PPP dan Memori Pemilu Tahun 1997

Bismillahirrahmaanirrahiim.

[1]. Tulisan ini sekaligus menyambut baik anjuran MUI, pemimpin-pemimpin ormas Islam, Habib Rizieq Shihab, MIUMI, dan lain-lain yang menyerukan agar kaum Muslimin dalam Pemilu 2014 ini memilih partai Islam dan tidak golput. Insya Allah kami tidak golput dan akan memilih partai Islam.

[2]. Partai Islam atau basis Muslim di Indonesia adalah: PKB, PAN, PBB, PKS, dan PPP. Untuk dua partai pertama, PKB dan PAN, sudah kami coret. Kami anggap kedua partai ini sekuler dan sangat pragmatis. Otomatis yang tersisa hanya PBB, PKS, dan PPP.

[3]. Momen paling heroik yang pernah dijalani PPP setahu kami adalah saat Pemilu 1997. Waktu itu PPP berhasil “menghijaukan” Jakarta dan sekitarnya, membuat penguasa Orde Baru, Soeharto gemetar dan takut. Dalam Pemilu 1997 PPP di urutan ke-2 setelah Golkar, dan urutan ke-3 PDI Soerjadi. Khofifah Indar Parawansa dikenal publik negeri ini setelah menjadi bintang dalam SU MPR/DPR mewakili PPP. Itu nyata lho.

[4]. Politisi hebat PPP di masa itu adalah Haji Jaelani Naro, disingkat HJ. Naro. Orang asal Aceh, tubuh kecil, berkaamata, tapi kepandaian politiknya hebat. Sayang kemampuan politik beliau tidak diaktualisasi saat era Reformasi. Bayangkan, kemampuan politik politisi semacam Jusuf Kalla, Akbar Tanjung, ARB, Bu Mega, dan semacamnya masih kalah dengan beliau. Habibie saja kalah kemampuan politiknya dengan beliau. Sayang skill politik HJ. Naro tidak teraktualisasikan.

[5]. PPP masa kini terlihat seperti angkot yang sudah hampir ringsek. Mesin politiknya tua. Kurang inovasi, pembaruan, penyegaran kader. Mungkin karena alasan itu pula, DPP PPP membuat langkah kontroversial memilih “mama” Angel Lelga sebagai salah satu caleg. Sebenarnya bukan karena demen kepada dia, tapi demi supaya PPP terlihat masih segar, muda, ABG. “Kenal dengan mama-mama gak apa-apa deh, asal kelihatan muda.” Manuver tentang Angel Lelga ini sungguh berisiko tinggi.

[6]. Kami cenderung mendukung PPP karena minimal 3 alasan: (a). Di sana masih ada nilai keistiqamahan, sesuatu yang cukup mahal di dunia politik; (b). PPP bagaimanapun adalah partai Islam, iya kan?; (c). Mendukung PPP terkait dengan mata rantai silsilah perjuangan politik dengan partai-partai Islam sebelumnya.

[7]. Salah satu bukti keistiqamahan, tahun 2009 sebelum Pilpres dilakukan, PPP berani buat perjanjian kontrak dengan Gerindra untuk memperjuangkan ekonomi kerakyatan. Hanya saja, ketika setelah pemilu suara mereka kecil, PPP tidak bisa terus koalisi dengan Gerindra, karena realistik. Suryadarma Ali waktu itu mengatakan: “Sedianya kami ingin koalisi dengan Gerindra, dengan mendukung ekonomi kerakyatan. Tapi sayang suara kami kurang.” Itu diucapkan Suryadarma Ali sebagai pertanggung-jawaban kepada para pendukungnya. Ini lebih baik daripada sebelum Pemilu 2009 menyerang habis Demokrat, lalu setelah itu malah bermesra-mesaraan dengan Demokrat.

[8]. Partai politik Islam lain, mesin politiknya sangat kecil. Namanya ada tapi kekuatan gak jelas. Memang kalau urusan judicial review sering menang, tapi kekuatan dia di lapangan gak tampak. Karena begitu kecilnya entitas politik partai itu, kami jadi enggan memilihnya. Partai satu lagi terkenal “sering menyakiti aktivis Islam”. Bayangkan, pada tahun 1999, 2004, dan 2009 mereka menunjukkan sikap plin-plan yang sangat menyakitkan. Bentuknya begini: Kalau lagi butuh mendekat ke Umat, kalau sudah dapat suara dikekep sendiri, tidak perhatikan suara hati Umat. Kami jelas takut dengan karakter partai begitu. Apalagi sampai saat ini tokoh-tokohnya masih sama. Kami khawatir, nanti mereka akan koalisi dengan Jokowi dan PDIP. Kenapa khawatir? Karena bukti sikap tahun 1999, 2004, dan 2009 sangat jelas.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan secara singkat, sebagai bentuk tanggung-jawab dan kepedulian kepada urusan Umat, insya Allah. Oh ya, jangan lupa besok pilih PPP ya!

(Haduh terang-terangan banget sih? Biarin…masbuloh. Maaf-maaf, cuma becanda. Keep peace!).

Admin.

 

 

 

Iklan

13 Responses to PPP dan Memori Pemilu Tahun 1997

  1. Muhammad Fadel Zandra. berkata:

    Menurut para pelaku Quick Count (hitung cepat), PDIP menang. Hasil yang sebenarnya akan diumumkan KPU pada bulan depan.

  2. end berkata:

    wah dapilku ada bintang porno angel lelga dr ppp

  3. Uncle sam berkata:

    Wah, tp belum pengumuman hasil pemilu juga, PPP sdh bentrok antar mereka. Gimana itu bro? Istiqomahnya dimana?

  4. ditunggu analisanya setelah pileg kemarin ustadz 🙂

  5. Rakaie berkata:

    Assalamu’alaikum Pak Joko. Gimana khabarnya ? Wah miris lihat PPP, belum ada pengumuman resmi KPU juga udah mau dongkel-dongkelan tuh, Ketum Suryadharma Ali vs Waketum Emron Pangkapi.

  6. Uncle sam berkata:

    bro satu analisis politiknya sering ngawur ah…….. prediksinya tentang suara partai partai sj GATOT (GAGAL TOTAL). Tapi saya maklum, wong bukan pengamat ya bro alias asal.

  7. musafir kelana berkata:

    Saya dukung pendapat ustad , prediksi ustad kalau partai yg satu itu sering pragmatis dalam menjalankan koalisinya , tepaat.! mungkin udah prilaku dari elitenya yg memang suka menggadaikan suara umat utk kesejahteraan kelompok. Bagi partai yg satu itu sudah terbiasa menikmati koalisi 2 periode dgn SBY, dan mereka benar2 menikmati hasilnya karena sudah mensejahterakan mereka. Sepertinya bagi mereka sulit untuk mengambil posisi sebagai oposisi, kecuali tdk ada partai/capres yg mau didekati oleh partai itu. karena sudah menjadi maklum bagi partai2 lain bila berkoalisi dgn partai yg satu itu, akan mengalami nunsa ribet dgn mempraktekan koalisi tapi memainkan isu seolah bersebrangan. main didua kaki. Kalaupun nantinya ngomong ingin jadi oposisi, itu karena tidak ada partai/capres yg mau ngajak mereka untuk masuk dalam koalisi. Jadi sekali lagi saya katakan, bahwa prediksi dan pendapat ustad, tepaaaaaat !

    itu komen2 diatas yg gak sesuai dgn topik bahasan dihapus aja ustad, nyampah..!

    http://pemilu.okezone.com/read/2014/04/12/567/969389/pks-ungkit-romantisme-dengan-jokowi-di-solo

  8. abisyakir berkata:

    @ musafir kelana…

    Syukran akhi atas tambahan informasinya.

    Admin.

  9. abisyakir berkata:

    @ Rakaie…

    Wa’alaikumsalam wr wb. Alhamdulillah baik, alhamdulillah. Ya itu dia kondisi khas “partai Islam”. Menurut informasi, Emron Pangkapi mau bawa PPP merapat ke Jokowi (PDIP); Suryadarma Ali mau merapat ke Prabowo (Gerindra). Kalau kami sih dukung PPP merapat ke Prabowo.

    Admin.

  10. Uncle Sam berkata:

    PKS koalisi dengan SBY demokrat lu habisi dengan alasan koalisi dengan partai nasionalis, giliran partai lu mau koalisi dengan Gerindra (apa bedanya Demokrat n Gerindra?) cari pembenaran kiri kanan sama seperti pembenaran untuk si angel lelga, katamu cuman strategi…oh begitu mudah engkau untuk tidak konsisten.
    @ Musafir Kelana : perbaiki pemahaman lo tentang koalisi dan oposisi. lo pikir kalo koalisi semua harus sepakat dalam segala hal, begitu juga kalo oposisi semua kebijakan lawannya harus salah semua. ngawur..

  11. abisyakir berkata:

    @ Uncle…

    Lho kan SBY itu NEOLIB. Ini diakui semua orang, lawan atau kawan. Kalau Gerindra kan membawa gerbong EKONOMI KERAKYATAN. Karena sebagian besar kaum Muslimin rakyat biasa, dengan ekonomi UKM, petani, nelayan; kami jelas pro siapa yang perjuangkan ekonomi begitu.

    Soal PPP…itu bukan partaiku… kami selama ini tidak berpartai, wong tidak ada partai Islam. Yang ada cuma partai “orang Muslim”.
    Soal Angel Lelga…wallahi kami tidak tahu soal kebijakan PPP dalam hal ini; kalau ada analisa, itu perkiraan kami saja; adapun menghancurkan PPP semata karena Angel Lelga, itu sangat berlebihan. Buktinya tidak ada tokoh ormas Islam yang menyamakan PPP dengan Angel. Kalau Anda samakan itu, ya itu khas keyakinan “politik” yang telah menepiskan rasa keadilan.

    Admin.

    Admin.

  12. Uncle Sam berkata:

    mudah sekali kau tertipu dengan slogan ekonomi kerakyatan, sama seperti kebanyakan wahabi mudah tertipu pada simbol bukan substansi……kenapa kau tak pilih partai moncong putihnya megawati…..partainya wong cilik yang memperjuangkan ekonomi wong cilik.
    Soal ucapanmu ini….Kalau Anda samakan itu, ya itu khas keyakinan “politik” yang telah menepiskan rasa keadilan….aku rasa itu akan kembali pada dirimu sendiri bro…..coba liat ulang tulisan-tulisanmu yang gegabah itu. tentang pks, ramadhan al buthy, emron pangkapi…..mana rasa keadilannya…..mr.inkonsisten.
    tapi aku tahu intinya itu hanya berkilah…..oh sungguh jawabanmu tak bermutu.

  13. abisyakir berkata:

    @ Uncle…

    Kamu kan bisanya cuma ngomong ini itu, sembari nyalahkan Wahabi yang tak ada sangkut pautnya. Kamu salahkan Saudi soal “vonis mati” bagi 529 pendukung IM; padahal yang menetapkan vonis jelas-jelas pengadilan militer Mesir. Mana sisi “Wahabi”-nya, wong Ali Jum’ah dan Ahmad Thaiyib itu sangat anti ke kalangan Wahabi. Menurut kamu kan semuanya benar asalkan sesuai jalan sebuah partai X…

    Kamu sebut kami inkonsisten, terus mesti kami sebut apa kamu? Dalam Islam, mengubah pendapat, setelah diketahui informasi2 baru yang lebih meyakinkan itu boleh dan sering terjadi. Lagi pula…ini penting ya… kami mengamati KPK kan sejak lama, sejak era Antasari. Artikel kami itu melihat KPK dalam waktu lama, tidak sekedar melihat kasus LHI. Jadi sebelum menyimpulkan, perlu diperiksa banyak fakta dulu.

    Soal Al Buthi itu sudah jelas. Kami tidak berubah sikap. Dia mati dalam keadaan membela Bashar Assad, lalu dibunuh agen-agen Assad sendiri. Soal hatinya lain, mau taubat, dsb. itu urusan Al Buthi dengan Allah. Pokoknya yang kami tahu, dia mati dalam keadaan membela Assad.

    Soal Emron Pangkapi… he he he, sebenarnya itu juga karena kamu “provokasi”. Kamu sebut PPP begini begini, lalu kami coba lihat masalahnya. Ya ada info-info yang datang/diperoleh. Tapi kami tetap pada pendirian, posisi Suryadarma Ali tepat.

    Kamu berkali-kali bilang “ngawur”, “tidak bermutu”, “plin plan”, dst. Kamu ini seperti bisa berkarya saja. Mana sih karya kamu? Coba lihatkan mana karya kamu? Ini orang aneh. Tanda-tanda “mulai tersesat” gara-gara politik.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: