Fatwa Pemilu Ulama Salafi (dari Situs Ustadz Firanda)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Berikut sebagian isi fatwa dari situs http://www.firanda.com tentang partisipasi Umat Islam dalam Pemilu 9 April 2014. Judul asli tulisan: Memilih Siapa di Pemilu 2014? (Lmpiran Fatwa Terbaru Dr. Saad Asy Syitsri tentang Bolehnya Mencoblos di Pemilu 2014 Indonesia). Kalau mau lengkapnya, silakan berkunjung ke situs Ustadz Firanda.

Isi tulisan kurang lebih sebagai berikut (maaf tidak kami kutip secara penuh):

Berdasarkan fatwa para ulama besar yang memiliki pandangan yang tajam, fikih yang tinggi, serta ketakwaan kepada Allah (seperti Syaikh Bin Baz, Syaikh Al-‘Utsaimin, dan Syaikh Al-Albani rahimahumullah) demikian juga fatwa Ulama Besar Madinah Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizohullah, dan juga beberapa ulama lainnya yang sempat kami minta nasehat dari mereka, maka kami mengikuti nasehat para ulama tersebut untuk menganjurkan kaum muslimin untuk ikut mencoblos dalam pemilu -sebagai pengamalan dari kaidah fikih (ارْتِكَابُ أَخَفِّ الضَّرَرَيْنِ) atau “menempuh mudhorot yang teringan”, terlebih lagi mengingat kondisi Tanah Air yang cukup mengkhawatirkan.

Setelah itu kami bermusyawarah dan mengambil keputusan untuk menganjurkan kaum muslimin melakukan hal berikut:

(1).  Jika mengenal caleg yang terbaik dan cenderung kepada sunnah dan membela kepentingan Islam maka pilihlah caleg tersebut.

(2). Berilah peringatan terhadap caleg Nashrani, Syiah, maupun liberal, walaupun dari partai Islam.

(3). Jika tidak kenal caleg, maka pilihlah Partai PKS. Walaupun kami tetap menyatakan haramnya demokrasi, karena bagaimanapun PKS –dengan segala kekurangannya- masih merupakan partai yang secara umum masih diharapkan bisa memberi kontribusi kepada Islam dan Kaum Muslimin. Namun tetaplah berhati-hati terhadap caleg Syiah dan non Muslim walaupun dari PKS.

SERUAN kami kepada PKS agar terus membenahi diri, dan mencari keridhoan Allah, dan tidak mencalonkan non Muslim, Syiah, maupun liberal. Sesungguh kemenangan bukanlah pada jumlah yang banyak akan tetapi pada meraih keridoan Allah dengan  menjalankan Syari’at-Nya dan menjauhi sebisa mungkin larangan-Nya.

Akhirnya kami mengharapkan kaum Muslimin menyatukan suara mereka demi Islam, dan terus berdoa dengan tulus dan membenahi ibadah masing-masing, karena penolong hanyalah Allah semata. Semoga menjadi kemaslahatan bagi kaum muslimin. Allahul musta’an.

Perlu dipahami, fatwa di atas adalah dari Ustadz Firanda dan kawan-kawan alim dan penuntut ilmu di Madinah (Saudi). Sedangkan fatwa Dr. Sa’ad Asy Syitsri adalah sebagai berikut:

Pertanyaan (sore 7 April 2014): Kepada Syaikh yang mulia semoga Allah menjaga Anda.. Apakah boleh berpartisipasi didalam pemilu di negeri kami Indonesia? Perlu diketahui bahwasannya kancah politik terbagi ke dalam banyak kelompok dan pemikiran.. akan tetapi ditakutkan bahwasannya bahaya akan kemajuan (tersebarnya) Syiah sangat besar..demikian juga dengan kaum sekuler.
Maka apakah boleh memberikan suara kepada kelompok jama’ah atau orang yang paling dekat kepada Sunnah? Akan tetapi yang perlu diketahui juga bahwasannya apabila jama’ah tersebut menang (ataupun orang tersebut masuk ke dalam parlemen) maka akan sulit bagi mereka menerapkan Syari’ah kecuali hanya mengurangi sebagian dari keburukan-keburukan dan kerusakan-kerusakan dan bahkan kebanyakan dari mereka terfitnah atas agama mereka dan dunianya.. Maka bagaiman nasihat dari Anda??  Semoga Allah membalas segala kebaikan Anda..

Jawaban Dr. Saad Asy Syitsri:

Kegiatan politik tersebut dibagi menjadi dua jenis: Jenis pertama, siapa yang masuk (dalam perpolitikan) dengan maksud untuk mencalonkan diri ke dalam parlemen atau selainnya, semisal ini tidaklah dibenarkan bagi penuntut ilmu karena hal ini bukanlah bagian dari urusannya. Hal itu dikarenakan pentingnya menunaikan pengajaran kepada manusia dan kembalinya mereka kepada Allah Jalla wa ‘Ala lebih agung daripada pentingnya menyibukkan diri terhadap perkara tersebut (politik). Dan juga dikarenakan perkara (politik) tersebut menjerumuskan pelakunya ke dalam perbuatan-perbuatan dan akhlak-akhlak yang tidak sesuai dengan jati diri penuntut ilmu yang mengacaukan ucapan-ucapannya. Dan penuntut ilmu adalah sebagai pendidik dan pengayom dari semuanya. Dan sesungguhnya sistem demokrasi ini di dalamnya terdapat banyak hal-hal yang menyelisihi Syariat, baik pada pondasinya maupun bangunannya yang menyelisihi jalannya ulama sehingga terkadang tidak sesuai dengan maksud syariat.

Adapun (jenis kedua) memberikan suara, maka kita katakan bagian dari mengambil yang paling ringan mudhorotnya untuk menolak yang paling besar mudhorotnya. Maka janganlah kita masuk ke dalam kerusakan-kerusakan bersama mereka yang berlomba-lomba kepada kursi (parlemen) tersebut, sebagaimana telah kita jelaskan sebelumnya. Adapun berpartisiapsi di dalam memberikan suara maka tidaklah mengapa dengan syarat kuatnya prasangka seseorang yang dipilihnya adalah paling memberikan maslahat yang dapat menolong manusia (untuk kembali) kepada Allah Jalla wa ‘Ala.. Wallahu a’lam..

Jadi sebenarnya Dr. Saad Asy Syitsri sendiri tidak menyebut PKS secara khusus, namun Ustadz Firanda dan para alim dan penuntut ilmu yang bersama beliau yang menyebut PKS sebagai jamaah yang diyakini lebih dekat ke Sunnah. Dr. Saad Asy Syitsri meyakinkan tentang buruknya dunia politik bagi penuntut ilmu, namun beliau membolehkan ikut dalam pemilu selagi ada tujuan melindungi kehidupan Umat Islam.

Semoga bahan tulisan ini bermanfaat. Amin Allahumma amin. Yang jelas, para ulama dan alim di atas, insya Allah termasuk kalangan yang -meminjam istilah Ustadz Hartono Ahmad Jaiz- waras. Jadi jangan terlalu galak ke saudara sendiri!

(Admin Blog).

 

Iklan

9 Responses to Fatwa Pemilu Ulama Salafi (dari Situs Ustadz Firanda)

  1. Uncle Sam berkata:

    kayak hanya dirimu yang waras to bro-bro? tuh kan seneng main stempel.

  2. abisyakir berkata:

    @ Uncle….

    kayak hanya dirimu yang waras to bro-bro? tuh kan seneng main stempel.

    Respon: Ciri orang aneh. Asal komen, tidak baca runutan masalah. Pak Hartono itu sebut orang yang pro pemilu sebagai “tidak waras”. Lalu kami bilang, ulama/ustadz yang paham Syariat itu kan tidak pantas disebut “tidak waras”. Ujug ujug kamu komen kayak begitu… Aneh.

    Admin.

  3. Sukron at as ilmunya ustadz……

  4. abisyakir berkata:

    @ abu yazid…

    Sami-sami akhi, alhamdulillah.

    Admin.

  5. ahmad berkata:

    goblok banget !!!!mana mungkin Dr. Sa’ad Asy Syitsri ngerti macem2 partai di indonesia,Beliakan di tanya boleh atau tidak!!!!,dasar memang kalian sukanya nyari kesalahan ikhwah lain.Tapi Allah maha Adil kita lihat sendiri yang sok paling jagoan sunnah akhirnya kalian di hinakan Oleh Allah sehingga sesama kalianpun terpecah…ini fakta banyak masyarakat awam mengatakan tampang2kalian extrimis tidak mencerminkan wajah yang islami enggan bermasyarakat tidak bilhikmah jika bertemu selain ihwahnya pasang muka sadis seolah-2 memandang rendang,jika di ajak berhujjah gampang emosi ,dasar memang jamah tukang Tahjir lihat ahlussunnah lain yang lagi berkembang pesat kebakaran jenggot,lihat fatwa2 khibar berfatwa merasa dirinyanya lebih dari ulama,sehingga tidak menghargai ulama khibar. Emangnya salafi cuman di nyaman tok. kalo begitu ulama-ulama yang ada di saudi , Madinah,yordan sesat semua dong…Ya Ahkiiiiii berfikirlah dengan hati yang lapang dada. Kalulah Ulama-ulama di saudi itu sesat, Tentunya Allah akan hinakan Ulama-ulama yang tidak sepaham dengan kalian. Nyatanya Alhamdulillah semua karunia Allah, Allah berkahi dua kota suci yang mana ulama2nya di sana banyak berfatwa yg mana bertentangan dengan kalian Ternyata maling teriak maling nuduh sururi ternya sikap da`wah kalian mencerminkan da`wah sururi yang hanya mengambil fatwa ulama hanya beberapa ulama saja.fatwa khibar ulama kalian hinakan di depan publik.Ingat ahkiiiii berkembngnya da`wah para salaf karena Ahklaq da`inya sehingga masyarakat awam bisa lapang dada menrima sunnah.bukan seperti ahklaq kalian yang sukanya menghujat,menghina,meremehkan,jadi sekarang ni sudah lengkap ada jama`ah takfiri ada jama`ah tahjiri satu tukang ngafiri selain jamaahnya yang satu suka tahzir …bersambung

  6. jujur berkata:

    jadi radio radjo gabung sama partai ….., masya allah. di mana kehati2an dan kejujuran bersunnah nya!!!!!

  7. abisyakir berkata:

    @ Jujur…

    Bukan gabung, tapi dalam pilpres kemarin mereka pro ke salah satu calon yang didukung mayoritas Ummat. Kalau soal “kejujuran bersunnah” coba Anda terangkan apa maksud perkataan itu? Coba jelaskan, apa Anda mengerti apa yang Anda katakan?

    Admin.

  8. Polan berkata:

    untuk ahmad>….dakwah kota suci berkembang tapi bangkit gak umatnya???……sampai skr kalau memang ada ukhuwah….dn punya kekuatan…knapa gak menyatukan umat supaya gak terpecah2???…….dari kalian juga banyak yg dengki dan fitnah…jadi introspeksi jg ya?????…..dan knapa kebakaran jenggot jk ulama saudi dikritik????….knapa sampai emosi layaknya Rasullulah dihujat???…..mreka manusia jg kan????…….apakah mreka akan memberimu syafaat seperti Rasullulah???…….kalian pengikut Rasullulah atau ulama saudi???…ashabiyah sekali…sebagai pemecah umat terbukti ditubuh kalian sendiri…….emosi dan kebakaran jenggot ktika ulama saudi atau keturunan raja saud dikritik…ada apa ini???…memang mreka maksum???…layaknya Rasullulah…….apa bukan bidah???….mengagungkan2 manusia…..????…kenapa kebakan jenggot ????..dimana2 saya liat identik kalian akan kebakan jenggot jk ulama dan keturunan saudi dikritik????…..jaminan surga dari mereka….ingatlah wahai manusia…mereka jg manusia biasa bkn Rasullulah????….penentang bidah…melakukan bidah…naudzubillahi min dzalik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: