Kerajaan Saudi telah Menghalalkan Kezhaliman atas Umat Islam

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sangat disayangkan, Kerajaan Saudi (Raja Abdullah) baru-baru ini menetapkan Ikhwanul Muslimin (IM) dan elemen-elemen Mujahidin di Suriah sebagai teroris. Itu terjadi pada Jumat 3 Maret 2014.

Ini benar-benar sebuah bencana dahsyat yang menimpa tubuh Ummat Sayyidul Mursalin SAW. Kini kaum Muslimin bukan hanya diserang dan dijadikan sasaran oleh kaum kufar, tetapi juga diserang oleh sesama Muslim yang diberi kekuatan dan kuasa di muka bumi. Punya kekuasaan bukan untuk membela Umat, malah menindas Umat. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun.

Menghalalkan yang Haram, dan Mengharamkan yang Halal

Menghalalkan yang Haram, Mengharamkan yang Halal. Melanggar Batas SYARIAT.

[a]. Ketika Ikhwanul Muslimin ditetapkan sebagai teroris oleh Raja Abdullah, hanya karena gerakan dakwah ini dianggap mengancam eksistensi Bangsawan Ibnu Saud di Saudi. Al Ikhwan dianggap anti dengan sistem kerajaan, dan lebih pro sistem demokrasi. Padahal di Qatar juga sama-sama kerajaan, faktanya IM baik-baik saja sikapnya. Bahkan ketika Presiden Mursi baru menjadi presiden, negara yang pertama-tama dia kunjungi adalah Saudi. Hal itu untuk memberi signal, bahwa IM tidak berkepentingan memberangus kerajaan Saudi.

Setahu kami IM itu sangat elastik. Mereka bisa menyesuaikan dengan berbagai kondisi politik. Di bawah sistem demokrasi, kerajaan, militeristik, diktator sipil, dan sebagainya mereka bisa eksis. Salah besar kalau Saudi memandang IM jadi ancaman dinasti. Mungkin karena Kerajaan Saudi selalu mendengar bisikan-bisikan maut dari para penasehat anti Islam, sehingga keputusan politiknya sering blunder bagi Umat.

[b]. Ketika Jabhah Nusrah ditetapkan sebagai teroris oleh Raja Saudi, maka mereka sedang berjuang membela Umat di Suriah. Lho, kok malah ditetapkan sebagai teroris? Padahal semula tokoh-tokoh negara Saudi sangat ambisius ingin cepat menghancurkan Bashar Assad di Suriah. Ketika Amerika tidak jadi menyerang Suriah, pemerintah Saudi mencak-mencak. Itu tandanya, mereka ingin Bashar Assad segera dihabisi. Nah, sekarang pejuang yang melawan Bashar malah diteroriskan oleh Saudi. Iki piye iki piye… Alasan yang kongkrit, karena Jabhah Nusrah nantinya dikhawatirkan akan melanjutkan serangan ke Saudi, untuk mengguncang eksistensi Bangsawan Ibnu Saud.

[c]. Daulah ISIS juga disebut sebagai teroris. Padahal mereka belum pernah melakukan serangan, gangguan, atau operasi yang merugikan kepentingan Saudi. Jadi apa dong parameternya? Mengganggu tidak, menyerang tidak, tapi diteroriskan. Alasan dari semua ini adalah karena ISIS berpotensi membahayakan eksistensi Bangsawan Ibnu Saud yang berkuasa di Saudi.

Jadi kesemua alasan ini lebih terfokus pada KETAKUTAN Pemerintah Kerajaan Saudi kalau kekuasaannya berakhir dengan datangnya orang-orang yang dianggap Islam militan, Islam garis keras, Islam pro Khilafah. Jadi alasan utamanya soal ketakutan kekuasaan mereka lenyap.

Tapi masalahnya… Dengan menetapkan organisasi Islam seperti IM sebagai teroris, konsekuensinya secara SYARIAT ISLAMI sangatlah hebat dan dahsyat. Mari kita timbang-timbang sedikit…

[1]. Sebuah organisasi yang ditetapkan sebagai teroris, otomatis HALAL DARAH-nya. Mereka boleh ditumpas, dihabisi, disikat sampai ke akar-akarnya.

[2]. Seluruh anggota organisasi itu otomatis dinyatakan sebagai kelompok teroris. Termasuk di dalamnya para pemuda, remaja, kaum wanita, anak-anak, atau keluarga besar organisasi tersebut. Kalau Jabhah Nusrah anggotanya kebanyakan prajurit dan laki-laki. Tapi IM banyak anggotanya pelajar, mahasiswa, kaum wanita, ibu rumah-tangga, dll.

[3]. Seluruh kepemilikan harta-benda dari kelompok teroris dinyatakan HALAL untuk diambil, disita, dijarah, dan sebagainya. Ini sama dengan menghalalkan kepemilikan kaum Muslimin.

[4]. Seluruh buku-buku, ceramah, produk media, kaset, simbol, referensi dan apapun yang berkaitan dengan kaum teroris itu otomatis dinyatakan terlarang, haram disebarkan, harus dimusnahkan.

[5]. Seluruh pemimpin, aktivis, penggerak organisasi itu dinyatakan sebagai DPO (daftar pencarian orang), musuh negara, harus ditangkap, harus diadili, kalau perlu dihukum mati.

Maka langkah yang dilakukan ini amat sangat berbahaya. Rasulullah SAW bersabda: “Al Muslimu akhul muslimi laa yazhlimuhu wa laa yuslimuhu” (seorang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, tidak boleh membiarkannya dizhalimi). Nabi SAW juga bersabda: “Kullu muslim lil muslimi haramun daamahu, wa maaluhu, wa ‘irdhuhu” (setiap Muslim atas Muslim yang lain diharamkan darahnya, hartanya, kehormatannya).

Ini jelas-jelas merupakan batasan SYARIAT yang tak boleh diganggu-gugat, bahwa Islam menjaga darah, harta, kehormatan kaum Muslimin. Semua ulama Ahlus Sunnah sepakat atas koridor ini.

Di antara bentuk kekufuran yang nyata terhadap agama Allah ialah siapa saja yang mengharamkan apa yang Allah halalkan, dan menghalalkan apa yang Allah haramkan. Para ulama sepakat tentang KEKUFURAN pihak semacam itu.

Nabi SAW pernah ditegur oleh Allah Ta’ala ketika hampir mengharamkan madu, karena provokasi sebagian isterinya. Beliau ditegur dalam Surat At Tahrim, karena tidak boleh mengharamkan sesuatu tanpa SULTAN (petunjuk ilmu) dari Allah, semata-mata demi memuskan hati segelintir manusia. Nabi SAW saja ditegur, apalagi pihak-pihak tertentu yang tidak ada seujung kukunya Nabi SAW. Maka mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, adalah bentuk kekufuran yang nyata.

Kita harus terus berusaha mengingatkan Umat akan hal-hal seperti ini. Tidak mesti takut ke siapapun, selain Allah Ta’ala. Harus dibedakan dengan jelas hakikat Dakwah Salafiyah yang lurus dengan kepentingan sempit kekuasaan politik. Jangan menjadi manusia “bermuka dua”, nanti akan sengsara!

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Iklan

3 Responses to Kerajaan Saudi telah Menghalalkan Kezhaliman atas Umat Islam

  1. Uncle sam berkata:

    Baru nyadar ya bro………ente pernah nyalah-nyalahin tokoh partai islam yang pernah belajar ke saudi….tapi tidak ke saudi-saudian alias wahabi. Masih ingat…..kalo lupa ya berarti seperti tulisan ente sendiri tentang bahaya media.

  2. abisyakir berkata:

    @ Uncle Sam…

    = Cara berpikirnya jangan “campur aduk” begitu. nanti tidak akan ketemu hikmah.
    = Sejak awal kan kami sepakat Kerajaan Saudi baik. Salah satunya banyak berjasa bagi tokoh-tokoh PKS dan lainnya.
    = Kalau kemudian Saudi bikin kebijakan aneh-aneh, yang membahayakan Umat, ya kami kritik kebijakan itu. Adapun soal jasa-jasa Saudi bagi tokoh PKS itu kan sudah “jadi sejarah”. Bagaimana bisa mereka akan mungkir dari jasa-jasa itu, wong ia sudah melekat?
    = Anda tidak bisa mementahkan semua kebaikan Saudi sejak dulu-dulu, sebagaimana Anda tidak boleh tutup mata jika ada kebijakan-kebijakan baru Saudi yang berbahaya.
    = Cobalah berpikir yang stabil, jangan “asal konek”.

    Admin.

  3. Uncle Sam berkata:

    haruskah kalo kuliah di saudi harus menjadi wahabi? kenapa dirimu tidak menjadi nasionalis meski dirimu kuliah di IPB?

    =Cobalah berpikir yang jernih, jangan “asal nguap”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: