Janji Janji JOKOWI…

Maret 28, 2014

Nun di sana, sebuah arena kampanye Pilpres. Seorang capres dengan pencitraan bombastik, JOKOWI, tampil sebagai bintang. Di atas panggung raksasa, hasil paduan antara altar pemujaan, panggung konser Metalica, dan stage jumpa fans, sang calon presiden tampil memukau di tengah masa pendukung PDPI.

Seperti biasa, capres Jokowi menyampaikan semua janji-janji politiknya. Orasinya begitu memukau. Banyak orang tersihir oleh kemampuan retorikanya.

JOKOWI: “Saudara-saudara, sebangsa dan setanah air. Kita ini manusia. Kita memiliki kehidupan. Kita ingin bahagia. Kita ingin sukses. Kita butuh uang. Kita harus makan setiap hari. Kita butuh teman. Kita punya hobi. Kita ingin menabung.”

"The Master of Big Lies"

“The Master of Big Lies”

Tukang gorengan: “Ya pasti, Pak. Tak usah ditanyakan lagi.” Kata seseorang berteriak menimpali.

JOKOWI: “Saudara-saudara, kita akan membangun Indonesia Baru. Indonesia yang tertata rapi, dengan manajemen hebat. Yang penting adalah leadership. Tidak usah banyak bicara. Yang penting kerja dan kerja. Manajemen saudara, manajemen!”

Tukang baso: “Gimana dengan janji Anda di depan warga DKI Jakarta, Pak? Kan Bapak waktu itu juga mau membuat Jakarta Baru?”

JOKOWI: “Saudara-saudara setanah air, kita akan bangun manusia Indonesia yang sehat. Kami akan gulirkan KIS, Kartu Indonesia Sehat. Semua warga Indonesia dapat asuransi kesehatan penuh.”

Tukang tambal ban: “Bagaimana realisasinya di Jakarta, Pak? Kan program Bapak itu membuat kemelut kesehatan di Jakarta. Anda diprotes para tenaga medis dan perawat.”

JOKOWI: “Saudara-saudara, kita akan membuat Indonesia bebas bencana alam?”

Tukang fotokopi: “Bagaimana dengan Jakarta, Pak. Apakah Jakarta sudah bebas banjir?”

JOKOWI: “Saudara-saudara sepancasila dan sebhineka tunggal ika, kita akan bereskan perumahan kumuh, kita rapikan kota-kota, orang miskin kita berikan perumahan gratis.”

Tukang lipat kertas: “Bagaimana dengan Jakarta, Pak? Katanya Bapak mau bereskan rumah-rumah kumuh di kanan kiri Kali Ciliwung? Mana realisasinya?”

JOKOWI: “Saudara-saudara pendukung Soekarno, pendukung revolusi rakyat, kita akan gratiskan semua biaya sekolah bagi anak Indonesia, sejak masih dalam kandungan sampai ke liang lahat. Belajar selamanya, gratis tis tis.”

Tukang bikin sambel: “Bagaimana dengan Jakarta, Pak? Apa sekolah-sekolah di Jakarta sudah pada gratis? Banyak orangtua menjerit Pak soal biaya sekolah. Bagaimana realisasi janji Anda?”

JOKOWI: “Saudara-saudara yang setipe denganku, wajah polos, kurus, murah senyum. Kita akan tertibkan birokrasi negara. Tidak pakai lelet. Semua serba cepat, tepat, akurat. Semua tercatat dengan rapi, akuntabilitas, validitas, prioritas, sportivitas, dan tas-tas yang lain. Okeh!”

Tukang sapu: “Bagaimana dengan Jakarta, Pak? Birokrasi masih lambat, banyak kolusi, berbelit-belit. Gimana nih janjinya?”

JOKOWI: “Saudara-saudara seperguruan Kungfu, seguru seilmu. Kita akan bereskan masalah lalu lintas, kendaraan. Zero kecelakaan, zero kemacetan, zero pemborosan BBM.”

Tukang jaga toko: “Tapi Pak, janji Bapak bereskan kemacetan di Jakarta belum dilakukan? Apa bisa mau bereskan lalu lintas perhubungan Indonesia?”

JOKOWI: “Saudara-saudara sedarah, seiman, sejiwa, secinta. Kita akan pakai manajemen manusiawi. Tidak ada penggusuran, tidak ada pentungan. Semuanya damai, kooperatif. Tidak ada cara main paksa. Semua manusiawi saudara.”

Tukang jual buah: “Tapi Pak, di Jakarta Satpol PP tetap main kasar, main ganyang, main paksa, main bubarkan para pedagang. Janji Anda tak terbukti Pak di sini.”

JOKOWI: “Saudara-saudara, kita akan bangun Indonesia bebas korupsi. Indonesia bebas penyalah-gunaan uang APBN. Indonesia maju dengan zero korupsi.”

Tukang parkir: “Itu buktinya ada korupsi di Pemda DKI tentang pengadaan bus TransJakarta. Malahan ada data-data korupsi Bapak selama menjabat Walikota Solo. Mana yang benar? Janji atau kenyataan?”

[Mungkin karena terus diinterupsi, terus diprotes, terus dikritik, lama-lama capres Jokowi jadi marah besar. Mukanya merah padam. Setelah sekian lama memendam amarah, akhirnya meledaklah caci-maki dan umpatan dia].

JOKOWI: “Diam! Diam, kalian semua! Kalian cuma bisa ngebacot aja. Sana pergi makan IAT. Kalian ini teroris! Kalian ini gembel. Kalian cuma nasi bungkus. Dasar tikus got. Sana kalian pergi! Pergi!!!”

[Karena tampak marah sekali. Beberapa panitia kampanye dari PDPI (Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia) dengan terpaksa harus meredam amarah capres Jokowi atau lengkapnya Joko Widagdo. Sang capres didudukkan di kursi, lalu diberi minum air putih. Cewek-cewek penyanyi dangdut yang baru disewa untuk membuat video porno di atas panggung kampanye, ikut memijit tangan Jokowi, supaya amarahnya mereda. Setelah beberapa lama, Jokowi berdiri lagi, meneruskan kampanye].

JOKOWI: “Saudara-saudara… Siapa sih saya ini? Saya ini memang orang bodo. Sejak dulu saya tahu kalau saya memang bodo. Meskipun begitu, sebagai manusia saya ingin terkenal, punya uang banyak, bisa happy-happy. Boleh kan happy-happy? Rakyat kita ini masih bodo-bodo, sama seperti saya. Kita bisa makmur dan sukses dengan memanfaatkan kebodohan rakyat. Rakyat itu ladang bisnis, tambang kesejahteraan, ceruk income pasif. Dengan sedikit sentuhan fiktif, ditambah rekayasa opini, plus dukungan dana sponsor, kita bisa hidup happy.”

JOKOWI: “Saya ini sudah biasa dicaci-maki, difitnah, dikata-katain. Saya sudah biasa. Tapi semua itu tak saya hiraukan. Saya tahu orang menyerang karena memang saya punya kesalahan. Tak mungkin orang tak bersalah akan diserang. Saya tahu orang mencaci-maki karena saya khianat, saya tidak jujur, saya hanya pencitraan. Saya tahu itu. Tidak mungkin orang mencaci-maki tanpa alasan. Ini pasti karena kesalahan saya. Tapi saya tak peduli, asalkan bisa happy-happy. Iya gak? Iya dong!”

Komunitas tukang: “Glembukss….”

(T.A.M.M.A.T)


Bisakah Konspirasi AL AHZAB Menghancurkan Ikhwanul Muslimin?

Maret 26, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sebagaimana yang telah kita saksikan, gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir sedang dikepung oleh KONSPIRASI BESAR yang berniat menghancurkan sampai ke akar-akarnya. Tentu saja, komandan gerakan konspirasi ini adalah Jendral As Sisi -laknatullah ‘alaihi wa ansharihi ajma’in-. Di belakang As Sisi ada Amerika yang menggelontorkan bantuan miliaran dolar, juga Israel yang merasa terancam dengan gerakan Islam Mesir. Di sektor lokal ada media-media sekuler, para pimpinan Al Azhar, para politisi sekuler, politisi Partai Salafi An Nuur, dan sebagainya.

Selain itu, yang sangat tidak bisa dilupakan adalah Trio Kerajaan Arab Jahiliyah: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. Ketika penguasa di negeri ini terang-terangan menetapkan Al Ikhwan sebagai teroris. Betapa sangat konyol. Sejak Tragedi WTC 11 September 2001, tidak satu pun negara atau badan dunia menetapkan Al Ikhwan Al Muslimun sebagai organisasi teroris. Eee…setelah isu terorisme mulai mereda, malah raja-raja jahiliyah Arab, menetapkan Al Ikhwan sebagai teroris. Lalu selama lebih dari 12 tahun, sejak WTC 2001, mereka kemana saja? Bahkan tatkala meledak Tragedi WTC itu, Syaikh Al Qaradhawi secara tegas menolak aksi serangan tersebut. Fatwanya sangat terkenal.

"Bertahanlah, Bersabarlah, Kemenangan Menanti"

“Bertahanlah, Bersabarlah, Kemenangan Menanti”

Alasan raja-raja jahiliyah -dan para pendukungnya- untuk menteroriskan Al Ikhwan karena terkait sebagian isi buku Sayyid Quthb rahimahullah yang diindikasi mengandung takfir (pengkafiran). Ini alasan konyol. Al Ikhwan menerima mekanisme demokrasi dan resmi mendirikan partai politik, Freedom Justice Party (FJP). Apa ada organisasi teroris yang menerima demokrasi? Lagi pula, apakah buku Sayyid Quthb mewakili garis perjuangan Al Ikhwan Al Muslimun? Percaya atau tidak, kitab Tafsir Fi Zhilalil Qur’an itu dikaji di universitas-universitas Saudi. Jangan-jangan Saudi telah menteroriskan dirinya sendiri?

Makar yang mencoba meruntuhkan Al Ikhwan, serta menghancurkannnya dari fondasi terdalam, sangatlah hebat. Di sana berdiri kekuatan-kekuatan besar untuk memberangus Al Ikhwan. Mereka adalah: militer Mesir, politik sekuler Mesir, Amerika, Zionis, Uni Eropa, Arab Saudi, UEA, Bahrain, bahkan Iran. Lihatlah kekuatan-kekuatan ini seperti KOALISI AL AHZAB dalam rangka memberangus gerakan Islam. Para penguasa di negeri-negeri ini telah satu kata, missi, dan tujuan, yaitu menghancurkan kekuatan politik Islam (di Mesir). Mereka dihukumi sama, hum ‘ala sawa’.

Apakah kekuatan Koalisi Al Ahzab itu akan mampu menghancurkan Al Ikhwan di Mesir?

Kami yakin, mereka tak akan sanggup melakukannya. Mereka hanya buang-buang energi, buang biaya, buang pemikiran dan segala fasilitas. Memang Al Ikhwan saat ini terdesak, terhimpit, kekuatannya dipreteli disana-sini. Tapi semua ini hanya sementara saja. Semua ini hanya sementara saja. Ibarat sebuah kampung yang dilanda badai, terjadi banyak kerusakan di sana-sini. Tapi penduduk kampung itu segera berbenah, segera mengumpulkan energi kembali, segera melakukan perbaikan di segala sisi. Ini hanya soal waktu.

Sebagai sebuah gerakan AMAL JAMA’I, Al Ikhwan adalah kekuatan yang sulit ditaklukkan dengan cara apapun. Seperti janji Allah dalam Kitab-Nya dan janji Rasulullah dalam sabdanya.

Allah SWT berfirman: “Innallaha yuhibbulladzina yuqaathiluna fi sabilihi shafwan ka annahum bunyanum marshush” (sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dengan berbaris rapi, seolah mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh).

Allah SWT berfirman: “Wa’tashimu bi hablillahi jami’an wa laa tafarraquu” (berpegang-teguhlah kalian dengan tali agama Allah secara bersama-sama, dan janganlah kalian berpecah-belah).

Nabi Saw bersabda: “Yadullahi ‘alal jama’ah” (Tangan Allah ada di atas jamaah).

Nabi Saw bersabda: “Al jama’atu rahmah wal furqatu adzab” (berjamaah itu rahmat dan berpecah-belah itu adzab).

Allah SWT berfirman: “Qul jaa-al haqqu wa zahaqal bathil, innal bathila kaana zahuqan” (katakanlah, telah datang kebenaran, dan lenyaplah kebathilan, karena sesungguhnya kebathilan itu pasti akan lenyap).

Dan masih banyak ayat atau hadits yang menjelaskan betapa hebatnya kekuatan amal jama’i kaum Muslimin di atas kebajikan, iman, dan upaya perbaikan kehidupan.

Al Ikhwan Al Muslimun pasti akan mampu mengatasi segala macam cobaan dari kaum Koalisi Al Ahzab tersebut. Mereka memiliki akar pengalaman sangat kuat dan luas di Mesir. Mereka berbeda dengan FIS di Aljazair. Gerakan Al Ikhwan di Mesir bahkan lebih kuat daripada Hamas di Palestina.

Pada batas tertentu, jika syura pemimpin-pemimpin Al Ikhwan sudah sepakat, mereka bisa saja mengubah strategi gerakannya menjadi seperti Hamas di Palestina. Jika terjadi demikian, tentu dampaknya akan sangat dahsyat. Hamas di Jalur Ghaza bisa mengguncang Israel, maka Al Ikhwan di Mesir nanti bisa mengguncang tahta raja-raja monarkhi zhalim yang berserikat dalam Koalisi Al Ahzab dengan Amerika dan Zionis. Insya Allah.

Bertahanlah Al Ikhwan, kaum Mukminin sedunia senantiasa mendoakanmu, mengharapkan kebaikanmu, keterbebasanmu dari penindasan Koalisi Al Ahzab, serta merindukan kemenangan Islam di Tanah Arab. Kelak kita kan berjumpa di momen-momen kemenangan Ummat Rasulullah SAW. Amin Allahumma amin.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

 


Agar Negeri Muslim Tidak Dikuasai Syiah…

Maret 25, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sebenarnya dalam teologi Syiah klasik, mereka menjauhi politik, birokrasi, dan perang. Bahkan aslinya Syiah itu tidak agressif seperti gerakan Zending Kristiani. Tapi sejak Revolusi Khomeini 1979, Syiah berubah. Mereka jadi agressif, ofensif, sangat berambisi terhadap kekuasaan. Awalnya, teologi Syiah bersifat PASIF, menanti kedatangan Al Mahdi Al Muntazhar. Tapi sejak Khomeini bergerak, Syiah (Imamiyah) menjadi bahaya bagi seluruh negeri Muslim Sunni.

Pertanyaannya, mengapa?

Syiah menjadi agressif karena ideologi mereka dimasuki pemikiran-pemikiran Pan Syiahisasi. Makna gerakan ini kurang lebih adalah: Khomeini menjadi simbol agama dan spiritual kaum Syiah Imamiyah, kemudian ditumpangi pemikiran anti Islam yang dikembangkan Barat (Amerika-Eropa). Singkat kata, Barat masih trauma kepada kaum Muslimin terkait Perang Salib masa lalu dan perang kemerdekaan di berbagai negeri Muslim. Untuk itu, mereka meminjam tangan-tangan Syiah untuk memukul kaum Muslimin (Ahlus Sunnah Wal Jamaah).

Berbuat untuk Menolong Bangsa dan Umat.

Berbuat untuk Menolong Bangsa dan Umat.

Bagi Barat, Syiah Imamiyah lebih baik daripada Islam, karena: (a). Ajaran-ajaran Syiah Imamiyah bersifat antagonis terhadap dasar-dasar akidah dan Syariat Islam. Tanpa ada Syiah pun, Barat harus membentuk disiplin ORIENTALISME dan ISLAM LIBERAL, dalam rangka menggembosi akidah Islam; (b). Secara historis, pasukan Salib Eropa sering kerjasama dengan Syiah, di masa lalu, untuk menghantam Islam. Bahkan Syiah tak segan kolaborasi dengan Tatar Mongol untuk menghancurkan Khilafah Abbasiyah yang berpusat di Baghdad.

Di mata Barat, berlaku prinsip: “Lawan musuhmu adalah kawanmu!” Lawan dari Syiah adalah kaum Muslimin. Maka Syiah menjadi teman bagi Barat untuk merealisasikan missi kolonialisasi dan eksploitasi mereka di tengah negeri-negeri Muslim.

Adanya gerakan Syiah yang agressif, offensif, dan provokatif, jangan merasa heran, terkejut, atau bimbang. Hal semacam itu sudah menjadi missi asli, sebelum Barat mendukung Revolusi Khomeini 1979. Sejak era Khomeini, maka tidak ada satu pun negeri Muslim yang ditinggalkan oleh Syiah. Mereka terus berusaha masuk, menyusup, berpengaruh, lalu menguasai. Kalau sudah berkuasa, pasti mereka akan KOLABORASI dengan kekuatan Barat (Amerika-Eropa). Itu pasti.

Ingat, sejak muda Khomeini tinggal di Paris, Perancis. Setelah janggutnya memutih, dia baru pulang ke Iran. Secara politik, intelektual, kepribadian, Khomeini disiapkan di Paris. Siapa yang menyiapkan? Ya anasir-anasir Barat itu. Mana mungkin semua jasa Barat ini gratis. Tidak mungkinlah. Bisa dikatakan, 70 % dari keberhasilan Revolusi Syiah 1979 adalah hasil kerja missi politik Barat. Kaum Syiah tahu itu. Maka mereka pun “berhutang budi” untuk membalas jasa-jasa Barat.

Syiah sejatinya adalah agen-agen kolonialisme Barat juga. Selain orientalis, kaum Liberal, kaum hedonis, media sekuler, para dai Syiah juga masuk bagian missi kolonialisme ini. Di mana Barat ingin menaklukkan sebuah negeri Muslim, mereka akan fasilitasi Syiah masuk ke dalam negeri itu. FAKTA BESAR yang harus Anda tahu semua: PBB, Amerika, dan Uni Eropa tidak memasukkan gerakan Syiah ke dalam tuduhan terorisme. Nah, kenapa bisa begini? Kalau pun Hizbula Libanon dimasukkan daftar teroris, karena mereka pernah beberapa kali menyerang Israel lewat tembakan mortir.

Jadi, negeri Muslim seperti kita, jangan pernah bermimpi akan bebas sama sekali dari gerakan Syiah. Ya itu tadi, Syiah sudah satu paket dengan missi kolonialisme Barat. Apalagi Indonesia memiliki kekayaan alam (negara) sangat besar.

Lalu, apa saja yang mesti harus terus kita adakan, agar negeri Muslim seperti kita ini bisa aman atau IMUN dari invasi Syiah yang sejak lama ingin menguasai dan mendominsasi?

Setidaknya ada 5 langkah strategis yang mesti kita lakukan, yaitu sebagai berikut:

[1]. Terus hidupkan pengajaran ilmu-ilmu agama, seperti Tajwid, bahasa Arab, Ilmu Al Qur’an, Ilmu Hadits, Tafsir, Fiqih, Tauhid, Akidah, Akhlak, Sirah Nabawiyah, Muamalah, dan sebagainya. Terus hidupkan ilmu-ilmu ini. Ia seperti mata air cahaya yang akan menerangi kehidupan insan. Jangan sampai kita tinggalkan mengajarkan ilmu-ilmu ini. Bagi yang tak mendapat guru, belilah buku-buku keislaman, dan baca, pahami, amalkan. Kesesatan manusia yang akhirnya terjerumus dalam Syiah, karena mereka jahil (gelap) dari ilmu agama.

[2]. Terus hidupkan pelajaran, pengajaran, hikmah, ceramah, taushiyah, kuliah tujuh menit, dengan materi KEUTAMAAN PARA SHAHABAT Radhiyallahu ‘Anhum. Ini sangat penting. Ajarkan kemuliaan Isteri-isteri Nabi, para Khulafaur Rasyidin, para Shahabat yang dijamin masuk surga, para Ahli Badar, para Muhajirin, para Anshar Radhiyallahu ‘Anhum jami’an. Ajarkan semua itu, ceritakan semua itu, teladankan kepada anak-anak kita. Pengajaran ini akan menjadi BENTENG HEBAT untuk mematikan dakwah Syiah secara alamiah. Insya Allah.

[3]. Ajarkan secara rutin, kontinu, berkesinambungan tentang HADITS NABI SAW. Ini sangat penting. Perkara yang sangat besar, bahwa kita disebut Ahlus Sunnah (bukan Syiah) karena kita selalu ISTIQAMAH dengan hadits-hadits Nabi tersebut. Umat ini akan runtuh, Ahlus Sunnah akan kalah, kalau kita lupa mengajarkan hadits-hadits Nabi SAW. Setiap keluarga Muslim sangat disarankan memiliki kitab-kitab hadits, seperti Riyadhus Shalihin, Bulughul Maram, Shahih Bukhari, atau Shahih Muslim. Lalu bacakan hadits-hadits ini secara rutin kepada keluarga. Bacakan saja. Tak usah penafsiran. Kalau ada masalah-masalah pemahaman, tanyakan kepada ustadz yang ahli.

[4]. Kita harus komitmen untuk memuliakan kaum wanita Muslimah. Menyuruh mereka memakai jilbab, berbusana Muslimah. Muliakan mereka, jaga mereka, terus bentengi mereka dari akhlak tercela dan pergaulan buruk. Mengapa hal ini kita lakukan? Karena Syiah terkenal dalam melecehkan wanita, merendahkan wanita, mengeksploitasi wanita. Maka itu, jaga dan pelihara baik-baik kaum wanita Muslimah, hal itu akan membentengi Umat dari kaum Syiah Rafidhah.

[5]. Dan hendaknya kita selalu berdoa kepada Allah, doa yang bunyinya sebagai berikut: Rob-bana ighfirlana wa li ikhwaninal ladzina sabaquuna bil iman, wa laa taj’al fi qulubina ghillal lilladzina amanu, Robbana innaka ra’ufur rahiim (wahai Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang lebih dulu beriman dari kami, dan jangan adakan di hati kami kedengkian kepada orang-orang beriman, wahai Rabb kami sesungguhnya Engkau Maha Santun lagi Maha Penyayang). Faidah doa ini, selain berupa ampunan dan kesiapan bersatu dengan sesama Muslim, ia juga akan mengikatkan kita dengan para pendahulu Umat yang saleh, terutama para Shahabat, Tabi’in, Tabi’ut Tabi’in. Dengan demikian, kita selalu berada dalam hubungan baik dengan para Pendahulu (Salafus Saleh), bukan seperti Syiah.

Lakukanlah hal-hal seperti di atas, sebagai bentuk tanggung-jawab untuk menjaga kaum Muslimin dari invasi Syiah dan kolonialisme Barat. Jika hal-hal demikian selalu kita hidupkan, insya Allah negeri kita akan sulit untuk ditaklukkan Syiah. Namun bila hal-hal di atas sudah krisis dari negeri ini, wallahu a’lam wa nas’alu ilaihil ‘afiyah lana wa lakum wa li sa’iril Muslimin. (Amin).

Demikian, semoga tulisan sederhana ini bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).


Bangsa Indonesia Terlalu Sering Ditipu Media Massa, Pengamat, Politisi, Akademisi, Lembaga Surve Abal-abal, dan Sejenisnya

Maret 22, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Apa yang kita saksikan sekarang ini berupa Euforia Jokowi bukanlah kejadian pertama dalam kehidupan bangsa kita. Kita sudah sangat sering mengalami gegap-gempita pemberitaan semacam itu. Hasilnya, kita ditipu, ditipu, dan kembali ditipu. Para penipu girang karena mendapat uang, bonus, honor, insentif, dan seterusnya. Sedang sebagian besar rakyat menderita akibat semua penipuan itu.

"Kasihanilah Rakyat dan Bangsamu!"

“Kasihanilah Rakyat dan Bangsamu!”

Pangkal masalahnya ialah karena bangsa kita MUDAH LUPA, GAMPANG DITIPU, dan MANUT SAJA mengikuti apapun yang diberitakan media. Mereka tidak memiliki nalar kritis, sikap mandiri, atau kedaulatan sikap sebagai manusia merdeka. Para ahli sering mengatakan keadaan ini dengan ungkapan, the short memory lost. Bangsa kita begitu mudah lupa terhadap kejadian-kejadian yang belum lama terjadi.

Kondisi ini lalu dimanfaatkan oleh kaum VIRUS BANGSA untuk mengelabui rakyat ini, membodoh-bodohkan mereka, menipu, menindas, dan mengeksploitasi sedalam-dalamnya. Para virus bangsa itu adalah: media-media massa, para pengamat politik, para politisi, para akademisi bayaran, lembaga surve order minded, dan sejenisnya. Mereka ini disebut virus bangsa karena memang tidak memiliki rasa belas kasihan sama sekali atas nasib ratusan juta anak bangsa yang menderita akibat semua kelakuan mereka. “Selagi Gue bisa happy-happy, bodo amat dengan rakyat. Emang mereka mikiran Gue?” Begitulah ungkapan tidak tahu malu yang sering menjadi motto kehidupan mereka.

Sampai batas tertentu, para penipu atau virus bangsa itu sampai meyakini hal-hal semacam ini:

“Zaman sekarang yang penting duit, duit, duit Bos. Sudahlah gak usah munafik. Kamu suka duit juga kan. Kalo punya duit kamu bisa main cewek, bisa makan di restoran mahal, bisa pelesir ke luar negeri, bisa belanja barang-barang branded. Kamu juga nanti dipuja-puja keluarga besarmu, disebut orang sukses. Kamu dielu-elukan almamatermu, didaulat memberi orasi ilmiah, diminta mengisi pengajian tentang hikmah Maulid Nabi. Kamu terhormat, mobil minimal Camry, punya kans jadi politisi Senayan, punya banyak fans, porto folio diterima baik oleh bank, dan sebagainya. Maka itu, sudahlah, tidak usah munafik. Dalam hidup ini jangan alim banget. Jangan saleh banget. Kalau mau sukses, kamu harus berani kejam. Kamu harus berani memakai manajemen mafia. Rakyat itu bodo-bodo, sampah, tak berguna. Jalan termudah jadi orang keren, hebat, happy-happy adalah menjual nasib rakyat dan bangsa. Persetan dengan cinta tanah air. Persetan dengan agama. Persetan dengan dosa-neraka. Aku tak peduli. Yang penting happy, happy, happy forever forever.”

Orang-orang begini inilah yang telah sekian lama membuat bangsa ini menderita, susah hidupnya, melarat terus, kezhaliman merata, korupsi menggurita. Ya karena kaum virus bangsa ini sangat banyak, ada di mana-mana. Mereka hidup sehari-hari seperti binatang. Tidak ada nikmat ruhani sedikit pun dalam jiwanya. Semakin bertambah syahwat yang mereka reguk, semakin menderita jiwanya. Mereka telah melupakan Allah, lalu Allah pun membuat mereka lupa pada dirinya sendiri. Na’dzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Apakah Anda pernah menyangka, merasa, atau menduga, bahwa kehidupan ini sepenuhnya berada dalam kendali manusia-manusia moral rendah sejenis itu? Apakah mereka berkuasa atas alam kehidupan ini? Apakah mereka bisa menunda kematian atau memperlama kehidupan? Tidak sama sekali. Mereka hanyalah obyek kehidupan. Segala hal tetap dan pasti di Tangan Allah Ta’ala.

Manusia-manusia durjana itu bisa senang-senang, tertawa ngakak, dan terus menipu manusia, karena belum habis jatah nikmat bagi mereka. Pintu-pintu hedonisme terus terbuka sampai habis jatahnya. Kalau sudah habis…hendak bersembunyi ke mana pun mereka akan dikejar oleh tentara-tentara Allah (para Malaikat-Nya). Itu hanya menanti waktu saja.

Oh ya, mari kembali ke topik semula, rentetan panjang penipuan publik yang biasa dilakukan kaum virus bangsa: media massa sekuler, pengamat politik, politisi busuk, akademisi bayaran, surve abal-abal, dan sejenisnya. Di sini kami ingin kembali ingatkan fakta-fakta sejarah yang sudah banyak dilupakan bangsa ini. Intinya, gegap gempita pencitraan Jokowi saat ini, ia bukan pertama kali terjadi. Itu sudah sering dan sering terjadi.

Mari kita buka fakta sejarah satu demi satu, bismillah…

[1]. Tahun 1997 Soeharto menghadapi Krismon. Dia ingin menempuh solusi Krismon secara mandiri. Tapi media-media massa dan para pengamat ekonomi terus berkoar-koar: “Minta bantuan IMF! Minta bantuan IMF! Ini sangat darurat. Tidak ada jalan lain, minta bantuan IMF!” Begitulah teriakan media-media dan para pengamat. Akhirnya Soeharto menyerah. Dia tak sanggup hadapi tekanan opini media. Soeharto pun minta bantuan IMF sehingga ditanda-tangani LoI. Setelah LoI disepakati, ekonomi Indonesia ancur-ancuran, sampe sekarang. Direktur IMF sendiri dengan bangga mengklaim, bahwa dirinyalah yang telah menghancurkan Soeharto.

[2]. Tahun 1998 terjadi demonstrasi massal di seluruh Indonesia. Penggeraknya para mahasiswa kampus. Para demonstran didukung penuh oleh semua media, politisi, pengamat. Mereka serukan: “Soeharto mundur! Soeharto mundur! Gantung Soeharto!” Puncaknya pada Mei 1998 terjadi kerusuhan besar di Jakarta. Akhirnya Soeharto pun menyerah, dia mundur. Sejak Soeharto mundur, masuklah bangsa Indonesia ke era Reformasi. Faktanya, sejak masuk zaman Reformasi, kehidupan rakyat Indonesia tidak lebih baik.

Sedikit komparasi data, biar anak-anak muda zaman sekarang tahu. Waktu itu harga beras termahal sekitar Rp. 1000/kg. Sekarang harga beras standar Rp. 10.000/kg. Harga bensin di era Soeharto sekitar Rp. 700,- per liter, sekarang hampir Rp. 7000,- per liter. Di era Soeharto listrik murah, biaya sekolah murah, buku paket diberikan/dipinjami oleh negara, biaya obat/klinik juga murah, mencari pekerjaan mudah, jenjang karier PNS/TNI/Polri jelas dan stabil. Jauh sekali dengan kondisi saat ini. Di era Reformasi, rakyat berpolitik secara bebas, tapi kehidupan sosial kaliren (sengsara).

[3]. Tahun 1999 Presiden BJ. Habibie mau ikut pencalonan sebagai presiden. Beliau baru memimpin menggantikan Soeharto sekitar 1,5 tahun. Melihat kenyataan itu media-media, pengamat, politisi, sepakat mengeroyok Habibie. “Jangan Habibie. Dia koruptor. Dia anak emas Soeharto. Pokoknya jangan Habibie.” Banyak sekali seruan untuk menghadang Habibie. Padahal dia terbukti berhasil mengendalikan kondisi bangsa setelah diamuk Krisis Moneter. Alhasil Habibie tak bisa menjadi presiden lagi karena dibarikade oleh kaum virus bangsa. Yang terpilih justru Gusdur. Namanya Gusdur, sudah lumpuh, buta, kontroversial, tak punya pengalaman memimpin negara. Akibatnya negara morat-marit gak karuan. Nyaris negara ini hancur kalau Gusdur lebih lama memimpin. Padahal media-media massa, pengamat, politisi, akademisi, dan sejenisnya itulah yang sebelumnya mengelu-elukan citra Gusdur. Terbukti, dia tak bisa apa-apa. Habibie yang berkualitas ditolak, Gusdur yang gak bisa apa-apa didaulat menjadi pemimpin.

[4]. Kondisi yang mengitari Jokowi saat ini mirip sekali seperti kondisi menjelang Pilpres 2004.  Waktu itu media-media massa, pengamat, politisi, akedemisi kacung sepakat mengelu-elukan SBY. “SBY harapan baru indonesia. Orang ini hebat. Santun, tegas, cerdas. Kasihan dia dizhalimi Megawati. Indonesia akan maju di tangan SBY. I love U full.” Begitulah segala puja dan puji mendukung SBY. MetroTV termasuk yang amat “I love U full” ke SBY. Ini semua terjadi karena SBY sudah direstui oleh jaringan pengusaha China asal Medan-Jakarta-Surabaya. Apa akibatnya setelah SBY jadi Presiden? Luar biasa, baru saja memimpin Indonesia “diberi hadiah” Tsunami terbesar sedunia. Dan rentetan bencana seolah tak ada habisnya di tangan orang ini. Tahun 2005 SBY naikkan BBM lebih dari 100 persen. Rakyat semua megap-megap.

[5]. Tahun 2009 SBY nyalon lagi. Sebenarnya potensi SBY kalah sangat besar, karena kepemimpinan dia selama 2004-2009 sangat menyengsarakan. Tapi SBY cerdik, dia pandai memanfaatkan media dan lembaga-lembaga surve untuk memenangkan citra. LSI, Saiful Mujani, Deny JA. termasuk yang sangat agressif mendukung SBY. Media-media TV juga terus mengelu-elukan SBY. SBY juga memainkan instrumen BLT untuk merebut simpati rakyat. Dan dia juga masuk ke sistem kalkulasi online KPU. Sistem software KPU inilah yang sangat mengancam proses pemilu secara jujur. Setelah SBY jadi presiden lagi, penderitaan rakyat semakin panjang dan lama. Selain itu banyak terkuak kasus-kasus korupsi yang melibatkan elit-elit Demokrat.

[6]. Ada kejadian sangat aneh sekitar tahun 2008-2009, yaitu Mega Skandal Bank Century. Ketika itu SBY, jajaran menterinya, Boediono, para pengamat ekonomi UI, dan media-media partner secara intensif menipu publik: “Kalau Bank Century tidak diberi bailout, nanti akan menyebabkan dampak sistemik. Waktu itu sedang terjadi Krisis Global.” Padahal nilai aset Bank Century tidak ngaruh dalam industri perbankan nasional. Kalau pun bailout itu dibenarkan, mengapa dana talangan yang semula disepakati sekitar 600 miliar membengkak sepuluh kali lipat menjadi 6,7 triliun? Bahkan pencairan yang triliunan rupiah itu dilakukan di hari Sabtu dan Minggu, tanpa melapor Wapres (Jusuf Kall)? Tetapi SBY dan media-media partner terus berkilah “dampak sistemik”. Ya begitulah, rakyat terus ditipu, ditipu, dan ditipu lagi.

[7]. Media-media massa, pengamat, akademisi, politisi, juga berperanb sangat kuat dalam menggulirkan opini seputar Bibit-Chandra (dua ketua KPK). Waktu itu keduanya sedang berhadapan dengan Susno Duadji. Media mengangkat isu “Cicak Vs Buaya”. Semua media waktu itu sepakat berdiri di belakang Bibit Samad dan Chandra Hamzah. Keduanya menyebut istilah “kriminalisasi KPK”. Alhasil kedua pimpinan KPK mendapat dipensasi hukum. Mereka tidak diadili atas tuduhan apapun. Padahal menurut Muhammad Nazaruddin, Chandra Hamzah pernah datang ke rumahnya, lalu menerima titipan uang. Terbukti kemudian pengakuan Nazaruddin sering terbukti di persidangan. Media-media massa dan pengamat begitu bernafsu membela Bibit-Chandra, sampai mereka lupa bahwa SBY sudah melakukan campur tangan hukum dengan membentuk tim pencari fakta. Itu pelanggaran tatanan kenegaraan.

[8]. Ingatlah saat pergantian Ketua PSSI, Nurdin Halid. Kami tak butuh apapun dari masalah sepak bola ini. Hanya ingin mengingatkan betapa bodohnya bangsa ini ketika ditipu media terus-menerus. Waktu itu media massa terus-menerus mendesak agar Nurdin mundur, diganti orang lain. Katanya, “Kalau Nurdin mundur, beres semua masalah PSSI.” Aksi-aksi suporter bola terjadi dimana-mana. Mereka menuntut Nurdin Halid mundur. Begitu hebohnya sampai sebagian bonek asal Surabaya sengaja membuat kemah di Senayan, di depan sekretariat PSSI. Lalu apa yang terjadi setelah Nurdin mundur? Apakah PSSI semakin solid? Apakah urusan sepak bola Indonesia semakin hebat? Ya semua sudah tahu, pengurus PSSI malah pecah dan saling menghujat. Kompetisi PSSI terbelah dua, LSI dan LPI. Konflik semakin tajam. Nasib PSSI tambah runyam. Sampai saat ini, akibat konflik itu masih ada.

[9]. Terkait perkembangan dakwah Islam. Media-media massa, para pengamat, politisi, akademisi, pejabat, dan seterusnya sepakat mengelu-elukan dai kondang, Aa Gym. Semua TV punya siaran terkait Aa Gym. Kalau bulan Ramadhan tiba, Aa Gym menjadi “raja media”. Aa Gym disukai karena: tak pernah bilang “orang kafir”, tak pernah bilang “orang sesat”, tak pernah bilang “Syariat Islam”, tak pernah menyinggug perasaan penganut agama lain, dan seterusnya. Tetapi ketika Aa Gym ketahuan melakukan poligami, seketika itu dia dihujat, dihajar habis, dikuyo-kuyo sampai tandas, dizhalimi sedalam-dalamnya. Alhasil Aa Gym merasa “sakit hati” dan tidak seramah dulu ke media-media massa. Masyarakat sebagai pengagum Aa Gym pun tinggal mengikuti saja. Apapun yang dikatakan media massa, mereka amini. Media bilang A, ya diikuti A; media bilang merah, diikuti merah; media bilang ‘kacau’, rakyat pun ikut berseru ‘kacau’. Kok gak meras malu ya…

[10]. Tahun 2012 Jokowi-Ahok jadi kandidat Gubernur DKI. Media-media, pengamat, politisi, juga ramai-ramai dukung keduanya agar jadi gubernur DKI. Semua sepakat Jokowi-Ahok harus gusur “kumisnya” Foke. Hanya beberapa lama setelah terpilih jadi gubernur, Jokowi keteteran. Ahok kerjaannya marah-marah mulu, seperti orang stress. Dan lebih parah lagi, Jokowi akhirnya lebih banyak bekerja untuk PERSIAPAN JADI PRESIDEN, bukan bekerja membereskan masalah DKI Jakarta. Lha, orang ini katanya jujur, amanah, rendah hati, tidak neko-neko; tapi justru kemaruk jabatan. Satu belum kelar, sudah nafsu ingin jabatan lain. Kata orang Sunda, ngurauk ku siku. Mau merengkuh apa saja dengan sikunya, karena saking rakus.

Sampai di sini kita jadi paham, bahwa memang rakyat kita begitu mudah dibodoh-bodohi. Sedangkan kaum cerdik-cendekia, para ilmuwan dan terpelajar, sibuk menyelamatkan urusan ekonomi masing-masing. Mereka tak berani turun ke landasan untuk mencerahi masyarakat. Untuk menyalakan suluh kebenaran. Mereka bersembunyi di balik segala kemapanan dan keenakan hidup yang sudah dinikmati.

Media-media massa, pengamat, politisi, akademisi bayaran, dan seterusnya mereka terus-menerus berdzikir dengan kata-kata: “Demi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.” Tapi kelakuan mereka busuk. Moral mereka lacur. Mereka gadaikan kehidupan rakyat dan bangsa, demi memenuhi syahwat hedonismenya. Kaum virus bangsa itu tak henti-hentinya menipu, menipu, menipu, dan menipu rakyat yang kebanyakan pelupa dan tidak kritis.

Ya Allah ya Rabbi, sampai kapan negeri ini terus dikuasai para penipu, penjilat, dan pengkhianat? Ya Allah haturkan ke tengah kami belas kasihan atas nasib berjuta saudara-saudara kami. Mereka manusia, mereka berharga, mereka punya kehidupan. Ya Allah ya Rabbi, selamatkan kami dan bangsa ini dari segala tipu daya para setan berwujud manusia. Ya Rabbana atina fid dunya hasanah wa fil akhirati hasanah, wa qinaa adzaban naar. Amin Allahumma amin.

Salam hormat, kasih sayang, dan peduli bagi sesama anak bangsa yang lemah, tercecer, dan menderita. Haraplah kepada Allah Rabbul ‘alamiiin, ada masa depan baik menantimu, Saudaku.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Abah).


Rahasia: Mengapa Jokowi Dipaksakan Nyapres pada 2014 ???

Maret 21, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sebenarnya, mencalonkan Jokowi sebagai Capres untuk 2014 ini sangatlah RISKAN dan mengandung bahaya politik besar. Bahaya bukan hanya buat sosok Jokowi, tapi juga untuk kepentingan warga Jakarta, kepentingan rakyat Indonesia, dan dunia politik itu sendiri.

Secara itung-itungan politik, mencapreskan Jokowi bagi PDIP adalah bunuh diri. Mengapa demikian? Karena PDIP akan pecah kongsi dengan Prabowo-Gerindra. Itu sudah otomatis. Kemudian, PDIP akan dimusuhi oleh warga DKI Jakarta yang merasa dikhianati oleh Jokowi. Warga Jakarta yang semula dukung Jokowi (anti Foke) otomatis akan menjadi lawan PDIP. Padahal dalam tradisi politik di Indonesia, kemenangan di Jakarta sangat menentukan, karena ini adalah daerah khusus ibukota.

Karakter Harimau

Karakter Harimau

Sangat mungkin, dengan mencapreskan Jokowi, justru suara PDIP akan mengalami kemerosotan hebat. Mengapa? Karena partai ini dianggap ingin menang sendiri. Saat Jokowi lagi laku-lakunya di media, karena dukungan sponsor Mafia China yang intensif untuk membentuk pencitraan; PDIP mengakuisisi Jokowi. Sebaliknya, di mata semua partai yang punya kandidat capres masing-masing, mereka merasa marah dengan naiknya Jokowi melalui dukungan palsu media. Mereka pasti tidak rela kursi RI-1 jatuh ke tangan capres selain dari kubu mereka sendiri. Nah, di sini PDIP bisa dikeroyok oleh semua kekuatan politik.

Di sisi lain, pencapresan Jokowi tidak didukung oleh prestasi, kinerja, dan capaian positif. Di Solo masih meninggalkan seabreg masalah dan kasus hukum. Di Jakarta, apalagi. Jokowi nyaris baru blusukan kesana kemari, sambil tidak jelas apa hasilnya. Dalam pertarungan pilpres nanti, pasti rakyat akan melihat hasil kerja, bukan citraan. Bayangkan, kalau nanti Jokowi kampanye Pilpres, dia akan membuat janji-janji apalagi, wong janji-janjinya saat Pilkada DKI tidak ada yang direalisasikan dengan beres? Nanti dia akan jadi kandidat presiden yang paling banyak dicaci. “Halah ngibul, gombal, banyak omong. Janji segunung, hasil nol besar.”

Singkat kata, mencalonkan Jokowi sebagai Capres PDIP adalah blunder besar yang telah merusak reputasi partai itu selama 10 tahun terakhir. PDIP yang telah dikesankan oleh rakyat, bukan atas dasar surve dan pooling abal-abal ya, sebagai partai oposisi yang konsisten, sekarang harus ketar-ketir menyelamatkan mukanya. Dan pasti, pencapresan Jokowi itu akan membelah kekuatan PDIP menjadi dua, barisan pro dan kontra. Itu pasti. Meskipun PDIP berusaha mati-matian menyembunyikannya.

Mengapa Megawati tega menikam partainya sendiri demi memuluskan jalan bagi Jokowi untuk nyapres pada 2014?

Kemungkinan itu terjadi karena SANGAT KUATNYA tekanan dari Mafia China ke kubu Megawati. Ada kabar menyebutkan, sebelum pengumuman pencapresan dilakukan, sekitar 75 pengusaha besar China, datang ke Lenteng Agung untuk menekan Mbak Mega. Katanya, mereka sedia siapkan dana 2 triliun untuk pemenangan Jokowi.

Tapi tekanan ini bisa jadi lebih besar dari itu. Ia menyangkut hajat bisnis keluarga Megawati sendiri dan keselamatan posisi politiknya. Kami menduga, jaringan mafia pengusaha China itu menekan Mbak Mega minimal dalam dua poin: (a). Mereka akan melibas binis CPO/produksi minyak sawit yang selama ini deras menafkahi keluarga Megawati, sejak era Mega menjadi Presiden RI 2001-2004 lalu; (b). Mereka mengancam akan buka-bukaan soal data korupsi/pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Mega dan keluarga. Dengan tekanan begitu, tentu sangat sulit bagi Mega dan kawan-kawan untuk mendiamkan ajuan mafia China.

Oh ya, apa rahasia di balik pencapresan Jokowi ini? Masih ada rahasia lain yang lebih “menggiurkan”?

Sebenarnya, para mafia China juga tahu bahwa pencalonan Jokowi sangat berisiko. Risiko terbesar adalah mengundang amarah politik/sosial Umat Islam yang telah dikalahkan dalam Pilkada Jakarta sehingga terpilih Ahok sebagai wakil gubernur. Pencapresan Jokowi jelas akan menaikkan Ahok sebagai Gubernur DKI. Dan kita tahu sendiri, dalam kepemimpinannya Ahok lebih seperti orang stress daripada seorang Wakil Gubernur. Omongan dia lebih mirip ucapan preman Cilitan atau Kampung Rambutan, daripada seorang pejabat birokrasi.

Bagi kalangan mafia China, lebih suka damai-damai saja, ekonomi lancar, kehidupan normal, daripada situasi konflik sosial membara dimana-mana. Loyalitas mereka ke uang. Mereka cuma butuh “tempat aman dan waktu tenang” untuk cari uang. Kalau ada semboyan “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”; di mata mafia China semboyan itu diubah jadi: “Dari duit, oleh duit, dan untuk duit.” Ini benar-benar nyata. Duit telah menjadi ILAH yang diibadahi dan diberikan loyalitas sempurna.

Mereka dengan sangat terpaksa memilih Jokowi karena mereka SANGAT KETAKUTAN kepada sosok Prabowo Subianto yang dalam Pilpres 2014 ini diperkirakan akan merajai arena. Konon, tak ada satu pun sosok lain, setelah SBY, yang bisa menandingi Prabowo. Para mafia China sangat takut dengan ide kemandirian, kedaulatan, kerakyatan yang diusung oleh Prabowo. Bagi mereka, membiayai kemenangan Jokowi meskipun harus mengeluarkan uang 10 triliun rupiah, tidak masalah. Asalkan jangan Prabowo yang menang.

Mereka tak peduli Jokowi tak punya prestasi, tak becus ngatur Jakarta, khianat pada kepercayaan rakyat, melanggar janji-janji, dan seterusnya. Mereka tak peduli semua itu. “Persetan dengan prestasi Jokowi!” Begitu kira-kira omongan mereka. Mereka semata-mata hanya TIDAK INGIN MELIHAT NEGARA INDONESIA DIPIMPIN OLEH PRABOWO. Sekalipun sebenarnya yang membawa Jokowi ke Jakarta adalah Prabowo sendiri. Maka itu uang miliaran-triliunan siap dihambur-hamburkan, untuk mengangkat pamor Jokowi dan hancurkan pamor Prabowo.

Mengapa mereka begitu phobia dengan Prabowo? Mengapa mereka tidak bisa menerima Prabowo, padahal tokoh itu sudah melakukan “operasi plastik politik” sangat ekstrem seperti para selebritis Korea?

Prabowo sudah melakukan segala-galanya untuk mengubah citra dirinya. Dari pro rakyat, jadi pro kapitalis. Dari anti China, jadi shohiban sama China. Dari dekat ke Islam, jadi membuat marah Umat Islam. Dari konsep kemandirian, jadi konsep “pasar bebas”. Dari kesan militeristik jadi pejuang demokrasi sejati. Dan seterusnya. Kalau ada yang belum berganti dari sosok Prabowo paling dua hal: agama dan jenis kelamin.

Lulunya Kambing

Lucunya Kambing

Nah, mengapa kaum mafia China masih belum percaya juga dengan semua “operasi plastik” Prabowo Subianto itu?

Ya alasannya kembali ke filosofi dasar hidup mereka. Kaum mafia China kan terkenal dengan slogan: “Dari duit, oleh duit, untuk duit.” Dalam konteks ini, mereka jadi sangat paranoid terhadap perubahan sistem pemerintahan yang akan berdampak pada perubahan income dan kekayaan mereka.

Di mata mafia China berlaku prinsip semacam ini: “Jangan pernah menunggu harimau akan berubah menjadi kambing. Lebih baik kamu perlakukan semua hewan sebagai harimau.” Ini adalah tingkat kewaspadaan tertinggi dalam penjagaan aset-aset kekayaan. Mereka tak mau ambil risiko dengan menerima kemungkinan perubahan ideologi atau pemikiran seseorang.

Hal yang sama juga berlaku bagi PKS. Meskipun Anis Matta sudah mendatangkan grup penyanyi gereja dari NTT untuk manggung di tengah perhelatan massa mereka di Senayan. Tetap saja, semua itu tak akan mengubah pendirian mafia China terhadap PKS. Sama sekali tak akan mengubah apapun. Dasarnya ya filosofi tadi: “Jangan pernah menunggu harimau akan berubah menjadi kambing…

Filosofi dasar kaum mafia China ini susah berubah, dengan cara apapun, karena ia merupakan kunci eksistensi mereka di perantauan. Hal itu sudah berlaku dalam lintasan sejarah selama ribuan tahun. Ini sudah clear dan sulit berubah. Ia sudah inheren dengan kebudayaan oriental. Kalau berubah, justru eksistensi jadi taruhan. Meminjam kata Nabi SAW: “Pena-pena sudah diangkat, lembaran-lembaran sudah ditutup.”

Tak mungkin “operasi kamuflase politik” akan mengelabui mereka. Jangan meremehkan sejarah mereka, ribuan tahun. Maka itu harusnya kalau berpolitik yang LURUS-LURUS saja. Satu muka, satu pendirian, satu integritas. Jangan suka mencla-mencle!

Demikian yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).


TANDA MERAH: Jokowi Jadi Capres PDIP !!!

Maret 15, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Jum’at, 14 Maret 2014 kemarin, Jokowi ditetapkan sebagai Capres PDIP melalui terbitnya Surat Perintah Bu Megawati. Semua media membahas isu ini, apalagi Detiknews.com dan Arifin Asydad Cs. Kegelisahan mereka berbulan-bulan akhirnya pecah juga. Mungkin setelah pencapresan resmi ini, Arifin dkk tak henti-henti melantunkan dzikir: “Jokowi pujaanku. Jokowi cintaku. Jokowi mesraku.”

Jika Jokowi terpilih sebagai Presiden RI tahun 2014, maka akibatnya bagi bangsa Indonesia bisa sangat-sangat dahsyat. Dari sisi apapun, Jokowi lebih buruk dari SBY. Di bawah SBY saja rakyat sudah megap-megap, apalagi di bawah Jokowi. Orang ini bener-bener palsu, pengkhianat sejati, boneka barbie, dan jauh dari pertolongan Allah SWT.

STOP This Man !!!

STOP This Man !!!

Tahun 2013, ketika baru 3 bulan jadi Gubernur DKI, Jokowi dihantam oleh banjir dahsyat yang menggenangi area Jakarta yang luas. Kala itu dia berdalih: “Rupanya gerak saya kalah cepat dengan datangnya banjir.” Oke, kita maklumi, kita maafkan. Wong namanya juga baru memimpin Jakarta.

Ternyata, awal tahun 2014, lagi-lagi Jakarta dihantam banjir besar. Menggenangi banyak wilayah. Termasuk daerah Kampung Pulo yang sejak tahun sebelumnya sudah “langganan”. Jokowi keteteran. Media-media pendukung Jokowi mencari 1001 alasan pembelaan. Sangat memalukan. Nah, saat itulah kita baru saksikan kualitas diri Jokowi sebenarnya. Orang ini bener-bener palsu. Boneka barbie. Banyak lagak, nol kemampuan. Dia peringisan di depan Detiknews.com, sambil Arifin Asydad dkk. menjilati lumpur di sepatunya. Apa yang dibangga-banggakan sebagai “walikota terbaik dunia” nol besar.

Tapi masalahnya… kita bicara tentang nasib 250 juta rakyat Indonesia ini. Apa rela kita akan dipimpin boneka yang lebih buruk dari SBY dan kawan-kawan? Pengalaman 10 tahun menderita di bawah SBY, apa itu tidak cukup? Mau berapa lama lagi menderita? Mau 100 tahun lagi?

Pencapresan Jokowi ini TENTU SAJA dibantu oleh pendanaan James Riyadi, China Connection, dan para debibur pengembang BLBI. Mereka itu pada tahun 1997-1998 lalu melarikan dana negara senilai 500-600 triliun ke luar negeri. Sampai ada uang dimuat dalam kontainer, dibawa ke Singapura. Singapura jadi tempat berbiak musuh-musuh bangsa dan kemanusiaan itu.

Ini yang sangat bahaya. Para pengemplang BLBI bukan hanya ingin come back. Ingin cuci tangan dari dosa-dosanya. Tapi juga ingin kembali menganiaya kehidupan bangsa kita ini. Mereka sedang bersaing dengan Amerika, untuk memutilasi tubuh bangsa ini.

Adapun ceceunguk media sejenis Arifin Asydad Cs di Detiknews.com dan lainnya, mereka ini kan anggota “Mafia Jokowi Raya”. Mereka dibiayai kaum mafia untuk membesarkan image Jokowi, agar dia bisa menguasai Indonesia Raya. Kalau sudah berkuasa, episode kehidupan yang lebih sengsara dari kepemimpinan SBY sudah di depan mata.

Banyak anak-anak muda, ABG, punya hak pilih. Mereka berjibaku membela Jokowi dengan segala macam alasan. Itu karena mereka bodo-bodo alias “otak kosong”. Kalau mereka tahu yang sebenarnya, mereka akan malu menyatakan dukungan. Bukan karena mau menghina. Tapi kehidupan rakyat 250 juta ini tak boleh dikorbankan untuk si pengkhianat seperti Jokowi dan para sekutunya itu.

Kalau kini di Suriah sedang ada JIHAD FI SABILILLAH, maka kini kaum Muslimin seindonesia wajib turun melakukan JIHAD MEDIA untuk menghadang gerakan “Mafia Jokowi Raya” ini. Wajib atas kita melakukan perlawanan ini, sebab hal ini sama dengan MENYELAMATKAN NASIB 250 juta rakyat Indonesia.

Biarkan saja cecunguk seperti Arifin Asydad Cs terus mengelus-elus kepala Jokowi. Biarkan Jokowi omongan JASMEV yang tak berguna itu. Biarkan juga komentar bodoh anak-anak ABG yang lidahnya setajam silet. Biarkan semua itu…karena mereka SALAH.

Kita yang mengerti dan yakin akan kebenaran jalan ini, terus galang kekuatan dan opini untuk melawan PDIP, Pencapresan Jokowi, dan politik China connection. Terus berjuang Bung!

Ini adalah tantangan besar bagi para pejuang Islam. Kita membela kebenaran, sedang “Mafia Jokowi Raya” membela kebathilan melalui kekuatan media. Mari kita buktikan, bahwa kekuatan kebenaran bisa menggelamkan mereka! “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” pekik Bung Tomo pahlawan panutan kita.

Semoga Allah membinasakan, mencerai-beraikan, menghancurkan tangan-tangan yang terus bermain untuk menyusahkan kehidupan 250 juta rakyat Indonesia ini. Amin Allahumma amin.

Berjuanglah Ikhwan! Berjuanglah Akhwat! Berjuanglah wahai para pejuang Islam! Tantangan besar di depan mata!

Megawati takluk, PDIP gak sanggup. Orang-orang Mukmin siap hadapi Jokowi dan “Mafia Jokowi Raya” di belakangnya.

Berjuanglah para Ustadz. Berjuanglah para Kyai, para Ajengan! Berjuanglah para santri, para aktivis, para pembela Islam. Berjuanglah laki-laki penyendiri yang tidak melupakan Umat di hatinya.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” pekik Bung Tomo menggelorakan Jihad Fi Sabilillah.

(Weare).


Kerajaan Saudi telah Menghalalkan Kezhaliman atas Umat Islam

Maret 11, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sangat disayangkan, Kerajaan Saudi (Raja Abdullah) baru-baru ini menetapkan Ikhwanul Muslimin (IM) dan elemen-elemen Mujahidin di Suriah sebagai teroris. Itu terjadi pada Jumat 3 Maret 2014.

Ini benar-benar sebuah bencana dahsyat yang menimpa tubuh Ummat Sayyidul Mursalin SAW. Kini kaum Muslimin bukan hanya diserang dan dijadikan sasaran oleh kaum kufar, tetapi juga diserang oleh sesama Muslim yang diberi kekuatan dan kuasa di muka bumi. Punya kekuasaan bukan untuk membela Umat, malah menindas Umat. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun.

Menghalalkan yang Haram, dan Mengharamkan yang Halal

Menghalalkan yang Haram, Mengharamkan yang Halal. Melanggar Batas SYARIAT.

[a]. Ketika Ikhwanul Muslimin ditetapkan sebagai teroris oleh Raja Abdullah, hanya karena gerakan dakwah ini dianggap mengancam eksistensi Bangsawan Ibnu Saud di Saudi. Al Ikhwan dianggap anti dengan sistem kerajaan, dan lebih pro sistem demokrasi. Padahal di Qatar juga sama-sama kerajaan, faktanya IM baik-baik saja sikapnya. Bahkan ketika Presiden Mursi baru menjadi presiden, negara yang pertama-tama dia kunjungi adalah Saudi. Hal itu untuk memberi signal, bahwa IM tidak berkepentingan memberangus kerajaan Saudi.

Setahu kami IM itu sangat elastik. Mereka bisa menyesuaikan dengan berbagai kondisi politik. Di bawah sistem demokrasi, kerajaan, militeristik, diktator sipil, dan sebagainya mereka bisa eksis. Salah besar kalau Saudi memandang IM jadi ancaman dinasti. Mungkin karena Kerajaan Saudi selalu mendengar bisikan-bisikan maut dari para penasehat anti Islam, sehingga keputusan politiknya sering blunder bagi Umat.

[b]. Ketika Jabhah Nusrah ditetapkan sebagai teroris oleh Raja Saudi, maka mereka sedang berjuang membela Umat di Suriah. Lho, kok malah ditetapkan sebagai teroris? Padahal semula tokoh-tokoh negara Saudi sangat ambisius ingin cepat menghancurkan Bashar Assad di Suriah. Ketika Amerika tidak jadi menyerang Suriah, pemerintah Saudi mencak-mencak. Itu tandanya, mereka ingin Bashar Assad segera dihabisi. Nah, sekarang pejuang yang melawan Bashar malah diteroriskan oleh Saudi. Iki piye iki piye… Alasan yang kongkrit, karena Jabhah Nusrah nantinya dikhawatirkan akan melanjutkan serangan ke Saudi, untuk mengguncang eksistensi Bangsawan Ibnu Saud.

[c]. Daulah ISIS juga disebut sebagai teroris. Padahal mereka belum pernah melakukan serangan, gangguan, atau operasi yang merugikan kepentingan Saudi. Jadi apa dong parameternya? Mengganggu tidak, menyerang tidak, tapi diteroriskan. Alasan dari semua ini adalah karena ISIS berpotensi membahayakan eksistensi Bangsawan Ibnu Saud yang berkuasa di Saudi.

Jadi kesemua alasan ini lebih terfokus pada KETAKUTAN Pemerintah Kerajaan Saudi kalau kekuasaannya berakhir dengan datangnya orang-orang yang dianggap Islam militan, Islam garis keras, Islam pro Khilafah. Jadi alasan utamanya soal ketakutan kekuasaan mereka lenyap.

Tapi masalahnya… Dengan menetapkan organisasi Islam seperti IM sebagai teroris, konsekuensinya secara SYARIAT ISLAMI sangatlah hebat dan dahsyat. Mari kita timbang-timbang sedikit…

[1]. Sebuah organisasi yang ditetapkan sebagai teroris, otomatis HALAL DARAH-nya. Mereka boleh ditumpas, dihabisi, disikat sampai ke akar-akarnya.

[2]. Seluruh anggota organisasi itu otomatis dinyatakan sebagai kelompok teroris. Termasuk di dalamnya para pemuda, remaja, kaum wanita, anak-anak, atau keluarga besar organisasi tersebut. Kalau Jabhah Nusrah anggotanya kebanyakan prajurit dan laki-laki. Tapi IM banyak anggotanya pelajar, mahasiswa, kaum wanita, ibu rumah-tangga, dll.

[3]. Seluruh kepemilikan harta-benda dari kelompok teroris dinyatakan HALAL untuk diambil, disita, dijarah, dan sebagainya. Ini sama dengan menghalalkan kepemilikan kaum Muslimin.

[4]. Seluruh buku-buku, ceramah, produk media, kaset, simbol, referensi dan apapun yang berkaitan dengan kaum teroris itu otomatis dinyatakan terlarang, haram disebarkan, harus dimusnahkan.

[5]. Seluruh pemimpin, aktivis, penggerak organisasi itu dinyatakan sebagai DPO (daftar pencarian orang), musuh negara, harus ditangkap, harus diadili, kalau perlu dihukum mati.

Maka langkah yang dilakukan ini amat sangat berbahaya. Rasulullah SAW bersabda: “Al Muslimu akhul muslimi laa yazhlimuhu wa laa yuslimuhu” (seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, tidak boleh membiarkannya dizhalimi). Nabi SAW juga bersabda: “Kullu muslim lil muslimi haramun daamahu, wa maaluhu, wa ‘irdhuhu” (setiap Muslim atas Muslim yang lain diharamkan darahnya, hartanya, kehormatannya).

Ini jelas-jelas merupakan batasan SYARIAT yang tak boleh diganggu-gugat, bahwa Islam menjaga darah, harta, kehormatan kaum Muslimin. Semua ulama Ahlus Sunnah sepakat atas koridor ini.

Di antara bentuk kekufuran yang nyata terhadap agama Allah ialah siapa saja yang mengharamkan apa yang Allah halalkan, dan menghalalkan apa yang Allah haramkan. Para ulama sepakat tentang KEKUFURAN pihak semacam itu.

Nabi SAW pernah ditegur oleh Allah Ta’ala ketika hampir mengharamkan madu, karena provokasi sebagian isterinya. Beliau ditegur dalam Surat At Tahrim, karena tidak boleh mengharamkan sesuatu tanpa SULTAN (petunjuk ilmu) dari Allah, semata-mata demi memuskan hati segelintir manusia. Nabi SAW saja ditegur, apalagi pihak-pihak tertentu yang tidak ada seujung kukunya Nabi SAW. Maka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, adalah bentuk kekufuran yang nyata.

Kita harus terus berusaha mengingatkan Umat akan hal-hal seperti ini. Tidak mesti takut ke siapapun, selain Allah Ta’ala. Harus dibedakan dengan jelas hakikat Dakwah Salafiyah yang lurus dengan kepentingan sempit kekuasaan politik. Jangan menjadi manusia “bermuka dua”, nanti akan sengsara!

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).