PERINGATAN: Bantu Jihad Suriah dengan Tidak Mempromosikan Perselisihan Antar Para Mujahidin !!!

Bismillahirrahmaanirrahim. Alhamdulillah, was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihil kiram ajma’in. Amma ba’du.

Kaum Muslimin rahimakumullah, mari kita mencermati beberapa fakta penting tentang Jihad di Suriah dan keadaan kita disini. Mari kita lihat…

FAKTA 1: Telah terjadi pertikaian serius antar faksi-faksi Mujahidin di Suriah. Terlibat di dalamnya ISIS, Jabhah Nusrah, Ahrar Syam, dan berbagai milisi perjuangan lainnya.

Dukung Mujahidin Bersatu. Bukan Memperparah Pertikaian.

Dukung Mujahidin Bersatu. Bukan Memperparah Pertikaian.

FAKTA 2: Perselisihan di medan Jihad Suriah telah merebak, menyebar, meluas hingga ke negeri-negeri Muslim di dunia, melalui media, Youtube, jejaring sosial, dan seterusnya. Termasuk masuk ke Indonesia.

FAKTA 3: Perselisihan antar Mujahidin sudah sering terjadi di medan Jihad. Misalnya dalam Jihad Afghanistan, Irak, Aljazair, Somalia, Filipina, dan lainnya. Dan kini perselisihan serupa berbiak kembali di Suriah.

FAKTA 4: Akhir dari perselisihan antar Mujahidin seringkali berakibat: (a). Gagalnya membangun missi perjuangan Islami; (b). Semakin kuat dan tangguhnya kekuatan musuh yang hendak melenyapkan Islam dan Umatnya. Jadi perselisihan seperti ini akibatnya hanya mematikan tujuan Jihad itu sendiri.

FAKTA 5: Mayoritas kaum Muslimin, atau pendukung Jihad di Indonesia, bukanlah orang-orang yang terlibat dalam Jihad di Suriah. Umumnya hanya sebagai pendengar, pembaca, penerjemah, pengamat, komentator, dan sebagainya. Perkataan kita, lewat lisan atau tulisan, tak banyak artinya bagi kemenangan Jihad di Suriah.

FAKTA 6: Andaikan terjadi perselisihan antar faksi Mujahidin di Suriah, secara hakiki kita tidak tahu siapa yang benar di antara mereka, dan siapa yang salah? Lalu siapa yang paling tahu hakikat kebenaran di antara faksi Mujahidin? Yang tahu, bukan ulama ini ulama itu, bukan media ini media itu, bukan penerjemah ini dan itu, bukan komandan ini dan itu. Yang tahu adalah ALLAH Subahanu Wa Ta’ala. Manusia berpendapat, Allah yang lebih tahu hakikat sebenarnya.

FAKTA 7: Al Islam mengajarkan agar kita bersatu, bersaudara, saling tolong-menolong, saling menguatkan satu sama lain. Dalam kehidupan damai di negeri damai, kewajiban BERSATU ini sangat ditekankan, apalagi di medan Jihad? Bukankah di medan Jihad sudah berhadap-hadapan langsung dengan moncong senjata musuh? Kalau berselisih disana, bukanlah itu sama dengan membinasakan diri sendiri?

Setelah menyadari fakta-fakta di atas, lalu lihatlah apa yang terjadi di antara kita ini? Tatkala para pejuang Islam berselisih disana, kita justru semangat giat mengkampanyekan perselisihan tersebut? Apa tujuan kampanye perselisihan faksi Mujahidin yang hari ini menghiasi media-media Islam itu? Apa kita ingin menolong para Mujahidin? Apa kita empati dengan mereka? Atau kita ingin merusak Jihad itu sendiri?

Katanya kita ini menjungjun Tauhid. Buktinya, kita suka perjuangan ini terpecah-belah. Katanya kita menjungjung Sunnah. Apakah ada Sunnah Nabi yang memerintahkan perpecahan Umat? Katanya kita pro Syariat Islam. Bagaimana Syariat bisa tegak dengan permusuhan dan saling memerangi? Katanya kita ini bagian dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Tapi faktanya kita gemar dengan fitnah tafarruq dan bi’dah ‘adawah (permusuhan). Katanya kita ahli Jihad dan hanya mengenal satu-satunya manhaj (yaitu Jihad). Tapi nyatanya, di bumi Jihad sendiri, amalan Syariat yang agung ini kita hancurkan dan hitamkan wajahnya.

Mana yang benar? Setumpuk klaim atau kenyataan? Mana yang bisa dilihat sebagai bukti Tauhid, Sunnah, Syariat, Jihad, dan Jamaah? Nyatanya kita benar-benar lemah dan rapuh dalam landasan agama ini. Media dan fanatisme telah membesarkan image kita. Citra yang muncul, kita laksana raksasa-raksasa hebat, padahal sejatinya hanya seperti kelinci mungil. Antara klaim dan kenyataan, terlalu jauh.

Di Afghan kita telah merasakan perihnya harga perpecahan. Di Irak tidak kalah perihnya. Di Somalia, Yaman, Aljazair, Filipina, dan lainnya, kita juga merasakan kepedihan yang serupa. Bila suatu masa Allah kehendaki terjadi seruan Jihad di Indonesia, karena agressi kaum penindas; sepertinya perselisihan itu akan kembali terjadi disini. Inikah takdir kita sebagai “Ahlus Sunnah Wal Jamaah”? Inilah takdir kita sebagai penegak Tauhid dan Syariat? Inikah takdir kita sebagai Firqatun Najiyah?

Orang kafir memecah belah barisan pejuang. Itu pekerjaan mereka. Orang kafir berbuat konspirasi. Kita sudah tahu dari dulu. Orang kafir menikam para pejuang Islam. Lha, apa baru tahu? Orang kafir ingin melemahkan Jihad. Memang, mereka akan beramal apa lagi? Orang kafir ingin memadamkan cahaya Allah. Apa Anda bermimpi mereka akan menerangkan cahaya Allah?

Jangan melulu salahkan orang kafir. Mereka berbuat ini itu, semua Mukmin sudah tahu tabiat seperti itu. Kita harus INTROSPEKSI (muhasabah) diri. Perbuatan orang kafir sudah inheren dengan akidah mereka. Tak usah ditanyakan lagi. Justru kita ini, sebagai Umat Muslimah, harus berbenah diri. Terus memperbaiki persatuan. Jangan lemah tuk terus menjalin kekuatan antar kaum Mukminin.

Maka kami menasehatkan kepada para pemuda Islam, media-media Islam, para aktivis, dan pendukung Syariat Jihad Fi Sabilillah:

[1]. Mari kita berhenti memberitakan, membicarakan, menyebarkan, mengomentari, mengulang-ulang berita seputar pertikaian antar faksi-faksi Mujahidin di Suriah (dan negeri-negeri lain). Tutup mulut! Karena perintah Syariat disini adalah: Fa ashlihuu baina akhawaikum (damaikan antara kedua saudaramu yang berselisih).

[2]. Mari kita beritakan yang baik-baik saja tentang para Mujahidin. Misalnya beritakan kemenangan mereka, kemajuan kerja mereka, capaian-capaian hebat mereka, persatuan mereka, kasih sayang antar mereka, dan lainnya. Jangan beritakan yang buruk-buruk.

[3]. Kalau ada Mujahidin, ulama, juru bicara faksi ini dan itu, menyebarkan berita-berita permusuhan antar Mujahidin, katakan saja kepada mereka: “Kami selama ini memandang keadaan Anda baik-baik, Anda bersatu padu melawan musuh. Kalau kini Anda beritakan hal-hal buruk, ini pasti ada solusinya. Masalah ini akan berakhir, Allah akan mendatangkan pertolongan. Yakinlah, sebentar lagi Anda semua akan bersatu lagi dan saling kasih-sayang.” Jangan menanggapi berita-berita pertikaian Mujahidin dengan emosi.

[4]. Yakinlah saudaraku, para Mujahidin kalau kita biarkan menyelesaikan sendiri masalah-masalahnya, tanpa kita memperbesar-besarkan perselisihan mereka, solusi itu akan tiba. Sebaliknya, kalau kita ikut memanaskan perselisihan ini, itu pertanda kita tidak menyukai bersatunya barisan Umat, khususnya para Mujahidin fi Sabilillah. Allah sudah menjanjikan akan menolong para Mujahidin.

Perhatikan ayat-ayat ini:

Wahai orang-orang beriman, jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (Muhammad: 7).

Dan benar-benar Allah akan menolong siapa yang menolong agama-Nya.” (Al Hajj: 40).

Dan siapa yang berjihad di jalan Kami, niscaya akan Kami tunjukkan jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang berbuat ihsan.” (Al Ankabuut: 69).

Apakah Anda tidak percaya bahwa Allah akan menolong para Mujahidin? Ayat-ayat di atas sebagai dalilnya. Mereka akan ditolong oleh Allah, ASALKAN kita tidak semakin menambah buruk perselisihan di antara mereka. Siapapun yang menambah buruk perselisihan di antara para Mujahidin, layak dicatat sebagai penyumbang saham kekalahan Islam.

[5]. Doakan selalu para pejuang Islam di Suriah (dan dimana saja) dengan doa yang baik. Misalnya doakan dengan teks seperti berikut:

Allohummanshur lil Mujahidina mukhlishina fi kulli makan wa kulli zaman.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Suriah.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Afghan.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Su’udiyah.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Iraq.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Filistin.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Mishri. 

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi Andunisiya.

Allahummanshur lil Mujahidin mukhlishina fi sa’iril ‘alam.

Doakan, doakan, doakan selalu dalam kebaikan, dalam persatuan, saling tolong-menolong, saling berkasih-sayang, saling menguatkan. Amin Allahumma amin.

Janganlah kita bicarakan yang buruk-buruk tentang Mujahidin, meskipun mereka ingin agar kita membicarakannya. Karena pembicaraan dalam hal ini sama dengan GHIBAH yang dilarang. Jika kita tuduh satu kelompok Jihad, itu sama dengan Ghibah atas mereka. Begitu juga jika kita tuduh kelompok lain, itu juga Ghibah atas mereka. Tahanlah lisan dan kalam akan hal ini. Ingat selalu firman Allah: “Ayuhibbu ahadukum an ya’kula lahma akhihi maitan fa karihtumuhu” (apa salah seorang dari kalian suka memakan daging saudaranya yang sudah mati, pastilah kalian benci melakukan itu).

Maka kini, kami menghimbau kaum Muslimin di negeri ini, juga di negeri-negeri lain untuk BERHENTI BICARA PERSELISIHAN MUJAHIDIN di Suriah (dan lainnya). Serta tidak membicarakan mereka, selain yang baik-baik saja. Kalau mereka berselisih, biarkan saja mereka cari solusi sendiri. Kita tak usah memperbesar perselisihan itu. Jika Jihad yang mereka laksanakan adalah ikhlas li wajhillah, yakinlah mereka akan diberi jalan keluar dan BERSATU.

Kita nanti akan mendukung siapa saja di antara para Mujahidin yang berhasil mengalahkan musuh dan membangun peradaban Islami. Kita tak peduli siapapun diri mereka, selama masih Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Semoga risalah sederhana ini bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Was shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

(Mine).

Iklan

6 Responses to PERINGATAN: Bantu Jihad Suriah dengan Tidak Mempromosikan Perselisihan Antar Para Mujahidin !!!

  1. deni abdul wahid berkata:

    Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.!
    Ustad, pemerintah arab saudi mengeluarkan pernyataan resmi (tentunya didukung oleh kebanyakan pejabat, rakyat dan ulamanya), ada beberapa gerakan mujahid di suriah dan im di mesir adalah digolongka teroris, dan pergerakannya batal atau haram. Mohon pencerahannya! Baarakallahu fiika dan keluarga! Wassalamu’alaikum

  2. Abbas berkata:

    Baarokallahu fiikum ustadz…

  3. abisyakir berkata:

    @ Abbas…

    Wa iyyakumul barakah wal jaza’ul hasan. amin.

    Admin.

  4. Cinta Jihad berkata:

    Assalaamu’alaikum….Ana sangat setuju dengan antum

  5. WAHABI berkata:

    JIHAD DI SURIAH SEJATINYA SALAH ARAH….
    SEHARUSNYA BANTU JIHAD MEMBEBASKAN PALESTINA DARI KAUM YANG JELAS KUFAR SEPERTI ISRAEL SEKALIGUS TERBUKTI SEBAGAI PENJAJAH.
    SEDANGKAN SERUAN JIHAD MELAWAN PEMERINTAHAN BASAR ASSAD SAMA HALNYA SERUAN MEMBERONTAK DI INDONESIA, MALAYSIA, BRUNAI,DLL………………….

  6. حسين حسن berkata:

    Karbala Kota suci Syiah laknatullah hanya 1 jam saja dari Markas ISIS / IS / Daulah..

    KENAPA MASIH BERDIRI KOKOH & AMAN-AMAN SAJA????

    Kalau IS dalam kebenaran, hancurkan itu Karbala Syiah Laknatullah di Iraq.

    IS justru “nyeleneh” lebih GEMAR memusuhi dan menumpahkan darah para Mujahidin di Suriah yg Notabene Pejuang Muslim, Mujahidin !

    IS ini sebenarnya mendukung siapa?
    IS ini ADA untuk kepentingan Siapa?

    Kasihan para Mujahidin di Suriah..
    Di depan mereka bertempur melawan Assad & Sekutunya
    Di belakang mereka di serang oleh ISIS.

    Laa hawla walaa quwata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: