Prabowo dan Kesempatan Terakhir NKRI

(Edited version).

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sebenarnya yang menjadi masalah di negeri kita ini adalah sifat KHIANAT. Itu masalah laten, sejak zaman perjuangan dulu. Banyak orang kita ini wajahnya, pakaian, bahasa, cara bergaul seperti kita. Tapi hati di pihak musuh. Inilah yang selalu menjadi sumber masalah bangsa ini.

Kalau Jokowi terpilih sebagai presiden RI, ya dapat diperkirakan kehidupan bangsa ini akan semakin hancur-lebur. Jaringan mafia China akan semakin merajalela; penguasaan sumber-sumber energi dan tambang oleh Amerika, negara-negara Eropa; potensi pasar akan dimonopoli produk Jepang, Korea, dan produk asing lainnya; format keuangan negara akan terus bergantung ke hutang luar negeri; subsidi ke rakyat akan terus dikurangi, karena uang APBN dipakai untuk membayar hutang dan bunganya; dan tentu saja jaringan pasar domestik akan dikuasai mall-mall, hyper market, minimarket sejenis Alvamart, Indomaret, dan lainnya. Bahkan dunia pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan pun akan dikuasai usahawan-usahawan China. Hal semacam ini sudah tergambar jelas di depan mata.

Ayo Bekerja Selamatkan Masa Depan Bangsa.

Ayo Bekerja Selamatkan Masa Depan Bangsa.

Nanti secara sosial kita akan dapati banyaknya aliran-aliran sesat gentayangan; kaum hedonis dan homoseks semakin menjadi-jadi; kehidupan masyarakat dikuasai oleh TV yang berani menghina agama dan simbol-simbol kesuciannya; peredaran narkoba, seks bebas, pornografi, pelacuran, dan seterusnya akan semakin menjadi-jadi. Termasuk tentunya bencana alam akan terus melanda sebagai “bonus kehidupan”.

Ancaman yang paling parah, negeri Indonesia atau NKRI ini akan terpecah-belah. Ya alasannya sederhana, ketika Jakarta tidak bisa memperbaiki keadaan negara, ya rakyat di daerah akan semakin realistik. Mereka akan berpikir: “Buat apa mengandalkan Jakarta, sementara mereka tidak peduli dengan kita di daerah? Sudahlah merdeka saja!” Dalam keadaan gerakan separatis marak dimana-mana, anggota Kopassus dan Brimob akan sangat sibuk bekerja.

Jadi intinya, masa depan NKRI dipertaruhkan di bawah ancaman kepemimpinan Jokowi nanti. Ya semua ini merupakan konsekuensi dari dipilihnya PRESIDEN BONEKA yang menghamba pengkhianatan dan kehancuran. Jokowi adalah sosok terbaik untuk missi tersebut.

Kini di hadapan kita ada sosok Prabowo Subianto sebagai pilihan. Orang ini sebenarnya masih banyak kekurangan dan kelemahan, layaknya tokoh-tokoh politik yang lain. Tapi kita percaya dengan tekad dan niat baiknya untuk mengarahkan haluan kehidupan bangsa ke arah yang lebih baik. Dia tidak disukai oleh siapapun yang kini mati-matian mendukung Jokowi, seperti jaringan Mafia China, Amerika, Singapura, negara-negara kapitalis Eropa, dan sebagainya.

Dalam pandangan kami, posisi Prabowo sangat strategis. Ia merupakan kandidat yang kuat untuk melawan pencitraan Jokowi. Dia punya kemampuan dalam memimpin dan bersikap. Dia juga punya program-program menuju kedaulatan bangsa, seperti layaknya Hugo Chavez dan Eva Morales. Kalau misalnya dalam dirinya ada kekurangan-kekurangan, maka para kandidat dari komunitas Muslim juga punya kekurangan, yaitu tingkat popularitas dan elektabilitas yang kurang dibandingkan sosok Jokowi. Misalnya seluruh suara partai Muslim 32 % merapat ke sosok tersebut; masalahnya, bagaimana dengan 68 % sisanya? Ini kan Pilpres, bukan Pileg lagi. Kalau 60 % suara masuk Jokowi, jelas dia akan menjadi RI-1. Cobalah gunakan nalar politik yang agak baik.

Kini carilah jalan untuk memperjuangkan kesempatan terakhir NKRI. Kami sendiri hanya sekedar memberi saran dan masukan.

Ada yang mengingatkan kami, “Hati-hati, jangan terlalu keras menyerang Jokowi. Kalau nanti dia menjadi presiden, bisa bahaya Anda.” Kami katakan: justru para pengecut itu yang bahaya nasibnya. Mereka tidak dibutuhkan dalam kehidupan ini. Alam semesta, manusia, dan Rabbul ‘alamiin tidak menyukai kaum pengecut. Malah orang-orang yang teguh hati, kuat dalam sikap, dan berpihak kepada Ummat, insya Allah akan selalu baik-baik saja. Kalau pun dia meninggal dalam perjuangan, itu ditakar sebagai kematian syahid, insya Allah.

Kami tidak gentar menghadapi masalah serumit apapun di negeri ini. Rabb kami adalah ALLAH TA’ALA, yang menguasai jagad raya. Agama kami adalah Islam yang sempurna, ideal, penuh berkah. Rasul kami adalah Sayyidul Mursalin, Muhammad SAW. Panduan hidup kami adalah Al Qur’an. Dengan keempat wasiat ini, apa yang harus ditakutkan? Kami tidak akan gentar menghadapi apapun, karena alam raya ini, termasuk Indonesia di dalamnya, adalah milik Allah Ta’ala, Rabb kami.

Rasul SAW mengingatkan: “Laa tatamannau liqa’al ‘aduw, was’alullaha al ‘afiyah; wa in laqitumuhum fashbiruu, wa’lamuu annal jannata tahta zhilalis suyuf” (janganlah kalian merindukan bertemu musuh, tetapi mintalah keselamatan kepada Allah; namun bila kamu sudah menghadapi musuh, bersabarlah; ketahuilah bahwa surga itu berada di bawah naungan pedang).

Semoga bermanfaat! Amin ya Sallam.

(Mine).

 

 

Iklan

18 Responses to Prabowo dan Kesempatan Terakhir NKRI

  1. Heri Mulyo Cahyo berkata:

    semoga kedzaliman tidak terjadi dengan dipilihnya Jokowi (kalo jadi) Presiden

  2. Izal Satelit berkata:

    Saya setuju Mas….. Ijin Kopas untuk umat

  3. Dani Bandung berkata:

    yg jadi menambah kebingungan umat, safari jokowi ke pontren2 di jawa tengah, kok kayak disambut hangat sama para ulama? bagaimana pandangan Pak AMW..?? terima kasih

  4. abisyakir berkata:

    @ Dani Bandung…

    Titik kelemahan kaum Muslimin memang ya karakter para kyai tradisional itu. Mereka diajak menjalani Islam kaaffah, jawabnya: “Kita memang Muslim, tapi kita ini orang Indonesia lho.” Kalau diingatkan bahaya kolonialis asing, mungkin akan ada yang menjawab, “Tapi mereka baik lho. Mereka beri pekerjaan buat rakyat kita.” Kalau diingatkan bahaya liberalisme kehidupan, mungkin mereka jawab: “Ya, zaman tambah maju, cobalah buka pikiran. Jangan buntu dengan akal sendiri. Tak masalah menerima pengaruh luar.” Kalau diingatkan tentang Syiah, mereka mungkin berkata: “Syiah itu ahli kiblat lho, mereka saudara kita juga.”
    Ya begitulah, pembenaran, pembenaran, dan pembenaran terus. Agama hanya dijadikan semacam “lelucon politik”. Baru kalau sudah “dibantai”, mereka mau mengaji “kitab jihad”.

    Ya begitulah. Sejatinya sumber kemunduran bangsa ini, sejak lama, ya kyai-kyai tradisionalis ini. Nas’alullah al ‘afiyah.

    Admin.

  5. Haykal berkata:

    ijin share ustadz..

  6. Wong Jelata berkata:

    Kenapa dalam komentar anda seperti orang yang paling tahu, seperti yang paling baik, kalau saja orang seperti anda ada banyak mungkin Indonesia sudah sangat maju.
    Berdoalah yang banyak, semoga betul langit akan biru.

  7. abisyakir berkata:

    @ Wong Jelata…

    Maka itu pakde, tujuan kita bikin blog ya untuk menyebarkan pencerahan. Ngerti gak?

    Admin.

  8. putranto berkata:

    @ admin

    ……………..Banyak lho bukti2nya. Contoh…Jokowi kan katanya tidak kaya, mengapa tiba-tiba ada puluhan media massa mengelu-elukan dia dengan berbagai macam pencitraan. Sampai-sampai Detiknews.com dalam sehari bisa membuat 100 tulisan tentang Jokowi. Dari mana datangnya dana untuk membanjiri media2 itu? Apa bisa media modern memuja Jokowi dengan cuma-cuma? Coba deh pikirkan itu dulu……..

    ………….Untuk menghadang Jokowi diperlukan sosok lain yang populer, elektabilitas tinggi, dan ia memiliki mesin dan strategi politik bagus. Misalnya kita sebut sosok politisi dari kalangan Muslim seperti: Amien Rais, Hatta Rajasa, Muhaimin, Suryadarma Ali, Yuzril Ihza, Anis Matta, Hidayat Nur Wahid, Ahmad Heriyawan, Habib Rizieq, Ustadz M. Khattath, dan lainnya. Apakah mereka bisa menandingi popularitas dan elektabilitas Jokowi? Cobalah pertanyaan ini dijawab secara obyektif, tanpa emosi; adakah tokoh kita yang saat ini sekuat Jokowi? Kalau misalnya tidak ada, jangan merasa risau; kembali ke teori awal, POLITIK ITU INVESTASI. Bahkan untuk sosok Jokowi sendiri, media massa telah memoleskan selama bertahun-tahun. Itu investasi juga……………..

    Kesimpulan

    Media mengikuti.. media meliput…. Ya karena Jokowi memang pantas diliput.. terus bekerja secara nyata utk rakyat.. tetap dengan kesederhanaannya… keterbukaannya… Coba bandingkan dng tokoh yg menguasai media…. Lalu memanfaatkan media tsb utk iklan dirinya…. Apakah sama efeknya ??? Apakah Jokowi pencitraan semata…….atau pemimpin terdahulu dan pemilik media yg melakukan pencitraan ? anda bisa analisa sendiri

    Ya rakyat telah mendapati sesuatu yang sangat langka dan berharga yang seharusnya ada pada sosok seorang pemimpin. Yaitu ketulusan, kesederhanaan, kejujuran dan keberanian.

    dan rakyat merasakan itu dari sosok jokowi (alat perasa itu disebut “hati” )

    Itulah alasan mengapa rakyat sangat mencintai jokowi

    (saya tidak heran jika ada orang yang tidak bisa merasakan getaran ketulusan itu dari sosok jokowi karena mereka memang sudah punya agenda/misi/keyakinan sendiri)

  9. Yaya2 berkata:

    Akan banyaklah orang nanti menyesl..jika seandaix jokowi jadi presiden.termsuk pendukung bodohx..

  10. putranto berkata:

    Ya, nyesel kenapa ngga dari dulu pilih jokowi. pasti semua koruptor udah dibabat habis. Para extrimis udah pada hengkang dari indonesia dan bikin negara sendiri di antartika. Anda sudah tahu banyak kecurangan di formulir C1? coba buka website KPU! memalukan sekali!! anda cari tahu sendiri sana! apa-apaan tuh. menghalalkan segala cara!! Norak tau!! kampungan!!.
    udah dapet suara puluhan, pengen ratusan, ya ditambahinlah angka didepannya supaya jadi ratusan, eh malah jumlah total suaranya lupa diganti. ya jadi aneh. Udah jahat, bodoh pula!!!!

  11. putranto berkata:

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Kepolisian didesak untuk segera aktif menindaklanjuti sejumlah keanehan mengarah ke dugaan kecurangan yang muncul dalam proses rekapitulasi suara pilpres tahun 2014.
    Berdasarkan pemantauan serta laporan yang beredar di masyarakat maupun sosial media, setidaknya ada beberapa dugaan kecurangan yang terjadi.
    Misalnya kasus di TPS 47 di Kecamatan Kelapa Dua, Tangerang, Banten, formulir perhitungan suara (C1) yang diupload di website KPU menunjukkan jumlah suara yang menggelembung. Jumlah suara sah 380. Namun, raihan suara pasangan Prabowo-Hatta berjumlah 814, sementara pasangan Jokowi-JK mendapat 366 suara. Ini bisa memicu dugaan ada 800 suara siluman yang tiba-tiba ditambahkan ke dalamnya.
    Menurut Koordinator Komite Pemilih Indonesia, Jeirry Sumampouw, sejak awal Komisi Pemilihan Umum (KPU) memang tak jelas soal upload C1 itu. KPU tak pernah membeberkan siapa sebenarnya yang memasukkan data C1 ke website KPU, bagaimana memastikan data yang diupload itu valid, dan bagaimana mekanisme pengawasan saat upload data.
    “Mekanisme tak jelas, sehingga bisa saja prosesnya dibajak,” kata Jeirry di Jakarta, Minggu(13/7/2014).
    Karena itu, dia mendesak KPU segera menelusuri dan memberi penjelasan ke publik soal apa yang sebenarnya terjadi sehingga kesalahan data-data itu bisa muncul. Kedua, apabila KPU memang tak mampu mengontrol, sebaiknya proses untuk mengumumkan C1 ke publik sebaiknya dihilangkan.
    Ketiga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) harus segera bersikap mempertanyakan alasan data C1 yang diupload berbeda dengan kenyataan di lapangan.
    “Kalau memang ada indikasi pidana, manipulasi, ya libatkan Kepolisian. Kalau ada beda angka, lalu diupload ke web resmi, lalu meresahkan karena angka-angka itu tak bisa dipertanggungjawabkan, bisa saja ada persoalan kriminal. Kalau ada, KPU juga wajib kapor ke polisi supaya ditindak para pelaku kejahatan ini. Tak boleh dibiarkan,” tegasnya.
    Yang lainnya ramai diperbincangkan adalah formulir C-1 TPS 01 Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolom perolehan suara pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak diisi. Namun, seluruh anggota Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara dan para saksi telah menandatanganinya.
    Di formulir C-1 TPS 21, Desa Sukarasa, Kecamatan Sukasari, Bandung, Jawa Barat, di formulir C1 telah menuliskan perolehan suara masing-masing kandidat. Hanya saja, panitia salah mengisikan jumlah suara sah ke kolom jumlah suara tidak sah. Begitupula sebaliknya.
    Sementara di TPS 41, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, terdapat ketidaksinkronan antara jumlah perolehan suara kedua kandidat dengan jumlah suara sah. Di formulir C-1, Prabowo-Hatta mendapat 289 suara dan Jokowi-JK 231 suara, sedangkan jumlah suara sah 470 suara. Jika benar total suara sah adalah 470, bisa diduga 50 suara digelembungkan.
    Satu lagi yang jadi bahan perdebatan adalah rekapitulasi suara pemilih WNI di Malaysia lewat pos. Hasil coblos langsung di 60 TPS di Malaysia awalnya memenangkan Jokowi-JK dengan selisih wajar puluhan suara. Namun begitu pemberian suara lewat jasa pos, muncul angka menakjubkan dimana Prabowo-Hatta mendapat 39.671 suara, sedangkan Jokowi-JK hanya 3.709 suara. Artinya, suara yang begitu besar diperoleh Prabowo bukan dari pemilih yang datang ke TPS.
    Jerry menyatakan bahwa selama ini KPU memang tak pernah transparan terkait pemilihan lewat pos. KPU tak pernah menjelaskan detilnya, termasuk proses pengawasannya.
    “Itu hanya KPU yang tahu. Tak pernah dilaporkan ke publik kalau pemilihan lewat pos,” kata Jeirry.

  12. abisyakir berkata:

    @ Putranto…

    Itu salah tulis. Angka 0 di depan diberi centang, terlihat seperti angka 8. Itu saja kok. Bukan sengaja. Setahu kami begitu. Wallahu a’lam bisshawaab.

    Admin.

  13. test berkata:

    Para munafiqun selalu membenarkan diri mereka sendiri

    Percuma debat sama orang munafiqun. mau sampai kiamat kalo Allah tidak memberi hidayah kpd mereka ya percuma saja.

    Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)
    QS. al-Baqarah (2) : 18

    Mau kita bilang Jokowi faktanya adalah planing jangka panjang mafia hitam cina juga percuma apra munafiqun sudah terpedaya rayuan setan.

    Padahal Ustad dan Ulama besar sudah memberi nasehat. Dan lagi Intelejensi muslim sudah membeberkan fakta dibalik Jokowi.

    Tapi mereka (Munafiqun) lebih percaya media sekuler macam metrotv, kompas, tempo, detik, tribunews, dan banyak lagi ketimbang Intel muslim dan Ulama besar.

    Hanya penyesalan yg mereka akan dapatkan.

    57:14. Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: “Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?” Mereka menjawab: Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (setan) yang amat penipu.

    Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, mereka mengatakan: ” Kami telah beriman “. Dan bila mereka kembali kepada syaithan-syaithan mereka, mereka mengatakan: ” Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu, kami hanyalah berolok-olok “.
    QS. al-Baqarah (2) : 14

    Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terumbang-ambing dalam kesesatan mereka.
    QS. al-Baqarah (2) : 15

  14. putranto berkata:

    Seperti apa dulu intel muslimnya, seperti apa dulu ulama nya. Jangan terkecoh dengan embel-embel “muslim”. Jangan asal ikut-ikutkan hanya karena ada embel-embel “muslim”. Setiap diri kita harus punya sikap kritis, manusia punya akal, punya hati. Berdayakan itu. Itu anugrah luar biasa yang diberikan Allah SWT. Kita bukan seperti sapi yang dicocok hidungnya. Faktanya sampai hari ini, umat islam itu masih tenggelam, sudah berada di titik nadir. Kejayaan Islam itu masa lalu. Sekarang kita hanya bisa membangga-banggakan masa lalu. Ada apa dengan umat Islam? Yang harus dilakukan umat Islam saat ini adalah menjawab tantangan zaman, berkiprah secara kongkret di masyarakat, dan menjadi maslahat bagi seluruh alam semesta. Menjawab pertanyaan dengan dalil boleh saja, tapi Biasakan diri kita berpikir fokus pada substansi masalah, bukan yg lain.
    Contoh: sekarang kemana parpol islam berhaluan. Apa yang mereka jadikan isu. Update tidak isu mereka dengan isu bangsa saat ini. Jangan-jangan isunya masih seputar zionisme, antek amerika, illuminati, kafir non kafir. Wah kalau begini kapan mau maju umat Islam Indonesia ………..

  15. putranto berkata:

    Seperti apa dulu intel muslimnya, seperti apa dulu ulama nya. Jangan terkecoh dengan embel-embel “muslim”. Jangan asal ikut-ikutkan hanya karena ada embel-embel “muslim”. Setiap diri kita harus punya sikap kritis, manusia punya akal, punya hati. Berdayakan itu. Itu anugrah luar biasa yang diberikan Allah SWT. Kita bukan seperti sapi yang dicocok hidungnya. Faktanya sampai hari ini, umat islam itu masih tenggelam, sudah berada di titik nadir. Kejayaan Islam itu masa lalu. Sekarang kita hanya bisa membangga-banggakan masa lalu. Ada apa dengan umat Islam? Yang harus dilakukan umat Islam saat ini adalah menjawab tantangan zaman, berkiprah secara kongkret di masyarakat, dan menjadi maslahat bagi seluruh alam semesta. Menjawab pertanyaan dengan dalil boleh saja, tapi Biasakan diri kita berpikir fokus pada substansi masalah, bukan yg lain.
    Contoh: sekarang kemana parpol islam berhaluan. Apa yang mereka jadikan isu. Update tidak isu mereka dengan isu bangsa saat ini. Jangan-jangan isunya masih seputar zionisme, antek amerika, illuminati, kafir non kafir. Wah kalau begini kapan mau maju umat Islam Indonesia ………..

  16. abisyakir berkata:

    @ Putranto…

    Ada ungkapan para ahli: “Sebuah bangsa yang tidak peduli dengan sejarahnya, dia tak akan punya masa depan.” Cukup kata-kata ini untuk menghentikan ucapan Anda.

    Admin.

  17. putranto berkata:

    Nasib kita di masa kini adalah hasil perilaku kita di masa lalu.
    Nasib kita di masa depan ditentukan oleh perilaku kita di masa kini.

    Masa depan sebuah bangsa ditentukan oleh perilaku bangsanya sendiri di masa kini, bukan masa lalu.

    Demi masa, sesungguhnya waktu itu sangat berharga !

    Ada orang yang dalam 1 hari, bisa mengurus negara,
    namun
    Ada juga orang yang dalam 1 hari, mengurus lidah(lisan) sendiri saja tidak bisa !

  18. Ningcik berkata:

    untung prabowo nga terpilih jadi presiden, maju ke mk semua terbuka< kebohongan dan kecurangan yg dilakukan prabowo< apa yg sangkakan ke jokowi ternya dia yg berbuat, Alhamdulillah secepatnya terbongkar tidak harus menunggu 5 th

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: