini. Di kalangan jurnalis ada adagium: “Belum disebut wartawan sejati, sebelum bisa menulis buku.” Hal itu juga diakui Bang Muhammad Fadhilah Zein, penulis “Kezaliman Media”. Tapi bagi saya, buku ini menjadi bukti bahwa seseorang yang tidak pernah kuliah jurnalistik, tidak pernah menjadi wartawan formal, bisa menulis buku seputar media. Ya ini buktinya. Alhamdulillahi wa lillahil hamdu.

Jujur, apa yang ditulis dalam buku Invasi Media, lebih banyak dibangun dari pengalaman; bukan atas dasar kerangka disiplin jurnalistik teoristik. Lebih banyak pengalaman lapangan. Tentu tanpa melupakan sejumlah besar referensi yang menjadi acuan, karena bagaimanapun ia tetap sebuah karya ilmiah (alhamdulillah).

Saya masih geleng-geleng kepala kalau membaca buku ini. Kok bisa sekeras itu…

AM. Waskito.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: