TANDA MERAH: Jokowi Jadi Capres PDIP !!!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Jum’at, 14 Maret 2014 kemarin, Jokowi ditetapkan sebagai Capres PDIP melalui terbitnya Surat Perintah Bu Megawati. Semua media membahas isu ini, apalagi Detiknews.com dan Arifin Asydad Cs. Kegelisahan mereka berbulan-bulan akhirnya pecah juga. Mungkin setelah pencapresan resmi ini, Arifin dkk tak henti-henti melantunkan dzikir: “Jokowi pujaanku. Jokowi cintaku. Jokowi mesraku.”

Jika Jokowi terpilih sebagai Presiden RI tahun 2014, maka akibatnya bagi bangsa Indonesia bisa sangat-sangat dahsyat. Dari sisi apapun, Jokowi lebih buruk dari SBY. Di bawah SBY saja rakyat sudah megap-megap, apalagi di bawah Jokowi. Orang ini bener-bener palsu, pengkhianat sejati, boneka barbie, dan jauh dari pertolongan Allah SWT.

STOP This Man !!!

STOP This Man !!!

Tahun 2013, ketika baru 3 bulan jadi Gubernur DKI, Jokowi dihantam oleh banjir dahsyat yang menggenangi area Jakarta yang luas. Kala itu dia berdalih: “Rupanya gerak saya kalah cepat dengan datangnya banjir.” Oke, kita maklumi, kita maafkan. Wong namanya juga baru memimpin Jakarta.

Ternyata, awal tahun 2014, lagi-lagi Jakarta dihantam banjir besar. Menggenangi banyak wilayah. Termasuk daerah Kampung Pulo yang sejak tahun sebelumnya sudah “langganan”. Jokowi keteteran. Media-media pendukung Jokowi mencari 1001 alasan pembelaan. Sangat memalukan. Nah, saat itulah kita baru saksikan kualitas diri Jokowi sebenarnya. Orang ini bener-bener palsu. Boneka barbie. Banyak lagak, nol kemampuan. Dia peringisan di depan Detiknews.com, sambil Arifin Asydad dkk. menjilati lumpur di sepatunya. Apa yang dibangga-banggakan sebagai “walikota terbaik dunia” nol besar.

Tapi masalahnya… kita bicara tentang nasib 250 juta rakyat Indonesia ini. Apa rela kita akan dipimpin boneka yang lebih buruk dari SBY dan kawan-kawan? Pengalaman 10 tahun menderita di bawah SBY, apa itu tidak cukup? Mau berapa lama lagi menderita? Mau 100 tahun lagi?

Pencapresan Jokowi ini TENTU SAJA dibantu oleh pendanaan James Riyadi, China Connection, dan para debibur pengembang BLBI. Mereka itu pada tahun 1997-1998 lalu melarikan dana negara senilai 500-600 triliun ke luar negeri. Sampai ada uang dimuat dalam kontainer, dibawa ke Singapura. Singapura jadi tempat berbiak musuh-musuh bangsa dan kemanusiaan itu.

Ini yang sangat bahaya. Para pengemplang BLBI bukan hanya ingin come back. Ingin cuci tangan dari dosa-dosanya. Tapi juga ingin kembali menganiaya kehidupan bangsa kita ini. Mereka sedang bersaing dengan Amerika, untuk memutilasi tubuh bangsa ini.

Adapun ceceunguk media sejenis Arifin Asydad Cs di Detiknews.com dan lainnya, mereka ini kan anggota “Mafia Jokowi Raya”. Mereka dibiayai kaum mafia untuk membesarkan image Jokowi, agar dia bisa menguasai Indonesia Raya. Kalau sudah berkuasa, episode kehidupan yang lebih sengsara dari kepemimpinan SBY sudah di depan mata.

Banyak anak-anak muda, ABG, punya hak pilih. Mereka berjibaku membela Jokowi dengan segala macam alasan. Itu karena mereka bodo-bodo alias “otak kosong”. Kalau mereka tahu yang sebenarnya, mereka akan malu menyatakan dukungan. Bukan karena mau menghina. Tapi kehidupan rakyat 250 juta ini tak boleh dikorbankan untuk si pengkhianat seperti Jokowi dan para sekutunya itu.

Kalau kini di Suriah sedang ada JIHAD FI SABILILLAH, maka kini kaum Muslimin seindonesia wajib turun melakukan JIHAD MEDIA untuk menghadang gerakan “Mafia Jokowi Raya” ini. Wajib atas kita melakukan perlawanan ini, sebab hal ini sama dengan MENYELAMATKAN NASIB 250 juta rakyat Indonesia.

Biarkan saja cecunguk seperti Arifin Asydad Cs terus mengelus-elus kepala Jokowi. Biarkan Jokowi omongan JASMEV yang tak berguna itu. Biarkan juga komentar bodoh anak-anak ABG yang lidahnya setajam silet. Biarkan semua itu…karena mereka SALAH.

Kita yang mengerti dan yakin akan kebenaran jalan ini, terus galang kekuatan dan opini untuk melawan PDIP, Pencapresan Jokowi, dan politik China connection. Terus berjuang Bung!

Ini adalah tantangan besar bagi para pejuang Islam. Kita membela kebenaran, sedang “Mafia Jokowi Raya” membela kebathilan melalui kekuatan media. Mari kita buktikan, bahwa kekuatan kebenaran bisa menggelamkan mereka! “Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” pekik Bung Tomo pahlawan panutan kita.

Semoga Allah membinasakan, mencerai-beraikan, menghancurkan tangan-tangan yang terus bermain untuk menyusahkan kehidupan 250 juta rakyat Indonesia ini. Amin Allahumma amin.

Berjuanglah Ikhwan! Berjuanglah Akhwat! Berjuanglah wahai para pejuang Islam! Tantangan besar di depan mata!

Megawati takluk, PDIP gak sanggup. Orang-orang Mukmin siap hadapi Jokowi dan “Mafia Jokowi Raya” di belakangnya.

Berjuanglah para Ustadz. Berjuanglah para Kyai, para Ajengan! Berjuanglah para santri, para aktivis, para pembela Islam. Berjuanglah laki-laki penyendiri yang tidak melupakan Umat di hatinya.

“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!” pekik Bung Tomo menggelorakan Jihad Fi Sabilillah.

(Weare).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: