Apresiasi Sikap Politik SALAFI…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kita harus mengucapkan syukur “Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin” tatkala melihat sikap kepedulian saudara-saudara kita dari kalangan Salafi terhadap isu perpolitikan nasional. Banyak pihak tak menyangka, bahwa kalangan Salafi akan bersikap sedemikian terbuka dan bijaksana; karena selama ini kesan yang ada, mereka anti politik, mereka kurang memahami realitas, dan mereka cenderung menjauhkan diri dari isu-isu publik. Alhamdulillah, kesan negatif itu agak berubah.

Sikap para Salafiyun yang ikut mendorong partisipasi dalam pemilu 2014, serta mendukung salah satu kandidat dalam Pilpres Juli 2014, menunjukkan kepedulian mereka yang nyata terhadap masalah-masalah Ummat. Jika sebelumnya Salafi selalu identik dengan sikap “golput”, maka kini mereka banyak berbenah. Dalam pemilu April 2014 lalu, sebagian mereka memilih PKS, sebagian lain memilih partai-partai Muslim lain.

"Bijak Memandang Realitas Ummat"

“Bijak Memandang Realitas Ummat”

Seorang kawan PKS bercerita. Sehari atau dua hari sebelum Pileg 2014, dia didatangi seorang aktivis kajian Salafi. Orang itu secara jujur menanyakan bagaimana keadaan PKS, sikap politik, programnya, dan lain-lain. Setelah jelas yang ditanyakan, dia janji akan memilih PKS dalam pemilu. Hal ini sesuai anjuran Ustadz Firanda dan kawan-kawan dari Madinah. Tapi ada juga Salafi lain yang memilih partai lain, selama masih partai Muslim.

Sikap terbuka dan peduli ini tentu tidak sepi dari tanggapan dan reaksi di kalangan Ustadz Salafi lain, yang sebelumnya sudah merasa “standar” dengan pilihan golput-nya. Tak jarang timbul perselisihan dan rasa kekurang-percayaan akibat terbitnya fatwa Ustadz Firanda yang dianggap “lebih maju dari zaman-nya” itu. Tapi meskipun begitu, mereka tetap konsisten dengan pilihan politik, berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

Alasan terkuat kalangan Salafi menjadi peduli dengan isu-isu politik, justru dipantik oleh masuknya sejumlah kader-kader Syiah Rafidhah ke gelanggang politik, khususnya merapat ke PDIP. Selain itu juga karena banyaknya pengikut Liberal, aliran sesat lain, yang juga merapat ke PDIP. Para Salafi jelas tahu dengan sejelas-jelasnya, bagaimana kejahatan Syiah Rafidhah hari ini di Yaman, Bahrain, Suriah, Libanon, Irak, apalagi Iran. Kalau para Ahlus Sunnah menarik diri dari gelanggang politik, khawatir akan terjadi tragedi-tragedi serupa. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Di titik ini, menurut kami, sikap kawan-kawan Salafi lebih baik daripada Partai An Nuur di Mesir. Mengapa demikian? Karena Salafi menyelaraskan sikapnya dengan memperhatikan sikap kaum Muslimin lainnya; termasuk mencermati buku penyimpangan Syiah yang diterbitkan oleh MUI Pusat. Sedangkan di Mesir, Partai An Nuur justru berseberangan dengan banyak elemen-elemen dakwah Islam di sana.

Sekali lagi, apresiasi, kesyukuran, dan terimakasih untuk para IKHWAH Salafi di Nusantara. Barakallah fikum jami’an wa syukran jazakumullah khair. Demikian, alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Iklan

7 Responses to Apresiasi Sikap Politik SALAFI…

  1. Difan berkata:

    Assalamu’alaykum Ustadz..

    Benar ustadz, Alhamdulillah saya sendiri tercerahkan atas status-status ustadz-ustadz Salafi ini di FB terkait tentang PEMILU 2014. Semulanya saya golput akhirnya saya menentukan pilihan saya. Walau pun saya tetap meyakini demokrasi kufur, bukan jalan Islam.

  2. deni abdul wahid berkata:

    Assalamu’alaikum wr wb, Ustadz mohon tanggapannya saudara kita yang satunya lagi masih keukeuh dgn pendiriannya, minggu yang lalu saya mengikuti undangan konferensi peradaban dgn keputusan akhir demokrasi hrs tetap dicampakkan dgn berbagai alasan2 nalar tapi bukan ayat suci secara komprehensip. Mohon pencerahannya! Jazakallah

  3. abisyakir berkata:

    @ Deni Abdul Wahid…

    Wa’alaikumsalam wr wb. Kalau kalangan HTI memang sudah mutlak akhi menolak demokrasi. Itu sudah manhaj mereka. Kalau mereka ambil demokrasi, sama dengan memangkas manhaj dari akarnya. Jadi wajar saja. Itu pilihan mereka. Kita beda pendapat boleh kan. Asal jangan mencaci maki sesama Muslim. Itu saja. Syukran.

    Admin.

  4. deni abdul wahid berkata:

    Terima kasih ustadz!
    Saya mengharapkan ustadz jangan terlalu lama tdk memposting tulisan2nya, minimal seminggu sekali meskipun hanya beberapa paragraf dari mulai yg ringan renyah sampai yang padat bergizi hehe. Afwan! Minggu ini Ada oleh2 sebelum Ramadhan kicauan Wimar Witular yg bikin panas hati umat islam. Baarakallaahu fiik dan keluarga!

  5. abisyakir berkata:

    @ Deni…

    Ha ha ha. Afwan pak Deni. Afwan jiddan. Justru dalam dua bulan terakhir, kami banyak “perang informasi” di media Facebook. Banyak sekali sampai blog kita ini terlewatkan. Kalau mau melihat boleh, silakan di akun “Joko Waskito”. Banyak sekali, masya Allah, sampai kami merasa benar-benar seperti kelelahan. Mohon doa dan dukungannya selalu. Amin amin Pak Deni untuk doanya.

    Admin.

  6. abu ulwan berkata:

    Ternyata isu syiah menjadikan pks jadi jongos kelompok lain yg dulu nya jongos sby sekarang jongos salafy ..si salafy pun yg haus pujian dan kehangtan mulai gila popularitas hingga rela dijilar oleh pks.. Padahal IM mersak dimana2… Di suriah – tdk kita pungkiri kejahtan rezimnya – jika tdk krn kexxxxxan aktifis IM maka tdk akan terjadi pembantaian gila2 an disana,..IM tu xxxxx xxxxx tapi sombong…

  7. abisyakir berkata:

    @ Abu Ulwan…

    Hati hati jangan gampang memfitnah sesama Muslim. Mereka itu gerakan yang dipandu oleh Syuro. Hati-hati kalau komen.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: