10 Hal yang Tidak Dijumpai pada Daulah Nabawiyah

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ada baiknya di bulan Ramadhan ini kita mengkaji sedikit tentang karakter Daulah Islamiyah sesuai praktik yang dicontohkan oleh Nabi SAW. Daulah semacam itu bisa disebut Daulah Nabawiyah, karena memang sesuai amanat Kenabian. Atau banyak di antara para aktivis dan dai-dai Islam menyebut dengan istilah: Daulah ‘ala minhaji Nubuwwah (tatanan negara di atas metode Kenabian).

Di sini kami tak akan menyebutkan ciri-ciri Daulah Nabawiyah itu, tapi menyebutkan ciri-ciri perkara yang tidak mungkin ada pada Daulah Nabawiyah. Hal-hal tersebut memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW, tidak pernah dilakukan oleh Khulafaur Rasyidin RA, dan tidak pernah menjadi bagian dari Syariat Islam. Jika kita menjumpai hal-hal itu pada sebuah Daulah, berarti ia bukan termasuk Daulah Nabawiyah yang disyariatkan dalam Islam.

Jalan Kebenaran, Bukan Kedustaan.

Jalan Kebenaran, Bukan Kedustaan.

Berikut perkara-perkara yang tidak mungkin ada pada Daulah Nabawiyah:

[1]. Melanggar kesepakatan atau janji yang telah disepakati.

Hal ini tidak pernah terjadi pada diri Nabi SAW. Beliau disebut Al Amin, karena memang memegang amanat, menunaikan janji-janji. Dalam membuat kesepakatan dengan siapapun, beliau selalu memenuhinya, hatta dengan orang kafir. Para ahli sejarah menjelaskan, sebelum Nabi SAW hijrah ke Madinah, beliau memerintahkan Ali bin Abi Thalib RA untuk menyerahkan barang-barang titipan orang musyrik Makkah yang dititipkan kepada beliau kepada pemiliknya. Begitu juga ketika beliau mengikat perjanjian dengan Yahudi, kabilah-balilah Arab di Madinah, juga perjanjian Hudaibiyah; beliau tak pernah menciderai janji dan kesepakatan.

Ada kalanya seorang pemimpin mengaku sudah terikat dengan suatu bai’at (perjanjian loyalitas), tapi kemudian dengan mudah mengingkarinya. Bahkan dia membuang begitu saja bai’at itu dan mengajak pendukungnya untuk menghancurkan pimpinan yang semula dia bai’at. Cara demikian bukan ciri pelaksana Daulah Nabawiyah.

[2]. Biasa berdusta di hadapan manusia.

Tegaknya Daulah Islamiyah, salah satunya adalah untuk memantapkan akhlak mulia dan moralitas. Nabi SAW mencontohkan sikap akhlak mulia kepada siapapun. Beliau mengutamakan kejujuran, dan mencela kedustaan; apalagi di hadapan khalayak ramai. Salah satu golongan yang mendapatkan nikmat dari Allah adalah kalangan Ash Shadiqin (selain Anbiya’, Syuhada’, dan Shalihin). Bahkan kita diperintahkan: “Wa kunuu ma’as shadiqin” (hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur). Para ulama menyebut salah satu sifat Nabi SAW sebagai Ash Shidiq. Bahkan Abu Bakar RA juga dijuluki sebagai Ash Shidiq. Dalam riwayat Nabi berkata: “Innal kidzba yahdi ilal fujur wa innal fujur yahdi ilan naar” (sesungguhnya kedustaan itu menuntun kepada kejahatan dan kejahatan itu menuntun ke arah neraka). Daulah Islamiyah menegakkan kejujuran dan memberantas kebohongan.

Tapi ada kalanya suatu kaum begitu mudah berdusta. Dari satu dusta diiringi dusta-dusta yang lain, dan menganggap semua itu bagian dari Syariat. Dia mengklaim tidak mengkafirkan Ummat, padahal jelas-jelas mengkafirkan; dia mengklaim tidak membunuh pejuang, padahal membunuh; dia mengklaim menegakkan Syariat, padahal merusak Syariat; dan seterusnya. Banyak kebohongan-kebohongan yang dihasilkan lewat pernyataan publiknya.

[3]. Mengkafirkan kaum Muslimin.

Rasulullah SAW tidak mengkafirkan kaum Muslimin, yaitu orang-orang yang telah beriman kepada beliau dan menerima Syariat-nya. Beliau pernah marah besar kepada Usamah bin Zaid RA karena dia telah membunuh seseorang yang telah mengucapkan “Laa ilaha illa Allah”. Hal ini adalah satu petunjuk Syariat, bahwa Islam sangat menghargai keislaman manusia; sekali pun di alam peperangan, karena konteks peristiwa Usamah itu saat perang. Nabi SAW juga tidak mengkafirkan kaum Muslimin di Makkah yang belum hijrah ke Madinah. Tak ada bukti Syariat bahwa orang-orang yang belum hijrah dari Makkah ke Madinah itu divonis kafir. Tidak ada.

Tapi sebagian orang dengan semena-mena memvonis sesama Muslim sebagai kafir, hanya karena yang bersangkutan hidup di negara demokrasi, terlibat politik demokrasi, atau mendukung partai-partai Islam dalam kancah politik demokrasi. Bukan hanya mengkafirkan, mereka juga siap memerangi negara-negara Muslim yang menerapkan sistem politik demokrasi. Tidak lupa, mereka membunuhi rakyat sipil, hanya dengan dasar klaim secara sepihak.

[4]. Membunuhi para pejuang Islam.

Nabi SAW sangat menghargai para pejuang Islam. Banyak sekali hadits-hadits Nabi yang menunjukkan keutamaan para Mujahidin, mati syahid, Jihad Fi Sabilillah. Banyak sekali dan hal itu sudah terkenal di sisi para ulama. Bahkan Nabi SAW memuliakan siapa saja yang berjasa kepada Islam, sekalipun mereka bukan Muslim. Nabi SAW sangat menghargai jasa pamannya, Abu Thalib, atas jasa-jasanya membela Nabi. Beliau juga pernah memuji Muth’im bin Ady, tokoh musyrikin Makkah, yang pernah berjasa memberi perlindungan kepada beliau. Nabi juga memuji Mukhairiq sebagai sebaik-baik Yahudi, karena dia ikut terlibat dalam perang Uhud di pihak Ummat Islam. Begitu juga, Nabi SAW memperbolehkan orang-orang musyrikin Makkah membantu kaum Muslimin dalam perang Hunain, lalu memberi mereka bagian ghanimah. Termasuk ketika Hathib bin Abi Rabi’ah RA melakukan pengkhianatan atas rencana Nabi untuk menaklukkan Makkah, maka beliau memaafkan Hathib dengan asumsi dia pernah terlibat dalam Perang Badar. Demikianlah contoh-contoh sikap Kenabian yang sangat baik dan pemurah kepada para pembela Islam.

Namun di sana, di sebuah negeri yang diklaim sebagai “Daulah Islam”, para elit politiknya begitu mudah memerintahkan anak buahnya menyerang para Mujahidin, merebut markas-markas, menyita harta benda dan senjata, membunuh para pejuang, membunuh pimpinan pejuang dan keluarganya, hatta anak-anaknya yang masih kecil. Katanya, semua itu tuntunan Syariat. Na’udzubillah wa na’udzubillah tsumma na’udzubillah min kulli dzalik. Dari mana mereka mengambil hukum seperti itu? Apakah Islam mengajarkan hal tersebut? Tunjukkan bukti-bukti kebenaran kalian!

Daulah Menjaga Kehidupan Ummat.

Daulah Menjaga Kehidupan Ummat.

[5]. Membunuh utusan perdamaian.

Di antara etika diplomasi dalam Islam, adalah menghormati utusan-utusan, menghormati delegasi-delegasi, menghormati juru runding, menghargai tamu kehormatan. Hal ini selaras dengan etika diplomasi yang diakui hukum internasional modern. Rasulullah SAW tidak pernah membunuh utusan musuh, juru runding, dan sebagainya. Berkali-kali beliau menerima utusan kaum Quraisy ke Madinah, juga utusan Yahudi, kabilah Arab. Tidak ada satu pun yang dibunuh oleh Nabi SAW. Termasuk ketika Abu Sufyan datang ke Madinah, meminta jalan damai, setelah kaum Quraisy melanggar perjanjian Hudaibiyah; Nabi menjamin keamanan dirinya, sampai pulang kembali ke Makkah. Para utusan itu memang hakikatnya tidak boleh dibunuh.

Suatu perkara yang ajaib. Ketika terjadi konflik antar pejuang Muslim di Irak-Suriah, datang utusan damai dari mujahidin senior, untuk mendamaikan atau mencari solusi. Tetapi sayang, saat berada di suatu tempat di Suriah, utusan itu dibunuh dengan serangan “bom manusia”. Pihak tertentu bersumpah tidak terlibat dalam pembunuhan; tapi saksi-saksi yang ditangkap, mereka menyatakan mendapat perintah dari pimpinan kelompok itu, bahkan menjanjikan hadiah. Dari mana mereka mendapatkan syariat seperti itu?

[6]. Menebar ancaman kepada kaum Muslimin.

Islam disebut sebagai agama Rahmatan lil ‘Alamin karena memang ia berkomitmen menyebarkan rahmat ke seluruh alam. Dalam Islam tidak dikenal istilah penjajahan, invasi, penindasan, dan semacamnya. Islam menaklukkan wilayah-wilayah, tetapi selalu dilakukan dengan cara-cara kesatria yaitu melalui peperangan yang sama-sama dimaklumi. Nabi SAW menghalalkan perang kepada kaum musyrikin Makkah, karena mereka memang memusuhi Islam dan selalu ingin menghancurkannya. Sebelum Nabi hijrah, kabilah-kabilah Makkah sepakat untuk membunuh Nabi di rumahnya, namun rencana itu digagalkan oleh Allah Ta’ala. Musyrikin Makkah juga memerangi kaum Muslimin di medan Badar dan Uhud, serta mengepung dalam perang Khandaq. Meskipun begitu, tatkala mereka meminta disepakati perundingan damai, Nabi SAW mengulurkan tangan terbuka, sehingga disepakati perjanjian Hudaibiyah. Begitu juga, saat Nabi SAW menaklukkan Makkah, beliau memberikan amnesti kepada penduduk Makkah, kecuali beberapa orang musuh berbahaya Islam. Itulah cara perlakuan Nabi SAW kepada kaum kufar, musyrikin Makkah. Keindahakan akhlak para prajurit Islam juga sangat terlihat ketika panglima Abu Ubaidah bin Jarrah RA berhasil merebut Kota Yerusalem di Palestina yang mayoritas penghuninya Nashrani. Kedatangan para pejuang Islam bukan membuat rakyat Yerusalem ketakutan, justru sangat mensyukuri. Tatkala pasukan harus kembali ke Madinah, kaum Nasrani menangis meminta mereka tidak pergi.

Tapi anehnya, di suatu tempat ada “Daulah Islam” yang selalu menebar ancaman kepada kaum Muslimin lewat pernyataan-pernyataannya. Mereka berniat memerangi seluruh negara-negara di Timur Tengah dan Afrika, baik negara demokrasi maupun kerajaan. Tidak ada yang selamat dari ancaman mereka, selain dirinya sendiri. Mereka berniat melanggar semua batas-batas wilayah dan tak mengakuinya. Mereka berniat membatalkan semua bentuk ikatan loyalitas, organisasi, jamaah, tanzhim, brigade, dan sebagainya. Ini daulah rahmah, atau daulah hakalah?

[7]. Tidak mau tunduk kepada mahkamah Syariat.

Rasulullah SAW adalah pemimpin daulah yang konsisten menegakkan Syariat Islam. Kata Aisyah RA, beliau bisa sabar untuk hal-hal yang bersifat pribadi; tetapi akan bersikap tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran Syariat. Nabi SAW memuji seorang wanita yang telah berzina, lalu meminta diberi hukuman Syariat. Kata Nabi, ampunan bagi wanita itu cukup jika diberikan kepada 70 orang penduduk Madinah. Nabi juga melarang para Shahabat RA memaki seorang Muslim yang berkali-kali dihukum karena minum khamr. Kata Nabi SAW, dalam hati orang itu ada iman. Nabi SAW sendiri sehari-hari bertindak sebagai hakim bagi kaum Muslimin yang bersengketa. Beliau sering diminta putusan atau pendapat atas masalah-masalah yang ada.

Enggan dengan Mahkamah Syariah.

Enggan dengan Mahkamah Syariah.

Namanya Daulah Islam seharusnya pro Syariat, tidak membelakangi Syariat, dan tidak phobia atas keberadaan Mahkamah Syariat yang independen. Tapi suatu kelompok selalu enggan untuk menyelesaikan konflik dengan mengacu ke mahkamah yang netral. Mereka selalu beralasan: “Kami kan sebuah Daulah. Kami bukan jamaah dakwah. Seharusnya mereka yang kami putuskan masalahnya, bukan kami diputuskan oleh siapapun.” Ini cara pandang picik. Bagaimana jika orang-orang daulah itu merugikan kepentingan pihak dari daulah lain? Apakah daulah lain harus tunduk kepada keputusan mereka? Bagaimana jika mereka tak setuju, dengan asumsi khawatir dicurangi oleh pengadilan daulah tersebut? Berarti ini bukan suatu tatanan hukum, tapi tirani.

Misalnya saja, Anda dan keluarga suatu saat mengalami tindak kezhaliman oleh suporter bola. Kendaraan Anda dihancurkan mereka, anak isteri Anda dianiaya sampai terluka. Barang-barang berharga Anda dijarah oleh mereka. Lalu Anda laporkan perampok itu kepada pihak berwajib, sehingga para pelaku ditangkap dan mau diadili. Saat hendak diadili, mereka protes. Mereka berkata: “Kami ini bukan suporter biasa. Kami punya asosiasi suporter yang anggotanya ribuan orang. Kami bukan pribadi-pribadi seperti korban. Kami tidak mau diadili oleh pengadilan netral. Kalau mereka mau, mari meminta keadilan kepada pengadilan yang diadakan oleh kelompok kami.” Coba bayangkan, bagaimana akan tercipta keadilan dengan cara begitu? Bukankah dulu Nabi SAW tatkala berselisih dengan kaum musyrikin Makkah, beliau mau berunding. Begitu juga, Khalifah Ali RA tatkala terlibat konflik dengan Muawiyah RA, beliau juga mau berunding; peristiwa perundingan itu terkenal dengan nama TAHKIM.

[8]. Tidak menghargai ijtihad pihak lain.

Nabi SAW dalam memimpin daulah, sangat menghargai ijtihad manusia. Beliau berkali-kali menerima pendapat Umar bin Khatthab RA. Beliau menerima usulan seorang Shahabat RA terkait strategi dalam Perang Badar. Beliau berunding dengan para Shahabat RA untuk menghadapi serangan kaum kufar Makkah, baik saat Perang Uhud maupun Khandaq. Beliau juga memuji Muadz bin Jabbal RA atas ijtihadnya, sebelum berangkat menjadi gubernur di Yaman. Peristiwa yang sangat terkenal adalah tentang “Shalat Ashar di kampung Bani Quraidhah”. Nabi SAW jelaskan, bagi seorang hakim yang berijtihad, jika benar mendapat dua pahala, jika salah mendapat satu pahala.

Namun ada satu kelompok yang menamakan diri “Daulah Islam” bermaksud membabat semua pendapat-pendapat di tengah kaum Muslimin. Mereka tidak mengakui ada otoritas ilmiah apapun, selain dari diri mereka sendiri. Orang-orang yang berbeda pendapat dianggap melawan daulah, tidak loyal, dituduh sebagai shahawat murtad. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Sangat terkenal pernyataan pemimpin mereka ketika menyerang Presiden Mursi dan partai Islam di Mesir, karena mereka terlibat dalam politik demokrasi. Padahal partisipasi dalam politik itu adalah bentuk ijtihad. Dalam kaidah fiqih disebutkan: “Al ijtihadi laa yunqadhu bil ijtihad” (satu ijtihad tidak bisa dibatalkan oleh ijtihad lain; karena keduanya berkadar sama-sama ijtihad).

[9]. Menyerukan (atau memperparah) perpecahan antar kaum Muslimin.

Salah satu missi besar Daulah Islamiyah adalah menyatukan kaum Muslimin, merapatkan barisan, meminimalisir persengketaan, menubuhkan Jamaah, membangun wibawa Ummat. Banyak dalil-dalil tentang keutamaan persatuan Ummat ini. Nabi SAW sendiri sangat mengutamakan persatuan Ummat. Beliau katakan, kalau ada satu pemimpin sudah dibai’at, lalu datang pemimpin lain yang mengaku dibai’at juga, maka enyahkan pemimpin kedua itu. Beliau juga katakan, bahwa kaum Muslimin melaksanakan shalat jamaah, berhari raya, dan berjihad di belakang seorang Imam; terserah apakah dia adil atau jahat. Jika ada suatu kaum yang membangkang, maka mereka harus ditundukkan agar kembali kepada kesatuan Jamaah. Hingga beliau tegaskan, siapa yang keluar dari Al Jamaah, dia mati dalam keadaan mati jahiliyah.

Ada suatu kaum yang aktif mengadu-domba antar para pejuang Islam. Satu kelompok pejuang diharapkan bermusuhan dengan kelompok yang lain. Mereka membelah para pejuang Islam atas pilihan mendukung dirinya, atau anti terhadapnya. Mereka menuduh kaum Muslimin yang tidak menerima dirinya, telah keluar dari millah Islam. Saat ini kaum Mujahidin sedunia dirundung masalah besar, konflik internal, yang diakibatkan kelancangan kelompok ini dan keberaniannya dalam mengoyak persatuan kaum Muslimin. Itu baru dari kalangan Mujahidin. Belum lagi kaum Muslimin lain yang pemahamannya jauh berbeda dengan kelompoknya. Mungkin inilah yang dianggap sebagai “barakah sebuah daulah”? Nas’alullah al ‘afiyah.

[10]. Jahil terhadap Syariat.

Tidak mungkin jika Daulah Nabawiyah dibangun di atas kejahilan. Sangat tidak mungkin. Dalam riwayat shahih, Nabi SAW berkata di hadapan 3 orang Shahabat yang baru bertanya bertanya kepada Aisyah RA tentang ibadah beliau. Nabi SAW berkata: “Inni atqakum billah wa ahsyakum lahu, walakin aqumu wa arqud, wa ashumu wa ufthir, wa atazauwajun nisa’, wa man raghiba ‘an sunnati fa laisa minni” (aku ini lebih bertakwa kepada Allah dari kalian dan lebih takut kepada-Nya; meskipun begitu, aku berdiri shalat dan istirahat, aku puasa dan aku berbuka, dan aku menikahi wanita; maka siapa yang membenci Sunnahku, dia bukan bagian dariku). Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi SAW adalah paling berilmu di antara manusia di zaman-nya; bahkan paling berilmu di hadapan semua manusia sesudahnya. Di sini ada kaitan antara ilmu dan rasa takut kepada Allah, seperti disebut dalam Al Qur’an: “Innama yahsyallahu min ‘ibadihil ulama.” Yang membedakan Daulah Islamiyah dengan daulah jahiliyah, adalah faktor ilmu tersebut.

Namun jika suatu kaum jahil dari ilmu, tidak mau tunduk kepada Syariat, dan hanya berhajat kepada fanatisme golongan, merasa kelu untuk menerima kebenaran hanya karena alasan-alasan emosional dan subyektif; serta adanya sifat menghakimi manusia dalam dirinya, yaitu bermudah-mudah menetapkan vonis kafir kepada orang lain; jika demikian adanya, ya tidak ada sesuatu kebaikan yang diharapkan dari urusan seperti ini. Sebaiknya mereka mundur dari urusan BESAR dan SERIUS ini, karena tampaknya mereka tidak mampu mengemban perkara ini. Bukan hanya kekuatan senjata yang dibutuhkan untuk membangun peradaban; tapi juga kekuatan ilmu. Oleh karena itu Allah SWT mensifati Thalut dengan kata: Basthatan fil ‘ilmi wal jism (memiliki keluasan ilmu dan kekuatan fisik); sifat ilmiah didahulukan sebelum sifat jismiyah.

Demikianlah di antara perkara-perkara yang tidak mungkin ada dalam sebuah Daulah Nabawiyah. Maka siapapun yang mengklaim sedang menegakkan Daulah Islamiyah, harus membuktikan kebenaran klaimnya. Kita tidak boleh mendustai manusia, membohongi Ummat, dan memerangkap mereka dalam musibah gelap, perih, sangat menyakitkan. Sebelum segalanya menjadi malapetaka yang bisa berakibat hancurnya Jihad Fi Sabilillah, hancurnya kehormatan para Mujahidin, hancurnya cita-cita Daulah Islamiyah; sebaiknya semua ini diperbaiki terlebih dulu. Jangan mengklaim hal-hal besar, sebelum memenuhi syarat-syaratnya.

Dan terakhir, sebuah diskusi kecil namun sangat penting. Jika di hadapan kita ada dua perkara, kita hanya boleh memilih salah satu saja. Jika kita mengambil satu perkara, maka otomatis kita akan meninggalkan perkara yang lain. Jika kita disuruh memilih antara menegakkan Syariat Islam atau membangun sebuah negara; kita akan memilih yang mana? Sekali lagi hanya satu pilihan, tidak ada dua pilihan atau pilihan tengah-tengah.

Maka yang hakiki di sisi Allah adalah menegakkan Syariat Islam, karena inilah perintah Allah kepada kita semua, yaitu untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Adapun sifat ketaatan itu dapat dimanifestasikan dalam berbagai bentuk; bisa berupa sistem pemerintahan, tatanan negara, aturan kelompok, adab keluarga, sifat kepribadian, dan sebagainya. Jika mesti menegakkan sebuah negara, jangan sampai nanti di sana keberadaan negara menjadi sebab rusaknya pelaksanaan Syariat; sebab dalam sejarah Islam kadang terjadi kezhaliman serius terhadap tatanan Syariat, meskipun bentuk negara Islam sudah tercapai.

Kalangan yang pro Syariat sejati, tidak menafikan kebaikan-kebaikan Syariat yang ada di sekitarnya; sekecil apapun itu. Sedangkan kalangan yang “terlalu politis” menjadikan konsep negara (daulah) sebagai inti akidah, ibadah, dan perjuangan mereka. Meskipun banyak melanggar Syariat, kalau tujuannya menegakkan negara, dianggap benar. Justru cara-cara begitu yang akan menjauhkan kita dari tujuan menegakkan Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Semoga risalah sederhana ini dapat dipahami dan tertangkap dengan baik. Amin Allahumma amin.

Billahi taufiq wal huda wan nashr. Mohon dimaafkan atas segala kesalahan dan kekurangan yang ada. Wa akhiru da’wana, anil hamdu lillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Iklan

49 Responses to 10 Hal yang Tidak Dijumpai pada Daulah Nabawiyah

  1. Juba berkata:

    Apakah antum menjadi saksi atas semua kejadian yg terjadi di bumi Syam dan Iraq?
    Apakah antum bisa membuktikan di hadapan Allah atas semua tuduhan tsb. ? Karena antum ikut menyebarkan tuduhan tsb dgn keyakinan
    Apakah antum benar2 mengetahui dgn keyakinan penuh bagaimana kondisi kelompok2 yg antum sebut sebagai kelompok2 mujahidin tsb. ?
    Apakah antum menganggap bahwa persatuan kaum muslimin itu adalah lebih utama dgn banyaknya kelompok? Atukah persatuan kaum muslimin itu harus dibawah satu panji? Apa dalilnya bahwa banyaknya kelompok lebih utama dari satu panji?
    Karena antum menganggap semua kelompok adalah mujahidin kecuali yg Daulah.
    Bagaimana pendapat antum dgn banyaknya kaum muslimin yg terbunuh akibat perang Ali dan Muawiyah atau Ali dan Aisyah dan perang 2 lainya? Mengapa Ali dan Muawiyah tetap diakui sebagai Khalifah walaupun mereka banyak menyebabkan perpecahan dan terbunuhnya banyak kaum muslimin akibat perang antar mereka?
    Apakah antum punya bukti bahwa semua kelompok yg antum sebut mujahidin itu telah menegakan Syariat Allah secara penuh di daerah yg mereka kuasai? Bisakah share buktinya?

  2. pengen tauhid yang haq berkata:

    Penulis mohon dijawab tanggapan dan.pertanyaan.juba..biar bs mencerahkan dan jadi bermanfaat..ini bukan untuk menjatuhkan dan memenangkan pemahaman dan pemikiran…saya cm ingin menmbah wawasan ilmu…kemenangan kebenaran hanya milik allah subhanallahu wataala..

  3. pranamoelya berkata:

    Nyebut min.. nyebuut…

  4. Yaya4 berkata:

    sekarang rakyat sudah pintar,rakyat sudah bisa memilih pemimpinnya dengan hati nurani,bukan keterpaksaan,dan inilah kenyataannya,hanya orang yg ambisius yg tidak mau menerima kekalahannya,sekarang presiden adalah pilihan rakyatnya sendiri,bukan presiden pilihan partai/para elit politik.

  5. Belajar Beropini berkata:

    Saya tak tahu harus menyebut ISIS itu benar atau salah, karena memang saya ga tahu faktanya disana. Hanya membaca dari info2 media Islam, baik yang pro atau kontra ISIS. Mana yang benar, saya tak tahu! Kita ini cuma pembaca atau penyimak, jadi para pendukung ISIS tak usah fanatik terlalu memuja menyanjung ISIS. Coz kalian juga tak tahu fakta yang sebenarnya disana. Lepas dari benar atau tidaknya, saya tak suka dengan para pendukung ISIS ini yang ghuluw dan gampang memfonis orang yang tak sefaham dengannya.

  6. Abu Anisah berkata:

    Ikhwani fillah.. sebaiknya kita kembalikan prmasalahan spt ini kpd ulama mujahidin yg sdah mu’tabar spt Al-Maqdisi, Abu Bashir, Abu Qatadah dll.. Bkn krn mrk ma’shum tapi krn mereka mmpunyai kapasitas ilmu yg mumpuni, pengalaman yg panjang dan lebih mengetahui realita yg trjadi di sana.. Wallahu A’lam..

  7. abisyakir berkata:

    @ Juba…

    ==> Apakah antum menjadi saksi atas semua kejadian yg terjadi di bumi Syam dan Iraq?

    Jawab: Kalau Anda sendiri apa menjadi saksi kebenaran ISIS dan kesalahan para Mujahidin yang menentangnya?

    ==> Apakah antum bisa membuktikan di hadapan Allah atas semua tuduhan tsb.? Karena antum ikut menyebarkan tuduhan tsb dgn keyakinan.

    Jawab: Sebagai Muslim kita semua akan bertanggung-jawab di hadapan Allah. Soal pernyataan kasar ISIS dan target-target kepada Muslimin dan pejuang; itu ada bukti-buktinya lewat pernyataan mereka sendiri, juga dokumentasi2 yang tersebar di media. Apa Anda tidak mengetahui?

    ==> Apakah antum benar2 mengetahui dgn keyakinan penuh bagaimana kondisi kelompok2 yg antum sebut sebagai kelompok2 mujahidin tsb. ?

    Jawab: Kami semula bimbang. Tapi mendengar pernyataan langsung juru bicara daulah dan kesaksian tokoh-tokoh Mujahidin Syam; sikap kami jelas. Hal ini harus diingkari!

    ==> Apakah antum menganggap bahwa persatuan kaum muslimin itu adalah lebih utama dgn banyaknya kelompok? Atukah persatuan kaum muslimin itu harus dibawah satu panji? Apa dalilnya bahwa banyaknya kelompok lebih utama dari satu panji?

    Jawab: Tidak, kami tidak meyakini begitu. Kami hanya tidak suka ketika ISIS gampangan mengkafirkan Ummat/pejuang, lalu menghalalkan darah/harta mereka. Kami juga tidak suka sikap semena-mena, mau menang sendiri, tidak mau melibatkan ulama-ulama kaum Muslimin yang lain untuk pembicaraan soal Daulah/Khilafah.

    ==> Karena antum menganggap semua kelompok adalah mujahidin kecuali yg Daulah.

    Jawab: Mujahidin itu kan para pembela Ummat. Kalau kaum yang bermudah-mudah mengkafirkan Ummat, menumpahkan darahnya, mengambil harta bendanya bagaimana? Apa itu Mujahidin?

    ==> Bagaimana pendapat antum dgn banyaknya kaum muslimin yg terbunuh akibat perang Ali dan Muawiyah atau Ali dan Aisyah dan perang 2 lainya? Mengapa Ali dan Muawiyah tetap diakui sebagai Khalifah walaupun mereka banyak menyebabkan perpecahan dan terbunuhnya banyak kaum muslimin akibat perang antar mereka?

    Jawab: Khalifah Ali RA pernah diminta untuk menetapkan gerakan Muawiyah RA di Syam sebagai bughot. Lalu beliau menolak, kemudian mengatakan: “Innahum ikhawanuna, wa lakin bagha ‘alaina” (mereka itu kawan kita juga, tapi sedang membangkang atas kita). Ini menunjukkan bahwa Khalifah Ali RA tidak mengkafirkan Muawiyah dan para pendukungnya. Sedangkan di zaman kita ini…banyak kaum Muslimin dikafirkan oleh suatu kelompok, bahkan dihalalkan darahnya. Apa begitu sama dengan perilaku Khalifah Ali dulu? Wal ‘iyadzubillah.

    ==> Apakah antum punya bukti bahwa semua kelompok yg antum sebut mujahidin itu telah menegakan Syariat Allah secara penuh di daerah yg mereka kuasai? Bisakah share buktinya?

    Jawab: Kalau situasi perang kan dimaklumi bila belum sempurna menegakkan Syariat. Lagi pula, apa Daulah itu juga telah melaksanakan Syariat di wilayahnya? Apakah membunuh kaum Muslimin dan para pejuang, lalu dipertontonkan dimana-mana, itu bagian dari Syariat?

    Terimakasih.

    Admin.

  8. John Doe berkata:

    Terima kasih atas tanggapan nya Ustadz…
    Masuk akal sehat penjelasannya

  9. Juba berkata:

    Apakah Ustad juga mempertimbangkan informasi dari shoutussalam.com, al-mustaqbal.net, millahibrahim.wordpress.com, waislama.net dll yg lebih berpihak pada ISIS (sekarang Khilafah)? Apakah mereka ini semua orang fasiq dan khawarij yang tidak pantas dipercaya informasinya?
    Jika semua sumber informasi anda hanya dari situs yg memang dari awal menolak ISIS (Khilafah), ya tentu saja anda akan bersikap seperti ini.
    Apakah penolakan terhadap khilafah ini karena sebelumnya mengeluarkan pernyataan takfir terhadap beberapa jama’ah dan kelompok lainnya? Jika anda tidak setuju dengan hal ini tentunya sebaiknya anda baca lebih detil alasan syar’i mereka melakukan takfir. (coba cek : http://millahibrahim.wordpress.com/2014/05/24/penjelasan-hai-ah-syariyyah-di-daulah-islamiyyah-tentang-jabhah-islamiyyah-dan-qiyadah-nya-bagian-1/ sampai bagian ke -6) ini hanya salah satu saja. Jika dasar syar’i mereka ini keliru silahkan dibantah hal ini.

    Kalo masalah membunuh mujahidin dan mudah menumpahkan darah kaum muslimin, coba anda cek saat ISIS menguasai daerah PKK kurdi komunis, ternyata mereka juga mau mengampuni dan membebaskan orang PKK yg mau bertobat, tidak langsung dibantai semua, padahal mereka muslim yg komunis, coba cek berita saat ISIS menaklukan Tikrit, dimana 4500 tentara Iraq menyerah, apakah mereka semua dibantai? yg sunni diampuni dan dibebaskan setelah mereka tobat sedangkan yg syiah diexekusi. Coba cek kondisi Raqqah di SYam dan kota Mosul di Iraq setelah ditaklukan ISIS apakah terjadi pembantaian besar-besaran kaum muslimin oleh ISIS? Coba cek jg berita2 bagaimana ISIS membebaskan FSA yg menyerah setelah mereka tobat, mereka tidak dibantai. Bahkan di daerah kekuasaannya mereka mengajarkan anak2 bgm wudu dan sholat, artinya khan anak2 ini sebelumnya tidak pernah solat, mengapa mereka tidak dibantai saja?? APakah antum tidak baca jg pernyataan Syaikh Al Bagdady saat awal terjadi perang antar kelompok di Syam? Bukankah Syaikh memerintahkan pasukannya utk mengutamakan memaafkan kelompok lain jika mereka berhenti memerangi dan tidak menuntut balas atas pembunuhan terhadap anggota ISIS? Apakah membunuh ISIS tidak dianggap membunuh mujahidin juga?

    Jika kelompok2 lain memang kuat dan benar2 berjihad utk menegakan Kalimat Allah, tidak ada yg perlu dikhawatirkan dan selayaknya bersatu dibawah panji Khilafah.

    Ketahuilah bahwa ISIS sudah dikeroyok oleh semua kelompok di Syam utk diusir, namun mereka tetap exist dan semakin meluas daerahnya, apakah antum akan samakan mereka dgn kelompok2 lain tsb.? Jelas mereka yg paling kuat dan exist saat ini apapun celaan orang, dan muhajirin dari luar Syam dan Iraq paling banyak bergabung dgn mereka (kalo tidak salah 70-80 % muhajirin bergabung dgn ISIS/khilafah), karena jihad mereka global dan syam & Iraq sebagai landasan awal tegaknya jihad Khilafah ini, negara2 thogut sekitarnya hanya menunggu giliran saja termasuk suatu hari thogut di Indonesia.

    Dan Khilafah ini ingin berjihad untuk menegakan Kalimat Allah dengan bersih tidak bercampur dgn hal2 musyrik termasuk isme2 lain (Nasionalisme, demokrasi halk asasi dll) dan mereka tidak butuh persetujuan orang2 yg memang tidak mau menegakan kalimat Allah tsb.

    Apakah saat Abu Bakar diangkat jadi Khalifah berdasarkan persetujuan semua sahabat Rasul? Tidak semua sahabat berada disana saat itu, sedangkan mengangkat pemimpin ini sangat penting utk mempersatukan kaum muslimin sehingga tidak bisa menunggu syaratnya harus semua ulama dikumpulkan dari seluruh dunia dan diminta pendapat dan persetujuannya..apakah ada dalilnya hal ini?

    Wallohu a’lam.

  10. abu ahmad hamzah berkata:

    adminnya masih pancasilais….gado2 deh manhajnya

  11. abisyakir berkata:

    @ Juba…

    Apakah Ustad juga mempertimbangkan informasi dari shoutussalam.com, al-mustaqbal.net, millahibrahim.wordpress.com, waislama.net dll yg lebih berpihak pada ISIS (sekarang Khilafah)? Apakah mereka ini semua orang fasiq dan khawarij yang tidak pantas dipercaya informasinya?
    Jika semua sumber informasi anda hanya dari situs yg memang dari awal menolak ISIS (Khilafah), ya tentu saja anda akan bersikap seperti ini.

    Kami awalnya banyak membuka situs2 itu, termasuk tulisan Usamah di Voa-islam.com. Tapi ketika datang pernyataan dari jubir ISIS yang judulnya “Maa Kaana Minhajuna wa Lan Yakun” dan “Udzran ya Amiral Qa’idah”. Sudah habis simpati kami ke ISIS. Gerakan itu jelas-jelas takfiri yang bersemangat mengkafirkan Ummat. Sudah tidak ada harapan di sana.

    Apakah penolakan terhadap khilafah ini karena sebelumnya mengeluarkan pernyataan takfir terhadap beberapa jama’ah dan kelompok lainnya? Jika anda tidak setuju dengan hal ini tentunya sebaiknya anda baca lebih detil alasan syar’i mereka melakukan takfir. (coba cek : http://millahibrahim.wordpress.com/2014/05/24/penjelasan-hai-ah-syariyyah-di-daulah-islamiyyah-tentang-jabhah-islamiyyah-dan-qiyadah-nya-bagian-1/ sampai bagian ke -6) ini hanya salah satu saja. Jika dasar syar’i mereka ini keliru silahkan dibantah hal ini.

    Ya sama sikap kalian ke Jabhah Islamiyah sama dengan sikap kalian ke Hamas, menganggap mereka kafir murtad, karena ikut politik demokrasi. Terkait hal ini, Al Maqdisi saja membela Ikhwan yang dizhalimi di Mesir. Soal beda pendapat masalah politik, kok akhirnya mengkafirkan? Bukankah itu sama seperti perilaku Khawarij masa lalu yang mengkafirkan Khalifah Ali RA dan Muawiyah RA dalam perkara tahkim (ahwal siyasi)?

    Kalo masalah membunuh mujahidin dan mudah menumpahkan darah kaum muslimin, coba anda cek saat ISIS menguasai daerah PKK kurdi komunis, ternyata mereka juga mau mengampuni dan membebaskan orang PKK yg mau bertobat, tidak langsung dibantai semua, padahal mereka muslim yg komunis, coba cek berita saat ISIS menaklukan Tikrit, dimana 4500 tentara Iraq menyerah, apakah mereka semua dibantai? yg sunni diampuni dan dibebaskan setelah mereka tobat sedangkan yg syiah diexekusi. Coba cek kondisi Raqqah di SYam dan kota Mosul di Iraq setelah ditaklukan ISIS apakah terjadi pembantaian besar-besaran kaum muslimin oleh ISIS? Coba cek jg berita2 bagaimana ISIS membebaskan FSA yg menyerah setelah mereka tobat, mereka tidak dibantai. Bahkan di daerah kekuasaannya mereka mengajarkan anak2 bgm wudu dan sholat, artinya khan anak2 ini sebelumnya tidak pernah solat, mengapa mereka tidak dibantai saja?? APakah antum tidak baca jg pernyataan Syaikh Al Bagdady saat awal terjadi perang antar kelompok di Syam? Bukankah Syaikh memerintahkan pasukannya utk mengutamakan memaafkan kelompok lain jika mereka berhenti memerangi dan tidak menuntut balas atas pembunuhan terhadap anggota ISIS? Apakah membunuh ISIS tidak dianggap membunuh mujahidin juga?

    Bahwa ISIS membunuhi pejuang Islam Suriah, membunuhi penduduk sipil, para pemuda Suriah, para pengungsi, hal ini jelas-jelas didokumentasikan dalam foto, video, tulisan2. Mengapa diingkari? Soal mereka ampuni FSA, PKK, dan lainnya; justru terasa aneh. Ke Mujahidin dan rakyat kecil, kejamnya sebegitu rupa; kepada kalangan yang “mungkin” kurang Islami, malah bersikap lunak. Aneh.

    Jika kelompok2 lain memang kuat dan benar2 berjihad utk menegakan Kalimat Allah, tidak ada yg perlu dikhawatirkan dan selayaknya bersatu dibawah panji Khilafah. Ketahuilah bahwa ISIS sudah dikeroyok oleh semua kelompok di Syam utk diusir, namun mereka tetap exist dan semakin meluas daerahnya, apakah antum akan samakan mereka dgn kelompok2 lain tsb.? Jelas mereka yg paling kuat dan exist saat ini apapun celaan orang, dan muhajirin dari luar Syam dan Iraq paling banyak bergabung dgn mereka (kalo tidak salah 70-80 % muhajirin bergabung dgn ISIS/khilafah), karena jihad mereka global dan syam & Iraq sebagai landasan awal tegaknya jihad Khilafah ini, negara2 thogut sekitarnya hanya menunggu giliran saja termasuk suatu hari thogut di Indonesia.

    Sebelum bersatu panjinya, luruskan dulu manhaj, perilaku, perbuatan; contoh HUKUM MATI dulu Khalifahnya yang telah berlumuran darah Ummat. Baru setelah itu boleh berharap ada persatuan. Soal dikeroyok dan sebagainya, kan itu REAKSI orang lain akhi. Masak orang dizhalimi tidak boleh bereaksi? Antum gimana… ISIS dikritik saja, Antum bereaksi kok. Masak orang lain tak boleh membela diri?

    Dan Khilafah ini ingin berjihad untuk menegakan Kalimat Allah dengan bersih tidak bercampur dgn hal2 musyrik termasuk isme2 lain (Nasionalisme, demokrasi halk asasi dll) dan mereka tidak butuh persetujuan orang2 yg memang tidak mau menegakan kalimat Allah tsb.

    Mungkin niatnya baik, tapi caranya tidak benar. Tujuan menghalalkan segala cara. Cara Machiavelli.

    Apakah saat Abu Bakar diangkat jadi Khalifah berdasarkan persetujuan semua sahabat Rasul? Tidak semua sahabat berada disana saat itu, sedangkan mengangkat pemimpin ini sangat penting utk mempersatukan kaum muslimin sehingga tidak bisa menunggu syaratnya harus semua ulama dikumpulkan dari seluruh dunia dan diminta pendapat dan persetujuannya..apakah ada dalilnya hal ini? Wallohu a’lam.

    Ya benar, tidak semua Shahabat RA ada di sana. Tapi itu sudah mewakili bagian terbesar dari Muhajirin dan Anshar. Ulama menyebutnya “sudah memenuhi syarat Ahlul Halli wal Aqdi”. Jadi itu sudah benar dan sesuai Syariat. Terimakasih.

    Admin.

  12. Juba berkata:

    Kami awalnya banyak membuka situs2 itu, termasuk tulisan Usamah di Voa-islam.com. Tapi ketika datang pernyataan dari jubir ISIS yang judulnya “Maa Kaana Minhajuna wa Lan Yakun” dan “Udzran ya Amiral Qa’idah”. Sudah habis simpati kami ke ISIS. Gerakan itu jelas-jelas takfiri yang bersemangat mengkafirkan Ummat. Sudah tidak ada harapan di sana.

    Tentu saja sudah tidak ada harapan bagi orang yg menyukai kompromi dgn kemusyrikan serta kompromi dgn orang kafir.
    Khilafah tidak perlu simpati dari orang yg biasa kompromi dgn kemusyrikan dan dien orang kafir. Menegakan tauhid itu memang sunnatullah akan dimusuhi oleh siapa saja yg biasa mengkompromikan tauhid tsb.

    Ya sama sikap kalian ke Jabhah Islamiyah sama dengan sikap kalian ke Hamas, menganggap mereka kafir murtad, karena ikut politik demokrasi. Terkait hal ini, Al Maqdisi saja membela Ikhwan yang dizhalimi di Mesir. Soal beda pendapat masalah politik, kok akhirnya mengkafirkan? Bukankah itu sama seperti perilaku Khawarij masa lalu yang mengkafirkan Khalifah Ali RA dan Muawiyah RA dalam perkara tahkim (ahwal siyasi)?

    Coba baca buku Al Magdisi tentang demokrasi di millahibrahim.wordpress.com/demokrasi-adalah-agama-dimuqratiyatudien/
    Jelas sekali Al Magdisi menganggap Demokrasi dien kemusyrikan, mengapa beliau tidak dianggap khawarij?
    Bukankah khawarij itu awal maksudnya kelompok yg menyempal dari khilafah? Lho emangnya IS menyempal dari khilafah mana? Khalifah mana yg dikafirkan oleh IS ? Bukankah khawarij mengkafirkan khalifah Ali.

    Bahwa ISIS membunuhi pejuang Islam Suriah, membunuhi penduduk sipil, para pemuda Suriah, para pengungsi, hal ini jelas-jelas didokumentasikan dalam foto, video, tulisan2. Mengapa diingkari? Soal mereka ampuni FSA, PKK, dan lainnya; justru terasa aneh. Ke Mujahidin dan rakyat kecil, kejamnya sebegitu rupa; kepada kalangan yang “mungkin” kurang Islami, malah bersikap lunak. Aneh.

    Tidak ada yg perlu diingkari, jika memang yg mereka bunuh adalah orang murtad, masalahnya anda tidak tau status mereka. Kalo membunuh sesama pejuang dan orang sipil bukankah banyak juga video JN membunuh FSA dan penduduk sipil yg mereka anggap murtad atau melanggar syariat? mengapa tidak dianggap khawarij?
    Apakah tidak baca berita, anggota JN di abu kamal ahirnya baiat Khalifah? belum lagi banyak kelompok lainnya? kenapa diterima baiat mereka, padahal mereka juga sdh bunuh anggota IS sebelumya? Mengapa tidak di qisos aja…Siapa yg aneh…?

    Sebelum bersatu panjinya, luruskan dulu manhaj, perilaku, perbuatan; contoh HUKUM MATI dulu Khalifahnya yang telah berlumuran darah Ummat. Baru setelah itu boleh berharap ada persatuan. Soal dikeroyok dan sebagainya, kan itu REAKSI orang lain akhi. Masak orang dizhalimi tidak boleh bereaksi? Antum gimana… ISIS dikritik saja, Antum bereaksi kok. Masak orang lain tak boleh membela diri?

    Coba jawab mengapa tidak ada yg menuntut Qisos atau hukuman mati terhadap khalifah Yazid bin mua wiyah yg mengutus pasukan yg menyebabkan terbunuhnya cucu Rasul ?
    Bukankah kita tetap mengakui kekuasaan khalifah Abdul Malik bin Marwan yang mengutus Al-Hajjaj bin Yusuf untuk mengepung Hijaz. Membantai dan menistakan kehormatan penduduknya, termasuk membunuh sahabat Nabi yang mulia Abdullah bin Zubayr?
    Tidak ingatkah kita bahwa khalifah pertama dari bani Abasiyah adalah Abul Abbas As-Saffah yang membantai keluarga bani Umayyah karena dendam? Bukankah kita tetap mengakui kekhilafahan Bani Abasiyah dari awal berdirinya hingga keruntuhannya, sekalipun kekuasaannnya didirikan dengan cara membantai ribuan kaum muslimin?
    Sesungguhnya menyatakan syahnya Khalifah bukan dilihat dari apakah dia membunuh atau tidak tapi dari syarat2 syar’i-nya
    Coba baca al-mustaqbal.net/kupas-tuntas-sah-atau-tidaknya-kekhalifahan-ibrahim-ibn-awwad/
    Semua orang berhak membela diri, namun atas dasar apa pembelaan dirinya? Apakah membela diri menegakan tauhid atau karena hal lain?

    Mungkin niatnya baik, tapi caranya tidak benar. Tujuan menghalalkan segala cara. Cara Machiavelli.

    Bukankah anda yg melakukan tujuan menghalalkan segala cara? Bukankah system yg berjalan ini system Thogut, apakah ada dalam Qur’an membolehkan ikut menegakan dien thogut (Nasionalisme, demokrasi dll)? Apakah demi mendapat dukungan masyarakat atau menegakan Islam boleh kompromi dgn Thogut dgn sukarela?

    Ya benar, tidak semua Shahabat RA ada di sana. Tapi itu sudah mewakili bagian terbesar dari Muhajirin dan Anshar. Ulama menyebutnya “sudah memenuhi syarat Ahlul Halli wal Aqdi”. Jadi itu sudah benar dan sesuai Syariat. Terimakasih.

    Apa buktinya para sahabat yg ada saat pembaiatan Abu Bakar telah mewakili bagian terbesar dari Muhajirin dan Anshar?
    Al Mawardiy berkata di dalam Al Ahkam As Sulthaniyyah hal 7:
    “Sekelompok orang mengatakan: (Khilafah) tidak terjalin kecuali dengan jumhur Ahlil Halli wal ‘Aqdi dari setiap negeri supaya keridloan terhadapnya itu merata dan penerimaan pada keimamannya itu ijma, dan ini adalah madzhab yang tertolak dengan bai’at Abu Bakar radliyallahu ‘anhu terhadap kekhilafahan dengan pilihan orang yang menghadirinya saja dan untuk pembai’atannya itu tidak menunggu datangnya orang yang tidak hadir.
    Coba baca millahibrahim.wordpress.com/2014/07/26/bantahan-terhadap-bayan-gaun-khalifah-abu-qatadah-halaqah-ii-bagian-1/#more-6655

  13. JOKO berkata:

    ika tulisan diatas dijadikan ILMU seharusnya JUBA TIDAK USAH MERASA… seakan-akan ditujukan ke ISIS..
    mustaqbal.net termak MEDIA culas.. sebelum Ustadz ABB berbaiat ke ISIS mustaqbal dah memberitakan tanpa BUKTI, setelah ustadz ABB memberi keterangan BELUM baiat, mustaqbal tidak memuat bantahan ustadz ABB.
    Media Muwahid & Mujahid tapi BO’ONG .. berita langsung diturunkan. tanpa menerbitkan bantahan ustadz ABB tidak BERTANGGUNG JAWAB ATAS KESALAHANNYA. naudzubillah… bagaimana media mustaqbal bisa dipercaya di dalam negeri saja sudah DUSTA

  14. abisyakir berkata:

    @ Juba…

    Tentu saja sudah tidak ada harapan bagi orang yg menyukai kompromi dgn kemusyrikan serta kompromi dgn orang kafir. Khilafah tidak perlu simpati dari orang yg biasa kompromi dgn kemusyrikan dan dien orang kafir. Menegakan tauhid itu memang sunnatullah akan dimusuhi oleh siapa saja yg biasa mengkompromikan tauhid tsb.

    Mentakfir manusia kok jadi kebanggaan, ya aneh. Allah dan Rasul-Nya memberi hak identitas Islam kepada manusia, tapi Anda ingin membatalkannya dengan alasan-alasan IJTIHADI. Yang begini ini bisa merusak agama Anda sendiri.

    Coba baca buku Al Magdisi tentang demokrasi di millahibrahim.wordpress.com/demokrasi-adalah-agama-dimuqratiyatudien/ Jelas sekali Al Magdisi menganggap Demokrasi dien kemusyrikan, mengapa beliau tidak dianggap khawarij? Bukankah khawarij itu awal maksudnya kelompok yg menyempal dari khilafah? Lho emangnya IS menyempal dari khilafah mana? Khalifah mana yg dikafirkan oleh IS ? Bukankah khawarij mengkafirkan khalifah Ali.

    Al Maqdisi itu menyatakan bahwa manhaj dia beda dengan Ikhwanul Muslimin; tapi dia tidak mengkafirkan mereka, apalagi sampai bangga dengan kehancuran mereka seperti di Mesir. Dia coba bersikap inshaf, tetap mengakui keislaman saudaranya. Hal begini yang tampaknya sulit Anda terima.

    Tidak ada yg perlu diingkari, jika memang yg mereka bunuh adalah orang murtad, masalahnya anda tidak tau status mereka. Kalo membunuh sesama pejuang dan orang sipil bukankah banyak juga video JN membunuh FSA dan penduduk sipil yg mereka anggap murtad atau melanggar syariat? mengapa tidak dianggap khawarij? Apakah tidak baca berita, anggota JN di abu kamal ahirnya baiat Khalifah? belum lagi banyak kelompok lainnya? kenapa diterima baiat mereka, padahal mereka juga sdh bunuh anggota IS sebelumya? Mengapa tidak di qisos aja…Siapa yg aneh…?

    Coba Anda tunjukkan mana video ketika JN/FSA membunuh penduduk sipil Suriah dengan tuduhan mereka murtad! Coba Anda tunjukkan video begitu… Kalau soal sebagian orang masuk ISIS itu biasa ya, seperti sebagian ISIS masuk JN dan sebagainya.

    Coba jawab mengapa tidak ada yg menuntut Qisos atau hukuman mati terhadap khalifah Yazid bin Muawiyah yg mengutus pasukan yg menyebabkan terbunuhnya cucu Rasul? Bukankah kita tetap mengakui kekuasaan khalifah Abdul Malik bin Marwan yang mengutus Al-Hajjaj bin Yusuf untuk mengepung Hijaz. Membantai dan menistakan kehormatan penduduknya, termasuk membunuh sahabat Nabi yang mulia Abdullah bin Zubayr?

    Ana tidak tahu jawaban itu, mengapa tidak ditegakkan hukum atas Yazid (atau Abdullah bin Ziyad). Tapi saat terbunuhnya Khalifah Utsman RA, para Shahabat RA banyak yang menuntut qishash atas pembunuhnya. Maksudnya, secara SYAR’I hukumnya memang begitu…kalau Antum dan kawan-kawan memang pro PENEGAKAN SYARIAT, bukan PRO PENEGAKAN POLITIK.

    Tidak ingatkah kita bahwa khalifah pertama dari bani Abasiyah adalah Abul Abbas As-Saffah yang membantai keluarga bani Umayyah karena dendam? Bukankah kita tetap mengakui kekhilafahan Bani Abasiyah dari awal berdirinya hingga keruntuhannya, sekalipun kekuasaannnya didirikan dengan cara membantai ribuan kaum muslimin? Sesungguhnya menyatakan syahnya Khalifah bukan dilihat dari apakah dia membunuh atau tidak tapi dari syarat2 syar’i-nya

    Memang ada syarat-syarat sahnya pengangkatan seorang Khalifah, di luar masalah bunuh-membunuh. Tapi kalau memang niatnya mau menegakkan KHILAFAH ALA MINHAJI NUBUWWAH, bukan MENEGAKKAN KHILAFAH POLITIK, ya aturan Syariat harus ditegakkan, dimulai pada diri sendiri dulu. Kalau tidak mau menegakkan dengan dalil-dalil kesalahan masa lalu, ya tanya ke diri sendiri: serius mau menegakkan Syariat apa tidak?

    Bukankah anda yg melakukan tujuan menghalalkan segala cara? Bukankah system yg berjalan ini system Thogut, apakah ada dalam Qur’an membolehkan ikut menegakan dien thogut (Nasionalisme, demokrasi dll)? Apakah demi mendapat dukungan masyarakat atau menegakan Islam boleh kompromi dgn Thogut dgn sukarela?

    Lho, apa yang Anda tahu selama ini, apa kami berada dalam urusan-urusan pemerintahan/politik semacam itu? Kalau pun kami mendukung upaya politik, itu kan untuk menjaga kehidupan Ummat. Apa tidak boleh kami ikut menjaga kehidupan Ummat ini? Kalau tidak boleh, apa mesti dihancurkan? Kalau harus dihancurkan, berarti Anda bagian dari musuh agama dong.

    Apa buktinya para sahabat yg ada saat pembaiatan Abu Bakar telah mewakili bagian terbesar dari Muhajirin dan Anshar? Al Mawardiy berkata di dalam Al Ahkam As Sulthaniyyah hal 7: “Sekelompok orang mengatakan: (Khilafah) tidak terjalin kecuali dengan jumhur Ahlil Halli wal ‘Aqdi dari setiap negeri supaya keridloan terhadapnya itu merata dan penerimaan pada keimamannya itu ijma, dan ini adalah madzhab yang tertolak dengan bai’at Abu Bakar radliyallahu ‘anhu terhadap kekhilafahan dengan pilihan orang yang menghadirinya saja dan untuk pembai’atannya itu tidak menunggu datangnya orang yang tidak hadir.”

    Kan para Shahabat RA ketika itu didominasi oleh kaum Anshar dan Mujahirin. Kaum Anshar sudah berniat mengangkat pimpinannya (Sa’ad). Sedang kaum Muhajirin berniat mengangkat tokohnya. Kemudian datang tokoh senior Muhajirin (Abu Bakar dan Umar RA) menengahi, sampai terjadi pembaiatan. Memang jumlahnya tidak menampung semua Shahabat RA, juga tidak mewakili seluruh negeri dengan wakil-wakilnya masing-masing. Tapi bahwa di sana sudah ada kelompok terbesar Muhajirin dan Anshar berikut tokoh-tokoh utamanya, itu sudah terpenuhi. Mau apa lagi? Apa mau dimentahkan dengan kalimat bahwa Khalifah Abu Bakar RA tidak didukung oleh jumhur para Shahabat RA? Anda mau berkata perkataan seperti ini? Masya Allah, kami takut akhi untuk berkata seperti itu. Bagi kami lebih baik tidak punya Khalifah daripada mengingkari dukungan para Shahabat RA terhadap Khalifah Abu Bakar RA. Hanya gara-gara perselisihan status Ibrahim Awad saja sampai masuk ke ranah berbahaya semacam itu.

    Terimakasih.

    Admin.

  15. John Doe berkata:

    Sekali lagi salam takzim untuk Ustadz, yang sudah memberikan masukan dan berdasarkan Ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan, sehingga kita tidak asal mengikuti sesuatu tanpa dasar yang jelas dan sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Saw….. Ghuluw dalam beragama tanpa dalil menurut saya sangat berbahaya… Seperti kasus NII jadi-jadian beberapa waktu yang lalu, banyak yang tertipu dengan dakwah mereka, padahal mereka yang mengikuti awalnya dengan niat ikhlas memperjuangkan Agama ini…kebetulan beberapa sahabat dan keluarga saya termakan dakwah mereka, dan pola pikir mereka menjadi seperti yang Ustadz jelaskan dalam tulisan diatas.
    JZK Wassalam

  16. abu aisyah al baroni berkata:

    Assalamualaikum ustad sy bs mnta tlong d bntu untuk berdiskusi scara baik dlm rangka membela islam n mncari kbenaran. ad koment spt ni di fb sy:Gerakan indonesia menolak isis….emang kalau gak suka pancasila ya dipersilakan keluar aja dari Indonesia….Jika berani silakan proklamirkan Khilafah di Indonesia…hahahahaa…

    lalu jika harus pakai Khilafah siapa yang akan jadi khalifah…kemudian dimana pusat pemerintahannya…jika khilafah sudah teruji pastinya masih ada sampai sekarang….bukankah Arab Saudi, Dinasti Su’ud dan Wahabinya juga punya semangat memisahkan diri dari Kekhalifahan?

    bisakah sampeyan sertakan nash yg jelas2 bahwa sistem pemerintahan Khilafah di perintahkan di dalam Al-quran?

    Kemudian apakah proses pergantian Khalifah di jaman Khulafaurrasyidin juga sama…jika prosesnya tidak sama maka sistem tsb bukan sebuah keniscayaan. …., tlong d bntu y tad. brawal dri kalimat prtama itulah saya terusik untk mengkonter tpi krn kterbatasan ilmu sy,sy mhon bantuanny, mdah 2an dlm rangka amar maruf nahi mungkar n mncari ridho Alloh serta hidayahNya,jazakalloh khoiron sblmnya

  17. Juba berkata:

    Coba baca disini http://www.eramuslim.com/suara-kita/suara-pembaca/silang-pendapat-sah-tidaknya-kekhalifahan-daulah-islam.htm
    Silahkan saja apakah menerima hal ini atau menolaknya, setiap orang punya haknya masing2.

    Wallohu a’lam.

  18. abu aisyah al baroni berkata:

    ustad am waskito tlong sy di bntu gih, sy tnggu,syukron,

  19. abisyakir berkata:

    @ Abu Aisyah Al Baroni…

    * Kalau emang gak suka Pancasila ya dipersilakan keluar aja dari Indonesia…

    Respon: Lho, memang Indonesia milik siapa? Milik Allah kan. Siapa Allah itu? Allah adalah yang terdapat pada kalimat ini: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Mana ada Tuhan yang Esa, selain Allah?

    * Lalu jika harus pakai Khilafah siapa yang akan jadi khalifah…kemudian dimana pusat pemerintahannya…

    Respon: Jika Allah kehendaki bangkit Kekhalifahan di dunia ini, maka itu bisa dimana saja; dan pusatnya bisa dimana saja; tanpa mesti permisi kepada manusia. “Qulillahumma malikal mulki tu’til mulka man tasya’u wa tanziul mulka min man tasya’u” (katakanlah, Allah Maha Pemilik kekuasaan, Dia memberi kekuasaan kepada siapa yang Dia kehendaki dan mencabut kekuasaan dari siapa yang Dia kehendaki).

    Syaratnya: Khilafah itu harus benar, lurus, dan jujur sesuai Syariat. Bukan klaim penuh egoisme.

    * Bisakah sampeyan sertakan nash yg jelas2 bahwa sistem pemerintahan Khilafah di perintahkan di dalam Al-quran?

    Respon: Dalil yang sering dipakai ulama untuk menegaskan wajibnya kaum Muslimin menegakkan Khilafah adalah Surat Al Baqarah ayat 30, yang isinya antara lain: Allah mengatakan kepada Malaikat, Dia akan mengadakan kekhalifahan di muka bumi.

    Dalil Sunnah adalah perkataan Nabi SAW yang sangat terkenal: “Alaikum bi sunnati wa sunnatil khulafa’ir rasyidinal mahdiyina min ba’di” (hendaklah kalian melaksanakan Sunnah-ku dan Sunnah para Khalifah yang lurus dan mendapat petunjuk sesudahku). Khalifah yang lurus mendapat petunjuk, maksudnya Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Radhiyallahu ‘Anhum. Mereka memimpin dengan model KEKHALIFAHAN.

    * Kemudian apakah proses pergantian Khalifah di jaman Khulafaurrasyidin juga sama…jika prosesnya tidak sama maka sistem tsb bukan sebuah keniscayaan.

    Respon: Yang berbeda hanya cara penunjukan personel pemimpin-nya. Yang lain-lain rata-rata sama yaitu cara MUSYAWARAH dan KESEPAKATAN AHLUL HALLI WAL AQDI dari Ummat ini. Di zaman para Khulafaur Rasyidin yang dianggap Ahlul Halli wal Aqdi adalah para Shahabat RA. Ibnu Taimiyah menyebut, yang membaiat Abu Bakar RA sama seperti yang melakukan Bai’at Ridhwan di era Nabi SAW.

    Apakah semua ini niscaya? Ya niscaya, wong sudah terjadi dalam lintasan sejarah kaum Muslimin sejak era Khulafaur Rasyidin sampai Khilafah Turki Utsmani.

    Sama-sama terimakasih. Wa iyyakumul jaza’al husna.

    Admin.

  20. Juba berkata:

    Kalau emang gak suka Pancasila ya dipersilakan keluar aja dari Indonesia…

    Saya tanya apakah pancasila dan indonesia sudah dikenal sejak jaman para pahlawan kita, Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro dan SUltan Hasanudin, dll ? Apakah mereka para Pejuang itu berperang mengusir Belanda & porugis kafir karena untuk menegakan pancasila dan Indonesia?? Setahu saya tentang pancasila dan indonesia baru muncul di tahun 1900 ke atas, sebelumnya mana ada yg tahu pancasila dan indonesia?? benar nggak ? Artinya indonesia dan pancasila itu jelas2 dien atau ideologi buatan manusia..umurnya juga belum 1 abad, masih culun..

    Bagaimana dgn dien Islam? Apakah orang yg akan menegakan Dien Islam harus diusir dari indonesia? karena di indonesia yg boleh tegak hanya dien pancasila yg buatan manusia..??? tentunya masih bisa pergi ke tempat lain karena bumi Allah ini luas.

    Bagaimana jika orang menolak menegakan Dien Islam, silahkan keluar dari bumi dan langit milik Allah?? mau kemana akan pergi ??

    Apakah dien pancasila yg buatan manusia ini lebih berhak tegak ataukah dien Islam dari Allah? tidak mungkin keduanya akan tegak bersamaan di tempat dan waktu yg sama…karena jika dien Islam yg sudah sempurna ini tegak, apa perlunya dien pancasila tetap ada?? sedangkan kalo dien pancasila tegak pasti dien Islam akan dipasung dan tidak bisa tegak sempurna, sedangkan Allah perintahkan untuk masuk dalam dien Islam secara kaafah.

    Just a comment

    dien itu maksud sy jalan hidup…

  21. abu aisyah al baroni berkata:

    Jazakalloh khoiron jwaban n tanggapanny dari ustad waskito n akh Juba,oy apakah selain blog ni,ustad waskito ad aktif di akun fb?

  22. si jagur berkata:

    Assalaamu’alaikum ya akhi…dari penyampaian anda, terlihat suatu kebencian di benak anda…anda saya lihat belum mengamati daulah secara mendalam…maka saran saya tabayyun lah…telitilah…sebelum berucap…sebelum anda menyesal di kemudian hari atas apa yg anda ucapkan..

  23. abisyakir berkata:

    @ Si jagur…

    Mungkin hanya Anda satu-satunya manusia di dunia yang mengerti makna tabayun. seolah tak ada satupun yang tabayun, selain Anda. Pemimpin MMI sudah datang ke Suriah, lalu memperjelas sikap mereka tentang kesesatan ISIS dan kelompok ghuluw itu. Itu hak tabayun sudah dipenuhi.

    Admin.

  24. []. KHILAFAH (ISIS) Menebar ancaman kepada kaum Muslimin.
    nih liat nih, masak kayak gini ancaman

    http://www.youtube.com/watch?v=T51_cxqt8zA

    []. KHILAFAH (ISIS) tidak menebar ancaman kpd umat ISLAM
    justru mereka melindungi, melayani, dll umat ISLAM

    [Reportase Foto] Daulah Islamiyyah Bagikan Bensin Gratis pada Penduduk Deir Al Zour
    http://shoutussalam.com/2014/07/bagi-bensin-gratis-deir-zour/

    Iedul Fitri Bersama Khilafah: Buka Wahana Rekreasi & Taman Bermain Anak di Iraq & Suriah
    shoutussalam.com/2014/07/bahagia-iedul-fitri-bersama-khilafah-1/

    [Foto] Daulah Islam Distribusikan Hak Anak-anak Yatim dari Ghanimah
    http://www.voa-islam.com/read/international-jihad/2014/07/18/31699/foto-daulah-islam-distribusikan-hak-anakanak-yatim-dari-ghanimah/#sthash.znpBeOVp.dpuf

    []. KHILAFAH (ISIS) tidak JAHIL kpd syariat ISLAM
    justru mereka mendirikan mahkamah syariat ISLAM, menegakkan syariat ISLAM

    Dokumentasi Penegakan Syariat Allah di Deir Ezzor, Pembukaan Mahkamah Islam Pertama
    http://shoutussalam.com/2014/09/mahkamah-islam-mayadin-deir-ezzor/

    Enforcing Sharia in Raqqa- The Islamic State (Part 3)

    Christians in the Caliphate- The Islamic State (Part 4)

    []. KHILAFAH (ISIS) tidak membunuhi pejuang ISLAM…!?!? 😮
    kalo kelompok seperti FSA, SRF dll itu bukan mujahidin
    tapi kelompok bersenjata bikinannya thaghut saudi lakantullah

    nih liat nih pengakuan dr kelompok bersenjata SRF
    pengakuan SRF/FSA (menit 07:30 – 09:01)
    mereka dipersenjatai dan dilatih oleh amerika
    hanya untuk memerangi ISIS, bukan basar al-assad
    bahkan ada yg mengatakan bhw ISIS adalah syiah (20:14 – 20:31)

    Syria’s Unending Rebel Conflict: Wolves of the Valley

    []. Pengakuan Abu Dzar Al-Iraqi – Hakikat Kesaksian (dusta) Jabhah Jaulani (Jabhah Nusrah)

    []. KHAILAH(ISIS) tidak membunuhi mat ISLAM
    buktinya mereka membagi2kan zakat
    http://justpaste.it/ZManbej

    []. Inikah Kejahatan-kejahatan Daulah Islam Irak & Syam Pada Umat Islam?
    http://www.voa-islam.com/read/analysis/2014/05/01/30134/inikah-kejahatankejahatan-daulah-islam-irak-syam-pada-umat/

    []. KHILAFAH (ISIS) tidak menebar ancaman kpd umat ISLAM
    justru melindungi
    nih buktinya

    [82 Foto] Momen-momen Kebahagiaan Penduduk Aleppo Timur bersama ISIS
    http://shoutussalam.com/2014/05/82-foto-momen-momen-kebahagiaan-penduduk-aleppo-timur-bersama-isis

  25. Juba berkata:

    Abisyakir memang sudah menutup hati dan sepertinya sudah membenci Daulah Islam dan mungkin menganggap Daulah Islam harus dibasmi habis terutama para pemimpin dan pasukannya dibunuhi sebagaimana semangat yg dibawa oleh almuqowammah dan semisalnya, dan Abisyakir menolak semua bukti yang menunjukan Daulah Islam berjalan di atas manhaj Islam yg lurus tidak khawarij dan tidak Ir’ja.

    Silahkan saja…toh masing2 akan mempertanggungjawabkannya nanti di hadapan Allah.

    Wallohu a’lam.

  26. abisyakir berkata:

    @ Juba…

    Bukan menutup hati, tapi kita coba konsisten mengikuti kebenaran. Kalau ISIS memang benar, tidak menyimpang, tidak berbuat ghuluw, ya insya Allah kaum Muslimin dan para ulama akan menerima. Lha kalau para pejuang di medan laga saja menolak, bagaimana orang awamnya? Bukankah para pejuang itu sudah terseleksi sedemikian ketatnya? Jadi mohon maaf soal tuduhan “menutup hati” itu. Malah sebelum terjadi aneka masalah ini, kami termasuk yang awal-awal mengapresiasi ISIS sebelum “booming”. Terimakasih.

    Admin.

  27. ada yg “kepanasan” dg pengakuan Abu Dzar
    trus video di youtube dilaporin dan akhirnya diblokir
    tapi sebelumnya, orang2 yg anti KHILAFAH sangat gencar menyebarkan video pengakuan (baca: keterpaksaan) dr Abu Dzar ttg KHILAFAH
    rupanya orang2 tsb hanya mau menerima berita yg jelek2 ttg KHILAFAH walaupun itu bohong sekalipun
    dan gak mau terima jika berita tsb yg baik
    ini saya kasih video yg sama tapi linknya beda

    Pengakuan Abu Dzar Al Iraqi Khilafah Dawla Islamiyyah

  28. Juba berkata:

    Demikianlah jika hati sudah dipenuhi kebencian, maka tidak ada gunanya semua penjelasan walaupun seterang sinar matahari. Padahal beban itu akan dipikul oleh penuduh hingga jelas tuduhannya.
    Berikut ini detail banyak kedustaan terhadap IS sejak masih sebagai ISIS yang diungkapkan dustanya : http://justpaste.it/liesdebunkedis
    Semoga bermanfaat..

  29. abisyakir berkata:

    @ Juba…

    Kami jawab: “Demikianlah jika hati sudah dipenuhi kebencian, maka tidak ada gunanya semua kritik yang disampaikan, walaupun seterang sinar matahari. Padahal beban itu akan dipikul oleh pihak tertuduh yang terus mengelabui Ummat dengan merk IS.”

    Kami tak pernah percaya kepada siapa saja yang bermudah-mudah mengkafirkan kaum Muslimin. Itu sikap kami, terserah ia mau namanya IS, OS, atau US.

    Admin.

  30. Juba berkata:

    Kalo IS mengkafirkan sesorang atau kelompok tertentu, jelas ada, namun dengan bukti dan dalil jelas juga. Jika anda tidak setuju dgn dalilnya artinya pengertian dalil pengkafiran tsb yg perlu dibahas bukan malah nuduh IS mudah mengkafirkan tanpa bukti dan dalil.. emangnya mereka anak kemaren sore..?

    Dalam Islam tidak boleh ghuluw dalam mengkafirkan, namun tidak boleh juga menganggap tidak kafir orang atau kelompok yg jelas2 dalilnya melakukan perbuatan kekafiran..seperti orang yg terang terangan menolak Syariat Allah dan memilih hukum yg lain tanpa halangan. Bukankah Iblis menjadi kafir hanya karena menolak 1 saja perintah Allah? Bukankah Abu Bakar menganggap murtad orang yg menolak bayar zakat, padahal mereka masih sholat dll. ? Apakah Abu Bakar dianggap mudah mengkafirkan dan menghalalkan darah kaum muslim?

    Dan bukan maksudnya mengkafirkan itu jadi hobi…jika tidak jelas bukti dan kondisinya tentunya tidak bisa asal mengkafirkan…

    Yang saya baca jika IS mengkafirkan maka akan disebutkan bukti2 perbuatan kafirnya dan dalil pengkafirannya, jika yg dikafirkan mereka tidak tobat dari perbuatan kekafirannya maka jatuh sebagai murtad dan hukum murtad berlaku…bukankah begitu syariat Allah? Jika mereka dibunuh tentunya IS menjalankan syariat Allah bukan main bunuh muslimin…

    Masalahnya kita banyak yg tidak tahu latar belakang video2 IS melakukan pembunuhan tsb. dan langsung main tuduh mereka membunuh kaum muslimin…

    Coba cek di https://www.youtube.com/user/abubaraauk/videos

    Banyak penjelasan berdasarkan dalil2 mengenai hal2 yg dilakukan IS

  31. Juba berkata:

    Beberapa Ulama yg mendukung IS

    http://justpaste.it/IS_Scholars

  32. Juba berkata:

    Coba cek pembahasan ini chirpstory.com/li/225702

  33. Belajar Beropini berkata:

    Begitulah kalau sudah fanatik kepada kelompok tertentu. Apa pun kesalahan yang diberitakan tentang kelompok pujaannya pasti tak rela menerimanya. Mari kita belajar lagi untuk ikhlas beragama ini. Lanjutkan Ustadz…

  34. Juba berkata:

    Silahkan baca dokumen mengenai penghianatan Sahwat terhadap IS ada 197 halaman

    http://ia801405.us.archive.org/14/items/SahwatExposed/Sahwat_exposed.pdf

    Sesungguhnya fanatik itu dialami oleh semua orang, yg mendukung dan yg menentang juga fanatik, Sungguh fanatik terhadap Dienul Islam yg lurus adalah keharusan, sedangkan fanatik selain itu adalah kesesatan..

  35. Belajar Beropini berkata:

    Kelompok pendukung Daulah ini luar biasa fanatik kepada fahamnya, ga jauh beda dengan fanatiknya Salafi ekstrim dengan keyakinannya. Jadi apa yang diyakini atau diajarkan oleh kelompoknya, maka 100% kebenaran itu milik mereka sendiri, hingga apa pun kebenaran dari luar kelompoknya mereka tak mau terima.

  36. Belajar Beropini berkata:

    Jadi kalau ada yang kritis mengkritik pendukung Daulah ini, maka siap-siaplah disemprot dengan julukan KAPIR, LIBERAL, MURTAD, THAGUT, MURJIAH, dsbnya. Seolah pendukung Daulah ini satu2nya pejuang dan penegak Khilafah dan Syariat di muka bumi ini.

  37. Rhidho berkata:

    Mari kita renungkan
    “Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalaha kepada Allah, sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Maidah: 8).

  38. jon berkata:

    to @belajar beropini……pendukung Daulah sangat fanatik kepada fahamnya…saya katakan benar mereka sangat fanatik kepada fahamnya karena mereka memang fanatik berdasarkan pemahaman terhadap aqidah dan manhaj yg shohih berdasar dalil yg jelas dan kuat

    Saya tanya elo sendiri apa aqidah dan fahamnya, kalo elo memang yakin dgn faham elo sendiri kenapa elo tidak fanatik dgn faham elo?? Itu karena elo memang nggak yakin dgn faham elo sendiri, karena kagak ngerti, nggak punya dalil yg jelas dan kuat, jadi nggak mungkin fanatik dgn faham elo sendiri.

    Yg dilarang adalah fanatik buta tanpa paham dgn apa yg diyakini, Justru kalo meyakini sesuatu berdasarkan pemahaman dan dalil jelas dan kuat maka wajib fanatik, karena kalo tidak fanatik sama aja tidak yakin, alias masih ragu2…kalo masih tidak yakin dan ragu2 ngapain diperjuangkan apalagi sampai harus berkorban harta dan nyawa????

    Makanya tidak heran orang2 yg sok tidak fanatik tapi mencela yg lain fanatik, sebenarnya dia tidak memperjuangkan apa2 karena tidak ada yg dia yakini…dia hanya tidak suka lihat orang lain punya keyakinan yg mereka perjuangkan …jadi orang2 ini hanya bisa mengejek….padahal dia sendiri nggak tau apa yg ingin dia tuju?

    Pendukung Daulah satu satunya pejuang dan penegak Khilafah di muka bumi ini…Saya katakan benar, karena yg lain mungkin hanya pejuang tapi bukan penegak Khilafah, karena yg lain hanya bisa teriak2 utk Khilafah tapi Khilafahnya hanya di atas kertas…hanya impian dan teori, tidak ada wujudnya …seperti orang2 miskin yg nggak punya apa2 hanya punya gambar desain gedung pencakar langit dan hanya bisa ngajak2 atau ngemis2 dgn promosikan gambar desainnya ke orang lain utk mau memberikan tanah dan bahan bangunan serta dana serta tenaga untuk membangun gedung pencakar langit……JELAS aja mana ada yg mau kasih…

    Sedangkan Daulah ini nggak perlu minta2 dan ngemis2 ke orang lain karena mereka sudah punya gambar desain, tanah, bahan bangunan dana dan tenaga dan sekarang sedang membangun gedung pencakar langitnya secara bertahap dari tanah di syam & Iraq dan nanti akan meluas ke selurruh dunia bi iznillah.

    Jadi JELAS pendukung Khilafah adalah pejuang dan penegak Khilafah satu satunya di bumi ini……..

  39. jon berkata:

    Coba liat disini tanah syam yg telah dikuasai Daulah dan ditegakan Syariat Allah

    Yg warna Abu muda dan abu tua serta hitam adalah wilayah Daulah.

    pietervanostaeyen dot files dot wordpress dot com/2015/09/2000px-syria15.png

    di Syam menguasai lebih dari 50% wilayah Syam, sisanya dikuasai campuran antara kelompok2 lain dan basyar assad.
    Insya Allah akan di kuasai sepenuhnya bumi Syam pada waktu yg Allah kehendaki bi iznillah.

    Dan ini di Iraq

    pietervanostaeyen dot files dot wordpress dot com/2015/09/2000px-iraq18.png

    Saat ini yg memerangi syiah rafidoh di Iraq hanya Daulah, InsyaAllah Iraq juga akan dikuasai sepenuhnya dan dibebaskan dari syiah rafidoh pada waktu yg Allah kehendaki bi iznillah.

    Ingat jaman Kholifah Umar perlu waktu tahunan untuk menguasai Syam dan Iraq seluruhnya dari romawi dan persia, jadi sekarang juga perlu waktu tahunan juga…sesuai kehendak Allah

    Saat ini ada lebih puluhan ribu Mujahidin dari lebih 50 negara yg gabung dgn Daulah dari luar Syam dan Iraq dan terus bertambah….sesuai dgn kehendak Allah..

    Jadi apakah Daulah ini hanya ece2 dan hanya teori dan tidak punya kekuatan?

    Dan belum lagi di wilayah lain, di Libya, di Sinai Mesir, di Afghan dan Nigeria, walaupun di wilayah di luar SYam dan Iraq masih belum stabil penguasaannya.

  40. jon berkata:

    Rasulullah pun perlu waktu 10 tahun utk menguasai jazirah arab

  41. jon berkata:

    Coba tonton film Daulah mengenai Khilafah dan dinar emas di sini

    www dot youtube dot com/watch?v=aq_2vK9GAWA

  42. abisyakir berkata:

    @ Jon…

    Ketinggalan zaman. Sejak tahun 90-an, kelompok shufi Murabithun sudah mengenalkan uang dinar dirham. Tanya gerai dinar yang dikelola Zaim Zaidi. Mereka sudah lama, fren!

    Admin.

  43. abisyakir berkata:

    @ Jon…

    Coba baca sejarah lagi. Jazirah Arab baru dikuasai kaum Muslimin di era Khalifah Umar bin Khattab Ra. Di zaman Nabi Saw baru Madinah, Makkah, dan sekitarnya.

    Admin.

  44. abisyakir berkata:

    @ Jon…

    Ini hanyalah “daulah klaim”. Daulah propaganda. Tidak nyata. Membohongi orang-orang awam dengan capaian-capaian spektakuler. Padahal intinya, nothing.

    Admin.

  45. abisyakir berkata:

    @ Jon…

    Ya, paham kuat di atas ajaran KHAWARIJ yang sesat dan menyesatkan. Na’udzubillah min dzalik.

    Admin.

  46. jon berkata:

    Bukan ketinggalan jaman…mana buktinya kelompok shufi itu masih exist dan bisa memperkuat dan menyebarkan pemakaian dinar dirham kepada umat Islam?? padahal sdh 20 tahun lebih…

    Apakah gerai dinar punya kuasa utk menentukan alat tukar disuatu wilayah?? kalo hanya utk per individu sih, bukan hal yg perlu dibahas…..

    Benar Jazirah Arab dikuasai kaum muslimin jaman Umar, apakah ente kagak baca berapa tahun Umar menjadi Kholifah? Apakah saat Umar jadi Kholifah serta merta jazirah arab takluk??? jelas perlu waktu tahunan…baca lagi ya…

    Benar saat ini belum diterapkan sepenuhnya dinar dirham di wilayah Daulah….apakah arti propaganda adalah seruan kebohongan?? apakah di film tsb Daulah mengatakan telah menerapkannya secara sempurna?? Kalo ente maksud propaganda itu seruan yg isinya kebohongan…Tunjukan bukti tuduhanmu…

    Film ini sama dgn film dakwah utk menyeru kaum muslimin kembali dgn timbangan yg sesuai syariat dan meninggalkan uang kertas…dan bahwa hal ini tidak bisa diterapkan secara menyeluruh di suatu wilayah tanpa kekuasaan…dan Daulah sekarang sedang memulainya secara bertahap di wilayahnya…..tunjukan mana bohongnya seruan tsb??

    Kalo ente tuduh bahwa Daulah itu nothing…tunjukan yg nothing itu apa dan apa buktinya?? ente dan kelompok yg ente perjuangkan sendiri apanya yg tidak nothing??? tunjukan….apa kelompok ente sudah menguasai suatu wilayah? apakah sudah menegakan syariat Allah? apakah sudah memerangi syiah dan salibis secara langsung? atau ente tidak bukan bagian dari suatu kelompok selain hanya diri ente sendiri??? lalu apanya pencapaian yg tidak nothing dari ente??

    Tunjukan bukti dan dalilnya terhadap tuduhan ente menuduh khawarij kepada pendukung Daulah….

  47. abisyakir berkata:

    @ Jon…

    Bukan ketinggalan jaman…mana buktinya kelompok shufi itu masih exist dan bisa memperkuat dan menyebarkan pemakaian dinar dirham kepada umat Islam?? padahal sdh 20 tahun lebih…

    * RES: Masih eksis. Buktinya mereka masih mengedarkan uang cetakan emas/peraknya.

    Apakah gerai dinar punya kuasa utk menentukan alat tukar disuatu wilayah?? kalo hanya utk per individu sih, bukan hal yg perlu dibahas…..

    * RES: Malah hebat, mereka bisa menjangkau wilayah luas. Apa uang dari “daulah” sudah masuk kantongmu?

    Benar Jazirah Arab dikuasai kaum muslimin jaman Umar, apakah ente kagak baca berapa tahun Umar menjadi Kholifah? Apakah saat Umar jadi Kholifah serta merta jazirah arab takluk??? jelas perlu waktu tahunan…baca lagi ya…

    * RES: Beliau memimpin sekitar 8 tahun, berhasil menaklukkan jazirah arab, mesir, persia, dan masuk syam. ISIS berdiri 2012, koar-koar mau merebut Baghdad, lha sampai sekarang gak terbukti.

    Benar saat ini belum diterapkan sepenuhnya dinar dirham di wilayah Daulah….apakah arti propaganda adalah seruan kebohongan?? apakah di film tsb Daulah mengatakan telah menerapkannya secara sempurna?? Kalo ente maksud propaganda itu seruan yg isinya kebohongan…Tunjukan bukti tuduhanmu…

    * RES: Sekarang tunjukkan buktimu, bahwa uang dinar/dirham gaya ISIS laku di pasaran internasional?

    Film ini sama dgn film dakwah utk menyeru kaum muslimin kembali dgn timbangan yg sesuai syariat dan meninggalkan uang kertas…dan bahwa hal ini tidak bisa diterapkan secara menyeluruh di suatu wilayah tanpa kekuasaan…dan Daulah sekarang sedang memulainya secara bertahap di wilayahnya…..tunjukan mana bohongnya seruan tsb??

    * RES: Namanya juga film, banyak editingnya. Pernah bikin film gak. Ada adegan-adegan yang direka-reka kan?

    Kalo ente tuduh bahwa Daulah itu nothing…tunjukan yg nothing itu apa dan apa buktinya?? ente dan kelompok yg ente perjuangkan sendiri apanya yg tidak nothing??? tunjukan….apa kelompok ente sudah menguasai suatu wilayah? apakah sudah menegakan syariat Allah? apakah sudah memerangi syiah dan salibis secara langsung? atau ente tidak bukan bagian dari suatu kelompok selain hanya diri ente sendiri??? lalu apanya pencapaian yg tidak nothing dari ente??

    * RES: Kami mendukung para Mujahidin di Suriah. Nah, itu saja jawabnya. Seberapa banyak yang mereka kuasai dan menerapkan Islam, kami mendukung itu.

    Tunjukan bukti dan dalilnya terhadap tuduhan ente menuduh khawarij kepada pendukung Daulah….

    * RES:
    == ISIS mendirikan daulah/khilafah tanpa melibatkan kaum Muslimin di berbagai belahan dunia.
    == ISIS mengklaim sebagai satu-satunya daulah/khilafah yang sah untuk dibaiat, tapi tidak ada tanggung-jawab terhadap kehidupan Ummat di dunia ini, selain ngurusi kekuasaan mereka sendiri.
    == ISIS mengkafirkan, memerangi, memusuhi siapa saja yang tidak berbaiat atau mendukung daulah/khilafahnya.
    == Ulama-ulama ISIS adalah kaum yang tidak mengenal dan dikenal oleh majelis-majelis ulama di dunia Islam saat ini. Mereka ulama gharib yang menjadi rujukan kelompoknya sendiri.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: