Antara ISIS dan Al Qa’idah

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam sebuah artikel di Voa-islam.com, disebutkan pernyataan dari seorang Mufti negara Teluk. Beliau mengatakan, bahwa ISIS dan Al Qa’idah adalah musuh nomer satu Ummat Islam.

Menurut kami pernyataan demikian kurang bijak. Di bawah ini sedikit komentar yang bisa kami sampaikan:

Kaum Muslimin harus mengetahui, ISIS berbeda dengan Al Qa’idah, meskipun awalnya sama.

Ceritanya kurang lebih sebagai berikut:

Harus Bijak dalam Menilai Para Pejuang

Harus Bijak dalam Menilai Para Pejuang

Pasca WTC 11 September 2001, pemerintah Thaliban diserang Amerika & Sekutu. Efek samping dari serangan ini, struktur organisasi Al Qa’idah hancur lebur. SDM, asset, dana, jaringan, fasilitas mereka rusak parah.

Tapi pihak Thaliban cepat berbenah. Upaya recovery-nya berjalan cepat, meskipun dg suasana sistem baru. Mungkin karena mereka memang mayoritas asli warga Afghan.

Sedang pihak Al Qa’idah merasa terlunta-lunta, karena mayoritas branggota militer non Afghan. Melihat cepatnya recovery Thaliban, para pemimpin Al Qa’idah berembuk; bgmana kalau Al Qa’idah tunduk kepada otoritas Thaliban, agar dapat perlindungan penuh? Mereka pun setuju.Sejak itu Al Qa’idah jadi organisasi di bawah Thaliban.

Ini ada dampaknya, Al Qa’idah jadi lebih moderat. Kata orang, “tidak lagi main kopar kapir”. Thaliban menempatkan Al Qa’idah sebagai missi Jihad di luar wilayah Afghan; semacam ada sinergi.

Tatkala meledak konflik Suriah, Al Qa’idah di-drive masuk ke sana. Tapi dengan nama Jabhah Nusroh, agar tidak mndapat penolakan di dunia Islam. Sedangkan ISIS bermula dari missi Jihad Al Qa’idah di Irak pasca invasi Amerika tahun 2003.

Organisasi missi Jihad ini salah satunya dipegang Abu Mushab Zarqawi yang diindikasi membawa paham “kopar kapir”. Pusat Al Qa’idah tidak bisa sepenuhnya mengekang organisasi di Irak ini. Missi di Irak sering jalan sendiri. Misalnya, Abu Mushab dkk bentuk Islamic State, tanpa izin ke pemimpin Al Qa’idah; mereka bentuk ISIS juga tanpa izin; mereka garap Suriah, juga melanggar komando; mereka umumkan Khilafah, lagi-lagi dengan melanggar izin. Banyak skali pelanggaran ISIS kepada otoritas Al Qa’idah.

Yang paling terlalu, ISIS mengajak para pejuang di berbagai negara untuk membelot dari sentral Al Qa’idah.

KESIMPULAN: “Al Qa’idah versi lama beda dg yang baru. Versi baru lebih moderat. Tdk menganut paham takfir.” Bahkan ulama rujukan Al Qa’idah seperti Abu Mush’ab As Suri, Athiyatullah Al Libi, Abu Qatadah, dan sebagainya sangat hati-hati dalam perkara TAKFIR.

Dan semua aksi-aksi teror yang trjadi di Indonesia, TIDAK ADA kaitan dengan Al Qa’idah. Tidak ada itu. Mengapa? Karena sejak tahun 2001, 2003, 2011, hingga saat ini mayoritas energi Al Qa’idah terkuras dalam konflik di Afghan, Irak, Yaman, Somalia, Suriah, dan lain-lain. Jadi tidak ada waktu untuk buat aksi-aksi di Indonesia.

MAKA ITU…janganlah menyebut orang-orang yang membela Ummat teraniaya sebagai musuh Islam nomer satu. Itu jelas keliru!

Wallahu a’lam bisshawaab.

(Mine).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: