Apakah Prabowo Kalah ?

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Secara teori dan hukum, para pendukung pasangan capres Prabowo-Hatta sudah dikalahkan; setelah gugatan mereka ditolak oleh MK pada 21 Agustus 2014 malam. Tetapi secara hakiki, pasangan ini TIDAK TERKALAHKAN. Bahkan ia semakin kuat, mendapat tempat di hati rakyat, dan insya Allah akan semakin menguat untuk masa-masa ke depan.

Mengapa pasangan capres Prabowo-Hatta tidak terkalahkan?

Jawabnya:

[1]. Mereka berhasil mengajak masyarakat luas, segala elemen bangsa, dan para politisi untuk sama-sama memperjuangan keadaan negara yang BERSATU, BERDAULAT, ADIL, dan MAKMUR. Visi perjuangan ini sama seperti yang dirumuskan oleh para pendiri bangsa di masa lalu. Sangat sulit membangun kesadaran nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa ini. Alhamdulillah, kini seruan kemandirian, kedaulatan, martabat bangsa tidak lagi menjadi seruan “pinggir jalan”, tapi telah merasuk ke seluruh sendi-sendi kehidupan bangsa.

Jangan Pernah Menyerah !!!

Jangan Pernah Menyerah !!!

[2]. Perjuangan membangun kehidupan bangsa yang berdaulat, bermartabat, bebas dari segala praktek kolonialisme; adalah misi perjuangan yang luhur. Perjuangan seperti ini akan diliputi energi juang yang sangat kuat; seperti nyala obor yang tak kunjung padam. Dalam prakteknya, perjuangan MEMBELA KEADILAN itu tidak pernah terkalahkan. Ia semakin kuat, selagi ada kesungguhan, keikhlasan, pengorbanan, dan sikap istiqamah.

[3]. Bangsa Indonesia menemukan kembali visi politik kenegarawanan, setelah sekian lama (sejak Reformasi 1998) terjebak dalam politik transaksional yang sangat mengerikan. Urusan negara menjadi arena perlombaan untuk memuaskan syahwat personal dan kelompok. Perjuangan politik hanya sebatas mencari jabatan menteri, posisi di parlemen, akses bisnis proyek, atau keuntungan finansial yang bersifat sempit.Senyatanya, kenyataan seperti itu bisa membunuh bangsa lebih cepat. Dengan tampilnya ide-ide perjuangan Prabowo-Hatta, bangsa Indonesia seperti tersadarkan dari kesesatan jalannya yang panjang.

Partai AKP di Turki harus berjuang jatuh-bangun dan jungkir-balik, agar negaranya menghormati agama dan menghargai aspirasi kaum beragama. Terbukti mereka berhasil dan membuat perubahan-perubahan significant. Sedang di Indonesia, Prabowo Subianto membawa gerbong perjuangan berbeda, yaitu: menjadikan bangsa Indonesia berdaulat dan hidup bermartabat di negerinya sendiri.

Jika perjuangan seperti ini dianggap kalah, lalu yang disebut menang seperti apa? Menjadi pecundang dan pengekor imperialis asing?

Kekalahan gugatan hukum ke MK saat ini bisa dipahami sebagai kekalahan politik; tetapi ini adalah kemenangan perjuangan, karena seluruh bangsa ikut terlibat dan peduli. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: