Kisah Tragedi Hari Sabtu

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sekelompok Bani Israil tinggal di kota pantai Eliah, di dekat Laut Merah, jalur antara Laut Mati dan Bukit Thur. Mereka nelayan. Beribadah setiap Sabtu.

Ketika terjadi kerusakan moral, mereka diuji dengan banyaknya ikan saat hari Sabtu. Secara aturan, tidak boleh mencari ikan di hari Sabtu.

Mereka cerdik, saat hari Jum’at menebar jala, saat hari Sabtu tidak melaut; saat hari Minggu mereka panen ikan.

Dikutuk Menjadi Ini

Dikutuk Menjadi Ini

Ketika dinasehati: “Ini kan sama dengan mengakali aturan Tuhan?” Mereka menjawab: “Tidak, tidak. Kami toh tidak menangkap ikan pada hari Sabtu.”

Benar mereka tidak datang ke laut pada hari Sabtu, tapi jala-jala mereka bekerja intensif di hari Sabtu saat mereka sendiri sedang ongkang-ongkang kaki di rumah.

Usaha menasehati terus dilakukan oleh orang-orang yang ikhlas dan peduli. Tapi sayang, ada saja orang yang mencela sikap itu.

Mereka berkata: “Buat apa kalian menasehati suatu kaum yang akan dibinasakan oleh Allah?”

Orang-orang yang ikhlas itu berkata: “Ma’dziratan ila Rabbikum wa la’allahum yat-taquun” (agar kami punya alasan di hadapan Allah –bahwa kami sudah menasehati mereka- dan agar mereka itu timbul rasa takutnya kepada Allah).

Benar saja, ketika waktunya tiba, Allah menimpakan hukuman berat bagi kaum Bani Israil itu, yaitu mengutuk mereka menjadi kera yang hina. Sedangkan sekelompok orang yang peduli dan menasehati diselamatkan Allah dari kutukan ini. Termasuk yang terkena kutukan adalah orang-orang yang tahu ilmu, tapi enggan memberikan nasehat atau peringatan kepada kaumnya.

Allah SWT berfirman: “Anjainal ladzina yanhauna ‘anis suu’i wa akhadnalladzina zhalamu bi ‘adzabin ba’isin bi maa kaanu yafsuqun” (Kami selamatkan orang-orang yang mencegah perbuatan buruk, dan Kami siksa orang-orang zhalim itu dengan siksa keras, karena mereka selalu berbuat fasik –melanggar aturan agama-). Al A’raaf: 165.

Rasulullah SAW juga menjelaskan, bahwa salah satu klan Bani Israil hilang dari sejarah, setelah mereka dikutuk akibat pelanggaran di Hari Sabtu.

HIKMAH: Ternyata, mengingatkan manusia (masyarakat) dari perbuatan aniaya, zhalim, pengkhianatan, kemaksiyatan, kesesatan, dan semacamnya TIDAK SIA-SIA. Usaha mengingatkan ini, apapun hasilnya, tetap bermanfaat bagi pelakunya. Mereka akan mendapat jaminan keselamatan, tatkala terjadi berbagai prahara kehidupan.

Ambil-lah pelajaran wahai saudaraku. Jangan lemah dan menyesal untuk mengingatkan di jalan kebaikan.

(Abah).

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: