Kaidah Praktis Politik Islami

Juni 30, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Berbeda pendapat adalah sesuatu yang mungkin, namun mencela pendapat orang lain dan melemahkannya, tanpa alasan, bukanlah perbuatan yang benar. Seperti misal, saat kaum Muslimin sedang giat-giatnya memperjuangkan kepemimpinan negara yang diyakini lebih pro kemaslahatan; sebagian orang mencela semua ini dengan alasan: demokrasi adalah sistem bathil orang kafir, dan saat ini belum berdiri Khilafah Islamiyah. (Jika memang Khilafah belum berdiri, mengapa Anda ingin memaksakan standar kehidupan seperti ketika Khilafah sudah berdiri? Suatu pandangan yang paradoks).

Lebih berat lagi, sebagian lain berani melontarkan tuduhan kafir, syirik, murtad kepada saudaranya yang ikut partisipasi melalui sistem demokrasi. Alasannya, demokrasi berarti menyekutukan Allah dalam menetapkan hukum, dan itu dianggap perbuatan kufur, syirik. (Masalahnya, keadaan negeri ini bagaimana? Apakah di negeri ini telah tegak sistem Islami? Bukankah kalian sendiri menyebut negeri ini sebagai negara sistem thaghut? Jika demikian, bagaimana kalian berharap ada sistem politik Islami di sebuah negara yang kalian sebut thaghut ini? Paradoks lagi).

MISSI POLITIK ISLAM: Menjaga Agama dan Kehidupan Ummat.

MISSI POLITIK ISLAM: Menjaga Agama dan Kehidupan Ummat.

Sebagian orang sering menyerang saudaranya dengan tuduhan-tuduhan tanpa dasar. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bisa jadi mereka telah menghapuskan bab Siyasah Syar’iyah dari kamus kehidupan Ummat Islam. Atau bisa jadi mereka tidak mengerti cara memposisikan usaha politik itu sendiri. Mereka menyangka bahwa usaha perjuangan politik identik dengan afiliasi (intima‘); misalnya kalau seseorang mendukung politik demokrasi, dianggapnya telah mengubah agamanya menjadi agama demokrasi. Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Di antara akibat buruk mengendarai TAKFIR secara semena-mena, adalah: munculnya ekstrimisme, menghancurkan persatuan Ummat, menyebarkan konflik dan permusuhan, munculnya perbuatan-perbuatan sadisme, munculnya intoleransi (sekalipun kepada sesama Muslim), serta munculnya ketidak-mampuan intelektual sampai batas-batas sangat memprihatinkan. Semoga kendaraan TAKFIR ini segera ditinggalkan, karena ia bukan bagian dari Ahlus Sunnah Wal Jamaah.

Di sini kami akan bahas secara ringkas dan praktis kaidah politik Islam. Sebelum itu, kami ingin mengingatkan sesuatu: “Sesatnya kaum Muslimin di awal-awal sejarah Islam dengan munculnya sekte Khawarij, Syiah, Mu’tazilah, Murji’ah, adalah karena SALAH PAHAM masalah politik.” Dalam sebuah diskusi di Yogya, Prof. Dr. Yunahar Ilyas mengingatkan, bahwa Ummat Islam jangan phobia dengan politik, karena asal mula kesesatan di zaman awal Islam dulu, adalah karena politik juga. Maksudnya, pahami masalah politik dengan baik, agar tidak SESAT dan MENYESATKAN.

Berikut beberapa kaidah politik Islami…

[1]. Definisi politik menurut para pakar adalah: “Segala daya upaya yang dilakukan, untuk mempengaruhi kekuasaan (pemimpin atau pemerintahan) demi mencapai tujuan tertentu.” Jika dikaitkan dengan politik Islam, kurang lebih maknanya: “Segala daya upaya yang dilakukan para politisi Muslim dalam mempengaruhi kekuasaan, demi mencapai kemaslahatan bagi Islam dan kaum Muslimin, serta menghindarkannya dari kerugian-kerugian.”

[2]. Tujuan dasar politik Islam adalah: menjaga agama dan melindungi kehidupan kaum Muslimin. Tujuan ini selaras dengan Maqashidus Syariah (tujuan-tujuan Syariat), yaitu menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga akal, menjaga keturunan kaum Muslimin. Menjaga agama dari penyimpangan, penyelewengan, penyesatan, korupsi pemikiran, ektrimisme, dan sebagainya. Menjaga kehidupan kaum Muslimin dari penindasan, kezhaliman, penjajahan, perbudakan, dan sebagainya.

[3]. Antara JIHAD dan SIYASAH ISLAMIYAH seperti dua sisi keping mata uang. Keduanya sama-sama ditujukan untuk menjaga agama dan kehidupan kaum Muslimin. Bedanya JIHAD dengan memakai senjata, militer, perang, dan sebagainya. Sedangkan SIYASAH dengan memakai kecerdasan, opini, informasi, lobi-lobi, dan sebagainya.

[4]. Siyasah Islamiyah adalah alat perjuangan kaum Muslimin, bukan hakikat kehidupan Ummat itu sendiri. Sebagai alat, ia terikat dengan TUJUAN, bukan SARANA. Sarana perjuangan politik Ummat bisa macam-macam, bisa berubah-ubah sesuai kondisi; tapi esensi tujuannya satu, yaitu: menjaga agama dan kehidupan kaum Muslimin. Harus benar-benar dipahami, bahwa politik Islam terikat dengan tujuan, bukan sarana-sarana.

[5]. Politik Islam bisa dijalankan di segala tempat, di segala zaman, dalam kondisi bagaimanapun. Di mana saja diketahui ada eksistensi kehidupan kaum Muslimin, maka politik Islam dijalankan di sana; sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan keadaan riil yang ada. Jika mampu menjalankan politik Islam secara ideal, itulah yang diharapkan; jika tak mampu, karena banyaknya keterbatasan, dilakukan sekuat kemampuan dan seadanya kesempatan.

[6]. Politik Islam tidak mengenal batasan sistem politik. Ia bisa dijalankan di bawah aturan sistem politik apa saja. Di bawah sistem monarkhi, bisa dijalankan politik Islam. Begitu juga, di bawah sistem demokrasi, bisa dijalankan agenda politik Islam. Di bawah sistem oligarkhi, diktator, komunis, kesukuan, atau apapun; politik Islam bisa dijalankan. Di mana saja diketahui ada eksistensi kehidupan kaum Muslimin, hatta di Kutub Utara dan Selatan, maka politik Islam bisa diterapkan di sana, dengan tujuan melindungi agama dan kehidupan kaum Muslimin. Sekali lagi, politik Islam terikat oleh TUJUAN, bukan SARANA.

[7]. Bahkan ketika telah tegak sistem Islami, seperti Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah, atau Kerajaan Islam, atau Kesultanan Islam; tetap di sana dibutuhkan perjuangan politik Islam. Mengapa demikian? Karena di bawah sistem apapun, selalu ada kemungkinan terjadinya perusakan agama dan kezhaliman atas kaum Muslimin. Contoh, di era Daulah Abbassiyah pernah menyebar aliran sesat yang meyakini Al Qu’an sebagai makhluk. Begitu juga. di era-era keruntuhan Daulah Abbassiyah, negeri-negeri kaum Muslimin dibanjiri oleh kaum agressor yang sangat kejam, Tartar (Mongol). Para ulama seperti Ibnu Taimiyah, Al Wamardi, Al Ghazali, dan lainnya menyusun pendapat-pendapat seputar Siyasah Islamiyah justru lebih fokus diterapkan untuk negeri-negeri di bawah sistem Islami. Pendapat mereka belum menjangkau kondisi kaum Muslimin di era modern seperti saat ini. Tidak salah jika Al Qaradhawi pernah mengatakan, kita mengalami krisis literatur untuk perpolitikan modern.

[8]. Dunia politik Islami berbeda dengan bidang-bidang perjuangan lain, karena ia berkaitan dengan kekuasaan. Kekuasaan (pemimpin) adalah sentra dinamika kehidupan masyarakat. Sebagian ulama mengatakan, “Kalau kami memiliki doa yang mustajab, akan kami doakan para penguasa (agar jadi baik).” Mengapa demikian, karena baiknya penguasa, akan menjadi mata air kebaikan bagi rakyat yang luas. Dengan demikian, maka bidang politik Islami adalah wilayah perjuangan orang-orang yang memiliki: keimanan kuat, wawasan, kemampuan, kesempatan, dan pengalaman. Orang yang tidak berwawasan, tidak boleh masuk dunia politik. Modal awal politik Islami adalah keimanan di hati seorang politisi Muslim. Setelah itu modal wawasan, sebab tanpa wawasan bagaimana akan bicara dunia politik? Kemudian memiliki kemampuan menjalankan peran politik, sebab kalau hanya wawasan tanpa kemampuan, nanti seperti “politisi warung kopi”. Selanjutnya adalah memiliki kesempatan masuk pergulatan politik, agar missi politiknya terwadahi. Kalau hanya berkoar-koar dari jauh, tanpa memiliki desk perjuangan di lapangan, sulit mewujudkan maslahat kehidupan sosial. Sebagai kelengkapan, adalah pengalaman. Semakin berpengalaman, semakin mahir dalam memainkan peran politik. Demikianlah kurang lebih.

[9]. Dalam politik demokrasi, setiap Muslim punya hak suara yang sama dengan politisi Muslim, tapi peran politiknya berbeda. Kaum Muslimin mayoritas berperan memeberi dukungan bagi agenda-agenda perjuangan politik Ummat yang lurus, terpercaya, dan diyakini memiliki peluang kemenangan besar. Hal ini diperbolehkan. Tetapi memang Ummat tidak bisa masuk domain politisi Muslim (sebagaimana disebut dalam poin 8) yang memikul amanah berat dalam perjuangan ini. Dukungan mayoritas kaum Muslimin harus selalu diselaraskan dengan strategi dan langkah-langkah yang ditempuh para politisi Muslim yang terpercaya. Jangan kontraproduktif, jangan saling melemahkan.

[10]. Masuknya kaum Muslimin ke politik demokrasi bukanlah dalam rangka mengubah agama kita (Islam) menjadi agama demokrasi. Tuduhan demikian sangat jauh. Buktinya, para politisi Muslim dan pendukung politik Islam masih Shalat dengan Shalat Islam; masih berkiblat ke Ka’bah, tidak ke Yunani atau New York; masih membaca Al Qur’an dengan Mushaf yang sama; masih mengucapkan SALAM Islami, bukan slogan vox populi vox dei; masih memakan makanan halal, menghindari makanan haram; masih menjalankan batas-batas Syariat dalam lingkup pribadi, keluarga, komunitas; dan sebagainya. Semua ini merupakan bukti bahwa masuknya kita dalam partisipasi demokrasi, adalah merupakan langkah politik, bukan tujuan hidup. Jika ada yang terus berprasangka buruk, menganggap sesat, atau menganggap murtad; maka dosanya akan mereka pikul sendiri. Sebaiknya mereka takut terhadap dosa-dosa itu, sebelum memvonis saudaranya.

[11]. Dalam Islam ketika kita berhadapan dengan masalah-masalah yang samar, tidak ada kepastian yang jelas tentang duduk masalahnya, di sana berlaku prinsip IJTIHAD. Dalam lapangan ijtihad inilah kaum Muslimin sering berbeda-beda dalam pendapat. Termasuk dalam menempatkan posisi politik Islam dalam kehidupan. Maka di sini terdapat kaidah Fiqih yang telah masyhur, bunyinya: “Al ijtihad laa yunqadhu bil ijtihad” (satu ijtihad tidak bisa dimentahkan oleh ijtihad yang lain). Jika mereka masih dan terus bersikap aniaya dalam pendapatnya, maka kami serahkan seluruh urusan kepada Allah Ta’ala.

[12]. Adakah maslahat dari perjuangan politik Islam di dunia demokrasi? Jawabnya ada, meskipun belum sempurna atau ideal. Contoh, terpilihnya menteri Muslim yang baik, memungkinkan dilakukannya pemblokiran terhadap konten-konten pornografi di dunia internet. Itu satu contoh nyata di antara contoh-contoh lain. Jika orang-orang yang selalu gemar mencela dan memvonis perjuangan politik Islam di lapangan ini, maka pertanyaan buat mereka: “Apa yang sudah kalian hasilkan untuk kemaslahatan kehidupan Ummat ini? Bisakah kalian menghasilkan kebijakan politik yang pro kepentingan Ummat? Bisakah kalian mendatangkan kemaslahatan kehidupan Ummat, jika tidak ada perjuangan politik Islam di bawah sistem demokrasi?”

Demikianlah, semoga kajian sederhana dan praktis ini bermanfaat. Amin Allahumma amin. Terimakasih atas perhatian dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Tatar Pasundan, 2 Ramadhan 1435 H.

(Abu Syakir Najih).

Iklan

Membaca Secara Jeli Sebuah REALITAS

Juni 25, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Anda pernah menyaksikan sebuah film militer, Black Hawk Down. Cerita tentang sebuah kesatuan elit Amerika yang diterjunkan untuk menculik pemimpin politik Somalia, Farah Aidit. Namun dalam praktiknya pasukan elit itu kocar-kacir dan banyak terbunuh. Hingga akhirnya diterjunkan tim lain, bukan untuk tujuan lain, tapi menyelamatkan kesatuan elit yang sudah terjebak di lapangan itu.

Tapi ada satu hal menarik dari film ini, yaitu penggunaan fasilitas satelit dan pantauan video jarak jauh, untuk memandu pergerakan pasukan. Hal itu dilakukan oleh jendral Amerika sebagai pimpinan di markas militer. Dalam pantauan itu bukan hanya pergerakan pasukan Amerika yang kelihatan, bahkan pergerakan para pejuang Somalia dan rakyatnya juga terpantau dengan jelas. Dengan demikian si jendral bisa memberikan arahan strategis bagi pasukannya untuk menghindari bahaya serangan pejuang Somalia.

Yang kami maksudkan di sini adalah: setiap pergerakan pasukan bersenjata, dalam jumlah besar, ketika menyerang sesuatu, hal itu bisa terpantau dengan baik melalui satelit. Meskipun pergerakan itu dilakukan saat malam hari. Karena radar yang digunakan sangat peka dengan logam dan bentuk-bentuk persenjataan.

Maka itu adalah sebuah keheranan ketika ribuan pasukan, ada yang mengatakan sampai 2000 pasukan dari kalangan tertentu menyerbu kota-kota di Irak, hal itu dibiarkan saja oleh Amerika. Atau tidak dilakukan antisipasi yang memadai. Ini sangat mengherankan. Sekalipun malam hari, pergerakan pasukan itu bisa terlihat lewat pantauan satelit militer. Kalau tak percaya, pikirkan satu fakta ini: gerakan pesawat yang jauh di angkasa sana, ketika masuk wilayah suatu negara, ia bisa terdeteksi. Itu fakta! Padahal pesawat itu kecil, dan di ketinggian, bahkan malam hari.

Maka kemenangan suatu kelompok tertentu di Irak, bisa dipahami sebagai realitas yang digunakan oleh Amerika untuk menekan monarkhi-monarkhi Arab. Maksudnya, Amerika membutuhkan suatu ancaman bagi monarkhi-monarkhi itu, agar mereka bisa menawarkan paket kerjasama pengamanan. Ya begitulah kira-kira!

Obama Sedang Menjalankan Tugas MARKETING

Obama Sedang Menjalankan Tugas MARKETING

Semoga kita lebih cerdas dan jeli dalam melihat suatu realitas. Jangan mudah terkecoh oleh hal-hal permukaan yang tampak bombastik, karena -kalau membaca sejarah- kemenangan itu jarang terjadi secara mudah. Semoga bisa memahami. Amin.

(Admin).


Beberapa “Oleh-oleh” dari Diskusi Facebook…

Juni 24, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim. Kami mohon maaf sebesar-besarnya karena dalam dua bulan terakhir agak kurang perhatian dengan blog ini. Dalam waktu yang sama, kami sedang jalani kerja berat “perang informasi” di dunia social media (Facebook). Beberapa “oleh-oleh” bisa kami sampaikan di sini, sekedar dokumentasi sebagian dari “perang facebook”. Semoga bermanfaat. Oh ya, teks ini kami copy-paste begitu saja. Jadi mohon dimaklumi kalau ada yang disingkat-singkat. Terimakasih.

Selamat menyimak dan membaca…

[1]. AKHLAK & SALAH PAHAM. Org kita sering salah kaprah. Kalo suatu saat kt brsikap keras, tegas, pahit; kt dikiranya gak brakhlak, tdk mncontoh Nabi, emosional, dll. Hrusnya sblum menilai, mrk tanya dulu: skp tegas/keras itu ditujukan ke siapa, dan unt apa? Kalo kpd pnjahat, penjarah, penindas, koruptor, penipu kt brsikap ramah, sopan, kalem; justru itu sama dg menolong kejahatan2 tsb. Coba ingat, betapa keras Al Qur’an mgingatkn ttg kekafiran/kemusyrikan. Ingat juga, brulang2 Nabi SAW ingatkan bahaya kekafiran, kemusyrikan, kemaksiatan bg khidupan di akhirat nanti. Bgitu juga para ulama menyebutkan, kalo suatu kmungkaran dilakukan terang2an, kita tolak dg terang2an juga. Kalo scara diam2, kt tolak dg diam2 jg. Bgitulah. Jika skp tegas pada porsinya dianggap “tdk brakhlak”, waduh setan akan pesta pora. Nanti Nabi SAW yg mgingatkan bahaya neraka akn juga dituduh “kurang santun”. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Hati2 dg jebakan etika dr “org2 brakhlak”. Trmksh.

[2]. SBUAH TEORI IMUNITAS. Facebook, twitter, internet, bola, TV, dll spt MAGNET. Kalo kt trkena tarikannya, sulit unt lepas. Gimana solusinya? Magnet itu suka LOGAM. Maka lakukan “delogamisasi”. Jadikan dirimu mndekat ke kertas, plastik, ato kayu, yg tdk ditarik magnet. Gimana realisasinya? Pahami tujuan di balik munculnya sarana2 di atas, lalu pilih jalan lain. Tp ini sbatas teori. Aku baru mau praktekkan. Billahit taufiq wan nashr. Amin.

[3]. CAPRES “RA NGERTI OPO2”. Malu bget lho ya, sdh tampil di panggung Pilpres, tp otak gak sampe. Malu bget ya. Kok bisa sampe dsini pak? Gimana critanya ya? Entahlah. Kalo ditanya: pak gmn soal banjir? Dia jwb: “Gampang, nanti kt tinggal bikin manajemen, gerak cepat. Yg penting kerja, kerja, kerja.” Soal macet pak? Dia jwb: “Eleh itu keciiiil, tinggal kt terapkan kbijakan lalu lintas kuat, beres msalah.” Pak, tentang pasar tradisional? Dia jwb: “Aduh ringan bos, nanti kt sulap smua pasar tradisional jadi megah & mewah, spt istana Fir’aun.” Kalo soal TKW pak? Dia jwb: “Qiqiqiqiqi, itu anak SD. Nanti kt renegosiasi dg negara2 tempatan TKW, gampang tho.” Kalo soal keamanan nasional pak? Dia jwb: “Wkk wkk wkk, kenape ditanyain? Itu unyu2 bro. Kt akan jaga wilayah NKRI dg mgerahkan 1000 psawat Drone. Okeh surokeh?” Kalo ttg korupsi pak? Dia jwb: “Hu hu hu, cemen tuh. Nanti kt prkuat aparat hkm, dg kerjasama dg KPK, lwt mkanisme reward & punishment.” Dan strusnya. INTINYA: org ini super takabbur, belagu, kemaruk, ra ngerti masalah, tp pengen keliatan HEBAT di mata publik. Kok bisa org bgini maju di Pilpres? Kepriben…

Baca entri selengkapnya »


RAHASIA TRAGEDI MEI 1998…

Juni 24, 2014

(Hasil co-pas dari akun Facebook. Mohon maaf kata-kata banyak disingkat).

Alhmdulillahi Rabbil ‘alamiin. Setelah skian lama akhirnya bangsa Indnsia tahu dalang sbenarnya dr Krusuhan Mei 98.  Bbrp fakta sjarah layak kt telaah…

[A]. LB Moerdani adl jendral militer kuat di zaman Orba. Dia dalang pembantaian Priok September 1984. Moerdani mmerangi kaum Islamis atas nama “bela negara & Pancasila”.

[B]. Thn 1988 Moerdani brusaha lakukan kudeta politik ke Soeharto, tp gagal. Ktnya, gerakan dia dilaporkan Prabowo ke Soeharto. Sjk itu Soeharto mulai mndekat ke Ummat Islam, dan mnjauh dr Moerdani Cs.

[C]. Stl Moerdani disingkirkn Soeharto, bkn brarti kkuatan & prmainan dia brakhir. Dia mrencanakn hancurkan Soeharto scara kekerasan. Dunia intrnasional & elemen2 Nashrani dukung rncana Moerdani. Trmsuk IMF, media liberal, pengamat2 ekonomi.

Manusia Paling Anti Islam di Indonesia.

Manusia Paling Anti Islam di Indonesia.

[D]. Krusuhan Mei 98 benar2 mrupakn “maha karya” Moerdani Cs. Dia gerakkan masa mhasiswa kiri, Nasrani, dan pndukung PDIP dr Bogor. Tpatnya Mega Mendung, Puncak. Waktu itu signal komunikasi militer dirusak shg antar kesatuan tdk bisa saling koordinasi.

[E]. Pertanyaan: Mgkinkah Moerdani melakukan itu smua? Kita pun balik brtanya: mungkinkah kerajaan & kemampuan militer Moerdani yg pernah jadi “anak emas” Soeharto lenyap bgitu sj? Kalo para pensiunan perwira msh bnyak yg bisa jadi pejabat, aplg seorg Moerdani. Lobi2 dia sgat dijunjung tinggi di Washington ato Vatikan.

[F]. Moerdani org Katholik, tp scara agama dia dianggap “ora ono apa2ne”. Kayak org tdk bragamalah. Ada kabar, dia smp tega bunuh orgtua sndri. Wal ‘iyadzubillah. Tp org ini sgat diandalkan kkuatan asing, krn dia SGAT2 ANTI ISLAM. Mirip komunis-lah.

[G]. Krusuhan Mei 98 bukan trjadi sbg kejadian biasa, tp ia adalah GONG (momen puncak) dr konspirasi besar unt mghancurkan Soeharto. Soeharto dihancurkn lewat Krisis Moneter, tekanan IMF, opini mdia2 TV, dan puncaknya Krusuhan Mei.

[H]. Harus dicatat, sblum peristiwa Mei 98, Indnsia dilanda banyak kerusuhan sosial (konflik horizontal), spt kerusuhan Situbondo, Tasikmalaya, Banyuwangi, kampanye Pemilu 1997, dll. Krusuhan2 ini mrupakan “aksi pemanasan” mnuju aksi puncak (Mei 98). Ingat PKI thn 65 juga trlebih dulu buat aksi2 pemanasan di Indramayu, Kediri, dll. Pola grakn PKI slalu bgitu.

[I]. Bahkan Kerusuhan 27 Juli 1996 sbenarnya msh SATU PAKET dg ide “pemanasan” ini. Tp tujuannya unt “menciptakan pahlawan” yaitu Megawati & PDIP. Anda tahu tdk, yg mmberi nama “PDI Perjuangan” itu siapa? Nama itu diberikan oleh RCTI, lalu diikuti mdia2 lain, lalu diadopsi Mbak Mega Cs.

[J]. Bukti paling meyakinkan bhw Krusuhan Mei disetir oleh Moerdani, didukung elemen2 komunis, elemen2 Nashrani, dll. adlah trjadinya TRAGEDI AMBON 1999, TRAGEDI MALUKU UTARA 2000, TRAGEDI SAMPIT SAMBAS. Itu trjadi stlah posisi Presiden RI jatuh ke tangan Habibie, yg dikenal sbg 4 MUSUH trbesar Moerdani (selain Soeharto, Prabowo, & Islam). Moerdani Cs sgat marah stlah Habibie jadi presiden. Tdnya yg diplot adlah Mega dr PDIP, lwt pemilu. Maka itu dendam mrk dicurahkn lewat krusuhan2 di basis2 mayoritas non Muslim.

[K]. Fakta lain yg sgat mnjijikkan, Moerdani Cs mendorong demo2 mahasiswa spt Forkot, Famred, SMID, PRD, dll unt mnjatuhkn Habibie pd 1999. Minimal gagalkan Habibie jadi presiden lagi. Moerdani mmakai tangan Arifin Panigoro (pernah jadi kompatriot Mega di PDIP). Fakta2 ini sgat jelas.

[L]. Tak dilupakan adl peranan mdia2 masa pro komunis-liberalis spt Tempo, Kompas, Media Indnsia, Suara Pembaharuan, RCTI, SCTV, Indosiar, dll. Mrk ini SANGAT KEJAM dlm mmutar balikkan fakta. Mrk menyembunyikan KONSPIRASI MOERDANI dg menjadikan Prabowo Subianto sbg dalang Kerusuhan Mei 98. Mrk sembunyikan OTAK sebenarnya, dan mgorbankan seorang PATRIOT yg peduli nasib bangsa. Monster disebut pahlawan; pahlawan dsebut monster.

[M]. Tak dilupakan adalah peran Gus Dur. Dia ini adl kader komunis yg dibina di tubuh Ummat Islam. Dia mgawal Moerdani pasca Tragedi Priok 84. Dia prnah mncalonkn Moerdani sbg calon presiden unt “ngetest” emosi Ummat. Dia jadi “pahlawan Reformasi” brsama Mega & Amien. Dia juga wkt jadi presiden RI ingin mghapus Tap MPRS no. 25 ttg larangan ajaran komunis/marxis. Org ini memfitnah tokoh2 Islam sbg biang krusuhan sosial yaitu AS (Adi Sasono), ES (Egi Sudjana), AR (Amien Rais). Kebencian tokoh satu ini kpd Islam sdh tdk trbendung ktika dia bilang Al Qur’an sbg “kitab suci paling porno”. Smoga Allah Ta’ala mmbinasakan org ini & para pembelanya. Amin ya Sami’.

[N]. Tak dilupakan sosok jendral “cuci tangan” yaitu Wiranto. Menurut Prof. Salim Said, dia ini anak buah Moerdani juga. Jendral ini seharusnya paling “digantung di Monas” untuk kasus Kerusuhan Mei 1998, tapi dia lolos dan selalu lolos. Cerdik nian. Dosa besar Wiranto: a. Meninggalkan Jakarta saat genting; b. Memfitnah Prabowo; c. Memecah belah Habibie dan Prabowo, juga memecah-belah barisan Ummat Islam.Dia mengaku memegang “surat dekrit keamanan” dari Soeharto, tapi tidak mau tanggung-jawab pasca Krusuhan Mei dan kerusuhan demo aktivis anti Habibie sampai menjelang Sidang MPR November 1999. Aneh sekali.

Oportunis. Cari Selamat. Korbankan Sejarah Bangsa.

Oportunis. Cari Selamat. Korbankan Sejarah Bangsa.

[O]. Terkait surat pemecatan Prabowo Subianto (oleh DKP). Coba perhatikan, tanggal surat pemecatan itu pada BULAN AGUSTUS 1998. Tentu saja masa-masa genting Kerusuhan Mei sudah lewat, presiden sudah berganti, dan institusi TNI babak-belur. Saat momen itu, perwira-perwira TNI (yang menanda-tangani surat pemecatan) sok jadi “pahlawan kesiangan”. Mereka mengorbankan Prabowo Subianto, untuk menyelamatkan TNI dan nasib mereka. Padahal saat menjelang Kerusuhan Mei, mereka sudah tahu instruksi pengamanan situasi keamanan nasional. Prabowo bekerja resmi di tingkat itu, tapi dipecat juga. Tentu saja, mereka jadikan Prabowo sebagai “kambing hitam”. (Sama seperti aneka kasus korupsi, yang selalu jadi korban adalah level bawah).

[P]. Kalo kt perhatikan gerakan2 para pendukung Jokowi, modusnya tdk jauh beda. Fitnah, opini mdia, intimidasi, pencitraan, konspirasi, dll. Sama saja, hanya beda2 cover. Hrs diingat di tubuh pnsiunan prwira2 TNI juga ada anasir2 yg mmuluskan agenda PKI juga.

Begitulah modus org2 kafir komunis. Mrk tdk berani vis a vis. Slalu dan slalu buat konspirasi unt mrusak kehidupan brsama. Mrk bikin ulah, lalu mnuduh Ummat Islam sbg pelaku. Smoga kt mndpat hikmah dr fakta kekejian2 kaum kufar ini. Amin ya Rabbi.

(Admin).

 


Apresiasi Sikap Politik SALAFI…

Juni 7, 2014

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kita harus mengucapkan syukur “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin” tatkala melihat sikap kepedulian saudara-saudara kita dari kalangan Salafi terhadap isu perpolitikan nasional. Banyak pihak tak menyangka, bahwa kalangan Salafi akan bersikap sedemikian terbuka dan bijaksana; karena selama ini kesan yang ada, mereka anti politik, mereka kurang memahami realitas, dan mereka cenderung menjauhkan diri dari isu-isu publik. Alhamdulillah, kesan negatif itu agak berubah.

Sikap para Salafiyun yang ikut mendorong partisipasi dalam pemilu 2014, serta mendukung salah satu kandidat dalam Pilpres Juli 2014, menunjukkan kepedulian mereka yang nyata terhadap masalah-masalah Ummat. Jika sebelumnya Salafi selalu identik dengan sikap “golput”, maka kini mereka banyak berbenah. Dalam pemilu April 2014 lalu, sebagian mereka memilih PKS, sebagian lain memilih partai-partai Muslim lain.

"Bijak Memandang Realitas Ummat"

“Bijak Memandang Realitas Ummat”

Seorang kawan PKS bercerita. Sehari atau dua hari sebelum Pileg 2014, dia didatangi seorang aktivis kajian Salafi. Orang itu secara jujur menanyakan bagaimana keadaan PKS, sikap politik, programnya, dan lain-lain. Setelah jelas yang ditanyakan, dia janji akan memilih PKS dalam pemilu. Hal ini sesuai anjuran Ustadz Firanda dan kawan-kawan dari Madinah. Tapi ada juga Salafi lain yang memilih partai lain, selama masih partai Muslim.

Sikap terbuka dan peduli ini tentu tidak sepi dari tanggapan dan reaksi di kalangan Ustadz Salafi lain, yang sebelumnya sudah merasa “standar” dengan pilihan golput-nya. Tak jarang timbul perselisihan dan rasa kekurang-percayaan akibat terbitnya fatwa Ustadz Firanda yang dianggap “lebih maju dari zaman-nya” itu. Tapi meskipun begitu, mereka tetap konsisten dengan pilihan politik, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Alasan terkuat kalangan Salafi menjadi peduli dengan isu-isu politik, justru dipantik oleh masuknya sejumlah kader-kader Syiah Rafidhah ke gelanggang politik, khususnya merapat ke PDIP. Selain itu juga karena banyaknya pengikut Liberal, aliran sesat lain, yang juga merapat ke PDIP. Para Salafi jelas tahu dengan sejelas-jelasnya, bagaimana kejahatan Syiah Rafidhah hari ini di Yaman, Bahrain, Suriah, Libanon, Irak, apalagi Iran. Kalau para Ahlus Sunnah menarik diri dari gelanggang politik, khawatir akan terjadi tragedi-tragedi serupa. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Di titik ini, menurut kami, sikap kawan-kawan Salafi lebih baik daripada Partai An Nuur di Mesir. Mengapa demikian? Karena Salafi menyelaraskan sikapnya dengan memperhatikan sikap kaum Muslimin lainnya; termasuk mencermati buku penyimpangan Syiah yang diterbitkan oleh MUI Pusat. Sedangkan di Mesir, Partai An Nuur justru berseberangan dengan banyak elemen-elemen dakwah Islam di sana.

Sekali lagi, apresiasi, kesyukuran, dan terimakasih untuk para IKHWAH Salafi di Nusantara. Barakallah fikum jami’an wa syukran jazakumullah khair. Demikian, alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).


Prabowo dan Nasib TNI

Juni 7, 2014

Bismillahirrahmaanirrahim.

Dulu banyak perwira atau prajurit TNI bersikap nyinyir kepada Prabowo Subianto, karena yang bersangkutan adalah menantu Pak Harto, dan mendapat jenjang karier melesat di TNI. Ibaratnya, kalau ada satu lampu terang, lampu itu akan merasa nervous ketika datang lampu lain yang lebih terang. Yah, sifat kemanusiaan.

Tapi seiring perjalanan waktu, banyak orang mengetahui bahwa Prabowo memiliki sifat yang baik dan karakter yang luhur. Dia tidak semata-mata memiliki gejolak ambisi pribadi, tetapi memiliki sifat pembelaan terhadap urusan bangsa/negara sangat tinggi. Salah satunya, Prabowo hanya menghendaki kebaikan bagi TNI. Meskipun dia terluka atau dizhalimi.

Mari kita lihat masalahnya…

[1]. Saat revolusi Mei 1998 itu, citra TNI sudah benar-benar nyaris ambruk. Karena TNI dipandang sebagai “satu paketan” dengan Orde Baru. Bahkan TNI adalah “backbone-nya” rezim Orde Baru. Maka ketika rezim hancur, pilar-pilar pendukungnya juga akan ikut hancur.

"Menanggung Beban Berat demi Kebaikan Bersama"

“Menanggung Beban Berat demi Kebaikan Bersama”

[2]. Pasca revolusi Mei 1998, Prabowo mendapatkan sanksi sangat berat. Jabatan sebagai Pangkostrad dicopot oleh Presiden Habibie, bahkan seluruh atribut kemiliteran dia dilucuti. Prabowo bukan perwira lagi, bahkan bukan siapa-siapa lagi. Akses politik, militer, publik, seolah dihajar sampai tandas.

[3]. Seharusnya yang paling bertanggung-jawab terhadap Kerusuhan Mei 1998 di Jakarta adalah Jendral Wiranto selaku Panglima TNI, pemegang tongkat hirarki tertinggi di tubuh TNI; Pangdam Jaya, Syafrei Syamsuddin; dan Kapolda Metro Jaya. Mereka inilah yang mestinya sangat bertanggung-jawab, karena posisinya terkait langsung dengan situasi keamanan-ketertiban publik. Sedangkan Pangkostrad Prabowo, meskipun punya pasukan besar, ia ditujukan untuk bela negara hadapi situasi darurat, serangan dari luar; bukan untuk menghadapi kemelut politik internal. Secara hirarki, Pangkostrad harus selalu koordinasi dengan pejabat-pejabat TNI yang lain.

[4]. Media-media massa sekuler, para politisi, aktivis gerakan kiri, LSM, dan seterusnya selalu memojokkan Prabowo terkait peristiwa Mei 1998; tapi mereka tidak melihat kejadian ini secara struktural. Seakan ada suatu kesengajaan khusus untuk menghancurkan Prabowo, dan menyelamatkan yang lain (Wiranto). Ternyata, modus kekejaman opini itu masih terus dipakai sampai saat ini (menjelang Pilpres Juli 2014). Ya pelaku dan elemennya masih sama.

[5]. Meskipun Prabowo mempunyai banyak alibi atas keterlibatannya, namun dia memilih menahan diri, menenggelamkan diri, meskipun fitnah bertebaran luar biasa. Alasan dia simple; dia tak mau TNI pecah; kalau TNI pecah, Indonesia pun akan pecah. Ini adalah sikap ketulusan yang layak dihargai.

Apalagi yang belum dihadapi Prabowo? Segala macam fitnah sudah dia telan, makan, dikunyah-kunyah sampai lembut. Di tubuh TNI, dia difitnah. Di jajaran keluarga Soeharto, difitnah. Di mata Habibie, difitnah juga. Antar sesama jendral petinggi TNI, difitnah keras. Di mata para politisi, difitnah juga. Di mata asing dan industri kapitalis, difitnah juga. Secara keluarga dan rumah tangga, difitnah juga. Di mata media dan politisi, waduh sudah langganan fitnah.

Tapi ada hal menarik yang patut direnungkan tentang sosok Prabowo. Coba perhatikan: Pasca Kerusuhan Mei 1998 hampir saja institusi TNI dihabisi oleh sesama anak bangsa, karena lembaga ini dianggap backing-nya Orde Baru. Mahasiswa, aktivis demokrasi, LSM, media-media sekuler, para politisi, pihak-pihak luar negeri, dan seterusnya ingin segera menghabisi TNI. Namun saat Prabowo mendapatkan sanksi berat, dilucuti dari seluruh atribut kemiliteran, amarah publik agak mereda. Mereka melihat TNI mau berubah. Faktanya, Prabowo bisa dihabisi riwayat kariernya.

Dalam situasi itu, Prabowo telah menunjukkan jiwa besarnya. Seharusnya yang diadili terlebih dulu adalah Jendral Wiranto, karena dia penanggung-jawab tertinggi militer. Anda masih ingat pidato singkat Wiranto, sesaat setelah BJ. Habibie menerima tampuk kekuasaan dari Pak Harto? Itu kan artinya, Wiranto benar-benar penanggung-jawab keamanan. Iya tidak? Lha, kok setelah itu malah Prabowo yang dikorbankan?

Bahkan Wiranto lebih jahat lagi. Kepada Habibie dia mengatakan, pasukan Kostrad sedang terkonsentrasi di Jakarta. Tanda-tanda ancaman kudeta. Karena alasan itu pula, Prabowo diberhentikan secara kilat sebagai Pangkostrad. Tetapi kemudian Wiranto mengklaim, tidak ada itu isu kudeta. Keadaan aman-aman saja kok. Begitulah retorika Wiranto. Satu sisi mencari kesempatan untuk menghajar Prabowo; di sisi lain, tidak mau disalahkan di depan institusi TNI. Akhirnya Wiranto dapat kedua-duanya; Prabowo tersingkir, karier dia sendiri selamat.

Selama bertahun-tahun lamanya, Prabowo enggan untuk mengklarifikasi semua kejadian itu. Dia memilih diam, atau berharap masyarakat mengerti sendiri masalahnya. Alasan dia, “Tak mau TNI pecah!” Kalau dia marah-marah, menulis buku isinya blak-blakan tentang kondisi pasca Revolusi Mei 1998, khawatir TNI akan pecah, lalu negara dalam bahaya.

Di titik ini, Prabowo tidak hanya berjasa bagi Kopassus, tapi rela menanggung beban berat, untuk menyelamatkan institusi TNI itu sendiri. Dia layak mendapat apresiasi dan dukungan. Demikian, terimakasih.

(Admin).

 

 

 

 

 


Jokowi dan Isu HOAX

Juni 5, 2014

Baru-baru ini muncul komentar panjang dari pendukung Jokowi. Dari
Pak Mustamid El Wafha, SE. Intinya dia menjelaskan bahwa sekian
banyak tuduhan kepada Jokowi selama ini adalah HOAX. Lalu dia bantah
dengan sebutkan link-link berita tertentu. Terus dia juga sebutkan
sekian panjang daftar penghargaan untuk Jokowi.
Berikut kami sampaikan pandangan kami terhadap data-data “HOAX”
yang dirilis oleh Pak Mustamid El Wafha dan kawan-kawan semisalnya.
Selamat membaca dan kritis!

Judul: “Fitnah Dan Fakta Jokowi. Mari Kita Bongkar Fitnah Dan Fakta Jokowi HOAX”
1. Jokowi terlibat korupsi bus karatan TransJakarta. FAKTA
Jaksa Agung: Kasus TransJ Karatan Tak Terkait Jokowi
http://m.detik.com/news/read/2014/05…owi?n991102605
HOAX
2. Jokowi Mengirimkan Surat Penangguhan Pemeriksaan ke Kejagung
FAKTA: Kejagung tak Pernah Terima Surat Jokowi
http://m.jpnn.com/news.php?id=237410
Beredar Surat Jokowi ke Kejagung, Dirdik: Kami Tidak Pernah Panggil Jokowi
http://m.detik.com/news/read/2014/05…991101mainnews
Yang Membuat Surat Palsu Tersebut Ternyata orang Gerindra Sendiri
http://www.merdeka.com/politik/surat…-gerindra.html
HOAX

Komentar blog: Korupsi itu kan terjadi di bawah otoritas Gubernur DKI
(Jokowi). Bagaimana bisa pembelian bus sampai triliunan rupiah, Jokowi
tidak tahu apa-apa? Sangat menyedihkan. Untuk blusukan ke pasar-pasar
dia bisa, tapi pembelian bus triliunan rupiah, tak tahu apa-apa? Ajib wa
ajib jiddan. Jokowi di situ kan terkait dengan Michael Bimo yang dia
perintahkan datang langsung ke China mewakili posisi dirinya.
Nah, apa Jokowi menolak kenal dengan Michael Bimo, padahal foto akrab
mereka berdua beredar.

Isu HOAX Seputar Capres Jokowi

Isu HOAX Seputar Capres Jokowi

3. Muncul surat edaran Jokowi meninggal (R.I.P Jokowi) dengan nama Herbertus
FAKTA
Sampai detik ini, Jokowi masih hidup…
Diiklankan Meninggal, Jokowi: Itu Sudah Brutal dan Keterlaluan
http://lampung.tribunnews.com/2014/0…an-keterlaluan
HOAX

Komentar blog: Lagian siapa yang kurang kerjaan menyebut Jokowi
sudah “RIP”. Jelas-jelas dia sekarang jadi capres. Apa yang
jadi capres itu semacam “roh-nya”. Jokowi? Aneh.

Baca entri selengkapnya »